MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 5 — Bijak Berbelanja Kebutuhan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Bijak Berbelanja Kebutuhan |
|---|
| Alokasi Waktu | 21 JP (21 x 35 menit = 735 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.5.1 Menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.5.2 Menjelaskan cara mengelola keuangan secara bijak dalam memenuhi kebutuhan
- TP 3.5.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait penggunaan uang serta mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan dalam berbagai media
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa kita membutuhkan uang saat ingin membeli barang di kantin atau toko?
- Apa yang akan terjadi jika di dunia ini tidak ada uang sebagai alat tukar?
- Manakah nilai yang lebih besar antara 1 keping uang logam Rp1.000,00 dan 1 lembar uang kertas Rp2.000,00?
- Jika sebuah pensil berharga Rp5.000,00, pecahan uang logam atau kertas apa saja yang nilainya setara untuk membayarnya?
- Apa yang terjadi ketika seseorang memberikan uang mainan kepada penjual saat berbelanja di simulasi pasar kelas?
- Bagaimana kita bisa tahu uang yang diserahkan pembeli pas atau membutuhkan uang kembalian?
- Apa saja rincian penting yang perlu dicatat saat kita mengamati seseorang berbelanja menggunakan uang?
- Mengapa kita perlu mencatat nama barang, harga, dan pecahan uang yang digunakan secara teliti dalam tabel pengamatan?
- Jika kamu diberi uang saku Rp10.000,00, mana yang akan kamu beli lebih dulu: buku tulis yang habis atau mainan baru?
- Apa perbedaan antara barang yang benar-benar kita butuhkan dan barang yang sekadar kita inginkan?
- Jika kamu memiliki uang terbatas tetapi ingin membeli pensil untuk belajar dan mainan baru, manakah yang harus kamu dahulukan?
- Mengapa kita perlu membuat urutan belanja dari yang paling mendesak sampai yang bisa ditunda?
- Bagaimana caramu menceritakan kepada teman tentang cara mengatur uang saku agar cukup untuk kebutuhan sekolah?
- Mengapa kita perlu menyampaikan alasan ketika memilih membeli satu barang kebutuhan dan menunda barang lainnya?
- Bagaimana caramu menyampaikan kepada teman isi bagan prioritas belanja yang sudah kamu buat?
- Informasi penting apa saja dalam bagan prioritas yang perlu kamu ucapkan agar orang lain paham cara mengelola uang belanja?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita sudah bisa mengenali nilai uang dan menggunakannya secara bijak?
- Mengapa kita harus mendahulukan barang kebutuhan pokok sebelum membeli barang keinginan saat berbelanja?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Fungsi Nilai Mata Uang sebagai Alat Tukar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berisi 2 pertanyaan: (1) 'Apa fungsi utama uang saat kita ke kantin?' (acuan: sebagai alat tukar/pembayaran barang); (2) 'Jika kamu ingin membeli pensil seharga Rp2.000,00, berapa nilai uang yang harus kamu serahkan?' (acuan: uang senilai Rp2.000,00) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya sebagai alat tukar dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media uang contoh dan cerita interaktif tentang masa sebelum ada uang (sistem barter: menukar beras dengan ikan) serta kelemahannya bila kedua belah pihak tidak sepakat (15 menit).
- Murid mengamati 3 contoh nominal uang rupiah (kertas Rp2.000,00, Rp5.000,00, dan logam Rp1.000,00) dan mendengarkan penjelasan tentang angka nominal yang tertulis sebagai penunjuk nilai mata uang yang sah (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpasangan memainkan permainan interaktif 'Tukar Tepat' menggunakan kartu uang mainan dan kartu barang (berisi 3 skenario transaksi: Skenario A membeli penghapus Rp1.000,00 dengan koin Rp1.000,00; Skenario B membeli buku tulis Rp3.000,00 dengan 3 lembar Rp1.000,00; Skenario C membeli kotak pensil Rp5.000,00 dengan selembar Rp5.000,00) di mana murid bergantian menjadi pembeli dan kasir untuk mencocokkan barang dengan nilai uang yang sesuai (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Analisis Nilai dan Fungsi Uang' yang memuat 3 butir soal tertulis: (1) Mengapa barter beras dengan kain sulit dilakukan dibandingkan menggunakan uang? (acuan: karena belum tentu kedua orang saling membutuhkan barang tersebut dan nilai barangnya sulit disamakan secara adil); (2) Apa fungsi uang saat kamu membeli buku gambar di koperasi sekolah? (acuan: sebagai alat tukar yang sah untuk mendapatkan barang); (3) Jika harga satu roti adalah Rp3.000,00 dan kamu memiliki uang Rp5.000,00, jelaskan fungsi nilai uang tersebut dalam transaksi! (acuan: nilai uang Rp5.000,00 mencukupi untuk ditukar dengan roti Rp3.000,00 dan pembeli berhak menerima pengembalian nilai sebesar Rp2.000,00) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama bimbingan guru dan mengevaluasi bagaimana pemahaman tentang nilai uang membantu orang melakukan jual beli secara adil tanpa perselisihan (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa uang memiliki nominal tertentu yang menunjukkan nilainya dan berfungsi sebagai alat tukar yang mempermudah pemenuhan kebutuhan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid hari ini serta menyampaikan pengantar topik pertemuan berikutnya mengenai perbandingan nilai pecahan mata uang kertas dan logam, lalu menutup kelas dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan uang tiruan konkret berukuran besar dengan angka nominal yang dipertegas. Untuk murid berkemampuan cepat, disediakan teks narasi singkat tentang evolusi alat tukar dari barang ke uang.
- Proses: Murid yang membutuhkan perancah didampingi guru membaca nilai nominal angka pada uang mainan saat permainan 'Tukar Tepat'. Murid yang cepat diarahkan menganalisis skenario jika nominal uang yang dibawa lebih besar dari harga barang (konsep kembalian).
- Produk: Murid dapat menjelaskan fungsi uang melalui jawaban tertulis terstruktur atau penjelasan lisan langsung saat guru berkeliling memeriksa lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Apa fungsi utama uang saat kita ke kantin?' (acuan: sebagai alat tukar/pembayaran barang); (2) 'Jika kamu ingin membeli pensil seharga Rp2.000,00, berapa nilai uang yang harus kamu serahkan?' (acuan: uang senilai Rp2.000,00)
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan 'Tukar Tepat' dengan 3 skenario transaksi: Skenario A (penghapus Rp1.000,00 dibayar koin Rp1.000,00), Skenario B (buku tulis Rp3.000,00 dibayar 3 lembar Rp1.000,00), dan Skenario C (kotak pensil Rp5.000,00 dibayar selembar Rp5.000,00) untuk memastikan murid memasangkan barang dengan nilai uang secara tepat.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri berisi 3 butir soal penjelasan fungsi uang dan nilai nominalnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk murid secara acak untuk menjawab: 'Sebutkan 1 alasan mengapa uang lebih memudahkan kegiatan jual beli dibanding bertukar barang secara langsung!' (acuan: karena nilai uang tertera jelas/diterima oleh semua orang sebagai alat tukar yang sah).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja pada permainan 'Tukar Tepat'
- Penilaian lembar kerja 'Analisis Nilai dan Fungsi Uang'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan nilai mata uang dan fungsinya sebagai alat tukar | Belum mampu menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya sebagai alat tukar (0 butir lembar kerja tepat sesuai acuan). | Mampu menjelaskan nilai mata uang atau fungsinya sebagai alat tukar secara sederhana dengan bimbingan penuh (tepat 1 butir dari 3 butir lembar kerja). | Mampu menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya sebagai alat tukar secara tepat dan mandiri (tepat minimal 2 dari 3 butir lembar kerja). | Mampu menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya sebagai alat tukar secara lengkap, tepat, dan mandiri pada seluruh butir (tepat 3 butir lembar kerja). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi sistem barter dan permainan 'Tukar Tepat' membantu murid memahami fungsi uang secara konkret?
- Apakah alokasi waktu pada tahap aplikasi cukup bagi seluruh murid untuk menyelesaikan lembar kerja mandiri?
Murid:- Apa hal terpenting yang kamu ketahui tentang uang hari ini?
- Mengapa kita harus memperhatikan angka nominal yang tertulis pada lembaran uang saat menggunakannya?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Perbandingan Nilai Pecahan Mata Uang Kertas dan Logam — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 contoh uang mainan: uang logam Rp500,00 dan uang kertas Rp2.000,00, lalu meminta murid menyebutkan nominal masing-masing dan menentukan mana yang bernilai lebih besar (acuan: Rp500,00 = lima ratus rupiah, Rp2.000,00 = dua ribu rupiah; yang lebih besar nilainya adalah Rp2.000,00) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan nilai berbagai pecahan uang kertas dan uang logam serta kesetaraan nilainya sebagai alat tukar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati display 6 contoh pecahan uang rupiah tiruan di papan tulis: logam Rp200,00, logam Rp500,00, logam Rp1.000,00, kertas Rp1.000,00, kertas Rp2.000,00, dan kertas Rp5.000,00 (10 menit).
- Guru membimbing murid menelaah nilai nominal pecahan tersebut: bahwa nilai uang ditentukan oleh angka nominalnya, bukan oleh bentuk fisik (kertas atau logam) maupun ukuran fisiknya, misalnya 1 keping logam Rp1.000,00 nilainya sama dengan 1 lembar kertas Rp1.000,00 (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan interaktif 'Tebak Nilai dan Pasangan Setara' secara berpasangan: murid mencocokkan kartu nilai uang dengan tanda perbandingan (lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan) menggunakan 4 kartu perbandingan: (1) 1 keping logam Rp1.000,00 [=] 1 lembar kertas Rp1.000,00; (2) 1 lembar kertas Rp5.000,00 [>] 2 lembar kertas Rp2.000,00; (3) 1 keping logam Rp500,00 [<] 1 lembar kertas Rp2.000,00; (4) 2 keping logam Rp500,00 [=] 1 keping logam Rp1.000,00 (acuan: tanda perbandingan yang benar berturut-turut adalah '=', '>', '<', '=') (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Perbandingan Nilai Uang secara mandiri yang memuat 4 soal: (1) Bandingkan Rp2.000,00 kertas dengan Rp500,00 logam (acuan: Rp2.000,00 lebih besar dari Rp500,00); (2) Bandingkan Rp1.000,00 logam dengan Rp1.000,00 kertas (acuan: nilainya sama); (3) Hitung kesetaraan: 5 keping logam Rp1.000,00 setara dengan ... lembar kertas Rp5.000,00 (acuan: 1 lembar); (4) Tentukan mana yang lebih banyak nilainya untuk membeli jajanan: 2 lembar kertas Rp2.000,00 atau 1 lembar kertas Rp5.000,00 (acuan: 1 lembar kertas Rp5.000,00, karena Rp5.000,00 > Rp4.000,00) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas jawaban latihan dan menyimpulkan aturan perbandingan nilai uang (bahwa lembaran atau kepingan yang lebih banyak belum tentu nilainya lebih besar) (15 menit).
Penutup:- Murid menjawab 1 pertanyaan cek pemahaman lisan: 'Jika kamu memiliki 3 keping uang logam Rp1.000,00 dan adikmu memiliki 1 lembar uang kertas Rp2.000,00, uang siapakah yang bernilai lebih besar?' (acuan: uang kamu bernilai Rp3.000,00 sehingga lebih besar dari uang adik yang bernilai Rp2.000,00) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam membandingkan nilai uang, mengingatkan materi berikutnya mengenai pengamatan penggunaan uang belanja, dan menutup pelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tiruan uang koin/kertas berukuran besar dengan tulisan nominal kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
- Proses: Bagi murid yang masih keliru membedakan nominal, guru memberikan pendampingan langsung dengan menghitung nilai nominal satu per satu; bagi murid yang sudah cepat menguasai, diberikan variasi kombinasi pecahan majemuk (misal: membandingkan 3 keping Rp500,00 + 1 keping Rp1.000,00 dengan 1 lembar Rp2.000,00).
- Produk: Murid menuangkan hasil perbandingan berupa simbol matematika (<, >, =) atau kalimat perbandingan langsung ('lebih besar', 'lebih kecil', 'sama dengan').
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: guru menunjukkan uang logam Rp500,00 dan uang kertas Rp2.000,00 lalu meminta murid mengidentifikasi nominal dan menentukan nilai yang lebih besar (acuan: Rp500,00 dan Rp2.000,00; Rp2.000,00 bernilai lebih besar).
Proses:- Penilaian ketepatan pengerjaan 4 soal lembar latihan perbandingan nilai uang (acuan kunci: (1) Rp2.000,00 lebih besar dari Rp500,00; (2) Rp1.000,00 logam sama nilainya dengan Rp1.000,00 kertas; (3) 5 keping Rp1.000,00 setara dengan 1 lembar Rp5.000,00; (4) 1 lembar Rp5.000,00 lebih bernilai daripada 2 lembar Rp2.000,00).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: membandingkan nilai 3 keping logam Rp1.000,00 (total Rp3.000,00) dengan 1 lembar kertas Rp2.000,00 (acuan: 3 keping logam Rp1.000,00 bernilai lebih besar).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan tanda perbandingan nilai uang
- Pemeriksaan ketepatan hasil pengerjaan Lembar Latihan Perbandingan Nilai Uang (4 butir)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Perbandingan Nilai Pecahan Uang Logam dan Kertas | Belum mampu membandingkan nilai pecahan uang logam dan kertas secara tepat pada 4 butir tugas yang diberikan. | Mampu membandingkan nilai pecahan uang logam dan kertas secara tepat pada 1-2 butir tugas secara mandiri atau butuh bimbingan penuh. | Mampu membandingkan nilai pecahan uang logam dan kertas serta kesetaraannya secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir tugas secara mandiri. | Mampu membandingkan nilai pecahan uang logam dan kertas serta kesetaraannya secara tepat pada seluruh (4 butir) tugas secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami bahwa nilai uang ditentukan oleh angka nominalnya, bukan oleh bentuk bahan kertas atau logamnya?
- Apakah aktivitas permainan kartu perbandingan efektif membantu murid memahami kesetaraan nilai mata uang?
Murid:- Hal baru apa yang kamu ketahui tentang perbandingan nilai uang logam dan uang kertas hari ini?
- Apakah kamu sekarang bisa menghitung uang kembalian atau membandingkan uang sakumu sendiri?
Pertemuan 3 — Mengamati Fenomena Penggunaan Uang dalam Transaksi Belanja Kelas — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait penggunaan uang serta mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mencermati peragaan guru memegang barang seharga Rp3.000,00 dan menerima uang kertas mainan Rp5.000,00, lalu meminta murid menyebutkan peristiwa yang sedang terjadi serta nominal uang kembalian yang harus diberikan (acuan: peristiwa jual beli/pembayaran barang seharga Rp3.000,00 dengan uang Rp5.000,00, kembalian Rp2.000,00) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati secara langsung fenomena dan peristiwa penggunaan uang sebagai alat transaksi jual beli melalui simulasi belanja di kelas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak panduan pengamatan transaksi belanja kelas dan mengenali 3 fokus pengamatan yang harus dicermati saat simulasi: (1) barang yang dibeli dan label harganya, (2) nominal uang yang diserahkan pembeli, dan (3) ada atau tidaknya uang kembalian beserta nominalnya (15 menit).
- Guru bersama 2 perwakilan murid mendemonstrasikan satu kali contoh transaksi belanja di depan kelas (membeli buku tulis seharga Rp4.000,00 dengan uang Rp5.000,00 dan menerima kembalian Rp1.000,00), sementara murid lain mengamati alur perpindahan uang dan barang secara seksama (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok pengamat berpasangan dan berkeliling mengamati 4 pos simulasi transaksi belanja kelas yang sudah disiapkan perlengkapannya: Pos A (penghapus Rp2.000,00 dibayar Rp2.000,00 pas tanpa kembalian), Pos B (rautan pensil Rp3.000,00 dibayar Rp5.000,00 dengan kembalian Rp2.000,00), Pos C (penggaris Rp4.000,00 dibayar Rp10.000,00 dengan kembalian Rp6.000,00), dan Pos D (pensil warna Rp7.000,00 dibayar Rp10.000,00 dengan kembalian Rp3.000,00) (25 menit).
- Murid memainkan permainan peran bergantian menjadi pengamat cermat (Joyful observation) yang bertugas mengecek kecocokan transaksi belanja pada pos simulasi secara langsung menggunakan kartu cek lis pengamatan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mencocokkan hasil pengamatan dari keempat pos simulasi belanja kelas untuk memastikan seluruh peristiwa penyerahan uang dan kembalian telah teramati secara tepat dan utuh (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan alur peristiwa penggunaan uang dalam transaksi belanja (penyerahan uang sesuai harga atau penyerahan uang nominal lebih besar yang menghasilkan uang kembalian) (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan mengenai peristiwa di Pos B (acuan: pembeli membeli rautan pensil Rp3.000,00 menggunakan uang Rp5.000,00 dan menerima kembalian Rp2.000,00) dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan mengamati 2 pos transaksi dengan nominal bilangan bulat sederhana tanpa pecahan campuran (Pos A dan Pos B), sedangkan murid yang cepat mengamati seluruh 4 pos transaksi hingga nominal belasan ribu.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan berarah saat mengamati transaksi di pos belanja, sedangkan murid yang mandiri mengamati secara mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Lembar cek lis pengamatan murid bimbingan memuat pilihan centang nominal, sedangkan murid mandiri melingkari atau mencentang data hasil pengamatan secara lengkap dari seluruh pos yang diamati.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid mengamati peragaan guru memegang barang berlabel Rp3.000,00 dan menerima uang kertas mainan Rp5.000,00, lalu menyebutkan peristiwa yang terjadi dan nominal kembalian (acuan: peristiwa jual beli/pembayaran barang seharga Rp3.000,00 dengan uang Rp5.000,00, kembalian Rp2.000,00).
Proses:- Pengamatan formatif keterlibatan murid saat mengamati peristiwa transaksi di 4 pos simulasi: (1) Pos A: penghapus Rp2.000,00 dibayar uang pas Rp2.000,00 (tanpa kembalian); (2) Pos B: rautan Rp3.000,00 dibayar Rp5.000,00 (kembalian Rp2.000,00); (3) Pos C: penggaris Rp4.000,00 dibayar Rp10.000,00 (kembalian Rp6.000,00); (4) Pos D: pensil warna Rp7.000,00 dibayar Rp10.000,00 (kembalian Rp3.000,00).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: Murid menyebutkan kembali rincian transaksi belanja pada Pos B yang telah diamati (acuan: barang dibeli rautan harga Rp3.000,00, uang diserahkan Rp5.000,00, dan kembalian yang diterima Rp2.000,00).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengamatan langsung pada simulasi transaksi belanja kelas menggunakan lembar cek lis pengamatan 4 pos transaksi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati peristiwa transaksi penggunaan uang pada simulasi belanja kelas | Belum mampu mengamati peristiwa transaksi penggunaan uang secara tepat pada keempat pos simulasi belanja kelas (0-1 pos teramati dengan tepat). | Mampu mengamati peristiwa transaksi penggunaan uang secara tepat pada 2 pos simulasi belanja kelas (acuan pos: Pos A penghapus Rp2.000,00 dibayar Rp2.000,00 tanpa kembalian; Pos B rautan Rp3.000,00 dibayar Rp5.000,00 kembalian Rp2.000,00). | Mampu mengamati peristiwa transaksi penggunaan uang secara tepat pada 3 pos simulasi belanja kelas (acuan: 3 dari Pos A, B, C, D teramati tepat pada aspek barang/harga, uang dibayar, dan uang kembalian). | Mampu mengamati peristiwa transaksi penggunaan uang secara tepat dan mandiri pada seluruh 4 pos simulasi belanja kelas (Pos A: Rp2.000,00 pas; Pos B: Rp3.000,00 bayar Rp5.000,00 kembali Rp2.000,00; Pos C: Rp4.000,00 bayar Rp10.000,00 kembali Rp6.000,00; Pos D: Rp7.000,00 bayar Rp10.000,00 kembali Rp3.000,00). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur simulasi belanja kelas berjalan cukup tertib sehingga murid dapat mengamati peristiwa penggunaan uang dengan jelas?
- Bagian mana dari pengamatan transaksi belanja yang masih membuat murid kesulitan mencermati nominal uang dan kembalian?
Murid:- Apa yang kamu amati ketika uang yang diserahkan pembeli jumlahnya lebih besar dari harga barang yang dibeli?
- Apakah kamu dapat melihat dengan jelas berapa uang yang dibayarkan dan uang kembalian pada setiap pos simulasi belanja tadi?
Pertemuan 4 — Mencatat Hasil Pengamatan Barang Belanjaan dan Penggunaan Uang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait penggunaan uang serta mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mencocokkan 3 data transaksi sederhana ke kolom tabel yang sesuai di papan tulis: (1) 'Pensil' -> kolom Nama Barang; (2) 'Rp2.000,00' -> kolom Harga Barang; (3) '1 lembar uang dua ribuan' -> kolom Pecahan Uang yang Digunakan (acuan: pengelompokan tepat pada 3 kolom tersebut) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mencatat hasil pengamatan transaksi belanja dan penggunaan uang ke dalam tabel pengamatan secara cermat dan runtut (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang 4 komponen format tabel pencatatan hasil pengamatan belanja: Nomor, Nama Barang, Harga Barang, dan Pecahan Uang yang Digunakan (5 menit).
- Murid mengamati peragaan simulasi 1 transaksi belanja di depan kelas: seorang pembeli membeli 1 buah buku tulis seharga Rp3.000,00 dengan menyerahkan 1 lembar uang Rp2.000,00 dan 1 keping uang logam Rp1.000,00 (5 menit).
- Murid bersama bimbingan guru menelaah bagaimana memindahkan hasil pengamatan peragaan tersebut ke baris tabel contoh di papan tulis (acuan isian: Nama Barang = Buku Tulis, Harga = Rp3.000,00, Pecahan Uang = 1 lembar Rp2.000,00 dan 1 keping Rp1.000,00) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja tabel pengamatan dan menggelar permainan seru 'Tantangan Detektif Belanja' di mana guru memperagakan 3 adegan transaksi berurutan: Transaksi 1 (membeli penghapus seharga Rp1.500,00 menggunakan 1 keping uang logam Rp1.000,00 dan 1 keping logam Rp500,00); Transaksi 2 (membeli penggaris seharga Rp4.000,00 menggunakan 2 lembar uang kertas Rp2.000,00); Transaksi 3 (membeli kotak pensil seharga Rp7.000,00 menggunakan 1 lembar uang kertas Rp5.000,00 dan 1 lembar uang kertas Rp2.000,00) (10 menit).
- Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatan dari ketiga adegan transaksi tersebut ke dalam lembar tabel pengamatan masing-masing dengan menuliskan Nama Barang, Harga Barang, dan Pecahan Uang yang Digunakan (acuan data tepat sesuai 3 adegan: Baris 1 = Penghapus, Rp1.500,00, 1 keping Rp1.000,00 dan 1 keping Rp500,00; Baris 2 = Penggaris, Rp4.000,00, 2 lembar Rp2.000,00; Baris 3 = Kotak Pensil, Rp7.000,00, 1 lembar Rp5.000,00 dan 1 lembar Rp2.000,00) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ulang hasil catatan pengamatannya terhadap kunci peragaan yang dibuka oleh guru di papan tulis untuk memastikan tidak ada rincian transaksi belanja yang terlewat atau keliru catat (10 menit).
- Murid mengungkapkan bagian mana yang paling mudah dan bagian mana yang memerlukan ketelitian ekstra saat mengamati serta mencatat pecahan uang yang digunakan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan mencatat hasil pengamatan penggunaan uang yang lengkap, rapi, dan sesuai kenyataan transaksi (5 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa menyimpulkan keseluruhan isi bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel bergaris tebal dengan petunjuk visual gambar pecahan uang, sedangkan murid yang lebih cepat mencatat pengamatan dari variasi transaksi yang mencakup 3 pecahan uang berbeda.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu dengan pengulangan demonstrasi adegan transaksi belanja secara bertahap, sementara murid mahir bekerja mandiri penuh dalam mencatat.
- Produk: Tingkat kelengkapan rincian deskripsi pecahan uang disesuaikan: menuliskan nominal nominal pecahan inti untuk pemula, hingga deskripsi lengkap jenis kertas/logam untuk murid mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji petik klasifikasi data pengamatan: Murid diminta menempatkan 3 data ke kolom tabel yang tepat: (1) 'Pensil' -> kolom Nama Barang; (2) 'Rp2.000,00' -> kolom Harga Barang; (3) '1 lembar uang dua ribuan' -> kolom Pecahan Uang yang Digunakan (acuan: ketepatan menaruh 3 data pada kolom yang benar).
Proses:- Pemeriksaan lembar catatan pengamatan murid selama sesi 'Tantangan Detektif Belanja' berdasarkan 3 adegan transaksi (acuan: Baris 1 mencatat Penghapus, Rp1.500,00, pecahan 1 keping Rp1.000,00 dan 1 keping Rp500,00; Baris 2 mencatat Penggaris, Rp4.000,00, pecahan 2 lembar Rp2.000,00; Baris 3 mencatat Kotak Pensil, Rp7.000,00, pecahan 1 lembar Rp5.000,00 dan 1 lembar Rp2.000,00).
Akhir Pertemuan:- Cek ketelitian mandiri akhir: Murid mencocokkan kelengkapan 3 baris tabel catatan miliknya dengan daftar acuan verifikasi di papan tulis untuk memastikan terisinya nama barang, nominal harga, dan pecahan uang secara tepat.
Formatif:- Penilaian kinerja pencatatan tabel pengamatan fenomena belanja dan penggunaan uang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Ketepatan Mencatat Hasil Pengamatan Belanja dan Penggunaan Uang | Hanya mencatat 1 baris transaksi belanja dengan data barang atau pecahan uang yang kurang tepat. | Mencatat 2 baris transaksi belanja dengan data barang, harga, dan pecahan uang yang sesuai acuan tetapi masih memerlukan bantuan guru. | Mencatat seluruh 3 baris transaksi belanja (barang, harga, dan pecahan uang) secara tepat sesuai acuan peragaan secara mandiri. | Mencatat seluruh 3 baris transaksi belanja beserta rincian pecahan uang (jenis kertas/logam dan jumlah nominal) secara lengkap, runtut, dan tepat tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario peragaan transaksi belanja cukup jelas diamati oleh seluruh murid dari meja masing-masing?
- Bagian format tabel mana yang paling sering membuat murid keliru mencatat hasil pengamatan penggunaan uang?
Murid:- Apa yang harus kamu perhatikan dengan teliti saat mencatat uang yang dipakai dalam berbelanja?
- Apakah kamu dapat mencatat ketiga belanjaan dan pecahan uangnya dengan rapi di lembar tugasmu?
Pertemuan 5 — Menjelaskan Cara Mengelola Keuangan secara Bijak antara Kebutuhan dan Keinginan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Menjelaskan cara mengelola keuangan secara bijak dalam memenuhi kebutuhan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal lisan mengenai konsep kebutuhan dan keinginan dengan menanyakan: 'Jika pensilmu patah dan di kantin ada permen manis, manakah yang harus kamu beli dulu jika uangmu hanya cukup untuk satu barang?' (acuan jawaban: membeli pensil karena pensil adalah kebutuhan penting untuk belajar, sedangkan permen adalah keinginan yang bisa ditunda) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru memberikan penjelasan terbimbing tentang perbedaan kebutuhan (hal yang mutlak harus dipenuhi agar bisa hidup dan belajar dengan baik, misalnya makanan bergizi, air minum, buku tulis) dan keinginan (sesuatu yang menyenangkan bila dimiliki tetapi tidak membahayakan bila ditunda atau tidak dibeli, misalnya mainan, es krim) (10 menit).
- Guru mengadakan kuis cepat 'Angkat Kartu: Kebutuhan atau Keinginan' yang menggembirakan; guru menyebutkan 4 nama barang satu per satu lalu murid serempak mengangkat tangan kanan untuk Kebutuhan atau tangan kiri untuk Keinginan: (1) Nasi bekal makan siang (acuan: Kebutuhan); (2) Mainan mobil-mobilan baru (acuan: Keinginan); (3) Seragam sekolah (acuan: Kebutuhan); (4) Es krim bertopping permen (acuan: Keinginan) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Guru membagikan Lembar Aktivitas 'Memilah 6 Pilihan Belanja'. Murid secara mandiri membaca 6 item situasi belanja berikut dan mengelompokkannya ke kolom 'Kebutuhan' atau 'Keinginan' beserta alasannya: (1) Membeli buku tulis untuk tugas sekolah (acuan: Kebutuhan, alasan: alat wajib untuk belajar); (2) Membeli stiker bergambar lucu (acuan: Keinginan, alasan: bisa ditunda/tidak wajib untuk belajar); (3) Membeli air minum saat haus sehabis olahraga (acuan: Kebutuhan, alasan: menjaga kesehatan tubuh); (4) Membeli gantungan tas baru padahal yang lama masih bagus (acuan: Keinginan, alasan: barang lama masih berfungsi baik); (5) Membayar ongkos angkutan untuk pulang ke rumah (acuan: Kebutuhan, alasan: sarana transportasi penting untuk keselamatan); (6) Membeli camilan manis tambahan setelah makan kenyang (acuan: Keinginan, alasan: hanya pemuas selera sesaat) (15 menit).
- Murid menyelesaikan studi kasus pengelolaan uang: 'Riko memiliki uang saku Rp10.000,00. Di koperasi sekolah tersedia buku gambar seharga Rp6.000,00 (buku gambarnya habis dan ada PR menggambar besok) dan kartu mainan seharga Rp5.000,00'. Murid menuliskan keputusan cara mengelola uang tersebut secara bijak beserta penjelasannya pada lembar kerja (acuan jawaban benar: Riko harus membeli buku gambar seharga Rp6.000,00 terlebih dahulu karena buku gambar adalah kebutuhan mendesak untuk tugas sekolah, menunda membeli kartu mainan karena uang tidak cukup untuk keduanya dan kartu mainan hanyalah keinginan, serta menyimpan/menabung sisa uang Rp4.000,00) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid memeriksa kembali jawaban studikasus dan menyimpulkan prinsip bijak mengelola uang: mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, menunda keinginan bila uang terbatas, dan menyisihkan sisa uang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merangkum intisari pembelajaran hari ini bahwa mengelola keuangan secara bijak dilakukan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan serta mendahulukan kebutuhan utama (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pesan moral untuk selalu berhemat di rumah dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan visual, guru menyertakan kartu bergambar konkret di samping teks barang. Untuk murid yang lebih cepat, disediakan daftar belanja tambahan dengan nominal harga variatif.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan dibimbing dengan pertanyaan penuntun: 'Apakah kamu tetap bisa belajar jika benda ini tidak dibeli hari ini?'. Murid yang cepat diarahkan langsung menuliskan alasan mandiri secara lengkap.
- Produk: Murid dengan hambatan menulis dapat menjelaskan pilihan dan alasan pemilahan secara lisan langsung kepada guru dengan kriteria acuan yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika pensilmu patah dan di kantin ada permen manis, manakah yang harus kamu beli dulu jika uangmu hanya cukup untuk satu barang?' (acuan: membeli pensil karena pensil adalah kebutuhan belajar, permen adalah keinginan yang bisa ditunda).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pemilahan 6 item daftar belanja ke dalam Kebutuhan vs Keinginan: (1) Buku tulis = Kebutuhan, (2) Stiker lucu = Keinginan, (3) Air minum = Kebutuhan, (4) Gantungan tas baru = Keinginan, (5) Ongkos angkutan pulang = Kebutuhan, (6) Camilan manis tambahan = Keinginan.
- Pemeriksaan ketepatan penjelasan studi kasus uang saku Rp10.000,00 milik Riko (acuan: memilih membeli buku gambar Rp6.000,00 karena kebutuhan tugas sekolah, menunda membeli kartu mainan Rp5.000,00 karena keinginan, dan menabung sisa uang Rp4.000,00).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan pemahaman di akhir sesi: murid menyebutkan satu tindakan nyata dalam mengelola uang secara bijak ketika menginginkan mainan baru saat uang saku terbatas (acuan: menunda membeli mainan dan mendahulukan kebutuhan pokok atau menabung).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja memilah 6 item kebutuhan-keinginan dan studi kasus cara mengelola uang saku Rp10.000,00 secara bijak.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan cara mengelola keuangan secara bijak (memilah kebutuhan vs keinginan dan penyelesaian studi kasus) | Mampu mengelompokkan 1–2 dari 6 item belanja dengan benar serta belum mampu menjelaskan keputusan pengelolaan uang pada studi kasus secara logis. | Mampu mengelompokkan 3–4 dari 6 item belanja dengan benar dan mulai mampu menentukan pembelian kebutuhan pada studi kasus namun belum mampu memberikan alasan penundaan keinginan. | Mampu mengelompokkan 5 dari 6 item belanja dengan tepat dan mampu menjelaskan cara mengelola uang pada studi kasus dengan memilih kebutuhan utama (buku gambar) serta menunda keinginan (kartu mainan). | Mampu mengelompokkan seluruh 6 item belanja dengan tepat serta menjelaskan secara runtut dan mandiri cara mengelola uang pada studi kasus (membeli kebutuhan utama, menunda keinginan, dan merencanakan sisa uang untuk ditabung). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara barang kebutuhan dan keinginan?
- Apakah alur studi kasus uang saku membantu murid memahami tindakan nyata mengelola keuangan secara bijak?
Murid:- Apa hal terpenting yang kamu pelajari hari ini saat memegang uang saku?
- Bagaimana caramu bersikap jika melihat mainan bagus di warung padahal kamu belum membeli buku tulis yang dibutuhkan?
Pertemuan 6 — Menjelaskan Perencanaan Skala Prioritas dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.2 Menjelaskan cara mengelola keuangan secara bijak dalam memenuhi kebutuhan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan perencanaan skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan pokok saat uang terbatas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui pertanyaan lisan: 'Jika kamu memiliki uang Rp10.000,00 dan harus memilih antara membeli buku tulis baru karena buku habis atau membeli gantungan kunci mainan, mana yang kamu pilih dan mengapa?' (acuan jawaban tepat: memilih buku tulis karena merupakan kebutuhan pokok belajar yang mendesak, sedangkan gantungan kunci adalah keinginan yang bisa ditunda) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak pemaparan guru tentang konsep skala prioritas: mengurutkan daftar belanja dari kebutuhan pokok yang mendesak hingga keinginan yang dapat ditunda agar uang dikelola secara bijak (7 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Tahan atau Beli Sekarang!': guru membacakan 4 kartu barang kebutuhan dan keinginan, murid mengangkat kartu hijau jika harus dibeli sekarang atau kartu kuning jika harus ditunda (1) pensil pengganti pensil patah (hijau/beli sekarang), (2) stiker gambar kartun (kuning/tunda), (3) bekal roti saat lapar (hijau/beli sekarang), (4) kacamata gaya (kuning/tunda) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima Lembar Kerja Skala Prioritas berisi skenario: memiliki uang saku Rp20.000,00 dan dihadapkan pada daftar 4 pilihan barang: (1) Buku gambar untuk tugas sekolah besok - Rp10.000,00, (2) Penghapus pengganti penghapus hilang - Rp3.000,00, (3) Minuman bersoda manis - Rp4.000,00, (4) Mobil-mobilan mini - Rp8.000,00 (5 menit).
- Murid secara mandiri menyusun urutan skala prioritas belanja pada lembar kerja dan menuliskan penjelasan alasan pemilihan urutan tersebut agar kebutuhan pokok tercukupi (acuan urutan prioritas: Prioritas 1 = Buku gambar dan Prioritas 2 = Penghapus karena keduanya kebutuhan pokok penunjang belajar yang mendesak, sedangkan minuman bersoda dan mobil-mobilan diletakkan pada urutan tunda karena merupakan keinginan) (15 menit).
- Murid bertukar lembar kerja dengan teman sebangku untuk saling memeriksa kelogisan penjelasan cara mengelola uang berdasarkan urutan kebutuhan pokok (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak mengevaluasi keputusan belanjanya: apakah uang Rp20.000,00 masih bersisa jika hanya mendahulukan kebutuhan pokok (Buku gambar Rp10.000 + Penghapus Rp3.000 = Rp13.000, sisa Rp7.000 yang bisa ditabung), serta menyadari manfaat membuat skala prioritas agar tidak kehabisan uang untuk hal pokok (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid merumuskan simpulan bahwa menyusun skala prioritas membantu kita mengelola keuangan secara bijak dengan mendahulukan kebutuhan pokok di atas keinginan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap penjelasan murid, menyampaikan materi pengantar untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan visual berupa tanda panah alur 'Kebutuhan Belajar Dulu -> Keinginan Nanti', sedangkan murid berkemampuan cepat diberikan skenario tambahan dengan 5 pilihan barang.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam menghitung total harga kebutuhan pokok dan menentukan pilihan pertama, sementara murid mandiri mengerjakan secara penuh.
- Produk: Format penjelasan alasan prioritas dapat ditulis dalam bentuk kalimat utuh atau poin-poin sederhana dengan kriteria penerimaan yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika kamu memiliki uang Rp10.000,00 dan harus memilih antara membeli buku tulis baru karena buku habis atau membeli gantungan kunci mainan, mana yang kamu pilih dan mengapa?' (acuan: memilih buku tulis karena kebutuhan pokok belajar yang mendesak, sedangkan gantungan kunci keinginan yang dapat ditunda).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam kuis cepat 'Tahan atau Beli Sekarang!' dengan acuan 4 kartu: (1) pensil pengganti pensil patah = hijau/beli sekarang, (2) stiker kartun = kuning/tunda, (3) bekal roti saat lapar = hijau/beli sekarang, (4) kacamata gaya = kuning/tunda.
- Pemeriksaan Lembar Kerja Skala Prioritas Uang Rp20.000,00 dengan 4 barang target: (1) Buku gambar Rp10.000,00, (2) Penghapus Rp3.000,00, (3) Minuman bersoda Rp4.000,00, (4) Mobil-mobilan mini Rp8.000,00 (acuan: prioritas 1 buku gambar, prioritas 2 penghapus; alasan tepat menjelaskan pemenuhan kebutuhan pokok mendesak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan 'Apa keuntungan mendahulukan kebutuhan pokok dibandingkan menuruti semua keinginan saat uangmu terbatas?' (kriteria penerimaan: murid menjelaskan bahwa uang cukup untuk hal penting/tidak kehabisan uang untuk kebutuhan utama/sisa uang dapat ditabung).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja skala prioritas belanja dan penjelasan tertulis alasan pemilihan barang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Skala Prioritas dalam Memenuhi Kebutuhan Pokok | Belum mampu menyusun urutan belanja berdasarkan kebutuhan pokok dan belum mampu memberikan penjelasan alasan pengelolaan uang. | Mampu mengurutkan sebagian barang kebutuhan pokok (1 barang tepat dari acuan buku gambar dan penghapus), tetapi penjelasan alasan belum mengaitkan keterbatasan uang dan pemenuhan kebutuhan. | Mampu mengurutkan barang kebutuhan pokok secara tepat (menempatkan buku gambar dan penghapus sebelum minuman bersoda dan mainan) serta menjelaskan alasan pemilihannya untuk memenuhi kebutuhan pokok secara bijak. | Mampu mengurutkan seluruh barang kebutuhan pokok secara tepat, menjelaskan alasan pengelolaan uang dengan rinci, serta mengidentifikasi sisa uang untuk ditabung secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu 'Tahan atau Beli Sekarang!' berhasil membangun pemahaman murid tentang urgensi kebutuhan pokok?
- Apakah alokasi waktu 15 menit pada tahap mengaplikasi cukup bagi semua murid untuk menuliskan penjelasan prioritas belanjanya?
Murid:- Apa yang akan kamu lakukan jika uang sakumu tidak cukup untuk membeli semua barang yang kamu inginkan?
- Bagaimana cara kamu menentukan barang apa yang harus kamu beli paling pertama?
Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Rancangan Pengelolaan Uang Belanja Kebutuhan secara Lisan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan rancangan pengelolaan uang belanja kebutuhan secara lisan (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal secara lisan dengan meminta murid menyebutkan 2 komponen penting yang harus disampaikan saat menceritakan rencana belanja (acuan jawaban: menyebutkan daftar barang kebutuhan yang dibeli dan jumlah uang yang dialokasikan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan lisan 3 langkah komunikasi rancangan pengelolaan uang di papan tulis: (1) Menyebutkan total uang belanja yang dimiliki; (2) Menyebutkan barang kebutuhan pokok yang dibeli beserta alasannya; (3) Menyebutkan sisa uang atau pos simpanan yang direncanakan (10 menit).
- Guru memberikan contoh peragaan lisan singkat sesuai panduan: 'Saya memiliki uang belanja Rp10.000,00. Saya memilih membeli buku tulis seharga Rp5.000,00 dan pensil Rp2.000,00 karena alat tulis saya habis untuk belajar. Sisa uang Rp3.000,00 saya simpan sebagai tabungan.' Murid mengidentifikasi ketiga komponen pesan lisan tersebut secara klasikal (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyiapkan catatan rancangan belanja kebutuhan pribadi yang telah disusun sebelumnya (simulasi uang saku/belanja Rp20.000,00) (5 menit).
- Murid bermain tantangan berpasangan 'Suara Bijak Berbelanja': secara bergantian murid mengomunikasikan rancangan pengelolaan uang belanja kebutuhannya secara lisan kepada teman sebangku dengan menyebutkan nominal uang, barang kebutuhan yang dibeli, dan pos tabungan/sisa uang (10 menit).
- Beberapa perwakilan murid secara bergiliran mengomunikasikan rancangan pengelolaan uang belanja kebutuhannya secara lisan di depan kelompok/kelas sesuai kerangka acuan yang disiapkan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan pengalaman berbicara lisan mengenai pengelolaan uang dengan menyebutkan hal apa yang paling mudah dan paling menantang saat menyampaikan alasan belanja kebutuhan secara lisan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mengomunikasikan rencana belanja kebutuhan secara lisan harus memuat jumlah uang, pilihan barang kebutuhan, dan sisa uang dengan jelas (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keberanian murid berbicara dan menyampaikan informasi kegiatan pada pertemuan berikutnya mengenai penyajian menggunakan bagan (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kalimat pemantik lisan bagi murid yang membutuhkan bantuan alur bicara (misalnya: 'Uang saya berjumlah... Saya gunakan untuk membeli kebutuhan... Sisanya sebesar...').
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, latihan lisan dilakukan berpasangan bersama teman akrab terlebih dahulu; bagi murid yang sudah lancar, diberikan tantangan menyampaikan alasan prioritas dari 3 barang kebutuhan sekaligus.
- Produk: Penyampaian lisan dapat dilakukan secara langsung di hadapan pasangan atau di depan forum kelas kecil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Ketika kamu menceritakan rencana belanjamu kepada orang tua atau teman, hal penting apa saja yang harus kamu sebutkan agar mereka paham?' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 2 hal pokok, yaitu barang yang dibeli dan nominal/penggunaan uangnya).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mengomunikasikan rancangan belanja secara lisan pada kegiatan berpasangan dan peragaan kelas. Lembar observasi memeriksa ketercakupan 3 komponen pesan: (1) Menyebutkan total nominal uang belanja; (2) Menyebutkan barang kebutuhan pokok yang dibeli beserta alasannya; (3) Menyebutkan alokasi sisa uang/tabungan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan kepada murid, 'Sebutkan 3 informasi utama yang harus ada saat kamu menyampaikan rencana pengelolaan uang belanjamu secara lisan!' (Acuan jawaban: nominal total uang, barang kebutuhan yang dibeli beserta alasan kebutuhan, serta sisa uang/simpanan).
Formatif:- Unjuk kerja komunikasi lisan rancangan pengelolaan uang menggunakan lembar ceklis observasi keterpenuhan komponen pesan lisan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Komunikasi Lisan Rancangan Pengelolaan Uang | Belum mampu menyampaikan komponen rancangan pengelolaan uang secara lisan meski telah diberikan bimbingan. | Mengomunikasikan rancangan pengelolaan uang secara lisan dengan memuat 1 dari 3 komponen (nominal uang, barang kebutuhan beserta alasannya, atau sisa uang/tabungan) secara terbimbing. | Mengomunikasikan rancangan pengelolaan uang secara lisan dengan memuat 2 dari 3 komponen (nominal uang, barang kebutuhan beserta alasannya, atau sisa uang/tabungan) secara mandiri. | Mengomunikasikan rancangan pengelolaan uang secara lisan dengan memuat lengkap ketiga komponen (nominal uang, barang kebutuhan beserta alasannya, dan sisa uang/tabungan) secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan ruang aman untuk mengomunikasikan rancangan belanja kebutuhannya secara lisan?
- Bagian mana dari panduan berbicara lisan yang paling membantu murid dalam menyampaikan isi pengelolaan uangnya?
Murid:- Apakah kamu merasa percaya diri saat menceritakan rencana belanja kebutuhanmu kepada teman?
- Informasi belanja mana yang paling mudah kamu sampaikan kepada temanmu?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Penyelidikan Pengelolaan Uang Menggunakan Media Bagan Prioritas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, menyapa murid, dan memandu doa bersama serta mengecek kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan dengan menggunakan media bagan prioritas (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal secara lisan dengan meminta murid menyebutkan 2 komponen utama yang harus dibacakan dari bagan prioritas belanja: (1) daftar barang kebutuhan vs keinginan dan (2) urutan prioritas/alasan alokasi uangnya (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan cara mengomunikasikan isi bagan prioritas secara lisan dengan membacakan contoh bagan di papan tulis: menyebutkan barang belanjaan (buku tulis Rp15.000, pensil Rp5.000, jajan biskuit Rp5.000), mengelompokkannya (kebutuhan vs keinginan), dan menyebutkan alokasi uangnya (10 menit).
- Murid mencermati media bagan prioritas masing-masing yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya untuk menyiapkan poin-poin yang akan diucapkan secara lisan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan berpasangan 'Estafet Cerita Bagan': secara bergantian murid saling mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang masing-masing di depan pasangannya menggunakan media bagan prioritas selama 2 menit per orang secara riang (15 menit).
- Secara bergiliran, beberapa perwakilan murid maju ke depan kelas untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang belanja secara lisan menggunakan media bagan prioritas di hadapan seluruh kelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan kelengkapan hal-hal yang telah dikomunikasikan secara lisan mengenai pengelolaan uang berdasarkan bagan prioritas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penyampaian lisan murid mengenai hasil penyelidikan pengelolaan uang belanja berbasis bagan prioritas (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keterampilan mengomunikasikan rencana belanja secara jelas kepada orang lain dan menutup sesi dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan scaffolding, disediakan panduan kalimat pemantik lisan di kartu bantu: 'Barang kebutuhan saya adalah... Urutan belanja pertama saya adalah... Karena uang saya terbatas untuk...'. Bagi murid mahir, bagan memuat lebih banyak item pilihan barang.
- Proses: Murid yang masih ragu diberi kesempatan berlatih lisan berdua dengan teman sebangku terlebih dahulu sebelum mengomunikasikannya di depan kelas.
- Produk: Penyampaian lisan didukung media bagan prioritas berupa tabel gambar sederhana atau bagan diagram kuadran prioritas sesuai hasil karya masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan 2 hal pokok yang harus kamu sampaikan saat membacakan bagan prioritas belanjamu!' (Acuan jawaban benar: menyebutkan [1] barang/kebutuhan yang dibeli dan [2] urutan belanja/alasan alokasi penggunaan uangnya).
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja penyampaian lisan menggunakan bagan prioritas dengan kriteria: (1) Menyampaikan barang kebutuhan dan keinginan secara lisan, (2) Menyampaikan urutan prioritas belanja dan alokasi uang sesuai bagan prioritas yang ditunjukkan (Acuan: murid mengomunikasikan minimal 3 daftar barang belanjaan beserta urutan belanjanya sesuai isi media bagan miliknya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk 2 murid untuk menyebutkan kembali urutan belanja teratas yang telah mereka komunikasikan beserta alasannya (Acuan: murid menyebutkan barang kebutuhan pokok yang paling mendesak/penting sesuai bagannya, misalnya buku tulis/alat tulis, bukan jajanan/mainan).
Formatif:- Unjuk kerja: Pengamatan langsung saat murid mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan dengan menggunakan media bagan prioritas.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan dengan media bagan prioritas | Belum mampu mengomunikasikan isi bagan prioritas secara lisan meski sudah ditunjuk dan diarahkan oleh guru. | Mampu mengomunikasikan 1 komponen hasil penyelidikan secara lisan (hanya menyebutkan nama barang tanpa urutan belanja dan alokasi uang) dengan bantuan panduan guru. | Mampu mengomunikasikan minimal 3 komponen hasil penyelidikan secara lisan (daftar barang, urutan belanja prioritas, dan alasan alokasi uang) sesuai media bagan prioritas secara mandiri. | Mampu mengomunikasikan seluruh komponen hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan secara lengkap, runtut, dan konsisten merujuk pada seluruh bagian media bagan prioritas secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah semua murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk melatih kemampuan mengomunikasikan bagan prioritasnya secara lisan?
- Bagian mana dari media bagan prioritas yang paling mudah dan paling sulit dikomunikasikan secara lisan oleh murid?
Murid:- Apakah kamu merasa percaya diri saat mengomunikasikan hasil bagan belanja prioritasmu kepada teman?
- Hal apa yang paling jelas kamu ceritakan dari bagan prioritas belanjamu tadi?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.5.1 Menjelaskan nilai mata uang dan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari
- TP 3.5.2 Menjelaskan cara mengelola keuangan secara bijak dalam memenuhi kebutuhan
- TP 3.5.3 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana terkait penggunaan uang serta mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.5.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pengelolaan uang secara lisan dalam berbagai media
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5 yang terdiri atas dua bagian: penugasan tertulis lembar pengamatan dan unjuk kerja presentasi lisan kelompok (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengisian: murid membaca catatan data transaksi simulasi belanja lalu mengisi 4 butir soal pengamatan dan uraian pengelolaan uang secara mandiri tanpa berdiskusi (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan penugasan tertulis pada lembar kerja yang memuat data pengamatan: 'Budi membawa uang Rp10.000,00. Di toko tersedia: Buku tulis Rp4.000,00, Pensil Rp2.000,00, Penghapus Rp1.000,00, Mainan mobil-mobilan Rp5.000,00, dan Permen Rp2.000,00.' Murid menjawab 4 butir tugas: (1) Mencatat 3 barang kebutuhan sekolah yang dibeli (acuan: buku tulis, pensil, penghapus); (2) Menghitung total harga belanja kebutuhan pokok tersebut (acuan: Rp4.000 + Rp2.000 + Rp1.000 = Rp7.000,00); (3) Menghitung sisa uang belanja (acuan: Rp10.000 - Rp7.000 = Rp3.000,00); (4) Menjelaskan cara mengelola sisa uang secara bijak antara kebutuhan dan keinginan (acuan: sisa uang Rp3.000,00 sebaiknya ditabung atau disimpan untuk kebutuhan mendesak lain, bukan dihabiskan untuk mainan/permen karena kebutuhan sekolah sudah terpenuhi) (32 menit).
- Pelaksanaan unjuk kerja presentasi lisan: 7 kelompok kecil (masing-masing 4 murid) secara bergantian maju ke depan kelas (setiap kelompok 5 menit, total 35 menit) untuk menyampaikan secara lisan: (a) penjelasan nilai nominal pecahan uang pada gambar/media uang mainan (pecahan Rp1.000,00; Rp2.000,00; Rp5.000,00; dan Rp10.000,00) beserta fungsinya sebagai alat tukar sah dalam belanja; dan (b) penyampaian bagan skala prioritas belanja kebutuhan yang memilah barang kebutuhan utama versus keinginan (acuan lisan: menyebutkan nominal dengan benar, fungsi uang sebagai alat tukar pembelian barang, dan urutan pemenuhan kebutuhan pokok mendahului keinginan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis serta lembar penilaian observasi presentasi, kemudian memandu murid mengheningkan cipta sejenak untuk merefleksikan proses penyelesaian tugas sumatif yang telah dikerjakan secara jujur dan mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kesungguhan seluruh murid selama menuntaskan asesmen sumatif bab (2 menit).
- Guru menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 5 dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format: naskah soal lembar kerja dicetak dengan huruf lebih besar (16 pt) bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah substansi butir soal.
- Proses: Akomodasi akses waktu dan pendampingan membaca: murid yang membutuhkan waktu pemrosesan membaca dipersilakan membaca petunjuk soal secara berulang atau dibacakan petunjuknya secara netral tanpa memberikan bantuan kunci jawaban.
- Produk: Akomodasi penyampaian: murid yang mengalami kecemasan bicara di depan audiens luas diizinkan mempresentasikan bagiannya menghadap kelompok kecil dan guru secara langsung tanpa mengubah kriteria rubrik presentasi lisan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis asesmen: guru memastikan setiap murid telah menerima lembar kerja tertulis dan media bagan prioritas kelompok telah siap tanpa melakukan pengujian kompetensi baru (acuan kesiapan: lembar kerja lengkap 4 butir soal dan bagan presentasi kelompok siap ditampilkan).
Proses:- Observasi keterlibatan dan kemandirian pengerjaan: guru memantau jalannya penugasan tertulis serentak untuk memastikan murid bekerja mandiri dan memantau giliran presentasi lisan per kelompok sesuai durasi 5 menit per kelompok.
Sumatif Bab:- Portofolio lembar kerja pengamatan tertulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar catatan pengamatan belanja kebutuhan serta penyampaian lisan nilai mata uang dan rencana belanja bijak
- penugasan tertulis serentak: Lembar kerja berisi catatan pengamatan simulasi belanja kebutuhan di kelas dan uraian cara mengelola uang secara bijak dengan mendahulukan kebutuhan pokok yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja dan pedoman penskoran)
- presentasi lisan kelompok: Penyampaian lisan dalam kelompok kecil (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing 5 menit) mengenai nilai nominal uang dan bagan sederhana skala prioritas belanja kebutuhan (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja presentasi lisan)
Sumatif:- Portofolio lembar kerja pengamatan tertulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar catatan pengamatan belanja kebutuhan serta penyampaian lisan nilai mata uang dan rencana belanja bijak
- penugasan tertulis serentak: Lembar kerja berisi catatan pengamatan simulasi belanja kebutuhan di kelas dan uraian cara mengelola uang secara bijak dengan mendahulukan kebutuhan pokok yang dikerjakan seluruh kelas secara bersamaan (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja dan pedoman penskoran)
- presentasi lisan kelompok: Penyampaian lisan dalam kelompok kecil (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing 5 menit) mengenai nilai nominal uang dan bagan sederhana skala prioritas belanja kebutuhan (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja presentasi lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mencatat Pengamatan Belanja Kebutuhan (TP 3.5.3) | Mencatat 0 sampai 1 butir pengamatan belanja secara tepat dari 3 butir yang diminta (acuan: butir 1 buku tulis, pensil, penghapus; butir 2 total Rp7.000,00; butir 3 sisa Rp3.000,00). | Mencatat tepat 2 butir pengamatan belanja dari 3 butir yang diminta sesuai acuan data simulasi. | Mencatat seluruh 3 butir pengamatan belanja (barang kebutuhan pokok, total harga, dan sisa uang) secara tepat sesuai acuan data simulasi. | Mencatat seluruh 3 butir pengamatan belanja secara tepat, lengkap dengan rincian harga satuan masing-masing barang kebutuhan secara mandiri. | | Menjelaskan Cara Mengelola Keuangan secara Bijak (TP 3.5.2) | Belum mampu menguraikan cara mengelola sisa uang belanja, atau memilih menghabiskan seluruh sisa uang untuk barang keinginan tanpa alasan pengelolaan. | Menguraikan cara mengelola sisa uang belanja untuk ditabung tetapi belum menjelaskan alasannya dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. | Menjelaskan cara mengelola sisa uang belanja secara bijak dengan tepat (acuan: sisa uang Rp3.000,00 ditabung/disimpan karena kebutuhan pokok sekolah sudah terpenuhi dan keinginan mainan/permen dapat ditunda). | Menjelaskan cara mengelola uang secara bijak dengan tepat, memuat pertimbangan pemenuhan kebutuhan pokok, penundaan keinginan, serta rencana alokasi tabungan untuk kebutuhan masa depan. | | Menjelaskan Nilai Mata Uang dan Fungsinya (TP 3.5.1) | Menjelaskan nilai nominal uang dengan keliru pada lebih dari 2 pecahan atau tidak menyebutkan fungsi uang sebagai alat tukar. | Menjelaskan 2 sampai 3 nilai nominal pecahan uang (dari Rp1.000,00; Rp2.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00) secara tepat, namun belum menyebutkan fungsinya sebagai alat tukar secara lisan. | Menjelaskan seluruh 4 nilai nominal pecahan uang (Rp1.000,00; Rp2.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00) secara tepat dan menyebutkan fungsinya sebagai alat tukar dalam transaksi belanja secara lisan. | Menjelaskan seluruh 4 nilai nominal pecahan uang, perbandingan nilainya secara tepat, serta fungsinya sebagai alat tukar yang sah dalam transaksi secara lisan dan mandiri. | | Mengomunikasikan Penyelidikan Skala Prioritas secara Lisan (TP 3.5.4) | Menyampaikan bagan pengelolaan uang secara lisan dengan isi yang belum membedakan antara kebutuhan dan keinginan. | Menyampaikan bagan pengelolaan uang secara lisan yang memuat pemilahan kebutuhan dan keinginan, namun urutan prioritas pemenuhan barang belanja masih terbalik. | Mengomunikasikan bagan skala prioritas secara lisan dengan tepat, memilah barang kebutuhan utama dan menempatkan barang keinginan pada prioritas belanja yang ditunda. | Mengomunikasikan bagan skala prioritas secara lisan dengan runtut, tepat memilah seluruh barang kebutuhan pokok dan keinginan, serta menguraikan alasan logis penentuan urutan prioritas tersebut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit penugasan tertulis dan 35 menit presentasi lisan berjalan efektif untuk seluruh kelompok?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 3 dalam membedakan kebutuhan dan keinginan pada lembar kerja dan presentasi lisan?
- Apakah instrumen rubrik sumatif dapat memetakan ketuntasan TP 3.5.1, TP 3.5.2, TP 3.5.3, dan TP 3.5.4 secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari tugas asesmen hari ini yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Apakah aku sudah mampu menjelaskan nilai uang dan membedakan kebutuhan serta keinginan dengan benar?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Set uang mainan tiruan (kertas dan koin)
- Kartu gambar barang bertuliskan label harga (penghapus Rp1.000,00, buku tulis Rp3.000,00, kotak pensil Rp5.000,00)
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025) Bab 5
- Uang mainan tiruan pecahan logam (Rp200,00, Rp500,00, Rp1.000,00) dan kertas (Rp1.000,00, Rp2.000,00, Rp5.000,00)
- Kartu perbandingan nilai uang (<, >, =)
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 5: Bijak Berbelanja Kebutuhan
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 5: Bijak Berbelanja Kebutuhan
- Uang mainan pecahan Rp2.000,00, Rp5.000,00, dan Rp10.000,00
- Benda konkret kelas sebagai barang belanjaan (penghapus, rautan pensil, penggaris, pensil warna) dengan label harga
- Kartu cek lis pengamatan transaksi belanja kelas
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 5
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 5 Halaman 94-96
- Uang mainan pecahan kertas (Rp2.000,00; Rp5.000,00) dan logam (Rp500,00; Rp1.000,00)
- Benda konkret belanjaan kelas (pensil, penghapus, penggaris, buku tulis, kotak pensil)
- Lembar Kerja Tabel Pengamatan Belanja
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek 2025)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek 2025) Bab 5
- Kartu pilihan belanja dan Lembar Kasus Pengelolaan Uang
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Bab 5: Bijak Berbelanja Kebutuhan
- Kartu pilihan barang (kebutuhan vs keinginan)
- Lembar Kerja Siswa: Skala Prioritas Belanja
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek 2023, Bab 5)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek 2023, Bab 5)
- Catatan rancangan belanja kebutuhan murid dari pertemuan sebelumnya
- Kartu panduan alur bicara lisan
- Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2023 Bab 5
- Buku Siswa IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2023 Bab 5
- Media bagan skala prioritas belanja karya murid dari pertemuan sebelumnya
- Kartu pemantik alur komunikasi lisan
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab 5
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab 5: Bijak Berbelanja Kebutuhan
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis Simulasi Belanja
- Uang mainan pecahan Rp1.000,00; Rp2.000,00; Rp5.000,00; dan Rp10.000,00
- Media bagan skala prioritas belanja kebutuhan kelompok
|