MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Penyelidikan Penyebab Perubahan Wujud Zat: Pengaruh Suhu INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Penyelidikan Penyebab Perubahan Wujud Zat: Pengaruh Suhu |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyelidiki pengaruh suhu (panas dan dingin) sebagai penyebab terjadinya perubahan wujud zat melalui percobaan sederhana.
- Murid dapat mengorganisasikan data hasil percobaan perubahan wujud zat dalam bentuk tabel atau diagram gambar sederhana.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang terjadi pada es batu jika kamu letakkan di bawah sinar matahari? Mengapa itu bisa terjadi?
- Pernahkah kamu melihat air mendidih saat dimasak? Ke mana perginya uap air itu?
- Kalau kita ingin membuat es batu dari air, apa yang harus kita lakukan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran dan mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan gambar es batu dan air mendidih, lalu mengajukan pertanyaan lisan 'Apa yang kalian tahu tentang mengapa es bisa mencair dan air bisa menguap?' — guru mencatat respons murid di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan, memberi waktu murid berpikir dan menjawab secara lisan.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan menjadi penemu cilik! Kita akan mencari tahu bagaimana suhu panas dan dingin bisa mengubah wujud benda, lalu kita catat hasilnya.'
- Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat: mengamati, bereksperimen kelompok, lalu mencatat dan menceritakan hasil.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan infografik perubahan wujud zat (padat–cair–gas) dari Buku Siswa halaman 180 menggunakan papan tulis atau proyektor, dan mengajak murid mengamatinya selama 2 menit dengan penuh perhatian (berkesadaran).
- Guru menjelaskan secara singkat konsep partikel: 'Bayangkan setiap benda punya teman-teman kecil yang tidak bisa dilihat. Saat dipanaskan, mereka berlari-lari dan saling menjauh. Saat didinginkan, mereka berjalan pelan dan saling berpelukan.' Murid diminta memperagakan gerakan partikel dengan gerakan tangan mereka sendiri.
- Guru mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata murid: 'Siapa yang pernah lihat mentega meleleh saat dipanaskan di wajan? Atau embun di rumput pagi hari?' — murid berbagi pengalaman singkat (bermakna).
- Guru menuliskan kata kunci di papan tulis: SUHU PANAS → benda bisa mencair atau menguap; SUHU DINGIN → benda bisa membeku atau mengembun.
- Murid menyalin kata kunci dan membuat sketsa sederhana di buku catatan mereka.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tabel pengamatan dan panduan langkah percobaan.
- Guru menjelaskan dua percobaan sederhana yang akan dilakukan secara bergantian: (1) Percobaan PANAS — meletakkan sepotong kecil es batu atau mentega di atas piring, lalu dihangatkan dengan jari/tangan atau ditempatkan di tempat panas (simulasi di dalam kelas dapat menggunakan air hangat dalam plastik sebagai media pemanas yang aman); (2) Percobaan DINGIN — mengamati perubahan air yang sebelumnya telah dibekukan (guru menyiapkan es batu hasil pembekuan di freezer sekolah atau dibawa dari rumah).
- Sebelum percobaan dimulai, setiap kelompok diminta menuliskan prediksi mereka di LKPD: 'Menurutmu, apa yang akan terjadi pada benda ini setelah dipanaskan/didinginkan?' (berkesadaran — melatih prediksi berbasis pengetahuan awal).
- Murid melakukan percobaan dengan bimbingan guru. Guru berkeliling untuk mendampingi setiap kelompok, memberi pertanyaan pandu seperti 'Apa yang kamu amati sekarang?' dan 'Apakah sesuai dengan prediksimu?'
- Murid mengisi tabel hasil pengamatan di LKPD: kolom berisi Nama Benda, Wujud Awal, Perlakuan (dipanaskan/didinginkan), Wujud Akhir, dan Gambar Perubahan. Bagi yang belum lancar menulis, diperbolehkan menggambar diagram gambar sederhana.
- Setiap kelompok mendiskusikan: 'Apa yang menyebabkan perubahan itu terjadi?' dan menuliskan kesimpulan singkat kelompok di LKPD (bermakna — mengaitkan hasil percobaan dengan konsep suhu).
- Setiap kelompok mempresentasikan tabel hasil percobaan mereka dalam 1–2 menit. Kelompok lain diminta menyimak dan boleh mengajukan satu pertanyaan (menggembirakan — suasana seperti 'laporan penemu cilik').
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak seluruh kelas melakukan refleksi bersama: 'Apakah hasil percobaanmu sesuai dengan prediksimu di awal? Kalau berbeda, mengapa menurutmu itu bisa terjadi?'
- Murid secara mandiri mengisi bagian refleksi di LKPD dengan menjawab dua pertanyaan singkat: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah…' dan (2) 'Satu pertanyaan yang masih ingin aku tahu adalah…' (berkesadaran — melatih metakognisi).
- Guru mengajak murid menghubungkan hasil percobaan dengan kehidupan nyata: 'Di mana lagi kita bisa menemukan contoh perubahan wujud zat karena suhu di sekitar kita?' — beberapa murid berbagi jawaban secara lisan (bermakna).
- Guru memberikan umpan balik formatif singkat berdasarkan tabel LKPD yang sudah dikumpulkan: menegaskan miskonsepsi yang ditemukan selama presentasi kelompok.
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran hari ini: 'Suhu panas dapat menyebabkan benda mencair atau menguap. Suhu dingin dapat menyebabkan benda membeku atau mengembun.'
- Guru melakukan asesmen akhir: setiap murid secara individu mengisi 'Kartu Keluar' (exit ticket) dengan menjawab: 'Tuliskan satu contoh perubahan wujud zat yang disebabkan suhu panas dan satu contoh yang disebabkan suhu dingin!'
- Guru mengumpulkan LKPD dan Kartu Keluar sebagai bahan penilaian.
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kerja keras dan rasa ingin tahu mereka hari ini.
- Guru menyampaikan informasi singkat tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
- Kelas ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan dukungan diberikan infografik bergambar dengan label kata yang lebih besar dan sederhana, serta contoh perubahan wujud yang lebih familiar (es batu mencair). Murid yang sudah siap diberikan tambahan kartu konsep tentang nama-nama perubahan wujud (mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) untuk dihubungkan ke tabel mereka.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan dibimbing guru atau teman sebaya dalam kelompok saat mengisi tabel — mereka boleh menggambar alih-alih menulis deskripsi. Murid yang cepat dapat melakukan percobaan tambahan: mengamati apa yang terjadi pada air di piring terbuka setelah beberapa menit (penguapan) dan diminta membuat diagram gambar tambahan secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup mengisi tabel dengan gambar dan kata kunci (wujud awal dan wujud akhir). Murid yang cepat diminta membuat diagram alur perubahan wujud zat mini dengan panah dan keterangan suhu panas atau dingin di setiap tahap perubahan.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan gambar es batu dan air mendidih, lalu mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa yang kalian tahu tentang mengapa es bisa mencair dan air bisa menguap?' Guru mencatat respons di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan selama pembelajaran.
Proses:- Observasi selama percobaan menggunakan checklist: apakah murid mengikuti langkah percobaan, mengamati perubahan dengan cermat, dan berdiskusi aktif dalam kelompok.
- Pemeriksaan sekilas (walkthrough) LKPD saat murid mengisi tabel: guru memberi umpan balik lisan langsung jika ada isian yang kurang tepat atau kolom yang kosong.
- Kualitas pertanyaan dan jawaban saat presentasi kelompok: apakah murid mampu menghubungkan data percobaan dengan konsep pengaruh suhu.
Akhir:- Kartu Keluar (exit ticket) individual: murid menuliskan atau menggambar satu contoh perubahan wujud zat akibat suhu panas dan satu contoh akibat suhu dingin. Kartu dikumpulkan sebelum pulang dan menjadi dasar guru untuk menentukan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.
Formatif:- Observasi langsung selama percobaan: guru mengamati keterlibatan, keaktifan, dan ketepatan prosedur murid dalam kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
- Penilaian LKPD: kelengkapan dan keakuratan pengisian tabel hasil pengamatan serta prediksi awal versus hasil aktual.
- Presentasi kelompok: kualitas penjelasan lisan tentang penyebab perubahan wujud zat berdasarkan data percobaan.
Sumatif:- Kartu Keluar (exit ticket) individual: murid menuliskan satu contoh perubahan wujud zat akibat suhu panas dan satu contoh akibat suhu dingin — dinilai ketepatan konsep dan kemampuan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyelidiki Pengaruh Suhu melalui Percobaan (TP 3.8.5.1) | Murid belum dapat mengikuti langkah percobaan dan tidak dapat menyebutkan perubahan yang terjadi pada benda setelah diberi perlakuan suhu. | Murid mengikuti langkah percobaan dengan bimbingan penuh guru, dan dapat menyebutkan perubahan yang terjadi (contoh: 'es jadi air') namun belum dapat menjelaskan peran suhu sebagai penyebabnya. | Murid mengikuti langkah percobaan dengan sedikit bimbingan dan dapat menjelaskan bahwa suhu panas atau dingin menyebabkan perubahan wujud zat dengan menggunakan contoh dari percobaan. | Murid mengikuti langkah percobaan secara mandiri, dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat antara suhu dan perubahan wujud zat, serta mampu menghubungkannya dengan contoh lain dari kehidupan sehari-hari di luar percobaan. | | Mengorganisasikan Data Percobaan dalam Tabel/Diagram Gambar (TP 3.8.5.2) | Murid tidak mengisi tabel atau diagram gambar, atau isian tidak relevan dengan percobaan yang dilakukan. | Murid mengisi sebagian tabel (contoh: mengisi wujud awal dan wujud akhir saja) dengan bimbingan guru, namun kolom perlakuan atau gambar belum lengkap. | Murid mengisi tabel secara lengkap (nama benda, wujud awal, perlakuan, wujud akhir) dengan data yang akurat sesuai hasil percobaan, disertai gambar sederhana. | Murid mengisi tabel secara lengkap dan akurat, menyertakan diagram gambar yang jelas, serta menambahkan keterangan atau kesimpulan singkat yang menunjukkan pemahaman tentang pola perubahan wujud akibat suhu. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah langkah-langkah percobaan yang saya siapkan sudah cukup jelas dan aman untuk dilakukan murid kelas 3?
- Murid mana yang tampak kesulitan saat mengisi tabel LKPD, dan dukungan apa yang perlu saya siapkan untuk pertemuan berikutnya?
- Apakah pertanyaan pandu yang saya berikan selama percobaan sudah cukup membantu murid menghubungkan pengamatan dengan konsep suhu?
- Seberapa efektif strategi diferensiasi yang saya terapkan dalam memenuhi kebutuhan belajar yang beragam?
Refleksi Murid:- Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah…
- Bagian percobaan yang paling seru menurutku adalah… karena…
- Aku masih bingung tentang…
- Aku ingin tahu lebih lanjut tentang…
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas III Edisi Revisi (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025) — halaman 180–181, infografik perubahan wujud zat dan penjelasan partikel.
- Panduan Guru IPAS Kelas III Edisi Revisi — Bab 8 'Rahasia Tiga Wujud Zat'.
- LKPD (Lembar Kerja Murid) tabel hasil percobaan — disiapkan guru.
- Kartu Keluar (exit ticket) — disiapkan guru.
- Bahan percobaan: es batu (disiapkan dari freezer), mentega atau lilin kecil (opsional), piring atau wadah plastik kecil, air hangat dalam wadah tertutup aman (sebagai media pemanas pengganti kompor).
- Video referensi pendukung: https://www.youtube.com/watch?v=uN5CIarhf9g
- Video referensi pendukung: https://www.youtube.com/watch?v=d-99VD2CMkg
|