Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Hubungan Siklus Hidup Manusia dengan Perubahan Peran di Keluarga

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Hubungan Siklus Hidup Manusia dengan Perubahan Peran di Keluarga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Hubungan Siklus Hidup Manusia dengan Perubahan Peran di Keluarga

IPAS - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Hubungan Siklus Hidup Manusia dengan Perubahan Peran di Keluarga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikHubungan Siklus Hidup Manusia dengan Perubahan Peran di Keluarga
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis keterkaitan antara fase siklus hidup manusia (bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, lansia) dengan perubahan peran dan tanggung jawab seseorang di lingkungan keluarga.
  2. Murid dapat melakukan penyelidikan sederhana dengan panduan guru untuk membandingkan peran anggota keluarga di berbagai fase hidup melalui pengamatan dan pencatatan data sederhana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu lakukan di rumah setiap hari? Apakah tugasmu sama dengan tugas Ayah, Ibu, atau Kakekmu?
  2. Menurutmu, mengapa bayi tidak bisa mencuci piring sendiri, tetapi orang dewasa bisa melakukannya?
  3. Jika kamu tumbuh menjadi dewasa nanti, kira-kira peran dan tugasmu di keluarga akan berubah seperti apa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan meminta murid duduk melingkar (circle time) selama 2 menit untuk menciptakan suasana hangat dan siap belajar.
  • Guru meminta salah satu murid memimpin doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan kartu gambar empat anggota keluarga (bayi, anak, orang dewasa, lansia) dan bertanya, 'Siapa yang bisa menyebutkan apa saja tugas masing-masing orang ini di rumah?' Guru mencatat jawaban di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberikan waktu 1–2 menit bagi murid untuk berpikir dan menjawab secara lisan.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan mencari tahu bagaimana peran kita di keluarga berubah seiring kita tumbuh, dan kita akan melakukan penyelidikan kecil bersama.'
  • Guru menginformasikan alur kegiatan: belajar memahami konsep, melakukan penyelidikan kelompok, dan berbagi temuan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan diagram visual 'Roda Siklus Hidup Manusia' di papan tulis atau layar proyektor, berisi enam fase: bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa muda, dewasa, dan lansia beserta ilustrasi sederhana tiap fase.
  • Guru membacakan kisah pendek tentang keluarga Raka (dari Buku Siswa hal. 51) sambil murid mengikuti di buku masing-masing. Guru berhenti di tiap fase dan mengajak murid mengidentifikasi: 'Di fase ini, apa yang bisa dan belum bisa dilakukan si tokoh?'
  • Murid diminta mengamati diagram dan mencocokkan kartu peran (kartu bergambar: menyusu, bermain, membantu memasak, mencari nafkah, merawat cucu) ke fase yang tepat pada diagram di papan tulis secara bergantian.
  • Guru memberikan penjelasan singkat dan menegaskan keterkaitan: semakin bertambah usia, kemampuan fisik dan kognitif berkembang sehingga peran dan tanggung jawab di keluarga pun bertambah dan berubah.
  • Guru mengecek pemahaman dengan pertanyaan singkat: 'Apa peran seorang anak di fase kanak-kanak yang belum bisa dilakukan bayi? Apa peran orang dewasa yang belum bisa dilakukan anak-anak?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang per kelompok) dan membagikan Lembar Kerja Penyelidikan berjudul 'Detektif Keluarga'.
  • Guru menjelaskan panduan penyelidikan: setiap kelompok akan mengisi tabel perbandingan peran anggota keluarga berdasarkan fase hidup. Kolom tabel: Nama Fase | Ciri Fisik/Kemampuan | Peran di Rumah | Tanggung Jawab Utama.
  • Murid mendiskusikan dan mengisi tabel berdasarkan pengetahuan sendiri, pengamatan kartu gambar yang disediakan guru, serta informasi dari Buku Siswa. Guru berkeliling membimbing tiap kelompok dengan pertanyaan pengarah: 'Mengapa perannya berubah? Apa yang membuat seseorang mendapatkan tanggung jawab baru?'
  • Setiap kelompok memilih dua fase hidup yang paling menarik untuk dipresentasikan, lalu membuat catatan singkat perbandingan kedua fase tersebut pada karton kecil (sticky note besar atau karton A5).
  • Perwakilan tiap kelompok maju mempresentasikan hasil perbandingan mereka dalam 1–2 menit. Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau menambahkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memimpin diskusi kelas: 'Dari penyelidikan tadi, apa pola yang kalian temukan? Apakah peran selalu bertambah atau bisa juga berkurang ketika seseorang sudah sangat tua?'
  • Murid diminta menulis atau menggambar di jurnal belajar/buku tulis: satu hal yang baru mereka ketahui tentang peran keluarga berdasarkan fase hidup, dan satu pertanyaan baru yang muncul setelah kegiatan ini.
  • Guru mengajak murid menghubungkan temuan dengan kehidupan nyata mereka: 'Kamu sekarang ada di fase kanak-kanak. Apa satu tugas di rumah yang sudah bisa kamu lakukan yang belum bisa dilakukan adikmu yang masih bayi?'
  • Guru memfasilitasi berbagi refleksi: 2–3 murid secara sukarela membacakan jurnal refleksi mereka kepada kelas.

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum pembelajaran dengan teknik 'Kalimat Penutup Bersama': guru memulai kalimat, murid melanjutkan. Contoh: 'Seiring manusia tumbuh, perannya di keluarga akan...' — murid melengkapi.
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: mengajukan 2–3 pertanyaan pilihan (lihat bagian asesmenAkhir) untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru memberikan apresiasi konkret terhadap partisipasi murid: menyebutkan contoh jawaban atau kontribusi bagus yang muncul selama kegiatan.
  • Guru menyampaikan pesan moral singkat: setiap anggota keluarga punya peran penting sesuai fasenya, dan saling membantu adalah bentuk kepedulian nyata.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan kartu gambar berwarna dengan keterangan teks yang lebih sederhana dan hanya diminta membandingkan 2 fase (bayi vs. dewasa). Murid yang sudah cepat memahami diberikan tantangan tambahan: membandingkan 3 fase sekaligus dan menjelaskan faktor apa yang menyebabkan perubahan peran tersebut.
  • Proses: Saat penyelidikan kelompok, guru memberikan pertanyaan pengarah berbeda: kelompok yang memerlukan dukungan mendapat pertanyaan lebih terstruktur ('Apa yang bisa dilakukan anak usia 8 tahun di rumah?'), sedangkan kelompok yang sudah siap mendapat pertanyaan lebih terbuka ('Menurut kalian, kapan seseorang mulai punya tanggung jawab besar di keluarga dan mengapa?').
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan hasil penyelidikan: menulis tabel di lembar kerja, menggambar diagram perbandingan, atau menceritakan secara lisan kepada guru. Semua pilihan dinilai dengan rubrik yang sama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kartu gambar empat anggota keluarga (bayi, anak, orang dewasa, lansia) dan bertanya secara lisan: 'Siapa yang bisa menyebutkan tugas atau peran masing-masing orang ini di rumah?'
  • Guru mencatat jawaban murid di papan tulis dan menggunakannya untuk memetakan pengetahuan awal: siapa yang sudah memiliki pemahaman dasar tentang peran keluarga, dan siapa yang masih memerlukan scaffolding lebih.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan lisan ('Apa peran bayi di rumah? Mengapa berbeda dengan peran orang dewasa?') dan mengamati ketepatan jawaban murid.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling memantau pengisian tabel kelompok, memberikan umpan balik langsung, dan mencatat dengan checklist observasi apakah murid mampu menghubungkan fase hidup dengan perubahan peran secara logis.
  • Saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan perbandingan dua fase secara runtut dan menggunakan kosakata yang tepat (fase, peran, tanggung jawab).

Akhir:

  • Pertanyaan lisan individual: 'Sebutkan satu perubahan peran yang terjadi ketika seseorang berubah dari fase kanak-kanak menjadi dewasa, dan jelaskan mengapa perannya berubah!'
  • Penilaian hasil Lembar Kerja Penyelidikan kelompok menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan kelengkapan dan ketepatan isi tabel serta kemampuan membandingkan peran antar fase.
  • Kalimat refleksi tertulis di jurnal belajar: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah... dan satu pertanyaan baru yang muncul adalah...'

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat mencocokkan kartu peran ke diagram siklus hidup (mencatat murid yang aktif dan yang memerlukan bimbingan).
  • Pengamatan diskusi kelompok saat mengisi tabel Lembar Kerja Penyelidikan 'Detektif Keluarga' — guru menggunakan checklist sederhana untuk memantau kemampuan menganalisis dan membandingkan.
  • Jurnal belajar/refleksi singkat yang ditulis murid di akhir kegiatan inti sebagai bukti proses berpikir.

Sumatif:

  • Tabel hasil penyelidikan kelompok yang telah dilengkapi (Lembar Kerja 'Detektif Keluarga') dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Pertanyaan lisan di akhir pembelajaran: murid diminta menjelaskan keterkaitan antara minimal dua fase hidup dengan perubahan perannya di keluarga.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis keterkaitan fase hidup dengan perubahan peran (TP 3.3.6.1)Murid belum dapat menyebutkan peran anggota keluarga pada fase hidup tertentu meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan peran anggota keluarga pada satu fase hidup dengan bantuan guru, namun belum dapat menjelaskan mengapa peran tersebut berkaitan dengan fase hidup.Murid dapat menjelaskan peran anggota keluarga pada dua fase hidup yang berbeda dan mengidentifikasi adanya perubahan peran, meskipun penjelasan keterkaitan masih sederhana.Murid dapat menganalisis keterkaitan antara minimal tiga fase hidup dengan perubahan peran dan tanggung jawab di keluarga secara logis dan runtut, disertai alasan yang jelas mengapa peran berubah seiring perkembangan manusia.
Melakukan penyelidikan sederhana — mengumpulkan dan mencatat data (TP 3.3.6.2)Murid belum dapat mengisi tabel penyelidikan meskipun telah mendapat panduan dan bimbingan guru.Murid mengisi sebagian tabel penyelidikan dengan bantuan intensif dari guru; data yang dicatat masih belum lengkap atau kurang tepat.Murid mengisi tabel penyelidikan secara lengkap dengan panduan guru; mampu membandingkan peran dua fase hidup dengan data yang sebagian besar tepat.Murid mengisi tabel penyelidikan secara lengkap dan tepat; mampu membandingkan peran pada beberapa fase hidup, menarik kesimpulan dari data, dan menyampaikan hasil penyelidikan kepada kelompok dengan jelas.
Kemampuan komunikasi dan presentasi hasilMurid belum dapat menyampaikan hasil penyelidikan kelompok secara lisan.Murid dapat menyampaikan hasil dengan kalimat sangat singkat dan memerlukan banyak bantuan guru untuk melengkapi penjelasan.Murid dapat mempresentasikan hasil perbandingan dua fase hidup dengan kalimat yang cukup jelas dan menggunakan kosakata yang tepat (fase, peran, tanggung jawab).Murid mempresentasikan hasil penyelidikan dengan percaya diri, runtut, menggunakan kosakata yang tepat, dan mampu merespons pertanyaan atau tanggapan dari kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Seberapa efektif kegiatan penyelidikan kelompok 'Detektif Keluarga' dalam membantu murid memahami keterkaitan fase hidup dengan perubahan peran? Apa yang perlu dimodifikasi?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang memerlukan dukungan tambahan maupun yang sudah cepat memahami?
  • Bagian pembelajaran mana yang paling membuat murid terlibat aktif, dan bagian mana yang terasa kurang efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang peran keluarga?
  • Apakah peranmu di rumah sudah sesuai dengan fase hidupmu sekarang? Ceritakan satu contohnya!
  • Adakah sesuatu yang masih membuatmu bingung tentang bagaimana peran seseorang berubah seiring ia tumbuh?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas III Edisi Revisi — Bab 3 'Peduli dan Berbagi' (Aldilla Kusumawardhani, dkk., Kemendikdasmen 2025), hlm. 50–51
  2. Panduan Guru IPAS Kelas III Edisi Revisi — Panduan Khusus Bab III (ISBN: 978-634-00-2167-7)
  3. Kartu gambar fase siklus hidup manusia (disiapkan guru): bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, lansia
  4. Kartu peran anggota keluarga bergambar (disiapkan guru): menyusu, bermain, membantu memasak, mencari nafkah, merawat cucu, dan lain-lain
  5. Diagram visual 'Roda Siklus Hidup Manusia' (disiapkan guru, ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor)
  6. Lembar Kerja Penyelidikan 'Detektif Keluarga' (disiapkan guru, berisi tabel perbandingan fase hidup dan peran keluarga)
  7. Jurnal belajar/buku tulis murid
  8. Karton kecil atau sticky note besar untuk presentasi kelompok
  9. Proyektor atau papan tulis (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.