Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Simulasi Siklus Hidup Hewan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Simulasi Siklus Hidup Hewan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Simulasi Siklus Hidup Hewan

IPAS - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Simulasi Siklus Hidup Hewan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikSimulasi Siklus Hidup Hewan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan kembali siklus hidup hewan melalui simulasi sederhana (kartu urutan gambar atau peragaan).
  2. Murid dapat mengomunikasikan hasil simulasi siklus hidup hewan secara lisan kepada teman dan guru.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kamu pernah melihat ulat berubah menjadi kupu-kupu? Kira-kira, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya?
  2. Jika kamu adalah seekor katak kecil yang baru saja menetas dari telur, apa langkah-langkah yang akan kamu lalui sampai menjadi katak dewasa?
  3. Menurutmu, mengapa setiap hewan punya cara tumbuh yang berbeda-beda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menampilkan 4 gambar hewan acak (telur katak, berudu, katak muda, katak dewasa) dan meminta beberapa murid maju mengurutkan gambar tersebut di papan — guru mencatat siapa yang sudah paham urutan siklus. (5 menit)
  • Guru memunculkan pertanyaan pemantik: 'Apakah kamu pernah melihat ulat berubah menjadi kupu-kupu? Kira-kira apa yang terjadi pada tubuhnya?' dan memberi waktu 1–2 murid merespons secara lisan. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 'Hari ini kita akan bermain simulasi untuk menceritakan kembali siklus hidup hewan, lalu masing-masing akan mempresentasikannya kepada teman.' (2 menit)
  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan set kartu urutan gambar siklus hidup. (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid membaca bersama teks pendek (1 halaman) tentang siklus hidup dua hewan: kupu-kupu (metamorfosis sempurna) dan ayam (tanpa metamorfosis). Teks dibacakan nyaring bergantian per paragraf. (5 menit)
  • Murid diminta mengamati kartu-kartu gambar yang ada di meja kelompok (berisi gambar tahapan siklus hidup kupu-kupu dan ayam yang masih acak), lalu mendiskusikan bersama kelompok: 'Mana gambar yang duluan? Mana yang sesudahnya?' (5 menit)
  • Guru berkeliling, mengajukan pertanyaan menggali: 'Apa yang berubah dari gambar ini ke gambar berikutnya?' untuk memastikan murid memahami konsep perubahan bertahap, bukan sekadar menghafal urutan. (3 menit)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok memilih satu hewan (kupu-kupu atau ayam) dan menyusun kartu-kartu gambar siklus hidupnya secara berurutan di atas meja, lalu menempelkan pada lembar kerja yang telah disediakan. (7 menit)
  • Kelompok menambahkan label nama tahapan (contoh: telur → ulat → kepompong → kupu-kupu) di bawah setiap gambar menggunakan spidol warna. (5 menit)
  • Setelah kartu tersusun, kelompok berlatih menceritakan kembali siklus hidup hewan pilihan mereka dalam 3–4 kalimat sederhana secara bergiliran di dalam kelompok, sebelum tampil ke seluruh kelas. Guru memantau dan memberi umpan balik singkat kepada tiap kelompok. (8 menit)
  • Setiap kelompok menampilkan hasil simulasinya: satu anggota memegang lembar kartu, satu anggota bercerita lisan di depan kelas. Kelompok lain mendengarkan dan boleh mengajukan satu pertanyaan. (10 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Apa persamaan dan perbedaan siklus hidup kupu-kupu dengan ayam?' Murid merespons secara lisan. (4 menit)
  • Setiap murid mengisi lembar refleksi mandiri (3 pertanyaan sederhana bergambar: Apa yang aku pelajari hari ini? Bagian mana yang masih membingungkan? Apa yang ingin aku tahu lebih lanjut?) (3 menit)
  • Guru mengajak murid berbagi satu kata atau satu kalimat yang menggambarkan perasaan mereka setelah belajar hari ini ('exit ticket lisan' — guru mencatat respon untuk asesmen proses). (2 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan: 'Setiap hewan punya tahapan siklus hidup yang berbeda. Beberapa mengalami perubahan bentuk besar (metamorfosis), beberapa hanya tumbuh lebih besar.' (3 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir lisan: memanggil 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan urutan siklus hidup salah satu hewan tanpa melihat kartu. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pesan penutup tentang keajaiban ciptaan Tuhan yang terlihat dari keberagaman siklus hidup hewan di sekitar kita. (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat kartu gambar berwarna dengan label tahapan yang sudah tertulis sebagian, sehingga mereka hanya perlu melengkapi dan mengurutkan. Murid yang sudah cepat memahami mendapat tantangan tambahan: menyusun siklus hidup hewan ketiga (katak) menggunakan kartu kosong yang mereka gambar sendiri.
  • Proses: Selama diskusi kelompok, guru memberikan bimbingan lebih intens kepada kelompok yang kesulitan dengan mengajukan pertanyaan scaffolding: 'Hewan ini lahir dari mana dulu?' Murid yang cepat didorong menjadi 'tutor sebaya' dan membantu teman yang masih bingung.
  • Produk: Murid boleh memilih cara menyampaikan hasil simulasi: bercerita lisan, menunjuk gambar sambil menjelaskan, atau (bagi yang sangat percaya diri) melakukan peragaan gerak tubuh untuk menirukan setiap tahapan siklus hidup hewan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 4 gambar tahapan siklus hidup katak secara acak di papan, lalu meminta beberapa murid maju mengurutkannya. Guru mencatat murid yang sudah menguasai urutan, yang masih ragu, dan yang belum paham konsep urutan siklus hidup — sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi selama pembelajaran.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengamati dan mencatat murid yang aktif berdiskusi dan yang pasif saat mengurutkan kartu dalam kelompok.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling menilai ketepatan urutan kartu yang disusun kelompok dan kualitas latihan cerita lisan sebelum presentasi.
  • Selama presentasi kelompok: guru menggunakan lembar observasi sederhana (centang/catatan) untuk menilai dua aspek — ketepatan urutan siklus hidup dan kemampuan bercerita lisan.

Akhir:

  • Asesmen lisan individual di Penutup: guru memanggil 2–3 murid secara acak dan meminta mereka menyebutkan urutan siklus hidup satu hewan (kupu-kupu atau ayam) tanpa melihat kartu gambar.
  • Lembar refleksi mandiri murid dikumpulkan sebagai bukti pemahaman dan dikaji guru untuk merencanakan tindak lanjut pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menyusun kartu urutan gambar di kelompok — guru mencatat ketepatan urutan dan keaktifan diskusi.
  • Pemantauan latihan bercerita dalam kelompok — guru menilai kelancaran dan kelengkapan informasi tahapan siklus hidup.
  • Exit ticket lisan: satu kata/kalimat perasaan dan pemahaman murid di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Presentasi lisan kelompok di depan kelas: murid menceritakan urutan siklus hidup hewan pilihan dengan menunjuk kartu gambar yang telah disusun.
  • Asesmen lisan individual di Penutup: guru memanggil 2–3 murid secara acak untuk menyebutkan urutan siklus hidup satu hewan tanpa bantuan kartu.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Urutan Siklus Hidup (TP 3.4.5.1)Murid tidak dapat menyusun atau menyebutkan urutan tahapan siklus hidup hewan dengan benar, bahkan dengan bantuan.Murid dapat menyusun urutan tahapan siklus hidup hewan dengan bantuan penuh dari guru atau teman (scaffolding verbal/visual).Murid dapat menyusun dan menceritakan kembali urutan tahapan siklus hidup hewan dengan benar secara mandiri, meskipun penjelasannya masih singkat.Murid dapat menyusun, menceritakan kembali, dan menjelaskan perubahan yang terjadi di setiap tahapan siklus hidup hewan secara runtut, mandiri, dan dengan detail yang tepat.
Kemampuan Mengomunikasikan Hasil Secara Lisan (TP 3.4.5.2)Murid tidak dapat menyampaikan hasil simulasi secara lisan, atau hanya diam/menunjuk gambar tanpa penjelasan.Murid menyampaikan hasil simulasi secara lisan dengan kalimat sangat singkat (1–2 kata per tahapan) dan memerlukan banyak dorongan dari guru.Murid menyampaikan hasil simulasi dalam kalimat lengkap, menyebutkan minimal 3 tahapan siklus hidup dengan urutan yang benar, dan dapat dipahami oleh pendengar.Murid menyampaikan hasil simulasi secara lisan dengan kalimat yang jelas, runtut, menyebutkan semua tahapan dengan tepat, dan mampu menjawab pertanyaan dari teman atau guru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menyusun kartu urutan siklus hidup dengan benar? Kelompok mana yang perlu pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek?
  • Sejauh mana strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini efektif membantu murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan benar-benar memicu rasa ingin tahu, atau perlu diganti dengan pertanyaan yang lebih dekat dengan pengalaman murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang siklus hidup hewan? Coba sebutkan satu hal yang paling kamu ingat.
  • Apakah ada bagian dari siklus hidup hewan yang masih membingungkanmu? Bagian mana itu?
  • Bagaimana perasaanmu saat menceritakan hasil simulasi di depan kelas? Apa yang ingin kamu tingkatkan untuk presentasi berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III Edisi Revisi (Bab 4: Siklus Hidup yang Menakjubkan, hal. 71–72) — Kemendikdasmen, 2025
  2. Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III Edisi Revisi — Aldilla Kusumawardhani, Kristianti Fatimah, Nur Ilmi Setianingsih (ISBN 978-634-00-2167-7)
  3. Set kartu urutan gambar siklus hidup hewan (kupu-kupu dan ayam) — disiapkan guru, dapat dicetak berwarna ukuran A5
  4. Lembar kerja kelompok untuk menempel dan melabeli kartu urutan gambar
  5. Lembar refleksi mandiri murid (3 pertanyaan bergambar)
  6. Lembar observasi guru (checklist 2 aspek: ketepatan urutan dan kemampuan bercerita lisan)
  7. Spidol warna untuk menulis label tahapan pada lembar kerja
  8. Papan tulis atau papan tempel untuk pajangan hasil kerja kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.