Modul AjarPertemuan 9Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Energi dalam Kegiatan Budaya dan Aktivitas Masyarakat Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Energi dalam Kegiatan Budaya dan Aktivitas Masyarakat Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Energi dalam Kegiatan Budaya dan Aktivitas Masyarakat Sekitar

IPAS - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Energi dalam Kegiatan Budaya dan Aktivitas Masyarakat Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikEnergi dalam Kegiatan Budaya dan Aktivitas Masyarakat Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan gambar dan diskusi, murid dapat mengidentifikasi bentuk dan sumber energi yang tampak dalam aktivitas budaya dan keseharian masyarakat di lingkungan sekitarnya (memasak, mengairi sawah, kegiatan adat).
  2. Melalui kegiatan membandingkan, murid dapat membedakan sumber energi yang digunakan masyarakat zaman dahulu dan sekarang dalam kegiatan yang sama, lalu menuliskan hasil pengamatannya di buku tugas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat pertunjukan tari atau upacara adat di daerahmu? Kira-kira energi apa saja yang muncul dalam kegiatan itu?
  2. Menurutmu, bagaimana cara nenek moyang kita memasak atau mengairi sawah sebelum ada listrik dan mesin?
  3. Apakah sumber energi yang digunakan masyarakat sekarang berbeda dengan zaman dahulu? Mengapa bisa berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan mengajukan 2–3 pertanyaan lisan singkat: 'Energi apa saja yang sudah kalian pelajari sebelumnya?' dan 'Menurutmu, apakah kegiatan menari membutuhkan energi? Energi apa?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menampilkan 2–3 gambar kegiatan budaya (contoh: tari Reog Ponorogo, permainan Rangku Alu, tradisi lompat batu Nias) dan kegiatan sehari-hari (memasak, mengairi sawah) di papan tulis atau layar.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan mencari tahu energi apa yang ada di kegiatan budaya dan keseharian masyarakat, lalu membandingkan cara orang zaman dahulu dan sekarang menggunakan energi.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar-gambar kegiatan budaya dan keseharian masyarakat (memasak dengan kayu bakar vs kompor gas/listrik, mengairi sawah dengan kincir angin/timba vs pompa air, tari daerah, upacara adat dengan api obor) yang ditempel di papan tulis atau ditampilkan di layar.
  • Guru membimbing murid untuk memperhatikan setiap detail gambar secara saksama: 'Lihat dengan teliti — gerakan apa yang terjadi? Ada suara apa? Ada cahaya atau panas dari mana?' (Berkesadaran: melatih fokus dan perhatian penuh pada fenomena nyata.)
  • Guru mengajukan pertanyaan terarah untuk setiap gambar: 'Bentuk energi apa yang kamu lihat di sini?' dan 'Dari mana sumber energinya?' Murid menjawab secara lisan bergantian.
  • Guru menuliskan jawaban murid di papan tulis dalam bentuk tabel sederhana: Kegiatan — Bentuk Energi — Sumber Energi. Guru mengonfirmasi jawaban yang tepat dan meluruskan yang kurang tepat dengan cara yang menggembirakan.
  • Guru menghubungkan temuan murid dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar mereka: 'Apakah di daerah kalian ada kegiatan budaya seperti ini? Energi apa yang kalian lihat?' (Bermakna: mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata murid.)
  • Murid menyalin tabel 'Kegiatan Budaya di Daerahku — Bentuk Energi yang Terlihat' ke buku tugas dan mulai mengisinya berdasarkan hasil diskusi bersama guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat 1 lembar kerja bergambar yang menampilkan pasangan kegiatan 'Dahulu vs Sekarang' (contoh: memasak dengan kayu bakar vs kompor listrik; mengairi sawah dengan timba vs pompa air; penerangan dengan obor vs lampu listrik).
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menjawab 3 pertanyaan pada lembar kerja: (1) Kegiatan apa yang ditampilkan? (2) Sumber energi apa yang digunakan dahulu dan sekarang? (3) Apa perbedaan utama antara keduanya? (Menggembirakan: kerja kelompok dengan gambar menarik membuat proses belajar lebih menyenangkan.)
  • Setelah berdiskusi, setiap murid menuliskan hasil perbandingan secara mandiri di buku tugas dalam format tabel: Kegiatan — Sumber Energi Dahulu — Sumber Energi Sekarang — Perbedaan yang Kuamati. Murid boleh menambahkan gambar atau cerita singkat.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan pendampingan seperti: 'Apa yang membuatmu berpikir itu sumber energinya?' dan 'Bagaimana pendapat temanmu?' untuk mendorong penalaran lebih dalam. (Bermakna: menghubungkan perubahan energi dengan perubahan kehidupan masyarakat.)
  • Setelah selesai, guru mengajak presentasi singkat dengan metode Think-Pair-Share: murid menyampaikan temuannya kepada pasangan terlebih dahulu, lalu beberapa pasangan berbagi ke kelas.
  • Guru memberikan penguatan: 'Luar biasa! Kalian sudah berhasil menemukan bahwa penggunaan sumber energi berubah seiring waktu. Perubahan ini mempengaruhi cara hidup masyarakat kita.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk berhenti sejenak dan merenungkan apa yang sudah mereka pelajari: 'Tutup matamu sebentar. Bayangkan kembali gambar yang tadi kita amati. Bentuk energi apa yang paling mengesankan bagimu? Mengapa?' (Berkesadaran: melatih murid merefleksi proses belajar secara sadar.)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Dari kegiatan hari ini, hal baru apa yang kamu pelajari tentang energi dalam budaya kita?' dan 'Apa yang akan terjadi jika sumber energi yang biasa kita gunakan tiba-tiba tidak ada?'
  • Murid menuliskan 1–2 kalimat kesimpulan pribadi di buku tugas: 'Yang aku pelajari hari ini adalah...' dan 'Aku ingin tahu lebih lanjut tentang...' (Bermakna: mendorong murid memaknai pembelajaran dan merencanakan langkah belajar selanjutnya.)
  • Guru mempersilakan 2–3 murid membacakan kesimpulannya, lalu memberikan apresiasi atas keberanian dan kedalaman refleksi mereka.
  • Guru menyampaikan pesan penutup kegiatan inti: 'Energi bukan hanya ada di benda-benda di sekitar kita, tetapi juga hadir dalam kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Indonesia. Itulah yang membuat budaya kita begitu hidup dan bersemangat!'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama secara lisan: 'Apa saja bentuk energi yang kita temukan dalam kegiatan budaya?' dan 'Bagaimana perbedaan sumber energi zaman dahulu dan sekarang?'
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengisi tiket keluar (exit ticket) berupa 1 pertanyaan tertulis di secarik kertas kecil: 'Tuliskan 1 contoh kegiatan budaya dan 2 bentuk energi yang ada di dalamnya, lalu jelaskan sumber energinya!'
  • Guru memberikan umpan balik positif terhadap partisipasi murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati 1 kegiatan di rumah atau lingkungan sekitar dan mencatat bentuk serta sumber energinya di buku tugas sebagai pekerjaan rumah singkat.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan gambar dengan keterangan/label yang lebih lengkap dan contoh kegiatan yang lebih dekat dengan keseharian mereka (memasak, bermain). Murid yang sudah cepat memahami diberikan kartu gambar tambahan dengan kegiatan budaya yang lebih beragam dari berbagai daerah di Indonesia untuk diidentifikasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mengisi tabel dengan panduan berupa pilihan kata (word bank) yang disediakan guru di lembar kerja. Murid yang sudah cepat memahami diminta membandingkan 3 pasang kegiatan (dahulu vs sekarang) dan menambahkan kolom 'Dampak Perubahan Sumber Energi bagi Masyarakat' pada tabel mereka.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menuliskan tabel sederhana dengan 2 contoh kegiatan. Murid yang sudah cepat memahami dapat membuat tabel yang lebih lengkap disertai gambar ilustrasi buatan sendiri atau menulis paragraf singkat yang menjelaskan mengapa sumber energi berubah dari waktu ke waktu.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru mengajukan pertanyaan 'Energi apa saja yang sudah kalian pelajari sebelumnya?' dan 'Apakah kegiatan menari membutuhkan energi? Energi apa?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang bentuk dan sumber energi sebelum masuk ke konteks budaya.
  • Guru mencatat secara informal: murid mana yang sudah dapat menyebutkan bentuk energi (gerak, bunyi, panas, cahaya) dan murid mana yang masih perlu dukungan — sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi selama tahap Memahami: guru memperhatikan apakah murid dapat mengidentifikasi bentuk dan sumber energi dari gambar yang diamati secara tepat.
  • Pemantauan lembar kerja kelompok pada tahap Mengaplikasi: guru mengecek apakah murid dapat membedakan sumber energi dahulu dan sekarang dengan alasan yang logis.
  • Pertanyaan pendampingan guru saat berkeliling kelompok: 'Apa yang membuatmu berpikir itu sumber energinya?' sebagai asesmen lisan untuk mengecek kedalaman pemahaman.
  • Pemantauan hasil tulisan tabel di buku tugas: kelengkapan isian kolom kegiatan budaya, bentuk energi, dan perbandingan sumber energi.

Akhir:

  • Exit ticket: murid menuliskan 1 contoh kegiatan budaya, minimal 2 bentuk energi yang muncul, dan sumber energinya — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Penilaian tabel perbandingan di buku tugas: ketepatan identifikasi sumber energi dahulu vs sekarang dan kemampuan menuliskan perbedaan yang diamati — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Kalimat kesimpulan pribadi 'Yang aku pelajari hari ini adalah...' sebagai bukti kemampuan merefleksi dan memaknai pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama tanya jawab dan diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana (mencatat siapa yang aktif berkontribusi dan kualitas jawabannya).
  • Pemantauan pengisian tabel kegiatan budaya dan tabel perbandingan dahulu vs sekarang di buku tugas selama kegiatan berlangsung.
  • Pertanyaan lisan guru kepada murid selama guru berkeliling di sesi Mengaplikasi untuk mengecek pemahaman.

Sumatif:

  • Exit ticket tertulis di akhir pembelajaran: murid menuliskan 1 contoh kegiatan budaya, 2 bentuk energi yang ada di dalamnya, dan sumber energinya.
  • Penilaian hasil tulisan di buku tugas: tabel perbandingan sumber energi zaman dahulu dan sekarang beserta kalimat kesimpulan pribadi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bentuk dan sumber energi dalam kegiatan budaya (TP 3.6.9.1)Murid belum dapat menyebutkan bentuk atau sumber energi dari kegiatan budaya yang diamati, atau jawabannya tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1 bentuk energi dari kegiatan budaya yang diamati, namun belum dapat mengidentifikasi sumbernya dengan tepat.Murid dapat mengidentifikasi 2 bentuk energi dan sumbernya dari kegiatan budaya yang diamati dengan tepat.Murid dapat mengidentifikasi 3 atau lebih bentuk energi beserta sumbernya dari kegiatan budaya yang diamati, dan dapat menjelaskan ciri-ciri energi tersebut dengan kalimat sendiri.
Membedakan sumber energi zaman dahulu dan sekarang (TP 3.6.9.2)Murid belum dapat membedakan sumber energi yang digunakan dahulu dan sekarang, atau tidak menuliskan hasil pengamatannya di buku tugas.Murid dapat menyebutkan perbedaan sumber energi dahulu dan sekarang pada 1 kegiatan, namun penjelasan perbedaannya masih sangat singkat atau kurang jelas.Murid dapat membedakan sumber energi dahulu dan sekarang pada 2 kegiatan dengan tepat dan menuliskannya di buku tugas dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat membedakan sumber energi dahulu dan sekarang pada 3 atau lebih kegiatan, menuliskannya di buku tugas dengan penjelasan yang jelas dan runtut, serta mampu memberikan alasan mengapa sumber energi berubah dari waktu ke waktu.
Partisipasi dalam diskusi dan kerja kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi dan tidak berkontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid sesekali berpartisipasi dalam diskusi atau memberikan 1 ide, namun lebih banyak diam.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, memberikan pendapat, dan menghargai pendapat teman.Murid sangat aktif dalam diskusi, mengajukan pertanyaan atau gagasan baru, mendorong teman yang diam untuk ikut berpendapat, dan membantu kelompok mencapai kesimpulan bersama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengidentifikasi minimal 2 bentuk energi dari kegiatan budaya yang diamati? Jika belum, apa yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah gambar dan media yang digunakan sudah cukup kontekstual dan relevan dengan budaya daerah murid? Apa yang bisa diperbaiki?
  • Bagaimana kualitas diskusi kelompok — apakah semua murid terlibat aktif, atau ada yang perlu lebih didampingi?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan semua tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan durasi atau pendekatannya?
  • Apakah diferensiasi yang dilakukan sudah menjawab kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang energi dalam kegiatan budaya di sekitarmu?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan bagimu? Mengapa?
  • Apakah masih ada hal yang belum kamu mengerti tentang bentuk atau sumber energi? Tuliskan pertanyaanmu!
  • Apa yang ingin kamu amati atau pelajari lebih lanjut tentang energi di lingkunganmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 3 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 6 'Energi, sang Pemberi Kekuatan', halaman 125–138.
  2. Buku Guru IPAS Kelas 3 SD/MI (Edisi Revisi) — Panduan Bab 6.
  3. Gambar/foto kegiatan budaya daerah (tari Reog Ponorogo, permainan Rangku Alu NTT, tradisi lompat batu Nias, dll.) — dapat dicetak atau ditampilkan di layar proyektor.
  4. Gambar/foto pasangan kegiatan 'Dahulu vs Sekarang' (memasak dengan kayu bakar vs kompor, mengairi sawah dengan timba vs pompa air, penerangan obor vs lampu listrik).
  5. Lembar kerja kelompok bergambar 'Dahulu vs Sekarang' (disiapkan guru).
  6. Papan tulis dan spidol warna untuk menulis tabel bersama.
  7. Buku tugas murid.
  8. Secarik kertas kecil untuk exit ticket.
  9. Proyektor atau papan tempel (opsional, sesuai ketersediaan sekolah).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.