MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 7 — Jejak Penjelajah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Jejak Penjelajah |
|---|
| Alokasi Waktu | 21 JP (21 x 35 menit = 735 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.7.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
- TP 3.7.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
- TP 3.7.3 Melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana
- TP 3.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara kita menemukan letak kabupaten atau kota tempat tinggal kita pada lembaran peta kertas?
- Tanda atau petunjuk apa saja yang ada pada peta cetak untuk membantu kita mengenali batas wilayah daerah kita?
- Di manakah posisi provinsi tempat tinggal kita jika dilihat pada peta cetak Indonesia?
- Pulau atau perairan apa saja yang membatasi provinsi tempat kita berada?
- Apa perbedaan tampilan peta yang dicetak di kertas dengan peta yang ada di layar gawai atau komputer?
- Bagaimana cara kita menemukan letak kabupaten atau kota tempat tinggal kita pada aplikasi peta digital?
- Bagaimana tampilan wilayah provinsi kita jika diperkecil atau diperbesar pada layar peta digital?
- Bagaimana cara menemukan batas wilayah provinsi tempat tinggal kita dengan menggunakan aplikasi peta digital?
- Bagaimana cara kita mengetahui panjang suatu jalur jika kita tidak membawa penggaris?
- Apakah jumlah langkah kaki kita saat berjalan biasa dapat digunakan untuk mengukur jarak jalur penjelajahan?
- Bagaimana cara kita mengetahui panjang lintasan jalan yang kita lewati secara lebih pasti?
- Di mana angka awal yang harus diletakkan pada ujung lintasan saat kita menggunakan meteran pita?
- Bagaimana cara kita menuliskan hasil penjelajahan rute agar teman lain dapat membacanya dengan jelas?
- Informasi apa saja yang wajib kita tuliskan dalam laporan hasil penyelidikan jalur penjelajah?
- Bagaimana caramu menceritakan kepada teman tentang rute perjalanan yang sudah kamu selidiki di sekolah?
- Informasi penting apa saja yang harus kamu sebutkan agar temanmu memahami hasil penyelidikan rute penjelajahanmu?
- Bagaimana cara kita membuktikan bahwa letak kabupaten/kota dan provinsi kita sudah tepat di peta cetak maupun digital?
- Bagaimana kita menunjukkan hasil pengukuran rute penjelajahan sekolah kepada teman-teman dengan jelas secara tertulis dan lisan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengenali Letak Kabupaten/Kota Tempat Tinggal Menggunakan Peta Konvensional — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal menggunakan peta konvensional (kertas) cetak (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar peta lembaran cetak Pulau Jawa sederhana dan mengajukan 2 pertanyaan identifikasi: (1) 'Apa sebutan untuk lembaran kertas bergambar wilayah ini?' (acuan: peta/peta konvensional/denah wilayah); (2) 'Siapa yang bisa menunjuk simbol batas wilayah atau tulisan nama daerah tempat tinggal kita?' (acuan: menunjuk area nama kabupaten/kota tempat sekolah berada) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membentangkan peta konvensional ukuran besar (peta cetak provinsi/pulau setempat) di depan kelas dan membagikan peta konvensional cetak ukuran A4 kepada setiap kelompok/meja (10 menit).
- Murid mengamati komponen dasar pada peta konvensional: judul peta, mata angin/penunjuk arah, legenda simbol wilayah, dan garis batas kabupaten/kota dengan panduan guru (15 menit).
- Guru mendemonstrasikan cara melacak dan menunjuk letak kabupaten/kota tempat tinggal berdasarkan garis batas administratif dan tulisan nama daerah pada peta konvensional (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Jejak Peta': murid saling menunjuk dan menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal serta 3 kabupaten/kota yang berbatasan langsung pada lembar peta konvensional masing-masing menggunakan stiker penanda warna-warni (8 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Identifikasi Peta Konvensional yang memuat 4 butir tugas: (1) Memberi tanda centang letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta cetak; (2) Menyebutkan nama kabupaten/kota di sebelah utara tempat tinggal; (3) Menyebutkan nama kabupaten/kota di sebelah selatan tempat tinggal; (4) Menandai garis batas luar kabupaten/kota tempat tinggal dengan pensil warna (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan hasil penandaan letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional dan memeriksa ketepatan garis batas wilayah (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dalam mengenali letak kabupaten/kota pada peta konvensional dan memfasilitasi murid menyimpulkan cara mudah menemukan wilayah tempat tinggal (8 menit).
Penutup:- Guru memandu murid melakukan refleksi singkat mengenai pengalaman belajar membaca letak wilayah menggunakan peta konvensional kertas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketercapaian pengenalan letak kabupaten/kota hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan pengenalan letak provinsi tempat tinggal pada peta konvensional (4 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta konvensional dengan kontras warna batas wilayah yang lebih tegas bagi murid yang memerlukan dukungan visual, serta peta konvensional berbidang lebih luas bagi murid yang cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah dan pendampingan menunjuk letak daerah bagi murid yang memerlukan bimbingan, sedangkan murid yang cepat mandiri diminta melacak batas-batas wilayah tetangga.
- Produk: Bagi murid yang memerlukan bantuan cukup menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal; bagi murid mahir menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal beserta batas-batas wilayah sekitarnya secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan peta konvensional cetak: (1) Menyebutkan nama media kertas bergambar wilayah (acuan jawaban: peta atau peta konvensional); (2) Menunjuk letak atau nama kabupaten/kota tempat tinggal pada lembar peta cetak yang ditunjukkan guru (acuan jawaban: tepat menunjuk area kabupaten/kota sekolah/tempat tinggal berada).
Proses:- Observasi formatif saat aktivitas 'Detektif Jejak Peta' dan pengerjaan lembar kerja: guru memeriksa ketepatan murid menunjuk letak kabupaten/kota tempat tinggal dan garis batas wilayahnya pada peta konvensional kertas.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil Lembar Kerja Identifikasi Peta Konvensional dengan 4 butir acuan ketepatan: (1) Murid tepat menandai area kabupaten/kota tempat tinggal; (2) Murid tepat menyebutkan/menuliskan nama kabupaten/kota tetangga sisi utara sesuai peta; (3) Murid tepat menyebutkan/menuliskan nama kabupaten/kota tetangga sisi selatan sesuai peta; (4) Murid tepat menebalkan garis batas kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional.
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja murid saat menunjuk letak kabupaten/kota pada peta konvensional cetak
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta cetak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional | Belum mampu menunjuk maupun menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menunjuk letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta konvensional dengan bantuan arahan dan petunjuk guru. | Mampu mengenali dan menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal serta batas wilayahnya pada peta konvensional secara tepat dan mandiri. | Mampu mengenali dan menandai letak kabupaten/kota tempat tinggal, garis batas wilayah, serta daerah-daerah yang berbatasan di sekitarnya pada peta konvensional secara tepat, konsisten, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media peta konvensional cetak sudah membantu seluruh murid mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggalnya?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi peta konvensional yang paling menantang bagi murid dan bagaimana perbaikan pendampingannya?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah saat mencari letak kabupaten/kota tempat tinggalku pada peta kertas?
- Petunjuk apa pada peta konvensional yang paling membantuku menemukan letak daerahku?
Pertemuan 2 — Mengenali Letak Provinsi Tempat Tinggal Menggunakan Peta Konvensional — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran pertemuan sebelumnya tentang kabupaten/kota dan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai keberadaan provinsi tempat tinggal di dalam wilayah Indonesia yang lebih luas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar hari ini, yaitu mengenali letak provinsi tempat tinggal dan batas-batasnya pada peta konvensional cetak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan menunjukkan gambar peta Pulau Jawa cetak lalu meminta murid menunjuk nama provinsi tempat tinggalnya di antara pilihan wilayah yang ditunjuk guru (acuan: Provinsi Jawa Barat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peta dinding konvensional (peta cetak wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang dipasang di depan kelas untuk mencermati letak provinsi tempat tinggal (Provinsi Jawa Barat) dan pulau tempat provinsi tersebut berada (Pulau Jawa) (15 menit).
- Guru memandu murid mengenali batas-batas geografis di sekeliling provinsi tempat tinggal pada peta cetak menggunakan petunjuk arah mata angin: sebelah utara (Laut Jawa), selatan (Samudra Hindia), barat (Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten), serta timur (Provinsi Jawa Tengah) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi menjadi kelompok kecil beranggotakan 4 orang dan menerima lembar peta konvensional cetak Pulau Jawa beserta 4 stiker penanda batas (15 menit).
- Murid bermain tantangan kelompok 'Detektif Batas Provinsi' dengan menempelkan 4 stiker penanda batas pada peta cetak sesuai posisi yang tepat: (1) stiker bertuliskan 'Laut Jawa' di sisi utara Provinsi Jawa Barat, (2) stiker 'Samudra Hindia' di sisi selatan, (3) stiker 'Provinsi DKI Jakarta & Banten' di sisi barat, dan (4) stiker 'Provinsi Jawa Tengah' di sisi timur (acuan: tepat menempelkan 4 stiker pada sisi mata angin yang bersesuaian) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa ketepatan penempelan stiker penanda letak dan batas provinsi pada peta konvensional masing-masing dengan mencocokkan pada peta kunci di papan tulis (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan cara mengenali posisi suatu provinsi pada peta konvensional dengan melihat garis batas wilayah dan wilayah tetangga di sekitarnya (5 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa lembar cek pemahaman menentukan letak provinsi dan mencocokkan 4 batas wilayah pada peta cetak berlabel (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid serta menginformasikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya tentang peta digital (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta cetak dengan garis batas provinsi yang dipertebal dengan warna kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung berupa penunjuk arah kompas pada peta kelompok bagi murid yang masih ragu membedakan batas utara, selatan, barat, dan timur.
- Produk: Bagi murid yang telah mahir, diberikan tugas tambahan mengenali 2 pulau atau perairan terdekat lain yang mengelilingi Pulau Jawa pada peta konvensional yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan dan tunjuk peta: Guru menunjukkan peta cetak Pulau Jawa dan meminta murid menunjuk letak Provinsi Jawa Barat (acuan: murid tepat menunjuk area Provinsi Jawa Barat, bukan Provinsi Banten atau Jawa Tengah).
Proses:- Observasi keterlibatan kelompok dalam menempelkan 4 stiker batas wilayah Provinsi Jawa Barat pada peta konvensional: (1) Laut Jawa di utara, (2) Samudra Hindia di selatan, (3) DKI Jakarta dan Banten di barat, (4) Jawa Tengah di timur (acuan: keempat stiker diletakkan tepat pada posisinya).
Akhir Pertemuan:- Lembar cek pemahaman berpasangan pada peta konvensional rumpang: Murid menghubungkan 4 nama wilayah batas dengan garis panah ke posisi yang tepat di sekitar Provinsi Jawa Barat: (1) Laut Jawa -> arah utara, (2) Samudra Hindia -> arah selatan, (3) Banten -> arah barat, (4) Jawa Tengah -> arah timur (acuan: seluruh 4 pasangan garis panah tepat sesuai letak geografisnya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penempelan stiker letak dan batas wilayah provinsi pada peta konvensional dalam tantangan Detektif Batas Provinsi
- Lembar cek pemahaman tertulis mengenali letak dan batas wilayah provinsi pada peta cetak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Letak dan Batas Provinsi pada Peta Konvensional | Belum mampu mengenali letak provinsi tempat tinggal dan belum tepat menempatkan 4 penanda batas wilayah pada peta konvensional. | Mampu mengenali letak provinsi tempat tinggal, namun hanya tepat menempatkan 1-2 penanda batas wilayah pada peta konvensional dengan bimbingan guru. | Mampu mengenali letak provinsi tempat tinggal dan tepat menempatkan 3-4 penanda batas wilayah (utara: Laut Jawa, selatan: Samudra Hindia, barat: DKI Jakarta/Banten, timur: Jawa Tengah) pada peta konvensional secara mandiri. | Mampu mengenali letak provinsi tempat tinggal, tepat menempatkan seluruh 4 penanda batas wilayah pada peta konvensional secara cepat dan mandiri, serta mampu mengenali letak provinsi tetangga lainnya pada peta tersebut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan peta konvensional cetak ukuran besar membantu murid mengenali bentuk dan letak provinsi tempat tinggalnya secara jelas?
- Bagian mana dari aktivitas kelompok yang memerlukan bimbingan lebih intensif dalam membaca arah mata angin pada peta?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan letak provinsi tempat tinggal kita pada peta cetak?
- Batas wilayah sebelah mana yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali pada peta?
Pertemuan 3 — Mengenali Letak Kabupaten/Kota Tempat Tinggal Menggunakan Peta Digital — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan layar peta digital proyektor dan menanyakan 2 fungsi fitur dasar: (1) tombol tanda tambah (+) untuk memperbesar tampilan/zoom in, dan (2) kolom pencarian bertanda kaca pembesar untuk mengetikkan nama lokasi (acuan: tombol + untuk zoom in/memperbesar, ikon kaca pembesar untuk mencari tempat) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal menggunakan peta digital serta mengaitkannya dengan pengalaman melihat gawai orang tua (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru di layar proyektor mengenai tampilan peta digital (Google Maps/OpenStreetMap), mengenal fitur kolom pencarian (search bar), tombol perbesar/perkecil tampilan (zoom in/out), dan simbol pin penanda lokasi merah (15 menit).
- Murid secara bergantian atau bersama kelompok perangkat mengamati 3 unsur visual pada peta digital: batas garis putus-putus wilayah kabupaten/kota, label nama kabupaten/kota, serta posisi relatif wilayahnya terhadap wilayah kabupaten/kota tetangga (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Pin Digital', di mana murid mengetikkan nama kabupaten/kota tempat tinggal pada kolom pencarian peta digital dan berlomba menempatkan pin lokasi secara tepat di dalam batas wilayah administratif (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Penjelajah Digital untuk menandai letak kabupaten/kota tempat tinggalnya pada tampilan peta digital dengan mencocokkan 4 butir informasi: (1) nama kabupaten/kota yang dicari, (2) letak tombol pencarian pada aplikasi, (3) batas wilayah kabupaten/kota yang ditandai garis tebal/merah, dan (4) nama 1 kabupaten/kota yang berbatasan langsung di sebelah utara/selatan/barat/timurnya (acuan: LK terisi lengkap sesuai letak geografis kabupaten/kota sekolah masing-masing) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penandaan letak kabupaten/kota pada perangkat masing-masing dan mencocokkan apakah posisi batas wilayah serta nama kabupaten/kota yang mereka temukan sudah sesuai dengan tampilan layar panduan guru (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengenali letak kabupaten/kota pada peta digital menggunakan fitur pencarian dan pembesaran skala (10 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut singkat untuk pertemuan berikutnya (mengenali letak provinsi menggunakan peta digital) dan menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan panduan visual langkah per langkah (kartu panduan bergambar ikon pencarian dan tombol zoom). Murid yang mahir diberikan tantangan mengeksplorasi fitur lapisan satelit pada peta digital.
- Proses: Murid yang masih kesulitan mengetik atau menggeser peta didampingi secara langsung (scaffolding terbimbing), sedangkan murid yang sudah lancar bekerja secara mandiri dalam pasangan.
- Produk: Semua murid menunjukkan letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta digital dan mencatat 4 butir informasi pada lembar kerja; murid yang mahir menambahkan nama 2 wilayah tetangga yang berbatasan langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal kegiatan: Guru menunjukkan dua ikon pada tampilan peta digital di proyektor, lalu meminta murid menyebutkan fungsinya. Butir 1: Ikon kaca pembesar (acuan benar: untuk mencari/mengetik nama tempat). Butir 2: Simbol tanda tambah (+) (acuan benar: untuk memperbesar tampilan peta/zoom in).
Proses:- Pengamatan langsung saat aktivitas 'Detektif Pin Digital': Memeriksa kemampuan murid mengetikkan kata kunci nama kabupaten/kota pada search bar, menggeser tampilan (pan), dan mengidentifikasi batas garis wilayah kabupaten/kota tempat tinggalnya pada aplikasi peta digital.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan Lembar Kerja Penjelajah Digital berisi 4 butir: (1) Ketepatan menulis nama kabupaten/kota tempat tinggal pada kolom pencarian peta digital, (2) Ketepatan menunjukkan ikon penanda lokasi (pin merah) di layar, (3) Ketepatan mengidentifikasi garis batas wilayah kabupaten/kota tempat tinggal, (4) Ketepatan menyebutkan 1 nama kabupaten/kota tetangga yang berbatasan langsung sesuai tampilan peta digital (acuan: LK terisi lengkap dengan 4 butir tepat sesuai wilayah satuan pendidikan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pencarian letak kabupaten/kota pada peta digital
- Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan Lembar Kerja Penjelajah Digital (4 butir isian)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Letak Kabupaten/Kota Tempat Tinggal pada Peta Digital | Belum mampu menemukan letak kabupaten/kota tempat tinggal pada peta digital meski telah dibimbing menggunakan fitur pencarian. | Mampu menemukan lokasi kabupaten/kota pada peta digital menggunakan fitur pencarian, namun belum tepat mengenali batas garis wilayahnya. | Mampu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal beserta batas wilayahnya pada peta digital secara tepat sesuai panduan LK (memenuhi 4 butir acuan). | Mampu mengenali letak kabupaten/kota tempat tinggal beserta batas wilayahnya secara mandiri dan cepat serta mampu menunjukkan posisi wilayah tetangga di sekitarnya pada peta digital. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi seluruh murid untuk mencoba fitur pencarian peta digital?
- Bagaimana kesiapan perangkat dan koneksi internet selama murid melakukan eksplorasi letak kabupaten/kota?
- Apakah ada murid yang memerlukan bantuan khusus dalam mengoperasikan pembesaran (zoom) peta digital?
Murid:- Bagian mana dari aplikasi peta digital yang paling mudah atau paling sulit kamu gunakan?
- Apakah kamu sekarang bisa menemukan kabupaten/kota tempat tinggalmu di layar komputer atau ponsel?
Pertemuan 4 — Mengenali Letak Provinsi Tempat Tinggal Menggunakan Peta Digital — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenali letak provinsi tempat tinggal serta batas-batas wilayahnya menggunakan aplikasi peta digital (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dengan meminta murid menunjukkan tombol pembesar (zoom in/out) serta menyebutkan nama provinsi tempat tinggal mereka pada tampilan layar peta digital di depan kelas (acuan: tombol zoom bertanda '+' dan '-'; nama provinsi tempat tinggal sesuai provinsi sekolah, misalnya Provinsi Jawa Barat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru melalui layar proyeksi tentang cara melakukan zoom out dari level kabupaten/kota ke level provinsi pada peta digital, serta cara mengidentifikasi garis batas wilayah provinsi (7 menit).
- Murid secara bergantian mengamati fitur pencarian wilayah provinsi pada peta digital dan memperhatikan letak ibu kota provinsi serta pulau/daerah di sekitarnya (8 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Dalam aktivitas tantangan 'Detektif Provinsi Digital', murid secara berpasangan menggunakan perangkat gawai/laptop kelas untuk mengetikkan nama provinsi tempat tinggal pada kolom pencarian peta digital (Google Maps/OpenStreetMap) (10 menit).
- Murid mengenali dan mencatat 4 batas wilayah provinsi tempat tinggal (sebelah utara, selatan, barat, dan timur) berdasarkan garis batas dan nama wilayah/perairan tetangga yang tampak pada peta digital pada lembar kerja yang memuat 4 butir batas wilayah (contoh simulasi acuan untuk Jawa Barat: Utara = Laut Jawa; Selatan = Samudra Hindia; Barat = Provinsi Banten/DKI Jakarta; Timur = Provinsi Jawa Tengah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan letak provinsi dan batas-batas wilayah yang telah mereka tandai pada peta digital dengan membandingkan tampilan peta digital bersama konfirmasi guru (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara mengenali letak provinsi dan batas wilayahnya dengan memanfaatkan fitur pembesaran (zoom) dan kotak pencarian pada peta digital (6 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar hari ini dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kata kunci spesifik dan panduan visual tombol zoom pada peta digital, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan tampilan peta mode satelit untuk mengenali kenampakan fisik batas wilayah provinsi.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam menggeser kursor dan membaca label batas wilayah, sedangkan murid mahir bekerja secara mandiri menavigasi seluruh batas provinsi.
- Produk: Semua murid mengisi lembar pengamatan yang sama untuk menunjukkan pengenalan 4 batas letak provinsi tempat tinggal pada peta digital.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik navigasi dasar peta digital di awal pembelajaran: 'Tunjukkan tombol untuk memperluas pandangan peta (zoom out) dan sebutkan nama provinsi tempat tinggal kita!' (acuan jawaban: menunjuk ikon '-' untuk zoom out dan menyebutkan nama provinsi tempat tinggal sekolah, misal 'Provinsi Jawa Barat').
Proses:- Observasi saat murid melakukan pencarian provinsi pada peta digital dan mengisi lembar kerja 4 batas wilayah provinsi: (1) Batas Utara, (2) Batas Selatan, (3) Batas Barat, (4) Batas Timur (acuan jawaban simulasi Jawa Barat: Utara = Laut Jawa; Selatan = Samudra Hindia; Barat = Banten/DKI Jakarta; Timur = Jawa Tengah. Guru menyesuaikan dengan provinsi sekolah masing-masing).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid diminta menunjukkan secara langsung pada layar posisi provinsi tempat tinggalnya di antara provinsi/wilayah tetangga pada peta digital (kriteria penerimaan: murid tepat menunjuk area provinsi tempat tinggalnya di dalam garis batas pada peta digital).
Formatif:- Observasi unjuk kerja navigasi peta digital dan pemeriksaan ketepatan lembar pengamatan letak provinsi beserta 4 batas wilayahnya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali Letak Provinsi pada Peta Digital | Belum mampu menemukan posisi provinsi tempat tinggal pada peta digital dan belum dapat menunjukkan batas wilayahnya meskipun telah dibimbing. | Mampu menemukan posisi provinsi tempat tinggal pada peta digital, tetapi hanya mengenali 1-2 batas wilayah (utara, selatan, barat, atau timur) secara tepat sesuai tampilan peta. | Mampu menemukan posisi provinsi tempat tinggal pada peta digital dan mengenali 3 batas wilayah (utara, selatan, barat, dan timur) secara tepat sesuai tampilan peta. | Mampu menemukan posisi provinsi tempat tinggal pada peta digital serta mengenali seluruh 4 batas wilayah (utara, selatan, barat, dan timur) secara tepat dan mandiri sesuai tampilan peta digital. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengoperasikan fitur zoom out dan pencarian pada peta digital untuk melihat wilayah setingkat provinsi?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi batas provinsi pada peta digital yang paling membutuhkan pendampingan guru?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang posisi provinsi tempat tinggalmu setelah melihatnya di peta digital?
- Apakah kamu merasa mudah menemukan batas wilayah provinsimu menggunakan peta digital?
Pertemuan 5 — Melakukan Observasi Pengukuran Jarak Jalur dengan Alat Bantu Langkah Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.3 Melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal singkat: meminta murid memperagakan cara melangkahkan kaki secara konstan dan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai cara mengukur jarak jalur di kelas (acuan jawaban: melangkah dengan panjang langkah wajar/biasa secara berulang dari titik awal sampai titik akhir jalur) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan observasi pengukuran jarak 3 jalur lintasan di area kelas/teras menggunakan alat bantu langkah kaki sederhana (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang teknik observasi pengukuran jarak menggunakan alat bantu langkah biasa: menetapkan titik awal, melangkah dengan rentang langkah wajar yang teratur tanpa melompat/berjinjit, menghitung setiap sentuhan kaki secara runtut (1, 2, 3...), dan berhenti tepat di garis batas akhir (acuan cara: tumit kaki depan menyentuh lantai dihitung 1 langkah, langkah wajar tidak dipanjangkan atau diperpendek secara sengaja) (8 menit).
- Murid berpasangan melakukan latihan percobaan singkat mengukur jarak 1 jalur contoh (Jalur Uji: dari meja guru ke pintu kelas) dengan menghitung langkah masing-masing untuk memastikan teknik hitungan langkah dilakukan secara konsisten (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dalam kelompok kecil (beranggotakan 2-3 orang) menerima Lembar Kerja Observasi Jalur yang memuat 3 target jalur observasi terukur: Jalur A (Pintu kelas ke Papan Tulis), Jalur B (Papan Tulis ke Rak Buku sudut belakang), dan Jalur C (Rak Buku sudut belakang ke Meja Guru) (5 menit).
- Murid melakukan observasi pengukuran jarak secara nyata dengan berjalan menyusuri ketiga jalur target menggunakan alat bantu langkah kaki sederhana secara bergiliran, lalu mencatat jumlah hitungan langkah masing-masing pengamat pada tabel lembar observasi untuk Jalur A, Jalur B, dan Jalur C (acuan pengisian: setiap jalur wajib terisi data angka hitungan langkah yang diperoleh dari hasil pengukuran langsung tanpa mengarang angka) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil hitungan langkah antar-anggota kelompok pada ketiga jalur dan mencermati kesesuaian antara panjang jalur fisik dengan banyaknya langkah yang dihasilkan (acuan refleksi: jalur yang secara fisik lebih panjang menghasilkan jumlah hitungan langkah yang lebih banyak; perbedaan jumlah langkah antarmurid terjadi karena ukuran langkah kaki tiap anak berbeda) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa langkah kaki dapat menjadi alat bantu pengukuran sederhana untuk mengamati jarak suatu lintasan jalur penjelajahan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketertiban proses observasi pengukuran dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Jalur observasi ditandai dengan garis lakban warna-warni yang jelas (Jalur A warna merah, Jalur B warna kuning, Jalur C warna biru) untuk memudahkan identifikasi lintasan fisik bagi seluruh murid.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu menjaga kestabilan panjang langkah, guru memberikan panduan pendampingan berhitung bersama langkah demi langkah; bagi murid yang sudah terampil dan konsisten, mereka melakukan observasi pengulangan (2 kali pengukuran) pada tiap jalur untuk menguji konsistensi hasil hitungan langkahnya secara mandiri.
- Produk: Format pencatatan tabel hasil observasi hitungan langkah disediakan dalam bentuk turus/angka sederhana sesuai tingkat kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik peragaan: Guru meminta murid berdiri dan menunjukkan bagaimana cara berjalan untuk mengukur jarak lantai dari meja ke pintu. Acuan jawaban benar: Murid memperagakan langkah kaki dengan rentang biasa/wajar yang konsisten (tidak melompat atau menjinjit) dan mulai berhitung 'satu' tepat saat langkah pertama mendarat.
Proses:- Penilaian unjuk kerja observasi saat murid melakukan pengukuran pada 3 jalur: (1) Jalur A (Pintu ke Papan Tulis), (2) Jalur B (Papan Tulis ke Rak Buku), (3) Jalur C (Rak Buku ke Meja Guru). Kriteria pengamatan: konsistensi langkah kaki (tidak berubah ritme/lebar langkah drastis), ketepatan menentukan titik awal dan akhir, serta pencatatan angka hasil langkah pada lembar observasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman/refleksi akhir: Menjawab 2 pertanyaan cek pemahaman pada lembar observasi: (1) Manakah jalur yang memerlukan langkah kaki paling banyak? (Acuan: Jalur yang lintasannya paling panjang di kelas, misal Jalur B); (2) Mengapa jumlah langkahmu bisa berbeda dengan temanmu? (Acuan: Karena panjang langkah kaki setiap anak berbeda-beda).
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik pengukuran jarak 3 jalur menggunakan teknik langkah kaki sederhana
- Pemeriksaan kelengkapan dan konsistensi data hasil observasi pada lembar kerja murid
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Teknik Melakukan Observasi Pengukuran dengan Langkah Kaki Sederhana | Belum mampu menerapkan teknik langkah kaki sederhana secara konstan (langkah melompat-lompat atau panjang langkah berubah drastis) dan belum tepat menentukan titik awal/akhir lintasan. | Mampu menerapkan teknik langkah kaki sederhana secara konstan pada 1 dari 3 jalur target dengan bimbingan dan arahan penuh dari guru. | Mampu menerapkan teknik langkah kaki sederhana dengan rentang langkah wajar dan konstan dari titik awal hingga akhir pada ketiga jalur target (Jalur A, B, dan C) dengan sedikit arahan. | Mampu menerapkan teknik langkah kaki sederhana secara mandiri, runtut, dan konsisten dari titik awal hingga titik akhir pada seluruh jalur target (Jalur A, B, dan C) serta melakukan pengukuran ulang untuk memastikan ketepatan data. | | Pencatatan Hasil Observasi Pengukuran Jalur | Belum mencatat data hasil hitungan langkah pada lembar kerja atau data tidak sesuai dengan jalur yang diobservasi. | Mencatat hasil hitungan langkah hanya untuk 1 jalur target pada lembar kerja secara tepat. | Mencatat hasil hitungan langkah secara lengkap dan sesuai hasil observasi untuk ketiga jalur target (Jalur A, B, dan C). | Mencatat seluruh data hasil hitungan langkah untuk ketiga jalur target (Jalur A, B, dan C) secara lengkap, rapi, dan mencatat perbandingan data antarpengamat dalam kelompok secara teliti. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit cukup bagi seluruh kelompok untuk menyelesaikan observasi pengukuran pada 3 jalur lintasan?
- Apakah ada murid yang mengalami kesulitan mempertahankan konsistensi panjang langkah saat melakukan pengukuran?
- Bagaimana keterlibatan setiap anggota kelompok dalam mengamati dan mencatat hasil pengukuran secara bergantian?
Murid:- Apakah kamu merasa kesulitan saat menjaga panjang langkah kakimu agar tetap sama dari titik awal ke titik akhir?
- Apa yang kamu ketahui tentang jarak suatu tempat setelah menghitung jumlah langkah kakimu?
Pertemuan 6 — Melakukan Observasi Pengukuran Panjang Lintasan Menggunakan Meteran Pita Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.3 Melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan meteran pita dan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Angka berapa yang harus menempel persis di titik awal lintasan?' (acuan: angka 0 cm); (2) 'Satuan ukuran apa yang tertera pada pita ini?' (acuan: sentimeter / cm atau meter / m) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan observasi pengukuran panjang lintasan jalur penjelajahan di kelas/koridor menggunakan alat bantu meteran pita sederhana (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang teknik merentangkan meteran pita secara lurus dan membaca skala angka tepat di titik akhir lintasan tanpa melipat pita (5 menit).
- Murid mengamati 3 gambar peragaan pengukuran yang ditunjukkan guru: Gambar A (angka 0 cm tepat di ujung awal), Gambar B (angka 10 cm diletakkan di awal), Gambar C (pita kendur dan bergelombang), lalu murid menentukan cara yang benar (acuan: Gambar A karena titik awal dimulai dari angka 0 dan pita dibentangkan lurus kencang) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membentuk pasangan kerja untuk melakukan tantangan menggembirakan 'Misi Detektif Ukur Lintasan' dengan alat meteran pita sederhana (5 menit).
- Setiap pasangan melakukan observasi dan praktik langsung mengukur 3 lintasan terpandu yang telah ditandai selotip warna: Lintasan 1 (meja guru ke pintu kelas), Lintasan 2 (pintu kelas ke tiang koridor), Lintasan 3 (sisi papan tulis ke sudut baca) (15 menit).
- Murid membaca angka hasil pengukuran dan mencatat hasil pengamatan panjang ketiga lintasan tersebut dalam satuan sentimeter (cm) pada lembar observasi masing-masing (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil bacaan angka ukur lintasannya dengan pasangan lain pada lintasan yang sama untuk mengecek ketelitian hasil observasi (5 menit).
- Murid mengidentifikasi penyebab terjadinya selisih angka ukur (misalnya pita kurang ditarik lurus atau penempatan angka nol tergeser) secara berkesadaran (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan cara observasi pengukuran lintasan yang akurat menggunakan meteran pita sederhana (memulai dari angka 0, pita ditarik lurus, membaca angka tegak lurus) (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya yaitu menyusun dan mengomunikasikan data penyelidikan penjelajahan secara tertulis, lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan meteran pita dengan angka kontras/besar bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada penempatan titik nol meteran bagi murid yang membutuhkan pendampingan, serta memberikan tantangan tambahan bagi murid yang cepat untuk mengukur lintasan berbelok (2 ruas garis lurus).
- Produk: Pencatatan data hasil ukur dapat berupa angka sentimeter langsung atau dilengkapi garis sketsa lintasan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Angka berapakah yang harus diletakkan tepat di titik awal pengukuran?' (acuan: angka 0); (2) 'Sebutkan satuan panjang yang tertera pada meteran pita ini!' (acuan: sentimeter atau meter).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja teknik pengukuran panjang lintasan menggunakan meteran pita (mengecek penempatan titik nol, ketegangan pita lurus, dan ketepatan pembacaan skala angka).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil pencatatan 3 lintasan ukur pada lembar tugas: Lintasan 1, Lintasan 2, dan Lintasan 3 dengan toleransi selisih pengukuran maksimal 3 cm dari panjang patokan riil guru.
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid merentangkan meteran pita dan membaca angka hasil ukur lintasan
- Pemeriksaan lembar data hasil pengukuran 3 lintasan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Teknik Penggunaan Alat Ukur Meteran Pita Sederhana | Belum mampu menempatkan titik nol dan merentangkan meteran pita secara lurus pada lintasan meski dengan bantuan penuh guru. | Mampu menempatkan titik nol pada pangkal lintasan namun meteran pita masih kendur atau melengkung saat membentang. | Mampu menempatkan titik nol tepat di titik awal lintasan dan merentangkan meteran pita secara lurus secara mandiri. | Mampu menempatkan titik nol tepat di titik awal lintasan, merentangkan pita dengan lurus dan kencang secara konsisten pada semua lintasan serta mengoreksi posisi pita secara mandiri. | | Ketepatan Observasi Pembacaan dan Pencatatan Skala Panjang Lintasan | Belum tepat membaca angka skala pada ujung lintasan (salah membaca lebih dari 2 lintasan). | Mampu membaca dan mencatat skala panjang lintasan dengan tepat pada 1 dari 3 lintasan target. | Mampu membaca dan mencatat skala panjang lintasan dengan tepat pada minimal 2 dari 3 lintasan target (toleransi selisih <= 3 cm). | Mampu membaca dan mencatat seluruh (3 dari 3) skala panjang lintasan target dengan teliti dan tepat tanpa kekeliruan pembacaan skala. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat melakukan observasi pengukuran panjang lintasan dengan meletakkan titik nol secara tepat?
- Apakah seluruh kelompok aktif dan tertib saat melakukan praktik observasi pengukuran menggunakan meteran pita di area kelas dan koridor?
Murid:- Apa yang harus kamu perhatikan agar hasil pengukuran dengan meteran pita tidak keliru?
- Bagian mana dari kegiatan mengukur lintasan tadi yang paling kamu sukai?
Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Penjelajahan secara Tertulis pada Lembar Kerja — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan komponen dasar laporan penyelidikan: 'Sebutkan 3 hal yang harus dicatat saat melaporkan hasil pengukuran jalur penjelajahan!' (acuan jawaban: titik awal/tujuan, alat ukur yang digunakan, dan hasil/angka pengukuran jarak/panjang lintasan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil data penyelidikan pengukuran rute penjelajahan secara tertulis pada lembar kerja laporan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati contoh format lembar kerja laporan penyelidikan tertulis yang ditampilkan guru, memuat 4 komponen data: (1) Nama Jalur/Rute, (2) Titik Awal dan Titik Akhir, (3) Alat Pengukuran yang Dipakai (langkah kaki/meteran pita), dan (4) Nilai Hasil Pengukuran Jarak beserta satuannya (langkah/meter) (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Catatan': murid memeriksa 1 contoh catatan rumpang di papan tulis ('Jalur Koridor Kelas: diukur dengan ..., hasilnya 15 ...') dan bersama-sama melengkapi kata yang tepat untuk mengisi jenis alat dan satuan ukur (acuan: alat = meteran pita/langkah; satuan = meter/langkah) (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan data mentah hasil observasi pengukuran rute penjelajahan yang telah dikumpulkan pada pertemuan sebelumnya (data langkah kaki dan meteran pita) (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan dan menyajikan data hasil penyelidikan rute penjelajahan ke dalam Lembar Kerja Laporan Penyelidikan Tertulis yang mencakup 4 komponen target: (1) Nama rute penjelajahan, (2) Titik awal dan titik akhir rute, (3) Alat ukur yang dipakai, dan (4) Nilai angka hasil pengukuran rute beserta satuannya (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan tulisan pada lembar kerjanya secara mandiri dengan menandai daftar centang 4 komponen data yang harus tertulis (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap ketepatan penulisan data penyelidikan rute pada lembar kerja murid (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis dengan data yang lengkap dan tepat (3 menit).
- Guru mengumpulkan lembar kerja hasil penyelidikan murid untuk diperiksa serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan panduan kata bantu isian terstruktur; murid yang mahir diberikan lembar kerja isian terbuka.
- Proses: Guru memberikan pendampingan terfokus pada murid yang kesulitan menuangkan data angka dan satuan ke dalam kolom lembar kerja.
- Produk: Semua murid menghasilkan produk yang sama, yaitu Lembar Kerja Laporan Penyelidikan Rute Tertulis yang memuat 4 komponen data wajib.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: 'Sebutkan 3 hal penting yang harus dicatat saat menuliskan laporan hasil pengukuran rute penjelajahan!' (acuan jawaban: 1. titik awal/tujuan rute, 2. alat ukur yang digunakan, 3. angka hasil pengukuran beserta satuannya).
Proses:- Observasi formatif saat murid menuliskan laporan: memeriksa apakah murid mampu menuangkan 4 komponen data penyelidikan rute (nama rute, titik awal/akhir, alat bantu ukur, dan nilai hasil ukur beserta satuannya) ke dalam lembar kerja tertulis.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan akhir lembar kerja laporan penyelidikan tertulis murid berdasarkan keterpenuhan 4 komponen wajib: (1) Nama rute, (2) Titik awal dan akhir rute, (3) Alat ukur yang digunakan (langkah kaki atau meteran pita), dan (4) Nilai hasil pengukuran beserta satuannya (langkah atau meter).
Formatif:- Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan pengisian Lembar Kerja Laporan Penyelidikan Tertulis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis pada lembar kerja | Menuliskan 1 dari 4 komponen data penyelidikan rute (acuan 4 komponen: nama rute, titik awal-akhir, alat ukur yang digunakan, dan nilai hasil pengukuran beserta satuannya). | Menuliskan 2 dari 4 komponen data penyelidikan rute secara tepat sesuai data pengukuran. | Menuliskan 3 dari 4 komponen data penyelidikan rute secara tepat sesuai data pengukuran. | Menuliskan seluruh (4 dari 4) komponen data penyelidikan rute secara lengkap dan tepat sesuai data pengukuran secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu menuangkan hasil data pengukuran rute ke dalam format lembar kerja tertulis secara tepat?
- Bagian mana dari lembar kerja tertulis yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?
Murid:- Apakah kamu dapat menuliskan semua angka hasil pengukuran rute penjelajahanmu dengan jelas pada lembar kerja?
- Apa hal yang paling mudah dan paling menantang saat mengisi lembar laporan hasil penyelidikan tadi?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Rute Penjelajahan secara Lisan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan rute penjelajahan secara lisan berdasarkan data penyelidikan yang telah diperoleh (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 1 pertanyaan pemantik: 'Sebutkan 3 komponen utama yang harus disampaikan saat menceritakan rute penyelidikan!' (acuan jawaban: titik awal, rute/arah lintasan, dan jarak atau ukuran panjang lintasan) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati panduan kerangka penyampaian lisan rute penjelajahan yang ditampilkan guru, yang mencakup 3 unsur: (1) Titik awal dan akhir rute, (2) Arah perjalanan/belokan pada rute, dan (3) Hasil pengukuran panjang lintasan (misal jumlah langkah atau meteran pita) (7 menit).
- Murid secara berpasangan melakukan permainan tebak rute mini 'Jejak Kata': satu murid menyebutkan petunjuk lisan satu rute kelas dan pasangannya menebak tujuan rute tersebut secara bergantian untuk melatih penyampaian informasi rute secara lisan yang runtut (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan lembar data penyelidikan rute penjelajahan masing-masing (dari pertemuan sebelumnya) dan menyusun poin-poin yang akan disampaikan secara lisan (10 menit).
- Murid secara bergiliran mengomunikasikan hasil penyelidikan rute penjelajahannya secara lisan di depan kelompok/kelas, mencakup: titik awal, arah rute yang dilalui, serta data pengukuran panjang/jarak lintasan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketercakupan informasi yang telah dikomunikasikan secara lisan menggunakan daftar cek 3 unsur data rute (titik berangkat-tujuan, arah belokan/lintasan, dan hasil ukur jarak) dengan panduan guru (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap kelengkapan isi penyampaian lisan hasil penyelidikan rute penjelajahan (5 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya kelengkapan informasi rute saat berbicara menyampaikan hasil penyelidikan, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata bantu penyampaian lisan (titik mulai, belok ke arah, berjarak ... langkah/meter) bagi murid yang membutuhkan perancah bertutur.
- Proses: Bagi murid yang belum lancar berbicara lisan di depan kelas, diberikan kesempatan latihan berpasangan terlebih dahulu sebelum menyampaikan di kelompok kecil; bagi murid yang sudah mahir, murid menyampaikan rute lengkap dengan membandingkan perkiraan langkah dan hasil ukur meteran pita secara mandiri.
- Produk: Penyampaian lisan dapat didukung dengan menunjuk sketsa rute yang sudah digambar pada pertemuan sebelumnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: guru meminta murid menyebutkan 3 hal yang wajib ada saat menceritakan rute penyelidikan (acuan: 1. titik awal dan akhir, 2. arah/belokan lintasan, 3. ukuran jarak/panjang langkah atau meter).
Proses:- Pengamatan ketercapaian saat murid mengomunikasikan hasil penyelidikan rute penjelajahan secara lisan berdasarkan 3 kriteria: (1) menyebutkan titik awal dan tujuan rute, (2) menyebutkan arah lintasan/belokan rute, (3) menyebutkan hasil pengukuran jarak/panjang lintasan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru meminta 2 murid merangkum 3 informasi utama yang berhasil dikomunikasikan secara lisan dari penyelidikan hari ini (acuan penerimaan: menyebutkan titik berangkat/tujuan, arah jalur, dan hasil pengukuran jarak lintasan).
Formatif:- Unjuk kerja komunikasi lisan penyampaian hasil penyelidikan rute penjelajahan menggunakan lembar observasi ketercakupan komponen rute.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Informasi Hasil Penyelidikan Rute secara Lisan | Mengomunikasikan hasil penyelidikan rute secara lisan dengan menyebutkan hanya 1 dari 3 unsur (titik awal-tujuan, arah rute, hasil ukur jarak) dengan bimbingan penuh guru. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan rute secara lisan dengan menyebutkan 2 dari 3 unsur (titik awal-tujuan, arah rute, hasil ukur jarak) dengan sedikit arahan. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan rute secara lisan dengan menyebutkan lengkap 3 unsur (titik awal-tujuan, arah rute, hasil ukur jarak) secara mandiri. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan rute secara lisan dengan menyebutkan lengkap 3 unsur (titik awal-tujuan, arah rute, hasil ukur jarak) serta menambahkan rincian data perbandingan langkah dan meteran pita secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengomunikasikan ketiga unsur data hasil penyelidikan rute secara lisan dengan percaya diri?
- Bagian mana dari panduan penyampaian lisan yang paling membantu murid menstrukturkan kalimatnya?
Murid:- Bagian data rute mana yang paling mudah kamu ceritakan secara lisan kepada teman?
- Apakah temanmu dapat memahami jalur rute penjelajahan yang kamu sampaikan secara lisan?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.7.1 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta konvensional
- TP 3.7.2 Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggalnya dengan menggunakan peta digital
- TP 3.7.3 Melakukan observasi menggunakan alat bantu pengukuran sederhana
- TP 3.7.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan bahwa sesi ini adalah pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Bab 7 untuk mengukur kemampuan membaca peta, mengukur lintasan, dan mengomunikasikan hasil penyelidikan rute (3 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Penyelidikan Kelompok serta lembar peta konvensional dan lembar tangkapan layar peta digital kepada masing-masing 7 kelompok yang telah dibentuk (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk pengerjaan Tugas 1 (penyelidikan lintasan dan penandaan peta selama 36 menit) serta alur giliran Tugas 2 (presentasi lisan dan laporan visual selama 24 menit) (4 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berkelompok melaksanakan Tugas 1 Sumatif: (a) melakukan observasi pengukuran jarak rute penjelajahan di lingkungan sekolah (jalur pos 1 ke pos 2) menggunakan alat bantu ukur sederhana yaitu langkah kaki dan meteran pita sederhana lalu mencatat hasilnya pada tabel data; (b) mengenali dan memberi tanda lingkaran merah pada letak kabupaten/kota serta batas provinsi tempat tinggal pada lembar cetak peta konvensional; (c) mengenali dan memberi tanda kotak biru pada ikon titik koordinat kabupaten/kota serta nama provinsi pada lembar cetak tangkapan layar peta digital (26 menit).
- Murid secara berkelompok melaksanakan Tugas 2 Sumatif: bergantian ke depan kelas menyajikan hasil penyelidikan rute secara lisan dan menunjukkan lembar kerja tertulis/visual yang telah diisi (7 kelompok x 3,4 menit per kelompok; pembagian: pengantar rute, pembacaan hasil ukur langkah dan meteran, serta penunjukan letak daerah di peta) (24 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setelah seluruh kelompok selesai tampil, murid mengumpulkan seluruh lembar kerja penyelidikan dan peta kepada guru, kemudian menyimak ulasan guru tentang ketepatan identifikasi letak daerah dan kecermatan pengukuran (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan secara menyeluruh pembelajaran Bab 7 tentang pemanfaatan peta konvensional, peta digital, alat ukur lintasan sederhana, dan penyampaian hasil penyelidikan rute (4 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok, menyampaikan umpan balik umum pelaksanaan sumatif, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: peta konvensional dan cetakan peta digital disediakan dengan kontras warna yang jelas dan ukuran huruf terbaca untuk kelompok yang memerlukan bantuan visual tanpa mengubah isi peta yang diidentifikasi.
- Proses: Akomodasi akses: kelompok yang memerlukan pendampingan fisik dalam merentangkan meteran pita diperbolehkan menggunakan penanda jarak lantai yang jelas tanpa mengubah kewajiban membaca angka pengukuran.
- Produk: Standar bukti kinerja seragam untuk seluruh kelompok sesuai rubrik sumatif; kelompok bebas memilih urutan pembagian anggota yang berbicara saat presentasi lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan perlengkapan unjuk kerja: guru memeriksa kelengkapan alat ukur (meteran pita sederhana dan lembar pencatat langkah) serta lembar peta cetak pada masing-masing kelompok sebelum penugasan sumatif dimulai.
Proses:- Guru mengamati keterlibatan aktif pembagian tugas kelompok saat melakukan pengukuran lintasan dan menandai peta untuk memastikan seluruh anggota berkontribusi dalam unjuk kerja sumatif.
Sumatif Bab:- unjuk kerja penyelidikan rute penjelajah dan presentasi kelompok serentak: lembar pencatatan hasil observasi pengukuran jarak langkah/meteran pita sederhana dan penelusuran lokasi pada peta (konvensional dan digital), serta rekaman performa presentasi lisan singkat kelompok yang menyampaikan rute penjelajahan
- unjuk kerja penyelidikan lapangan dan identifikasi peta secara berkelompok: lembar kerja kelompok berisi hasil observasi pengukuran jarak lintasan penjelajahan di lingkungan sekolah menggunakan alat bantu ukur sederhana (meteran pita/langkah) serta penandaan lokasi kabupaten/kota dan provinsi pada lembar cetak peta konvensional dan tangkapan layar peta digital secara tepat (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyelidikan dan peta)
- presentasi unjuk kerja kelompok: penyampaian hasil penyelidikan rute denah penjelajahan secara lisan dan tertulis di depan kelas oleh masing-masing kelompok (7 kelompok x 4 menit per kelompok = 28 menit untuk seluruh kelas) (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik presentasi lisan dan laporan visual)
Sumatif:- unjuk kerja penyelidikan rute penjelajah dan presentasi kelompok serentak: lembar pencatatan hasil observasi pengukuran jarak langkah/meteran pita sederhana dan penelusuran lokasi pada peta (konvensional dan digital), serta rekaman performa presentasi lisan singkat kelompok yang menyampaikan rute penjelajahan
- unjuk kerja penyelidikan lapangan dan identifikasi peta secara berkelompok: lembar kerja kelompok berisi hasil observasi pengukuran jarak lintasan penjelajahan di lingkungan sekolah menggunakan alat bantu ukur sederhana (meteran pita/langkah) serta penandaan lokasi kabupaten/kota dan provinsi pada lembar cetak peta konvensional dan tangkapan layar peta digital secara tepat (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja penyelidikan dan peta)
- presentasi unjuk kerja kelompok: penyampaian hasil penyelidikan rute denah penjelajahan secara lisan dan tertulis di depan kelas oleh masing-masing kelompok (7 kelompok x 4 menit per kelompok = 28 menit untuk seluruh kelas) (30 menit; kelompok; instrumen: rubrik presentasi lisan dan laporan visual)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi pada peta konvensional (TP 3.7.1) | Belum mampu mengenali dan menandai letak kabupaten/kota maupun provinsi tempat tinggal pada peta konvensional secara tepat. | Mengenali dan menandai salah satu letak daerah (hanya kabupaten/kota atau hanya provinsi tempat tinggal) pada peta konvensional secara tepat. | Mengenali dan menandai kedua letak daerah (kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal) pada peta konvensional secara tepat dengan arahan guru. | Mengenali dan menandai kedua letak daerah (kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal) pada peta konvensional secara tepat dan mandiri. | | Mengenali letak kabupaten/kota dan provinsi pada peta digital (TP 3.7.2) | Belum mampu mengenali dan menandai letak kabupaten/kota maupun provinsi tempat tinggal pada lembar tangkapan layar peta digital secara tepat. | Mengenali dan menandai salah satu letak daerah (hanya kabupaten/kota atau hanya provinsi tempat tinggal) pada lembar tangkapan layar peta digital secara tepat. | Mengenali dan menandai kedua letak daerah (kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal) pada lembar tangkapan layar peta digital secara tepat dengan arahan guru. | Mengenali dan menandai kedua letak daerah (kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal) pada lembar tangkapan layar peta digital secara tepat dan mandiri. | | Melakukan observasi pengukuran jarak dengan alat bantu sederhana (TP 3.7.3) | Belum mampu melakukan observasi pengukuran jarak lintasan baik menggunakan langkah kaki maupun meteran pita sederhana. | Melakukan observasi pengukuran lintasan hanya menggunakan salah satu alat ukur (langkah kaki saja atau meteran pita sederhana saja) serta mencatat hasilnya. | Melakukan observasi pengukuran lintasan menggunakan kedua alat ukur (langkah kaki dan meteran pita sederhana) serta mencatat seluruh hasil ukur pada lembar kerja. | Melakukan observasi pengukuran lintasan menggunakan kedua alat ukur secara konsisten, cermat, dan mencatat data perbandingan ukuran langkah dan meteran pita dengan lengkap. | | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis (TP 3.7.4) | Belum mampu menyajikan laporan tertulis dan belum mampu menyampaikan rute penjelajahan secara lisan di depan kelas. | Menyajikan laporan hasil penyelidikan secara tertulis pada lembar kerja, namun belum menyampaikan informasi rute secara lisan saat presentasi. | Menyajikan laporan tertulis pada lembar kerja dan menyampaikan hasil penyelidikan rute serta hasil ukur secara lisan di depan kelas. | Menyajikan laporan tertulis secara lengkap dan runtut serta menyampaikan seluruh hasil penyelidikan rute penjelajahan dan pembacaan peta secara lisan dengan lancar di depan kelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu unjuk kerja lapangan dan giliran presentasi lisan masing-masing kelompok berjalan efektif dan tepat waktu?
- Bagian keterampilan mana (membaca peta konvensional/digital, mengukur lintasan, atau presentasi lisan) yang masih memerlukan penguatan lanjutan pada fase berikutnya?
Murid:- Kegiatan penjelajahan dan unjuk kerja mana yang paling menarik dan berhasil saya selesaikan bersama kelompok hari ini?
- Apakah saya sudah dapat menunjukkan letak kota/kabupaten dan provinsi saya pada peta serta mengukur jarak lintasan dengan percaya diri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab 7 Jejak Penjelajah
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab 7 Jejak Penjelajah
- Peta dinding konvensional (cetak) Provinsi/Kabupaten setempat ukuran besar
- Lembar peta konvensional cetak ukuran A4 untuk setiap murid/kelompok
- Stiker penanda warna dan pensil warna
- Peta Dinding Konvensional NKRI dan Peta Cetak Pulau Jawa
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek 2025)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek 2025)
- Set stiker penanda batas wilayah (Laut Jawa, Samudra Hindia, DKI Jakarta/Banten, Jawa Tengah)
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi, 2025)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi, 2025)
- Aplikasi peta digital daring (Google Maps atau OpenStreetMap)
- Komputer/Laptop/Tablet kelas atau proyektor untuk demonstrasi
- Lembar Kerja Penjelajah Digital
- Komputer/laptop/gawai tablet dengan koneksi internet.
- Aplikasi peta digital daring (Google Maps / OpenStreetMap).
- Buku Panduan Guru & Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI 2025.
- Lembar Kerja Pengamatan Letak dan Batas Provinsi Digital.
- Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025
- Buku Siswa IPAS Kelas III (Edisi Revisi), 2025
- Lakban penanda jalur lintasan di kelas/teras (merah, kuning, biru)
- Lembar Kerja Observasi Pengukuran Langkah Sederhana
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Meteran pita sederhana (panjang 1,5 meter atau 3 meter)
- Selotip penanda lintasan berwarna
- Lembar pengamatan observasi pengukuran
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD Bab 7
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Laporan Penyelidikan Tertulis Rute Penjelajah
- Catatan data mentah hasil pengukuran rute pertemuan 5 dan 6
- Lembar catatan hasil penyelidikan rute dan pengukuran jarak lintasan pertemuan sebelumnya
- Kartu panduan alur bicara penyampaian lisan
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 7 'Jejak Penjelajah'
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, 2023) Bab 7 'Jejak Penjelajah'
- Lembar cetak peta konvensional kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal
- Lembar cetak tangkapan layar peta digital (fitur peta satelit/peta jalan) kabupaten/kota dan provinsi tempat tinggal
- Alat ukur meteran pita sederhana panjang 5-20 meter dan format tabel observasi langkah kaki
|