Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Sejarah Alat Tukar: Dari Barter ke Uang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Sejarah Alat Tukar: Dari Barter ke Uang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Sejarah Alat Tukar: Dari Barter ke Uang

IPAS - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Sejarah Alat Tukar: Dari Barter ke Uang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikSejarah Alat Tukar: Dari Barter ke Uang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan sistem barter sebagai cara tukar menukar barang sebelum uang ditemukan melalui cerita dan simulasi sederhana.
  2. Murid dapat membandingkan keuntungan dan keterbatasan sistem barter dibandingkan penggunaan uang sebagai alat tukar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang zaman dahulu membeli makanan atau pakaian kalau uang belum ada?
  2. Kalau kamu punya roti tapi ingin pensil, apa yang akan kamu lakukan agar bisa mendapatkan pensil itu?
  3. Menurutmu, apa yang membuat uang lebih praktis dibandingkan menukar barang langsung?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kondisi kelas siap belajar.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan dua gambar — satu gambar orang menukar beras dengan ikan, satu gambar orang membayar di toko. Murid diminta mengangkat tangan: 'Siapa yang pernah melihat cara pertama? Siapa yang lebih sering lihat cara kedua?' Guru mencatat respon untuk mengetahui pemahaman awal murid.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu membayangkan bagaimana orang zaman dahulu membeli makanan atau pakaian kalau uang belum ada?' dan memberi waktu 2 menit bagi murid untuk berpikir dan berbagi jawaban singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar tentang sistem barter dan membandingkannya dengan penggunaan uang.
  • Guru menyampaikan garis besar kegiatan: mengamati gambar, membaca cerita, bermain simulasi barter, lalu mendiskusikan perbandingannya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau membagikan gambar-gambar seri yang menggambarkan kehidupan barter zaman dahulu (petani menukar padi dengan ikan, peternak menukar sapi dengan kain). Murid mengamati gambar selama 3 menit secara mandiri. (Berkesadaran: murid fokus pada detail gambar sebelum berbicara)
  • Murid menjawab pertanyaan pengamatan secara lisan atau tertulis di buku tulis: 'Barang apa yang ditukar dalam gambar itu?', 'Mengapa orang-orang zaman dahulu saling menukar barang?', 'Menurutmu, kesulitan apa yang mungkin muncul jika semua kebutuhan dipenuhi dengan barter?'
  • Guru membacakan atau meminta murid membaca bersama teks singkat tentang sejarah barter hingga munculnya uang logam (mengacu teks Buku Siswa hal. 98–100: dari barter, barang berharga seperti garam dan kulit kerang, lalu uang logam emas/perak oleh bangsa Lydia sekitar 580 SM, hingga uang kertas).
  • Guru menjelaskan konsep barter dengan bahasa sederhana: 'Barter adalah menukar barang dengan barang secara langsung tanpa uang. Ini cara lama manusia memenuhi kebutuhan sebelum uang ditemukan.'
  • Murid dan guru melakukan tanya jawab singkat untuk memastikan pemahaman: 'Apa itu barter?', 'Contoh barter seperti apa yang ada di gambar tadi?', 'Kapan uang logam pertama kali dibuat?' (Bermakna: mengaitkan informasi baru dengan pengalaman sehari-hari murid)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menjelaskan aturan simulasi barter: Setiap murid mendapat kartu bergambar satu jenis barang (misalnya: apel, buku, penggaris, roti, pensil, buah pisang — dibuat guru sebelumnya atau digambar cepat). Murid berperan sebagai pedagang zaman dahulu yang harus mendapatkan 2 barang tertentu (ditentukan guru di kartu tugas masing-masing) melalui barter. (Menggembirakan: bermain peran membuat belajar terasa menyenangkan)
  • Murid berdiri dan bergerak di kelas selama 5 menit untuk menawarkan, menegosiasikan, dan menukar kartu barang mereka dengan teman. Guru memantau dan mendampingi.
  • Setelah simulasi selesai, murid kembali ke tempat duduk dan guru memandu diskusi reflektif: 'Apakah kamu berhasil mendapatkan barang yang kamu butuhkan?', 'Apa kesulitan yang kamu rasakan saat barter tadi?', 'Bagaimana perasaanmu kalau temanmu tidak mau menukar barang denganmu?'
  • Murid mengisi tabel perbandingan sederhana di buku tulis (atau lembar kerja yang dibagikan guru) dengan dua kolom: 'Sistem Barter' dan 'Menggunakan Uang'. Baris tabel: Cara transaksi, Kemudahan/kesulitan, Contoh dalam kehidupan. (Bermakna: mengaitkan pengalaman simulasi dengan konsep yang dipelajari)
  • Asesmen proses: Guru berkeliling memantau pengisian tabel, memberikan umpan balik lisan kepada murid yang mengalami kesulitan, dan mencatat murid yang sudah paham serta yang masih perlu bimbingan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menuliskan kesimpulan di buku tulis dengan pola kalimat yang dibimbing guru: 'Dari kegiatan hari ini, aku jadi tahu bahwa ...' Guru memberi contoh satu kalimat di papan tulis sebagai panduan. (Berkesadaran: murid memaknai sendiri apa yang telah dipelajari)
  • Beberapa murid (3–4 orang, sukarela) membacakan kesimpulannya di depan kelas. Guru memberi apresiasi dan melengkapi bila ada informasi penting yang terlewat.
  • Guru memandu murid menyimpulkan bersama: 'Barter adalah cara tukar barang zaman dahulu yang memiliki keuntungan (tidak perlu uang) tapi juga keterbatasan (sulit menentukan nilai yang seimbang, tidak semua orang punya barang yang dibutuhkan orang lain). Uang hadir untuk membuat pertukaran lebih mudah dan adil.'
  • Murid mengisi kartu refleksi diri singkat (bisa pada secarik kertas kecil atau sudut buku tulis) dengan menjawab: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah ...', 'Satu pertanyaan yang masih ingin aku tanyakan adalah ...' (Berkesadaran: melatih murid mengelola proses belajarnya sendiri)

Penutup:

  • Guru mengajak murid melakukan tepuk semangat atau yel-yel kelas sebagai penutup yang menyenangkan.
  • Asesmen akhir: Guru memberikan 2 pertanyaan lisan atau tertulis cepat (exit ticket): (1) 'Sebutkan satu kesulitan sistem barter!', (2) 'Mengapa uang lebih praktis dari barter?' Murid menjawab di secarik kertas kecil yang dikumpulkan.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Hari ini kita sudah belajar bahwa uang tidak muncul begitu saja — ada perjalanan panjang dari barter sampai uang seperti sekarang. Kita harus menghargai nilai uang karena fungsinya sangat penting dalam kehidupan.'
  • Guru menyampaikan gambaran singkat materi pertemuan berikutnya (uang sebagai alat tukar dalam kehidupan sehari-hari).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan teks bacaan versi lebih pendek dengan kalimat sederhana dan lebih banyak ilustrasi gambar. Murid yang sudah mahir dapat membaca teks asli dari Buku Siswa secara mandiri dan mencari informasi tambahan tentang jenis uang logam pertama di dunia.
  • Proses: Saat simulasi barter, murid yang masih kesulitan dapat dipasangkan dengan teman sebaya yang lebih siap (tutor sebaya). Murid yang cepat menyelesaikan tabel perbandingan diberikan tantangan tambahan: membuat contoh barter lain dari kehidupan sehari-hari yang masih mereka temukan (misalnya: saling berbagi bekal makanan dengan teman).
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup mengisi tabel perbandingan dengan panduan kata kunci yang sudah tersedia. Murid yang sudah berkembang dapat menuliskan kesimpulan dalam paragraf utuh tanpa panduan kata kunci, atau menggambar komik mini 3 panel yang menggambarkan perbedaan barter dan menggunakan uang.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar (orang barter dan orang berbelanja dengan uang) dan meminta murid mengangkat tangan untuk menunjukkan gambar mana yang lebih mereka kenal.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang tahu apa itu barter? Pernah mendengar kata ini sebelumnya?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
  • Guru mencatat murid yang sudah memiliki pemahaman awal tentang barter sebagai dasar pengelompokan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi guru saat simulasi barter: apakah murid dapat menawarkan dan menegosiasikan pertukaran barang dengan bahasa yang sesuai.
  • Pemeriksaan tabel perbandingan yang diisi murid selama kegiatan Mengaplikasi — guru memberikan umpan balik langsung secara lisan.
  • Pertanyaan lisan acak kepada beberapa murid selama diskusi: 'Kesulitan apa yang kamu alami saat barter tadi?', 'Apa keuntungan menggunakan uang?'

Akhir:

  • Exit ticket tertulis: murid menjawab 2 pertanyaan — (1) Sebutkan satu kesulitan sistem barter! (2) Mengapa uang lebih praktis dibandingkan barter? Dikumpulkan sebelum murid pulang.
  • Kesimpulan tertulis di buku tulis dengan pola 'Aku jadi tahu bahwa ...' dinilai berdasarkan ketepatan dan kelengkapan informasi yang dituliskan murid.

Formatif:

  • Pengamatan guru selama simulasi barter: apakah murid dapat menjelaskan barang yang ingin ditukar dan mengidentifikasi kesulitan yang dialami.
  • Pemantauan pengisian tabel perbandingan Barter vs Uang selama kegiatan inti.
  • Tanya jawab lisan saat diskusi kelas tentang konsep barter dan uang.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menjawab 2 pertanyaan tertulis singkat di akhir pembelajaran — (1) sebutkan satu kesulitan sistem barter, (2) jelaskan mengapa uang lebih praktis dari barter.
  • Kesimpulan tertulis murid dengan pola 'Aku jadi tahu bahwa ...' sebagai bukti pemahaman konsep.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan sistem barter (TP 3.5.2.1)Murid belum dapat menjelaskan apa itu barter meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan bahwa barter adalah tukar barang, namun penjelasannya masih sangat terbatas atau tidak disertai contoh.Murid dapat menjelaskan sistem barter sebagai cara tukar menukar barang sebelum uang ada, disertai contoh yang relevan.Murid dapat menjelaskan sistem barter secara runtut, menyebutkan contoh konkret, dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata atau pengalaman simulasi.
Membandingkan barter dan uang (TP 3.5.2.2)Murid belum dapat menyebutkan perbedaan antara barter dan penggunaan uang.Murid dapat menyebutkan satu perbedaan antara barter dan penggunaan uang, namun belum dapat mengaitkan dengan keuntungan atau keterbatasannya.Murid dapat membandingkan barter dan penggunaan uang dengan menyebutkan minimal satu keuntungan dan satu keterbatasan dari salah satu sistem.Murid dapat membandingkan barter dan penggunaan uang secara lengkap: menyebutkan keuntungan dan keterbatasan keduanya, didukung contoh dari simulasi atau kehidupan sehari-hari.
Partisipasi dalam simulasi dan diskusiMurid tidak berpartisipasi dalam simulasi barter dan tidak memberikan respons saat diskusi kelas.Murid berpartisipasi dalam simulasi barter namun pasif, dan hanya merespons jika ditunjuk saat diskusi.Murid aktif berpartisipasi dalam simulasi dan berani menyampaikan pendapat saat diskusi kelas.Murid sangat aktif dalam simulasi, mampu memimpin negosiasi barter, dan memberikan argumen yang jelas serta logis saat diskusi kelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep barter melalui kombinasi cerita dan simulasi yang dilakukan hari ini?
  • Apakah durasi simulasi barter cukup untuk memberikan pengalaman yang bermakna, atau perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dan perlu pendampingan tambahan pada materi ini?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu murid di awal pembelajaran?
  • Apa yang perlu diperbaiki dari segi pengelolaan kelas saat simulasi berlangsung?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah ...
  • Bagian yang paling seru dari pembelajaran hari ini adalah ...
  • Sesuatu yang masih membingungkan atau ingin aku tanyakan adalah ...
  • Kalau aku hidup di zaman barter, apa yang akan aku lakukan agar bisa mendapatkan barang yang aku butuhkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi (halaman 98–100) — teks tentang sistem barter dan sejarah uang.
  2. Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi — panduan kegiatan Bab 5.
  3. Kartu bergambar barang (apel, buku, penggaris, roti, pensil, pisang, dll.) — dibuat guru sebagai alat simulasi barter.
  4. Gambar seri aktivitas barter zaman dahulu (dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor/layar).
  5. Lembar kerja tabel perbandingan 'Barter vs Uang' (dibuat guru, dua kolom).
  6. Papan tulis atau flipchart untuk menuliskan poin-poin kesimpulan bersama.
  7. Kartu refleksi diri (secarik kertas kecil untuk exit ticket dan kartu 'Aku jadi tahu bahwa ...').

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.