Modul AjarBab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 3 Bab 3: Peduli dan Berbagi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 3 untuk Bab 3 "Peduli dan Berbagi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3 Bab 3: Peduli dan Berbagi

IPAS - Kelas 3

Bab 3

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 3 — Peduli dan Berbagi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 3 — Peduli dan Berbagi
Alokasi Waktu22 JP (22 x 35 menit = 770 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.3.1 Menganalisis siklus hidup makhluk hidup pada manusia berdasarkan tahapan pertumbuhannya
  2. TP 3.3.2 Menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab di sekitar tempat tinggal pada lingkungan keluarga
  3. TP 3.3.3 Menjelaskan interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal pada kegiatan tolong-menolong dan berbagi
  4. TP 3.3.4 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya mengenai ragam aktivitas dan peran anggota keluarga di rumah
  5. TP 3.3.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang peran anggota keluarga dan siklus hidup manusia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa waktu adik bayi baru lahir ia belum bisa makan nasi dan berjalan sendiri seperti kita?
  2. Perubahan fisik dan kemampuan apa saja yang terjadi saat kita bertumbuh dari bayi menjadi anak-anak?
  3. Setelah masa anak-anak selesai, perubahan fisik apa saja yang terjadi pada tubuh manusia saat beranjak dewasa?
  4. Bagaimana urutan tahapan pertumbuhan manusia dari masa remaja hingga menjadi kakek atau nenek?
  5. Apa saja kegiatan yang biasanya dilakukan oleh anggota keluargamu di dalam rumah?
  6. Di ruangan mana saja kamu sering melihat anggota keluargamu melakukan kegiatan sehari-hari?
  7. Apa saja peran yang dijalankan oleh anggota keluarga saat beraktivitas di berbagai ruangan di rumah?
  8. Bagaimana cara kita mengamati dan mencatat peran yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga secara tepat?
  9. Apa yang biasanya dilakukan oleh ayah, ibu, atau anak ketika berada di lingkungan sekitar rumah?
  10. Mengapa setiap anggota keluarga memiliki tugas dan peran yang berbeda dalam menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal?
  11. Apa yang terjadi di rumah jika semua orang hanya ingin bermain dan tidak ada yang mau merapikan barang?
  12. Mengapa setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal?
  13. Apa yang biasanya dilakukan warga di sekitar rumahmu ketika ada tetangga yang tertimpa musibah atau sedang mengadakan hajatan?
  14. Mengapa kita perlu tolong-menolong dan berbagi dengan orang-orang di sekitar tempat tinggal kita?
  15. Bagaimana caramu menyampaikan hasil catatan penyelidikan tentang tahapan hidup manusia dan tugas keluarga agar temanmu paham?
  16. Mengapa kita perlu menuliskan atau menceritakan kembali peran anggota keluarga yang sudah kita selidiki?
  17. Bagaimana tahapan pertumbuhan manusia dari bayi hingga lanjut usia memengaruhi peran dan tugas seseorang di rumah?
  18. Mengapa sikap saling tolong-menolong dan berbagi sangat penting dalam menjaga kerukunan keluarga dan lingkungan sekitar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Tahapan Pertumbuhan Bayi hingga Anak-anak pada Siklus Hidup Manusia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Menganalisis siklus hidup makhluk hidup pada manusia berdasarkan tahapan pertumbuhannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru menampilkan 2 foto perbandingan: seorang bayi berusia 6 bulan dan anak kelas 3 SD (usia 8 tahun), lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai perbedaan kemampuan fisik keduanya untuk mengecek kesiapan belajar awal (acuan diagnostik awal: bayi baru bisa merangkak/minum susu/belum mandiri, sedangkan anak kelas 3 sudah bisa berjalan mandiri/berlari/makan makanan padat) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati teks infografik 'Aku Tumbuh dan Berkembang' pada Buku Siswa halaman 54 khusus fase Bayi (0-2 tahun) dan Kanak-kanak (2-12 tahun) serta menyimak penjelasan guru bahwa siklus hidup manusia diawali dari pertumbuhan bayi ke anak-anak (15 menit).
  • Murid dalam kelompok berpasangan memainkan permainan interaktif 'Teka-Teki Ciri Tumbuh' mencocokkan 4 kartu ciri fisik dengan kartu fase yang tepat: (1) 'Gigi susu mulai tumbuh dan belajar merangkak' -> Bayi; (2) 'Gigi susu mulai tanggal dan koordinasi tubuh membaik' -> Anak-anak; (3) 'Belum bisa berbicara lancar dan makanan utama masih ASI/bubur halus' -> Bayi; (4) 'Sudah mandiri berpakaian dan mampu berlari kencang' -> Anak-anak (acuan: kartu 1 dan 3 = Bayi; kartu 2 dan 4 = Anak-anak) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid bekerja dalam kelompok menganalisis lembar analisis pertumbuhan komparatif berisi 4 butir perbandingan siklus hidup dari bayi ke anak-anak: (1) Mengapa bayi belum memiliki gigi lengkap sedangkan anak-anak mengalami gigi susu tanggal dan berganti gigi tetap? (acuan: bayi baru mulai tumbuh gigi susu pada usia beberapa bulan, sedangkan pada fase anak-anak gigi susu sudah lengkap lalu mulai tanggal untuk digantikan gigi dewasa); (2) Perbedaan cara bergerak bayi usia 8 bulan dibanding anak usia 8 tahun (acuan: bayi 8 bulan merangkak/dituntun, anak 8 tahun berjalan mandiri/berlari); (3) Perbedaan kebutuhan makan bayi usia 4 bulan dibanding anak usia 8 tahun (acuan: bayi hanya mengonsumsi ASI/susu cair khusus karena belum mampu mencerna makanan padat, anak usia 8 tahun makan makanan keluarga padat secara mandiri); (4) Simpulan arah perubahan siklus hidup manusia dari fase bayi ke anak-anak (acuan: manusia bertambah tinggi, bertambah berat, struktur fisik menguat, dan kemampuan koordinasi tubuh meningkat dari belum mandiri menjadi mandiri) (20 menit).
  • Guru berkeliling membimbing kelompok memeriksa kesesuaian analisis data pertumbuhan dan memastikan setiap murid menganalisis hubungan sebab-akibat perubahan fisik pada tahapan bayi hingga anak-anak (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening dan berkesadaran merenungkan proses pertumbuhan dirinya sendiri sejak bayi hingga mampu duduk di kelas 3, menyadari bahwa setiap manusia pasti mengalami perubahan tubuh secara bertahap dalam siklus hidupnya (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai ciri pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia dari tahapan bayi menuju tahapan anak-anak (5 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir tertulis singkat, lalu menyimak informasi pembelajaran pertemuan berikutnya mengenai tahapan remaja hingga lanjut usia (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret tahapan bayi dan anak-anak yang memuat label ciri fisik visual; murid yang telah mahir diberikan lembar studi kasus data grafik pertambahan tinggi badan dan jumlah gigi anak usia 0-8 tahun.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru secara langsung dengan pertanyaan terarah saat membedakan ciri fisik; murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis 4 butir perbandingan.
  • Produk: Murid menuangkan hasil analisis tahapan pertumbuhan dalam format tabel perbandingan ciri sederhana atau bagan alur hubungan pertumbuhan fisik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menanyakan perbedaan ciri fisik dan kemampuan gerak seorang bayi 6 bulan dibanding anak usia 8 tahun (acuan: bayi baru bisa merangkak/duduk disangga, makanan cair, gigi baru tumbuh sedikit; sedangkan anak 8 tahun dapat berlari, mengunyah makanan padat, mandiri melakukan gerak fisik).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu ciri pada permainan 'Teka-Teki Ciri Tumbuh': kartu (1) Gigi susu mulai tumbuh -> Bayi; kartu (2) Gigi susu mulai tanggal -> Anak-anak; kartu (3) Belum lancar bicara dan makanan utama susu -> Bayi; kartu (4) Berlari kencang dan mandiri berpakaian -> Anak-anak.
  • Pemeriksaan hasil lembar kerja analisis kelompok mencakup 4 butir perbandingan (pertumbuhan gigi, cara bergerak, jenis makanan/pencernaan, dan simpulan perubahan fisik dari belum mandiri ke mandiri).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis individu (2 butir): (1) Sebutkan 2 ciri perubahan fisik yang membedakan tahapan bayi dengan tahapan anak-anak! (acuan: pada bayi gigi baru mulai tumbuh/sedikit sedangkan anak-anak gigi susu lengkap atau mulai tanggal; koordinasi gerak bayi masih merangkak/belum seimbang sedangkan anak-anak sudah mampu berjalan stabil dan berlari); (2) Mengapa pertumbuhan fisik pada masa bayi mempengaruhi kemampuan gerak saat memasuki masa anak-anak? (acuan: karena tulang dan otot yang bertambah kuat serta koordinasi tubuh yang membaik memungkinkan manusia yang awalnya hanya bisa merangkak berkembang menjadi bisa berdiri, berjalan, dan berlari).

Formatif:

  • Penilaian kinerja diskusi dan lembar kerja analisis perbandingan tahapan pertumbuhan bayi hingga anak-anak menggunakan rubrik analitis
  • Observasi partisipasi aktif dan ketepatan analisis dalam permainan Teka-Teki Ciri Tumbuh

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis tahapan pertumbuhan bayi hingga anak-anak pada siklus hidup manusiaBelum mampu membedakan ciri tahapan pertumbuhan antara bayi dan anak-anak (kurang dari 2 butir perbandingan diisi tepat sesuai acuan)Mampu membandingkan ciri pertumbuhan fisik bayi dan anak-anak pada 2 dari 4 butir analisis secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guruMampu menganalisis perbandingan ciri dan perubahan fisik dari bayi ke anak-anak pada 3-4 butir analisis secara tepat sesuai acuan secara mandiri dalam kelompokMampu menganalisis seluruh (4) butir perbandingan tahapan pertumbuhan bayi ke anak-anak secara tepat sesuai acuan serta mampu menguraikan hubungan sebab-akibat perkembangan tulang/otot terhadap kemandirian fisik secara runtut dan mendalam

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media gambar perbandingan dan kartu teka-teki efektif membantu murid menganalisis tahapan pertumbuhan fisik manusia?
  • Bagian langkah pembelajaran mana yang memerlukan scaffolding lebih terarah bagi murid yang belum memahami konsep siklus hidup?

Murid:

  • Perubahan kemampuan apa yang paling kamu rasakan sejak kamu masih bayi hingga kini duduk di kelas 3 SD?
  • Kegiatan mana dalam pelajaran hari ini yang paling membantumu memahami tahapan pertumbuhan manusia?

Pertemuan 2 — Menganalisis Urutan Tahapan Remaja hingga Lanjut Usia pada Siklus Hidup Manusia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Menganalisis siklus hidup makhluk hidup pada manusia berdasarkan tahapan pertumbuhannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat dengan menempelkan 4 kartu tahapan lanjutan secara acak di papan tulis: [Kartu A: Dewasa (41-65 tahun)], [Kartu B: Remaja (13-17 tahun)], [Kartu C: Lanjut Usia (>65 tahun)], [Kartu D: Dewasa Muda (19-40 tahun)], lalu meminta 2 orang perwakilan murid menyusun urutan kronologis yang tepat (acuan urutan benar: Remaja -> Dewasa Muda -> Dewasa -> Lanjut Usia) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis urutan tahapan remaja hingga lanjut usia pada siklus hidup manusia beserta ciri pertumbuhannya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati bagan infografik siklus hidup manusia pada Buku Siswa halaman 54 khusus untuk 4 tahapan lanjutan: Remaja (13-17 tahun), Dewasa Muda (19-40 tahun), Dewasa (41-65 tahun), dan Lanjut Usia (>65 tahun) (10 menit).
  • Guru memfasilitasi tanya jawab untuk menganalisis keterkaitan ciri perubahan fisik pada tiap tahapan: Remaja (pubertas, suara berubah, otot dan tulang menguat), Dewasa Muda (kekuatan fisik optimal, masa produktif), Dewasa (rambut mulai memutih, kulit mulai keriput), dan Lanjut Usia (kondisi fisik dan kekuatan tulang melemah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan 'Teka-Teki Tumbuh Lanjutan' (Make a Match). Guru membagikan 8 kartu potong: 4 kartu nama tahapan ([Remaja], [Dewasa Muda], [Dewasa], [Lanjut Usia]) dan 4 kartu deskripsi ciri fisik ([Ciri 1: Mulai pubertas dan suara membesar], [Ciri 2: Kekuatan fisik berada pada kondisi paling optimal], [Ciri 3: Rambut mulai beruban dan kulit mulai keriput], [Ciri 4: Kekuatan fisik dan tulang mengalami penurunan/melemah]). Setiap pasangan berlomba memasangkan kartu dengan tepat (acuan pasangan benar: Remaja -> Ciri 1; Dewasa Muda -> Ciri 2; Dewasa -> Ciri 3; Lanjut Usia -> Ciri 4) (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid menempelkan kartu yang telah berpasangan tersebut secara berurutan pada Lembar Kerja Analisis Siklus Hidup dari tahap paling awal ke paling akhir (acuan urutan runtut: Remaja -> Dewasa Muda -> Dewasa -> Lanjut Usia) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan 4 soal analisis urutan dan ciri pertumbuhan manusia lanjutan pada lembar kerja individu (acuan kunci jawaban soal: 1. Tahap setelah anak-anak sebelum dewasa muda adalah Remaja; 2. Urutan setelah Remaja adalah Dewasa Muda; 3. Tahap dengan ciri kulit keriput dan rambut mulai memutih sebelum lansia adalah Dewasa; 4. Tahap akhir siklus pertumbuhan manusia dengan ciri penurunan fisik adalah Lanjut Usia) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis urutan dan ciri tahapan pertumbuhan manusia berdasarkan acuan kunci jawaban bersama di papan tulis (10 menit).
  • Murid melakukan refleksi terbimbing dengan menyadari bahwa setiap manusia pasti mengalami perubahan fisik bertahap dari muda hingga menua, sehingga penting untuk memahami dan menghormati setiap fase kehidupan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan kesimpulan mengenai 4 urutan tahapan pertumbuhan manusia dari remaja hingga lanjut usia beserta ciri pertumbuhannya (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja analisis murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar visual konkret yang mencantumkan rentang usia di samping teks ciri fisik, sedangkan murid cepat menganalisis kartu teks deskriptif tanpa bantuan angka usia.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan panduan pertanyaan berurutan saat menyusun kartu, sedangkan murid yang mandiri langsung menyusun dan menganalisis secara independen bersama pasangannya.
  • Produk: Semua murid menghasilkan analisis urutan tahapan yang sama; murid cepat ditugaskan menambahkan satu contoh aktivitas khas yang relevan dengan kondisi fisik masing-masing dari 4 tahap tersebut (acuan aktivitas: Remaja = bersekolah/berolahraga; Dewasa Muda = bekerja; Dewasa = membimbing keluarga/bekerja; Lanjut Usia = istirahat/olahraga ringan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menyusun urutan 4 kartu tahapan siklus hidup manusia lanjutan secara lisan/visual di papan tulis: [Dewasa], [Remaja], [Lanjut Usia], [Dewasa Muda] (acuan urutan benar: 1. Remaja, 2. Dewasa Muda, 3. Dewasa, 4. Lanjut Usia).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid saat memasangkan 4 kartu tahapan dengan kartu ciri fisik pada kegiatan 'Teka-Teki Tumbuh Lanjutan' (acuan: Remaja -> Mulai pubertas dan suara membesar; Dewasa Muda -> Kekuatan fisik berada pada kondisi paling optimal; Dewasa -> Rambut mulai beruban dan kulit mulai keriput; Lanjut Usia -> Kekuatan fisik dan tulang mengalami penurunan/melemah).
  • Pemeriksaan ketepatan pengurutan 4 kartu tahapan siklus hidup manusia pada Lembar Kerja (acuan urutan: Remaja -> Dewasa Muda -> Dewasa -> Lanjut Usia).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan 4 butir soal lembar kerja mandiri analisis tahapan pertumbuhan (acuan kunci jawaban: 1. Remaja; 2. Dewasa Muda; 3. Dewasa; 4. Lanjut Usia; skor maksimal 4, kriteria tuntas: minimal 3 jawaban tepat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan memasangkan kartu ciri fisik dan urutan tahapan siklus hidup manusia
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri analisis urutan tahapan remaja hingga lanjut usia

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis urutan tahapan remaja hingga lanjut usia pada siklus hidup manusiaBelum mampu menyusun urutan 4 tahapan (Remaja, Dewasa Muda, Dewasa, Lanjut Usia) dengan tepat meskipun dengan bimbingan penuh.Mampu menyusun 1-2 tahapan dari 4 tahapan siklus hidup manusia (Remaja, Dewasa Muda, Dewasa, Lanjut Usia) secara tepat sesuai urutan.Mampu menyusun 3 tahapan dari 4 tahapan siklus hidup manusia (Remaja, Dewasa Muda, Dewasa, Lanjut Usia) secara tepat sesuai urutan.Mampu menyusun seluruh 4 tahapan siklus hidup manusia (Remaja, Dewasa Muda, Dewasa, Lanjut Usia) secara runtut dan tepat tanpa kesalahan.
Menganalisis ciri pertumbuhan fisik pada tahapan remaja hingga lanjut usiaBelum mampu mencocokkan ciri fisik dengan tahapan pertumbuhan manusia secara tepat.Mampu mencocokkan 1-2 ciri fisik pertumbuhan dengan tahapan manusia yang tepat (acuan: Remaja = pubertas/suara membesar, Dewasa Muda = fisik optimal, Dewasa = rambut beruban/kulit keriput, Lanjut Usia = fisik/tulang melemah).Mampu mencocokkan 3 ciri fisik pertumbuhan dengan tahapan manusia yang tepat sesuai acuan ciri.Mampu mencocokkan seluruh 4 ciri fisik pertumbuhan dengan tahapan manusia secara lengkap dan tepat sesuai acuan ciri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu Teka-Teki Tumbuh Lanjutan efektif membantu murid memahami urutan siklus hidup manusia tahap remaja hingga lanjut usia?
  • Bagian tahapan pertumbuhan mana yang paling sering tertukar oleh murid dan membutuhkan penjelasan tambahan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Urutan tahapan pertumbuhan manusia apa saja yang berhasil kamu pelajari hari ini?
  • Ciri perubahan fisik apa yang paling mudah kamu kenali dari tahapan remaja, dewasa, hingga lanjut usia?

Pertemuan 3 — Mengamati dan Mencatat Ragam Aktivitas Anggota Keluarga di Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.4 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya mengenai ragam aktivitas dan peran anggota keluarga di rumah

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengamati gambar ilustrasi sebuah rumah dan memilih 3 aktivitas yang biasa terjadi di rumah dari 4 pilihan kartu bergambar yang ditunjukkan (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai cara mengamati fenomena kegiatan sehari-hari di rumah melalui pengamatan gambar 4 ruangan rumah (dapur, ruang tamu/keluarga, kamar tidur, halaman/kamar mandi) pada Buku Siswa (15 menit).
  • Murid dipandu guru mencermati contoh pencatatan aktivitas pada tabel sederhana yang memuat nama ruangan, anggota keluarga, dan kegiatan yang sedang dilakukan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan aktivitas permainan 'Detektif Rumah': murid mengamati 4 stasiun gambar situasi rumah yang ditempel guru di sudut kelas, yaitu: Stasiun 1 (Dapur: Ibu memasak sup), Stasiun 2 (Halaman: Ayah menyiram tanaman), Stasiun 3 (Kamar: Kakak merapikan tempat tidur), dan Stasiun 4 (Ruang Tamu: Adik merapikan mainan) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mencatat hasil pengamatan dari keempat stasiun tersebut ke dalam Lembar Pengamatan Aktivitas Rumah yang mencantumkan nama ruangan, anggota keluarga yang terlihat, serta aktivitas yang sedang dilakukan (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatannya sendiri dengan mencocokkan pada daftar periksa 4 stasiun pengamatan (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan cara mengamati dan mencatat ragam aktivitas anggota keluarga di rumah secara teliti (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja pengamatan murid dan menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya mengenai peran anggota keluarga (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar pengamatan dengan bantuan simbol/ikon ruangan bagi murid yang membutuhkan dukungan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dalam membaca gambar situasi bagi murid yang memerlukan pendampingan bertahap.
  • Produk: Murid dapat menuliskan catatan aktivitas dalam bentuk frasa singkat atau kalimat sederhana sesuai kesiapan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan mengamati: Murid diminta mengamati 4 kartu aktivitas berikut: (1) Ibu menyapu lantai dapur, (2) Ayah membaca koran di teras, (3) Murid berenang di kolam umum, (4) Kakak melipat selimut di kamar tidur. Murid diminta memilih 3 kartu yang merupakan aktivitas anggota keluarga di rumah (acuan jawaban tepat: kartu 1, 2, dan 4; kartu 3 bukan aktivitas di rumah).

Proses:

  • Penilaian formatif saat murid mencatat hasil pengamatan di 4 stasiun gambar situasi rumah: (1) Stasiun Dapur -> Ibu sedang memasak, (2) Stasiun Halaman -> Ayah menyiram tanaman, (3) Stasiun Kamar -> Kakak merapikan tempat tidur, (4) Stasiun Ruang Tamu -> Adik membereskan mainan. Bukti diukur dari ketepatan mencatat anggota keluarga dan ragam aktivitas pada tabel lembar pengamatan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid mencocokkan kembali catatan tabelnya dengan kunci acuan 4 stasiun situasi (acuan lengkap: Stasiun 1 = Ibu memasak di dapur; Stasiun 2 = Ayah menyiram tanaman di halaman; Stasiun 3 = Kakak merapikan tempat tidur di kamar; Stasiun 4 = Adik membereskan mainan di ruang tamu). Kriteria ketercapaian: murid tepat mencatat minimal 3 dari 4 pasangan ruangan, anggota, dan aktivitas.

Formatif:

  • Unjuk kerja dan lembar pengamatan mencatat ragam aktivitas anggota keluarga di rumah berdasarkan stasiun situasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengamati dan Mencatat Ragam Aktivitas Anggota Keluarga di RumahMencatat dengan tepat 1 dari 4 aktivitas anggota keluarga pada stasiun gambar situasi rumah dengan bimbingan penuh.Mencatat dengan tepat 2 dari 4 aktivitas anggota keluarga pada stasiun gambar situasi rumah secara terbimbing.Mencatat dengan tepat 3 dari 4 aktivitas anggota keluarga pada stasiun gambar situasi rumah secara mandiri (acuan: Ibu memasak di dapur, Ayah menyiram tanaman di halaman, Kakak merapikan tempat tidur di kamar, Adik membereskan mainan di ruang tamu).Mencatat dengan tepat seluruhnya (4 dari 4) aktivitas anggota keluarga pada stasiun gambar situasi rumah secara mandiri dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah petunjuk pengamatan pada 4 stasiun situasi rumah dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid?
  • Bagian mana dari aktivitas mencatat hasil pengamatan yang paling memerlukan pendampingan guru?

Murid:

  • Aktivitas anggota keluarga mana yang paling mudah kamu amati dan catat hari ini?
  • Apakah kamu dapat menemukan dan mencatat seluruh aktivitas di keempat stasiun gambar dengan baik?

Pertemuan 4 — Mengamati dan Mencatat Peran Masing-Masing Anggota Keluarga di Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.4 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya mengenai ragam aktivitas dan peran anggota keluarga di rumah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menyiapkan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 1 gambar situasi di dapur (Ibu sedang memasak sup di atas kompor, Kakak mengeringkan piring di rak, Ayah membetulkan keran cuci piring yang bocor, dan Anak menyapu lantai dapur). Murid diminta mengamati dan menyebutkan peran 1 anggota keluarga yang terlihat (acuan jawaban yang dapat diterima: Ibu berperan memasak/menyiapkan makanan, Kakak berperan merapikan/mengeringkan peralatan makan, Ayah berperan memperbaiki saluran/keran air, atau Anak berperan membersihkan/menyapu lantai) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melatih keterampilan mengamati gambar situasi rumah dan mencatat peran masing-masing anggota keluarga ke dalam tabel pengamatan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati bersama stimulus visual berupa 'Poster Ruang Rumah' (Buku Siswa Gambar 3.3) yang menampilkan aktivitas keluarga di 4 ruangan: Ruang Tamu/Keluarga, Dapur, Kamar Tidur, dan Halaman Rumah (10 menit).
  • Guru memandu murid membedakan antara tindakan fisik (aktivitas) dengan fungsi/tugas yang diemban (peran) melalui contoh konkret: jika Ayah sedang memegang lap dan membersihkan jendela, aktivitasnya adalah mengelap kaca jendela, sedangkan perannya adalah merawat kebersihan dan kenyamanan ruang keluarga (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Tebak Peran Cepat' yang menggembirakan: Guru menampilkan 4 kartu peristiwa berturut-turut di papan tulis: Kartu 1 (Kamar Tidur: Anak merapikan seprai dan melipat selimut sendiri), Kartu 2 (Dapur: Ibu memotong sayur dan Kakak mencuci beras), Kartu 3 (Halaman: Ayah memangkas rumput liar dan Anak menyiram tanaman pot), Kartu 4 (Ruang Keluarga: Seluruh anggota keluarga menaruh kembali buku dan mainan ke rak). Secara berpasangan murid saling menebak peran tokoh dalam waktu 30 detik per kartu (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Pengamatan Peran Anggota Keluarga yang memuat 4 gambar peristiwa di rumah: Gambar A (Dapur: Ibu memasak makanan keluarga), Gambar B (Kamar Tidur: Anak merapikan tempat tidur sendiri), Gambar C (Halaman Depan: Ayah membersihkan selokan dan memotong rumput), dan Gambar D (Ruang Keluarga: Kakak membimbing adik merapikan buku belajar) (5 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan pengamatan saksama terhadap 4 gambar peristiwa tersebut dan mencatat hasil pengamatannya ke dalam tabel pencatatan yang memuat kolom: Nama Ruangan, Anggota Keluarga yang Diamati, dan Peran yang Dijalankan (acuan pencatatan: Gambar A = Dapur, Ibu, peran: menyiapkan konsumsi/makanan keluarga; Gambar B = Kamar Tidur, Anak, peran: menjaga kerapian tempat tidur pribadi; Gambar C = Halaman Depan, Ayah, peran: merawat kebersihan dan kelancaran saluran air lingkungan rumah; Gambar D = Ruang Keluarga, Kakak, peran: mendampingi adik belajar dan menjaga ketertiban ruang bersama) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan saling memeriksa hasil catatan tabel pengamatannya, mencocokkan kelengkapan 4 baris data pengamatan peran anggota keluarga berdasarkan acuan yang telah dibahas bersama guru (15 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian tabel pengamatan mana yang sudah dicatat secara lengkap dan jelas, serta menuliskan satu hal yang perlu diperbaiki saat mengamati detail peran anggota keluarga (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hasil pencatatan pengamatan murid mengenai ketelitian mengamati peran masing-masing anggota keluarga (5 menit).
  • Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa setiap anggota keluarga memiliki peran penting yang dapat diamati melalui pembagian tugas di setiap ruangan rumah (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan lembar kerja, berdoa bersama, dan memberi salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, lembar kerja dilengkapi dengan petunjuk visual berupa ikon anggota keluarga pada setiap gambar peristiwa. Bagi murid yang berkemampuan lebih cepat, disediakan 2 gambar peristiwa tambahan (Garasi: Ayah dan Anak mencuci sepeda motor keluarga; Ruang Makan: Ibu dan Kakak menata piring saji) untuk diamati dan dicatat perannya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam mengidentifikasi siapa tokoh dalam gambar sebelum menentukan perannya. Murid yang mahir mencatat secara mandiri penuh.
  • Produk: Format pencatatan tabel sama untuk semua murid dengan target minimal mencatat 4 peran anggota keluarga secara tepat sesuai acuan 4 gambar peristiwa utama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: Guru menampilkan gambar situasi dapur (Ibu memasak, Kakak mengeringkan piring, Ayah memperbaiki keran, Anak menyapu lantai) dan menanyakan: 'Sebutkan 1 anggota keluarga dan peran yang sedang dilakukannya pada gambar ini!' (Acuan penerimaan: Murid menyebut minimal 1 peran anggota keluarga yang sesuai dengan gambar, misalnya Ibu memasak makanan, Kakak mengeringkan alat makan, Ayah memperbaiki keran, atau Anak menyapu lantai dapur).

Proses:

  • Formatif proses: Observasi dan pemeriksaan Lembar Kerja Pengamatan Peran Anggota Keluarga pada 4 gambar peristiwa: Gambar A (Ibu memasak di dapur), Gambar B (Anak merapikan kasur di kamar tidur), Gambar C (Ayah memotong rumput/membersihkan selokan di halaman), Gambar D (Kakak membimbing adik merapikan buku di ruang keluarga). Kriteria ketepatan: mencatat anggota keluarga dan peran yang dijalankan dengan benar sesuai acuan pada ke-4 gambar.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid melengkapi 1 kalimat rumpang pada tiket keluar: 'Saat mengamati gambar Ayah yang sedang memangkas rumput dan membersihkan selokan di halaman, peran Ayah di rumah adalah ...' (Acuan jawaban: merawat/menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan luar/halaman rumah).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: mengamati 1 gambar situasi dapur dan menyebutkan 1 peran anggota keluarga secara lisan/tunjuk tangan.
  • Asesmen proses (unjuk kerja dan produk tertulis): pemeriksaan ketepatan dan kelengkapan catatan tabel pengamatan peran anggota keluarga berdasarkan 4 gambar peristiwa pada lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Keterampilan Mengamati dan Mencatat Peran Anggota Keluarga di RumahMencatat peran anggota keluarga dengan tepat pada 1 dari 4 gambar peristiwa yang disediakan pada lembar kerja (acuan: Gambar A Ibu menyiapkan makanan, B Anak merapikan tempat tidur, C Ayah merawat kebersihan halaman, D Kakak membimbing adik).Mencatat peran anggota keluarga dengan tepat pada 2 dari 4 gambar peristiwa yang disediakan pada lembar kerja sesuai acuan.Mencatat peran anggota keluarga dengan tepat pada 3 dari 4 gambar peristiwa yang disediakan pada lembar kerja sesuai acuan secara mandiri.Mencatat peran anggota keluarga dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) gambar peristiwa yang disediakan pada lembar kerja sesuai acuan secara mandiri dan lengkap.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi pengamatan gambar situasi rumah cukup jelas dipahami oleh seluruh murid kelas 3?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan pengamatan mandiri dan pencatatan peran anggota keluarga ke dalam tabel lembar kerja?

Murid:

  • Apakah aku sudah dapat membedakan dan mencatat peran setiap anggota keluarga dari gambar yang kulihat?
  • Bagian mana dari pengamatan hari ini yang paling mudah atau paling menantang bagiku?

Pertemuan 5 — Menjelaskan Peran dan Tugas Anggota Keluarga di Sekitar Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab di sekitar tempat tinggal pada lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan peran dan tugas anggota keluarga di lingkungan sekitar tempat tinggal (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menunjukkan 2 pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan peran ayah atau ibu saat ada kegiatan warga di sekitar rumah; (2) Sebutkan tugas anak saat bermain di lingkungan tetangga (acuan jawaban: ayah/ibu berperan sebagai warga yang ikut kerja bakti atau menjaga keamanan; anak bertugas menjaga kebersihan atau merapikan mainan bersama teman) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati narasi singkat mengenai 4 situasi peran anggota keluarga di sekitar tempat tinggal: (1) Ayah ikut kerja bakti membersihkan selokan lingkungan; (2) Ibu menyiapkan makanan untuk warga saat gotong royong; (3) Kakak membantu mengumpulkan sampah dedaunan di taman warga; (4) Adik merapikan sepedanya agar tidak menghalangi jalan tetangga (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan perbedaan antara peran (kedudukan/posisi anggota keluarga) dan tugas (kegiatan nyata yang dilakukan) di lingkungan tempat tinggal berdasarkan narasi tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kartu tantangan cepat berpasangan 'Tebak Pasangan Peran dan Tugas': setiap pasangan mencocokkan 4 kartu peran dengan 4 kartu tugas konkret di sekitar rumah. Isi 4 pasangan kartu: Kartu 1 Peran Ayah -> Tugas mengikuti ronda malam poskamling; Kartu 2 Peran Ibu -> Tugas mengikuti kegiatan posyandu dan arisan warga; Kartu 3 Peran Anak Tertua (Kakak) -> Tugas menyapu halaman depan rumah yang berbatasan dengan jalan warga; Kartu 4 Peran Anak Termuda (Adik) -> Tugas meletakkan sampah bungkus jajan sendiri ke tong sampah umum (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Peran dan Tugas Keluargaku di Sekitar Rumah' untuk menjelaskan secara tertulis peran dan tugas dari 3 figur anggota keluarga (ayah, ibu, dan anak) di lingkungan tempat tinggal (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi pemahamannya sendiri dengan mengecek apakah penjelasan peran dan tugas yang mereka tulis sudah sesuai antara kedudukan anggota keluarga dan tindakan nyatanya di lingkungan tetangga (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali peran dan tugas anggota keluarga (ayah, ibu, anak) di lingkungan sekitar tempat tinggal (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid serta menginformasikan bahwa materi pertemuan berikutnya adalah tanggung jawab anggota keluarga di sekitar tempat tinggal, lalu menutup kelas dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kerja bergambar dan berlabel kata kunci figur keluarga untuk murid yang memerlukan scaffolding visual.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing kepada murid yang masih kesulitan membedakan peran dan tugas, sementara murid yang sudah mahir diminta menjelaskan alasan mengapa tugas tersebut sesuai dengan perannya.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan peran dan tugas dalam bentuk kalimat sederhana tertulis atau bagan pengelompokan tabel peran-tugas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta menyebutkan peran dan tugas anggota keluarga di lingkungan sekitar rumah melalui 2 pertanyaan panduan. Butir 1: 'Apa peran ayah/ibu saat warga mengadakan gotong royong?'; Butir 2: 'Apa tugas anak ketika berada di luar rumah bersama tetangga?'. Kriteria/acuan jawaban benar: Butir 1 menjawab peran warga/peserta gotong royong dengan tugas membersihkan lingkungan atau menyediakan konsumsi; Butir 2 menjawab peran anggota keluarga termuda dengan tugas menjaga kebersihan/ketertiban atau tidak membuang sampah sembarangan.

Proses:

  • Formatif Latihan Mandiri: Memeriksa lembar kerja penjelasan 3 figur keluarga (Ayah, Ibu, Anak) di sekitar lingkungan tempat tinggal. Kunci/acuan jawaban: (1) Ayah: peran kepala keluarga/warga dewasa, tugas mengikuti kerja bakti/ronda malam; (2) Ibu: peran ibu rumah tangga/warga perempuan, tugas ikut kegiatan PKK/posyandu/menyiapkan konsumsi warga; (3) Anak: peran anak/warga cilik, tugas menjaga kebersihan lingkungan bermain/membuang sampah di tempatnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa 1 pertanyaan reflektif penutup: 'Jelaskan satu contoh peran dan satu tugas nyata yang kamu lakukan sebagai anak di lingkungan sekitar rumahmu!'. Kriteria penerimaan: jawaban memuat kedudukan sebagai anak dan tindakan nyata konkret yang relevan dengan lingkungan sekitar tempat tinggal (misal: merapikan sepeda dari jalan, membuang sampah pada tempatnya di taman).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja mencocokkan kartu peran dan tugas pada permainan berpasangan
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan tertulis peran dan tugas 3 figur anggota keluarga di sekitar tempat tinggal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan peran anggota keluarga di sekitar tempat tinggalBelum mampu menjelaskan peran anggota keluarga (ayah, ibu, anak) di sekitar tempat tinggal dengan tepat.Mampu menjelaskan 1 dari 3 peran anggota keluarga (ayah, ibu, anak) di sekitar tempat tinggal secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan 2 dari 3 peran anggota keluarga (ayah, ibu, anak) di sekitar tempat tinggal secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan seluruh (3 dari 3) peran anggota keluarga (ayah, ibu, anak) di sekitar tempat tinggal secara tepat dan mandiri sesuai acuan.
Menjelaskan tugas anggota keluarga di sekitar tempat tinggalBelum mampu menjelaskan tindakan tugas anggota keluarga di sekitar tempat tinggal dengan tepat.Mampu menjelaskan 1 dari 3 tugas konkret anggota keluarga di sekitar tempat tinggal secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan 2 dari 3 tugas konkret anggota keluarga di sekitar tempat tinggal secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan seluruh (3 dari 3) tugas konkret anggota keluarga di sekitar tempat tinggal secara tepat dan mandiri sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu peran dan tugas berhasil membantu murid memahami perbedaan peran dan tugas di sekitar tempat tinggal?
  • Bagian penjelasan peran mana yang masih sering membingungkan murid di kelas?

Murid:

  • Tugas apa yang paling sering aku lakukan untuk membantu lingkungan sekitar tempat tinggalku?
  • Apakah aku sudah tahu peran ayah, ibu, dan diriku saat berada di lingkungan tetangga?

Pertemuan 6 — Menjelaskan Tanggung Jawab Anggota Keluarga di Sekitar Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab di sekitar tempat tinggal pada lingkungan keluarga

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan membacakan 2 situasi keluarga singkat: (1) 'Adik selesai bermain lego lalu meninggalkannya berantakan di lantai ruang tamu' dan (2) 'Setelah makan malam, piring kotor dibiarkan menumpuk di meja makan', kemudian meminta 3 murid secara bergantian menjelaskan siapa yang bertanggung jawab dan apa tindakan tanggung jawab yang harus dilakukan (acuan diagnostik: pada situasi 1, tanggung jawab ada pada anak/adik untuk membereskan mainan ke tempatnya agar ruangan aman dan rapi; pada situasi 2, anggota keluarga/anak bertanggung jawab membawa piring kotor ke tempat cuci piring dan membersihkan meja) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan tanggung jawab anggota keluarga di sekitar tempat tinggal beserta akibat jika tanggung jawab tersebut dijalankan atau diabaikan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui telaah cerita bergambar tentang keluarga Ian dan Nara di ruang keluarga, berfokus pada konsep bahwa tanggung jawab adalah kesadaran dan kewajiban untuk menanggung serta menyelesaikan tugas di lingkungan tempat tinggal (5 menit).
  • Guru memandu tanya-jawab terarah untuk menganalisis 4 contoh tanggung jawab anggota keluarga: (1) Menjaga kebersihan kamar tidur sendiri, (2) Merapikan kembali peralatan setelah belajar di ruang tamu, (3) Menghemat penggunaan air dan listrik di rumah, dan (4) Membantu menjaga ketenangan saat anggota keluarga lain beristirahat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan permainan tantangan kartu 'Detektif Tanggung Jawab', di mana setiap pasangan menerima 4 kartu kasus situasi di rumah dan lembar analisis (5 menit).
  • Setiap pasangan menyelesaikan lembar kerja dengan menganalisis dan menjelaskan tanggung jawab anggota keluarga pada 4 kartu kasus berikut: Kartu 1: 'Tempat sampah di dapur sudah penuh sampah dapur' (acuan penjelasan: anggota keluarga/anak/ayah bertanggung jawab mengikat dan membuang sampah ke tempat sampah luar agar rumah tidak bau dan higienis); Kartu 2: 'Sepatu dan sandal berserakan di depan pintu masuk rumah' (acuan penjelasan: pemilik sepatu/setiap anggota keluarga bertanggung jawab menata sepatu rapi di rak sepatu agar teratur dan tidak tersandung); Kartu 3: 'Lampu kamar mandi menyala terus padahal sudah siang dan tidak dipakai' (acuan penjelasan: anggota keluarga yang terakhir keluar/seluruh keluarga bertanggung jawab mematikan lampu untuk hemat energi); Kartu 4: 'Halaman depan rumah kotor penuh daun gugur' (acuan penjelasan: anak/anggota keluarga bertanggung jawab menyapu dan mengumpulkan daun agar pekarangan bersih dan nyaman) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan pasangan membacakan hasil penjelasan tanggung jawab salah satu kartu, lalu guru memberikan penguatan dan klarifikasi atas ketepatan penjelasan tanggung jawab dan alasannya (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa tanggung jawab anggota keluarga di rumah penting dilaksanakan demi kenyamanan, keselamatan, dan kebersihan tempat tinggal bersama (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk mengingat satu tanggung jawab yang akan dipraktikkan langsung di rumah hari ini, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kasus yang disertai gambar petunjuk visual tindakan tanggung jawab; murid yang mahir diberikan kartu kasus teks lengkap tanpa gambar bantuan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun ('Apa yang terlihat kotor/boros?', 'Siapa yang harus merapikan?'); murid mahir berdiskusi mandiri bersama pasangannya untuk merumuskan penjelasan alasan di balik tanggung jawab tersebut.
  • Produk: Semua murid mengisi lembar analisis 4 kartu kasus; murid mahir menambahkan penjelasan akibat lanjutan bila tanggung jawab tersebut tidak dilaksanakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada awal sesi mengenai 2 situasi rumah tangga: (1) Mainan berserakan di ruang tamu (acuan: tanggung jawab anak/adik untuk membereskan ke tempatnya agar rapi dan aman); (2) Piring kotor di meja makan (acuan: tanggung jawab anak/anggota keluarga membawa piring ke bak cuci piring dan membersihkan meja).

Proses:

  • Observasi diskusi pasangan dan pemeriksaan isian lembar analisis 'Detektif Tanggung Jawab' pada 4 kartu kasus: (1) Tempat sampah penuh (acuan: membuang sampah ke luar rumah agar tidak bau), (2) Sepatu berserakan (acuan: menata di rak sepatu agar tidak berantakan), (3) Lampu menyala siang hari (acuan: mematikan saklar lampu untuk hemat listrik), (4) Daun berserakan di halaman (acuan: menyapu halaman agar bersih) (indikator: ketepatan menjelaskan tindakan tanggung jawab dan alasan pelaksanaannya pada minimal 3 dari 4 kasus).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan inti: meminta murid menjelaskan satu tanggung jawab diri sendiri sebagai anak di lingkungan keluarga saat bangun tidur di pagi hari (acuan: merapikan tempat tidur sendiri dan melipat selimut agar kamar rapi dan nyaman).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenai tanggung jawab pada 2 situasi di rumah
  • Penilaian kinerja lembar analisis 'Detektif Tanggung Jawab' (menjelaskan tanggung jawab pada 4 kartu kasus)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan tanggung jawab anggota keluarga di sekitar tempat tinggalBelum mampu menjelaskan tanggung jawab anggota keluarga pada 4 kartu kasus yang disajikan, atau hanya mampu menjelaskan 1 kasus secara tepat.Mampu menjelaskan tindakan tanggung jawab anggota keluarga secara tepat pada 2 dari 4 kartu kasus yang disajikan dengan bantuan bimbingan guru.Mampu menjelaskan tindakan tanggung jawab anggota keluarga secara tepat beserta alasannya pada minimal 3 dari 4 kartu kasus yang disajikan secara mandiri (acuan kasus: membuang sampah dapur ke luar, menata sepatu di rak, mematikan lampu yang tidak dipakai, menyapu daun di halaman).Mampu menjelaskan tindakan tanggung jawab anggota keluarga secara tepat dan lengkap beserta alasan dan akibatnya pada seluruh (4 dari 4) kartu kasus yang disajikan secara mandiri dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur permainan kartu kasus 'Detektif Tanggung Jawab' efektif memfasilitasi murid dalam menjelaskan tanggung jawab di lingkungan keluarga?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling membantu murid memahami alasan mengapa tanggung jawab di rumah harus dilaksanakan?

Murid:

  • Apa tanggung jawab terpenting yang sudah kamu lakukan dengan baik di rumahmu?
  • Kegiatan mana hari ini yang paling seru dan membuatmu paham tentang pentingnya bertanggung jawab?

Pertemuan 7 — Menjelaskan Interaksi Sosial Tolong-Menolong dan Berbagi di Sekitar Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menjelaskan interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal pada kegiatan tolong-menolong dan berbagi

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan klasifikasi 2 contoh kegiatan di lingkungan sekitar: (1) Kerja bakti membersihkan selokan lingkungan; (2) Membagi kue buatan ibu kepada tetangga sebelah. Murid menjawab apakah kegiatan tersebut termasuk tolong-menolong atau berbagi (acuan jawaban: 1 = tolong-menolong, 2 = berbagi) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan bentuk interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi yang terjadi di sekitar tempat tinggal serta manfaatnya bagi kerukunan warga (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar situasi interaksi sosial di sekitar tempat tinggal mengenai makna interaksi tolong-menolong (membantu meringankan kesulitan orang lain) dan berbagi (memberikan sebagian benda/makanan/fasilitas untuk dinikmati bersama) (7 menit).
  • Murid membaca 3 contoh peristiwa nyata di lingkungan tempat tinggal yang disajikan guru pada papan tulis: Peristiwa A: Warga bersama-sama memperbaiki jembatan bambu yang rusak; Peristiwa B: Keluarga Pak Joko mengantarkan makanan kotak ke rumah tetangga saat syukuran kelahiran anak; Peristiwa C: Pemuda membantu mendorong sepeda motor tetangga yang mogok di jalan kampung (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi menjadi kelompok beranggotakan 3-4 orang untuk memainkan permainan kartu tantangan 'Tebak dan Jelaskan Interaksi'. Guru membagikan 4 kartu skenario situasi warga sekitar: (1) Kartu S1: 'Ibu Ani menjenguk dan membawakan buah-buahan untuk tetangga yang sakit'; (2) Kartu S2: 'Pak RT mengajak warga mengumpulkan sumbangan dana untuk korban kebakaran di RT sebelah'; (3) Kartu S3: 'Kakak membagikan buku cerita lama yang masih bagus ke pos ronda untuk taman baca warga'; (4) Kartu S4: 'Warga bergotong royong membersihkan dahan pohon tumbang yang menghalangi jalan gang' (acuan klasifikasi: S1 = berbagi dan tolong-menolong; S2 = tolong-menolong; S3 = berbagi; S4 = tolong-menolong) (10 menit).
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menjelaskan bentuk interaksi pada masing-masing kartu skenario serta menuliskan penjelasan alasan dan manfaatnya bagi warga di Lembar Aktivitas Kelompok (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan murid menjelaskan hasil identifikasi dan alasan pengelompokan salah satu kartu skenario di depan kelompok lain, lalu kelompok lain memberikan konfirmasi kebenaran konsep interaksi sosial tersebut (acuan: interaksi tolong-menolong berfokus pada meringankan beban/tenaga/musibah, sedangkan berbagi berfokus pada kerelaan membagi kepemilikan/makanan/barang) (5 menit).
  • Murid diajak menyimpulkan pentingnya sikap peduli melalui interaksi tolong-menolong dan berbagi dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan sekitar tempat tinggal (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik lisan dan penegasan terhadap ketepatan penjelasan interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi yang dikerjakan murid (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengingatkan untuk mengamati interaksi tolong-menolong di lingkungan rumah masing-masing sebagai bahan pembelajaran berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan bantuan ilustrasi visual konkret, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu skenario tanpa gambar dan memuat situasi interaksi campuran.
  • Proses: Guru mendampingi kelompok yang belum lancar membedakan konsep tolong-menolong dan berbagi, sedangkan kelompok mandiri langsung menganalisis dan menjelaskan manfaat interaksi sosial tersebut.
  • Produk: Penjelasan interaksi sosial dapat dituangkan dalam bentuk tabel centang alasan sederhana ataupun uraian kalimat lengkap pada Lembar Aktivitas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di awal pelajaran dengan meminta murid mengelompokkan 2 contoh kegiatan warga: (1) Kerja bakti membersihkan selokan; (2) Membagi kue ke tetangga (acuan: kegiatan 1 = tolong-menolong tenaga/kegiatan bersama; kegiatan 2 = berbagi makanan/benda).

Proses:

  • Observasi formatif keterlibatan murid dalam menjelaskan 4 kartu skenario situasi warga: S1 (Ibu Ani menjenguk tetangga sakit membawa buah - tolong-menolong/berbagi), S2 (Sumbangan dana kebakaran - tolong-menolong), S3 (Membagikan buku cerita ke pos ronda - berbagi), S4 (Gotong royong menyingkirkan dahan tumbang - tolong-menolong). Kriteria penilaian: ketepatan menentukan jenis interaksi sosial dan ketepatan penjelasan alasan keterkaitannya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat tertulis individu (2 butir): (1) Tuliskan 1 contoh interaksi tolong-menolong di sekitar tempat tinggalmu beserta penjelasannya! (kriteria penerimaan: menyebutkan situasi membantu orang lain yang kesulitan seperti membantu mendorong gerobak/menolong tetangga jatuh/kerja bakti); (2) Tuliskan 1 contoh interaksi berbagi di sekitar tempat tinggalmu beserta penjelasannya! (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan memberikan makanan, barang, atau fasilitas kepada tetangga/warga sekitar).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja diskusi kelompok dalam mengklasifikasikan dan menjelaskan interaksi sosial pada 4 kartu skenario situasi lingkungan sekitar tempat tinggal.
  • Cek pemahaman lisan/tertulis individu di akhir pertemuan tentang perbedaan dan contoh interaksi tolong-menolong serta berbagi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Interaksi Sosial Tolong-Menolong dan BerbagiBelum mampu menjelaskan interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi di sekitar tempat tinggal (0-1 dari 4 kartu skenario dijelaskan dengan tepat).Mampu menjelaskan interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi di sekitar tempat tinggal secara terbatas (tepat menjelaskan 2 dari 4 kartu skenario).Mampu menjelaskan interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi di sekitar tempat tinggal dengan tepat (tepat menjelaskan 3 dari 4 kartu skenario sesuai acuan).Mampu menjelaskan interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi di sekitar tempat tinggal secara lengkap dan tepat untuk seluruh skenario (tepat menjelaskan 4 dari 4 kartu skenario sesuai acuan).
Penjelasan Manfaat Interaksi Sosial bagi Warga SekitarBelum mampu menjelaskan manfaat interaksi tolong-menolong dan berbagi bagi kehidupan warga sekitar.Mampu menjelaskan 1 manfaat interaksi sosial tolong-menolong atau berbagi bagi kehidupan warga sekitar secara sederhana.Mampu menjelaskan minimal 2 manfaat interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi bagi kerukunan serta ketenteraman warga sekitar.Mampu menjelaskan lebih dari 2 manfaat interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi bagi kerukunan warga sekitar secara rinci dan tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu skenario mampu membantu murid membedakan dan menjelaskan konsep tolong-menolong serta berbagi dengan tepat?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengaitkan contoh interaksi sosial dengan kehidupan nyata di sekitar tempat tinggal mereka?

Murid:

  • Kegiatan tolong-menolong atau berbagi apa yang paling sering kamu lihat atau lakukan di sekitar rumahmu?
  • Bagaimana perasaanmu ketika dapat menolong tetangga atau berbagi dengan orang lain di lingkungan sekitarmu?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan secara Lisan dan Tertulis Hasil Penyelidikan Peran Anggota Keluarga dan Siklus Hidup Manusia — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang peran anggota keluarga dan siklus hidup manusia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana ruang belajar yang nyaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan mengenai siklus hidup manusia dan peran anggota keluarga baik secara tertulis maupun lisan (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan meminta 2 orang perwakilan murid menyebutkan satu temuan penyelidikan mereka tentang peran anggota keluarga dan satu tahapan siklus hidup manusia berdasarkan catatan dari pertemuan sebelumnya (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan contoh konkret cara mengomunikasikan hasil penyelidikan ke dalam bentuk tertulis ringkas pada Kartu Laporan Mini dengan format: (1) Nama Anggota & Tahap Hidup, (2) Tugas/Peran yang Dijalankan (10 menit).
  • Murid mencermati panduan penyusunan laporan tertulis dan lisan, memastikan kedua unsur materi (peran anggota keluarga dan tahapan siklus hidup manusia) termuat secara jelas (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara mandiri menuliskan hasil penyelidikan mereka pada lembar pameran mini 'Laporan Perjalananku dan Keluargaku' yang memuat: 1 data siklus hidup manusia dan 1 data peran anggota keluarga (10 menit).
  • Murid melaksanakan aktivitas menyenangkan 'Estafet Cerita Penyelidik': murid berpasangan saling mengomunikasikan secara lisan hasil penyelidikan yang telah mereka tuliskan selama 2 menit bergantian, lalu saling memeriksa kelengkapan isi informasi pasangan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali apakah kedua unsur materi (siklus hidup dan peran keluarga) sudah tersampaikan dengan tepat dalam catatan tertulis dan penyampaian lisan mereka (5 menit).
  • Dua orang murid berbagi pengalaman tentang bagian mana dari mengomunikasikan hasil penyelidikan yang paling mudah atau menantang bagi mereka (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketepatan isi komunikasi hasil penyelidikan murid, baik secara tertulis pada lembar karya maupun secara lisan saat kegiatan berpasangan (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya mengomunikasikan data pengamatan dengan jelas dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tulisan rumpang untuk membantu penyusunan laporan tertulis; murid yang mahir diberikan keleluasaan menyusun dalam bentuk narasi paragraf atau bagan berilustrasi.
  • Proses: Murid yang masih ragu berbicara lisan dibimbing dengan kalimat pemantik terstruktur saat berpasangan; murid yang sudah lancar mengomunikasikan temuannya secara langsung tanpa membaca catatan penuh.
  • Produk: Media komunikasi tertulis dapat berupa kartu laporan bergambar, bagan mini, atau paragraf deskripsi singkat sesuai pilihan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan mengomunikasikan temuan penyelidikan di awal pelajaran dengan pertanyaan lisan: Murid diminta menyebutkan (1) satu peran anggota keluarga di rumah dan (2) posisi tahapan siklus hidupnya. (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan peran nyata seperti memasak/bekerja/belajar dan tahap hidup yang bersesuaian seperti dewasa/anak-anak).

Proses:

  • Pemeriksaan draf komunikasi tertulis murid: memastikan terdapat informasi siklus hidup manusia (bayi/anak-anak/remaja/dewasa/lansia) dan peran anggota keluarga (tugas harian di rumah).
  • Pengamatan komunikasi lisan saat aktivitas berpasangan: memastikan murid menyampaikan kedua aspek materi penyelidikan kepada teman pasangannya secara terstruktur.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal isian): Murid menuliskan satu kalimat simpulan hasil penyelidikan yang merangkum peran seorang anggota keluarga beserta tahapan siklus hidupnya. (Kriteria penerimaan: kalimat memuat subjek anggota keluarga, tahapan siklus hidupnya, dan perannya secara logis, misalnya: 'Kakak berada pada tahap remaja dan bertugas membantu mencuci piring di rumah').

Formatif:

  • Penilaian kinerja komunikasi tertulis pada lembar 'Laporan Perjalananku dan Keluargaku'
  • Observasi unjuk kerja komunikasi lisan saat aktivitas 'Estafet Cerita Penyelidik'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara TertulisBelum menuliskan hasil penyelidikan siklus hidup manusia maupun peran anggota keluarga pada media yang ditentukan.Menuliskan hasil penyelidikan tetapi hanya memuat salah satu materi (hanya siklus hidup manusia atau hanya peran anggota keluarga).Menuliskan hasil penyelidikan dengan memuat kedua materi (siklus hidup manusia dan peran anggota keluarga) secara lengkap pada media yang ditentukan.Menuliskan hasil penyelidikan dengan memuat kedua materi (siklus hidup manusia dan peran anggota keluarga) secara lengkap, rinci, dan mandiri tanpa panduan rumpang.
Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara LisanBelum dapat menyampaikan hasil penyelidikan siklus hidup manusia maupun peran anggota keluarga secara lisan kepada pasangan.Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan tetapi hanya mencakup salah satu unsur materi (siklus hidup saja atau peran saja).Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan mencakup kedua unsur materi (siklus hidup manusia dan peran anggota keluarga) kepada pasangan.Menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan mencakup kedua unsur materi (siklus hidup manusia dan peran anggota keluarga) secara runtut dan mandiri tanpa jeda bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk kegiatan mengomunikasikan hasil secara tertulis dan lisan sudah mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagaimana variasi media yang dipilih murid dalam mengomunikasikan data penyelidikan mereka?

Murid:

  • Apakah kamu merasa mudah menceritakan hasil penyelidikanmu kepada teman?
  • Bagian mana dari laporanmu yang paling kamu sukai saat kamu tuliskan?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Menganalisis siklus hidup makhluk hidup pada manusia berdasarkan tahapan pertumbuhannya
  • TP 3.3.2 Menjelaskan peran, tugas, dan tanggung jawab di sekitar tempat tinggal pada lingkungan keluarga
  • TP 3.3.3 Menjelaskan interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal pada kegiatan tolong-menolong dan berbagi
  • TP 3.3.4 Mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya mengenai ragam aktivitas dan peran anggota keluarga di rumah
  • TP 3.3.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai media tentang peran anggota keluarga dan siklus hidup manusia

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif, menyapa murid, memimpin doa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 3 yang mencakup dua bagian: pengerjaan lembar asesmen tertulis secara kelompok dan penyajian lisan hasil catatan penyelidikan peran keluarga serta siklus hidup manusia (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar asesmen tertulis kepada 7 kelompok (masing-masing 4 murid) dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (analisis siklus hidup manusia: menyusun urutan 5 tahapan yaitu Bayi, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Lanjut Usia beserta ciri pertumbuhan fisiknya) dan Bagian B (identifikasi 2 contoh interaksi sosial tolong-menolong serta berbagi di sekitar tempat tinggal) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Setiap kelompok secara serentak mengerjakan lembar asesmen tertulis: Bagian A menganalisis 5 tahapan siklus hidup manusia secara urut beserta cirinya [Butir 1 urutan: Bayi -> Anak-anak -> Remaja -> Dewasa -> Lanjut Usia; Butir 2 ciri: Bayi belum bisa berjalan/bicara, Anak-anak mulai belajar mandiri/tumbuh gigi, Remaja pubertas/perubahan fisik cepat, Dewasa fisik matang/siap bekerja, Lanjut Usia rambut memutih/kekuatan fisik menurun] dan Bagian B menuliskan 2 contoh interaksi sosial tolong-menolong dan berbagi di sekitar tempat tinggal [Butir 1: membantu tetangga/keluarga yang tertimpa musibah atau gotong royong membersihkan selokan; Butir 2: membagikan makanan/barang layak pakai kepada warga yang membutuhkan] (22 menit).
  • Masing-masing dari 7 kelompok secara bergantian melakukan penyajian lisan selama 5 menit di depan kelas menggunakan media bagan/kartu bergambar yang menjelaskan hasil catatan pengamatan aktivitas harian, peran/tugas/tanggung jawab anggota keluarga, serta keterkaitannya dengan tahapan siklus hidup manusia [Acuan presentasi: memuat peran ayah/ibu/anak, tugas harian di rumah, tanggung jawab anggota keluarga, dan keterkaitannya dengan kemampuan fisik pada siklus hidup manusia] dengan total durasi 35 menit (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru dan murid merefleksikan proses pengerjaan asesmen kelompok, mengumpulkan seluruh artefak lembar tertulis dan media bagan, serta memberi apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik umum mengenai pemahaman materi bab yang telah ditampilkan saat tertulis dan presentasi, serta menutup sesi pembelajaran Bab 3 dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: kelompok dengan murid yang membutuhkan bimbingan membaca instruksi diberikan penegasan petunjuk secara lisan oleh guru tanpa mengubah isi lembar asesmen, rubrik, maupun kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan presentasi lisan kelompok terstruktur: lembar kerja analisis siklus hidup dan tabel interaksi tolong-menolong serta penyajian lisan kelompok berisi bagan pengamatan peran keluarga dan siklus hidup manusia
  • tes tertulis dan penugasan serentak: lembar asesmen tertulis yang memuat analisis urutan tahapan siklus hidup manusia beserta cirinya dan isian identifikasi interaksi sosial tolong-menolong serta berbagi di sekitar tempat tinggal (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja)
  • unjuk kerja dan presentasi kelompok: penyajian lisan per kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing 5 menit) menggunakan media bagan/kartu bergambar yang menjelaskan hasil catatan pengamatan aktivitas harian, peran/tugas/tanggung jawab anggota keluarga, serta keterkaitannya dengan siklus hidup manusia (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan presentasi lisan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan presentasi lisan kelompok terstruktur: lembar kerja analisis siklus hidup dan tabel interaksi tolong-menolong serta penyajian lisan kelompok berisi bagan pengamatan peran keluarga dan siklus hidup manusia
  • tes tertulis dan penugasan serentak: lembar asesmen tertulis yang memuat analisis urutan tahapan siklus hidup manusia beserta cirinya dan isian identifikasi interaksi sosial tolong-menolong serta berbagi di sekitar tempat tinggal (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja)
  • unjuk kerja dan presentasi kelompok: penyajian lisan per kelompok (7 kelompok beranggotakan 4 murid, masing-masing 5 menit) menggunakan media bagan/kartu bergambar yang menjelaskan hasil catatan pengamatan aktivitas harian, peran/tugas/tanggung jawab anggota keluarga, serta keterkaitannya dengan siklus hidup manusia (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja dan presentasi lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Tahapan Siklus Hidup Manusia (TP 3.3.1 - Tertulis)Mengurutkan kurang dari 3 tahapan siklus hidup manusia dengan tepat dan belum menyertakan ciri pertumbuhan fisik sesuai acuan (acuan urutan: Bayi, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Lanjut Usia).Mengurutkan 3 tahapan siklus hidup manusia dengan tepat disertai 1-2 ciri fisik yang sesuai acuan.Mengurutkan 4 tahapan siklus hidup manusia dengan tepat disertai 3-4 ciri fisik yang sesuai acuan.Mengurutkan kelima tahapan siklus hidup manusia secara lengkap dan tepat (Bayi, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Lanjut Usia) disertai kelima ciri fisik pertumbuhan yang tepat sesuai acuan.
Menjelaskan Interaksi Sosial Tolong-Menolong dan Berbagi (TP 3.3.3 - Tertulis)Belum mampu menuliskan contoh interaksi tolong-menolong atau berbagi di sekitar tempat tinggal sesuai kriteria.Menuliskan 1 contoh interaksi sosial tolong-menolong atau berbagi di sekitar tempat tinggal dengan tepat.Menuliskan 2 contoh interaksi sosial (1 tolong-menolong dan 1 berbagi) di sekitar tempat tinggal dengan tepat namun penjelasan singkat.Menuliskan 2 contoh interaksi sosial (1 tolong-menolong dan 1 berbagi) di sekitar tempat tinggal secara tepat, jelas, dan kontekstual sesuai acuan.
Menjelaskan Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab Anggota Keluarga (TP 3.3.2 & TP 3.3.4 - Unjuk Kerja Presentasi)Penjelasan lisan hanya memuat 1 peran/tugas anggota keluarga berdasarkan catatan pengamatan tanpa membedakan tanggung jawabnya.Penjelasan lisan memuat 2 peran dan tugas anggota keluarga berdasarkan catatan pengamatan dengan tepat.Penjelasan lisan memuat peran, tugas, dan tanggung jawab dari 3 peran anggota keluarga (ayah, ibu, anak) berdasarkan catatan pengamatan secara tepat.Penjelasan lisan memuat peran, tugas, dan tanggung jawab seluruh anggota keluarga berdasarkan catatan pengamatan secara rinci serta mengaitkannya dengan tahapan siklus hidup manusia secara tepat.
Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Peran Keluarga dan Siklus Hidup Manusia (TP 3.3.5 - Presentasi Lisan)Penyajian lisan belum memanfaatkan media bagan/kartu bergambar dan isi penyelidikan peran serta siklus hidup belum terorganisasi.Penyajian lisan menggunakan media bagan/kartu bergambar namun hanya menyampaikan salah satu unsur (peran keluarga saja atau siklus hidup saja).Penyajian lisan terstruktur dengan media bagan/kartu bergambar yang memuat catatan peran keluarga dan siklus hidup manusia secara jelas.Penyajian lisan terstruktur, runtut, lancar, dan kolaboratif dengan memadukan media bagan/kartu bergambar yang menghubungkan peran keluarga dan siklus hidup manusia secara komprehensif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penugasan tertulis serentak (22 menit pengerjaan) dan presentasi bergantian 7 kelompok (35 menit) berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh pada pemahaman siklus hidup manusia serta pemahaman peran dan tanggung jawab keluarga?

Murid:

  • Apa hal paling berharga yang saya pelajari tentang peran anggota keluarga dan cara saling peduli di rumah serta lingkungan sekitar?
  • Bagian tugas mana (analisis tertulis atau presentasi kelompok) yang paling menunjukkan kerja sama terbaik kelompok saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2025, Kemendikdasmen
  2. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) 2025, Bab 3 Peduli dan Berbagi Halaman 52-56
  3. Kartu Ciri Pertumbuhan Fase Bayi dan Kanak-kanak
  4. Lembar Analisis Pertumbuhan Komparatif Siklus Hidup Manusia
  5. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
  6. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025) Halaman 54-56
  7. Set Kartu Permainan 'Teka-Teki Tumbuh Lanjutan' (Kartu Nama Tahap dan Kartu Ciri Fisik)
  8. Lembar Kerja Analisis Siklus Hidup Manusia
  9. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Kemendikdasmen 2025)
  10. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Kemendikdasmen 2025)
  11. Set 4 gambar stasiun situasi aktivitas keluarga di rumah (dapur, halaman, kamar, ruang tamu)
  12. Lembar Pengamatan Aktivitas Rumah
  13. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III Edisi Revisi (2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi, Panduan Khusus Halaman 78-83.
  14. Buku Siswa IPAS Kelas III Edisi Revisi (2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi, Subbab B 'Aku Peduli, Aku Pahlawan' Halaman 57-59.
  15. Lembar Kerja Murid: Tabel Pengamatan Peran Anggota Keluarga di Rumah (memuat 4 gambar peristiwa di Dapur, Kamar Tidur, Halaman Depan, dan Ruang Keluarga).
  16. Set Kartu Bergambar Peristiwa Keluarga untuk permainan Tebak Peran Cepat.
  17. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab 3: Peduli dan Berbagi
  18. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025, Bab 3: Peduli dan Berbagi
  19. Set Kartu Permainan Tebak Pasangan Peran dan Tugas di Sekitar Tempat Tinggal
  20. Lembar Kerja Murid 'Peran dan Tugas Keluargaku di Sekitar Rumah'
  21. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi
  22. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi, Kemendikdasmen 2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi
  23. Set kartu kasus situasi rumah 'Detektif Tanggung Jawab' dan lembar kerja analisis pasangan
  24. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi.
  25. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi.
  26. Set Kartu Skenario Interaksi Sosial Lingkungan Sekitar (S1, S2, S3, S4) dan Lembar Aktivitas Siswa.
  27. Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Kemendikdasmen
  28. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi
  29. Catatan hasil penyelidikan/pengamatan murid dari pertemuan sebelumnya
  30. Lembar 'Laporan Perjalananku dan Keluargaku' (Kartu Laporan Mini)
  31. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi
  32. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 3: Peduli dan Berbagi
  33. Lembar Asesmen Tertulis Sumatif Siklus Hidup dan Interaksi Sosial
  34. Bagan/kartu bergambar hasil pencatatan pengamatan peran keluarga dan tahapan pertumbuhan manusia karya kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.