Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Peninggalan Budaya: Mengenal Jejak Sejarah Masyarakat Melalui Benda dan Tradisi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 3 dengan topik "Peninggalan Budaya: Mengenal Jejak Sejarah Masyarakat Melalui Benda dan Tradisi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3: Peninggalan Budaya: Mengenal Jejak Sejarah Masyarakat Melalui Benda dan Tradisi

IPAS - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Peninggalan Budaya: Mengenal Jejak Sejarah Masyarakat Melalui Benda dan Tradisi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikPeninggalan Budaya: Mengenal Jejak Sejarah Masyarakat Melalui Benda dan Tradisi
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan minimal 3 contoh peninggalan budaya (benda, bangunan bersejarah, atau tradisi) yang ada di lingkungan sekitarnya sebagai bagian dari sejarah masyarakat.
  2. Murid dapat mengamati dan mencatat ciri-ciri peninggalan budaya di sekitarnya secara sederhana melalui kegiatan pengamatan gambar dengan menggunakan lembar pengamatan yang disediakan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat bangunan tua atau benda kuno di sekitar tempat tinggalmu? Kira-kira, cerita apa yang tersimpan di baliknya?
  2. Tradisi apa yang biasa dilakukan warga di daerahmu yang sudah ada sejak dulu hingga sekarang?
  3. Mengapa kita perlu mengenal dan menjaga peninggalan budaya yang ada di sekitar kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai wujud syukur atas keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan 2 gambar (contoh: candi dan kegiatan upacara adat) lalu bertanya, 'Siapa yang pernah melihat benda atau tempat seperti ini? Apa namanya?' Guru mencatat respons murid di papan tulis sebagai peta pengetahuan awal. (5 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi waktu murid menjawab secara bebas. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar mengenal peninggalan budaya — benda, bangunan, dan tradisi yang menjadi jejak sejarah masyarakat kita.' (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 4–6 gambar peninggalan budaya dari berbagai daerah Indonesia (misalnya: Candi Borobudur, rumah adat Minangkabau, keris, upacara Ngaben, tari Saman, batik). Gambar ditempel di papan atau ditampilkan melalui proyektor. (5 menit)
  • Guru menjelaskan secara singkat tiga kategori peninggalan budaya: (1) benda bersejarah — benda buatan manusia dari masa lalu, (2) bangunan bersejarah — tempat atau gedung yang memiliki nilai sejarah, (3) tradisi — kebiasaan atau upacara turun-temurun. Guru menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan murid. (7 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan, 'Dari gambar-gambar tadi, mana yang termasuk benda, bangunan, dan tradisi?' Murid menjawab secara bergantian, guru membimbing dan meluruskan pemahaman. (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Pengamatan yang berisi 3 gambar peninggalan budaya berbeda (dipilih dari lingkungan sekitar atau daerah setempat jika memungkinkan). (2 menit)
  • Setiap kelompok mengamati gambar-gambar tersebut dan mengisi lembar pengamatan sederhana yang memuat kolom: Nama Peninggalan, Jenis (Benda/Bangunan/Tradisi), Ciri-Ciri yang Terlihat (minimal 2 ciri), dan Ditemukan di Mana. (10 menit)
  • Guru berkeliling memantau proses pengamatan, memberikan bantuan berupa pertanyaan pancingan seperti 'Apa yang kamu lihat pada gambar ini? Warnanya bagaimana? Bentuknya seperti apa?' untuk mendorong murid mengamati lebih teliti. (selama kegiatan berlangsung)
  • Satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya secara lisan di depan kelas (cukup 1–2 kelompok untuk efisiensi waktu). Kelompok lain menyimak dan boleh menanggapi. (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik: 'Setelah belajar tadi, mengapa menurutmu peninggalan budaya penting untuk dijaga?' Murid menjawab secara lisan. (4 menit)
  • Murid secara mandiri menuliskan satu kalimat di buku tulis: 'Peninggalan budaya yang ada di sekitar tempat tinggalku adalah... dan ciri-cirinya adalah...' (3 menit)
  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran dengan metode 'Kalimat Penutup Bersama': guru memulai kalimat, murid melanjutkan secara bersama-sama, misalnya 'Peninggalan budaya adalah... yang bisa berupa... dan kita perlu menjaganya karena...' (3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman singkat: tiga jenis peninggalan budaya dan pentingnya menjaga warisan budaya. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: menyebutkan nama satu peninggalan budaya dan meminta murid menyebutkan jenisnya (benda/bangunan/tradisi) serta satu ciri-cirinya. Dilakukan untuk 3–4 murid secara acak. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pesan nilai: 'Peninggalan budaya adalah hadiah dari nenek moyang kita. Dengan mengenalnya, kita menghargai kerja keras dan kecerdasan mereka.' (1 menit)
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (3 pertanyaan centang). (2 menit)
  • Guru menutup kelas dengan doa dan salam. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan tantangan lebih: diberikan gambar peninggalan budaya yang lebih kompleks atau kurang familiar, dan diminta menuliskan minimal 4 ciri-ciri serta membuat kalimat penjelasan singkat mengapa benda tersebut penting. Untuk murid yang membutuhkan dukungan: diberikan gambar yang sudah dilengkapi label nama dan diminta hanya mencocokkan jenis (benda/bangunan/tradisi) serta menyebutkan 1 ciri yang paling menonjol.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan: guru mendampingi langsung dalam kelompok kecil saat pengisian lembar pengamatan, dengan memberikan pertanyaan pancingan lebih terstruktur ('Lihat warnanya, apa yang kamu lihat?'). Untuk murid yang cepat selesai: diminta membantu menjelaskan kepada teman kelompok atau membuat pertanyaan tentang gambar yang mereka amati.
  • Produk: Murid dapat menyampaikan hasil pengamatan dalam bentuk lisan (presentasi), tulisan (isian lembar kerja), atau gambar sederhana disertai keterangan, sesuai kemampuan dan preferensi masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 2 gambar (bangunan bersejarah dan kegiatan tradisi) dan bertanya secara lisan: 'Pernah lihat ini? Apa namanya? Ini termasuk apa?' Guru mencatat respons di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal murid sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan terbuka: 'Apakah di sekitar rumah atau desa kalian ada bangunan tua atau kegiatan tradisi yang rutin dilakukan? Ceritakan!'

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif saat diskusi klasikal mengidentifikasi gambar (apakah murid dapat membedakan jenis peninggalan budaya).
  • Pengecekan langsung Lembar Kerja Pengamatan per kelompok saat kegiatan berlangsung: guru memastikan kolom Nama, Jenis, dan Ciri-Ciri terisi dengan benar dan relevan.
  • Pertanyaan lisan eksplorasi saat guru berkeliling: 'Kenapa kamu menulis ini sebagai tradisi? Apa ciri-ciri yang kamu amati dari gambar ini?'

Akhir:

  • Tes lisan individual: guru menyebut satu nama peninggalan budaya, murid diminta menyebutkan jenisnya dan minimal satu ciri-cirinya. Dilakukan kepada 3–4 murid secara acak sebagai sampel representatif.
  • Kalimat mandiri di buku tulis: murid menulis satu peninggalan budaya di sekitarnya beserta ciri-cirinya — digunakan sebagai bukti pencapaian TP 3.2.5.1 dan 3.2.5.2.
  • Lembar refleksi diri murid (centang): 'Aku bisa menyebutkan contoh peninggalan budaya', 'Aku bisa menyebutkan ciri-cirinya', 'Aku tahu pentingnya menjaga peninggalan budaya'.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat tanya-jawab identifikasi gambar (mencatat siapa yang aktif merespons dan ketepatan jawabannya).
  • Pemantauan isian Lembar Kerja Pengamatan kelompok: guru berkeliling mengecek apakah murid mampu mengisi kolom jenis dan ciri-ciri dengan benar.
  • Penilaian kalimat mandiri di buku tulis: guru mengecek apakah murid dapat menyebutkan satu contoh peninggalan budaya berikut ciri-cirinya.

Sumatif:

  • Tes lisan akhir pertemuan: guru menyebutkan nama peninggalan budaya, murid menyebutkan jenisnya dan minimal satu ciri. Dinilai berdasarkan rubrik 4 level.
  • Lembar Kerja Pengamatan yang dikumpulkan sebagai portofolio: dinilai berdasarkan kelengkapan kolom dan ketepatan pengkategorian.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan contoh peninggalan budaya (TP 3.2.5.1)Belum dapat menyebutkan contoh peninggalan budaya, atau menyebutkan contoh yang tidak relevan meskipun dengan bimbingan guru.Dapat menyebutkan 1 contoh peninggalan budaya dengan bimbingan guru, namun belum dapat menentukan jenisnya (benda/bangunan/tradisi) dengan benar.Dapat menyebutkan 2 contoh peninggalan budaya secara mandiri dan menentukan jenisnya dengan benar.Dapat menyebutkan minimal 3 contoh peninggalan budaya dari berbagai jenis (benda, bangunan, dan/atau tradisi) secara mandiri dan menjelaskan kaitannya dengan sejarah masyarakat setempat.
Mengamati dan mencatat ciri-ciri peninggalan budaya (TP 3.2.5.2)Belum dapat mengidentifikasi ciri-ciri peninggalan budaya dari gambar meskipun dengan bimbingan, atau tidak mengisi lembar pengamatan.Dapat mencatat 1 ciri-ciri peninggalan budaya dari gambar dengan bimbingan guru, isian kurang lengkap atau kurang tepat.Dapat mengamati dan mencatat 2 ciri-ciri peninggalan budaya dari gambar secara mandiri dengan isian yang relevan dan cukup tepat.Dapat mengamati dan mencatat minimal 3 ciri-ciri peninggalan budaya dari gambar secara mandiri, disertai deskripsi yang rinci dan tepat (misalnya: warna, bentuk, bahan, atau fungsinya).

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai kedua tujuan pembelajaran hari ini? Siapa yang perlu mendapat perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah contoh-contoh peninggalan budaya yang digunakan sudah cukup dekat dengan konteks kehidupan murid di daerah ini?
  • Apakah tiga tahap kegiatan inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berjalan dengan alokasi waktu yang proporsional?
  • Apa yang perlu diperbaiki dari Lembar Kerja Pengamatan agar lebih mudah dipahami murid?

Refleksi Murid:

  • Apa satu peninggalan budaya baru yang kamu pelajari hari ini yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
  • Menurutmu, apa yang bisa kamu lakukan untuk ikut menjaga peninggalan budaya di sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas 3 SD/MI (Edisi Revisi 2025) — Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti. Penulis: Aldilla Kusumawardhani, Kristianti Fatimah, Nur Ilmi Setianingsih. Kemdikdasmen RI.
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 3 SD/MI (Edisi Revisi 2025) — Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti. Kemdikdasmen RI.
  3. Gambar-gambar peninggalan budaya daerah setempat (dicetak atau ditampilkan via proyektor): contoh candi, rumah adat, benda pusaka, upacara tradisional, kesenian daerah.
  4. Lembar Kerja Pengamatan (LKP) yang disiapkan guru berisi kolom: Nama Peninggalan, Jenis, Ciri-Ciri, Lokasi/Daerah.
  5. Lembar refleksi diri murid (format centang, 3 pernyataan).
  6. Papan tulis atau media tayang (proyektor/TV) untuk menampilkan gambar.
  7. Alat tulis murid (pensil, buku tulis).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.