MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Proyek Cerita Sejarah: Menyajikan Sejarah Keluarga dan Perubahan Sosial Budaya Secara Terpadu INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Proyek Cerita Sejarah: Menyajikan Sejarah Keluarga dan Perubahan Sosial Budaya Secara Terpadu |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan sejarah keluarganya sebagai bagian dari sejarah masyarakat tempat tinggalnya dalam bentuk tulisan sederhana, gambar, atau diagram.
- Murid dapat mengomunikasikan hasil proyek cerita sejarah keluarga dan perubahan sosial budaya secara tertulis maupun lisan menggunakan media sederhana.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa cerita paling menarik tentang keluargamu yang pernah kamu dengar dari orang tua atau kakek-nenekmu?
- Bagaimana cara kamu menceritakan sejarah keluargamu agar orang lain bisa memahami dan merasa tertarik mendengarnya?
- Apakah ada kebiasaan atau tradisi di keluargamu yang menurutmu sudah berubah dibandingkan dulu? Mengapa bisa berubah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran. (2 menit)
- Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan singkat: 'Siapa yang sudah menyiapkan bahan proyek cerita sejarah keluarganya? Apakah ada yang ingin menceritakan satu hal yang paling berkesan dari proses tersebut?' Guru mencatat respons murid untuk mengetahui kesiapan belajar. (5 menit)
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan mengajak 2–3 murid berbagi jawaban singkat di depan kelas untuk membangun antusiasme. (5 menit)
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menyempurnakan proyek cerita sejarah keluarga dan mempresentasikannya kepada teman-teman, lalu menghubungkan cerita tersebut dengan perubahan sosial budaya di lingkungan tempat tinggal. (3 menit)
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau membacakan contoh pendek 'Cerita Sejarah Keluarga' yang memuat: asal-usul keluarga, peristiwa penting, dan perubahan sosial budaya yang dialami. Guru menekankan bahwa cerita keluarga setiap orang adalah bagian kecil dari sejarah masyarakat yang lebih besar. (5 menit)
- Murid mengamati contoh tersebut dan guru mengajukan pertanyaan pengarah: 'Bagian mana yang menunjukkan perubahan sosial budaya?' dan 'Bagaimana cara penyaji menyampaikan ceritanya agar mudah dipahami?' Murid menjawab secara lisan bergantian. (5 menit)
- Guru bersama murid menyusun bersama di papan tulis 'Kriteria Proyek yang Bagus': (1) ada cerita asal-usul keluarga, (2) ada peristiwa penting, (3) ada hubungan dengan perubahan sosial budaya, (4) menggunakan media (tulisan, gambar, atau diagram), (5) disampaikan dengan jelas dan percaya diri. Murid mencatat kriteria ini di buku masing-masing. (5 menit)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengambil bahan proyek cerita sejarah keluarga yang telah disiapkan dari rumah (tulisan, gambar, foto, diagram, atau poster sederhana). Guru berkeliling untuk memastikan semua murid siap dengan bahan mereka. (3 menit)
- Murid diberi waktu untuk menyempurnakan proyek mereka berdasarkan kriteria yang sudah disusun bersama. Guru mendampingi dan memberikan umpan balik individual secara berkeliling. Murid yang sudah selesai dapat menambahkan hiasan sederhana atau keterangan tambahan pada media mereka. (10 menit)
- Kelas dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap murid mempresentasikan proyek cerita sejarah keluarganya kepada anggota kelompok secara bergantian. Pendengar diminta memberikan satu komentar positif dan satu pertanyaan kepada penyaji. (10 menit)
- Setelah presentasi kelompok kecil, guru memilih 2–3 murid secara sukarela untuk mempresentasikan proyeknya di depan kelas. Guru membimbing diskusi kelas untuk menemukan kesamaan dan perbedaan antara cerita keluarga yang disampaikan serta mengaitkannya dengan perubahan sosial budaya di masyarakat setempat. (7 menit)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar atau di tempat masing-masing, lalu memberikan lembar refleksi sederhana bergambar (tersedia tiga kolom: 'Yang aku pelajari hari ini', 'Yang aku banggakan dari cerita keluargaku', 'Yang ingin aku tanyakan lebih lanjut'). Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri. (5 menit)
- Guru memfasilitasi sharing refleksi: 3–4 murid membacakan apa yang mereka banggakan dari cerita keluarganya. Guru merangkum dengan menegaskan bahwa setiap cerita keluarga adalah bagian berharga dari sejarah masyarakat, dan perbedaan asal-usul serta tradisi adalah kekayaan yang patut disyukuri. (5 menit)
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: sejarah keluarga adalah bagian dari sejarah masyarakat, dan setiap keluarga memiliki cerita unik yang mencerminkan perubahan sosial budaya dari masa ke masa. (3 menit)
- Guru melakukan asesmen akhir singkat dengan meminta murid menuliskan satu kalimat di sticky note atau selembar kertas kecil: 'Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang sejarah keluarga dan perubahan sosial budaya adalah …' Kertas dikumpulkan sebagai bukti belajar. (4 menit)
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian berbagi cerita keluarga. (1 menit)
- Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat berbagi cerita proyek ini kepada keluarga di rumah dan mendiskusikan apakah ada cerita lain yang belum sempat diceritakan. (1 menit)
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam. (1 menit)
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum memiliki banyak informasi tentang sejarah keluarganya dapat menggunakan cerita keluarga fiktif sederhana yang disediakan guru sebagai alternatif, atau fokus pada satu peristiwa penting saja tanpa harus mencakup keseluruhan asal-usul.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat menggunakan template terstruktur (kerangka cerita bergambar dengan kotak isian) yang disediakan guru. Murid yang sudah mahir dapat diminta menghubungkan cerita keluarganya dengan minimal dua perubahan sosial budaya di masyarakat dan menjelaskan sebab-akibatnya.
- Produk: Murid bebas memilih bentuk penyajian proyek: tulisan narasi sederhana, gambar berseri dengan keterangan, diagram silsilah keluarga dengan keterangan peristiwa, atau gabungan gambar dan tulisan. Murid yang lebih siap dapat membuat mini-buku cerita keluarga.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat di awal pembelajaran: 'Siapa yang sudah menyiapkan bahan proyek cerita sejarah keluarganya?' dan 'Cerita apa yang paling berkesan yang kamu temukan saat menyiapkan proyek ini?' untuk mengetahui kesiapan dan pemahaman awal murid.
- Guru mengamati dan mencatat murid yang sudah membawa bahan lengkap, bahan sebagian, atau belum membawa bahan sama sekali sebagai dasar diferensiasi proses.
Proses:- Guru berkeliling kelas saat murid menyempurnakan proyek dan memberikan umpan balik langsung (lisan) terhadap kesesuaian isi proyek dengan kriteria yang disepakati.
- Penilaian sejawat terstruktur saat presentasi kelompok kecil: setiap murid diminta menyampaikan satu hal positif dan satu pertanyaan kepada penyaji sebagai bentuk asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).
- Guru mencatat murid yang mampu atau belum mampu menghubungkan cerita keluarga dengan perubahan sosial budaya saat diskusi kelas sebagai umpan balik untuk tindak lanjut.
Akhir:- Murid mengumpulkan produk proyek akhir (tulisan, gambar, atau diagram cerita sejarah keluarga) yang dinilai guru menggunakan rubrik 4 level.
- Murid mengisi lembar refleksi atau menulis satu kalimat pada sticky note tentang hal yang dipelajari hari ini, sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran 3.2.9.1 dan 3.2.9.2.
Formatif:- Observasi guru saat murid menyempurnakan proyek (kesesuaian isi dengan kriteria yang disepakati bersama).
- Penilaian sejawat saat presentasi kelompok kecil: setiap pendengar memberikan satu komentar positif dan satu pertanyaan kepada penyaji.
- Pengamatan guru terhadap kemampuan murid menghubungkan cerita keluarga dengan perubahan sosial budaya saat diskusi kelas.
Sumatif:- Produk proyek cerita sejarah keluarga dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kelengkapan isi cerita, keterkaitan dengan perubahan sosial budaya, kejelasan media penyajian, dan kemampuan komunikasi lisan.
- Isian lembar refleksi akhir (sticky note) sebagai bukti pemahaman murid terhadap tujuan pembelajaran.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Isi Cerita Sejarah Keluarga | Cerita tidak memuat informasi tentang asal-usul keluarga atau peristiwa penting sama sekali. | Cerita memuat salah satu unsur (asal-usul atau peristiwa penting) namun belum terhubung satu sama lain. | Cerita memuat asal-usul keluarga dan peristiwa penting yang saling terhubung dengan cukup jelas. | Cerita memuat asal-usul keluarga, peristiwa penting, dan kaitannya dengan sejarah masyarakat secara jelas dan lengkap. | | Keterkaitan dengan Perubahan Sosial Budaya | Tidak menyebutkan perubahan sosial budaya sama sekali dalam cerita. | Menyebutkan satu perubahan sosial budaya namun belum menjelaskan keterkaitannya dengan cerita keluarga. | Menyebutkan dan menjelaskan satu perubahan sosial budaya yang terkait dengan cerita keluarganya. | Menyebutkan dan menjelaskan lebih dari satu perubahan sosial budaya serta mengaitkannya dengan kehidupan masyarakat sekarang. | | Kejelasan dan Kreativitas Media Penyajian | Media penyajian (tulisan, gambar, atau diagram) tidak dapat dipahami atau tidak ada. | Media penyajian ada namun sulit dipahami karena kurang jelas atau tidak lengkap. | Media penyajian cukup jelas, rapi, dan mudah dipahami oleh orang lain. | Media penyajian sangat jelas, kreatif, rapi, dan mampu menarik perhatian pembaca/pendengar. | | Kemampuan Komunikasi Lisan | Murid tidak mau atau tidak mampu menyampaikan cerita secara lisan. | Murid menyampaikan cerita secara lisan namun sangat singkat dan sulit dipahami. | Murid menyampaikan cerita secara lisan dengan cukup jelas dan dapat dipahami pendengar. | Murid menyampaikan cerita secara lisan dengan jelas, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dari teman. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mempresentasikan proyeknya, baik dalam kelompok kecil maupun di depan kelas?
- Apakah murid mampu menghubungkan cerita sejarah keluarganya dengan perubahan sosial budaya di masyarakat? Strategi apa yang perlu diperkuat jika masih banyak yang belum mampu?
- Apakah diferensiasi yang diberikan (template, pilihan media, tingkat kompleksitas) sudah memenuhi kebutuhan semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan dan yang sudah sangat siap?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk seluruh rangkaian kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang sejarah keluargamu atau perubahan sosial budaya di tempat tinggalmu?
- Bagaimana perasaanmu saat menceritakan sejarah keluargamu kepada teman-teman? Apakah ada hal yang membuatmu bangga?
- Apakah ada pertanyaan tentang sejarah keluargamu yang belum terjawab dan ingin kamu cari tahu lebih lanjut?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti (Penulis: Aldilla Kusumawardhani, Kristianti Fatimah, Nur Ilmi Setianingsih)
- Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Edisi Revisi 2025 — Panduan Khusus Bab II
- Bahan proyek murid: foto keluarga lama, catatan wawancara orang tua/kakek-nenek, gambar atau tulisan tentang peristiwa penting keluarga (disiapkan dari rumah)
- Lembar template kerangka cerita bergambar (untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan, disiapkan guru)
- Lembar refleksi bergambar tiga kolom (disiapkan guru)
- Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen akhir
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk menyusun kriteria proyek bersama
- Contoh cerita sejarah keluarga sederhana (disiapkan guru sebagai model di tahap Memahami)
|