Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Mengenal Konsep Denah Sederhana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Mengenal Konsep Denah Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Mengenal Konsep Denah Sederhana

IPAS - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Konsep Denah Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Konsep Denah Sederhana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian dan komponen denah sederhana, termasuk simbol, arah mata angin, dan keterangan lokasi.
  2. Murid dapat membaca dan menafsirkan denah sederhana yang disajikan oleh guru dengan menyebutkan letak suatu tempat berdasarkan arah dan simbol yang tersedia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu tersesat saat mencari rumah teman atau tempat baru? Bagaimana caramu menemukan jalan yang benar?
  2. Jika kamu ingin menggambar letak ruangan di rumahmu di atas kertas, kira-kira apa saja yang perlu kamu gambarkan agar orang lain bisa memahaminya?
  3. Apa bedanya foto rumah dengan gambar denah rumah? Mengapa orang lebih sering memakai denah daripada foto untuk menunjukkan letak suatu tempat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru menampilkan dua gambar di papan tulis atau layar: foto ruang kelas dan denah ruang kelas sederhana. Guru bertanya, 'Mana yang lebih mudah dipahami untuk mencari letak pintu dan jendela?' — ini berfungsi sebagai asesmen awal diagnostik sekaligus pemantik rasa ingin tahu (5 menit).
  • Guru menggali pengetahuan awal murid dengan pertanyaan singkat: 'Siapa yang pernah melihat denah? Di mana kamu melihatnya?' Guru mencatat respons murid sebagai data diagnostik (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah anak: 'Hari ini kita akan belajar apa itu denah, apa saja isinya, dan bagaimana cara membacanya supaya kita tidak tersesat!' (2 menit).
  • Guru menyepakati kesepakatan kelas selama pembelajaran berlangsung (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menempelkan infografik 'Apa itu Denah?' yang memuat: (a) definisi denah — gambar sederhana tentang suatu ruangan, tempat, atau jalan; (b) komponen denah — simbol/legenda, tanda arah mata angin, skala sederhana, keterangan lokasi. Murid diminta mengamati dengan seksama selama 2 menit (Berkesadaran: murid diajak hadir penuh dan fokus mengamati).
  • Guru menjelaskan setiap komponen denah secara singkat sambil menunjuk langsung pada infografik. Guru mengaitkan denah dengan pengalaman nyata murid: 'Denah sekolah kita ada di papan pengumuman dekat kantor — itu juga termasuk denah!' (Bermakna: materi dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata murid).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) bagian pertama: sebuah denah sederhana ruang kelas atau lingkungan sekolah yang sudah dilengkapi simbol, arah mata angin, dan keterangan. Murid diminta mengidentifikasi dan memberi label nama komponen yang ada pada denah tersebut secara mandiri (5 menit).
  • Guru memandu diskusi kelas singkat: beberapa murid diminta menyebutkan komponen yang mereka temukan. Guru memberikan penguatan dan koreksi bila diperlukan (3 menit).
  • Guru menegaskan kembali: 'Jadi, denah itu punya tiga sahabat setia — simbol, arah mata angin, dan keterangan lokasi. Tanpa ketiganya, denah jadi sulit dipahami.'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan LKPD bagian kedua: sebuah denah sederhana 'Perjalanan dari Gerbang Sekolah ke Ruang Kelas' yang dibuat khusus untuk kegiatan ini. Denah memuat beberapa ruangan, jalan/lorong, simbol bangunan, dan tanda arah mata angin (Menggembirakan: konteks yang dekat dan relevan membuat murid antusias).
  • Murid secara mandiri membaca denah tersebut dan menjawab 4–5 pertanyaan pada LKPD, contoh: (1) 'Di sebelah mana ruang guru berada dari ruang kelas?' (2) 'Simbol apa yang dipakai untuk menunjukkan kamar mandi?' (3) 'Kalau kamu berdiri di gerbang dan menghadap utara, ada apa di sebelah timurmu?' (Bermakna: murid menggunakan pengetahuan tentang arah mata angin dalam konteks nyata sekolah mereka).
  • Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik proses kepada murid yang membutuhkan bantuan. Guru mencatat murid yang sudah mampu dan yang masih mengalami kesulitan sebagai data asesmen proses.
  • Setelah selesai, 2–3 murid diminta maju ke depan untuk menjelaskan jawabannya kepada kelas sambil menunjuk bagian denah yang dimaksud. Kelas memberikan respons dengan 'jempol' atau 'pertanyaan klarifikasi' (Menggembirakan: suasana presentasi ringan dan apresiatif).
  • Guru memberikan penguatan atas jawaban yang tepat dan meluruskan kesalahan konsep secara langsung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: 'Tadi kamu sudah membaca denah. Bagian mana yang paling mudah dipahami? Bagian mana yang masih membingungkan?' Murid menuliskan jawaban singkat di kolom refleksi pada LKPD (Berkesadaran: murid diajak menyadari proses belajarnya sendiri).
  • Guru memandu diskusi refleksi kelas singkat: 'Kenapa kamu pikir denah penting dalam kehidupan sehari-hari? Kapan kamu akan membutuhkannya?' Beberapa murid berbagi jawaban (Bermakna: menghubungkan pembelajaran dengan kegunaan nyata).
  • Guru menampilkan kembali infografik awal dan bersama-sama dengan murid menyimpulkan: 'Denah adalah gambar sederhana suatu tempat yang memiliki tiga komponen utama: simbol, arah mata angin, dan keterangan lokasi. Dengan membaca denah, kita bisa mengetahui letak suatu tempat tanpa harus pergi ke sana.'
  • Murid mengisi 'Tiket Keluar' (exit ticket) di bawah LKPD: satu kalimat berisi satu hal yang baru mereka pelajari hari ini tentang denah. Guru mengumpulkan sebagai bahan asesmen akhir formatif.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: pengertian denah, komponen denah (simbol, arah, keterangan lokasi), dan cara membaca denah sederhana (3 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid: 'Kalian sudah jadi penjelajah cilik yang pintar membaca denah hari ini!' (1 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu denah atau peta sederhana yang ada di rumah atau sekitar lingkungan mereka (bisa denah rumah, peta kampung, atau papan pengumuman RT/RW) dan menceritakannya secara lisan pada pertemuan berikutnya (2 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan denah dengan simbol yang lebih sedikit dan keterangan yang lebih jelas. Murid yang sudah cepat memahami diberikan denah yang lebih kompleks dengan lebih banyak simbol dan pertanyaan analisis tingkat lebih tinggi (misalnya: 'Tuliskan rute terpendek dari gerbang ke kantin menggunakan nama ruangan yang kamu lewati').
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat mengerjakan LKPD dengan panduan guru secara langsung atau berpasangan dengan teman. Murid yang sudah mandiri mengerjakan LKPD secara individual kemudian boleh membantu menjelaskan kepada teman yang belum paham (tutor sebaya).
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat sketsa denah sederhana ruang kelas atau bagian sekolah secara mandiri di balik lembar LKPD sebagai pengayaan, dengan melengkapi minimal tiga komponen denah. Murid yang masih berkembang cukup menyelesaikan seluruh pertanyaan pada LKPD yang disediakan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan foto ruang kelas dan denah ruang kelas, lalu bertanya: 'Mana yang lebih mudah kamu pahami untuk mencari letak pintu dan jendela? Mengapa?' — respons murid digunakan untuk mengukur pengetahuan awal tentang denah.
  • Guru mengajukan pertanyaan terbuka: 'Siapa yang pernah melihat denah? Di mana kamu melihatnya?' — jawaban dicatat untuk mengetahui pengalaman awal murid dengan denah.

Proses:

  • Observasi saat murid mengidentifikasi komponen denah secara mandiri pada LKPD bagian pertama — guru berkeliling dan mencatat kemampuan setiap murid.
  • Tanya jawab lisan saat diskusi kelas usai identifikasi komponen — guru mengecek apakah murid mampu membedakan simbol, arah, dan keterangan lokasi.
  • Observasi saat murid menjawab pertanyaan LKPD bagian kedua — guru memperhatikan apakah murid dapat menggunakan arah mata angin untuk menafsirkan letak pada denah.
  • Umpan balik langsung (verbal) kepada murid selama guru berkeliling — disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing murid.

Akhir:

  • Penilaian LKPD bagian kedua: murid dinilai ketepatan dalam membaca dan menafsirkan denah sederhana menggunakan rubrik 4 level.
  • Exit ticket: murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari tentang denah — digunakan untuk mengukur pemahaman akhir dan sebagai bahan refleksi guru.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengidentifikasi komponen denah pada LKPD bagian pertama — guru mencatat murid yang sudah paham dan yang masih keliru.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami dan Merefleksi untuk mengecek pemahaman konsep denah dan komponennya.
  • Presentasi lisan singkat oleh 2–3 murid saat menjelaskan jawaban LKPD bagian kedua — guru menilai kemampuan membaca dan menafsirkan denah.
  • Exit ticket: satu kalimat hal baru yang dipelajari tentang denah, dikumpulkan di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Murid menjawab 4–5 soal tertulis pada LKPD bagian kedua: membaca dan menafsirkan denah sederhana dengan menyebutkan letak, arah, dan simbol yang digunakan.
  • Penilaian kelengkapan dan ketepatan LKPD secara keseluruhan menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian dan komponen denah sederhana (simbol, arah mata angin, keterangan lokasi)Murid belum dapat menyebutkan pengertian denah dan tidak dapat mengidentifikasi komponen denah meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan pengertian denah secara sederhana dan mengidentifikasi 1 komponen denah dengan bantuan guru.Murid dapat menjelaskan pengertian denah dan mengidentifikasi 2–3 komponen denah (simbol, arah, keterangan) secara mandiri.Murid dapat menjelaskan pengertian denah dengan tepat, mengidentifikasi semua komponen denah secara lengkap, dan memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.
Membaca dan menafsirkan denah sederhana (letak, arah, dan simbol)Murid belum dapat membaca denah dan tidak dapat menjawab pertanyaan tentang letak atau arah meskipun dengan bantuan.Murid dapat menjawab 1–2 pertanyaan tentang denah dengan bantuan guru, namun masih keliru dalam menggunakan arah mata angin.Murid dapat menjawab 3–4 pertanyaan tentang denah secara mandiri dan menggunakan arah mata angin dengan benar dalam sebagian besar jawaban.Murid dapat menjawab seluruh pertanyaan tentang denah dengan tepat, menggunakan arah mata angin dan simbol secara konsisten, serta mampu menjelaskan letak suatu tempat kepada orang lain dengan jelas.
Refleksi diri terhadap proses belajar (exit ticket)Murid tidak mengisi exit ticket atau mengisi dengan kalimat yang tidak berkaitan dengan materi denah.Murid mengisi exit ticket dengan menyebutkan satu kata atau frasa yang berkaitan dengan denah.Murid mengisi exit ticket dengan satu kalimat lengkap yang menunjukkan hal baru yang dipelajari tentang denah.Murid mengisi exit ticket dengan kalimat yang menunjukkan pemahaman mendalam dan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman atau kegunaan nyata dalam kehidupannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi ketiga komponen denah (simbol, arah mata angin, keterangan lokasi) di akhir pembelajaran?
  • Apakah konteks denah sekolah yang digunakan cukup dekat dan bermakna bagi murid? Perlu penyesuaian apa pada pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang perlu mendapat perhatian dan dukungan tambahan dalam memahami konsep arah mata angin pada denah?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Bagaimana respons mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa itu denah? Coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri!
  • Dari tiga komponen denah (simbol, arah mata angin, keterangan lokasi), mana yang paling mudah kamu pahami dan mana yang masih membingungkanmu?
  • Kapan kamu akan menggunakan kemampuan membaca denah dalam kehidupan sehari-harimu?
  • Apa satu hal baru yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang denah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 (Penerbit Kemdikdasmen) — Bab 7 'Jejak Penjelajah', halaman 152–154.
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Panduan Khusus Bab VII.
  3. Infografik 'Apa itu Denah?' (dibuat guru atau dicetak dari buku siswa halaman 153).
  4. LKPD (Lembar Kerja Murid) berisi denah sederhana lingkungan sekolah dan pertanyaan analisis — disiapkan oleh guru.
  5. Gambar/foto denah ruang kelas atau lingkungan sekolah untuk kegiatan diagnostik awal.
  6. Papan tulis atau layar proyektor untuk menampilkan denah dan infografik.
  7. Alat tulis: pensil, penggaris (untuk murid pengayaan yang membuat sketsa denah).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.