MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Alat Penunjuk Arah: Kompas dan Alternatifnya INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Alat Penunjuk Arah: Kompas dan Alternatifnya |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan fungsi kompas dan alat penunjuk arah lainnya sebagai alat bantu menentukan arah mata angin.
- Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana menggunakan alat bantu penunjuk arah dengan panduan guru.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kamu tersesat di hutan dan tidak ada sinyal ponsel, bagaimana caramu menemukan arah pulang?
- Apa yang kamu ketahui tentang kompas? Pernahkah kamu melihat atau menggunakannya?
- Selain kompas, kira-kira benda atau cara apa saja yang bisa membantu kita mengetahui arah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid menyanyikan lagu arah mata angin (Utara, Timur, Selatan, Barat) sebagai pengingat materi sebelumnya.
- Guru menampilkan atau membawa sebuah kompas nyata (atau gambar kompas berwarna) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang pernah lihat benda ini? Benda ini dipakai untuk apa?'
- Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan atau menyebutkan secara lisan satu kalimat tentang apa yang mereka tahu tentang kompas. Guru mencatat respon untuk memetakan pemahaman awal.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar cara kerja kompas dan membuat kompas sederhana sendiri!'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid membuka Buku Siswa dan membaca infografik 'Penjelajahanku Akan Segera Dimulai' (halaman terkait alat penunjuk arah) secara senyap selama 3 menit.
- Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara? Apa yang membuatnya bisa begitu?' — murid diajak berpikir tentang magnet bumi.
- Guru menjelaskan secara singkat fungsi kompas: jarum kompas terbuat dari bahan magnetis yang merespons medan magnet bumi sehingga selalu menunjuk arah utara dan selatan. Penjelasan disertai demonstrasi kompas nyata atau video pendek.
- Guru menampilkan gambar atau kartu visual profesi yang menggunakan kompas: penjelajah, nakhoda kapal, pilot, pemadam kebakaran. Murid diminta menyebutkan 'kenapa profesi itu butuh kompas?'
- Guru memperkenalkan alat penunjuk arah alternatif: posisi matahari pagi (timur), bintang utara saat malam, tumbuhan yang tumbuh lebih lebat di sisi tertentu. Guru bertanya: 'Dari ketiga cara ini, mana yang bisa kamu coba hari ini?'
- Murid mengisi bagian 'Ayo, Menyimpulkan' di Buku Siswa: menuliskan definisi kompas dengan kalimat mereka sendiri dan menyebutkan dua alat/cara penunjuk arah lainnya.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan set alat: jarum jahit, magnet batang, mangkuk berisi air, potongan kertas kecil (2×2 cm), dan tisu.
- Guru menjelaskan langkah-langkah penyelidikan membuat kompas sederhana sambil memperagakan: (a) pegang jarum dengan tisu, (b) gosok magnet satu arah pada jarum 30–40 kali, (c) isi mangkuk dengan air setengah, (d) letakkan kertas kecil di permukaan air, (e) letakkan jarum perlahan di atas kertas, (f) tunggu jarum berhenti bergerak.
- Murid melakukan penyelidikan bersama kelompok dengan panduan langkah yang tertulis di lembar kerja. Guru berkeliling mendampingi dan memastikan keamanan (khususnya saat memegang jarum).
- Setelah jarum berhenti, setiap kelompok menggunakan kompas asli atau arah matahari pagi untuk memverifikasi arah yang ditunjuk jarum buatan mereka.
- Murid mencatat hasil penyelidikan pada lembar kerja: (a) arah yang ditunjuk ujung jarum, (b) apakah sesuai kompas asli, (c) apa yang terjadi jika mangkuk digeser.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penyelidikannya kepada kelas dalam 1–2 kalimat: 'Jarum kami menunjuk ke arah... dan hasilnya...'
- Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Mengapa ada kelompok yang hasilnya berbeda? Apa yang mungkin memengaruhi hasilnya?'
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Dari kegiatan membuat kompas tadi, apa satu hal baru yang kamu pelajari dan membuatmu terkejut atau penasaran?'
- Murid mengisi kartu refleksi individu (ukuran kartu pos) dengan tiga isian: (1) Satu hal yang aku pelajari hari ini:..., (2) Satu hal yang masih ingin aku ketahui:..., (3) Menurutku alat penunjuk arah paling berguna adalah... karena...
- Guru memilih 2–3 kartu secara acak dan membacanya kepada kelas untuk memperkaya refleksi bersama.
- Guru menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata: 'Kompas dan alat penunjuk arah membantu banyak orang dalam pekerjaannya. Kalau kalian jadi penjelajah, alat apa yang akan kalian bawa?'
Penutup:- Guru bersama murid merangkum pembelajaran: kompas bekerja karena magnet bumi, ada alternatif penunjuk arah seperti matahari dan bintang.
- Guru memberikan pertanyaan asesmen akhir lisan/tertulis (2 soal singkat): (1) Sebutkan fungsi kompas!, (2) Tuliskan satu alat atau cara lain untuk menentukan arah selain kompas!
- Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas partisipasi dan semangat bereksperimen hari ini.
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya sebagai jembatan: 'Pertemuan depan kita akan belajar cara membuat denah perjalanan menggunakan pengetahuan arah mata angin yang sudah kita pelajari.'
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah memahami konsep dasar dapat membaca teks tambahan tentang cara kerja kompas digital atau GPS. Murid yang masih kesulitan disediakan kartu visual bergambar langkah-langkah penyelidikan dan kartu arah mata angin sederhana sebagai pegangan.
- Proses: Murid cepat dapat memimpin kelompok dan mencatat variabel tambahan (misalnya: apa yang terjadi jika magnet digosok hanya 10 kali). Murid yang membutuhkan dukungan ekstra mendapatkan pendampingan lebih intens dari guru atau teman sebaya (tutor sebaya) selama penyelidikan.
- Produk: Murid cepat diminta menggambar dan memberi label 8 arah mata angin pada kompas buatan mereka serta menuliskan deskripsi singkat cara kerjanya. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi lembar kerja dengan mengisi kolom 'arah yang ditunjuk jarum' dan mencentang apakah hasilnya sesuai kompas asli.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menyebutkan atau menuliskan satu kalimat tentang apa yang mereka tahu tentang kompas sebelum pembelajaran dimulai.
- Guru mencatat respon murid secara cepat (menunjuk 3–5 anak) untuk memetakan pengetahuan awal: ada yang sudah tahu, ada yang belum, ada yang punya miskonsepsi.
Proses:- Selama tahap Memahami: guru mengamati ketepatan jawaban murid saat mengisi bagian 'Ayo, Menyimpulkan' di Buku Siswa.
- Selama tahap Mengaplikasi: guru menggunakan lembar observasi kelompok untuk menilai keterlibatan, ketelitian langkah penyelidikan, dan akurasi pencatatan data.
- Pertanyaan lisan pancingan selama kegiatan: 'Kenapa jarum perlu digosok searah saja? Apa yang terjadi kalau kita gosok bolak-balik?'
Akhir:- Pertanyaan tertulis 2 butir di akhir pembelajaran: (1) Jelaskan fungsi kompas dengan kalimatmu sendiri! (2) Sebutkan satu cara lain mengetahui arah selain menggunakan kompas!
- Kartu refleksi individu (3 isian) dikumpulkan sebagai bukti pemahaman dan kemampuan menghubungkan pembelajaran dengan konteks nyata.
Formatif:- Observasi partisipasi murid selama diskusi kelas tentang fungsi kompas dan alat penunjuk arah alternatif.
- Penilaian lembar kerja penyelidikan kelompok: kelengkapan catatan langkah, hasil pengamatan, dan kesimpulan.
- Presentasi singkat perwakilan kelompok dinilai menggunakan lembar observasi komunikasi dan pemahaman konsep.
Sumatif:- Dua pertanyaan asesmen akhir tertulis/lisan: (1) menjelaskan fungsi kompas, (2) menyebutkan satu alat atau cara alternatif penunjuk arah.
- Kartu refleksi individu dinilai untuk melihat ketercapaian pemahaman dan kemampuan menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan fungsi kompas dan alat penunjuk arah alternatif (TP 3.7.3.1) | Murid tidak dapat menyebutkan fungsi kompas atau menyebutkan jawaban yang tidak relevan. | Murid dapat menyebutkan fungsi kompas secara singkat (misalnya: 'untuk mengetahui arah') tetapi belum dapat menjelaskan cara kerjanya atau menyebutkan alternatif lain. | Murid dapat menjelaskan fungsi kompas dengan benar dan menyebutkan minimal satu alat atau cara penunjuk arah alternatif. | Murid dapat menjelaskan fungsi kompas, menjelaskan cara kerjanya (menggunakan konsep magnet bumi), dan menyebutkan lebih dari satu alat/cara penunjuk arah alternatif beserta kegunaannya. | | Melakukan penyelidikan sederhana membuat kompas (TP 3.7.3.2) | Murid tidak mengikuti langkah penyelidikan meskipun sudah diberi panduan, atau tidak mencatat hasil pengamatan sama sekali. | Murid mengikuti sebagian langkah penyelidikan dengan bimbingan intensif guru dan mencatat hasil meskipun tidak lengkap. | Murid mengikuti seluruh langkah penyelidikan dengan panduan lembar kerja, mencatat hasil pengamatan dengan lengkap, dan dapat menyimpulkan arah yang ditunjuk jarum. | Murid mengikuti seluruh langkah penyelidikan secara mandiri dan tertib, mencatat hasil secara lengkap dan akurat, membandingkan hasilnya dengan kompas asli, serta dapat menjelaskan alasan perbedaan atau kesesuaian hasilnya. | | Kolaborasi dalam kelompok | Murid tidak terlibat aktif dalam kegiatan kelompok atau mengganggu jalannya penyelidikan. | Murid ikut serta dalam kegiatan kelompok namun partisipasinya masih sangat terbatas dan perlu dorongan dari guru. | Murid aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, berbagi tugas, dan menghargai pendapat teman. | Murid aktif berpartisipasi, menginisiasi pembagian tugas, membantu teman yang kesulitan, dan berkontribusi pada kesimpulan kelompok. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami fungsi kompas dan cara kerjanya pada akhir pertemuan ini? Mana yang masih perlu diperkuat?
- Apakah kegiatan penyelidikan membuat kompas sederhana berjalan aman, tertib, dan sesuai waktu yang dialokasikan?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini sudah menjangkau murid dengan kemampuan berbeda?
- Pertanyaan pemantik mana yang paling memicu antusiasme murid? Bagaimana aku bisa mengembangkannya di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang kompas atau alat penunjuk arah adalah ...
- Bagian kegiatan yang paling aku sukai hari ini adalah ... karena ...
- Satu hal yang masih ingin aku ketahui lebih lanjut tentang alat penunjuk arah adalah ...
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Aldilla Kusumawardhani, Kristianti Fatimah, Nur Ilmi Setianingsih (Kemendikdasmen) — halaman terkait Bab 7 'Jejak Penjelajah'
- Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Panduan Khusus Bab VII
- Kompas nyata (1 buah untuk demonstrasi guru)
- Alat dan bahan membuat kompas sederhana per kelompok: jarum jahit, magnet batang, mangkuk plastik, air bersih, potongan kertas kecil (2×2 cm), tisu atau kain lap kering
- Kartu visual bergambar 8 arah mata angin (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan)
- Lembar kerja penyelidikan kelompok (disiapkan guru)
- Kartu refleksi individu ukuran kartu pos (disiapkan guru)
- Video pendek cara kerja kompas (opsional, bila tersedia proyektor dan koneksi internet)
|