Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Cara Mengelola Keuangan Secara Bijak: Hemat dan Menabung

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Cara Mengelola Keuangan Secara Bijak: Hemat dan Menabung". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Cara Mengelola Keuangan Secara Bijak: Hemat dan Menabung

IPAS - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Cara Mengelola Keuangan Secara Bijak: Hemat dan Menabung

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikCara Mengelola Keuangan Secara Bijak: Hemat dan Menabung
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pentingnya sikap hemat dan menabung sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat mengidentifikasi contoh perilaku hemat dan boros di lingkungan rumah atau sekolah berdasarkan hasil pengamatan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernah tidak kamu menghabiskan uang saku, lalu menyesal karena ada sesuatu yang lebih penting yang belum dibeli?
  2. Menurutmu, apa bedanya orang yang hemat dengan orang yang pelit?
  3. Kalau kamu punya uang Rp10.000,00, kamu lebih suka langsung dipakai atau ditabung dulu? Kenapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta mengangkat tangan atau menaruh jempol ke atas/bawah untuk menjawab pertanyaan cepat — 'Siapa yang pernah menabung uang saku?' dan 'Siapa yang pernah menyesal karena uang sakunya cepat habis?' (3 menit).
  • Guru mencatat sekilas siapa yang sudah mengenal konsep menabung dan siapa yang belum, sebagai pijakan diferensiasi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid menjawab secara lisan singkat (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan belajar kenapa hemat dan menabung itu penting, dan kita akan mencari contoh perilaku hemat dan boros di sekitar kita.' (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa pada bagian 'Hidup Hemat, Hidup Bijak' dan membaca dalam hati selama 3 menit (Berkesadaran — murid fokus pada teks).
  • Guru memimpin diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Apa artinya hemat menurut bacaan tadi?' dan 'Apa bedanya hemat dengan pelit?' Guru menekankan bahwa hemat artinya memakai uang atau barang seperlunya, bukan menolak membeli hal yang benar-benar dibutuhkan (Bermakna — menghubungkan dengan pengalaman nyata murid).
  • Guru menjelaskan manfaat menabung menggunakan contoh konkret: 'Kalau setiap hari kamu menabung Rp500,00, dalam sebulan kamu sudah punya Rp15.000,00. Kamu bisa beli buku baru atau pensil tanpa minta uang tambahan.' (Bermakna).
  • Guru menampilkan atau menggambar di papan tulis dua kolom: HEMAT vs BOROS dengan contoh sederhana — misalnya 'membeli jajanan yang sama setiap hari (boros)' vs 'membawa bekal dari rumah (hemat)' — dan mengajak murid menyumbang contoh lain secara lisan (Menggembirakan — suasana interaktif).
  • Guru menegaskan tiga poin kunci: (1) hemat bukan pelit, (2) utamakan kebutuhan sebelum keinginan, (3) menabung membantu kita meraih tujuan lebih besar.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil heterogen, masing-masing 3–4 orang (Kolaborasi).
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKM) 'Detektif Hemat': murid diminta mengamati dan menuliskan minimal 3 contoh perilaku hemat dan 3 contoh perilaku boros yang mereka temukan atau pernah alami di rumah maupun di sekolah (Bermakna — mengamati konteks kehidupan nyata, mendukung TP 3.5.7.2).
  • Murid mencatat hasil pengamatan mereka pada tabel di LKM dengan dua kolom: 'Perilaku Hemat' dan 'Perilaku Boros', disertai kolom 'Alasanku' untuk menjelaskan singkat mengapa perilaku itu hemat atau boros (Berkesadaran — murid merenung dan bernalar).
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pancingan bila ada kelompok yang kesulitan: 'Kalau kamu membeli pensil padahal pensilmu masih ada, itu hemat atau boros?' (Bermakna).
  • Satu perwakilan tiap kelompok membacakan hasil temuannya di depan kelas. Kelompok lain boleh memberikan tanggapan singkat: setuju atau punya contoh berbeda (Menggembirakan — suasana diskusi aktif dan menghargai pendapat teman).
  • Guru memberikan penguatan dan meluruskan bila ada contoh yang keliru, misalnya membedakan antara 'membeli buku pelajaran (kebutuhan, bukan boros)' dengan 'membeli mainan di warung padahal banyak di rumah (keinginan)'.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada seluruh kelas: 'Dari semua yang kita pelajari hari ini, satu hal apa yang paling membuatmu berpikir?' Murid menjawab secara lisan bergantian (Berkesadaran).
  • Setiap murid mengisi bagian refleksi di LKM secara mandiri: (1) Tuliskan satu kebiasaan borosmu yang ingin kamu ubah; (2) Tuliskan satu langkah kecil yang akan kamu lakukan mulai besok agar lebih hemat (Bermakna — mengaitkan pembelajaran dengan tindakan nyata, mendukung Kemandirian).
  • Guru mengajak murid berbagi 'janji hemat' mereka secara sukarela. Guru menyambut setiap jawaban dengan hangat tanpa menghakimi (Menggembirakan — suasana saling memuliakan).
  • Guru merangkum poin utama pembelajaran: pentingnya hemat dan menabung, perbedaan hemat dan pelit, serta cara mengidentifikasi perilaku hemat dan boros.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dalam satu kalimat bersama: 'Hemat artinya menggunakan uang seperlunya dan menabung membantu kita meraih tujuan yang lebih besar.' (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengerjakan 3 soal pilihan ganda dan 1 soal isian singkat di LKM secara individu (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: 'Minggu depan, coba amati pengeluaran uang sakumu selama tiga hari dan catat di buku tulismu — apa yang kamu beli dan apakah itu kebutuhan atau keinginan.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep hemat-boros dengan cepat diberikan tantangan tambahan dari Buku Siswa halaman 103–104: memilih prioritas pengeluaran dari daftar Rp50.000,00 dan menjelaskan alasannya secara tertulis. Murid yang masih kesulitan membedakan hemat dan boros mendapatkan kartu contoh bergambar (flash card) dari guru yang menampilkan situasi sehari-hari secara visual.
  • Proses: Saat pengerjaan LKM kelompok, guru mendampingi lebih intensif kelompok yang membutuhkan bimbingan dengan memberikan pertanyaan pemandu selangkah demi selangkah. Murid yang lebih cepat selesai diminta menambah kolom ketiga di tabel LKM: 'Saran agar menjadi lebih hemat'.
  • Produk: Murid yang mampu dapat menuliskan refleksi lebih panjang (2–3 kalimat per poin). Murid yang masih berkembang cukup menuliskan satu kata kunci atau menggambar ekspresi (emoji) yang mewakili perasaan mereka tentang kebiasaan hemat.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya angkat tangan: 'Siapa yang sudah pernah menabung uang saku?' — untuk memetakan murid yang sudah familiar dengan konsep menabung.
  • Tanya jempol atas/bawah: 'Siapa yang pernah menyesal karena uang sakunya cepat habis?' — untuk memancing pengalaman pribadi murid dan mengukur kesadaran awal tentang pengelolaan uang.

Proses:

  • Observasi saat diskusi kelas (tahap Memahami): guru mencatat ketepatan contoh yang diberikan murid dan tingkat pemahaman perbedaan hemat vs pelit.
  • Penilaian LKM kelompok (tahap Mengaplikasi): guru berkeliling dan menilai apakah tabel 'Perilaku Hemat vs Boros' diisi dengan contoh yang tepat dan disertai alasan yang logis.
  • Ceklis partisipasi kelompok: apakah setiap anggota berkontribusi dalam diskusi dan presentasi hasil kelompok.

Akhir:

  • 3 soal pilihan ganda tentang konsep hemat, manfaat menabung, dan prioritas kebutuhan vs keinginan — dikerjakan individu di LKM.
  • 1 soal isian: murid menuliskan satu contoh perilaku hemat dan satu contoh perilaku boros dari pengalaman pribadi disertai alasan singkat.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelas di tahap Memahami — guru mencatat murid yang aktif menyumbang contoh dan yang masih pasif.
  • Penilaian LKM 'Detektif Hemat' kelompok: ketepatan contoh perilaku hemat dan boros yang ditemukan, serta kejelasan alasan yang diberikan.
  • Observasi proses diskusi kelompok menggunakan lembar ceklis kolaborasi sederhana (murid berkontribusi, mendengarkan teman, memberikan pendapat).

Sumatif:

  • Soal pilihan ganda (3 soal) tentang pengertian hemat, manfaat menabung, dan perbedaan kebutuhan vs keinginan.
  • Soal isian singkat: 'Tuliskan satu contoh perilaku hemat dan satu contoh perilaku boros yang pernah kamu lihat di rumah atau sekolah, lalu jelaskan alasanmu.'

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pentingnya sikap hemat dan menabung (TP 3.5.7.1)Murid belum dapat menjelaskan pengertian hemat atau manfaat menabung, meskipun sudah diberi bantuan.Murid dapat menyebutkan pengertian hemat atau manfaat menabung secara sederhana, tetapi penjelasannya masih terbatas dan belum mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari.Murid dapat menjelaskan pengertian hemat dan manfaat menabung dengan kalimat sendiri, serta mampu mengaitkannya dengan satu contoh dari kehidupan sehari-hari.Murid dapat menjelaskan pentingnya hemat dan menabung secara lengkap dan runtut, mengaitkan dengan lebih dari satu contoh nyata, serta membedakan hemat dengan pelit secara tepat.
Mengidentifikasi perilaku hemat dan boros (TP 3.5.7.2)Murid belum dapat membedakan contoh perilaku hemat dan boros, atau contoh yang diberikan tidak tepat.Murid dapat menyebutkan satu contoh perilaku hemat atau boros, tetapi belum mampu menjelaskan alasannya dengan tepat.Murid dapat mengidentifikasi minimal dua contoh perilaku hemat dan dua contoh perilaku boros dari lingkungan rumah atau sekolah, disertai alasan yang logis.Murid dapat mengidentifikasi tiga atau lebih contoh perilaku hemat dan boros dari hasil pengamatan, menjelaskan alasannya dengan rinci dan logis, serta mampu memberikan saran konkret untuk mengubah perilaku boros.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid terlibat dalam diskusi kelompok hanya jika diminta oleh guru atau teman, kontribusinya masih minimal.Murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok, memberikan pendapat, dan mendengarkan teman dengan baik.Murid terlibat aktif, memberikan pendapat yang relevan, mendorong teman lain untuk berpartisipasi, dan mampu mempresentasikan hasil kelompok dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan pengalaman pribadi murid?
  • Apakah semua murid, termasuk yang pasif, mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi hari ini?
  • Apakah contoh dan penjelasan yang saya berikan cukup konkret dan sesuai dengan konteks kehidupan murid kelas 3?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang terasa kurang berjalan lancar, dan apa yang akan saya perbaiki di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang hemat dan menabung?
  • Apakah kamu pernah melakukan perilaku boros? Apa yang ingin kamu ubah mulai sekarang?
  • Satu langkah kecil apa yang akan kamu lakukan mulai besok agar lebih bijak menggunakan uang sakumu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi — Bab 5 'Bijak Berbelanja Kebutuhan', khususnya subbab 'Hidup Hemat, Hidup Bijak' (halaman 103–105).
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi — Panduan Khusus Bab 5.
  3. Lembar Kerja Murid (LKM) 'Detektif Hemat' — dibuat oleh guru, berisi tabel dua kolom Perilaku Hemat vs Perilaku Boros, kolom Alasan, bagian refleksi diri, dan soal asesmen akhir.
  4. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menulis kolom HEMAT vs BOROS secara langsung di kelas.
  5. Kartu contoh bergambar (flash card) situasi hemat dan boros — sebagai alat bantu diferensiasi untuk murid yang membutuhkan dukungan visual.
  6. Uang mainan atau uang kertas tiruan (opsional) sebagai alat peraga konkret untuk mengilustrasikan konsep menabung.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.