Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Membedakan Kebutuhan dan Keinginan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

IPAS - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembedakan Kebutuhan dan Keinginan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membedakan kebutuhan dan keinginan dalam penggunaan uang berdasarkan contoh barang yang ada di sekitar kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat mengklasifikasikan daftar barang ke dalam kategori kebutuhan dan keinginan disertai alasan yang logis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu punya uang saku Rp10.000, kamu mau beli apa dulu — es krim atau nasi bungkus? Mengapa?
  2. Apa bedanya sesuatu yang kamu BUTUHKAN dengan sesuatu yang kamu INGINKAN? Bisa kamu beri contoh dari rumahmu?
  3. Pernah nggak kamu menyesal habis beli sesuatu karena ternyata tidak terlalu penting? Ceritakan!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengecek kehadiran (2 menit).
  • Guru meminta murid menutup mata sejenak dan membayangkan situasi: 'Kamu baru dapat uang jajan Rp10.000. Di depanmu ada nasi goreng, es krim, pensil, dan stiker karakter favoritmu. Apa yang kamu pilih?' Murid membuka mata dan berbagi jawaban singkat secara lisan (3 menit). [Asesmen Awal — Diagnostik]
  • Guru menampilkan atau menggambar di papan dua keranjang belanja bertuliskan 'KEBUTUHAN' dan 'KEINGINAN', lalu bertanya pertanyaan pemantik pertama dan kedua kepada 2–3 murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar membedakan mana barang yang kita butuhkan dan mana yang hanya kita inginkan, supaya kita bisa pakai uang dengan bijak.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau kartu bergambar 8–10 benda sehari-hari (misal: beras, baju, mainan, handphone, obat, sepeda, buku, perhiasan, air minum, tas). Murid diminta mengamati seluruh gambar secara seksama selama 1 menit dalam hening (Berkesadaran). (3 menit)
  • Guru menjelaskan konsep kebutuhan (sesuatu yang harus dipenuhi agar kita bisa hidup sehat dan belajar) dan keinginan (sesuatu yang membuat senang tapi tidak berbahaya jika tidak dipenuhi) menggunakan contoh nyata dari gambar tersebut, sambil mengaitkan dengan pengalaman berbelanja murid sehari-hari (Bermakna). (5 menit)
  • Guru mengajak murid mengisi tabel Amati–Pikirkan–Ingin Tahu di buku tugas secara mandiri berdasarkan gambar yang ditampilkan. Contoh panduan: 'Amati: apa yang kamu lihat? Pikirkan: masuk kebutuhan atau keinginan? Ingin Tahu: apa yang masih kamu pertanyakan?' (5 menit)
  • Guru dan murid membahas tabel bersama-sama; 2–3 murid diminta membacakan hasil pengamatan mereka dan guru memberikan konfirmasi atau koreksi ringan. (4 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat lembar kerja 'Belanja Bijak': berisi daftar 12 gambar benda (sama seperti di buku siswa — beras, alat tulis, obat, buku, pakaian, tas, rumah, air minum, mobil, peliharaan, perhiasan, mainan) dan dua kolom: Kebutuhan dan Keinginan (Menggembirakan — aktivitas konkret dan kolaboratif). (2 menit persiapan)
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menempelkan atau menuliskan nama benda ke kolom yang tepat, lalu menuliskan minimal 2 alasan mengapa mereka menempatkan benda-benda tersebut di kolom tersebut (Bermakna — mengaitkan dengan alasan logis dari kehidupan nyata). (10 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka secara singkat (1–2 menit per kelompok). Kelompok lain boleh memberi komentar atau pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi ringan jika ada perbedaan pendapat antar kelompok. (8 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing dan membagikan lembar refleksi individu singkat berisi 2 pertanyaan: (1) 'Ceritakan satu contoh kebutuhan dan satu contoh keinginan dari kehidupanmu sendiri, beserta alasannya.' (2) 'Menurutmu, mengapa penting membedakan kebutuhan dan keinginan?' (Berkesadaran — murid berpikir tentang pengalaman pribadinya). (6 menit)
  • Guru mengajak 2–3 murid membacakan refleksi mereka. Guru menanggapi dengan hangat dan menegaskan pesan utama: mendahulukan kebutuhan adalah tanda bijak menggunakan uang (Bermakna). (3 menit)
  • Guru meminta murid memberikan 'jempol diri': acungkan jempol ke atas jika sudah paham perbedaan kebutuhan dan keinginan, jempol ke samping jika masih ragu, jempol ke bawah jika belum paham — sebagai asesmen proses cepat. (1 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama dengan pertanyaan: 'Jadi, apa bedanya kebutuhan dan keinginan?' (2 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir tertulis singkat (individu): murid menuliskan 3 contoh kebutuhan dan 3 contoh keinginan di lembar asesmen beserta 1 alasan untuk masing-masing kategori. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pesan karakter: 'Bijak menggunakan uang dimulai dari berani memilih kebutuhan dahulu sebelum keinginan.' (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu gambar berwarna dengan label teks di bawah gambar agar lebih mudah mengidentifikasi benda. Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan tambahan: menulis skenario singkat (3–4 kalimat) tentang situasi belanja dan menjelaskan pilihan mana yang lebih bijak.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, guru mendampingi kelompok dengan murid yang masih kesulitan dan memberikan pertanyaan scaffolding seperti: 'Kalau kamu tidak punya benda ini, apa yang terjadi?' Murid yang sudah cepat selesai diminta membantu teman dalam kelompok menjelaskan alasan mereka.
  • Produk: Murid yang belum percaya diri menulis dapat menyampaikan klasifikasi dan alasannya secara lisan kepada guru. Murid dengan kemampuan lebih dapat membuat daftar belanja pribadi (5 benda) yang sudah dikategorikan dan diberi alasan lengkap sebagai produk akhir tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid membayangkan situasi memilih barang dengan uang saku terbatas dan berbagi jawaban lisan — guru mengidentifikasi apakah murid sudah memiliki pemahaman awal tentang kebutuhan vs. keinginan atau masih mencampur kedua konsep.
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik sebagai peta pemahaman awal sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi guru selama murid mengisi tabel Amati–Pikirkan–Ingin Tahu secara mandiri — guru mencatat murid yang tepat dan yang masih salah dalam mengidentifikasi.
  • Observasi diskusi kelompok pada lembar kerja 'Belanja Bijak' — guru menilai kualitas alasan yang diberikan murid (logis atau tidak) dan kemampuan berargumen.
  • Self-assessment jempol diri — guru mencatat murid yang mengacungkan jempol ke samping atau ke bawah untuk ditindaklanjuti.

Akhir:

  • Asesmen tertulis individu: murid menuliskan 3 contoh kebutuhan dan 3 contoh keinginan masing-masing disertai 1 alasan — dinilai dengan rubrik 4 level pada aspek ketepatan pengelompokan dan kejelasan alasan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat mengisi tabel Amati–Pikirkan–Ingin Tahu.
  • Observasi diskusi kelompok saat mengerjakan lembar kerja 'Belanja Bijak' — guru mencatat murid yang memberikan alasan logis vs. yang masih bingung.
  • Jempol diri (self-assessment cepat) di akhir tahap Merefleksi.
  • Lembar refleksi individu — dinilai berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian contoh dengan konsep.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis individu di akhir penutup: murid menuliskan 3 contoh kebutuhan dan 3 contoh keinginan beserta 1 alasan untuk masing-masing kategori — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengelompokan kebutuhan dan keinginanHampir semua barang salah dikelompokkan (lebih dari 5 kesalahan dari 12 barang) atau tidak mengerjakan.Banyak barang yang salah dikelompokkan (3–5 kesalahan), masih mencampurkan konsep kebutuhan dan keinginan.Sebagian besar barang dikelompokkan dengan tepat (hanya 1–2 kesalahan), sudah memahami konsep dasar.Semua atau hampir semua barang dikelompokkan dengan tepat sesuai konsep kebutuhan dan keinginan tanpa kesalahan.
Kejelasan dan logika alasanTidak menuliskan alasan sama sekali atau alasan tidak berhubungan dengan konsep (asal-asalan).Alasan ditulis tetapi kurang jelas, tidak menunjukkan pemahaman perbedaan kebutuhan dan keinginan (misalnya hanya menulis 'karena saya suka').Alasan cukup jelas dan menunjukkan pemahaman konsep, meskipun belum konsisten untuk semua contoh.Alasan jelas, runtut, dan logis untuk semua contoh — menunjukkan pemahaman bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan untuk hidup sehat/belajar, sedangkan keinginan bisa ditunda.
Partisipasi diskusi kelompokTidak terlibat dalam diskusi kelompok atau diam sepanjang kegiatan.Ikut serta dalam diskusi tetapi pasif, hanya mengikuti pendapat teman tanpa memberikan ide atau alasan sendiri.Aktif berdiskusi, memberikan pendapat sendiri meskipun belum selalu tepat secara konsep.Aktif berdiskusi, memberikan pendapat disertai alasan yang logis, dan mampu merespons pendapat teman dengan sopan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan setelah pembelajaran hari ini? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah contoh-contoh benda yang digunakan sudah cukup dekat dengan kehidupan nyata murid sehingga mudah dipahami?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan dan yang membutuhkan tantangan lebih?

Refleksi Murid:

  • Dari semua benda yang kita bahas hari ini, mana yang paling sulit kamu tentukan — kebutuhan atau keinginan? Mengapa?
  • Setelah belajar hari ini, apakah ada barang yang selama ini kamu anggap kebutuhan tapi ternyata keinginan? Apa barangnya?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar cara membedakan kebutuhan dan keinginan? Apakah kamu sudah siap menggunakan uang dengan lebih bijak?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Bab 5: Bijak Berbelanja Kebutuhan (halaman 92–106), Penulis: Aldilla Kusumawardhani, Kristianti Fatimah, Nur Ilmi Setianingsih.
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Panduan Khusus Bab 5 beserta rubrik penilaian.
  3. Kartu gambar benda sehari-hari (beras, baju, mainan, handphone, obat, buku, tas, air minum, perhiasan, mobil, peliharaan, alat tulis) — dapat dicetak atau digambar di kertas karton.
  4. Lembar kerja 'Belanja Bijak' berisi dua kolom (Kebutuhan dan Keinginan) dengan daftar gambar 12 benda.
  5. Lembar refleksi individu murid (dicetak atau ditulis di buku tugas).
  6. Gambar atau ilustrasi dua keranjang belanja bertuliskan 'Kebutuhan' dan 'Keinginan' untuk ditampilkan di papan tulis.
  7. Papan tulis, spidol/kapur, dan alat tulis murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.