Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Mengenal Bentuk-Bentuk Energi: Energi Bunyi, Listrik, dan Kimia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Mengenal Bentuk-Bentuk Energi: Energi Bunyi, Listrik, dan Kimia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Mengenal Bentuk-Bentuk Energi: Energi Bunyi, Listrik, dan Kimia

IPAS - Kelas 3

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Bentuk-Bentuk Energi: Energi Bunyi, Listrik, dan Kimia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Bentuk-Bentuk Energi: Energi Bunyi, Listrik, dan Kimia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan benda dan aktivitas di sekitar, murid dapat mengidentifikasi bentuk energi bunyi, listrik, dan kimia beserta ciri khas masing-masing.
  2. Dengan panduan guru, murid dapat membuat prediksi tentang bentuk energi yang digunakan oleh minimal empat benda di sekitar kelas, lalu membuktikan prediksinya melalui pengamatan langsung.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah lampu di rumahmu mati tiba-tiba? Apa yang tidak bisa kamu lakukan saat listrik padam?
  2. Kalau kamu mengetuk meja keras-keras, apa yang kamu rasakan dan dengar? Kira-kira, dari mana suara itu datang?
  3. Mengapa setelah makan siang kamu punya tenaga untuk bermain, tapi sebelum makan kamu merasa lemas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid (buku, alat tulis).
  • Asesmen Awal — Guru meminta murid menjawab secara lisan: 'Sebutkan satu benda di rumahmu yang butuh listrik dan satu benda yang tidak butuh listrik.' Guru mencatat respons untuk mengetahui titik awal pemahaman murid tentang energi.
  • Guru menampilkan gambar atau benda nyata: bel sekolah, baterai, dan makanan (nasi/buah), lalu mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah lampu di rumahmu mati tiba-tiba? Apa yang tidak bisa kamu lakukan saat listrik padam?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa ramah anak: 'Hari ini kita akan menjadi Detektif Energi untuk menemukan energi bunyi, listrik, dan kimia di sekitar kita!'
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: mengamati benda, belajar ciri-ciri tiga bentuk energi, lalu membuat prediksi dan membuktikannya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan tiga bentuk energi dengan demonstrasi singkat: (a) mengetuk meja atau membunyikan peluit → energi bunyi; (b) menyalakan senter atau lampu kecil bertenaga baterai → energi listrik; (c) menunjukkan makanan (roti/buah) dan menjelaskan bahwa makanan menyimpan energi kimia yang memberi kita tenaga.
  • Guru menjelaskan ciri khas masing-masing: Energi Bunyi — dihasilkan oleh getaran, dapat didengar; Energi Listrik — mengalir melalui kabel atau baterai, menggerakkan perangkat elektronik; Energi Kimia — tersimpan dalam bahan seperti makanan, baterai, dan bahan bakar.
  • Guru menayangkan atau menggambar tabel sederhana di papan tulis berjudul 'Ciri-Ciri Bentuk Energi' dengan tiga kolom: Energi Bunyi | Energi Listrik | Energi Kimia. Murid menyalin tabel ke buku tugas.
  • Guru memberikan contoh tambahan melalui tanya jawab: 'Ketika HP berbunyi, itu energi apa? Ketika kamu berlari setelah makan, tubuhmu menggunakan energi apa?' Murid menjawab bersama.
  • Guru merangkum pemahaman dengan kalimat sederhana dan memastikan murid memahami perbedaan ketiga energi sebelum melanjutkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Detektif Energi'.
  • Langkah 1 — Membuat Prediksi: Setiap kelompok mendapat daftar 6 benda (contoh: radio, baterai, makanan, bel, kabel charger, lampu senter). Murid menuliskan prediksi bentuk energi yang digunakan oleh minimal 4 benda di kolom 'Prediksi Saya' pada LKPD.
  • Langkah 2 — Pengamatan Langsung: Guru menyediakan 3 pos pengamatan di dalam/sekitar kelas. Pos 1: benda yang menghasilkan bunyi (peluit, bel kecil); Pos 2: benda yang menggunakan listrik (senter baterai, kipas kecil bertenaga baterai); Pos 3: benda yang menyimpan energi kimia (makanan ringan, baterai baru, korek api — hanya dilihat, tidak dinyalakan). Kelompok berputar ke setiap pos selama ±5 menit.
  • Di setiap pos, murid mencatat hasil pengamatan di kolom 'Hasil Pengamatan Saya' dan membandingkannya dengan prediksi.
  • Langkah 3 — Diskusi Kelompok: Setelah kembali ke tempat duduk, kelompok mendiskusikan: 'Prediksi mana yang benar? Mana yang berbeda? Mengapa?'
  • Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan temuan mereka di depan kelas. Guru memberi penguatan dan meluruskan pemahaman yang keliru.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke tabel 'Ciri-Ciri Bentuk Energi' yang dibuat di awal. Murid diminta menambahkan satu contoh benda baru dari pengamatan tadi ke masing-masing kolom.
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif lisan: 'Energi mana yang paling banyak kamu temukan di kelas? Apakah ada benda yang ternyata punya lebih dari satu bentuk energi?'
  • Murid secara mandiri mengisi bagian refleksi di LKPD: (a) 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...'; (b) 'Prediksi saya yang ternyata benar/salah adalah... karena...'
  • Guru memimpin diskusi singkat: 'Mengapa penting bagi kita mengetahui bentuk-bentuk energi ini dalam kehidupan sehari-hari?'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: tiga bentuk energi yang dipelajari (bunyi, listrik, kimia) beserta ciri khas masing-masing.
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan 3 pertanyaan lisan atau kartu soal keluar (exit ticket): (1) Sebutkan satu ciri energi bunyi! (2) Sebutkan dua benda yang menggunakan energi listrik! (3) Di mana energi kimia tersimpan — di batu bata atau di makanan? Murid menjawab secara lisan atau menuliskan di secarik kertas.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dengan kata-kata positif dan spesifik.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kalian sudah menjadi Detektif Energi yang hebat hari ini! Di rumah, coba amati benda-benda yang ada dan pikirkan energi apa yang mereka gunakan.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep dasar lebih cepat diberikan kartu benda tambahan yang lebih menantang (misalnya: petasan, baterai isi ulang, kompor gas) untuk diklasifikasikan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu visual bergambar dengan label nama benda yang jelas.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat panduan berupa lembar scaffolding berisi kalimat rumpang ('Energi bunyi dihasilkan oleh... sehingga kita bisa...') untuk membantu mereka mengisi LKPD. Murid yang cepat memahami ditugasi memimpin diskusi kelompok dan menjadi 'asisten detektif' yang membantu teman yang masih kebingungan.
  • Produk: Murid bebas memilih cara menyajikan hasil temuan: menuliskan di tabel LKPD, menggambar benda beserta keterangan bentuk energinya, atau menyampaikan secara lisan kepada guru. Murid yang sudah sangat berkembang dapat membuat 'kartu identitas energi' dengan ilustrasi dan keterangan ciri-cirinya.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di awal pembelajaran: murid diminta menyebutkan satu benda yang butuh listrik dan satu yang tidak. Guru mencatat respons untuk memetakan titik awal pemahaman murid tentang energi.
  • Guru memperhatikan apakah murid sudah familiar dengan istilah 'energi' dari pelajaran sebelumnya (energi cahaya, panas, gerak) sebagai pengetahuan prasayarat.

Proses:

  • Observasi menggunakan lembar observasi keterampilan proses: guru mencatat keaktifan murid saat membuat prediksi, mengamati di pos, dan berdiskusi.
  • Pengecekan kolom prediksi pada LKPD sebelum murid melakukan pengamatan — untuk melihat apakah prediksi dibuat berdasarkan pengetahuan yang sudah dimiliki.
  • Pertanyaan lisan saat murid berpindah pos: 'Apa yang kamu temukan di sini? Apakah sesuai prediksimu?'

Akhir:

  • Exit ticket (kartu soal keluar) dengan 3 pertanyaan: (1) Sebutkan satu ciri energi bunyi! (2) Tuliskan dua benda yang menggunakan energi listrik! (3) Energi kimia tersimpan di mana — makanan atau batu bata? Jelaskan!
  • Penilaian LKPD 'Detektif Energi': ketepatan identifikasi bentuk energi pada minimal 4 benda dan kualitas perbandingan prediksi vs. hasil pengamatan.

Formatif:

  • Observasi guru selama kegiatan pengamatan di pos-pos: apakah murid aktif mengamati, mencatat, dan berdiskusi dalam kelompok.
  • Pengecekan LKPD saat murid menulis prediksi — guru berkeliling dan memberikan pertanyaan lisan untuk menggali pemikiran murid.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan hasil pengamatan dan membandingkannya dengan prediksi awal.

Sumatif:

  • Exit ticket di akhir pembelajaran: 3 pertanyaan singkat tentang ciri-ciri dan contoh energi bunyi, listrik, dan kimia.
  • LKPD 'Detektif Energi' yang telah diisi lengkap, dinilai berdasarkan ketepatan identifikasi minimal 4 benda dan kesesuaian prediksi dengan hasil pengamatan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi bentuk energi bunyi, listrik, dan kimia beserta ciri khasnya (TP 3.6.3.1)Murid belum dapat menyebutkan ciri khas energi bunyi, listrik, dan kimia, atau sering keliru mencocokkan benda dengan bentuk energinya.Murid dapat menyebutkan ciri khas 1 dari 3 bentuk energi dan mengidentifikasi minimal 1 benda dengan tepat.Murid dapat menyebutkan ciri khas 2 dari 3 bentuk energi dan mengidentifikasi minimal 3 benda dengan tepat.Murid dapat menyebutkan ciri khas ketiga bentuk energi dengan benar dan mengidentifikasi minimal 4 benda beserta penjelasan mengapa benda tersebut termasuk bentuk energi tertentu.
Membuat prediksi bentuk energi pada benda dan membuktikannya melalui pengamatan (TP 3.6.3.2)Murid belum membuat prediksi, atau prediksi dibuat tanpa dasar pengetahuan yang dapat dijelaskan, dan tidak melakukan perbandingan dengan hasil pengamatan.Murid membuat prediksi untuk 1–2 benda dan mencoba membandingkan dengan hasil pengamatan meskipun penjelasan masih sangat terbatas.Murid membuat prediksi untuk 3–4 benda dengan alasan sederhana dan dapat membandingkan prediksi dengan hasil pengamatan secara lisan atau tertulis.Murid membuat prediksi untuk minimal 4 benda disertai alasan yang jelas, lalu membuktikannya melalui pengamatan dan mampu menjelaskan mengapa prediksi ada yang tepat dan ada yang perlu direvisi.
Kolaborasi dan partisipasi dalam kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam pengisian LKPD bersama.Murid sesekali terlibat dalam diskusi kelompok dan berkontribusi minimal dalam pengisian LKPD.Murid aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi dalam mengisi LKPD bersama kelompok.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, merespons pendapat teman secara konstruktif, dan memastikan semua anggota kelompok ikut berkontribusi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi ketiga bentuk energi dengan benar? Kelompok mana yang masih membutuhkan penguatan?
  • Apakah demonstrasi dan kegiatan pos pengamatan sudah cukup konkret dan kontekstual untuk usia kelas 3?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, termasuk presentasi kelompok?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan prediksi — apakah mereka mampu membuat prediksi berdasarkan pengetahuan sebelumnya atau masih menebak secara acak?
  • Apa yang perlu saya sesuaikan pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil exit ticket hari ini?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang energi adalah...
  • Prediksi saya yang ternyata benar adalah... dan yang ternyata salah adalah... karena...
  • Energi mana yang paling menarik untukku — bunyi, listrik, atau kimia? Mengapa?
  • Ada hal yang masih membuatku bingung tentang energi hari ini, yaitu...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 3 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 6 'Energi, sang Pemberi Kekuatan', halaman 119–123
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 3 SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 6, termasuk panduan kerangka pembelajaran dan lembar observasi keterampilan proses
  3. Alat demonstrasi energi bunyi: peluit, bel kecil, atau penggaris plastik (untuk digetarkan di tepi meja)
  4. Alat demonstrasi energi listrik: senter bertenaga baterai, atau kipas kecil bertenaga baterai
  5. Alat demonstrasi energi kimia: makanan ringan (roti/buah), baterai baru (ditunjukkan, tidak dibongkar), korek api (hanya ditunjukkan oleh guru)
  6. LKPD 'Detektif Energi' yang disiapkan oleh guru (berisi kolom prediksi, hasil pengamatan, dan refleksi)
  7. Kartu visual bergambar benda-benda sehari-hari untuk kegiatan diferensiasi
  8. Papan tulis/kertas besar untuk tabel 'Ciri-Ciri Bentuk Energi'
  9. Lembar observasi keterampilan proses (dari Panduan Umum Buku Guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.