MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 8 — Rahasia Tiga Wujud Zat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 8 — Rahasia Tiga Wujud Zat |
|---|
| Alokasi Waktu | 25 JP (25 x 35 menit = 875 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa wujud zat secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.8.2 Membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud zat
- TP 3.8.3 Memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat
- TP 3.8.4 Menyimpulkan proses perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.8.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa perbedaan yang kalian rasakan saat menyentuh sebuah batu dengan menyentuh air di dalam mangkuk?
- Jika air kita tuangkan ke dalam botol lalu ke piring, apa yang terjadi pada bentuknya dibandingkan dengan penghapus pensil yang dipindahkan?
- Apakah udara di sekitar kita dapat kita lihat atau kita rasakan keberadaannya?
- Apa yang terjadi pada balon atau kantong plastik saat ditiup udara?
- Apa yang kamu duga akan terjadi jika sebutir es batu dibiarkan di atas meja terbuka selama 10 menit?
- Apakah tebakanmu tentang benda yang mencair atau membeku selalu sama persis dengan apa yang kamu lihat langsung saat dicoba?
- Apa yang akan terjadi pada permukaan piring penutup jika diletakkan di atas gelas berisi air panas?
- Menurut perkiraanmu, apa yang terjadi pada air yang dioleskan ke punggung tangan setelah dibiarkan beberapa saat?
- Apa yang menyebabkan cokelat batangan atau es batu menjadi cair saat dibiarkan di tempat yang panas?
- Apakah benda padat selalu berubah menjadi cair jika terkena panas, dan bagaimana kita menjelaskannya berdasarkan bukti pengamatan?
- Apa yang terjadi pada lelehan agar-agar atau lilin cair saat suhunya perlahan mendingin?
- Bagaimana kita menjelaskan kesesuaian antara hasil pengamatan zat yang didinginkan dengan penyebab terjadinya perubahan wujud tersebut?
- Mengapa es krim yang kita pegang di siang hari yang terik lama-kelamaan menetes dan berubah menjadi cair?
- Ke mana perginya air genangan di halaman sekolah setelah terkena sinar matahari beberapa jam?
- Apa yang terjadi pada air sirup yang dimasukkan ibu ke dalam freezer kulkas?
- Mengapa bagian luar gelas yang berisi es teh menjadi basah padahal gelas tidak bocor?
- Ke mana perginya kapur barus yang diletakkan di dalam lemari pakaian setelah beberapa minggu?
- Bagaimana cara kita menceritakan peristiwa es mencair atau air menguap agar teman kita langsung paham?
- Informasi apa saja yang wajib kita tuliskan dalam bagan perubahan wujud zat dari hasil percobaan kita sebelumnya?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa prediksi kita tentang perubahan wujud zat benar atau tidak melalui pengamatan langsung?
- Bagaimana cara menyampaikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat agar orang lain dapat memahami prosesnya dengan jelas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Fenomena dan Peristiwa Wujud Zat Padat dan Cair di Sekitar serta Mencatat Hasil Pengamatannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa wujud zat secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam mengamati fenomena wujud zat padat dan cair dengan menunjukkan 4 benda konkret di meja: (1) penghapus karet, (2) air teh dalam gelas bening, (3) sendok logam, (4) minyak kelapa dalam botol kaca. Murid diminta mengamati dan mengelompokkannya ke dalam wujud padat atau cair (acuan pengelompokan: benda 1 & 3 adalah wujud padat; benda 2 & 4 adalah wujud cair) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati fenomena dan peristiwa wujud zat padat dan cair di lingkungan sekitar serta mencatat hasil pengamatannya ke dalam tabel katalog pengamatan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru meletakkan 2 wadah peraga di meja: wadah A berisi sebuah batu kerikil dan wadah B berisi sirup merah, lalu memandu murid mengamati bentuk kedua zat tersebut saat tetap berada di wadahnya maupun saat dipindahkan ke wadah berbentuk piring cawan (10 menit).
- Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Sifat Zat': secara berpasangan, satu murid memegang kartu bertuliskan nama benda (kartu 1: balok kayu; kartu 2: kecap manis; kartu 3: penggaris plastik; kartu 4: air putih) dan pasangannya mengidentifikasi wujudnya (padat/cair) serta sifat bentuknya (tetap/berubah mengikuti wadah) (acuan: kartu 1 balok kayu = padat, bentuk tetap; kartu 2 kecap manis = cair, bentuk mengikuti wadah; kartu 3 penggaris plastik = padat, bentuk tetap; kartu 4 air putih = cair, bentuk mengikuti wadah) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Pengamatan 'Katalog Jejak Wujud Zat Padat dan Cair' yang memuat tabel dengan 4 kolom: Nomor, Nama Benda/Fenomena, Wujud Zat (Padat/Cair), dan Hasil Pengamatan Bentuk Benda Saat Dipindahkan (Tetap/Mengikuti Wadah) (5 menit).
- Murid melakukan pengamatan langsung terhadap 6 stasiun benda di kelas/lingkungan sekitar: Stasiun 1 (buku tulis), Stasiun 2 (air dalam botol), Stasiun 3 (meja belajar), Stasiun 4 (minyak goreng dalam mangkuk), Stasiun 5 (pensil kayu), dan Stasiun 6 (sabun cair dalam wadah transparan) (20 menit).
- Murid mencatat data hasil pengamatan seluruh 6 stasiun benda ke dalam tabel Lembar Kerja secara teliti dan mandiri (acuan pencatatan: Stasiun 1 = padat, bentuk tetap; Stasiun 2 = cair, bentuk mengikuti wadah; Stasiun 3 = padat, bentuk tetap; Stasiun 4 = cair, bentuk mengikuti wadah; Stasiun 5 = padat, bentuk tetap; Stasiun 6 = cair, bentuk mengikuti wadah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali kelengkapan dan kesesuaian catatan hasil pengamatannya pada Lembar Kerja berdasarkan panduan verifikasi dari guru (5 menit).
- Murid menjawab 2 pertanyaan refleksi tertulis pada bagian bawah lembar kerja tentang ketepatan diri dalam membedakan hasil pengamatan wujud padat dan cair (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap data hasil pengamatan wujud zat padat dan cair yang telah dicatat oleh seluruh murid (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup, mengingatkan murid untuk tetap menjaga rasa ingin tahu terhadap fenomena wujud zat di sekitar (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan objek benda dengan kontras wujud yang sangat jelas (batu vs air berwarna). Untuk murid yang siap tantangan lebih, disediakan objek padat fleksibel atau butiran (misalnya spons atau beras dalam toples) untuk diamati wujud dan sifat bentuknya.
- Proses: Murid yang masih kesulitan mencatat dibimbing langsung dengan panduan centang terstruktur pada tabel Lembar Kerja, sedangkan murid yang mandiri mengamati dan mencatat deskripsi bentuk secara mandiri tanpa pendampingan intensif.
- Produk: Format pencatatan hasil pengamatan disesuaikan: murid yang butuh bantuan cukup mencatat 4 stasiun benda dengan memberi tanda centang pada kategori padat/cair dan bentuk tetap/mengikuti wadah; murid mahir mencatat lengkap 6 stasiun benda disertai catatan ciri fisik hasil sentuhan/penglihatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi wujud zat awal: Murid mengamati 4 benda konkret di meja guru (1: penghapus karet, 2: air teh dalam gelas, 3: sendok logam, 4: minyak kelapa dalam botol) dan menentukan wujudnya masing-masing. (Acuan jawaban: benda 1 wujud padat; benda 2 wujud cair; benda 3 wujud padat; benda 4 wujud cair).
Proses:- Observasi formatif selama kegiatan pengamatan stasiun: Guru mengamati keterampilan murid mengamati fenomena zat padat dan cair (mengamati perubahan bentuk saat dipindahkan) serta ketelitian mencatat hasil pengamatan pada Lembar Kerja 6 stasiun benda.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Katalog Jejak Wujud Zat Padat dan Cair': Guru memeriksa ketepatan catatan hasil pengamatan murid pada 6 stasiun pengamatan. (Acuan data benar: Stasiun 1 Buku tulis = Padat, Bentuk tetap; Stasiun 2 Air botol = Cair, Bentuk mengikuti wadah; Stasiun 3 Meja belajar = Padat, Bentuk tetap; Stasiun 4 Minyak goreng = Cair, Bentuk mengikuti wadah; Stasiun 5 Pensil kayu = Padat, Bentuk tetap; Stasiun 6 Sabun cair = Cair, Bentuk mengikuti wadah).
Formatif:- Asesmen awal berupa diagnostik pengamatan 4 benda konkret (penghapus, air teh, sendok, minyak kelapa)
- Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena zat pada 6 stasiun benda menggunakan lembar observasi keterlibatan indra dan ketelitian
- Pemeriksaan ketepatan dan kelengkapan tabel catatan hasil pengamatan pada Lembar Kerja Siswa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan mengamati fenomena wujud zat padat dan cair | Murid mengamati fenomena wujud benda secara kurang cermat sehingga hanya mampu mengidentifikasi wujud dengan tepat pada 1-2 dari 6 stasiun benda acuan (Stasiun 1: padat; Stasiun 2: cair; Stasiun 3: padat; Stasiun 4: cair; Stasiun 5: padat; Stasiun 6: cair). | Murid mengamati fenomena wujud benda dengan cukup cermat dan mengidentifikasi wujud dengan tepat pada 3-4 dari 6 stasiun benda acuan (Stasiun 1 s.d. 6). | Murid mengamati fenomena wujud benda secara cermat dan mengidentifikasi wujud dengan tepat pada 5 dari 6 stasiun benda acuan (Stasiun 1 s.d. 6). | Murid mengamati fenomena wujud benda secara sangat cermat, mandiri, dan tepat pada seluruh 6 stasiun benda acuan (Stasiun 1 s.d. 6). | | Keterampilan mencatat hasil pengamatan wujud zat | Catatan hasil pengamatan pada tabel lembar kerja hanya terisi lengkap dan tepat untuk 1-2 dari 6 data stasiun benda (acuan: kesesuaian wujud padat/cair dan sifat bentuk tetap/mengikuti wadah pada Stasiun 1 s.d. 6). | Catatan hasil pengamatan pada tabel lembar kerja terisi lengkap dan tepat untuk 3-4 dari 6 data stasiun benda (acuan: kesesuaian wujud dan bentuk pada Stasiun 1 s.d. 6). | Catatan hasil pengamatan pada tabel lembar kerja terisi lengkap dan tepat untuk 5 dari 6 data stasiun benda (acuan: kesesuaian wujud dan bentuk pada Stasiun 1 s.d. 6). | Catatan hasil pengamatan pada tabel lembar kerja terisi lengkap, rapi, dan tepat untuk seluruh 6 data stasiun benda (acuan: kesesuaian wujud dan bentuk pada Stasiun 1 s.d. 6) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat langsung dalam mengamati fenomena wujud zat padat dan cair di setiap stasiun pengamatan?
- Apakah instruksi pengisian tabel catatan hasil pengamatan sudah cukup jelas dipahami oleh murid?
- Bagian mana dari pengamatan zat padat dan cair yang masih menimbulkan miskonsepsi pada murid?
Murid:- Benda wujud padat atau cair apa yang paling mudah kamu amati bentuknya hari ini?
- Apakah kamu dapat mengisi seluruh kolom pada tabel hasil pengamatanmu dengan tepat?
Pertemuan 2 — Mengamati Fenomena dan Peristiwa Wujud Zat Gas secara Sederhana serta Mencatat Hasil Pengamatannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa wujud zat secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan mengibaskan buku tulis ke arah wajah murid dan meminta murid mengamati sensasi sentuhan angin yang terasa di kulit (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati fenomena dan peristiwa wujud zat gas secara sederhana serta mencatat hasil pengamatan pada tabel (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru saat meniup sebuah balon karet hingga mengembang dan mencubit ujungnya untuk mengamati bentuk balon yang membesar karena terisi zat gas (udara) (10 menit).
- Murid mengamati ketika ujung balon dibuka perlahan dan diarahkan ke telapak tangan atau potongan kertas kecil, merasakan hembusan gas serta mengamati gerakan kertas (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara mengamati zat gas yang tidak selalu terlihat tetapi dapat diamati bukti keberadaannya melalui bentuk wadah, tekanan sentuhan di kulit, atau gerakan benda yang terkena hembusan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk melakukan tantangan penyelidikan sederhana 'Membuktikan Jejak Gas' dengan 3 aktivitas stasiun: (1) meniup kantong plastik bening lalu mengikatnya; (2) memompa udara dengan spuit/alat suntik mainan tanpa jarum yang ujungnya ditutup jari; (3) meniup air dalam gelas menggunakan sedotan (10 menit).
- Murid mengamati secara langsung perubahan fisik pada ketiga media tersebut: plastik yang menggembung dan mengeras saat ditekan, dorongan udara pada torak spuit yang membal, serta gelembung-gelembung gas yang muncul di dalam air (15 menit).
- Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatan fenomena zat gas tersebut ke dalam lembar kerja tabel pengamatan (kolom: Nama Aktivitas, Apa yang Diamati/Dirasakan, Bukti Adanya Zat Gas) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memeriksa kembali catatan hasil pengamatan pada lembar kerja untuk memastikan seluruh data ketiga fenomena terisi lengkap dan tepat (10 menit).
- Murid mengonfirmasi hasil pengamatan kelompok dengan acuan kelas yang dibimbing guru untuk memastikan tidak ada kekeliruan pengamatan (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid merangkum hasil pengamatan mengenai bukti keberadaan zat gas di sekitar kita (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap catatan pengamatan murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar tabel dengan panduan pertanyaan bantu tertulis; murid yang cepat diberikan wadah pengamatan tambahan berupa sarung tangan lateks atau plastik berbentuk lain untuk diamati.
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang kesulitan merasakan tekanan udara pada spuit atau meniup kantong plastik.
- Produk: Catatan hasil pengamatan dapat berupa uraian kalimat singkat deskriptif atau disertai sketsa sederhana bentuk kantong/gelembung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik sensori: Murid mengamati sensasi hembusan saat buku dikibaskan ke arah wajah. Pertanyaan: 'Apa yang kalian amati dan rasakan pada kulit saat buku dikibaskan?' (Acuan jawaban tepat: murid merasakan ada hembusan angin/udara yang menyejukkan atau menyentuh kulit wajah).
Proses:- Lembar observasi keterampilan proses: mengamati keterlibatan murid dalam melakukan 3 percobaan sederhana zat gas (meniup kantong plastik, menekan torak spuit tertutup, dan meniup air dengan sedotan) secara cermat.
- Pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian data yang dicatat murid pada lembar kerja tabel hasil pengamatan 3 fenomena zat gas.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis pada lembar kerja: Murid mencatat hasil pengamatan untuk 3 fenomena zat gas. Acuan jawaban benar: (1) Meniup kantong plastik -> kantong menggembung/mengeras dan menegang terisi udara; (2) Menekan torak spuit berujung tertutup -> torak terasa berat ditekan/membal karena ada udara tertahan; (3) Meniup air dengan sedotan -> muncul gelembung udara yang bergerak naik ke permukaan air.
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena zat gas
- Pemeriksaan lembar kerja pencatatan hasil pengamatan zat gas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Mengamati Fenomena Zat Gas | Belum mampu mengamati bukti keberadaan zat gas pada ketiga fenomena (kantong plastik, spuit tertutup, dan gelembung air). | Mampu mengamati bukti keberadaan zat gas hanya pada 1 dari 3 fenomena yang disediakan secara mandiri. | Mampu mengamati bukti keberadaan zat gas pada 2 dari 3 fenomena yang disediakan secara mandiri. | Mampu mengamati secara teliti bukti keberadaan zat gas pada seluruh (3) fenomena yang disediakan secara mandiri. | | Ketepatan Mencatat Hasil Pengamatan | Belum mampu mencatat hasil pengamatan wujud zat gas ke dalam tabel lembar kerja. | Mencatat hasil pengamatan wujud zat gas pada tabel lembar kerja dengan tepat untuk 1 fenomena sesuai acuan. | Mencatat hasil pengamatan wujud zat gas pada tabel lembar kerja dengan tepat untuk 2 fenomena sesuai acuan. | Mencatat hasil pengamatan wujud zat gas pada tabel lembar kerja dengan lengkap dan tepat untuk seluruh (3) fenomena sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengamati fenomena keberadaan zat gas melalui percobaan sederhana dengan aman dan aktif?
- Bagian mana dari langkah pengamatan yang membutuhkan bimbingan ekstra bagi murid?
Murid:- Apa bukti keberadaan zat gas yang paling mudah kamu amati hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat mencoba meniup balon dan mengamati gelembung air?
Pertemuan 3 — Membandingkan antara Hasil Pengamatan dengan Prediksi pada Proses Perubahan Wujud Mencair dan Membeku — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.2 Membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud zat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama menurut agama masing-masing (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan hasil pengamatan langsung dengan dugaan awal (prediksi) pada peristiwa mencair dan membeku (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 situasi perubahan wujud: (1) Es batu ditaruh di mangkuk terbuka pada suhu ruang, (2) Air sirup cair dimasukkan ke dalam wadah cetakan es lalu disimpan di dalam freezer lemari es. Murid diminta menuliskan dugaannya (prediksi) mengenai perubahan wujud yang akan terjadi pada masing-masing situasi (acuan jawaban: Situasi 1 diprediksi berubah dari padat menjadi cair/mencair; Situasi 2 diprediksi berubah dari cair menjadi padat/membeku) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep membandingkan: melihat kesesuaian antara apa yang kita duga sebelumnya (prediksi) dengan apa yang benar-benar kita lihat terjadi (hasil pengamatan langsung), apakah 'Sesuai' (sama dengan dugaan) atau 'Tidak Sesuai' (berbeda dari dugaan) (10 menit).
- Murid secara berpasangan diajak memainkan permainan tebak cepat 'Detektif Prediksi': guru menyebutkan 2 skenario, murid menuliskan prediksi wujud akhirnya: Skenario A (Margarin padat dipanaskan di atas sendok logam beralas lilin) -> prediksi wujud akhir; Skenario B (Cokelat cair dituangkan ke dalam mangkuk berisi es batu) -> prediksi wujud akhir (acuan: Skenario A wujud akhir mencair/cair; Skenario B wujud akhir membeku/padat) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Dalam kelompok beranggotakan 3-4 murid, murid menerima Lembar Pengamatan dan Prediksi yang memuat 3 stasiun percobaan: Stasiun 1 (Sebongkah es batu di piring terbuka), Stasiun 2 (Cokelat batangan padat yang diletakkan di atas mangkuk berisi air hangat), dan Stasiun 3 (Air teh cair bersuhu dingin yang dicampur garam kasar di sekeliling wadah es batu tertutup untuk simulasi pembekuan cepat). Sebelum melakukan percobaan, setiap murid menuliskan prediksinya terlebih dahulu pada tabel (prediksi mencair atau membeku) (15 menit).
- Setiap kelompok melakukan pengamatan langsung pada ketiga stasiun selama 10 menit, mencatat perubahan wujud nyata yang teramati pada kolom 'Hasil Pengamatan', kemudian mengisi kolom 'Perbandingan' dengan menandai apakah hasil pengamatan tersebut 'Sesuai' atau 'Tidak Sesuai' dengan prediksi awal mereka beserta butir pembandingnya: (1) Stasiun 1 (es batu menjadi air cair = mencair; acuan perbandingan: sesuai jika prediksi mencair, tidak sesuai jika prediksi membeku/tetap); (2) Stasiun 2 (cokelat padat meleleh menjadi cokelat kental cair = mencair; acuan perbandingan: sesuai jika prediksi mencair, tidak sesuai jika prediksi tetap padat); (3) Stasiun 3 (lapisan air teh mulai mengental/mengeras menjadi butiran es padat = membeku; acuan perbandingan: sesuai jika prediksi membeku, tidak sesuai jika prediksi tetap cair) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memverifikasi isian tabel perbandingan kelompok masing-masing, memeriksa apakah ada dugaan awal mereka yang tidak sesuai dengan hasil pengamatan nyata, serta memeriksa ketelitian pencatatan perbandingan antara prediksi dan hasil pengamatan nyata pada peristiwa mencair dan membeku (15 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan cek pemahaman akhir secara lisan mengenai proses mencocokkan prediksi dengan hasil pengamatan langsung pada 1 contoh peristiwa tambahan: lilin padat saat dinyalakan (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas keterampilan murid dalam membandingkan data pengamatan dengan prediksi secara jujur dan objektif, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan format tabel terstruktur berisi pilihan centang (Sesuai / Tidak Sesuai) untuk murid yang membutuhkan bantuan, dan kolom isian uraian perbandingan terbuka untuk murid yang sudah mahir.
- Proses: Memberikan pendampingan terbimbing kepada kelompok yang masih ragu membedakan antara kolom prediksi (dugaan awal sebelum percobaan) dan kolom hasil pengamatan (fakta setelah percobaan).
- Produk: Murid menuangkan hasil perbandingan berupa tabel centang kesesuaian prediksi vs pengamatan atau tabel deskriptif pembanding sesuai kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat di awal pelajaran pada 2 situasi perubahan wujud: (1) Es batu ditaruh di piring terbuka pada suhu ruang (acuan jawaban: diprediksi mencair/berubah jadi cair); (2) Air sirup cair dimasukkan ke dalam wadah freezer (acuan jawaban: diprediksi membeku/berubah jadi padat). Guru memeriksa apakah murid dapat merumuskan prediksi wujud zat sebelum melakukan uji coba.
Proses:- Observasi formatif selama kegiatan inti pada lembar pengamatan 3 stasiun percobaan: guru memeriksa keterisian dan ketepatan murid dalam menuliskan prediksi awal sebelum pengamatan, menuliskan hasil pengamatan nyata, dan membandingkan keduanya pada 3 stasiun: Stasiun 1 es batu (acuan: mencair), Stasiun 2 cokelat hangat (acuan: mencair), dan Stasiun 3 pendinginan air teh (acuan: membeku), dengan kriteria perbandingan: mencatat secara tepat apakah hasil pengamatan sesuai atau tidak sesuai dengan dugaan awal.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif tertulis singkat: 'Kamu memprediksi sebatang lilin padat yang terkena api akan membeku. Saat diamati, ternyata lilin tersebut meleleh menjadi cairan. Apakah hasil pengamatanmu sesuai atau tidak sesuai dengan prediksimu? Jelaskan pembandingnya!' (Acuan jawaban: Tidak sesuai; karena prediksinya adalah membeku/menjadi padat, sedangkan hasil pengamatan nyatanya adalah lilin mencair/meleleh menjadi zat cair).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengisian tabel perbandingan antara prediksi awal dan hasil pengamatan langsung pada 3 stasiun percobaan perubahan wujud (mencair dan membeku) menggunakan rubrik penilaian formatif.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud zat (mencair dan membeku) | Belum mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud mencair maupun membeku (0 dari 3 stasiun percobaan dibandingkan dengan tepat). | Mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud mencair atau membeku secara tepat pada 1 dari 3 stasiun percobaan dengan bantuan guru. | Mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud mencair dan membeku secara tepat pada 2 dari 3 stasiun percobaan secara mandiri. | Mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud mencair dan membeku secara tepat dan lengkap pada seluruh 3 stasiun percobaan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid memahami perbedaan antara membuat prediksi (dugaan sebelum mencoba) dan mencatat hasil pengamatan (fakta setelah mencoba)?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid membandingkan kesesuaian antara prediksi dan hasil pengamatan nyata secara jujur?
Murid:- Apakah dugaan/prediksimu pada percobaan tadi selalu sama persis dengan apa yang kamu lihat? Mengapa kita tidak boleh mengubah prediksi awal kita setelah melihat hasil percobaan?
- Bagaimana perasaanmu saat melihat hasil pengamatan yang ternyata berbeda dengan tebakan awalmu?
Pertemuan 4 — Membandingkan antara Hasil Pengamatan dengan Prediksi pada Proses Perubahan Wujud Menguap dan Mengembun — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.2 Membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud zat
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memandu doa pembuka (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada peristiwa menguap dan mengembun (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memprediksi apa yang terjadi jika setetes air diusapkan ke meja dan dibiarkan 5 menit (acuan: prediksi bahwa air akan berkurang/mengering karena menguap) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperkenalkan dua percobaan sederhana: Percobaan A (menguap dengan mengoleskan air pada punggung tangan dan meneteskan air di cawan) dan Percobaan B (mengembun dengan menutup gelas berisi air panas menggunakan piring plastik transparan) (10 menit).
- Murid dalam kelompok menuliskan prediksi di Lembar Penyelidikan: (1) Prediksi Percobaan A: Apakah air di tangan/cawan bertambah, tetap, atau mengering/berkurang? (2) Prediksi Percobaan B: Apakah di balik piring penutup akan tetap kering atau muncul butiran air? (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan detektif sains 'Tebak & Buktikan': Murid secara berkelompok melakukan pengamatan langsung terhadap Percobaan A (mengamati punggung tangan yang mengering) dan Percobaan B (mengamati terbentuknya titik-titik air di balik tutup piring) (15 menit).
- Murid mencatat hasil pengamatan aktual: Percobaan A (air perlahan menghilang/mengering karena menguap) dan Percobaan B (muncul butiran air/embun di bagian bawah tutup) (15 menit).
- Murid membandingkan hasil pengamatan aktual dengan prediksi awal yang telah ditulis, lalu menandai status perbandingan (sesuai/tidak sesuai) dan menuliskan bukti perbandingannya pada tabel lembar kerja (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan hasil perbandingan antara prediksi dan hasil pengamatan nyata untuk peristiwa menguap dan mengembun (10 menit).
- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap ketepatan perbandingan data prediksi vs hasil pengamatan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali kesesuaian antara prediksi dan hasil pengamatan nyata pada peristiwa menguap dan mengembun (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas ketelitian murid dalam membandingkan data dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual bergambar proses menguap (panah ke atas) dan mengembun (titik air pada tutup) bagi kelompok yang memerlukan bantuan konkret.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rumpang saat membandingkan prediksi dan pengamatan; kelompok mahir membandingkan variasi volume air yang berbeda.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan perbandingan data dalam bentuk tabel checklist centang kesesuaian atau narasi perbandingan tertulis sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Jika air diusapkan sedikit di atas meja kaca lalu dibiarkan terbuka, apakah air itu akan bertambah banyak, tetap, atau hilang/kering?' (Acuan jawaban benar: air akan mengering/hilang karena menguap menjadi gas).
Proses:- Pemeriksaan tabel lembar kerja perbandingan prediksi vs hasil pengamatan pada 2 percobaan: (1) Percobaan Menguap: Prediksi murid vs hasil pengamatan (acuan: air di permukaan mengering/menghilang); (2) Percobaan Mengembun: Prediksi murid vs hasil pengamatan (acuan: muncul titik/butiran air di bawah tutup piring). Dinilai berdasarkan ketepatan status perbandingan (sesuai/tidak sesuai) dan ketepatan deskripsi perbandingannya.
Akhir Pertemuan:- Tanya jawab cek pemahaman akhir: Murid diminta menentukan apakah prediksinya pada peristiwa tutup gelas air panas berbutir air sesuai dengan hasil pengamatan langsung beserta buktinya (acuan jawaban: murid menyatakan 'sesuai' jika prediksinya muncul butiran air, atau 'tidak sesuai' jika prediksi awalnya piring tetap kering, disertai fakta tampak titik air di bawah piring).
Formatif:- Observasi lembar kerja perbandingan prediksi vs hasil pengamatan pada proses menguap dan mengembun
- Cek pemahaman lisan mengenai kesesuaian prediksi awal dengan hasil pengamatan aktual
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada proses menguap dan mengembun | Belum mampu mencocokkan hasil pengamatan dengan prediksi pada kedua peristiwa perubahan wujud zat. | Mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada salah satu peristiwa (menguap saja atau mengembun saja) dengan tepat. | Mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada kedua peristiwa (menguap dan mengembun) secara tepat namun membutuhkan sedikit arahan guru. | Mampu membandingkan hasil pengamatan dengan prediksi pada kedua peristiwa (menguap dan mengembun) secara tepat, rinci, dan mandiri tanpa bimbingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah perbandingan prediksi dan pengamatan langsung membantu murid bernalar kritis?
- Apakah alokasi waktu untuk mengamati titik-titik embun dan air mengering mencukupi?
Murid:- Apakah tebakan (prediksi) yang kamu buat sebelum percobaan sama dengan apa yang benar-benar terjadi?
- Bagian percobaan mana yang paling membuatmu penasaran antara air yang mengering atau titik air di tutup gelas?
Pertemuan 5 — Memberikan Penjelasan Mengenai Kesesuaian Hasil Pengamatan Perubahan Wujud Zat Akibat Pengaruh Panas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.3 Memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat akibat pengaruh panas (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Apa yang terjadi pada margarin ketika diletakkan di wajan panas?' (acuan: margarin meleleh/berubah menjadi cair), dan (2) 'Mengapa hal itu terjadi?' (acuan: karena margarin menerima kalor/panas dari wajan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak demonstrasi guru yang memanaskan sendok berisi lilin padat di atas lilin menyala selama 2 menit, lalu murid mengamati perubahan wujud lilin dari padat menjadi cair (10 menit).
- Guru memandu pemahaman murid tentang konsep kalor: perubahan wujud mencair terjadi bukan karena waktu yang berlalu, melainkan karena zat menerima energi panas sehingga wujudnya berubah dari padat menjadi cair (10 menit).
- Murid menjawab kuis cepat 'Tebak Sebab Panas' secara klasikal dengan mengacungkan kartu tanda 'Sesuai' atau 'Tidak Sesuai' terhadap 2 pernyataan: (1) 'Air mendidih mengeluarkan uap air karena menerima panas' (acuan: Sesuai), (2) 'Es batu mencair semata-mata karena jam dinding berputar bukan karena udara panas' (acuan: Tidak Sesuai) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4 orang dan menerima Lembar Kerja Penjelasan Hasil Pengamatan yang memuat data pengamatan 3 zat yang dipanaskan: (1) Cokelat batang padat yang dijemur di bawah sinar matahari berubah menjadi lelehan cokelat cair; (2) Air di dalam panci yang dipanaskan di atas kompor volumenya berkurang dan muncul uap gas; (3) Sendok logam yang dijemur di bawah matahari tetap padat dan hanya menjadi hangat (10 menit).
- Secara berkolaborasi dalam kelompok, murid menyusun kalimat penjelasan mengenai kesesuaian antara pengaruh panas dan perubahan wujud zat yang terjadi pada ketiga data tersebut pada lembar kerja (acuan penjelasan: (1) Sesuai mengalami perubahan mencair dari padat menjadi cair karena menerima panas matahari; (2) Sesuai mengalami perubahan menguap dari cair menjadi gas karena menerima panas kompor; (3) Sesuai tidak mengalami perubahan wujud karena panas matahari belum cukup untuk melelehkan logam sehingga tetap berwujud padat) (5 menit).
- Setiap kelompok memeriksa kembali kalimat penjelasannya untuk memastikan alasan ilmiah pengaruh panas tertulis secara logis berdasarkan bukti pengamatan pada lembar kerja (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua perwakilan kelompok membacakan kalimat penjelasan yang telah disusun di meja masing-masing, sementara kelompok lain mencocokkan kelengkapan alasan pengaruh panas pada catatan mereka (10 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan proses penyusunan penjelasan: menyadari bahwa penjelasan ilmiah yang baik harus mengaitkan bukti perubahan wujud langsung dengan faktor penerimaan panas, bukan sekadar menyebutkan waktu (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid mengenai kesesuaian perubahan wujud zat akibat panas (5 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir tertulis singkat berisi 1 soal evaluasi penjelasan (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (pengaruh pendinginan) dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan kalimat pemantik (scaffolding rumpang: 'Zat ... berubah menjadi ... karena menerima panas dari ...') bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap.
- Proses: Kelompok yang berkembang cepat menganalisis ketiga fenomena secara mandiri, sedangkan kelompok yang membutuhkan pendampingan mendapat bimbingan langsung guru pada butir pertama.
- Produk: Kelompok dapat menuliskan penjelasan dalam bentuk narasi paragraf terstruktur atau poin-poin analisis sebab-akibat yang memuat hubungan wujud awal, perubahan, dan sumber panas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai perubahan zat saat dipanaskan: (1) Pertanyaan: 'Apa yang terjadi pada margarin saat terkena wajan panas?' (acuan: margarin mencair/meleleh); (2) Pertanyaan: 'Mengapa margarin bisa mencair di atas wajan?' (acuan: karena menerima energi panas/kalor dari wajan).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan lembar kerja: menilai kemampuan murid menyusun penjelasan kesesuaian hasil pengamatan perubahan wujud zat akibat panas (acuan data LK: (1) Cokelat padat mencair karena panas matahari; (2) Air cair menguap menjadi gas karena panas kompor; (3) Sendok logam tetap padat karena panas matahari tidak cukup melelehkan logam).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada akhir sesi: Murid menuliskan penjelasan untuk fenomena 'Mentega padat di atas piring berubah menjadi cair saat ditaruh di dekat kompor menyala'. Kriteria penerimaan operasional: Penjelasan memuat wujud awal padat menjadi cair (mencair) dan menyebutkan secara eksplisit bahwa perubahan wujud terjadi karena mentega menerima panas dari kompor.
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja kelompok penyusunan penjelasan kesesuaian hasil pengamatan perubahan wujud zat akibat panas
- Lembar cek pemahaman akhir individu mengenai penjelasan kesesuaian fenomena perubahan wujud akibat panas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Kesesuaian Hasil Pengamatan Akibat Pengaruh Panas | Belum mampu memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat akibat pengaruh panas pada ketiga fenomena lembar kerja (0 fenomena tepat sesuai acuan). | Mampu memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat akibat pengaruh panas pada 1 dari 3 fenomena lembar kerja sesuai acuan. | Mampu memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat akibat pengaruh panas pada 2 dari 3 fenomena lembar kerja sesuai acuan. | Mampu memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat akibat pengaruh panas pada seluruh 3 fenomena lembar kerja secara tepat dan mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah demonstrasi dan data fenomena yang diberikan efektif membantu murid memahami bahwa perubahan wujud dipicu oleh kalor/panas?
- Bagian mana dari langkah penyusunan penjelasan ilmiah yang masih memerlukan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apa hal baru yang aku pahami tentang penyebab benda padat dapat berubah wujud menjadi cair?
- Apakah aku sudah dapat menjelaskan alasan mengapa suatu benda berubah wujud saat terkena panas?
Pertemuan 6 — Memberikan Penjelasan Mengenai Kesesuaian Hasil Pengamatan Perubahan Wujud Zat Akibat Pendinginan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.3 Memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan kondisi belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan terpandu: (1) 'Apa wujud awal air saat dimasukkan ke dalam cetakan es di pembeku dan apa wujudnya setelah dingin?' (acuan jawaban benar: awalnya cair, setelah dingin menjadi padat); (2) 'Mengapa air tersebut bisa berubah wujud?' (acuan jawaban benar: karena pengaruh pendinginan/kehilangan panas/suhu turun) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengamati 2 sampel zat yang didinginkan di atas piring pendingin/es batu: Sampel A (cairan lilin parafin hangat yang diteteskan ke wadah dingin) dan Sampel B (cairan agar-agar hangat dalam wadah kecil) (5 menit).
- Murid mengidentifikasi perubahan wujud kedua sampel dari cair menjadi padat akibat penurunan suhu dan mencermati data hasil pengamatan yang dicatat guru di papan tulis (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan memainkan kuis interaktif 'Detektif Zat Dingin' dengan mencocokkan 3 kartu skenario pengamatan pendinginan dan memberikan kartu alasan/penjelasan yang sesuai secara bergembira: Kartu 1: 'Cairan agar-agar hangat dimasukkan kulkas menjadi padat dan kenyal'; Kartu 2: 'Minyak kelapa cair yang ditaruh di wadah es perlahan membeku menjadi padat putih'; Kartu 3: 'Uap air hangat pada tutup gelas membentuk butir-butir air saat tutupnya dingin' (acuan pasangan penjelasan: Kartu 1 cocok dengan 'Penjelasan: Sesuai proses pembekuan zat cair akibat penurunan suhu/pelepasan panas'; Kartu 2 cocok dengan 'Penjelasan: Sesuai proses pembekuan minyak dari cair menjadi padat karena zat mendingin'; Kartu 3 cocok dengan 'Penjelasan: Sesuai proses pengembunan gas menjadi cair karena uap bersentuhan dengan permukaan dingin') (10 menit).
- Secara mandiri atau berpasangan, murid menuliskan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan pada Lembar Kerja Penyelidikan Pendinginan untuk 3 kasus konkret: Kasus 1: Cokelat leleh yang mengeras kembali setelah dibiarkan dingin; Kasus 2: Air dalam wadah es batu yang membeku; Kasus 3: Bintik air di luar dinding gelas berisi air es (acuan penjelasan tepat: Kasus 1 sesuai pengamatan pembekuan zat cair menjadi padat karena suhu turun/didinginkan; Kasus 2 sesuai pengamatan pembekuan cairan menjadi es padat karena pelepasan panas; Kasus 3 sesuai pengamatan pengembunan uap air gas di udara menjadi titik air cair saat kontak dengan dinding gelas yang dingin) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid saling memeriksa penjelasan pasangannya dengan menggunakan daftar acuan kesesuaian yang dipandu guru dan memberikan konfirmasi kesesuaian penjelasan fakta pengamatan (10 menit).
- Murid menyimpulkan makna kesadaran ilmiah bahwa pendinginan (penurunan suhu) menyebabkan zat cair membeku menjadi padat atau gas mengembun menjadi cair (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan reviu singkat terhadap penjelasan kesesuaian pengamatan proses pendinginan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas proses belajar murid, menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya (perubahan wujud mencair, membeku, dan menguap dalam kehidupan sehari-hari), serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci ('zat asal', 'perlakuan: didinginkan', 'wujud akhir', 'nama perubahan'), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario pendinginan tambahan seperti pembentukan embun beku/frost.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam merangkai kalimat penjelasan, sementara murid yang mahir bekerja mandiri secara penuh.
- Produk: Format penjelasan dapat berupa pengisian kalimat rumpang terstruktur bagi murid berkembang, atau penjelasan deskriptif utuh bagi murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan sebelum kegiatan inti: (1) 'Apa wujud awal air saat dimasukkan ke dalam cetakan es di pembeku dan apa wujudnya setelah dingin?' (acuan: awal cair, akhir padat); (2) 'Mengapa air tersebut bisa berubah wujud?' (acuan: karena mengalami pendinginan/suhu turun/melepas panas).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid memberikan penjelasan pada Lembar Kerja Penyelidikan Pendinginan untuk 3 kasus konkret: Kasus 1 (cokelat leleh mengeras saat dingin), Kasus 2 (air membeku jadi es), Kasus 3 (titik air di dinding gelas es). Kriteria ketercapaian: Tepat memberikan penjelasan kesesuaian perubahan wujud (mencair/membeku/mengembun) dengan faktor pendinginan minimal pada 2 dari 3 kasus sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menuliskan 1 penjelasan singkat mengapa lilin cair yang menetes di meja berubah menjadi padat (acuan jawaban: lilin cair berubah menjadi padat karena melepaskan panas/suhunya mendingin saat mengenai permukaan meja).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal lisan tentang perubahan wujud akibat pendinginan
- Asesmen proses melalui unjuk kerja pencocokan kartu 'Detektif Zat Dingin' dan lembar kerja penjelasan kesesuaian hasil pengamatan pendinginan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Kesesuaian Hasil Pengamatan Perubahan Wujud Zat Akibat Pendinginan | Belum mampu memberikan penjelasan kesesuaian hasil pengamatan perubahan wujud zat akibat pendinginan pada ketiga kasus yang disajikan. | Mampu memberikan penjelasan kesesuaian hasil pengamatan perubahan wujud zat akibat pendinginan secara tepat pada 1 dari 3 kasus yang disajikan dengan bimbingan guru. | Mampu memberikan penjelasan kesesuaian hasil pengamatan perubahan wujud zat akibat pendinginan secara tepat pada minimal 2 dari 3 kasus yang disajikan secara mandiri. | Mampu memberikan penjelasan kesesuaian hasil pengamatan perubahan wujud zat akibat pendinginan secara tepat, lengkap, dan runtut pada seluruh (3) kasus yang disajikan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah demonstrasi dan media kartu pengamatan pendinginan mempermudah murid memahami dan menyusun penjelasan ilmiah?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam memberikan penjelasan kesesuaian antara fakta pengamatan dengan konsep pendinginan?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan pengamatan zat yang didinginkan yang paling membantuku memahami perubahan wujud?
- Apakah aku sudah dapat menjelaskan mengapa zat cair bisa membeku atau uap bisa mengembun saat didinginkan?
Pertemuan 7 — Menyimpulkan Proses Perubahan Wujud Zat pada Peristiwa Mencair, Membeku, dan Menguap dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.4 Menyimpulkan proses perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru mengaitkan ingatan murid tentang perubahan zat dengan menampilkan benda nyata berupa es batu yang mulai mencair di piring dan menanyakan arah perubahannya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab secara lisan 3 pertanyaan pengelompokan wujud awal dan akhir pada peristiwa sehari-hari: (1) Es krim meleleh di terik matahari, (2) Air membeku jadi es batu di freezer, (3) Baju basah mengering saat dijemur (acuan: 1=padat ke cair/mencair; 2=cair ke padat/membeku; 3=cair ke gas/menguap) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru mengenai pola hubungan antara wujud awal, penyebab (dipanaskan/menerima panas atau didinginkan/melepas panas), dan wujud akhir dari 3 perubahan wujud: mencair, membeku, dan menguap (7 menit).
- Murid secara berpasangan diajak memainkan kuis cepat 'Tebak Perubahan Wujud': guru menyebutkan 3 peristiwa nyata secara bergiliran lalu pasangan mengangkat papan kata yang sesuai: (1) Mentega dipanaskan di wajan (acuan: mencair/padat ke cair); (2) Membuat puding agar-agar dari larutan panas yang didiamkan menjadi padat (acuan: membeku/cair ke padat); (3) Minyak wangi yang disemprotkan ke kulit lama-kelamaan hilang cairannya (acuan: menguap/cair ke gas) (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) menerima Lembar Analisis Peristiwa yang berisi 3 studi kasus nyata: Kasus A: Es lilin meleleh di tangan saat bermain siang hari; Kasus B: Air di cetakan es mengeras setelah disimpan semalaman di freezer; Kasus C: Air rebusan teh di panci berkurang volumenya saat terus dipanaskan hingga mendidih (10 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi melengkapi bagan penarikan simpulan untuk masing-masing kasus: menentukan wujud awal, kondisi suhu (dipanaskan/didinginkan), wujud akhir, serta menyimpulkan nama proses perubahannya (acuan: Kasus A = padat ke cair karena dipanaskan -> mencair; Kasus B = cair ke padat karena didinginkan -> membeku; Kasus C = cair ke gas karena dipanaskan -> menguap) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan simpulan yang dirumuskan, dan kelompok lain mencocokkan hasil simpulannya berdasarkan keteraturan pola perubahan wujud zat yang terjadi (10 menit).
- Murid dibimbing merumuskan simpulan utuh: mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair karena menerima panas; membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat karena didinginkan; menguap adalah perubahan wujud dari cair menjadi gas karena menerima panas (5 menit).
Penutup:- Guru membagikan lembar cek pemahaman mandiri berisi 3 butir soal penarikan simpulan perubahan wujud zat untuk dikerjakan murid secara individu (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil cek pemahaman dan mengapresiasi kerja sama murid selama penyelidikan (1 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (menyimpulkan peristiwa mengembun dan menyublim) serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual bergambar proses partikel/benda untuk murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
- Proses: Memberikan pendampingan berjenjang (scaffolding) bagi kelompok yang masih ragu membedakan peristiwa mencair dan menguap, serta memberikan kasus kontekstual tambahan (misal pembuatan gula merah padat dari nira cair) untuk murid yang selesai lebih cepat.
- Produk: Murid dapat menuliskan simpulan dalam bentuk teks berstruktur kalimat atau menyusun diagram alir rumpang (wujud asal -> pengaruh kalor -> wujud akhir -> nama proses).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik 3 butir di awal pembelajaran: Murid menentukan wujud awal dan akhir dari (1) Es krim meleleh di terik matahari (acuan: padat ke cair/mencair), (2) Air di wadah dimasukkan ke freezer (acuan: cair ke padat/membeku), (3) Menjemur baju basah hingga kering (acuan: cair ke gas/menguap).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Analisis Peristiwa: Guru memeriksa ketepatan analisis kelompok pada 3 kasus: Kasus A (es lilin meleleh -> mencair), Kasus B (air jadi es batu -> membeku), Kasus C (air mendidih berkurang -> menguap) berdasarkan perubahan wujud dan pengaruh suhunya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis di penutup: Murid menyimpulkan proses perubahan wujud pada 3 pernyataan berikut: (1) Cokelat batangan yang dipanaskan di atas mangkuk air panas berubah menjadi kental (acuan: mencair, padat menjadi cair karena dipanaskan); (2) Minyak goreng yang ditaruh di tempat sangat dingin mengental dan menjadi keras (acuan: membeku, cair menjadi padat karena didinginkan); (3) Tetesan hand sanitizer di telapak tangan cepat mengering dan hilang (acuan: menguap, cair menjadi gas karena menerima panas).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di pendahuluan
- Pengamatan unjuk kerja diskusi pengisian lembar analisis peristiwa
- Cek pemahaman mandiri tertulis pada lembar penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan proses perubahan wujud zat (mencair, membeku, menguap) | Belum mampu menyimpulkan proses perubahan wujud zat pada peristiwa sehari-hari dengan tepat (0 butir tepat dari 3 kasus acuan). | Mampu menyimpulkan proses perubahan wujud zat dengan tepat pada 1 dari 3 kasus acuan (Kasus A, B, atau C). | Mampu menyimpulkan proses perubahan wujud zat dengan tepat pada 2 dari 3 kasus acuan secara mandiri. | Mampu menyimpulkan proses perubahan wujud zat dengan tepat pada seluruh (3 dari 3) kasus acuan (mencair, membeku, dan menguap) secara mandiri dan lengkap dengan menyebutkan wujud awal, kondisi suhu, dan wujud akhirnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk merumuskan simpulan dari ketiga peristiwa (mencair, membeku, menguap)?
- Bagian mana dari konsep perubahan wujud (mencair, membeku, menguap) yang paling sering menimbulkan keraguan pada murid saat menyimpulkan?
Murid:- Peristiwa perubahan wujud mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu simpulkan hari ini?
- Bagaimana caramu membedakan antara peristiwa mencair dan menguap ketika suatu benda terkena panas?
Pertemuan 8 — Menyimpulkan Proses Perubahan Wujud Zat pada Peristiwa Mengembun dan Menyublim dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.4 Menyimpulkan proses perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar peristiwa: (1) gelas berisi air es dengan titik-titik air di dinding luarnya, dan (2) kapur barus utuh bersanding dengan kapur barus yang mengecil di lemari; lalu meminta murid menebak wujud awal dan wujud akhir zat pada kedua peristiwa tersebut secara lisan (acuan: gambar 1 mengembun yaitu gas uap air menjadi butiran air cair; gambar 2 menyublim yaitu benda padat kapur barus langsung menjadi gas/wangi) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimpulkan proses perubahan wujud mengembun dan menyublim dalam peristiwa sehari-hari berdasarkan wujud awal, wujud akhir, dan pengaruh suhu dingin atau panasnya (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengamati dinding luar gelas berisi air es (mengembun) dan mencium wangi kapur barus yang diletakkan di wadah terbuka yang ukurannya telah mengecil dibandingkan ukuran aslinya (menyublim) (7 menit).
- Murid berdiskusi terpimpin membedakan wujud zat awal dan wujud zat akhir dari kedua peristiwa tersebut, mengidentifikasi bahwa mengembun terjadi ketika gas didinginkan menjadi cair, sedangkan menyublim terjadi ketika zat padat berubah langsung menjadi gas saat menyerap panas di lingkungan sekitar (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Detektif Embun dan Sublim' menggunakan lembar teka-teki peristiwa kontekstual (10 menit).
- Setiap pasangan menganalisis 4 peristiwa dalam lembar kerja: (1) Titik air di daun pada pagi hari yang sejuk, (2) Kapur barus di sudut toilet yang mengecil dan hilang, (3) Cermin kamar mandi yang buram saat mandi air hangat, (4) Pewangi ruangan padat di dekat kipas angin yang lama-lama habis; lalu menyimpulkan nama proses perubahannya, wujud awal, wujud akhir, dan pengaruh suhunya (acuan: Peristiwa 1 Mengembun, wujud gas ke cair, karena udara dingin malam/pagi; Peristiwa 2 Menyublim, wujud padat ke gas, karena menyerap panas lingkungan; Peristiwa 3 Mengembun, wujud uap air/gas ke cair, karena uap panas menyentuh cermin dingin; Peristiwa 4 Menyublim, wujud padat ke gas, karena menyerap panas lingkungan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling mencocokkan hasil kesimpulan dengan kunci acuan kelas dan memeriksa ketepatan hubungan antara wujud zat awal, wujud akhir, dan penyebab suhunya (5 menit).
- Murid membuat kesimpulan tertulis di buku masing-masing: 'Mengembun adalah perubahan wujud zat dari gas menjadi cair karena didinginkan, sedangkan menyublim adalah perubahan wujud zat dari padat menjadi gas karena menyerap panas' (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai prinsip mengembun dan menyublim dalam kehidupan nyata (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung, mengecek pemahaman secara singkat, dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas cara mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar yang menunjukkan tanda panah perubahan wujud zat (gas -> cair dan padat -> gas); murid mahir diberikan kartu skenario peristiwa tanpa gambar visual.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru secara bertahap saat mengidentifikasi wujud awal dan wujud akhir zat; murid mahir menganalisis peristiwa kontekstual secara mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Format penulisan kesimpulan dapat berupa bagan panah alur berpasangan maupun rumusan kalimat kesimpulan terstruktur sesuai tingkat kemandirian murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Menyebutkan wujud zat awal dan wujud zat akhir dari 2 peristiwa: (1) Titik air di luar dinding gelas es, dan (2) Kapur barus di lemari yang mengecil (acuan jawaban: peristiwa 1 berawal dari wujud gas/uap air berubah menjadi wujud cair; peristiwa 2 berawal dari wujud padat kapur barus berubah langsung menjadi wujud gas/wangi).
Proses:- Formatif proses melalui Lembar Kerja Detektif pada tahap Mengaplikasi yang memuat 4 butir peristiwa: (1) Titik air di daun pagi hari, (2) Kapur barus lemari mengecil, (3) Kaca kamar mandi beruap/butiran air saat mandi air hangat, (4) Pewangi padat ruangan yang habis. Dinilai dari ketepatan menyimpulkan nama perubahan, wujud awal, wujud akhir, dan kondisi suhunya (acuan: butir 1 Mengembun [gas ke cair, pendinginan], butir 2 Menyublim [padat ke gas, pengaruh panas lingkungan], butir 3 Mengembun [gas ke cair, uap hangat menyentuh kaca dingin], butir 4 Menyublim [padat ke gas, pengaruh panas lingkungan]).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir): (1) Tuliskan simpulan proses yang terjadi saat kapur barus di kamar mandi habis tak bersisa (acuan: proses menyublim, perubahan wujud padat menjadi gas karena menyerap panas ruangan); (2) Tuliskan simpulan proses yang terjadi saat muncul butiran air di kaca jendela mobil saat hujan dingin di luar (acuan: proses mengembun, perubahan wujud uap air/gas menjadi cair karena pendinginan suhu kaca).
Formatif:- Observasi unjuk kerja analisis berpasangan pada lembar kerja teka-teki 4 peristiwa perubahan wujud zat
- Pemeriksaan ketepatan simpulan tertulis murid mengenai konsep mengembun dan menyublim
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan Proses Perubahan Wujud Zat (Mengembun dan Menyublim) | Belum mampu menyimpulkan proses perubahan wujud zat pada peristiwa mengembun dan menyublim secara tepat (hanya 0-1 peristiwa dari 4 peristiwa acuan yang tepat wujud awal dan akhirnya). | Menyimpulkan proses perubahan wujud zat pada peristiwa mengembun dan menyublim dengan tepat pada 2 dari 4 peristiwa acuan (memuat wujud awal dan wujud akhir secara tepat). | Menyimpulkan proses perubahan wujud zat pada peristiwa mengembun dan menyublim dengan tepat pada 3 dari 4 peristiwa acuan (memuat wujud awal, wujud akhir, dan nama perubahannya secara tepat). | Menyimpulkan proses perubahan wujud zat pada peristiwa mengembun dan menyublim secara mandiri dan tepat pada seluruh 4 peristiwa acuan (memuat wujud awal, wujud akhir, nama perubahan, dan pengaruh suhunya secara lengkap). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan secara jelas perubahan wujud zat mengembun dan menyublim melalui peristiwa kontekstual?
- Bagian mana dari aktivitas menyimpulkan yang membutuhkan scaffolding lebih intensif bagi murid?
Murid:- Peristiwa mengembun dan menyublim apa saja yang paling sering kamu temukan di rumahmu?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa kapur barus yang hilang itu sebenarnya berubah menjadi gas?
Pertemuan 9 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Perubahan Wujud Zat secara Lisan dan Tertulis dalam Lembar Kerja dan Bagan Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dengan asesmen awal lisan: menampilkan 1 gambar es batu mencair dan menanyakan secara acak kepada murid komponen apa saja dari hasil penyelidikan yang harus diceritakan (acuan: wujud awal berupa padat, wujud akhir berupa cair, dan perlakuan berupa pemanasan/dibiarkan di udara terbuka) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat secara tertulis dalam bagan alur dan lembar kerja serta secara lisan kepada teman (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak contoh bagan alur perubahan wujud zat di papan tulis yang memuat 4 komponen data penyelidikan: (1) Nama peristiwa, (2) Wujud awal benda, (3) Perlakuan panas/dingin, dan (4) Wujud akhir benda (7 menit).
- Dalam permainan cepat 'Tebak Komponen Bagan', murid secara berpasangan mencocokkan potongan kartu informasi ke bagan kosong untuk peristiwa air mendidih menjadi uap air: Kartu A 'Air' -> kotak Wujud Awal; Kartu B 'Dipanaskan' -> kotak Perlakuan; Kartu C 'Uap air' -> kotak Wujud Akhir; Kartu D 'Menguap' -> kotak Nama Peristiwa (acuan: urutan tepat A-B-C-D) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berpasangan membuka kembali catatan hasil penyelidikan pertemuan sebelumnya dan melengkapi bagan tertulis pada Lembar Kerja untuk 2 peristiwa: Kasus 1 (Pencairan Mentega: wujud awal padat, perlakuan dipanaskan di atas sendok, wujud akhir cair, nama peristiwa mencair) dan Kasus 2 (Pembekuan Air: wujud awal cair, perlakuan didinginkan/dimasukkan freezer, wujud akhir padat, nama peristiwa membeku) (15 menit).
- Setiap pasangan melakukan latihan saling mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan menggunakan panduan bagan alur yang telah mereka isi secara bergantian kepada pasangan di sebelahnya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tiga perwakilan murid secara bergiliran mengomunikasikan hasil penyelidikan salah satu peristiwa perubahan wujud zat secara lisan di depan kelas berdasarkan bagan yang telah dibuat (8 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan kejelasan penyampaian data hasil penyelidikan: apakah seluruh komponen perubahan wujud zat sudah tersampaikan secara lengkap dan tepat (4 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan cara mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat secara tertulis dan lisan dengan mencakup wujud awal, perlakuan suhu, dan wujud akhir (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 10) akan dilaksanakan Asesmen Sumatif Penyelidikan Stasiun Sains Terpadu, lalu menutup kelas dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan dengan kata bantu bergaris putus-putus, sedangkan murid mahir mengomunikasikan 3 peristiwa sekaligus termasuk peristiwa menguap.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru membaca bagan secara terstruktur kata demi kata saat berkomunikasi lisan; murid mandiri langsung mengomunikasikan hasil kepada rekan sebaya.
- Produk: Produk komunikasi tertulis berupa bagan alur 4 komponen; murid cepat dapat menambahkan keterangan deskripsi perubahan wujud zat secara lebih rinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Jika kamu ingin menceritakan es batu yang berubah menjadi air kepada orang lain, hal apa saja yang harus kamu sampaikan agar infonya jelas?' (Kriteria/acuan jawaban: murid menyebutkan wujud awal es/padat, wujud akhir air/cair, dan adanya pemanasan/kenaikan suhu).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 komponen bagan tertulis pada Lembar Kerja: (1) Nama peristiwa, (2) Wujud awal, (3) Perlakuan panas/dingin, (4) Wujud akhir untuk Kasus Pencairan Mentega dan Kasus Pembekuan Air (acuan Kasus 1: padat -> dipanaskan -> cair -> mencair; acuan Kasus 2: cair -> didinginkan -> padat -> membeku).
- Observasi komunikasi lisan berpasangan: murid menyampaikan secara lisan hasil penyelidikan dengan memuat wujud awal, perlakuan panas/dingin, dan wujud akhir benda secara runtut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 1-2 murid menyebutkan kembali 3 hal pokok yang wajib disampaikan saat mengomunikasikan hasil pengamatan perubahan wujud zat (kriteria penerimaan: menyebut wujud awal, perlakuan/pengaruh panas atau dingin, dan wujud akhir).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja komunikasi tertulis pada bagan alur perubahan wujud zat
- Pengamatan ketercapaian komunikasi lisan hasil penyelidikan perubahan wujud zat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis dalam bagan | Mengisi bagan alur dengan kurang dari 2 komponen data yang tepat dari 4 komponen yang ditentukan. | Mengisi bagan alur dengan 2 komponen data yang tepat dari 4 komponen yang ditentukan (wujud awal, perlakuan, wujud akhir, nama peristiwa). | Mengisi bagan alur dengan 3-4 komponen data yang tepat pada 1 peristiwa penyelidikan secara mandiri. | Mengisi bagan alur dengan seluruh 4 komponen data secara tepat dan lengkap pada 2 peristiwa penyelidikan secara mandiri. | | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan | Belum dapat menyampaikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat secara lisan walau dengan bantuan guru. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan hanya menyebutkan wujud akhir benda dengan bantuan panduan guru. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan dengan memuat wujud awal, perlakuan suhu, dan wujud akhir sesuai bagan secara mandiri. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan dengan memuat wujud awal, perlakuan suhu, wujud akhir, dan nama peristiwa perubahan wujud zat secara lengkap dan lancar tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi pembuatan bagan alur memudahkan murid dalam mengomunikasikan data penyelidikan?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam kegiatan latihan komunikasi lisan secara berpasangan?
Murid:- Bagian mana yang menurutmu paling mudah saat menceritakan hasil penyelidikan kepada teman?
- Apakah bagan alur membantumu mengingat dan menjelaskan apa yang terjadi pada benda yang kamu amati?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.8.1 Mengamati fenomena dan peristiwa wujud zat secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.8.2 Membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi pada proses perubahan wujud zat
- TP 3.8.3 Memberikan penjelasan mengenai kesesuaian hasil pengamatan proses perubahan wujud zat
- TP 3.8.4 Menyimpulkan proses perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.8.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan perubahan wujud zat secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan menyapa, mengecek kehadiran murid, dan mengondisikan 7 kelompok kerja yang telah dibentuk (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan asesmen sumatif stasiun sains terpadu dan kriteria penilaian unjuk kerja tanpa mengajarkan materi baru (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok menyimak petunjuk kerja pada lembar kerja penyelidikan sains yang dibagikan guru, mencakup aturan keselamatan kerja di Stasiun Sains A (mencair: es batu di atas piring) dan Stasiun Sains B (membeku: air sirup dalam wadah kecil yang dimasukkan ke dalam baskom berisi es batu dan garam), serta format tabel komparasi prediksi dan pengamatan (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berkelompok melaksanakan Tugas 1 di Stasiun Sains: (a) menuliskan prediksi awal wujud zat sebelum perlakuan; (b) mengamati fenomena perubahan wujud zat es batu yang diletakkan pada suhu ruang (mencair) dan cairan sirup yang didinginkan dalam campuran es-garam (membeku); (c) mencatat hasil pengamatan pada tabel komparasi prediksi vs pengamatan (acuan hasil: es batu padat berubah menjadi air cair karena menyerap panas; sirup cair mengeras menjadi es padat karena pelepasan panas/pendinginan); (d) merumuskan simpulan tertulis proses perubahan wujud zat mencair dan membeku dalam kehidupan sehari-hari pada lembar kerja penyelidikan (32 menit).
- Murid secara berkelompok melaksanakan Tugas 2: tiap kelompok secara bergantian (7 kelompok x 3 menit = 21 menit, ditambah 4 menit jeda transisi) mempresentasikan hasil penyelidikan di depan kelas menggunakan media bagan sederhana/poster yang telah disiapkan, memberikan penjelasan lisan mengenai kesesuaian antara prediksi awal dengan hasil observasi nyata, serta menyimpulkan peristiwa perubahan wujud zat tersebut (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru melakukan refleksi proses penyelidikan dan presentasi, mengidentifikasi ketepatan pencatatan data dan kelancaran penyampaian penjelasan hasil kerja kelompok (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar kerja penyelidikan sains dan lembar bagan poster dari 7 kelompok untuk dinilai menggunakan rubrik sumatif (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok dalam menyelesaikan asesmen sumatif Bab 8 dan menutup kegiatan pembelajaran (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja penyelidikan dengan format tabel bergaris panduan jelas bagi kelompok yang membutuhkan dukungan keterbacaan tanpa mengubah isi tugas.
- Proses: Guru memberikan pengingat alokasi waktu per stasiun penyelidikan agar kelompok dapat menyelesaikan pencatatan dan presentasi tepat waktu.
- Produk: Format penyajian poster bagan dapat memanfaatkan format bagan alur panah atau diagram tabel terstruktur sesuai kenyamanan kelompok tanpa menurunkan komponen bukti.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat dan pemahaman teknis alur stasiun kerja melalui pertanyaan pemandu: 'Apa langkah pertama yang harus dicatat pada lembar kerja sebelum mengamati es batu?' (acuan jawaban: mencatat prediksi wujud zat sebelum dan sesudah diberi perlakuan panas/dingin).
Proses:- Observasi keterlibatan aktif anggota kelompok saat melakukan pengamatan di stasiun mencair dan membeku, serta ketertiban pengisian tabel data.
Sumatif Bab:- penilaian kinerja penyelidikan stasiun sains terpadu dan lembar portofolio hasil penyelidikan: lembar kerja penyelidikan berisi catatan pengamatan, tabel komparasi prediksi, simpulan tertulis, serta rekaman paparan lisan dan bagan sederhana perubahan wujud zat yang dipresentasikan per kelompok
- unjuk kerja pengamatan dan lembar kerja tertulis: catatan hasil pengamatan peristiwa perubahan wujud zat (mencair dan membeku), tabel perbandingan hasil pengamatan dengan prediksi awal, serta uraian simpulan proses perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari pada lembar kerja penyelidikan (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja penyelidikan sains)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyajian lisan hasil penyelidikan dengan media poster bagan sederhana yang memuat penjelasan kesesuaian antara prediksi dan hasil observasi perubahan wujud zat oleh tiap kelompok (7 kelompok x 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi dan penjelasan lisan)
Sumatif:- penilaian kinerja penyelidikan stasiun sains terpadu dan lembar portofolio hasil penyelidikan: lembar kerja penyelidikan berisi catatan pengamatan, tabel komparasi prediksi, simpulan tertulis, serta rekaman paparan lisan dan bagan sederhana perubahan wujud zat yang dipresentasikan per kelompok
- unjuk kerja pengamatan dan lembar kerja tertulis: catatan hasil pengamatan peristiwa perubahan wujud zat (mencair dan membeku), tabel perbandingan hasil pengamatan dengan prediksi awal, serta uraian simpulan proses perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari pada lembar kerja penyelidikan (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja penyelidikan sains)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyajian lisan hasil penyelidikan dengan media poster bagan sederhana yang memuat penjelasan kesesuaian antara prediksi dan hasil observasi perubahan wujud zat oleh tiap kelompok (7 kelompok x 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi dan penjelasan lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan dan Pencatatan Hasil Perubahan Wujud Zat (TP 3.8.1) | Belum mampu mencatat hasil pengamatan perubahan wujud zat mencair (es batu) dan membeku (air sirup) secara tepat. | Mencatat hasil pengamatan 1 fenomena perubahan wujud zat secara tepat (hanya mencair atau membeku). (Acuan: es mencair menjadi air, sirup membeku menjadi es padat). | Mencatat hasil pengamatan kedua fenomena perubahan wujud zat (mencair dan membeku) secara tepat sesuai perubahan fisiknya. | Mencatat hasil pengamatan kedua fenomena perubahan wujud zat (mencair dan membeku) secara sangat rinci, tepat waktu, dan objektif tanpa kekeliruan data. | | Komparasi Pengamatan dengan Prediksi (TP 3.8.2) | Belum menyajikan perbandingan antara prediksi awal dan hasil observasi nyata pada tabel lembar kerja. | Menyajikan perbandingan prediksi dan hasil pengamatan hanya untuk 1 peristiwa perubahan wujud zat. | Menyajikan perbandingan antara prediksi awal dan hasil pengamatan secara lengkap dan tepat untuk kedua peristiwa (mencair dan membeku). | Menyajikan perbandingan antara prediksi awal dan hasil pengamatan kedua peristiwa secara lengkap, sistematis, dan mengidentifikasi letak kesesuaian atau perbedaan secara mandiri. | | Penjelasan Kesesuaian Hasil Pengamatan (TP 3.8.3) | Belum mampu memberikan penjelasan lisan mengenai alasan kesesuaian atau ketidaksesuaian antara prediksi dan hasil pengamatan. | Memberikan penjelasan lisan secara sederhana mengenai kesesuaian prediksi dan hasil observasi tetapi belum memuat pengaruh kalor (panas/dingin). | Memberikan penjelasan lisan mengenai kesesuaian antara prediksi dan hasil observasi dengan menghubungkan pengaruh suhu panas (mencair) dan suhu dingin (membeku). (Acuan: panas menyebabkan es meleleh, dingin menyebabkan sirup membeku). | Memberikan penjelasan lisan yang runtut, tepat secara konsep sains mengenai kesesuaian prediksi dan observasi akibat pengaruh penerimaan/pelepasan panas. | | Simpulan Proses Perubahan Wujud Zat dalam Kehidupan Sehari-hari (TP 3.8.4) | Belum mampu merumuskan simpulan tertulis mengenai proses perubahan wujud zat mencair dan membeku. | Merumuskan simpulan tertulis tetapi hanya mencakup 1 peristiwa perubahan wujud zat atau belum mengaitkan dengan peristiwa sehari-hari. | Merumuskan simpulan tertulis dengan tepat bahwa mencair adalah perubahan padat ke cair karena panas dan membeku adalah cair ke padat karena dingin dalam kehidupan sehari-hari (contoh: es lilin meleleh, pembuatan es batu). | Merumuskan simpulan tertulis secara mendalam, lengkap, dan menyertakan contoh konkret pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari secara kontekstual. | | Komunikasi Hasil Penyelidikan secara Lisan dan Tertulis/Bagan (TP 3.8.5) | Belum mengomunikasikan hasil penyelidikan baik melalui bagan tertulis maupun presentasi lisan. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan dengan media poster bagan sederhana namun presentasi lisan belum memuat seluruh temuan kelompok. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis melalui poster bagan sederhana yang rapi dan mempresentasikannya secara lisan dengan alur jelas dalam kelompok. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis melalui poster bagan yang sangat informatif serta mempresentasikannya secara lisan dengan percaya diri, jelas, dan lugas sesuai batas waktu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok dapat menyelesaikan penyelidikan di kedua stasiun sains dan menyelesaikan presentasi dalam alokasi waktu 70 menit?
- Apakah instrumen rubrik sumatif dapat mengukur ketercapaian TP 1 sampai TP 5 secara objektif dan akurat?
Murid:- Bagian mana dari penyelidikan di stasiun sains tadi yang paling membantuku memahami peristiwa mencair dan membeku?
- Apakah penjelasanku dan kelompokku saat presentasi tadi sudah sesuai dengan hasil pengamatan sebenarnya?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025)
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025)
- Benda konkret di kelas: batu kerikil, air, botol transparan, cawan piring, penghapus, minyak goreng, buku tulis, pensil, sabun cair, sirup merah
- Lembar Kerja Siswa: Katalog Jejak Wujud Zat Padat dan Cair
- Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Alat dan bahan percobaan: balon karet, kantong plastik bening, karet gelang, spuit plastik tanpa jarum, gelas plastik transparan, air, sedotan minuman
- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 8: Rahasia Tiga Wujud Zat
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 8: Rahasia Tiga Wujud Zat
- Alat dan bahan percobaan: es batu, piring plastik, cokelat batang, air hangat, mangkuk, air teh, garam dapur kasar, sendok, dan Lembar Pengamatan Prediksi vs Hasil Pengamatan
- Buku Siswa IPAS Kelas III Edisi Revisi Kemendikdasmen 2025 Bab 8
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III Edisi Revisi Kemendikdasmen 2025
- Alat dan bahan percobaan: air hangat, gelas plastik, piring plastik transparan penutup gelas, cawan, kuas/kapas air
- Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025 Bab 8
- Buku Siswa IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025 Bab 8
- Alat peraga demonstrasi: lilin, sendok logam, korek api
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Pengaruh Panas
- Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025 (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)
- Buku Siswa IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025
- Perlengkapan demonstrasi: cairan lilin/agar-agar hangat, wadah es batu, air dingin, piring kaca/logam
- Set kartu kuis 'Detektif Zat Dingin' dan Lembar Kerja Penyelidikan Pendinginan
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD (Kemendikdasmen 2025)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD (Kemendikdasmen 2025) Bab 8 Halaman 178-181
- Benda konkret: es batu, piring plastik
- Lembar Kerja Analisis Peristiwa Perubahan Wujud Zat
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025) Bab 8: Rahasia Tiga Wujud Zat
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025) Bab 8
- Gelas bening, es batu, air, kapur barus (kamper), dan wadah kecil
- Lembar Kerja Siswa: 'Tantangan Detektif Embun dan Sublim'
- Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2025, Bab 8: Rahasia Tiga Wujud Zat
- Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2025, Bab 8: Rahasia Tiga Wujud Zat
- Lembar Kerja bagan alur penyelidikan perubahan wujud zat
- Set kartu komponen bagan (wujud awal, perlakuan, wujud akhir, nama peristiwa)
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikdasmen, 2025) Bab 8: Rahasia Tiga Wujud Zat
- Perangkat Stasiun Sains: es batu, piring plastik, wadah kecil, larutan sirup, baskom, es batu pecah, garam dapur
- Lembar Kerja Penyelidikan Sains dan Kertas Karton/Bagan Poster Presentasi
|