MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Membuat Rencana Sederhana Pengelolaan Uang INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Membuat Rencana Sederhana Pengelolaan Uang |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat membuat rencana sederhana penggunaan uang saku yang mencantumkan alokasi untuk kebutuhan, tabungan, dan keinginan secara tertulis.
- Murid dapat melakukan refleksi terhadap rencana pengelolaan uang yang telah dibuat dengan menyebutkan hal yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kalau kamu diberi uang saku Rp10.000 hari ini, kamu akan pakai untuk apa saja?
- Pernahkah uang sakumu habis sebelum hari yang kamu harapkan? Kenapa itu bisa terjadi?
- Menurutmu, apa bedanya 'harus dibeli' dan 'ingin dibeli'?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak mereka duduk dengan nyaman. Guru membuka kelas dengan salam dan doa singkat.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menunjuk kartu bergambar (jajan, buku, celengan) — mana yang paling sering mereka beli dengan uang saku. Guru mencatat pola jawaban sebagai peta awal pemahaman kelas.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk berbagi cerita singkat tentang pengalaman menggunakan uang saku.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan belajar membuat rencana supaya uang saku kita cukup dan berguna.'
- Guru menempelkan atau menampilkan tiga 'kotak ajaib' di papan: KEBUTUHAN, TABUNGAN, KEINGINAN — sebagai pengantar visual untuk kegiatan inti.
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru bercerita pendek tentang tokoh 'Banu' yang punya uang saku Rp15.000 dan harus memilih antara membeli buku tulis, es krim, dan menabung. Cerita disampaikan dengan ekspresif dan melibatkan murid lewat pertanyaan: 'Menurut kalian, apa yang harus Banu lakukan dulu?'
- Guru menjelaskan tiga kelompok alokasi uang saku: Kebutuhan (hal yang harus dipenuhi, misal: alat tulis, ongkos), Tabungan (uang yang disimpan untuk nanti), dan Keinginan (hal yang ingin tapi tidak harus, misal: jajan favorit). Penjelasan diiringi contoh nyata yang dekat dengan murid kelas 3.
- Murid berpasangan mendiskusikan contoh barang/kegiatan dan memasukkannya ke dalam tiga kelompok tersebut menggunakan lembar kerja mini bergambar. Guru berkeliling dan memberi umpan balik lisan.
- Guru mengonfirmasi pemahaman dengan bertanya: 'Ada yang masih bingung bedanya kebutuhan dan keinginan? Siapa mau kasih contoh lain?'
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Rencana Uang Saku kepada setiap murid. Lembar ini memuat tabel sederhana dengan kolom: Jenis Alokasi (Kebutuhan / Tabungan / Keinginan), Nama Barang atau Kegiatan, dan Jumlah Uang (Rp).
- Guru memberi skenario konteks: 'Bayangkan kamu mendapat uang saku Rp20.000 untuk seminggu. Buatlah rencanamu sendiri menggunakan tabel ini.' Murid diizinkan menyesuaikan nominalnya sesuai kondisi uang saku nyata mereka.
- Murid mengisi lembar rencana secara mandiri selama ± 10 menit. Guru berkeliling, mengamati, dan memberikan dorongan: 'Kamu sudah bagus menuliskan kebutuhannya, sekarang coba pikirkan berapa yang mau ditabung.'
- Setelah selesai, 2–3 murid sukarela membacakan rencananya di depan kelas. Teman-teman diminta mendengarkan dan memberikan satu pujian atau satu saran singkat.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengambil lembar rencananya kembali dan diberi waktu ± 5 menit untuk membaca ulang rencana yang sudah dibuat.
- Guru membimbing murid mengisi bagian refleksi di bawah tabel rencana. Ada dua kotak kecil: kotak bintang (☆) — tulis satu hal yang sudah baik dari rencanamu, dan kotak panah (→) — tulis satu hal yang ingin kamu perbaiki.
- Guru mengajak murid berbagi refleksinya secara lisan dengan kalimat pemandu: 'Satu hal yang sudah baik dari rencanaku adalah... dan satu hal yang ingin aku perbaiki adalah...' Beberapa murid dipilih secara acak dan sukarela untuk berbagi.
- Guru merangkum temuan refleksi kelas dan mengaitkan kembali dengan pesan inti: merencanakan uang saku bukan soal pelit, tapi soal bijak agar kita bisa punya uang untuk hal penting sekarang dan di masa depan.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran dengan kalimat rumpang: 'Hari ini aku belajar bahwa uang saku sebaiknya dibagi menjadi tiga, yaitu... , ... , dan ....'
- Guru mengumpulkan Lembar Rencana Uang Saku sebagai produk asesmen akhir.
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas kerja keras hari ini.
- Guru menyampaikan tantangan kecil untuk di rumah: 'Coba ceritakan rencanamu kepada orang tua dan tanyakan pendapat mereka.' (tidak wajib dikumpulkan, sebagai penguatan bermakna)
- Guru menutup kelas dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah memahami kebutuhan dan keinginan diberikan skenario lebih kompleks (uang saku Rp50.000 untuk dua minggu dengan lebih banyak pilihan barang). Murid yang masih kesulitan mendapat lembar bergambar dengan pilihan barang yang sudah tercetak sehingga mereka cukup mengelompokkan tanpa harus menulis dari nol.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat berdiskusi berdua dengan teman sebangku atau mendapat bimbingan guru saat mengisi lembar rencana. Murid yang cepat selesai diminta menulis alasan di balik setiap keputusan alokasi mereka.
- Produk: Murid yang mampu lebih dapat membuat rencana dalam bentuk diagram atau infografis sederhana. Murid yang membutuhkan penyesuaian cukup mengisi tabel dengan minimal satu item di setiap kolom alokasi.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menunjuk salah satu dari tiga kartu bergambar (jajan favorit, buku tulis, celengan) — mana yang paling sering mereka beli atau lakukan dengan uang saku. Guru mencatat distribusi jawaban kelas untuk memetakan kecenderungan awal murid dalam menggunakan uang.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang tahu apa itu menabung? Kenapa kita perlu menabung?' — 2–3 murid menjawab untuk mengecek pengetahuan awal.
Proses:- Observasi guru saat murid berdiskusi berpasangan: apakah murid dapat membedakan kebutuhan dan keinginan dengan benar.
- Pengecekan lembar rencana saat murid mengisi: apakah ketiga kolom (kebutuhan, tabungan, keinginan) terisi dengan logis.
- Pendengaran aktif guru terhadap presentasi lisan 2–3 murid: apakah alasan alokasi uang sudah logis dan sesuai.
Akhir:- Lembar Rencana Uang Saku dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan dua aspek utama: (1) kelengkapan dan ketepatan alokasi uang saku, dan (2) kualitas refleksi tertulis (hal baik dan hal yang perlu diperbaiki).
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat diskusi berpasangan pada tahap Memahami — guru mencatat murid yang masih keliru mengelompokkan barang.
- Umpan balik lisan guru saat murid mengisi lembar rencana pada tahap Mengaplikasi.
- Penilaian sejawat lisan saat presentasi rencana: teman memberikan satu pujian dan satu saran.
Sumatif:- Produk tertulis: Lembar Rencana Uang Saku yang memuat alokasi kebutuhan, tabungan, dan keinginan secara tertulis — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
- Bagian refleksi tertulis pada lembar rencana: kotak bintang dan kotak panah yang menunjukkan kemampuan murid mengevaluasi rencananya sendiri.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Rencana Alokasi Uang Saku | Lembar tidak diisi atau hanya mencantumkan satu jenis alokasi tanpa penjelasan. | Mencantumkan dua dari tiga alokasi (kebutuhan, tabungan, keinginan) dengan nominal yang tidak logis atau tidak sesuai konteks. | Mencantumkan ketiga alokasi (kebutuhan, tabungan, keinginan) dengan nominal yang cukup logis, meskipun ada satu item yang kurang tepat kategorinya. | Mencantumkan ketiga alokasi secara lengkap dengan nominal yang logis, item yang tepat kategorinya, dan total yang sesuai dengan uang saku yang tersedia. | | Ketepatan Pengelompokan Kebutuhan dan Keinginan | Tidak membedakan kebutuhan dan keinginan, atau semua item dimasukkan ke satu kategori saja. | Mencoba membedakan kebutuhan dan keinginan, tetapi sebagian besar item salah kategori. | Sebagian besar item dikelompokkan dengan tepat; paling banyak satu item yang salah kategori. | Semua item dikelompokkan dengan tepat sesuai definisi kebutuhan dan keinginan, dan murid mampu menjelaskannya jika ditanya. | | Kualitas Refleksi Tertulis | Kotak refleksi tidak diisi atau hanya diisi tanda centang tanpa kalimat. | Mengisi satu kotak refleksi (bintang atau panah) dengan kalimat singkat yang kurang spesifik. | Mengisi kedua kotak refleksi dengan kalimat yang cukup spesifik; satu di antara keduanya menyebutkan hal konkret dari rencananya. | Mengisi kedua kotak refleksi dengan kalimat spesifik dan bermakna — menyebutkan hal konkret yang sudah baik dan hal konkret yang ingin diperbaiki dari rencananya. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing keterlibatan aktif murid di awal pembelajaran?
- Apakah seluruh murid dapat mengisi ketiga kolom alokasi pada lembar rencana dengan cukup mandiri, atau banyak yang memerlukan bimbingan intensif?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
- Murid mana yang masih kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan, dan apa langkah tindak lanjut yang perlu saya siapkan?
Refleksi Murid:- Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang uang saku adalah...
- Hal yang sudah baik dari rencana uang sakuku adalah...
- Satu hal yang ingin aku perbaiki dari rencana uang sakuku adalah...
- Mulai besok, aku akan mencoba... supaya uang sakuku lebih berguna.
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas 3 SD/MI Edisi Revisi 2025 — Bab 5: Bijak Berbelanja Kebutuhan (halaman 92–103)
- Panduan Guru IPAS Kelas 3 SD/MI Edisi Revisi 2025 — Panduan Khusus Bab 5
- Lembar Rencana Uang Saku (disiapkan guru, berisi tabel tiga kolom: Kebutuhan, Tabungan, Keinginan, dan kotak refleksi bintang-panah)
- Kartu bergambar tiga pilihan untuk asesmen awal (gambar: jajan favorit, buku tulis, celengan) — disiapkan guru
- Papan tulis atau kertas plano untuk menempelkan tiga 'kotak ajaib' (Kebutuhan, Tabungan, Keinginan) sebagai media visual
- Spidol warna dan papan tulis untuk mencatat contoh jawaban murid selama diskusi kelas
|