Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Metamorfosis Tidak Sempurna pada Hewan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Metamorfosis Tidak Sempurna pada Hewan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Metamorfosis Tidak Sempurna pada Hewan

IPAS - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Metamorfosis Tidak Sempurna pada Hewan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMetamorfosis Tidak Sempurna pada Hewan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi tahapan metamorfosis tidak sempurna (telur, nimfa, imago) pada hewan seperti belalang dan kecoak.
  2. Murid dapat membandingkan perbedaan tahapan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna melalui diagram gambar sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat belalang kecil? Apakah belalang kecil itu terlihat mirip atau berbeda dengan belalang dewasa?
  2. Kalau ulat berubah menjadi kupu-kupu, apakah nimfa belalang juga berubah sebanyak itu? Apa kira-kira perbedaannya?
  3. Mengapa tidak semua hewan berubah dengan cara yang sama saat tumbuh besar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan absensi singkat dan memastikan kesiapan belajar murid.
  • Guru menampilkan dua gambar berdampingan: siklus hidup kupu-kupu (metamorfosis sempurna) dan siklus hidup belalang (metamorfosis tidak sempurna) di papan tulis atau layar.
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan lisan, 'Dari dua gambar ini, manakah yang pernah kalian lihat langsung? Apa yang kalian ketahui tentang perubahan bentuk hewan-hewan ini?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi kesempatan 2–3 murid menjawab secara bebas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Kita akan mencari tahu tahapan metamorfosis tidak sempurna dan membandingkannya dengan metamorfosis sempurna menggunakan diagram gambar.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengamati gambar urutan siklus hidup belalang (telur → nimfa 1 → nimfa 2 → nimfa 3 → imago/belalang dewasa) yang ditempel di papan atau ditayangkan. (Berkesadaran: murid diminta fokus dan mencatat satu hal yang paling menarik perhatian mereka.)
  • Guru menjelaskan secara lisan dengan bahasa sederhana: 'Pada metamorfosis tidak sempurna, bayi hewan yang baru menetas sudah mirip dengan induknya, hanya lebih kecil dan belum punya sayap. Bentuk ini disebut nimfa. Nimfa tumbuh perlahan sampai menjadi imago atau hewan dewasa.'
  • Guru menunjukkan perbedaan utama dengan metamorfosis sempurna: 'Pada metamorfosis sempurna ada tahap pupa atau kepompong. Pada metamorfosis tidak sempurna TIDAK ada tahap pupa.'
  • Guru menampilkan contoh hewan lain yang mengalami metamorfosis tidak sempurna: kecoak dan jangkrik, lalu menunjukkan kemiripan pola tahapannya (telur → nimfa → imago).
  • Guru mengajukan pertanyaan periksa pemahaman: 'Jadi, apa yang membedakan nimfa dengan ulat?' Murid menjawab secara bergantian.
  • Guru merangkum poin kunci di papan tulis: (1) Tiga tahap: telur – nimfa – imago; (2) Nimfa mirip dewasa tapi lebih kecil; (3) Tidak ada tahap pupa.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi dua kolom diagram gambar kosong: satu kolom untuk metamorfosis sempurna (kupu-kupu) dan satu kolom untuk metamorfosis tidak sempurna (belalang).
  • Tugas kelompok: Murid melengkapi diagram gambar sederhana dengan menempel atau menggambar tahapan siklus hidup pada masing-masing kolom, lalu menuliskan nama setiap tahap. (Menggembirakan: murid boleh mewarnai gambar dan memberi nama lucu pada nimfa kelompok mereka.)
  • Setelah diagram selesai, murid mengisi tabel perbandingan singkat di LKPD: 'Apa persamaan dan perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna?' dengan panduan kolom: Jumlah Tahap, Ada/Tidak Tahap Pupa, Bentuk Anakan.
  • Asesmen proses: Guru berkeliling mengamati kerja kelompok, memberikan umpan balik langsung, dan mengajukan pertanyaan pendampingan seperti 'Mengapa nimfa tidak disebut larva?' atau 'Apakah kecoak juga punya tahap pupa?'
  • Perwakilan 2 kelompok mempresentasikan diagram dan tabel perbandingan mereka di depan kelas. Kelompok lain memberi tanggapan atau tambahan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu diskusi singkat kelas: 'Dari kegiatan tadi, apa yang paling mengejutkan atau paling baru kalian ketahui tentang metamorfosis tidak sempurna?'
  • Murid secara mandiri mengisi 'Jurnal Belajar Mini' di bawah LKPD dengan menjawab tiga pertanyaan: (1) Apa yang sudah aku pahami? (2) Apa yang masih membingungkan? (3) Satu contoh hewan metamorfosis tidak sempurna yang ingin aku pelajari lebih lanjut. (Berkesadaran: murid diarahkan menulis dengan jujur tentang pemahaman mereka sendiri.)
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi jawaban jurnal mereka secara sukarela.
  • Guru memberi umpan balik positif dan meluruskan miskonsepsi yang muncul dari jawaban jurnal.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Metamorfosis tidak sempurna punya tiga tahap: telur, nimfa, imago. Nimfa sudah mirip hewan dewasa dan tidak ada tahap pupa. Ini berbeda dengan metamorfosis sempurna yang punya empat tahap termasuk pupa.'
  • Asesmen akhir: Guru membagikan kuis keluar (exit ticket) berisi 3 soal pilihan: (1) Sebutkan urutan tahapan metamorfosis tidak sempurna; (2) Apakah belalang mengalami tahap pupa? (3) Gambarkan satu perbedaan antara nimfa dan larva dalam satu kalimat. Murid mengerjakan secara mandiri selama 5 menit.
  • Guru mengumpulkan exit ticket sebagai bahan evaluasi.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas kerja keras hari ini.
  • Guru menyampaikan materi berikutnya secara singkat dan menutup pelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah lebih cepat memahami, guru menyediakan kartu informasi tambahan tentang metamorfosis tidak sempurna pada capung dan belalang sembah (mantis) sebagai pengayaan. Untuk murid yang masih kesulitan, guru menyediakan gambar siklus hidup belalang yang sudah diberi nomor urut sebagai panduan visual.
  • Proses: Murid yang cepat dapat langsung membuat diagram secara mandiri tanpa panduan guru. Murid yang membutuhkan pendampingan lebih bekerja berpasangan dengan teman sebangku yang lebih paham (peer tutoring), dengan guru sesekali mendampingi.
  • Produk: Murid yang sudah sangat memahami dapat membuat diagram perbandingan untuk tiga hewan sekaligus (belalang, kecoak, jangkrik). Murid yang masih dalam tahap berkembang cukup membuat diagram untuk satu hewan (belalang) dan mengisi tabel perbandingan dengan panduan kata kunci yang sudah disediakan di LKPD.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua gambar siklus hidup (kupu-kupu dan belalang) dan menanyakan secara lisan: 'Apa yang sudah kalian ketahui tentang gambar ini? Apakah keduanya sama atau berbeda?'
  • Guru mencatat jawaban murid di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal: siapa yang sudah mengenal istilah nimfa, siapa yang masih menganggap semua hewan bermetamorfosis sama.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengisi diagram di LKPD: apakah urutan tahapan sudah benar (telur → nimfa → imago)?
  • Pertanyaan pendampingan saat guru berkeliling: 'Mengapa nimfa tidak disebut larva?' dan 'Apa yang terjadi setelah tahap nimfa?'
  • Penilaian presentasi kelompok: apakah murid dapat menjelaskan perbedaan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna dengan kata-kata sendiri?

Akhir:

  • Exit ticket soal 1: Murid menuliskan urutan tahapan metamorfosis tidak sempurna secara benar (telur – nimfa – imago).
  • Exit ticket soal 2: Murid menjawab apakah belalang memiliki tahap pupa (jawaban benar: tidak ada tahap pupa).
  • Exit ticket soal 3: Murid menuliskan satu perbedaan antara nimfa dan larva dalam satu kalimat sederhana.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan saat sesi Memahami untuk memeriksa pemahaman konsep tahapan metamorfosis tidak sempurna.
  • Observasi kerja kelompok saat mengisi diagram dan tabel perbandingan di LKPD (sesi Mengaplikasi).
  • Jurnal Belajar Mini di LKPD yang diisi murid secara mandiri pada sesi Merefleksi.
  • Catatan guru selama berkeliling kelompok berupa checklist kemampuan mengidentifikasi tahapan.

Sumatif:

  • Exit ticket 3 soal di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian TP 3.4.4.1 dan 3.4.4.2.
  • LKPD diagram gambar dan tabel perbandingan yang dikumpulkan sebagai bukti hasil belajar tertulis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi tahapan metamorfosis tidak sempurna (TP 3.4.4.1)Murid belum dapat menyebutkan tahapan metamorfosis tidak sempurna meskipun dengan bantuan gambar.Murid dapat menyebutkan 1–2 tahapan (misal hanya telur dan imago) tetapi melewatkan atau salah menempatkan nimfa.Murid dapat menyebutkan ketiga tahapan (telur, nimfa, imago) dengan urutan yang benar pada satu contoh hewan.Murid dapat menyebutkan ketiga tahapan dengan urutan benar pada minimal dua contoh hewan (belalang dan kecoak/jangkrik) dan menjelaskan ciri nimfa dengan kata-kata sendiri.
Membandingkan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna melalui diagram (TP 3.4.4.2)Murid belum dapat membuat atau melengkapi diagram perbandingan meskipun sudah diberi panduan gambar.Murid melengkapi diagram salah satu jenis metamorfosis dengan benar, tetapi tidak dapat mengisi tabel perbandingan perbedaannya.Murid melengkapi diagram kedua jenis metamorfosis dengan benar dan dapat mengidentifikasi minimal satu perbedaan utama (ada/tidak adanya tahap pupa).Murid melengkapi diagram kedua jenis metamorfosis dengan benar, mengidentifikasi minimal dua perbedaan (tahap pupa, jumlah tahap, kemiripan bentuk anakan dengan dewasa), dan dapat menjelaskan perbandingan tersebut secara lisan maupun tertulis.
Kolaborasi dalam kerja kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dan membiarkan anggota kelompok lain mengerjakan semua tugas.Murid berpartisipasi hanya jika diminta atau dipandu oleh guru.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok dan membantu melengkapi diagram bersama.Murid aktif memimpin atau menginisiasi diskusi, memastikan semua anggota kelompok memahami, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami perbedaan antara nimfa dan larva setelah kegiatan hari ini?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
  • Murid mana yang masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut berdasarkan hasil exit ticket dan observasi?
  • Apakah media gambar/visual yang digunakan sudah cukup jelas dan mudah dipahami murid kelas 3?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah aku pahami hari ini tentang metamorfosis tidak sempurna?
  • Apa yang masih membingungkan atau ingin aku tanyakan lebih lanjut?
  • Satu hal menarik yang aku pelajari hari ini adalah...
  • Hewan apa lagi yang ingin aku ketahui siklus hidupnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III Edisi Revisi (halaman 75–76, Bab 4: Siklus Hidup yang Menakjubkan)
  2. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III Edisi Revisi (halaman 118, panduan Subbab siklus hidup hewan)
  3. Gambar/poster urutan siklus hidup belalang (telur → nimfa → imago) yang dicetak atau ditayangkan
  4. Gambar/poster urutan siklus hidup kecoak dan jangkrik untuk perbandingan
  5. Gambar siklus hidup kupu-kupu (sebagai pembanding metamorfosis sempurna)
  6. LKPD (Lembar Kerja Murid) berisi kolom diagram gambar dan tabel perbandingan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna
  7. Spidol warna / crayon untuk mewarnai diagram pada LKPD
  8. Gunting dan lem (opsional, jika diagram dikerjakan dengan menempel potongan gambar)
  9. Video pendek animasi siklus hidup belalang (opsional, jika tersedia proyektor/laptop di kelas)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.