Modul AjarPertemuan 7Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Merancang Denah Perjalanan dari Rumah ke Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Merancang Denah Perjalanan dari Rumah ke Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Merancang Denah Perjalanan dari Rumah ke Sekolah

IPAS - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Merancang Denah Perjalanan dari Rumah ke Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMerancang Denah Perjalanan dari Rumah ke Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merencanakan langkah-langkah pembuatan denah perjalanan dari rumah ke sekolah secara sistematis.
  2. Murid dapat mengidentifikasi titik-titik lokasi penting yang perlu ditandai pada denah perjalanan dari rumah ke sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu harus menjelaskan jalan dari rumahmu ke sekolah kepada teman yang belum pernah ke sana, apa yang akan kamu ceritakan terlebih dahulu?
  2. Tempat-tempat apa saja yang biasanya kamu lewati setiap hari saat berangkat sekolah?
  3. Mengapa kita perlu menggambar denah perjalanan, bukan sekadar menjelaskan dengan kata-kata?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, dan memeriksa kehadiran. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta menyebutkan 2–3 tempat yang dilewati saat berangkat ke sekolah, guru mencatat di papan tulis untuk memahami titik awal pengetahuan murid. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid untuk merespons secara lisan. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar merencanakan dan menggambar denah perjalanan dari rumah ke sekolah.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh denah sederhana (dari buku siswa halaman 154 atau gambar di papan tulis) dan mengajak murid mengamatinya bersama-sama. (5 menit)
  • Guru bertanya: 'Apa saja yang ada di dalam denah ini? Apa fungsi setiap bagiannya?' Murid menjawab secara lisan, guru memandu dan mencatat komponen denah di papan: judul, arah mata angin, simbol/legenda, nama lokasi penting. (5 menit)
  • Guru menjelaskan bahwa membuat denah perjalanan memerlukan langkah-langkah yang urut: (1) mengingat rute yang biasa dilalui, (2) menentukan titik awal dan titik tujuan, (3) mengidentifikasi lokasi penting di sepanjang rute, (4) menggambar secara sederhana dengan simbol, (5) melengkapi dengan arah mata angin dan keterangan. (5 menit)
  • Murid diminta menutup mata sejenak dan membayangkan perjalanan dari rumah ke sekolah, lalu berbagi dengan teman sebangku apa yang mereka 'lihat' dalam bayangan mereka. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan lembar kerja 'Rencana Denah Perjalananku'. (2 menit)
  • Setiap kelompok berdiskusi dan mengisi bagian pertama lembar kerja: menuliskan rute perjalanan dari rumah ke sekolah secara berurutan (titik awal → lokasi yang dilewati → titik tujuan). Guru berkeliling memantau dan memberikan bimbingan. (8 menit)
  • Setiap anggota kelompok kemudian mengisi bagian kedua lembar kerja secara mandiri: mengidentifikasi dan menuliskan minimal 3 titik lokasi penting di rute mereka (misalnya: persimpangan, masjid, warung, kantor pos) beserta posisi arahnya (utara/selatan/timur/barat dari titik tertentu). (7 menit)
  • Murid mulai membuat sketsa kasar denah perjalanan mereka pada lembar kerja dengan pensil, menggunakan simbol sederhana dan arah mata angin. Guru mengingatkan langkah-langkah yang sudah dipelajari di tahap Memahami. (8 menit)
  • Setiap kelompok memilih satu perwakilan untuk menjelaskan rencana denah mereka kepada kelompok lain secara singkat (2 kalimat). (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke kursi masing-masing dan meminta mereka merenungkan: 'Apakah langkah yang kamu rencanakan tadi sudah urut? Adakah lokasi penting yang terlupa?' (3 menit)
  • Murid secara mandiri melengkapi bagian refleksi di lembar kerja: menuliskan satu hal yang sudah baik dari rencana denah mereka dan satu hal yang ingin diperbaiki. (4 menit)
  • Beberapa murid (2–3 orang) berbagi jawaban refleksi mereka di depan kelas; guru memberikan umpan balik positif dan penguatan. (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: langkah-langkah merencanakan denah perjalanan dan pentingnya menandai titik lokasi penting. (3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengisi 'exit ticket' — menyebutkan 3 langkah membuat denah dan 2 contoh lokasi penting yang perlu ditandai. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati rute perjalanan ke sekolah keesokan harinya dan mencatat lokasi penting yang ditemui untuk melengkapi denah pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi perasaan murid menggunakan 'emoji jempol' (jempol naik = paham, jempol tengah = masih bingung, jempol turun = perlu bantuan lebih). (3 menit)
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami arah mata angin diberikan kartu arah mata angin bergambar sebagai alat bantu visual selama kegiatan. Murid yang sudah mahir dapat diberikan tantangan tambahan: menuliskan estimasi jarak atau waktu tempuh antar titik lokasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mengerjakan bagian identifikasi lokasi penting bersama guru dalam kelompok kecil yang dibimbing langsung. Murid cepat dapat membantu teman sebaya sebagai 'navigator' kelompok dengan memberikan pertanyaan panduan.
  • Produk: Murid dapat menghasilkan sketsa denah dengan tingkat detail yang berbeda sesuai kemampuan: cukup garis rute dan 2 titik lokasi untuk yang masih berkembang, sedangkan yang sudah mahir melengkapi dengan simbol, legenda, dan keterangan arah untuk setiap titik.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan secara lisan 2–3 tempat yang dilewati saat berangkat ke sekolah; guru mencatat respons di papan untuk mengetahui sejauh mana murid sudah mengenal rute dan titik lokasi di sekitar mereka.
  • Guru mengajukan pertanyaan singkat: 'Pernahkah kalian melihat atau membuat denah sebelumnya? Denah apa yang pernah kalian lihat?' untuk mengukur pengetahuan awal tentang konsep denah.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan oleh guru saat murid berdiskusi dalam kelompok: apakah mereka menyebutkan rute secara urut, mengidentifikasi titik lokasi penting, dan menggunakan kosakata arah (utara, selatan, timur, barat).
  • Pengecekan lembar kerja saat murid mengerjakan bagian identifikasi lokasi penting: guru memberikan umpan balik langsung kepada kelompok yang kesulitan.
  • Pertanyaan lisan selama tahap Mengaplikasi: 'Mengapa tempat ini penting untuk ditandai?' untuk mengecek pemahaman murid terhadap kriteria titik lokasi penting.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis: murid menuliskan 3 langkah merencanakan denah perjalanan dan menyebutkan 2 contoh titik lokasi penting beserta alasan mengapa perlu ditandai.
  • Penilaian sketsa denah pada lembar kerja menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek: (1) kelengkapan langkah perencanaan yang tertulis, dan (2) ketepatan identifikasi titik lokasi penting.

Formatif:

  • Observasi saat diskusi kelompok: guru mencatat apakah murid mampu menyebutkan rute perjalanan secara urut dan mengidentifikasi lokasi penting.
  • Lembar kerja 'Rencana Denah Perjalananku': dinilai berdasarkan kelengkapan langkah perencanaan dan jumlah titik lokasi penting yang diidentifikasi.
  • Presentasi singkat perwakilan kelompok: dinilai kejelasan penjelasan rencana denah.

Sumatif:

  • Exit ticket di akhir pembelajaran: murid menyebutkan 3 langkah membuat denah dan 2 contoh lokasi penting yang perlu ditandai.
  • Sketsa kasar denah perjalanan pada lembar kerja: dinilai berdasarkan rubrik (keberadaan titik awal-tujuan, minimal 3 titik lokasi penting, dan penggunaan arah mata angin).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merencanakan Langkah Pembuatan Denah (TP 3.7.7.1)Murid belum dapat menuliskan langkah-langkah pembuatan denah, atau langkah yang ditulis tidak berurutan dan tidak relevan.Murid dapat menuliskan 1–2 langkah pembuatan denah dengan urutan yang belum sistematis.Murid dapat menuliskan 3–4 langkah pembuatan denah secara urut dan cukup jelas.Murid dapat menuliskan 5 langkah pembuatan denah secara urut, sistematis, dan disertai penjelasan singkat pada setiap langkah.
Mengidentifikasi Titik Lokasi Penting (TP 3.7.7.2)Murid belum dapat mengidentifikasi titik lokasi penting pada rute perjalanan, atau lokasi yang disebutkan tidak relevan dengan rute.Murid dapat mengidentifikasi 1–2 titik lokasi penting pada rute perjalanan dari rumah ke sekolah.Murid dapat mengidentifikasi minimal 3 titik lokasi penting dan menuliskan posisi arahnya (misalnya: di sebelah barat/timur/utara/selatan).Murid dapat mengidentifikasi lebih dari 3 titik lokasi penting, menuliskan posisi arahnya, dan memberikan alasan mengapa titik tersebut penting untuk ditandai pada denah.
Sketsa Denah PerjalananSketsa tidak menunjukkan rute yang dapat dibaca; tidak ada titik awal, titik tujuan, atau simbol lokasi.Sketsa menunjukkan titik awal dan titik tujuan, namun rute tidak jelas dan belum ada penanda lokasi penting.Sketsa menunjukkan rute yang cukup jelas dari rumah ke sekolah, disertai minimal 2 titik lokasi penting dan simbol arah mata angin.Sketsa menunjukkan rute yang jelas dan sistematis, disertai minimal 3 titik lokasi penting dengan simbol/keterangan, arah mata angin, dan judul denah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?
  • Apakah langkah-langkah kegiatan inti (Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi) berjalan dengan alokasi waktu yang sesuai?
  • Murid mana yang masih kesulitan merencanakan langkah denah atau mengidentifikasi lokasi penting? Dukungan apa yang perlu saya berikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan efektif menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Langkah apa saja yang perlu kamu lakukan untuk membuat denah perjalanan dari rumah ke sekolah?
  • Tempat-tempat apa yang kamu tandai sebagai lokasi penting di rute perjalananmu? Mengapa kamu memilihnya?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling mudah bagimu? Bagian mana yang masih terasa sulit?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi), Bab 7 'Jejak Penjelajah', halaman 154–160
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi), Panduan Khusus Bab VII
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Rencana Denah Perjalananku' — disiapkan guru
  4. Contoh gambar denah sederhana (dapat ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor)
  5. Kartu arah mata angin bergambar (alat bantu diferensiasi)
  6. Kertas HVS/buku gambar dan pensil untuk membuat sketsa denah
  7. Penggaris dan pensil warna (opsional untuk murid yang sudah mahir)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.