Modul AjarPertemuan 6Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Menghubungkan Arah Mata Angin dengan Tata Letak Lokasi pada Denah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Menghubungkan Arah Mata Angin dengan Tata Letak Lokasi pada Denah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Menghubungkan Arah Mata Angin dengan Tata Letak Lokasi pada Denah

IPAS - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menghubungkan Arah Mata Angin dengan Tata Letak Lokasi pada Denah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenghubungkan Arah Mata Angin dengan Tata Letak Lokasi pada Denah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menghubungkan konsep arah mata angin dengan posisi suatu lokasi pada denah sederhana.
  2. Murid dapat membandingkan hasil pengamatan arah di lapangan dengan representasi arah pada denah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika seseorang bertanya 'di mana letak perpustakaan sekolah kita?', kira-kira jawabanmu akan seperti apa agar orang itu tidak tersesat?
  2. Menurutmu, apakah denah dan arah mata angin saling berhubungan? Mengapa?
  3. Pernah tidak kamu melihat peta atau denah dan ada tanda panah bertuliskan 'U'? Menurutmu, apa artinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Arah Mata Angin' (Utara, Selatan, Timur, Barat…) secara bersama-sama untuk membangkitkan semangat dan mengaktifkan pengetahuan awal. (Asesmen Awal: selama bernyanyi, guru mengamati mana murid yang sudah hafal 8 arah dan mana yang belum, dengan memberi pertanyaan lisan singkat: 'Coba tunjuk, mana arah Timur Laut?')
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menghubungkan arah mata angin dengan posisi lokasi pada denah dan membandingkan pengamatan langsung dengan denah.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan dan mempersilakan 2–3 murid menjawab secara spontan untuk membangun rasa ingin tahu.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memajang denah sederhana ruang kelas atau denah lingkungan sekolah di papan tulis (bisa berupa gambar cetak atau proyeksi). Denah sudah dilengkapi simbol arah mata angin (tanda 'U' untuk Utara).
  • Murid diminta mengamati denah selama 2 menit secara senyap dan penuh perhatian (berkesadaran), lalu menuliskan satu hal yang mereka perhatikan di buku catatan masing-masing.
  • Guru membimbing diskusi kelas: 'Apa yang kalian lihat di sudut denah ini? Mengapa ada panah bertanda U?' Guru menghubungkan jawaban murid dengan konsep arah mata angin 8 penjuru.
  • Guru menjelaskan secara singkat bagaimana simbol arah mata angin pada denah digunakan untuk menentukan posisi suatu lokasi: misalnya, 'Kantin berada di sebelah Selatan lapangan.' Penjelasan dikaitkan dengan situasi nyata di sekolah mereka (bermakna).
  • Murid mencatat 2–3 contoh hubungan arah mata angin dengan posisi lokasi pada denah yang dibahas bersama.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi: (a) denah sederhana ruang kelas/area sekolah tanpa keterangan posisi lokasi, dan (b) tabel kosong 'Arah Mata Angin – Nama Lokasi'.
  • Kegiatan Bagian 1 – Pengamatan Lapangan (±10 menit): Kelompok bergerak ke luar kelas atau mengamati dari jendela/pintu. Mereka menentukan arah Utara menggunakan kompas kertas buatan atau kompas sederhana yang disediakan guru, lalu mencatat benda/lokasi yang berada di setiap arah mata angin (misal: 'Timur → gerbang sekolah', 'Selatan → lapangan basket').
  • Kegiatan Bagian 2 – Representasi pada Denah (±10 menit): Kembali di kelas, kelompok membandingkan hasil catatan lapangan mereka dengan denah yang tersedia. Mereka menuliskan nama lokasi pada denah sesuai arah yang tepat dan memeriksa apakah posisi di denah sesuai dengan arah yang mereka amati langsung.
  • Setiap kelompok mendiskusikan: 'Adakah perbedaan antara yang kalian amati di lapangan dengan yang tertera di denah? Mengapa bisa terjadi perbedaan?' (Asesmen Proses: guru berkeliling mengamati diskusi, mengajukan pertanyaan probing ke tiap kelompok, dan memberi catatan pada lembar observasi.)
  • Perwakilan 1–2 kelompok mempresentasikan hasil perbandingan mereka secara singkat (2 menit per kelompok) di depan kelas.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk melihat kembali LKPD mereka dan bertanya: 'Apa yang sudah kamu pahami hari ini tentang hubungan arah mata angin dan denah?'
  • Murid secara individu mengisi bagian refleksi di LKPD: (1) Satu hal baru yang saya pelajari hari ini…, (2) Satu hal yang masih membingungkan saya…, (3) Satu contoh nyata di mana ilmu ini berguna bagiku adalah…
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela, lalu guru memberikan penguatan konsep.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan pembelajaran: arah mata angin membantu kita menentukan posisi suatu lokasi pada denah, dan pengamatan langsung di lapangan dapat dicocokkan dengan representasi arah pada denah.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan/tertulis singkat: guru menunjuk 3 lokasi pada denah dan meminta murid menyebutkan arah mata anginnya relatif terhadap satu titik acuan.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mengamati denah sederhana di rumah (misalnya denah rumah atau denah RT/RW) dan menuliskan posisi 3 lokasi menggunakan arah mata angin di buku catatannya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi murid dan mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum menguasai 8 arah mata angin, guru menyediakan kartu bantu bergambar kompas 8 penjuru dengan warna berbeda tiap arah. Untuk murid yang sudah mahir, guru menyediakan denah yang lebih kompleks (misalnya denah kelurahan) dengan lebih banyak titik lokasi yang harus diidentifikasi arahnya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak bimbingan ditempatkan dalam kelompok yang mendapat pendampingan langsung dari guru atau teman sebaya yang sudah paham. Murid yang cepat memahami dapat ditantang untuk membuat pertanyaan sendiri tentang denah ('Lokasi apa yang berada di Barat Laut dari lapangan?') dan saling tanya-jawab dengan teman.
  • Produk: Murid yang perlu dukungan cukup mengisi tabel LKPD dengan mencocokan nama lokasi ke arah yang sudah tersedia. Murid yang sudah berkembang dapat membuat sketsa denah mini area sekolah mereka sendiri lengkap dengan simbol arah mata angin dan keterangan lokasi minimal 5 tempat.

ASESMEN

Awal:

  • Saat menyanyikan lagu arah mata angin, guru mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Coba tunjukkan, mana arah Timur Laut di kelas kita?' untuk memetakan penguasaan 8 arah mata angin murid sebelum pembelajaran inti dimulai.
  • Guru mempersilakan murid menjawab pertanyaan pemantik secara lisan dan mencatat sejauh mana murid sudah menghubungkan konsep arah mata angin dengan denah.

Proses:

  • Observasi berkeliling selama kegiatan pengamatan lapangan dan pengisian LKPD: guru mencatat murid yang sudah mampu dan yang masih kesulitan menentukan arah menggunakan kompas/kartu arah.
  • Pertanyaan probing ke tiap kelompok saat diskusi perbandingan lapangan vs. denah: 'Apakah posisi ini di denah sudah sesuai dengan arah yang kalian temukan di lapangan? Jelaskan.'
  • Penilaian presentasi singkat: ketepatan dan kejelasan dalam menyampaikan hasil perbandingan arah pengamatan dengan representasi denah.

Akhir:

  • Kuis lisan/tertulis: guru menunjuk 3 titik lokasi pada denah yang dipajang dan murid menjawab secara individu arah mata angin lokasi tersebut dari titik acuan yang ditentukan guru.
  • Penilaian LKPD: kelengkapan dan ketepatan pengisian tabel perbandingan arah lapangan vs. denah, serta bagian refleksi individu.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar checklist: apakah murid mampu menghubungkan arah yang diamati di lapangan dengan posisi pada denah.
  • Pertanyaan lisan probing selama kegiatan kelompok: 'Mengapa kamu menaruh kantin di arah Selatan pada denah?'
  • Penilaian presentasi singkat kelompok: ketepatan penggunaan istilah arah mata angin dan logika perbandingan hasil lapangan vs. denah.

Sumatif:

  • Kuis akhir lisan/tertulis: guru menunjuk 3 lokasi pada denah dan murid menyebutkan arah mata anginnya relatif dari titik acuan tertentu.
  • Penilaian LKPD bagian perbandingan: ketepatan penempatan nama lokasi pada denah sesuai hasil pengamatan arah di lapangan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghubungkan arah mata angin dengan posisi lokasi pada denah [TP 3.7.6.1]Murid belum dapat menunjukkan hubungan antara arah mata angin dan posisi lokasi pada denah, atau masih keliru menentukan arah dasar (Utara, Selatan, Timur, Barat).Murid dapat menghubungkan posisi lokasi pada denah menggunakan 4 arah mata angin dasar (Utara, Selatan, Timur, Barat) dengan bantuan kartu arah atau bimbingan guru.Murid dapat menghubungkan posisi lokasi pada denah menggunakan 8 arah mata angin secara mandiri dengan beberapa kesalahan kecil.Murid dapat menghubungkan posisi lokasi pada denah menggunakan 8 arah mata angin dengan tepat dan mandiri, serta mampu menjelaskan alasannya dengan kalimat yang jelas.
Membandingkan hasil pengamatan arah di lapangan dengan representasi pada denah [TP 3.7.6.2]Murid belum dapat membandingkan hasil pengamatan di lapangan dengan denah, atau tidak mengisi bagian perbandingan pada LKPD.Murid dapat menyebutkan 1–2 persamaan atau perbedaan antara arah yang diamati di lapangan dan yang tertera pada denah, dengan bantuan guru.Murid dapat membandingkan minimal 3 titik lokasi antara hasil pengamatan lapangan dan denah, serta dapat menjelaskan sebab adanya persamaan atau perbedaan secara sederhana.Murid dapat membandingkan seluruh titik lokasi pada LKPD antara pengamatan lapangan dan denah secara sistematis, menjelaskan pola persamaan/perbedaan, dan memberikan kesimpulan yang logis.
Kolaborasi dan komunikasi dalam kelompokMurid tidak berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Murid sesekali berpartisipasi dalam diskusi kelompok dengan dorongan teman atau guru.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan menyampaikan pendapatnya dengan cukup jelas.Murid aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat dengan jelas, mendengarkan pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan dalam kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami hubungan antara arah mata angin dan posisi lokasi pada denah? Mana yang masih perlu penguatan?
  • Apakah kegiatan pengamatan lapangan berjalan efektif dalam alokasi waktu yang tersedia? Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah cukup menjangkau murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang arah mata angin dan denah adalah…
  • Bagian yang masih membuatku bingung adalah…
  • Aku bisa menggunakan ilmu tentang arah mata angin dan denah ini dalam kehidupan sehari-hariku ketika…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025) — Bab 7: Jejak Penjelajah, hal. 147–151
  2. Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi (Penulis: Aldilla Kusumawardhani, Kristianti Fatimah, Nur Ilmi Setianingsih) — Panduan Khusus Bab 7, hal. 198–208
  3. Denah sederhana ruang kelas atau area sekolah (dicetak atau diproyeksikan)
  4. Kompas sederhana atau kartu kompas 8 arah buatan guru (1 per kelompok)
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD): tabel perbandingan arah lapangan vs. denah + bagian refleksi individu
  6. Kartu bantu bergambar kompas 8 penjuru berwarna (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.