MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 6 — Energi, sang Pemberi Kekuatan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Energi, sang Pemberi Kekuatan |
|---|
| Alokasi Waktu | 23 JP (23 x 35 menit = 805 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.6.1 Menjelaskan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.6.2 Menjelaskan sumber energi dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.6.3 Mengamati fenomena bentuk dan sumber energi secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.6.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang membuat kita bisa melihat benda di ruangan saat lampu dinyalakan?
- Mengapa tangan kita terasa hangat saat berada di dekat secangkir teh panas atau di bawah sinar matahari?
- Mengapa baling-baling kipas angin bisa berputar saat sakelar dinyalakan?
- Apa yang dihasilkan saat senar gitar dipetik atau bel sekolah dibunyikan?
- Apa yang terjadi pada peralatan di rumah ketika aliran listrik tiba-tiba padam?
- Apa saja benda atau peristiwa di sekitar sekolah kita yang bergerak, bersuara, menyala, atau terasa panas?
- Bagaimana cara kita mengetahui dan mencatat bentuk energi yang ada pada benda-benda tersebut saat diamati?
- Mengapa pakaian basah yang dijemur di halaman terbuka bisa menjadi kering saat siang hari?
- Apa yang membuat layang-layang dapat terbang tinggi melayang di udara?
- Dari mana tubuh kita memperoleh tenaga agar bisa berlari dan belajar seharian?
- Mengapa sepeda motor atau mobil memerlukan bensin agar bisa berjalan?
- Bagaimana aliran air di sungai atau air terjun dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi?
- Dari mana datangnya kekuatan pada benda atau tubuh kita saat melakukan kegiatan sehari-hari?
- Apa yang terjadi jika sumber energi yang kita gunakan saat beraktivitas habis atau tidak tersedia?
- Bagaimana cara kita menuliskan kembali hasil pengamatan energi agar teman yang membaca langsung paham?
- Informasi penting apa saja tentang bentuk energi yang harus ada dalam lembar rangkuman tertulis kita?
- Bagaimana cara kita menuangkan temuan tentang asal energi dan bentuk energi yang dihasilkannya ke dalam sebuah gambar dan tulisan poster?
- Informasi apa saja yang harus ada pada poster agar orang lain tahu dari mana energi suatu benda berasal?
- Bagaimana cara kita menceritakan isi poster sumber energi kepada teman agar teman mengerti apa yang kita selidiki?
- Apa saja hal penting tentang sumber energi yang harus kita sampaikan saat berbicara di depan teman?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa berbagai bentuk dan sumber energi selalu bekerja di sekitar kita setiap hari?
- Bagaimana cara terbaik menjelaskan hasil pengamatan bentuk dan sumber energi kepada teman-teman kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Pengertian dan Bentuk Energi Panas serta Cahaya dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.1 Menjelaskan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata pemadaman listrik di malam hari untuk membangkitkan rasa ingin tahu tentang energi (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Jika lampu dinyalakan dan setrika dihubungkan ke listrik, energi apa yang dihasilkan masing-masing?' (acuan jawaban benar: lampu menghasilkan energi cahaya, setrika menghasilkan energi panas) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan pengertian energi serta bentuk energi panas dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memandu murid menyimak demonstrasi sederhana: menyalakan lampu senter (menghasilkan terang) dan mendekatkan telapak tangan ke dekat lampu pijar/gelas air hangat (merasakan hangat/suhu naik) untuk mengenalkan konsep energi sebagai kemampuan/kekuatan melakukan usaha atau menimbulkan perubahan (12 menit).
- Murid bermain kuis tebak cepat 'Detektif Energi' secara menggembirakan: guru menyebutkan 4 nama benda/peristiwa secara bergiliran yaitu (1) Api unggun, (2) Lampu belajar menyala, (3) Air mendidih di panci, (4) Layar proyektor menyala; murid secara berpasangan menebak bentuk energi dominan yang dihasilkan (acuan jawaban: 1 = energi panas, 2 = energi cahaya, 3 = energi panas, 4 = energi cahaya) (13 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Bentuk Energi Panas dan Cahaya' kepada murid yang bekerja berpasangan (5 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja dengan mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk energi dari 4 benda/kegiatan berikut: (1) Menjemur pakaian basah di bawah terik matahari, (2) Membaca buku menggunakan lampu belajar, (3) Menyalakan lilin di ruangan gelap gulita, (4) Menghangatkan badan di dekat api unggun (acuan jawaban: 1 = bentuk energi panas karena menaikkan suhu pakaian hingga air menguap dan kering; 2 = bentuk energi cahaya karena menerangi tulisan sehingga dapat terbaca oleh mata; 3 = bentuk energi cahaya karena menerangi ruangan gelap gulita [dan menghasilkan panas]; 4 = bentuk energi panas karena menghangatkan tubuh/menaikkan suhu di sekitar kulit) (20 menit).
- Perwakilan pasangan membacakan hasil penjelasan bentuk energi mereka, dan pasangan lain memberikan konfirmasi penjelasan sesuai acuan konsep energi panas dan cahaya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid merangkum pemahaman bahwa energi panas ditandai dengan perubahan suhu/rasa hangat-panas, sedangkan energi cahaya ditandai dengan penerangan/kemampuan membuat benda terlihat oleh mata (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pengertian energi serta perbedaan bentuk energi panas dan cahaya (7 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari energi gerak, bunyi, dan listrik (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual bergambar benda penghasil panas dan cahaya dengan label bantuan ciri fisik (hangat/terang); murid mahir diberikan kartu situasi tanpa gambar untuk dianalisis bentuk energinya.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru secara berkala dalam mengenali ciri terasa hangat vs terlihat terang; murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis contoh benda tambahan di kelas.
- Produk: Murid menuliskan penjelasan bentuk energi panas dan cahaya pada lembar kerja sesuai format panduan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika lampu dinyalakan dan setrika dihubungkan ke listrik, energi apa yang dihasilkan masing-masing benda tersebut?' (Acuan jawaban: lampu menghasilkan energi cahaya; setrika menghasilkan energi panas).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam kuis 'Detektif Energi' dengan 4 butir soal: (1) Api unggun [acuan: panas], (2) Lampu belajar menyala [acuan: cahaya], (3) Air mendidih di panci [acuan: panas], (4) Layar proyektor menyala [acuan: cahaya].
- Pemeriksaan Lembar Kerja berpasangan berisi penjelasan bentuk energi dari 4 benda/kegiatan: (1) Menjemur pakaian di bawah matahari (acuan: energi panas, menaikkan suhu pakaian hingga kering), (2) Membaca buku dengan lampu belajar (acuan: energi cahaya, menerangi halaman sehingga dapat dibaca), (3) Menyalakan lilin di ruangan gelap (acuan: energi cahaya, menerangi ruangan), (4) Menghangatkan badan di dekat api unggun (acuan: energi panas, menaikkan suhu dan menghangatkan tubuh).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Murid diminta menjelaskan mengapa matahari dapat menghasilkan dua bentuk energi sekaligus yaitu panas dan cahaya (Acuan kriteria penerimaan: murid menjelaskan bahwa sinar matahari menerangi bumi sehingga siang hari menjadi terang [cahaya] dan membuat suhu bumi hangat/dapat mengeringkan jemuran [panas]).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal mengenai pengenalan bentuk energi dari lampu dan setrika
- Kuis tebak cepat 'Detektif Energi' pada tahap Memahami
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja penjelasan bentuk energi panas dan cahaya pada 4 benda/kegiatan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Bentuk Energi Panas dan Cahaya pada Benda/Kegiatan Sehari-hari | Belum mampu menjelaskan bentuk energi panas maupun cahaya pada 4 butir benda/kegiatan yang diberikan. | Mampu menjelaskan bentuk energi dengan tepat pada 1-2 butir dari 4 butir benda/kegiatan dengan bimbingan guru. | Mampu menjelaskan bentuk energi panas dan cahaya beserta cirinya dengan tepat pada 3-4 butir benda/kegiatan secara mandiri. | Mampu menjelaskan bentuk energi panas dan cahaya beserta cirinya secara tepat pada seluruh (4) butir benda/kegiatan secara mandiri serta mampu memberikan contoh benda lain di kelas beserta penjelasannya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah demonstrasi dan kuis tebak cepat berhasil membantu murid membedakan ciri energi panas dan energi cahaya?
- Apakah pembagian alokasi waktu dan bimbingan berpasangan sudah efektif untuk seluruh murid?
Murid:- Bagian kegiatan mana yang paling membantumu memahami perbedaan energi panas dan energi cahaya?
- Benda apa di sekitarmu yang paling sering kamu gunakan yang menghasilkan energi panas atau cahaya?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Bentuk Energi Gerak, Bunyi, dan Listrik dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.1 Menjelaskan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama untuk mengondisikan kesiapan belajar (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dengan mengulang sekilas bentuk energi panas dan cahaya dari pertemuan sebelumnya, kemudian menghubungkannya dengan topik hari ini yaitu energi gerak, bunyi, dan listrik (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek pemahaman dasar murid mengenai benda yang bergerak, bersuara, atau memerlukan colokan/baterai (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak demonstrasi guru yang menyalakan kipas angin mini (energi gerak), memukul lonceng meja (energi bunyi), dan menunjukkan lampu senter yang menyala karena daya baterai/listrik (energi listrik) sembari mendiskusikan pengertian masing-masing bentuk energi tersebut (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) diajak bermain tebak petunjuk 'Detektif Energi' di mana guru membacakan 3 kartu petunjuk ciri energi dan setiap kelompok menebak bentuk energinya: Kartu 1 'Benda berpindah posisi atau berputar' (acuan: energi gerak); Kartu 2 'Telinga mendengar getaran suara merdu/keras' (acuan: energi bunyi); Kartu 3 'Mengalir melalui kabel atau tersimpan di baterai untuk menyalakan alat' (acuan: energi listrik) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Setiap kelompok menerima lembar kerja yang memuat 6 gambar benda/peristiwa sehari-hari: (1) Kincir angin berputar, (2) Bel sekolah berdering, (3) Menyetrika baju menggunakan setrika kabel, (4) Bermain sepatu roda meluncur, (5) Radio menyiarkan musik, (6) Mengisi daya ponsel (charger tertancap di stopkontak). Murid berdiskusi menjelaskan bentuk energi utama pada masing-masing benda beserta alasan cirinya (20 menit).
- Perwakilan kelompok membacakan penjelasan bentuk energi untuk keenam benda tersebut di hadapan kelompok lain, sedangkan guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu memeriksa kembali catatan penjelasannya dan menuliskan satu contoh benda lain di rumah yang memanfaatkan energi listrik, gerak, dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari (acuan terbuka yang valid: mis. blender menghasilkan gerak/bunyi dari listrik, mixer berputar, televisi bersuara) (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri-ciri bentuk energi gerak, bunyi, dan listrik dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini, mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang pengamatan energi di sekolah, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan simbol pendukung (gelombang suara untuk bunyi, panah putar untuk gerak, petir kecil untuk listrik). Murid yang mahir diberikan contoh benda dengan energi ganda (misalnya blender yang melibatkan listrik, gerak, dan bunyi).
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid yang butuh bimbingan berdiskusi dengan pendampingan langsung oleh guru, sedangkan murid yang sudah mahir mengerjakan identifikasi dan penjelasan alasan secara mandiri bersama kelompoknya.
- Produk: Penjelasan dapat dituliskan dalam bentuk tabel isian sederhana atau dilengkapi diagram hubungan panah antara nama benda dan bentuk energinya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru menanyakan 3 pertanyaan diagnostik lisan kepada murid: (1) 'Apa yang terjadi pada bola saat ditendang?' (acuan: bergerak/berpindah tempat); (2) 'Mengapa kita bisa mendengar bunyi peluit saat ditiup?' (acuan: karena menghasilkan getaran/suara yang tertangkap telinga); (3) 'Alat apa di rumahmu yang tidak bisa hidup jika kabelnya dicabut dari stopkontak?' (acuan: televisi, kulkas, kipas angin, mesin cuci, penanak nasi). Guru memetakan murid yang sudah mengenali fenomena dasar dan yang masih bingung.
Proses:- Penilaian formatif saat diskusi kelompok menyelesaikan lembar kerja 6 gambar benda/peristiwa. Kunci acuan jawaban: (1) Kincir angin berputar -> Energi gerak (karena baling-baling berpindah/berputar); (2) Bel sekolah berdering -> Energi bunyi (karena menghasilkan suara yang terdengar); (3) Menyetrika baju menggunakan setrika kabel -> Energi listrik (karena memanfaatkan aliran listrik dari kabel stopkontak); (4) Bermain sepatu roda meluncur -> Energi gerak (karena roda dan tubuh meluncur/berpindah); (5) Radio menyiarkan musik -> Energi bunyi (karena mengeluarkan gelombang suara); (6) Mengisi daya ponsel di stopkontak -> Energi listrik (karena mengalirkan arus listrik untuk mengisi baterai).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menentukan bentuk energi utama pada 3 benda nyata: (1) Jam dinding berdentang pukul 12, (2) Blender yang sedang berputar menghaluskan buah, (3) Kabel charger laptop yang dicolokkan ke dinding. Kunci acuan jawaban: (1) Energi bunyi; (2) Energi gerak; (3) Energi listrik.
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang ciri benda bergerak, bersuara, dan membutuhkan listrik.
- Observasi unjuk kerja saat permainan 'Detektif Energi' dan diskusi kelompok mengidentifikasi 6 gambar benda sehari-hari.
- Lembar Kerja Siswa: penjelasan bentuk energi gerak, bunyi, dan listrik pada 6 gambar benda/aktivitas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan bentuk energi gerak, bunyi, dan listrik pada benda/aktivitas sehari-hari | Belum mampu menjelaskan bentuk energi gerak, bunyi, dan listrik secara tepat (hanya benar 0-1 dari 6 acuan benda pada LKPD). | Mampu menjelaskan bentuk energi gerak, bunyi, dan listrik dengan tepat pada 2-3 dari 6 acuan benda pada LKPD dengan bimbingan guru. | Mampu menjelaskan bentuk energi gerak, bunyi, dan listrik dengan tepat pada 4-5 dari 6 acuan benda pada LKPD secara mandiri. | Mampu menjelaskan bentuk energi gerak, bunyi, dan listrik dengan tepat pada seluruh (6 dari 6) acuan benda pada LKPD secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara energi gerak, bunyi, dan listrik melalui contoh nyata?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami konsep ketiga bentuk energi tersebut?
- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup untuk memfasilitasi eksplorasi kelompok dan umpan balik?
Murid:- Bentuk energi apa yang paling mudah kamu temukan di sekitarmu hari ini?
- Bagaimana kamu bisa tahu bahwa suatu benda memiliki energi bunyi atau energi listrik?
- Kegiatan belajar mana yang paling menyenangkan bagimu pada pelajaran hari ini?
Pertemuan 3 — Mengamati Fenomena Bentuk Energi di Lingkungan Sekolah dan Mencatat Hasil Pengamatannya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.3 Mengamati fenomena bentuk dan sumber energi secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama untuk menumbuhkan suasana berkesadaran (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik murid dengan permainan peregangan cepat 'Gerak Berenergi' (4 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal secara lisan dengan memperlihatkan 2 fenomena langsung di kelas: (1) Menyalakan sakelar lampu ruang kelas hingga menyala terang (acuan identifikasi: bentuk energi cahaya); (2) Mengetuk penggaris plastik di tepi meja hingga bergetar dan terdengar bunyi (acuan identifikasi: bentuk energi bunyi) untuk memetakan kesiapan mengamati dan mengenali ciri bentuk energi (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan pengamatan lapangan terhadap fenomena bentuk energi di lingkungan sekolah serta mencatat temuannya pada lembar pengamatan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak panduan pengamatan lapangan dan menelaah tabel lembar kerja pengamatan yang memuat 3 kolom: Nama Benda/Peristiwa, Hal/Ciri yang Teramati (terasa/terdengar/terlihat), dan Bentuk Energi yang Dihasilkan (7 menit).
- Guru memodelkan 1 contoh pengamatan di depan kelas dengan mengarahkan perhatian murid ke kipas angin gantung yang sedang berputar di plafon kelas (acuan isian: Nama Benda = Kipas angin; Hal/Ciri Teramati = baling-baling berputar kencang dan terasa hembusan angin; Bentuk Energi = energi gerak) (8 menit).
- Murid membentuk pasangan atau kelompok kecil (3 orang) dan menyepakati aturan keselamatan serta rute pengamatan di 3 pos area sekolah: Pos 1 Halaman Sekolah, Pos 2 Koridor/Lobi Sekolah, dan Pos 3 Kantin/Dapur Sekolah (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berkelompok menjalankan misi 'Detektif Energi Sekolah' menjelajahi 3 pos lingkungan sekolah untuk mengamati langsung fenomena bentuk energi (10 menit).
- Di Pos 1 (Halaman Sekolah), murid mengamati fenomena alam/benda dan mencatat minimal 2 temuan (acuan temuan yang tersedia untuk diamati: [a] Sinar terik matahari -> terlihat terang benderang dan terasa hangat di kulit -> energi panas/cahaya; [b] Daun pohon bergoyang ditiup angin kencang -> terlihat melambai dan bergesekan -> energi gerak; [c] Tiang bendera yang tali pengaitnya berdenting tertiup angin -> terdengar suara dentingan logam -> energi bunyi) (12 menit).
- Di Pos 2 (Koridor/Lobi), murid mengamati peralatan dan mencatat minimal 2 temuan (acuan temuan: [a] Lampu penerangan koridor yang menyala -> terlihat terang memancar -> energi cahaya; [b] Bel lonceng/bel listrik sekolah berbunyi -> terdengar nada dering kencang -> energi bunyi; [c] Jam dinding yang jarum detiknya terus berputar -> terlihat jarum bergerak bergeser -> energi gerak) (8 menit).
- Di Pos 3 (Area Kantin/Kantin Kejujuran/Dapur), murid mengamati aktivitas dan mencatat minimal 1 temuan (acuan temuan: [a] Blender buah yang menyala -> terdengar deru mesin keras dan pisau pisau berputar cepat -> energi gerak/bunyi; [b] Penanak nasi/dispenser air -> permukaan luar terasa hangat/uap air mengepul -> energi panas) (10 menit).
- Murid kembali ke ruang kelas dan memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatan pada lembar kerja masing-masing untuk memastikan minimal 5 fenomena bentuk energi telah tercatat lengkap beserta ciri teramatina (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap murid memeriksa keselarasan antara kolom ciri teramati dengan bentuk energi pada catatannya secara mandiri atau bertukar periksa dengan pasangan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pencatatan murid dan meluruskan apabila ada pengamatan yang tertukar antara ciri fenomena dengan penamaan bentuk energi (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara mengamati fenomena bentuk energi melalui pancaindra (melihat cahaya/gerak, mendengar bunyi, merasakan panas) (2 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan terarah terhadap 2 situasi nyata di sekolah: (1) Air mancur taman sekolah yang memancar naik-turun (acuan jawaban: teramati semburan air bergerak -> energi gerak); (2) Peluit bapak penjaga sekolah ditiup saat mengatur gerbang (acuan jawaban: teramati suara melengking nyaring -> energi bunyi) (4 menit).
- Guru menyampaikan bahwa hasil catatan pengamatan hari ini akan menjadi bahan untuk kegiatan penyelidikan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan pengamatan bergambar yang memuat ikon pancaindra (mata = cahaya/gerak, telinga = bunyi, kulit = panas) untuk membantu mengenali fenomena; murid yang mahir mengamati langsung fenomena yang menghasilkan kombinasi lebih dari satu bentuk energi (misal: blender yang menghasilkan gerak dan bunyi).
- Proses: Murid yang belum lancar mencatat didampingi guru dalam memfokuskan amatan pada satu objek di tiap pos dan mencatat secara bertahap; murid mandiri melakukan pengamatan di bawah supervisi umum guru.
- Produk: Murid yang memerlukan pendampingan cukup mencatat 4 fenomena dengan panduan tanda centang ciri teramati; murid yang mahir mencatat minimal 6 fenomena lengkap dengan deskripsi rinci ciri yang teramati.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi ciri fenomena energi di awal pembelajaran melalui 2 peragaan langsung: (1) Guru menyalakan sakelar lampu kelas hingga menyala (acuan jawaban benar: murid mengidentifikasi bentuk energi cahaya dengan ciri terlihat terang); (2) Guru mengetukkan penggaris plastik ke meja hingga terdengar suara (acuan jawaban benar: murid mengidentifikasi bentuk energi bunyi dengan ciri terdengar getaran suara).
Proses:- Pemeriksaan berkala lembar kerja pengamatan murid di Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 terhadap 5 objek amatan sekolah (acuan ketepatan: [1] Sinar matahari -> ciri: terasa hangat/silau -> energi panas/cahaya; [2] Daun tertiup angin -> ciri: daun bergoyang -> energi gerak; [3] Bel sekolah berbunyi -> ciri: terdengar nada dering keras -> energi bunyi; [4] Jam dinding -> ciri: jarum berputar melingkar -> energi gerak; [5] Dispenser/penanak nasi -> ciri: bodi terasa hangat -> energi panas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan terarah di akhir sesi: Murid menyebutkan bentuk energi dan ciri teramati pada 2 fenomena tambahan sekolah: (1) Air mancur taman sekolah yang memancar (acuan: ciri teramati air berpindah/menyembur = energi gerak); (2) Peluit satpam ditiup di gerbang (acuan: ciri teramati nada nyaring terdengar di telinga = energi bunyi).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena saat berkeliling pos lingkungan sekolah menggunakan lembar observasi keterlibatan indra.
- Penilaian catatan hasil pengamatan pada tabel Lembar Kerja Detektif Energi (kelengkapan objek, kesesuaian ciri teramati, dan ketepatan bentuk energi).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan Mengamati Fenomena Bentuk Energi | Hanya mampu mengamati dan mengidentifikasi 1 fenomena bentuk energi di lingkungan sekolah dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengamati dan mengidentifikasi 2-3 fenomena bentuk energi di lingkungan sekolah dengan arahan panduan guru. | Mampu mengamati dan mengidentifikasi 4-5 fenomena bentuk energi di lingkungan sekolah secara mandiri sesuai ciri yang teramati. | Mampu mengamati dan mengidentifikasi lebih dari 5 fenomena bentuk energi di lingkungan sekolah secara mandiri dan cermat. | | Pencatatan Hasil Pengamatan pada Lembar Kerja | Mencatat hasil pengamatan kurang dari 3 baris dan data ciri teramati belum sesuai dengan bentuk energi yang dituliskan. | Mencatat 3 fenomena bentuk energi dengan mencantumkan ciri teramati namun sebagian bentuk energi belum selaras. | Mencatat minimal 5 fenomena bentuk energi secara lengkap (nama benda, ciri teramati, bentuk energi) dengan selaras dan tepat. | Mencatat lebih dari 5 fenomena bentuk energi secara lengkap, sistematis, dan mendetail pada seluruh kolom tabel. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penjelajahan pos pengamatan di luar kelas berjalan tertib dan efektif?
- Apakah murid mampu menghubungkan ciri yang mereka tangkap melalui indra dengan konsep bentuk energi yang tepat?
Murid:- Fenomena bentuk energi apa yang paling mudah dan paling menantang kamu temukan saat mengamati lingkungan sekolah tadi?
- Bagian mana dari tabel pengamatan yang paling membantumu mengenali bentuk energi di sekitarmu?
Pertemuan 4 — Menjelaskan Sumber Energi Matahari dan Angin dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.2 Menjelaskan sumber energi dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan matahari dan angin sebagai sumber energi beserta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal singkat: murid menjawab 2 pertanyaan pemantik lisan tentang jemuran basah yang menjadi kering dan layang-layang yang terbang melayang (acuan: jemuran kering karena mendapat panas dari sinar matahari; layang-layang terbang karena terdorong gerak angin) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks pada Buku Siswa halaman 132–134 tentang matahari sebagai sumber energi terbesar penghasil panas dan cahaya, serta angin sebagai udara bergerak yang menghasilkan energi gerak (10 menit).
- Murid mengidentifikasi pemanfaatan matahari (mengeringkan pakaian, membantu proses pertumbuhan tanaman, dan menghasilkan listrik melalui panel surya) dan pemanfaatan angin (menerbangkan layang-layang, menggerakkan perahu layar, dan memutar kincir angin pembangkit listrik) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Kartu Sumber Energi': guru membacakan 4 situasi nyata secara berurutan, lalu murid secara berpasangan mengangkat kartu bertuliskan 'Matahari' atau 'Angin'. Daftar 4 situasi: (1) Menjemur gabah atau ikan asin hingga kering; (2) Kincir angin raksasa di PLTB Sidrap berputar menghasilkan listrik; (3) Panel surya di atap rumah menyerap sinar untuk menyalakan lampu; (4) Kapal layar bergerak menyeberangi lautan (acuan jawaban: 1 = Matahari, 2 = Angin, 3 = Matahari, 4 = Angin) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja 'Menjelaskan Sumber Energi Matahari dan Angin' secara mandiri, dengan menuliskan penjelasan peran/manfaat dari 4 peristiwa: (1) Mengapa sinar matahari dibutuhkan oleh petani garam? (acuan: panas matahari menguapkan air laut sehingga menghasilkan kristal garam); (2) Mengapa panel surya dapat menyalakan lampu? (acuan: panel surya menyerap cahaya/panas matahari lalu mengubahnya menjadi energi listrik); (3) Mengapa layang-layang dapat naik ke udara? (acuan: dorongan energi gerak dari hembusan angin membuat layang-layang terangkat); (4) Mengapa kincir angin dapat memompa air atau menyalakan turbin listrik? (acuan: hembusan angin menggerakkan bilah kincir sehingga memutar mesin/generator) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan jawaban Lembar Kerja dan menyadari bahwa kehidupan makhluk hidup di Bumi sangat bergantung pada keberadaan matahari dan hembusan angin (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru merangkum konsep bahwa matahari dan angin adalah sumber energi penting dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas penyelesaian lembar kerja, menginformasikan topik pertemuan berikutnya (sumber energi air, makanan, dan bahan bakar), dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar visual konkret (matahari menjemur pakaian, kincir angin berputar). Murid yang mahir diberikan bacaan tambahan mengenai pemanfaatan panel surya dan kincir angin modern.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap dalam menuliskan kalimat penjelas, sedangkan murid yang mahir langsung menuliskan penjelasan secara mandiri.
- Produk: Murid dengan hambatan belajar dapat menjelaskan secara lisan dengan panduan pertanyaan terarah, sedangkan murid reguler dan mahir menuliskan penjelasan pada Lembar Kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai 2 fenomena harian: (1) Apa yang membuat jemuran basah di luar menjadi kering? (acuan: panas dari sinar matahari); (2) Mengapa layang-layang dapat terbang tinggi di lapangan? (acuan: dorongan gerak dari angin).
Proses:- Observasi ketepatan murid mengangkat kartu pada permainan tebak sumber energi untuk 4 butir: (1) Menjemur gabah (acuan: Matahari); (2) Kincir angin raksasa berputar (acuan: Angin); (3) Panel surya di atap rumah (acuan: Matahari); (4) Kapal layar melaju (acuan: Angin).
- Pemeriksaan Lembar Kerja mandiri berisikan 4 pertanyaan penjelasan manfaat sumber energi: (1) Manfaat matahari bagi petani garam (acuan: panas matahari menguapkan air laut menghasilkan kristal garam); (2) Cara panel surya menghasilkan listrik (acuan: menyerap energi cahaya/panas matahari untuk diubah menjadi listrik); (3) Penyebab layang-layang terbang (acuan: hembusan/gerak angin mendorong layang-layang ke atas); (4) Fungsi angin pada kincir angin PLTB (acuan: energi gerak angin memutar bilah turbin untuk menghasilkan listrik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat lisan di penutup: Murid menyebutkan masing-masing 1 bukti peran matahari dan angin bagi kehidupan manusia (acuan: matahari untuk mengeringkan pakaian/sumber listrik panel surya; angin untuk menerbangkan layang-layang/menggerakkan kapal layar/memutar kincir).
Formatif:- Pengecekan respon pada permainan tebak kartu sumber energi (4 butir)
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja tertulis mandiri mengenai penjelasan manfaat sumber energi matahari dan angin (4 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan sumber energi matahari dan angin dalam kehidupan sehari-hari | Murid belum mampu menjelaskan peran matahari dan angin sebagai sumber energi pada 4 pertanyaan Lembar Kerja (0-1 penjelasan tepat). | Murid mampu menjelaskan peran matahari dan angin sebagai sumber energi dengan bantuan guru pada 2 dari 4 pertanyaan Lembar Kerja secara tepat. | Murid mampu menjelaskan peran matahari dan angin sebagai sumber energi secara mandiri pada minimal 3 dari 4 pertanyaan Lembar Kerja secara tepat sesuai acuan materi. | Murid mampu menjelaskan peran matahari dan angin sebagai sumber energi secara mandiri dan runtut pada seluruh (4) pertanyaan Lembar Kerja secara tepat sesuai acuan materi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas peran energi yang berasal dari matahari dan angin?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif memfasilitasi murid memahami pemanfaatan matahari dan angin secara bermakna?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang manfaat matahari dan angin hari ini?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar tentang matahari dan angin tadi?
Pertemuan 5 — Menjelaskan Sumber Energi Air, Makanan, dan Bahan Bakar dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.2 Menjelaskan sumber energi dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
- Guru mengecek kesiapan murid dan melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat tentang asal tenaga pada tubuh dan kendaraan (acuan: tubuh mendapat tenaga dari makanan, sepeda motor dari bensin/bahan bakar) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan sumber energi air, makanan, dan bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru berbantu media gambar mengenai 3 sumber energi: air (aliran air menggerakkan kincir/turbin PLTA), makanan (nutrisi memberi tenaga bagi manusia dan hewan), serta bahan bakar seperti bensin/minyak tanah/gas (menghasilkan energi gerak/panas pada mesin dan kompor) (10 menit).
- Murid bertanya jawab dengan guru untuk memperdalam pemahaman mengenai bagaimana air, makanan, dan bahan bakar menyediakan energi bagi aktivitas sehari-hari (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan tantangan cepat kartu jodoh 'Detektif Sumber Energi' dengan memasangkan 3 kartu peran sumber energi dengan kartu nama sumber energinya: (1) 'Memberi tenaga bagi tubuh manusia agar dapat beraktivitas' dipasangkan dengan kartu 'Makanan'; (2) 'Menggerakkan kincir air untuk menghasilkan listrik' dipasangkan dengan kartu 'Air'; (3) 'Membuat mesin mobil dan sepeda motor dapat bergerak' dipasangkan dengan kartu 'Bahan Bakar' (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja penjelasan sumber energi berisi 3 butir analisis: (1) Jelaskan mengapa manusia memerlukan makanan sebagai sumber energi; (2) Jelaskan manfaat aliran air sebagai sumber energi di pembangkit listrik; (3) Jelaskan fungsi bahan bakar bagi kendaraan bermotor (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan jawaban: butir (1) makanan diolah tubuh menghasilkan tenaga untuk bergerak/tumbuh; butir (2) aliran air menggerakkan kincir/turbin untuk menghasilkan listrik; butir (3) bahan bakar dibakar di dalam mesin menghasilkan energi gerak untuk menjalankan roda kendaraan (5 menit).
- Murid menyampaikan satu hal baru yang paling disadari tentang pentingnya makanan, air, dan bahan bakar dalam menunjang kegiatan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa air, makanan, dan bahan bakar merupakan sumber energi penting yang menopang kehidupan manusia dan peralatan di sekitarnya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret (piring nasi, air terjun, jeriken bensin) untuk murid yang memerlukan bantuan visual.
- Proses: Memberikan panduan kata kunci (misal: 'tenaga gerak', 'nutrisi tubuh', 'kincir') bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap saat menjelaskan.
- Produk: Murid berkemampuan cepat diminta menjelaskan 2 contoh pemanfaatan tambahan untuk masing-masing dari 3 sumber energi tersebut secara mandiri pada lembar kerjanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Apa yang membuat tubuhmu bertenaga saat berolahraga dan apa yang membuat mobil ayah/ibumu bisa berjalan?' (Acuan jawaban: tubuh mendapat energi dari makanan/minuman, mobil mendapat energi dari bensin/bahan bakar).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam memasangkan 3 kartu deskripsi fungsi dengan kartu nama sumber energi: (1) tenaga tubuh manusia -> Makanan; (2) penggerak kincir/turbin -> Air; (3) penggerak mesin kendaraan -> Bahan Bakar.
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan 3 butir: (1) Makanan sebagai sumber energi tubuh; (2) Air sebagai penggerak turbin/kincir; (3) Bahan bakar sebagai penggerak mesin kendaraan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir inti melalui pencocokan jawaban lembar kerja terhadap acuan 3 butir: (1) makanan menghasilkan tenaga bagi tubuh untuk bergerak/belajar; (2) aliran air menggerakkan turbin/kincir pembangkit listrik; (3) bahan bakar (bensin/solar) menghasilkan tenaga gerak pada mesin kendaraan.
Formatif:- Kuis berpasangan kartu jodoh 'Detektif Sumber Energi' (memasangkan 3 deskripsi manfaat dengan sumber energinya)
- Lembar kerja penjelasan tertulis 3 sumber energi (air, makanan, bahan bakar)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan sumber energi air, makanan, dan bahan bakar dalam kehidupan sehari-hari | Belum mampu menjelaskan peran ketiga sumber energi (air, makanan, dan bahan bakar) secara tepat walaupun telah diberikan bimbingan. | Mampu menjelaskan 1 dari 3 sumber energi (air, makanan, atau bahan bakar) secara tepat sesuai acuan fungsi dan pemanfaatannya. | Mampu menjelaskan 2 dari 3 sumber energi (air, makanan, dan bahan bakar) secara tepat sesuai acuan fungsi dan pemanfaatannya secara mandiri. | Mampu menjelaskan seluruhnya (3 dari 3 sumber energi: air, makanan, dan bahan bakar) secara tepat, lengkap, dan runtut sesuai acuan fungsi dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan media gambar dan kartu peran membantu murid memahami fungsi air, makanan, dan bahan bakar sebagai sumber energi?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan dan pengerjaan lembar kerja penjelasan?
Murid:- Apa fungsi makanan bagi tubuh kita yang paling kamu ingat hari ini?
- Mengapa kita harus bijak menggunakan bahan bakar seperti bensin dan gas?
Pertemuan 6 — Mengamati Fenomena Sumber Energi dalam Aktivitas Sehari-hari dan Mencatat Hasil Pengamatannya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.3 Mengamati fenomena bentuk dan sumber energi secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar aktivitas sederhana: (1) baju basah dijemur di bawah terik dan (2) anak mengayuh sepeda. Murid diminta mengidentifikasi sumber energi pada kedua aktivitas tersebut (acuan: gambar 1 = matahari/cahaya-panas matahari; gambar 2 = makanan/tenaga tubuh manusia) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati fenomena sumber energi dalam berbagai aktivitas sehari-hari serta mencatat temuan pengamatan ke dalam lembar catatan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan panduan pengamatan fenomena sumber energi dalam 4 stasiun gambar aktivitas yang disiapkan guru di kelas: Stasiun 1 (Ibu memasak air di atas kompor gas), Stasiun 2 (Perahu layar bergerak di laut lepas), Stasiun 3 (Kincir air berputar menggerakkan penumbuk padi), dan Stasiun 4 (Lampu belajar menyala terang saat dicolokkan ke stopkontak) (8 menit).
- Murid bersama guru membedah contoh cara mengamati fenomena dan mengisi tabel catatan pengamatan: menentukan aktivitas, benda/pelaku yang bekerja, fenomena yang terlihat, dan sumber energi yang menyebabkannya bekerja (acuan contoh pemodelan: aktivitas kipas angin berputar -> fenomena baling-baling bergerak kencang -> sumber energi listrik) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang menggembirakan melalui 'Tantangan Detektif Sumber Energi', murid berkeliling mandiri ke 4 stasiun gambar aktivitas yang tersebar di kelas untuk mengamati fenomena kerja pada tiap aktivitas (15 menit).
- Murid mencatat hasil pengamatan ke dalam Lembar Catatan Pengamatan untuk 4 stasiun aktivitas tersebut (acuan pencatatan: Stasiun 1 = fenomena api menyala memanaskan panci, sumber energi bahan bakar gas/elpiji; Stasiun 2 = fenomena layar perahu mengembang dan perahu melaju, sumber energi angin; Stasiun 3 = fenomena roda kincir berputar karena dorongan aliran sungai, sumber energi aliran air; Stasiun 4 = fenomena lampu memancarkan cahaya terang saat kabel terhubung, sumber energi listrik/baterai) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil catatannya sendiri dengan mencocokkan kelengkapan 4 data pengamatan stasiun aktivitas bersama bimbingan guru (5 menit).
- Murid menyimpulkan pengalaman belajarnya mengenai pentingnya ketelitian dalam mengenali sumber energi yang bekerja di balik setiap aktivitas sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan catatan pengamatan fenomena sumber energi murid (3 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan bersyukur dan berdoa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar catatan yang memuat petunjuk visual ikon sumber energi (matahari, angin, air, bahan bakar/makanan, listrik), sedangkan murid yang mandiri mengamati tanpa bantuan ikon visual.
- Proses: Guru memberikan scaffolding terarah kepada murid yang kesulitan menuliskan deskripsi fenomena dengan panduan pertanyaan arahan langsung, sementara murid yang mahir mengamati dan mencatat seluruh 4 stasiun secara mandiri.
- Produk: Murid dengan hambatan menulis dapat mencatat hasil pengamatan dengan menuliskan kata kunci sumber energi dan memberi tanda centang pada kolom fenomena yang sesuai daftar acuan, sedangkan murid mahir menuliskan kalimat deskripsi fenomena pengamatan secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran dengan 2 gambar aktivitas: (1) baju basah dijemur di bawah sinar terik; (2) anak mengayuh sepeda. Guru mencatat kesiapan murid mengidentifikasi sumber energi (acuan jawaban: gambar 1 = sumber energi matahari/cahaya-panas matahari; gambar 2 = sumber energi makanan/tenaga tubuh).
Proses:- Observasi sistematis terhadap keterampilan mengamati fenomena dan pemeriksaan lembar catatan pengamatan murid pada 4 stasiun aktivitas: Stasiun 1 (memasak air dengan kompor gas -> acuan: bahan bakar gas), Stasiun 2 (perahu layar melaju -> acuan: angin), Stasiun 3 (kincir air berputar -> acuan: aliran air), Stasiun 4 (lampu belajar menyala -> acuan: listrik).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan akhir lembar pengamatan berupa verifikasi ketepatan identifikasi sumber energi pada minimal 3 dari 4 stasiun yang diamati (acuan: Stasiun 1 = gas/bahan bakar; Stasiun 2 = angin; Stasiun 3 = air/aliran air; Stasiun 4 = listrik).
Formatif:- Penilaian kinerja pengamatan dan pemeriksaan ketepatan Lembar Catatan Pengamatan 4 stasiun aktivitas sehari-hari.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterampilan mengamati fenomena sumber energi | Hanya mampu mengamati dan mencatat fenomena serta sumber energi pada 1 dari 4 stasiun aktivitas secara tepat. | Mampu mengamati dan mencatat fenomena serta sumber energi pada 2 dari 4 stasiun aktivitas secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu mengamati dan mencatat fenomena serta sumber energi pada 3 dari 4 stasiun aktivitas secara tepat sesuai lembar acuan. | Mampu mengamati dan mencatat fenomena serta sumber energi pada seluruh 4 stasiun aktivitas secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa bimbingan. | | Kelengkapan pencatatan hasil pengamatan | Mencatat hasil pengamatan kurang dari 2 kolom yang ditentukan (aktivitas, fenomena, dan sumber energi) pada lembar tugas. | Mencatat hasil pengamatan pada 2-3 stasiun tetapi deskripsi fenomena atau sumber energinya belum lengkap terisi. | Mencatat hasil pengamatan pada minimal 3 stasiun secara lengkap pada seluruh kolom (aktivitas, fenomena, dan sumber energi). | Mencatat hasil pengamatan seluruh 4 stasiun secara lengkap pada seluruh kolom dengan data deskripsi fenomena yang detail dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk tantangan observasi mandiri di 4 stasiun cukup memberikan kesempatan bagi semua murid melakukan pengamatan cermat?
- Bagian mana dari lembar catatan pengamatan yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Fenomena sumber energi pada stasiun mana yang paling mudah dan paling sulit kamu kenali saat berkeliling tadi?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang sumber energi yang bekerja pada benda di sekitarmu hari ini?
Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Bentuk Energi secara Tertulis dalam Lembar Rangkuman — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 contoh catatan kasar di papan tulis: 'Lampu menyala terang dan terasa agak hangat saat didekati'. Murid diminta menyebutkan 2 bentuk energi yang terdapat dalam catatan tersebut secara lisan (acuan: bentuk energi cahaya dan energi panas) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun dan mengomunikasikan hasil penyelidikan berbagai bentuk energi secara tertulis dalam format Lembar Rangkuman (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati format Lembar Rangkuman Bentuk Energi yang dicontohkan guru di papan tulis, yang memuat 3 kolom utama: Nama Benda/Peristiwa, Bentuk Energi yang Dihasilkan, dan Bukti/Ciri Hasil Pengamatan (5 menit).
- Melalui permainan tebak cepat 'Detektif Catatan', murid berpasangan mencocokkan potongan informasi acak ke dalam format rangkuman dengan gembira, misalnya kartu 'Bel sekolah berdering nyaring' dimasukkan ke kolom benda/peristiwa, 'Energi Bunyi' ke kolom bentuk energi, dan 'Terdengar getaran suara bel' ke kolom bukti pengamatan (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid membuka kembali buku catatan hasil penyelidikan/pengamatan bentuk energi di sekolah dari pertemuan sebelumnya (5 menit).
- Murid secara mandiri menyalin dan menuangkan data penyelidikannya ke dalam Lembar Rangkuman Tertulis yang mencakup minimal 4 fenomena benda/aktivitas beserta bentuk energinya: (1) Lampu kelas/ruang (acuan bentuk: energi cahaya/panas), (2) Kipas angin menyala (acuan bentuk: energi gerak/angin), (3) Bel sekolah atau suara musik (acuan bentuk: energi bunyi), dan (4) Setrika/pemanas air/dispenser atau aktivitas berlari (acuan bentuk: energi panas/gerak) beserta bukti hasil amatan tertulisnya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar rangkuman dengan teman sebangku untuk saling membaca hasil tulisan dan memeriksa keterbacaan data penyelidikan yang dirangkum (5 menit).
- Murid menandai apakah seluruh informasi nama benda, bentuk energi, dan bukti pengamatan sudah tertulis lengkap dan jelas pada lembar rangkuman teman (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menuliskan hasil penyelidikan secara terstruktur agar mudah dipahami orang lain (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil lembar rangkuman tertulis murid dan menginformasikan bahwa data ini akan digunakan untuk membuat poster pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar rangkuman dengan tabel berbingkai dan panduan kata kunci bagi murid yang membutuhkan bantuan; menyediakan lembar kerja terbuka bagi murid yang sudah mandiri.
- Proses: Memberikan pendampingan intensif bagi murid yang kesulitan memilah antara nama benda, bentuk energi, dan bukti amatan; memberikan tantangan bagi murid yang cepat untuk merangkum hingga 6 data bentuk energi hasil penyelidikan.
- Produk: Format penyajian rangkuman tertulis dapat berupa tabel berurutan terstruktur maupun poin ringkas, asalkan memuat nama benda, bentuk energi, dan ciri/bukti hasil penyelidikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi bentuk energi dari teks catatan singkat: Guru menyajikan teks catatan 'Lampu menyala terang dan terasa agak hangat saat didekati'. Murid diminta menuliskan/menyebutkan 2 bentuk energi pada teks tersebut (acuan jawaban tepat: bentuk energi cahaya dan bentuk energi panas).
Proses:- Observasi formatif saat murid menyusun lembar rangkuman tertulis: memeriksa ketepatan menghubungkan nama benda hasil penyelidikan dengan bentuk energinya serta kejelasan deskripsi bukti pengamatan tertulis.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil akhir Lembar Rangkuman Tertulis murid: memeriksa ketepatan minimal 4 data hasil amatan bentuk energi yang dirangkum secara tertulis sesuai acuan materi (Lampu -> cahaya/panas; Kipas -> gerak; Bel/peluit -> bunyi; Pemanas/dispenser/lari -> panas/gerak).
Formatif:- Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan Lembar Rangkuman Tertulis hasil penyelidikan bentuk energi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Ketepatan Mengomunikasikan Data Bentuk Energi secara Tertulis | Mengomunikasikan secara tertulis kurang dari 2 bentuk energi dari hasil penyelidikan dengan tepat. | Mengomunikasikan secara tertulis 2 dari 4 bentuk energi hasil penyelidikan beserta bukti amatan dengan tepat. | Mengomunikasikan secara tertulis 3 dari 4 bentuk energi hasil penyelidikan beserta bukti amatan dengan tepat dan runtut. | Mengomunikasikan secara tertulis 4 atau lebih bentuk energi hasil penyelidikan beserta bukti amatan secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi pengisian format lembar rangkuman tertulis sudah cukup jelas dan dapat dipahami murid Fase B kelas 3?
- Bagian mana dari kegiatan merangkum tertulis yang paling banyak memerlukan pendampingan guru?
Murid:- Apakah aku sudah dapat menuliskan bentuk-bentuk energi dari hasil pengamatanku dengan jelas?
- Hal apa yang paling mudah dan paling menantang saat menyusun lembar rangkuman tertulis hari ini?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Hubungan Bentuk dan Sumber Energi dalam Media Poster — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengondisikan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan 3 pasangan gambar hubungan sumber dan bentuk energi di papan tulis: (1) Matahari -> panel surya/lampu menyala; (2) Aliran angin -> kincir berputar; (3) Makanan -> anak berlari. Murid diminta menyebutkan secara lisan sumber energi dan bentuk energi dari 3 pasangan tersebut (acuan jawaban: 1 = sumber energi Matahari menghasilkan energi cahaya/listrik; 2 = sumber energi angin menghasilkan energi gerak; 3 = sumber energi makanan menghasilkan energi gerak/panas tubuh) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan hubungan bentuk dan sumber energi ke dalam media visual berupa poster kertas karton (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan contoh draf tata letak poster sederhana yang memuat 4 unsur wajib: (1) Judul poster, (2) Gambar sumber energi beserta label namanya, (3) Tanda panah alur hubungan, dan (4) Gambar bentuk energi yang dihasilkan beserta teks penjelasannya (10 menit).
- Murid mencermati catatan hasil penyelidikan yang sudah dikumpulkan dari pertemuan sebelumnya untuk memilih 3 hubungan sumber dan bentuk energi yang akan dituangkan ke dalam poster (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan melalui permainan kreatif 'Rancang Poster Hebat', murid menggambar dan menuliskan minimal 3 pasangan hubungan sumber dan bentuk energi pada selembar kertas karton yang disediakan guru (misalnya: Sumber Makanan -> Energi Gerak saat bersepeda; Sumber Matahari -> Energi Panas menjemur pakaian; Sumber Angin -> Energi Gerak perahu layar) lengkap dengan label teks tertulis (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling memeriksa kelengkapan poster pasangannya menggunakan daftar periksa mandiri: memeriksa apakah 3 sumber energi, 3 bentuk energi, dan teks alur hubungan sudah tertulis jelas dan tepat pada media poster (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap poster hasil karya murid dan mengonfirmasi keterbacaan teks komunikasi tertulis dalam media poster (6 menit).
- Guru menutup pertemuan dan mengarahkan murid untuk menyimpan poster dengan rapi di loker kelas sebagai persiapan simulasi presentasi pada pertemuan berikutnya (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas poster dengan pola kotak/garis bantu panduan tata letak (sumber di kiri, panah di tengah, bentuk energi di kanan); murid yang sudah mahir menuangkan tata letak mandiri secara bebas.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam menyusun kalimat label hubungan; murid yang mandiri merancang teks hubungan secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan mengomunikasikan minimal 2 hubungan sumber-bentuk energi; murid yang mahir mengomunikasikan 4 hingga 5 hubungan sumber-bentuk energi pada posternya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 3 pasangan gambar: (1) Matahari -> lampu/cahaya; (2) Angin -> kincir berputar; (3) Makanan -> anak berlari. Guru memeriksa apakah murid dapat menyebutkan sumber dan bentuk energi yang bersangkutan (acuan jawaban: 1 = sumber Matahari menghasilkan energi cahaya/listrik; 2 = sumber angin menghasilkan energi gerak; 3 = sumber makanan menghasilkan energi gerak).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan penilaian formatif lembar periksa produk poster selama tahap Mengaplikasi, dengan memeriksa ketercakupan minimal 3 hubungan sumber energi dan bentuk energi beserta keterangan teks tertulisnya pada poster.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan akhir keterbacaan media poster menggunakan daftar cek: (1) Memuat judul, (2) Memuat minimal 3 ilustrasi sumber energi beserta namanya, (3) Memuat panah alur, (4) Memuat minimal 3 bentuk energi beserta teks keterangan fungsinya. Kriteria penerimaan: poster memuat minimal 3 pasangan hubungan bentuk dan sumber energi yang sesuai fakta sains.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pembuatan media poster: ketepatan dan kelengkapan teks serta visualisasi yang mengomunikasikan hubungan sumber dan bentuk energi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Ketepatan Mengomunikasikan Hubungan Bentuk dan Sumber Energi dalam Media Poster | Mengomunikasikan kurang dari 2 pasangan hubungan bentuk dan sumber energi pada poster secara tertulis atau visual, atau informasi pasangan tidak tepat. | Mengomunikasikan 2 pasangan hubungan bentuk dan sumber energi pada poster dengan teks dan visual yang tepat namun masih membutuhkan bimbingan guru. | Mengomunikasikan 3 pasangan hubungan bentuk dan sumber energi pada poster dengan teks label dan gambar yang tepat secara mandiri. | Mengomunikasikan 4 pasangan atau lebih hubungan bentuk dan sumber energi pada poster dengan teks label, gambar, dan alur panah yang sangat jelas dan tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit pada kegiatan mengaplikasi cukup bagi murid kelas 3 untuk menyelesaikan gambar dan tulisan poster?
- Bagian mana dari draf poster murid yang paling banyak membutuhkan bimbingan teks atau konsep hubungan energi?
Murid:- Bagian apa yang paling mudah dan paling menantang saat menggambar dan menuliskan hubungan energi pada poster?
- Apakah gambar dan tulisan pada poster yang aku buat sudah bisa dipahami orang lain yang membacanya?
Pertemuan 9 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Sumber Energi secara Lisan melalui Simulasi Presentasi Poster — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas siap belajar (3 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik dan melakukan diagnostik awal terkait kesiapan murid menyebutkan isi penyelidikan sumber energi pada poster (acuan isi pokok: nama sumber energi yang diselidiki, contoh pemanfaatannya, dan bentuk energi yang dihasilkan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih mengomunikasikan hasil penyelidikan sumber energi secara lisan melalui simulasi presentasi poster kelompok untuk persiapan kegiatan sumatif (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid dalam kelompok mengamati kembali poster hasil penyelidikan sumber energi yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya dan mencermati 3 poin pesan lisan yang harus disampaikan: (1) jenis sumber energi yang diselidiki, (2) bentuk energi yang dihasilkan, serta (3) contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari (8 menit).
- Guru memodelkan cara menyampaikan pesan lisan tersebut secara lugas dan terstruktur dengan kalimat pemandu: 'Kelompok kami menyelidiki sumber energi..., sumber ini menghasilkan bentuk energi..., dan contoh penggunaannya adalah...' (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid melakukan permainan simulasi berpasangan antarkelompok 'Pos Berbisik Energi' di mana setiap anggota kelompok secara bergantian melatih berbicara lisan menyampaikan isi poster sumber energinya kepada pasangan dari kelompok lain selama 2 menit per putaran secara menggembirakan (15 menit).
- Setiap kelompok melakukan simulasi presentasi poster secara lisan di hadapan satu kelompok mitra, mengomunikasikan seluruh hasil penyelidikan sumber energi secara bergiliran tanpa membaca keseluruhan tulisan melainkan menyampaikan poin intinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Kelompok mitra memberikan umpan balik berbasis checklist kelengkapan isi lisan (apakah menyebutkan sumber energi, bentuk energi yang dihasilkan, dan contoh pemanfaatannya) (5 menit).
- Murid bersama kelompok mencatat bagian penyampaian lisan yang masih kurang lengkap untuk diperbaiki sebelum pelaksanaan asesmen sumatif pertemuan berikutnya (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin-poin utama dalam mengomunikasikan hasil penyelidikan sumber energi secara lisan (3 menit).
- Guru memberikan penguatan dan mengingatkan poster disimpan dengan aman untuk asesmen sumatif di pertemuan ke-10, lalu menutup sesi dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan kalimat pemandu lisan dengan 3 rumpang terarah, sedangkan kelompok mandiri mengomunikasikan langsung menggunakan poster tanpa kartu bantuan.
- Proses: Pada simulasi presentasi, murid yang kurang percaya diri didampingi teman kelompok untuk berbicara secara berpasangan/bergantian menyampaikan poin yang berbeda.
- Produk: Penyampaian lisan kelompok mencakup minimal 3 poin inti hasil penyelidikan sumber energi sesuai poster masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 3 hal penting dari penyelidikan sumber energimu yang harus kamu ceritakan ke teman!' (Acuan kriteria jawaban tepat: menyebutkan [1] nama sumber energi yang diselidiki, [2] bentuk energi yang dihasilkan, dan [3] contoh pemanfaatan/aktivitasnya).
Proses:- Pengamatan formatif saat simulasi presentasi lisan menggunakan ceklis ketercapaian 3 komponen: (1) Menyebutkan nama sumber energi yang diselidiki secara jelas, (2) Menyebutkan bentuk energi yang dihasilkan dari sumber tersebut, (3) Menyebutkan contoh pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai hasil penyelidikan kelompok pada poster.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup melalui lembar refleksi mandiri: Murid memberi tanda centang pada kartu kendali diri apakah sudah berhasil mengomunikasikan 3 poin hasil penyelidikan sumber energi secara lisan (acuan: nama sumber energi, bentuk energi, dan contoh pemanfaatan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja simulasi presentasi lisan hasil penyelidikan sumber energi menggunakan lembar ceklis ketercapaian 3 poin isi lisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Sumber Energi secara Lisan | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sumber energi secara lisan tetapi belum memuat ketiga poin acuan (nama sumber, bentuk energi yang dihasilkan, dan pemanfaatannya) meskipun dibimbing. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sumber energi secara lisan dengan memuat 1 dari 3 poin acuan (nama sumber, bentuk energi yang dihasilkan, atau pemanfaatannya). | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sumber energi secara lisan dengan memuat 2 dari 3 poin acuan secara mandiri. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan sumber energi secara lisan dengan memuat lengkap ketiga poin acuan (nama sumber, bentuk energi yang dihasilkan, dan contoh pemanfaatannya) secara mandiri. | | Kesesuaian Komunikasi Lisan dengan Media Poster | Penyampaian lisan belum sesuai dengan data atau gambar sumber energi yang tercantum pada poster kelompok. | Penyampaian lisan merujuk pada sebagian kecil data penyelidikan sumber energi yang ada pada poster kelompok. | Penyampaian lisan sebagian besar sesuai dan merujuk tepat pada data penyelidikan sumber energi di poster kelompok. | Penyampaian lisan seluruhnya selaras, tepat, dan merujuk secara menyeluruh pada data hasil penyelidikan sumber energi di poster kelompok. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada simulasi 'Pos Berbisik Energi' dan simulasi kelompok mencukupi bagi setiap murid untuk berlatih mengomunikasikan penyelidikan secara lisan?
- Apakah panduan kalimat pemandu lisan efektif membantu murid yang masih ragu berbicara menyampaikan data sumber energi?
Murid:- Bagian mana dari isi poster sumber energi yang paling mudah dan paling menantang untuk aku ceritakan kepada teman?
- Apa yang perlu kelompokku perbaiki agar saat presentasi nanti cerita kami tentang sumber energi makin jelas didengar teman?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.6.1 Menjelaskan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.6.2 Menjelaskan sumber energi dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.6.3 Mengamati fenomena bentuk dan sumber energi secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.6.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan dan tertulis dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan ruang kelas untuk asesmen sumatif bab (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 6 yang mencakup pengerjaan lembar tes dan pengamatan tertulis secara mandiri serta presentasi poster kelompok (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Mandiri dan menjelaskan petunjuk pengisian: murid mengerjakan 4 butir soal pengamatan dan penjelasan sumber serta bentuk energi tanpa bantuan teman (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (Individual): Murid secara mandiri mengerjakan tugas pengamatan dan tes tertulis pada lembar asesmen selama 25 menit. Butir soal dan acuan kunci jawaban: (1) Mengamati dan mencatat fenomena energi pada lampu menyala di kelas -> fenomena: lampu mengeluarkan cahaya dan terasa hangat, bentuk energi: cahaya dan panas; (2) Mengamati dan mencatat fenomena bel sekolah berdering -> fenomena: bel bergetar dan terdengar bunyi dering, bentuk energi: bunyi dan gerak getaran; (3) Menjelaskan sumber energi matahari dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari -> acuan: matahari adalah sumber energi cahaya/panas alami terbesar untuk mengeringkan pakaian/fotosintesis tanaman/menerangi bumi; (4) Menjelaskan sumber energi bahan bakar dan makanan beserta fungsinya -> acuan: bahan bakar (bensin/gas) menghasilkan energi gerak/panas pada kendaraan/kompor, sedangkan makanan adalah sumber energi kimia untuk memberi tenaga bagi tubuh manusia agar dapat bergerak dan beraktivitas (25 menit).
- Tugas 2 (Kelompok): Murid bersama kelompoknya (7 kelompok @ 4-5 menit) melakukan unjuk kerja penyampaian lisan mempresentasikan poster hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi yang telah dipersiapkan, mencakup penjelasan bentuk energi (panas, cahaya, gerak, bunyi, listrik) dan sumber energinya (matahari, angin, air, bahan bakar, makanan) di hadapan guru dan teman sekelas (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan jalannya asesmen sumatif, memeriksa bagaimana mereka menyelesaikan tugas tertulis dan menyampaikan presentasi poster dengan tertib (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar asesmen tertulis portofolio mandiri murid dan poster kelompok (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif Bab 6 dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks petunjuk asesmen tertulis dibacakan dengan artikulasi jelas oleh guru bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca tanpa mengubah substansi butir soal.
- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan pendampingan visual diberikan posisi duduk dekat dengan papan tulis atau lembar panduan berukuran huruf lebih besar.
- Produk: Standar bukti tetap sama untuk semua murid: lembar tes tertulis mandiri memuat 4 butir acuan yang sama dan presentasi poster kelompok mencakup penjelasan bentuk serta sumber energi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen mandiri melalui konfirmasi pemahaman petunjuk teknis pengisian lembar asesmen dan tata tertib presentasi kelompok.
Proses:- Pemantauan kemandirian murid saat mengerjakan lembar catatan pengamatan dan tes tertulis secara hening dan serentak.
- Observasi keterlibatan setiap anggota kelompok selama penyampaian lisan hasil penyelidikan poster.
Sumatif Bab:- Penilaian portofolio pengamatan tertulis serentak dan presentasi poster unjuk kerja kelompok: Lembar kerja berisi penjelasan tertulis dan hasil pengamatan bentuk serta sumber energi, dilengkapi presentasi poster kelompok yang memaparkan hasil penyelidikan dan penjelasan lisan mengenai bentuk energi
- Tugas pengamatan dan tes tertulis serentak: Lembar catatan pengamatan fenomena sumber dan bentuk energi di lingkungan sekolah serta uraian tertulis penjelasan sumber energi sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar pengamatan dan tes tertulis)
- Presentasi poster unjuk kerja kelompok: Penyampaian lisan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi menggunakan media poster sederhana secara berkelompok (7 kelompok @ 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi poster dan penjelasan lisan)
Sumatif:- Penilaian portofolio pengamatan tertulis serentak dan presentasi poster unjuk kerja kelompok: Lembar kerja berisi penjelasan tertulis dan hasil pengamatan bentuk serta sumber energi, dilengkapi presentasi poster kelompok yang memaparkan hasil penyelidikan dan penjelasan lisan mengenai bentuk energi
- Tugas pengamatan dan tes tertulis serentak: Lembar catatan pengamatan fenomena sumber dan bentuk energi di lingkungan sekolah serta uraian tertulis penjelasan sumber energi sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar pengamatan dan tes tertulis)
- Presentasi poster unjuk kerja kelompok: Penyampaian lisan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi menggunakan media poster sederhana secara berkelompok (7 kelompok @ 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi poster dan penjelasan lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pencatatan Hasil Pengamatan Fenomena Bentuk dan Sumber Energi (TP 3.6.3) | Mencatat fenomena dan bentuk energi kurang dari 1 fenomena yang tepat sesuai acuan (acuan: lampu menyala menghasilkan cahaya/panas; bel berdering menghasilkan bunyi/gerak getaran). | Mencatat 1 dari 2 fenomena dan bentuk energi secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan. | Mencatat 2 fenomena dan bentuk energi secara tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mencatat 2 fenomena dan bentuk energi secara tepat, lengkap dengan ciri-ciri teramati pada fenomena tersebut secara mandiri dan runtut. | | Penjelasan Sumber Energi dalam Kehidupan Sehari-hari (TP 3.6.2) | Menjelaskan sumber energi kurang dari 1 butir secara tepat sesuai acuan (acuan: matahari sebagai sumber panas/cahaya; bahan bakar/makanan sebagai sumber energi gerak/panas/tenaga tubuh). | Menjelaskan 1 dari 2 sumber energi dan fungsinya secara tepat sesuai acuan. | Menjelaskan 2 sumber energi (matahari serta bahan bakar/makanan) beserta fungsinya secara tepat sesuai acuan. | Menjelaskan 2 sumber energi beserta fungsinya secara tepat, runtut, dan lengkap dengan contoh manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. | | Penjelasan Lisan Bentuk Energi (TP 3.6.1) | Menjelaskan lisan kurang dari 2 bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari (dari target: panas, cahaya, gerak, bunyi, listrik). | Menjelaskan lisan 2-3 bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. | Menjelaskan lisan 4 bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat. | Menjelaskan lisan seluruh 5 bentuk energi (panas, cahaya, gerak, bunyi, listrik) dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat dan jelas. | | Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan melalui Poster (TP 3.6.4) | Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan dengan bantuan penuh media poster, isi belum memuat hubungan bentuk dan sumber energi. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan menggunakan poster, memuat bentuk atau sumber energi namun penjelasan lisan belum runtut. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan menggunakan media poster secara runtut dan tepat. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan bentuk dan sumber energi secara lisan dan tertulis pada poster secara terstruktur, lengkap, dan lancar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit tes tertulis mandiri dan 35 menit presentasi poster 7 kelompok berjalan efektif dan tepat waktu?
- Apakah instrumen lembar tugas tertulis dan rubrik unjuk kerja poster berhasil mengukur seluruh capaian TP 3.6.1 sampai TP 3.6.4 secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari lembar pengamatan dan penjelasan tertulis yang paling mudah dan paling menantang kamu selesaikan?
- Bagaimana perasaanmu saat mempresentasikan poster bentuk dan sumber energi di depan kelas bersama kelompokmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 6
- Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Bab 6 Halaman 118-121
- Lampu senter dan lampu belajar / lampu pijar kelas
- Lembar Kerja Siswa 'Bentuk Energi Panas dan Cahaya'
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas 3 SD/MI Revisi (Kemendikbudristek 2023, Bab 6)
- Buku Siswa IPAS Kelas 3 SD/MI Revisi (Kemendikbudristek 2023, Bab 6 Halaman 118-124)
- Benda konkret/peraga: kipas angin mini/baling-baling kertas, lonceng meja/alat musik sederhana, senter dengan baterai
- Lembar Kerja Murid: Gambar 6 aktivitas/benda pemanfaat energi
- Buku Siswa IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025, Bab 6 'Energi, sang Pemberi Kekuatan', halaman 118-124.
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III Edisi Revisi 2025.
- Lingkungan nyata sekolah (halaman, koridor/lobi, kantin/dapur sekolah).
- Lembar Kerja Murid: Tabel Pengamatan Detektif Energi.
- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023, Bab 6 Halaman 132–134
- Kartu bertuliskan 'Matahari' dan 'Angin'
- Lembar Kerja Murid: Menjelaskan Sumber Energi Matahari dan Angin
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab 6: Energi, sang Pemberi Kekuatan!
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025
- Set kartu berpasangan 'Detektif Sumber Energi' (gambar dan teks air, makanan, bahan bakar)
- Lembar Kerja Murid (LKM) Penjelasan Sumber Energi
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 6: Energi, sang Pemberi Kekuatan
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 6
- Kartu/Stasiun Gambar Fenomena Aktivitas (Kompor gas, Perahu layar, Kincir air, Lampu belajar)
- Lembar Catatan Pengamatan Detektif Sumber Energi
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2025, Bab 6.
- Buku Siswa IPAS Kelas III (Edisi Revisi) 2025, Bab 6 'Energi, sang Pemberi Kekuatan!'.
- Buku catatan penyelidikan murid pertemuan 3.
- Format Lembar Rangkuman Tertulis Bentuk Energi.
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025) Bab 6
- Kertas karton manila/buffalo, spidol warna, krayon, penggaris, dan lembar catatan penyelidikan energi
- Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas III Revisi 2025 Bab 6
- Buku Siswa IPAS SD Kelas III Revisi 2025 Bab 6 Halaman 129-130
- Media poster hasil karya kelompok dari pertemuan sebelumnya
- Kartu kalimat pemandu presentasi lisan
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Mandiri Bab 6.
- Media Poster Penyelidikan Energi karya kelompok murid.
|