Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Menentukan Arah di Lingkungan Sekitar Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Menentukan Arah di Lingkungan Sekitar Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Menentukan Arah di Lingkungan Sekitar Sekolah

IPAS - Kelas 3

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menentukan Arah di Lingkungan Sekitar Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenentukan Arah di Lingkungan Sekitar Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menentukan posisi benda atau lokasi di lingkungan sekolah berdasarkan arah mata angin.
  2. Murid dapat mencatat dan mengorganisasikan hasil pengamatan arah di lingkungan sekolah dalam bentuk catatan sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu berdiri di halaman sekolah dan menutup mata, lalu membuka mata, bagaimana kamu tahu mana arah timur dan mana arah barat?
  2. Bayangkan kamu ingin memberitahu temanmu di mana letak perpustakaan sekolah — kata-kata apa yang kamu pakai agar temanmu tidak tersesat?
  3. Mengapa penjelajah zaman dahulu bisa menemukan jalan pulang meskipun tidak ada telepon genggam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat (1 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan gambar denah sederhana halaman sekolah dan meminta murid menyebutkan secara lisan benda apa yang ada di sebelah kanan, kiri, depan, dan belakang dari posisi gambar — guru mencatat secara cepat siapa yang sudah mengenal konsep arah dan siapa yang belum (3 menit).
  • Guru menyanyikan lagu 'Arah Mata Angin' bersama murid (lirik sederhana: Utara, Timur, Selatan, Barat — lagu diajarkan sebelumnya atau dinyanyikan ulang dari pertemuan sebelumnya) untuk membangun semangat dan apersepsi (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi kesempatan 2-3 murid menjawab bebas tanpa dihakimi (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan keluar kelas, mengamati lingkungan sekolah, dan mencatat benda-benda di sekitar kita berdasarkan arah mata angin.' (1 menit).
  • Guru menjelaskan aturan kegiatan di luar kelas secara singkat: tetap bersama kelompok, tidak berlari, menggunakan lembar kerja dengan baik (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid keluar kelas menuju halaman atau lapangan sekolah. Setiap murid membawa Lembar Kerja Pengamatan yang telah disiapkan guru (tabel dua kolom: Arah Mata Angin | Nama Benda/Lokasi) (2 menit).
  • Guru meminta murid berdiri menghadap satu arah yang sama (misalnya menghadap matahari pagi/timur atau mengikuti petunjuk guru menggunakan bayangan matahari). Guru menjelaskan cara sederhana menentukan arah timur dari posisi matahari pagi (3 menit).
  • Guru menempelkan atau memegang kartu besar bertuliskan U, T, S, B, TL, TG, BD, BL di posisi yang sesuai dengan arah nyata di lingkungan sekolah, sehingga murid dapat melihat peta arah secara langsung (3 menit).
  • Murid secara berkelompok (3-4 orang) mengamati lingkungan sekitar: bangunan, pohon, gerbang, tiang bendera, kantin, dan lokasi lainnya — lalu mendiskusikan benda/lokasi apa yang ada di masing-masing arah mata angin dari posisi berdiri mereka (5 menit).
  • Guru memberikan contoh pengisian lembar kerja secara langsung: 'Di arah timur kita melihat... yaitu gerbang sekolah. Saya tulis di tabel.' Guru membimbing murid untuk mulai mengisi satu atau dua baris pertama bersama-sama (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara mandiri dalam kelompok mulai mengisi Lembar Kerja Pengamatan: menuliskan nama benda atau lokasi di setiap arah mata angin (minimal 4 arah: U, T, S, B) dan bila mampu melengkapi 4 arah tambahan (TL, TG, BD, BL) (8 menit).
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan umpan balik lisan kepada tiap kelompok — mendorong murid yang ragu untuk kembali melihat posisi kartu arah yang sudah dipasang dan mengonfirmasi pengamatannya (3 menit).
  • Setelah pengisian tabel selesai, setiap kelompok diminta membuat 2 kalimat deskripsi sederhana di bagian bawah lembar kerja, contoh: 'Di sebelah utara terdapat kantin sekolah. Di sebelah timur terdapat gerbang utama.' Kalimat ini melatih kemampuan mengorganisasikan data menjadi informasi (4 menit).
  • Guru meminta satu perwakilan tiap kelompok berdiri dan menyebutkan satu temuan menarik dari hasil pengamatan kelompoknya kepada kelompok lain secara lisan (laporan mini di lapangan) (4 menit).
  • Rombongan kembali masuk ke kelas. Murid menyimpan lembar kerja dan duduk di tempat masing-masing (2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: 'Apakah hasil catatan kalian mirip dengan kelompok lain? Mengapa bisa berbeda atau sama?' — mendorong murid berpikir kritis tentang sudut pandang dan posisi pengamatan yang berbeda (4 menit).
  • Murid mengisi bagian refleksi di bagian bawah lembar kerja (sudah disiapkan) dengan menjawab dua pertanyaan tertulis singkat: (1) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...' dan (2) 'Masih ada yang belum aku mengerti, yaitu...' (3 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif lisan kepada kelas: 'Apakah keterampilan menentukan arah ini berguna dalam kehidupan sehari-hari kalian? Di mana contohnya?' — beberapa murid menjawab secara sukarela (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap proses pengamatan dan pencatatan yang dilakukan murid, menegaskan bahwa mencatat dengan rapi adalah keterampilan ilmuwan sejati (1 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar menentukan arah benda dan lokasi di lingkungan sekolah menggunakan arah mata angin, dan kita sudah mencatatnya dalam tabel pengamatan.' (2 menit).
  • Asesmen akhir: Guru membagikan kartu keluar (exit ticket) berisi 2 soal singkat — (1) gambar denah sederhana halaman sekolah dengan 4 titik lokasi, murid diminta menuliskan nama arah mata anginnya; (2) murid diminta menulis satu benda yang ada di arah utara dari posisi duduknya di kelas. Dikerjakan individual dalam 3 menit (3 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja dan kartu keluar untuk digunakan sebagai bahan asesmen proses dan akhir (1 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati arah di rumah masing-masing dan mencatat 3 benda berdasarkan arahnya — sebagai tugas ringan tidak wajib dikumpulkan, cukup diceritakan pada pertemuan berikutnya (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan tepuk semangat bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum mengenal 8 arah mata angin cukup diminta mengisi 4 arah utama (U, T, S, B). Murid yang sudah lancar didorong mengisi semua 8 arah dan menambahkan deskripsi lokasi yang lebih detail.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan lebih mendapatkan lembar kerja dengan kolom yang sudah diisi sebagian (scaffolding) dan didampingi guru atau teman sebaya saat pengamatan. Murid yang cepat dapat berperan sebagai 'pemandu arah' kelompok dan membantu teman menjelaskan posisi benda.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat melengkapi tabel dengan gambar sederhana di kolom tambahan 'Sketsa Benda'. Murid yang masih dalam tahap berkembang cukup menyelesaikan tabel teks tanpa gambar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar denah sederhana halaman sekolah di awal pembelajaran dan meminta murid menyebutkan secara lisan benda apa yang ada di sebelah kanan, kiri, depan, dan belakang dari posisi gambar.
  • Guru mencatat secara cepat (tally) di daftar kelas: murid yang sudah mengenali konsep arah relatif (kanan/kiri/depan/belakang) dan yang belum — hasilnya dipakai untuk menentukan siapa yang perlu scaffolding selama kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi langsung selama kegiatan pengamatan di lapangan: guru berkeliling menggunakan checklist untuk memantau apakah murid dapat menunjuk dan menyebutkan arah mata angin dengan tepat.
  • Umpan balik lisan kepada tiap kelompok saat pengisian lembar kerja — guru mengoreksi kesalahan arah secara langsung dan mendorong murid untuk memverifikasi jawabannya.
  • Laporan mini lisan perwakilan kelompok dinilai dari ketepatan penggunaan istilah arah mata angin (minimal menyebutkan 2 arah dengan benar).
  • Refleksi tertulis murid di lembar kerja ('satu hal baru' dan 'yang belum dimengerti') digunakan guru untuk memetakan kebutuhan tindak lanjut.

Akhir:

  • Exit ticket individual dikerjakan dalam 3 menit di akhir pembelajaran: (1) menentukan arah mata angin pada 4 titik lokasi di gambar denah sederhana, (2) menuliskan nama satu benda yang ada di arah utara dari posisi duduk di kelas.
  • Lembar Kerja Pengamatan dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level pada aspek ketepatan menentukan arah dan kelengkapan pencatatan hasil pengamatan.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menyebutkan arah benda di halaman sekolah — guru menggunakan checklist sederhana per murid.
  • Pemantauan pengisian Lembar Kerja Pengamatan selama kegiatan di lapangan — guru memberikan umpan balik langsung.
  • Laporan mini lisan perwakilan kelompok di lapangan — guru menilai ketepatan penggunaan istilah arah mata angin.
  • Jawaban refleksi tertulis di lembar kerja bagian akhir sebagai asesmen proses pemahaman diri.

Sumatif:

  • Kartu keluar (exit ticket) individual: menentukan arah pada gambar denah sederhana (4 titik lokasi) dan menyebutkan satu benda di arah utara dari posisi kelas.
  • Lembar Kerja Pengamatan yang sudah diisi lengkap — dinilai menggunakan rubrik 4 level pada 2 aspek: ketepatan menentukan arah dan kelengkapan pencatatan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menentukan Posisi/Arah (TP 3.7.4.1)Murid belum dapat menyebutkan atau menunjukkan arah mata angin dengan tepat, atau mencampuradukkan arah (misal menyebut utara untuk selatan).Murid dapat menyebutkan 1–2 arah mata angin utama (U/T/S/B) dengan tepat, namun masih memerlukan bantuan guru atau teman untuk memastikan arah lainnya.Murid dapat menentukan posisi benda atau lokasi menggunakan 4 arah mata angin utama (U, T, S, B) dengan tepat secara mandiri, meskipun 4 arah antara (TL, TG, BD, BL) masih ada yang kurang tepat.Murid dapat menentukan posisi benda atau lokasi menggunakan semua 8 arah mata angin dengan tepat dan mandiri, serta mampu menjelaskan alasan penentuannya kepada teman.
Kelengkapan dan Kerapian Pencatatan Hasil Pengamatan (TP 3.7.4.2)Lembar kerja kosong atau hanya terisi 1 baris, tulisan tidak dapat dibaca, atau isian tidak berkaitan dengan hasil pengamatan di lingkungan sekolah.Lembar kerja terisi 2–3 baris dengan nama benda/lokasi yang diamati, namun catatan belum lengkap atau urutan tabel kurang rapi.Lembar kerja terisi minimal 4 arah mata angin dengan nama benda/lokasi yang sesuai hasil pengamatan, tulisan cukup rapi dan dapat dibaca dengan jelas.Lembar kerja terisi lengkap (minimal 6–8 arah) dengan nama benda/lokasi yang tepat, tulisan rapi, disertai kalimat deskripsi yang mengorganisasikan hasil pengamatan dengan baik.
Partisipasi dan Kemampuan Komunikasi Lisan dalam KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok, tidak menyampaikan pendapat, dan tidak merespons saat diminta laporan mini.Murid mau berpartisipasi bila diminta langsung oleh guru atau teman, menyampaikan pendapat dengan kata-kata terbatas.Murid aktif berdiskusi dalam kelompok dan mampu menyampaikan hasil pengamatan menggunakan istilah arah mata angin dengan kalimat yang cukup jelas.Murid aktif memimpin diskusi kelompok, menyampaikan hasil pengamatan dengan kalimat yang jelas dan runtut, serta mampu merespons pertanyaan teman dengan penjelasan yang tepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menentukan minimal 4 arah mata angin dengan tepat selama kegiatan di lapangan? Siapa yang memerlukan pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk kegiatan di lapangan dan kembali ke kelas sudah efisien? Bagian mana yang perlu diperpendek atau diperpanjang?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan lagu arah mata angin berhasil membangun antusiasme murid di awal pembelajaran?
  • Bagaimana kualitas pengisian lembar kerja murid — apakah instruksi tabel sudah cukup jelas atau perlu direvisi untuk pertemuan/tahun berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi (scaffolding dan pengayaan) berjalan efektif untuk murid yang beragam kemampuannya?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang arah mata angin adalah...
  • Aku merasa paling mudah saat... dan paling sulit saat... ketika menentukan arah di lingkungan sekolah.
  • Apakah aku sudah mencatat hasil pengamatanku dengan rapi dan lengkap? Apa yang bisa aku lakukan lebih baik lagi?
  • Di mana lagi keterampilan menentukan arah ini bisa aku gunakan dalam kehidupan sehari-hariku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Bab 7 'Jejak Penjelajah', halaman 147–151 (Penulis: Aldilla Kusumawardhani dkk., Kemdikdasmen RI)
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Panduan Khusus Bab VII, halaman 198–210
  3. Kartu arah mata angin (8 kartu besar bertuliskan U, TL, T, TG, S, BD, B, BL) — dibuat guru dari kertas karton, ukuran minimal A5
  4. Lembar Kerja Pengamatan (LKP) — disiapkan guru, berisi tabel 8 arah mata angin dengan kolom nama benda/lokasi, kolom sketsa opsional, dan bagian refleksi tertulis
  5. Exit ticket — kartu kecil berisi gambar denah sederhana halaman sekolah dengan 4 titik lokasi yang harus diberi label arah
  6. Lingkungan sekolah (halaman/lapangan) sebagai sumber belajar kontekstual langsung
  7. Posisi matahari pagi sebagai penunjuk arah alami (alternatif kompas)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.