MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Peristiwa Bersejarah di Tempat Tinggalku: Mengenal Sejarah Lingkungan Sekitar INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Peristiwa Bersejarah di Tempat Tinggalku: Mengenal Sejarah Lingkungan Sekitar |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyebutkan minimal satu peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalnya berdasarkan hasil wawancara sederhana atau cerita dari narasumber.
- Murid dapat merencanakan dan melakukan penyelidikan sederhana (wawancara tokoh masyarakat atau orang tua) dengan panduan guru untuk menggali informasi sejarah lingkungan sekitar.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah kamu tahu nama tempat atau jalan di sekitar rumahmu? Kira-kira, dari mana ya nama itu berasal?
- Pernahkah kamu bertanya kepada kakek, nenek, atau orang tua tentang bagaimana keadaan lingkungan sekitar rumahmu dulu sebelum kamu lahir?
- Apa yang menurutmu sudah berubah di lingkunganmu dari zaman dulu sampai sekarang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kondisi kelas siap untuk belajar.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang tahu cerita unik atau peristiwa penting yang pernah terjadi di lingkungan rumah kalian?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan untuk memancing rasa ingin tahu murid tentang sejarah lingkungan sekitar mereka.
- Guru menjelaskan secara singkat tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar mengenal sejarah lingkungan sekitar dan berlatih merencanakan wawancara sederhana kepada orang-orang di sekitar mereka.
- Guru menyampaikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan: mendengarkan cerita, menyusun pertanyaan wawancara, dan berlatih berwawancara.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Guru membacakan atau menceritakan sebuah kisah pendek fiktif tentang seorang anak yang menemukan cerita menarik di balik nama kampungnya dari kakeknya — misalnya, dulu ada pohon besar yang dijadikan tempat berkumpul warga, lalu kampungnya dinamai sesuai pohon itu. Kisah dibawakan dengan ekspresif dan menarik. (Prinsip: Menggembirakan)
- Guru mengajukan pertanyaan lisan kepada kelas: 'Menurutmu, siapa saja kira-kira yang bisa kita tanya untuk mengetahui cerita lama seperti itu?' Murid menjawab secara bergantian. Guru menampung semua jawaban di papan tulis. (Prinsip: Berkesadaran)
- Guru menjelaskan konsep 'penyelidikan sejarah lingkungan' secara sederhana: bahwa untuk tahu cerita masa lalu, kita bisa bertanya kepada orang yang sudah lama tinggal di sana, seperti kakek, nenek, orang tua, atau tetangga tua. Guru memberikan contoh pertanyaan wawancara: 'Dulu, apa yang ada di tempat ini sebelum jadi seperti sekarang?' (Prinsip: Bermakna)
- Guru menunjukkan lembar persiapan wawancara (Lampiran 2.1) dan menjelaskan setiap bagiannya satu per satu: nama narasumber, daftar pertanyaan, dan kolom catatan jawaban.
- Murid diminta mengamati lembar wawancara dan bertanya jika ada bagian yang belum dipahami. (Prinsip: Berkesadaran)
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):- Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan lembar persiapan wawancara kepada setiap murid.
- Dalam kelompok, murid berdiskusi dan menyusun minimal 3 pertanyaan wawancara yang ingin mereka ajukan kepada narasumber di rumah. Guru memberikan kata kunci panduan di papan tulis: 'peristiwa', 'perubahan', 'dulu dan sekarang', 'tokoh', 'tempat'. (Prinsip: Bermakna)
- Guru berkeliling kelas untuk mengobservasi proses penyusunan pertanyaan setiap kelompok. Guru memberikan umpan balik lisan langsung kepada kelompok yang pertanyaannya masih terlalu umum atau kurang jelas, dengan membimbing menyusun kalimat tanya yang lebih spesifik. (Prinsip: Berkesadaran)
- Setelah pertanyaan tersusun, setiap kelompok melakukan simulasi wawancara di dalam kelas: satu murid berperan sebagai narasumber (menggunakan imajinasi atau pengalaman yang mereka tahu), dan murid lainnya berperan sebagai pewawancara menggunakan pertanyaan yang sudah disusun. (Prinsip: Menggembirakan)
- Guru mengingatkan etika wawancara: bersikap sopan, memperkenalkan diri terlebih dahulu, dan mengucapkan terima kasih setelah wawancara selesai.
- Guru menjelaskan tugas wawancara sesungguhnya yang akan dilakukan murid di rumah dalam 1–2 hari ke depan: mewawancarai kakek, nenek, orang tua, atau tetangga yang sudah lama tinggal di lingkungan sekitar, menggunakan lembar persiapan yang sudah diisi. (Prinsip: Bermakna)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):- Guru mengajak perwakilan 2–3 kelompok untuk mempresentasikan pertanyaan wawancara yang sudah mereka susun. Kelompok lain memberikan tanggapan atau saran tambahan pertanyaan. (Prinsip: Komunikasi, Menggembirakan)
- Guru memandu diskusi kelas singkat: 'Apa yang kalian harapkan akan kalian temukan dari wawancara ini? Apa yang ingin kalian ketahui?' Murid menjawab secara bebas. (Prinsip: Bermakna)
- Murid secara individu mengisi bagian 'Rencana Penyelidikanku' di lembar wawancara: menuliskan nama narasumber yang akan mereka tuju dan waktu rencana wawancara. (Prinsip: Kemandirian, Berkesadaran)
- Guru meminta murid meluangkan waktu sejenak untuk duduk tenang dan bertanya dalam hati: 'Apa satu hal yang paling ingin aku cari tahu tentang lingkungan tempat tinggalku?' Murid boleh menuliskannya di pojok lembar wawancara sebagai pengingat semangat. (Prinsip: Berkesadaran)
Penutup:- Guru bersama murid membuat rangkuman singkat pembelajaran hari ini: apa itu penyelidikan sejarah lingkungan dan bagaimana cara melakukan wawancara sederhana.
- Guru melakukan asesmen akhir lisan dengan meminta 2–3 murid menyebutkan satu peristiwa atau perubahan yang mereka sudah tahu terjadi di lingkungan mereka, atau menyebutkan satu pertanyaan yang akan mereka ajukan kepada narasumber.
- Guru mengingatkan kembali tugas wawancara di rumah: lakukan wawancara kepada narasumber dalam 1–2 hari ke depan menggunakan lembar persiapan yang sudah diisi, lalu bawa hasilnya ke pertemuan berikutnya.
- Guru menyampaikan pesan motivasi: 'Kalian adalah detektif sejarah! Cerita-cerita lama di sekitar rumah kalian menunggu untuk ditemukan.'
- Guru mengajak murid mengisi lembar refleksi diri sederhana (3 pertanyaan singkat tertulis) secara individual.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep 'peristiwa bersejarah', guru menyediakan kartu gambar bergambar contoh perubahan lingkungan (misalnya gambar sawah berubah menjadi perumahan, atau gambar pasar tradisional berubah menjadi minimarket) sebagai referensi konkret. Untuk murid yang sudah memahami, guru mendorong mereka untuk memikirkan lebih dari satu peristiwa bersejarah dan mencari keterkaitannya.
- Proses: Untuk murid yang mengalami kesulitan menyusun pertanyaan wawancara, guru mendampingi secara langsung dengan memberikan kalimat pertanyaan setengah jadi yang perlu dilengkapi, misalnya: 'Dulu, tempat ini adalah.... Sekarang berubah menjadi....' Untuk murid yang lebih cepat, guru mengajak mereka membantu teman sekelompok yang masih kesulitan sebagai 'tutor sebaya'.
- Produk: Murid yang memerlukan dukungan dapat mengisi lembar wawancara dengan bantuan gambar atau coretan sederhana untuk menggambarkan pertanyaannya. Murid yang sudah siap dapat diminta menyusun pertanyaan tambahan di luar panduan guru dan menentukan sendiri narasumber yang paling relevan untuk diwawancarai.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Siapa yang tahu cerita unik atau peristiwa penting yang pernah terjadi di lingkungan rumah kalian?' — guru mencatat murid yang sudah memiliki pengetahuan awal dan yang belum untuk menyesuaikan pendampingan selama kegiatan.
- Guru meminta murid mengangkat tangan: 'Siapa yang pernah bertanya kepada kakek, nenek, atau orang tua tentang cerita masa lalu di lingkungan kalian?' — digunakan untuk memetakan pengalaman awal murid dengan wawancara informal.
Proses:- Observasi berkeliling kelas selama diskusi kelompok menyusun pertanyaan wawancara: guru mencatat nama murid yang aktif berkontribusi, yang pasif, dan yang membutuhkan bimbingan ekstra.
- Pemeriksaan singkat lembar persiapan wawancara sebelum simulasi dimulai: guru memastikan setiap murid sudah memiliki minimal 3 pertanyaan yang relevan sebelum melanjutkan ke tahap simulasi.
- Pengamatan simulasi wawancara antar murid: guru menilai penggunaan bahasa sopan, kemampuan mengajukan pertanyaan dari lembar, dan kemampuan mencatat jawaban secara singkat.
- Umpan balik lisan langsung (feedback on the spot) kepada kelompok atau individu yang pertanyaannya perlu diperbaiki agar lebih terarah dan spesifik.
Akhir:- Penilaian lisan di penutup: 2–3 murid diminta menyebutkan satu peristiwa atau perubahan yang mereka ketahui di lingkungan tempat tinggalnya, atau satu pertanyaan terbaik yang akan mereka ajukan kepada narasumber.
- Pengumpulan lembar persiapan wawancara yang sudah diisi lengkap sebagai bukti fisik rencana penyelidikan murid. Guru memeriksa kelengkapan: nama narasumber, minimal 3 pertanyaan relevan, dan rencana waktu.
- Lembar refleksi diri murid (3 pertanyaan singkat): digunakan sebagai data asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) untuk mengetahui kesadaran murid terhadap proses belajarnya sendiri.
Formatif:- Observasi guru saat murid berdiskusi kelompok dalam menyusun pertanyaan wawancara: dinilai dari keaktifan, relevansi pertanyaan yang disusun, dan kemampuan bekerja sama.
- Penilaian lembar persiapan wawancara yang diisi murid: diperiksa kelengkapan nama narasumber, minimal 3 pertanyaan wawancara yang relevan, dan rencana waktu wawancara.
- Penilaian simulasi wawancara: dinilai dari kemampuan menggunakan pertanyaan yang sudah disusun, sikap sopan santun, dan kemampuan mendengarkan jawaban narasumber.
Sumatif:- Murid menyebutkan secara lisan minimal satu peristiwa bersejarah yang sudah mereka ketahui di lingkungan tempat tinggalnya (dilakukan di penutup sebagai asesmen awal pencapaian TP 3.2.4.1).
- Lembar persiapan wawancara yang lengkap dan terisi dengan baik sebagai bukti murid telah merencanakan penyelidikan sederhana (TP 3.2.4.2). Hasil wawancara sesungguhnya akan dinilai pada pertemuan berikutnya.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggal (TP 3.2.4.1) | Murid belum dapat menyebutkan peristiwa bersejarah apapun di lingkungan tempat tinggalnya, meskipun sudah mendapat bantuan dari guru. | Murid dapat menyebutkan satu peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggalnya dengan bantuan pertanyaan pancingan dari guru. | Murid dapat menyebutkan satu peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggalnya secara mandiri dengan penjelasan singkat tentang apa yang terjadi. | Murid dapat menyebutkan lebih dari satu peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggalnya secara mandiri, lengkap dengan penjelasan tentang siapa yang terlibat dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan sekarang. | | Merencanakan penyelidikan sederhana — menyusun pertanyaan wawancara (TP 3.2.4.2) | Murid belum dapat menyusun pertanyaan wawancara meskipun sudah mendapat panduan dari guru. Lembar persiapan kosong atau pertanyaan tidak relevan dengan topik sejarah lingkungan. | Murid dapat menyusun 1–2 pertanyaan wawancara yang relevan dengan topik sejarah lingkungan, dengan bantuan bimbingan langsung dari guru atau teman. | Murid dapat menyusun minimal 3 pertanyaan wawancara yang relevan dan terstruktur dengan baik secara mandiri, serta menentukan narasumber yang akan diwawancarai. | Murid dapat menyusun lebih dari 3 pertanyaan wawancara yang relevan, terstruktur, dan beragam (meliputi pertanyaan tentang peristiwa, tokoh, dan perubahan) secara mandiri, serta dapat menjelaskan alasan pemilihan narasumbernya. | | Melakukan penyelidikan sederhana — simulasi wawancara di kelas (TP 3.2.4.2) | Murid belum dapat melakukan simulasi wawancara. Tidak menggunakan pertanyaan yang sudah disusun dan tidak menunjukkan sikap sopan santun selama simulasi. | Murid dapat melakukan simulasi wawancara dengan menggunakan sebagian pertanyaan yang sudah disusun, meskipun masih memerlukan dorongan dari guru. Mulai menunjukkan sikap sopan kepada narasumber. | Murid dapat melakukan simulasi wawancara menggunakan semua pertanyaan yang sudah disusun secara mandiri, bersikap sopan santun, dan mencatat jawaban narasumber secara singkat. | Murid dapat melakukan simulasi wawancara secara lancar, menggunakan semua pertanyaan yang sudah disusun, bersikap sangat sopan dan empatik, mencatat jawaban dengan rapi, dan mengajukan pertanyaan lanjutan secara spontan berdasarkan jawaban narasumber. | | Kolaborasi dan partisipasi dalam diskusi kelompok | Murid tidak terlibat dalam diskusi kelompok. Tidak berkontribusi dalam menyusun pertanyaan bersama. | Murid terlibat dalam diskusi kelompok dengan sesekali memberikan ide atau merespons ide teman. | Murid aktif terlibat dalam diskusi kelompok, memberikan ide pertanyaan, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik. | Murid sangat aktif dalam diskusi kelompok: memimpin atau mendorong jalannya diskusi, memberikan ide yang konstruktif, menghargai semua pendapat teman, dan membantu teman yang kesulitan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid tentang sejarah lingkungan sekitar mereka?
- Apakah semua murid berhasil menyusun minimal 3 pertanyaan wawancara yang relevan? Jika tidak, kelompok atau individu mana yang perlu perhatian lebih di pertemuan berikutnya?
- Apakah simulasi wawancara berjalan dengan efektif sebagai latihan sebelum wawancara sesungguhnya di rumah? Apa yang perlu diperbaiki?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan maupun yang sudah siap maju lebih jauh?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit sudah cukup untuk semua tahap pembelajaran? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
Refleksi Murid:- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang cara mengetahui sejarah lingkungan sekitarmu?
- Pertanyaan apa yang paling ingin kamu tanyakan kepada narasumber di rumah? Mengapa pertanyaan itu penting bagimu?
- Bagaimana perasaanmu saat berlatih wawancara bersama teman tadi? Apa yang terasa mudah dan apa yang terasa sulit?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi) — Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti, halaman 69–70
- Buku Siswa IPAS Kelas III — Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti, halaman 33–41
- Lampiran 2.1: Lembar Persiapan Wawancara (tersedia melalui kode QR di buku guru) — satu lembar per murid
- Papan tulis dan spidol untuk menampilkan kata kunci panduan pertanyaan wawancara
- Kartu gambar perubahan lingkungan (opsional, untuk diferensiasi murid yang membutuhkan dukungan visual) — dapat dibuat guru dari gambar sederhana atau foto lingkungan setempat
- Contoh pertanyaan wawancara yang ditulis guru di papan tulis sebagai referensi murid
|