MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 2 — Dahulu, Kini, dan Nanti INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Dahulu, Kini, dan Nanti |
|---|
| Alokasi Waktu | 23 JP (23 x 35 menit = 805 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.2.1 Mengamati peristiwa dalam sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.2.2 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal melalui silsilah keluarga dan cerita masa lalu
- TP 3.2.3 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal berdasarkan perkembangan sosial budaya dari waktu ke waktu
- TP 3.2.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang sejarah keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal secara lisan dan tertulis
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja peristiwa penting yang pernah terjadi di dalam keluargamu?
- Bagaimana caramu mengamati dan mencatat peristiwa masa lalu dalam keluargamu agar tidak terlupakan?
- Peristiwa penting apa saja yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggal kita pada masa lalu?
- Bagaimana cara kita mencari tahu dan mencatat kejadian bersejarah yang dialami bersama oleh warga di sekitar rumah kita?
- Bagaimana kita bisa mengetahui asal-usul kakek dan nenek kita dari masa lalu?
- Mengapa susunan silsilah keluarga dapat membantu kita memahami sejarah perpindahan dan kehidupan keluarga kita?
- Bagaimana kisah kakek atau nenekmu ketika pertama kali tinggal di lingkungan rumahmu?
- Apakah ada peristiwa masa lalu di lingkungan tempat tinggalmu yang pernah dialami langsung oleh keluargamu?
- Bagaimana kita bisa mengetahui keadaan lingkungan tempat tinggal kita pada masa lalu?
- Apa yang membedakan kehidupan warga di lingkungan sekitar kita antara masa dahulu dengan masa sekarang?
- Bagaimana cara orang zaman dahulu bepergian atau berkirim kabar jika dibandingkan dengan saat ini?
- Mengapa cara hidup dan kebiasaan masyarakat bisa berubah dari masa ke masa?
- Benda atau bangunan peninggalan masa lalu apa saja yang masih dapat kita jumpai di sekitar tempat tinggal kita?
- Bagaimana peninggalan sejarah tersebut memperlihatkan perubahan cara hidup masyarakat dari dahulu hingga masa kini?
- Bagaimana cara kita menuliskan cerita masa lalu keluarga dan lingkungan agar orang lain yang membaca dapat memahaminya?
- Informasi penting apa saja yang harus kita cantumkan saat membuat catatan tertulis tentang sejarah keluarga dan lingkungan sekitar?
- Bagaimana caramu menceritakan asal-usul keluarga dan lingkungan tempat tinggalmu secara lisan kepada teman?
- Informasi apa saja dari catatan penyelidikanmu yang paling menarik untuk disampaikan langsung?
- Apa saja cerita dan peristiwa penting dari keluarga serta tempat tinggal kita yang sudah kita pelajari bersama?
- Bagaimana kehidupan sosial budaya masyarakat di sekitar kita berubah dari masa dahulu hingga masa kini?
- Bagaimana cara kita menyampaikan kisah sejarah keluarga dan lingkungan kita agar dapat dipahami oleh teman-teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Peristiwa Penting dalam Sejarah Keluarga dan Mencatat Hasil Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengamati peristiwa dalam sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati peristiwa penting dalam sejarah keluarga dan mencatat hasil pengamatannya pada lembar catatan (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 1 contoh peristiwa masa lalu yang terjadi di keluargamu! (acuan: jawaban berupa peristiwa nyata seperti kelahiran adik, pindah rumah, pernikahan orang tua, atau perayaan keluarga); (2) Jika melihat foto lama keluarga, hal apa yang kamu amati untuk mengetahui peristiwa tersebut? (acuan: orang yang ada di foto, tempat kejadian, atau kegiatan yang dilakukan) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara mengamati peristiwa penting sejarah keluarga melalui media foto dokumentasi keluarga atau teks cerita sejarah keluarga (10 menit).
- Murid mengamati 3 contoh gambar peristiwa keluarga yang ditampilkan guru: Gambar A (Kelahiran adik di rumah sakit), Gambar B (Pindah ke rumah baru bersama keluarga), dan Gambar C (Wisuda kelulusan kakak) untuk membedakan jenis peristiwa penting dalam keluarga (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan detektif foto 'Tebak Peristiwa' secara berpasangan, mencocokkan 3 kartu peristiwa keluarga dengan keterangan yang tepat: Kartu 1 (Foto bayi baru lahir -> Peristiwa Kelahiran), Kartu 2 (Foto kardus dan truk pindahan -> Peristiwa Pindah Rumah), Kartu 3 (Foto keluarga mengenakan baju pesta pernikahan -> Peristiwa Pernikahan Keluarga) (15 menit).
- Murid mengamati foto/catatan peristiwa penting keluarganya masing-masing yang dibawa dari rumah (atau teks ilustrasi peristiwa keluarga yang disediakan guru bagi yang tidak membawa foto) (15 menit).
- Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatan peristiwa penting keluarganya ke dalam Lembar Catatan Pengamatan yang memuat 4 unsur: (1) Nama peristiwa keluarga, (2) Waktu kejadian (tahun/kapan), (3) Anggota keluarga yang terlibat, dan (4) Tempat peristiwa terjadi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan 4 unsur catatan peristiwa keluarga yang telah diisi pada lembar kerja masing-masing (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai unsur-unsur penting yang diamati dan dicatat dalam sejarah keluarga (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil catatan pengamatan murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang belum membawa foto pribadi, guru menyediakan 2 teks ilustrasi sederhana peristiwa keluarga untuk diamati (Teks 1: Kisah Pindah Rumah Keluarga Siti; Teks 2: Kisah Kelahiran Adik Rudi).
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata bantu untuk mencatat unsur waktu dan tempat, sedangkan murid cepat dapat mencatat lebih dari satu peristiwa keluarga.
- Produk: Format catatan hasil pengamatan dapat berupa isian tabel terstruktur maupun daftar butir mandiri dengan tetap memenuhi 4 unsur pengamatan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan pengamatan: (1) Sebutkan 1 contoh peristiwa penting dalam keluargamu! (acuan: kelahiran anggota keluarga, pernikahan, pindah rumah, atau perayaan keluarga); (2) Hal apa yang kamu perhatikan saat melihat foto peristiwa keluarga? (acuan: orang/tokoh dalam foto, tempat, atau aktivitas yang sedang berlangsung).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan pencatatan pada Lembar Catatan Pengamatan Sejarah Keluarga yang mencakup 4 unsur: (1) Nama peristiwa, (2) Waktu peristiwa, (3) Anggota keluarga yang terlibat, dan (4) Tempat terjadinya peristiwa.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan kelengkapan lembar catatan hasil pengamatan mandiri murid berdasarkan pemenuhan 4 unsur target: nama peristiwa, waktu, anggota keluarga, dan tempat.
Formatif:- Penilaian proses unjuk kerja pengamatan dan pemeriksaan catatan lembar pengamatan peristiwa sejarah keluarga.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati dan Mencatat Peristiwa Sejarah Keluarga | Murid mencatat kurang dari 2 unsur pengamatan peristiwa keluarga pada lembar catatan dengan bantuan penuh guru. | Murid mencatat 2 dari 4 unsur pengamatan peristiwa keluarga (dari target: nama peristiwa, waktu, anggota keluarga, tempat) secara tepat dengan bimbingan. | Murid mencatat 3 dari 4 unsur pengamatan peristiwa keluarga (dari target: nama peristiwa, waktu, anggota keluarga, tempat) secara tepat dan mandiri. | Murid mencatat lengkap seluruh 4 unsur pengamatan peristiwa keluarga (nama peristiwa, waktu, anggota keluarga, dan tempat) secara tepat dan mandiri tanpa bimbingan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengamati dan mencatat 4 unsur peristiwa sejarah keluarga dengan lancar?
- Bagian mana dari langkah pengamatan yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Peristiwa penting apa dalam keluargaku yang berhasil aku amati dan catat hari ini?
- Apakah aku sudah mencatat nama peristiwa, waktu, tempat, dan anggota keluarga dengan lengkap?
Pertemuan 2 — Mengamati Peristiwa Bersejarah di Lingkungan Tempat Tinggal dan Mencatat Hasil Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengamati peristiwa dalam sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid menyimak pembacaan satu kartu cuplikan berita peristiwa di lingkungan, yaitu 'Tahun 2018, warga Desa Sukamaju bergotong royong membangun jembatan bambu baru setelah jembatan lama roboh terkena luapan sungai', lalu menjawab secara lisan 2 pertanyaan identifikasi: (1) peristiwa apa yang terjadi? (acuan: gotong royong warga membangun jembatan bambu baru) dan (2) di mana tempat terjadinya? (acuan: Desa Sukamaju) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggal dan mencatat hasil pengamatan pada lembar catatan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berpasangan mencermati 3 gambar arsip visual peristiwa di lingkungan tempat tinggal yang disajikan guru: Gambar A (Kerja bakti warga membersihkan sisa banjir lumpur di jalan desa), Gambar B (Pembangunan gapura selamat datang desa secara swadaya oleh warga), dan Gambar C (Perayaan kemerdekaan pertama di lapangan kampung) (10 menit).
- Guru memandu murid mengamati detail tiap peristiwa dengan mengajukan pertanyaan terarah mengenai apa peristiwanya, siapa yang terlibat, dan di mana tempat peristiwanya berdasarkan ciri-ciri visual yang tampak pada gambar (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan pasangan 'Detektif Sejarah Lingkungan': setiap pasangan menerima 3 teks potongan catatan peristiwa lingkungan untuk dicocokkan dengan 3 gambar arsip (Teks 1: 'Warga desa bergotong royong membersihkan lumpur di jalan' cocok dengan Gambar A; Teks 2: 'Warga mendirikan tiang gapura baru di pintu masuk desa' cocok dengan Gambar B; Teks 3: 'Warga berkumpul mengadakan lomba dan upacara di lapangan kampung' cocok dengan Gambar C) (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri mengisi Lembar Pengamatan Peristiwa Lingkungan berdasarkan salah satu peristiwa lingkungan yang disajikan atau peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, mencatat 4 komponen utama: (1) nama peristiwa, (2) lokasi kejadian di lingkungan sekitar, (3) pihak/warga yang terlibat, dan (4) tanda/jejak yang terjadi akibat peristiwa tersebut (acuan kriteria: seluruh 4 kolom terisi fakta peristiwa lingkungan secara lengkap dan tepat) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukar lembar catatan hasil pengamatan dengan teman sebangku untuk memeriksa kelengkapan pengisian 4 komponen peristiwa yang diamati (10 menit).
- Murid mengidentifikasi hal penting yang mereka pelajari mengenai cara mengamati dan mencatat peristiwa lingkungan tempat tinggal secara cermat (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hasil pencatatan pengamatan peristiwa lingkungan yang telah diselesaikan murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pengamatan hari ini dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu bergambar dengan label penunjuk bagi murid yang memerlukan dukungan visual, serta teks narasi deskriptif yang lebih kaya bagi murid yang siap dengan tantangan pengamatan lebih mendalam.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan mengidentifikasi rincian peristiwa, sementara murid yang lebih mandiri dapat mencatat detail pengamatan tambahan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat melengkapi catatan hasil pengamatan dalam bentuk tabel isian sederhana atau peta pikiran catatan peristiwa yang memuat 4 komponen yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Murid menyimak pembacaan teks cuplikan 'Tahun 2018, warga Desa Sukamaju bergotong royong membangun jembatan bambu baru setelah jembatan lama roboh terkena luapan sungai', lalu menjawab: (1) Apa peristiwa yang terjadi? (acuan benar: gotong royong warga membangun jembatan bambu baru) dan (2) Di mana peristiwa terjadi? (acuan benar: Desa Sukamaju).
Proses:- Penilaian performa memasangkan 3 kartu teks peristiwa dengan 3 gambar arsip (acuan benar: Teks 1-Gambar A pembersihan lumpur jalan, Teks 2-Gambar B pembangunan gapura desa, Teks 3-Gambar C perayaan di lapangan kampung).
- Pemeriksaan Lembar Pengamatan Peristiwa Lingkungan dengan kriteria keterisian 4 komponen: nama peristiwa, lokasi kejadian di lingkungan, pihak yang terlibat, dan tanda/jejak peristiwa.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan cek mandiri pada lembar catatan: 'Sebutkan 2 rincian pengamatan yang paling jelas terlihat dari peristiwa lingkungan yang kamu amati hari ini!' (acuan kriteria: menyebutkan 2 fakta teramati yang relevan dengan peristiwa yang dicatat, misal nama tempat kejadian dan tindakan warga yang terlibat).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja pengamatan peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggal (formatif proses)
- Observasi unjuk kerja saat mencocokkan teks catatan peristiwa dengan gambar arsip lingkungan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggal | Belum mampu mengenali peristiwa di lingkungan tempat tinggal dari media pengamatan yang diberikan walau dibimbing guru. | Mampu mengenali dan mencocokkan 1-2 peristiwa lingkungan tempat tinggal dengan bimbingan terarah. | Mampu mengenali dan mencocokkan seluruh 3 peristiwa lingkungan tempat tinggal secara tepat dan mandiri. | Mampu mengenali seluruh 3 peristiwa lingkungan tempat tinggal secara tepat serta menemukan rincian fakta pendukung pengamatan secara lengkap dan mandiri. | | Mencatat hasil pengamatan peristiwa lingkungan | Mencatat kurang dari 2 komponen peristiwa pada lembar pengamatan atau belum sesuai fakta peristiwa yang diamati. | Mencatat 2 komponen peristiwa lingkungan (nama peristiwa dan lokasi) pada lembar pengamatan secara tepat. | Mencatat 3-4 komponen peristiwa lingkungan (nama peristiwa, lokasi, pihak terlibat, tanda/jejak peristiwa) pada lembar pengamatan secara tepat. | Mencatat seluruh 4 komponen peristiwa lingkungan secara tepat, terperinci, dan menyertakan catatan detail fakta teramati secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media arsip gambar dan teks peristiwa lingkungan yang disediakan mempermudah murid melakukan pengamatan secara konkret?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan berpasangan mencocokkan teks dan gambar catatan sejarah lingkungan?
Murid:- Apa hal paling menarik yang kamu temukan saat mengamati peristiwa bersejarah di lingkungan tempat tinggal hari ini?
- Bagian mana dari lembar catatan pengamatan yang paling mudah dan paling sulit kamu isi?
Pertemuan 3 — Menganalisis Sejarah Asal-Usul Anggota Keluarga Melalui Bagan Silsilah Keluarga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal melalui silsilah keluarga dan cerita masa lalu
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas siap belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait hubungan antargenerasi: (1) 'Siapakah orang tua dari ayah atau ibu kita?' dan (2) 'Disebut apakah bagan berurutan yang menggambarkan susunan keluarga dari kakek-nenek hingga anak?' Murid menjawab langsung untuk pemetaan pemahaman awal (acuan jawaban: 1. Kakek dan Nenek; 2. Bagan Silsilah / Pohon Keluarga) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis asal-usul keluarga dan perpindahan generasi melalui bagan silsilah keluarga (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati contoh bagan silsilah keluarga 3 generasi (Kakek-Nenek, Ayah-Ibu, Anak) yang ditampilkan di papan tulis berserta teks narasi asal-usul keluarga Dara: Kakek-Nenek (Generasi 1) berasal dari Desa Tarutung merantau ke Medan, Ayah-Ibu (Generasi 2) lahir dan besar di Medan lalu pindah bekerja ke Bandung, dan Anak/Dara (Generasi 3) lahir di Bandung (10 menit).
- Murid mencermati penanda hubungan keluarga antargenerasi (garis keturunan vertikal menghubungkan orang tua ke anak, garis pernikahan horizontal menghubungkan pasangan suami-istri) dan mencatat urutan generasi pada bagan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu tantangan berpasangan 'Detektif Silsilah' secara menggembirakan: murid mencocokkan 4 kartu profil tokoh fiktif keluarga Pak Budi ke posisi generasi yang tepat pada bagan silsilah rumpang: (1) Kakek Rahmat & Nenek Siti (Generasi 1, asal Solo), (2) Ayah Budi & Ibu Nina (Generasi 2, pindah ke Jakarta), (3) Doni (Generasi 3, lahir di Jakarta), (4) Rina (Generasi 3, lahir di Jakarta) (acuan tepat: Gen 1 = Rahmat & Siti; Gen 2 = Budi & Nina; Gen 3 = Doni & Rina) (15 menit).
- Murid menerima Lembar Kerja Analisis Silsilah Keluarga yang memuat bagan silsilah rumpang 3 generasi untuk diisi berdasarkan data asal-usul keluarga masing-masing (kakek/nenek, orang tua, diri sendiri) atau data studi kasus keluarga Dara bagi yang belum membawa data lengkap (20 menit).
- Murid menganalisis keterkaitan antargenerasi pada bagan silsilah dengan menjawab 3 pertanyaan analisis tertulis pada LK: (1) Tuliskan nama dan asal daerah generasi pertama (kakek-nenek), (2) Tuliskan daerah tempat tinggal generasi kedua (orang tua), (3) Analisis apakah terjadi perpindahan tempat tinggal dari generasi kakek-nenek ke generasi diri sendiri dan jelaskan perubahannya (acuan kriteria: menyebutkan nama & asal 2 tokoh kakek/nenek, daerah asal orang tua, serta menjelaskan ada/tidaknya perpindahan lokasi antargenerasi secara logis) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dengan kesadaran penuh memeriksa kembali bagan silsilah dan hasil analisisnya, memastikan jalur keturunan terhubung dengan tepat dan keterangan asal daerah setiap generasi tercatat lengkap (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran bahwa bagan silsilah keluarga membantu kita menganalisis asal-usul keluarga dan jejak tempat tinggal dari generasi terdahulu ke generasi saat ini (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan kepada murid terkait arti garis keturunan dan generasi dalam silsilah keluarga (acuan: garis menurun menunjukkan keturunan/anak, generasi adalah tingkatan urutan dalam keluarga) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan silsilah yang sudah tercetak kotak generasinya (tersedia label petunjuk Kakek-Nenek, Orang Tua, Anak); murid yang mahir diberikan bagan kosong untuk memetakan hingga generasi paman/bibi beserta asal daerahnya.
- Proses: Bagi murid yang belum membawa catatan silsilah keluarga dari rumah, disediakan kartu narasi 'Keluarga Dara' sebagai bahan analisis objektif yang setara.
- Produk: Analisis disajikan pada lembar bagan silsilah keluarga dengan kedalaman uraian analisis perpindahan generasi yang disesuaikan tingkat kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapakah orang tua dari ayah atau ibu kita?' (acuan jawaban: Kakek dan Nenek); (2) 'Disebut apakah bagan berurutan yang menggambarkan susunan keluarga dari kakek-nenek hingga anak?' (acuan jawaban: Bagan Silsilah / Pohon Keluarga).
Proses:- Observasi pengerjaan Lembar Kerja Analisis Silsilah: menilai ketepatan meletakkan 3 generasi (Kakek-Nenek, Orang Tua, Anak) pada bagan dan ketepatan menjawab 3 butir pertanyaan analisis keterkaitan asal-usul antargenerasi (acuan: ketepatan hierarki bagan vertikal dan kelengkapan analisis perpindahan tempat tinggal asal-usul keluarga).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: 'Apa arti garis menurun dari kotak kakek-nenek ke orang tua pada bagan silsilah?' (acuan kriteria: murid menyebutkan bahwa garis menurun menunjukkan hubungan keturunan/anak dari orang tua).
Formatif:- Penilaian proses keterlibatan dalam menyusun bagan silsilah keluarga
- Pemeriksaan hasil analisis asal-usul dan perpindahan generasi pada Lembar Kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Hubungan Generasi pada Bagan Silsilah | Belum mampu menyusun tingkatan generasi keluarga (Kakek-Nenek, Orang Tua, Anak) pada bagan silsilah. | Mampu menempatkan 1-2 tingkatan generasi pada bagan silsilah keluarga, namun garis hubungan antargenerasi belum tepat. | Mampu menyusun 3 tingkatan generasi keluarga secara runtut dengan garis hubungan yang tepat pada bagan silsilah. | Mampu menyusun 3 tingkatan generasi keluarga secara lengkap, runtut, tepat garis hubungannya, serta menyertakan cabang saudara kandung secara mandiri. | | Analisis Asal-Usul dan Perpindahan Generasi Keluarga | Belum mampu menganalisis asal daerah dan perubahan tempat tinggal antargenerasi keluarga pada bagan. | Mampu menyebutkan asal daerah salah satu generasi saja tanpa menganalisis adanya perpindahan tempat tinggal keluarga. | Mampu menganalisis asal daerah dari generasi kakek-nenek hingga generasi anak serta menyimpulkan ada/tidaknya perpindahan tempat tinggal secara tepat. | Mampu menganalisis secara rinci asal daerah dan keterkaitan perpindahan tempat tinggal antargenerasi kakek-nenek, orang tua, hingga anak beserta alasan kepindahannya secara logis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan bagan silsilah keluarga memudahkan murid menganalisis asal-usul antargenerasi keluarga mereka?
- Bagaimana keterlibatan murid yang menggunakan studi kasus keluarga Dara dibandingkan murid yang menggunakan data keluarga sendiri?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang asal-usul kakek dan nenekmu setelah membuat bagan silsilah?
- Bagian mana dari bagan silsilah keluargamu yang paling mudah atau paling menantang untuk dianalisis?
Pertemuan 4 — Menganalisis Keterkaitan Silsilah Keluarga dengan Sejarah Cerita Masa Lalu Tempat Tinggal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal melalui silsilah keluarga dan cerita masa lalu
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menganalisis keterkaitan antara silsilah keluarga dengan cerita masa lalu tempat tinggal (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menanyakan satu pertanyaan pemantik: 'Siapa di antara kakek atau nenekmu yang sudah tinggal di daerah ini sejak dahulu?' dan mencatat pemahaman awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati narasi studi kasus percontohan tentang 'Keluarga Pak Budi di Desa Sukamaju': 'Kakek Jaka pindah ke Desa Sukamaju tahun 1970 saat desa masih berupa hutan karet dan ikut kerja bakti membuka jalan desa pertama kali' untuk memahami hubungan peristiwa silsilah keluarga dengan sejarah desa (8 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi dua unsur keterkaitan dari teks percontohan: (1) generasi keluarga (kakek) dan (2) peristiwa sejarah lingkungan (pembukaan jalan desa pertama kali) (7 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi berpasangan dan memainkan tantangan berpasangan 'Detektif Garis Waktu': mencocokkan 3 kartu silsilah keluarga dengan 3 kartu peristiwa lingkungan sekitar (12 menit). Tiga pasangan kartu: (Kartu A: 'Kakek buyut merantau tahun 1960' -> Pasangan A: 'Pembangunan jembatan gantung pertama desa'); (Kartu B: 'Kakek dan Nenek menikah tahun 1985' -> Pasangan B: 'Peristiwa masuknya listrik pertama kali ke pemukiman'); (Kartu C: 'Ayah bersekolah SD tahun 1995' -> Pasangan C: 'Pembangunan gedung sekolah dasar pertama di lingkungan').
- Secara mandiri pada lembar analisis, murid menganalisis keterkaitan riwayat silsilah keluarganya sendiri (atau data keluarga percontohan yang disediakan jika murid belum memiliki data sendiri) dengan sejarah lingkungan tempat tinggal menggunakan format 2 kolom: 'Generasi Keluarga' dan 'Keterkaitan Peristiwa Sejarah Tempat Tinggal' (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan analisis keterkaitan antara generasi keluarga dan peristiwa lingkungan pada lembar kerja masing-masing (6 menit).
- Murid menyimpulkan makna bahwa riwayat anggota keluarga merupakan bagian nyata dari perjalanan sejarah lingkungan tempat tinggal (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir mengenai keterkaitan silsilah keluarga dengan cerita tempat tinggal (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu panduan silsilah terstruktur berisi contoh peristiwa konkret; murid mahir menganalisis keterkaitan hingga lintas tiga generasi keluarga (kakek-nenek, orang tua, anak).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu bertahap mulai dari menghubungkan satu generasi keluarga dengan satu peristiwa, sedangkan murid mandiri langsung menganalisis secara utuh.
- Produk: Analisis dituangkan dalam bentuk tabel matriks hubungan 2 kolom atau bagan alur hubungan riwayat generasi dan peristiwa lingkungan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Sebutkan satu nama generasi keluargamu (kakek/nenek/orang tua) dan peristiwa masa lalu di lingkungan rumah yang pernah diceritakan oleh mereka!' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan minimal 1 nama generasi keluarga dan 1 peristiwa masa lalu di lingkungan tempat tinggal yang relevan, misalnya kakek menyaksikan pembangunan jalan atau ayah saat pendirian balai warga).
Proses:- Cek ketepatan permainan tantangan berpasangan mencocokkan 3 kartu silsilah dengan 3 kartu peristiwa (Acuan pasangan benar: Kartu A 'Kakek buyut merantau tahun 1960' berpasangan dengan 'Pembangunan jembatan gantung pertama desa'; Kartu B 'Kakek dan Nenek menikah tahun 1985' berpasangan dengan 'Peristiwa masuknya listrik pertama kali ke pemukiman'; Kartu C 'Ayah bersekolah SD tahun 1995' berpasangan dengan 'Pembangunan gedung sekolah dasar pertama di lingkungan').
- Observasi pengerjaan lembar analisis keterkaitan silsilah keluarga dengan cerita masa lalu tempat tinggal (Kriteria penerimaan: lembar memuat minimal 2 hubungan logis antara generasi keluarga dengan peristiwa lingkungan masa lalu).
Akhir Pertemuan:- Pertanyaan cek pemahaman: 'Berdasarkan lembar kerjamu, apa hubungan antara keberadaan kakek/nenek/orang tuamu dengan peristiwa sejarah di tempat tinggalmu?' (Kriteria penerimaan: jawaban murid menjelaskan keterkaitan logis antara masa hidup generasi keluarga tertentu dengan peristiwa sejarah masa lalu yang terjadi di lingkungan tersebut, bukan sekadar menyebutkan nama tokoh).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja analisis keterkaitan silsilah keluarga dengan sejarah lingkungan tempat tinggal menggunakan rubrik analitik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keterkaitan silsilah keluarga dengan cerita masa lalu tempat tinggal | Belum mampu menghubungkan generasi dalam silsilah keluarga dengan peristiwa sejarah di lingkungan tempat tinggal walaupun dengan bimbingan penuh. | Mampu menghubungkan 1 generasi keluarga dengan 1 peristiwa sejarah lingkungan tempat tinggal dengan bantuan dan bimbingan guru. | Mampu menganalisis keterkaitan minimal 2 generasi keluarga dengan peristiwa sejarah di lingkungan tempat tinggal secara tepat dan mandiri. | Mampu menganalisis keterkaitan 3 generasi keluarga atau lebih dengan peristiwa sejarah di lingkungan tempat tinggal secara lengkap, runtut, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi efektif memfasilitasi murid dalam menganalisis hubungan silsilah keluarga dengan sejarah sekitar?
- Apakah murid yang kesulitan menghubungkan riwayat keluarganya terfasilitasi dengan baik melalui contoh studi kasus percontohan?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang sejarah lingkungan tempat tinggalmu setelah melihat riwayat keluargamu?
- Bagian mana dari kegiatan menganalisis hubungan keluarga dan tempat tinggal yang paling kamu sukai?
Pertemuan 5 — Menganalisis Sejarah Masyarakat di Lingkungan Tempat Tinggal Berdasarkan Cerita Masa Lalu Tokoh Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.2 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal melalui silsilah keluarga dan cerita masa lalu
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal berdasarkan cerita masa lalu tokoh sekitar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan pemantik lisan tentang perubahan masa lalu dan masa kini di lingkungan sekitar: (1) 'Siapa yang biasa kita tanyai untuk mengetahui cerita zaman dahulu di kampung kita?' (acuan: kakek, nenek, ketua RT, tetua adat, tokoh warga sepuh), (2) 'Sebutkan satu contoh hal yang berubah di lingkungan kita dibanding zaman dahulu!' (kriteria penerimaan: menyebutkan perubahan nyata seperti jalan tanah jadi aspal, sawah jadi perumahan, penerangan lampu lentera jadi listrik) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak teks bacaan 'Kisah Pak RT Dahlan: Desaku Dahulu dan Kini' yang dibacakan guru. Isi teks: Dahulu sekitar 40 tahun lalu, Desa Sukamaju berupa persawahan luas dan jalan setapak bertanah, warga memakai lentera minyak tanah dan mengambil air di sumur timba bersama. Kini, jalan sudah beraspal halus, rumah-rumah tertata padat menggunakan listrik, dan air bersih disalurkan lewat pipa PAM (7 menit).
- Secara berkesadaran, murid mencermati 3 unsur sejarah masyarakat dalam teks tersebut: tokoh pencerita, keadaan lingkungan masa lalu, dan perubahan nyata pada masa kini (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana menggembirakan, murid memainkan 'Tantangan Detektif Sejarah': setiap murid menerima Lembar Analisis Cerita Tokoh yang memuat teks narasi pendek kesaksian Tokoh Mbah Sastro tentang kampungnya: 'Dahulu kali di dekat pasar airnya sangat jernih dan dipakai warga mandi serta mencuci baju, transportasinya menggunakan delman. Sekarang kali tersebut sudah dipasang tanggul beton dan warga bepergian menggunakan sepeda motor.' Murid menganalisis dan mengisi 3 kolom tabel analisis: (a) Nama tokoh saksi masa lalu, (b) Kondisi masyarakat masa dahulu, (c) Kondisi masyarakat masa kini (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan analisis hubungan sebab-akibat perubahan sejarah masyarakat pada lembar kerja: menghubungkan cerita Mbah Sastro dengan alasan terjadinya perubahan fisik dan kebiasaan warga (acuan: perkembangan sarana transportasi dan pembangunan fasilitas lingkungan) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid memeriksa kembali hasil isian analisisnya dengan membandingkan temuannya bersama kunci acuan di papan tulis (8 menit).
- Murid merefleksikan makna penting mendengarkan cerita masa lalu tokoh untuk menghargai perkembangan lingkungan tempat tinggal mereka saat ini (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 3 fakta sejarah masyarakat yang ditemukan dari cerita tokoh sekitar (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian analisis murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks narasi tokoh dengan tingkat keterbacaan yang disesuaikan: teks berilustrasi visual untuk murid yang butuh bimbingan, dan teks narasi lengkap dengan detail peristiwa lebih rinci untuk murid cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa pertanyaan penuntun langsung per kolom tabel; murid cepat menganalisis 1 unsur tambahan yaitu alasan terjadinya perubahan sosial warga.
- Produk: Pengisian lembar analisis tabel sejarah masyarakat: murid reguler dan butuh bimbingan mengisi 3 kolom pokok; murid cepat melengkapi 1 kolom simpulan dampak perubahan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan kesiapan menganalisis masa lalu: (1) 'Siapa tokoh di sekitar kita yang bisa menceritakan keadaan kampung zaman dahulu?' (acuan jawaban: kakek/nenek, sesepuh desa, ketua RT/RW, tokoh masyarakat yang sudah lama tinggal); (2) 'Apa satu perbedaan cara warga hidup zaman dahulu dan zaman sekarang?' (kriteria penerimaan: menyebutkan perubahan sarana transportasi, penerangan, atau kondisi tempat tinggal).
Proses:- Pengamatan langsung dan pemeriksaan ketepatan analisis lembar kerja 'Kisah Mbah Sastro' dengan 3 unsur: (1) Tokoh saksi sejarah: Mbah Sastro, (2) Kondisi masyarakat masa dahulu: kali jernih dipakai mandi/cuci dan transportasi delman, (3) Kondisi masyarakat masa kini: kali bertanggul beton dan warga naik sepeda motor.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri isian tabel lembar kerja murid: seluruh 3 elemen fakta sejarah masyarakat dari cerita tokoh terisi dengan tepat sesuai teks narasi (acuan: tokoh pencerita = Mbah Sastro; keadaan dahulu = kali jernih & delman; keadaan kini = tanggul beton & sepeda motor).
Formatif:- Penilaian proses analisis lembar kerja cerita masa lalu tokoh menggunakan rubrik analisis sejarah masyarakat.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis sejarah masyarakat berdasarkan cerita masa lalu tokoh | Belum mampu mengidentifikasi unsur masa dahulu maupun masa kini dari cerita tokoh sekitar. | Mampu mengidentifikasi 1 dari 3 unsur sejarah masyarakat (hanya menyebutkan nama tokoh atau satu kondisi masa lalu/kini) berdasarkan cerita tokoh. | Mampu menganalisis 3 unsur sejarah masyarakat (nama tokoh, kondisi masa dahulu, dan kondisi masa kini) secara tepat sesuai cerita tokoh sekitar. | Mampu menganalisis 3 unsur sejarah masyarakat secara tepat serta menguraikan keterkaitan perubahan kondisi lingkungan masa dahulu ke masa kini secara mandiri dan lengkap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks narasi cerita tokoh lokal yang digunakan cukup kontekstual dan mudah dipahami murid kelas 3?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat menganalisis perubahan masa dahulu dan masa kini pada Lembar Analisis Cerita Tokoh?
Murid:- Hal baru apa yang kamu ketahui tentang kehidupan masyarakat zaman dahulu dari cerita tokoh tadi?
- Bagian mana dari kegiatan menganalisis cerita masa lalu yang paling kamu sukai?
Pertemuan 6 — Menganalisis Sejarah Masyarakat Berdasarkan Perkembangan Sosial Budaya Dahulu dan Kini — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal berdasarkan perkembangan sosial budaya dari waktu ke waktu
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis perubahan cara hidup masyarakat dahulu dan kini di berbagai bidang (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perbandingan: delman vs sepeda motor listrik, dan surat pos vs pesan ponsel pintar (smartphone), kemudian meminta murid menyebutkan alat mana yang digunakan di masa dahulu dan mana yang kini (acuan: delman & surat pos = dahulu; sepeda motor listrik & ponsel pintar = kini) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati bagan perbandingan sosial budaya yang ditampilkan guru pada papan tulis yang mencakup 3 bidang: (1) Transportasi (Dahulu: delman/gerobak sapi; Kini: motor/mobil), (2) Komunikasi (Dahulu: surat kertas melalui pos; Kini: pesan instan ponsel), dan (3) Penerangan Rumah (Dahulu: lampu minyak/teplok; Kini: lampu listrik) (8 menit).
- Murid bersama guru membedah mengapa perubahan tersebut terjadi pada sejarah masyarakat, yaitu manusia memanfaatkan teknologi baru agar kegiatan sehari-hari menjadi lebih cepat, mudah, dan praktis (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan edukatif 'Tebak Masa Lalu & Masa Kini': Guru membacakan 4 pernyataan situasi dan murid mengangkat kartu bertuliskan 'DAHULU' atau 'KINI' secara serempak: (1) Ibu menyetrika baju memakai arang panas (acuan: DAHULU); (2) Warga menonton siaran berita melalui siaran televisi digital/internet (acuan: KINI); (3) Anak-anak bermain gobak sodor di tanah lapang pada sore hari (acuan: DAHULU); (4) Pembayaran belanja menggunakan pemindaian kode QR di warung (acuan: KINI) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Analisis Sosial Budaya untuk menganalisis 3 aspek perubahan masyarakat: Aspek A (Alat Memasak Nasi: Dahulu menggunakan dandang/kenteng arang -> Kini memakai penanak nasi elektrik magic com; Alasan perubahan: lebih cepat matang dan tidak perlu menjaga api), Aspek B (Alat Menimba Air: Dahulu memakai timba sumur kerekan -> Kini memakai pompa air listrik; Alasan perubahan: tidak menguras tenaga fisik), dan Aspek C (Alat Belajar Malam: Dahulu lilin/lampu minyak -> Kini lampu bohlam LED; Alasan perubahan: ruangan jauh lebih terang dan tidak berasap) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil analisis lembar kerjanya dengan mencocokkan faktor penyebab perubahan sosial budaya masyarakat bersama panduan kunci guru (7 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bahwa kehidupan masyarakat terus berkembang karena adanya penemuan dan perkembangan kebutuhan hidup manusia dari waktu ke waktu (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar pendukung untuk murid yang membutuhkan visualisasi nyata alat-alat tradisional.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan mengidentifikasi alasan perubahan sosial budaya, serta memberikan tantangan menganalisis 1 aspek tambahan (alat membajak sawah: kerbau vs traktor) bagi murid yang selesai lebih cepat.
- Produk: Jawaban analisis dapat dituliskan dalam bentuk tabel perbandingan sederhana atau kalimat rincian sebab-akibat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasikal menggunakan 2 pasang gambar: (1) Delman vs Sepeda Motor Listrik, (2) Surat Pos vs Pesan Ponsel Pintar. Guru memverifikasi ketepatan penempatan masa (acuan: delman & surat pos = dahulu; motor listrik & ponsel = kini).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam kuis 'Tebak Masa Lalu & Masa Kini' dengan 4 butir: (1) Menyetrika dengan arang (acuan: Dahulu), (2) Siaran televisi digital/internet (acuan: Kini), (3) Gobak sodor di tanah lapang (acuan: Dahulu), (4) Bayar belanja dengan kode QR (acuan: Kini).
- Pemeriksaan Lembar Analisis Sosial Budaya untuk 3 aspek: Alat Memasak Nasi, Alat Menimba Air, dan Alat Penerangan Belajar (acuan kebenaran: ketepatan alat dahulu, alat kini, dan logika alasan perubahannya).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat 2 butir: (1) Sebutkan 1 contoh perubahan cara bepergian masyarakat dari masa dahulu ke masa kini! (acuan: dahulu berjalan kaki/kuda/delman, kini mobil/motor/kereta api/pesawat); (2) Mengapa masyarakat beralih menggunakan alat transportasi masa kini? (acuan: karena lebih cepat sampai, menghemat waktu, atau lebih nyaman).
Formatif:- Kuis respon cepat kartu DAHULU/KINI
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Analisis Sosial Budaya Dahulu dan Kini
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis perkembangan sosial budaya masyarakat dahulu dan kini | Belum mampu membedakan kondisi sosial budaya dahulu dan kini pada ketiga aspek yang dianalisis. | Mampu menganalisis perubahan kondisi sosial budaya dahulu dan kini secara tepat pada 1 dari 3 aspek yang ditentukan beserta alasannya. | Mampu menganalisis perubahan kondisi sosial budaya dahulu dan kini secara tepat pada 2 dari 3 aspek yang ditentukan beserta alasannya. | Mampu menganalisis seluruh perubahan kondisi sosial budaya dahulu dan kini secara tepat pada 3 aspek (memasak nasi, menimba air, alat penerangan) beserta alasan perubahannya secara logis dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks perkembangan sosial budaya yang disajikan cukup dekat dan mudah dipahami oleh murid kelas 3?
- Bagaimana keterlibatan murid saat melakukan analisis perbandingan dahulu dan kini?
Murid:- Perubahan apa dari zaman dahulu ke zaman sekarang yang menurutmu paling memudahkan kehidupan masyarakat?
- Apakah kamu lebih suka kehidupan di masa dahulu atau masa kini? Mengapa?
Pertemuan 7 — Menganalisis Perkembangan Sosial Budaya dari Waktu ke Waktu Melalui Peninggalan Sejarah di Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.3 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal berdasarkan perkembangan sosial budaya dari waktu ke waktu
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid mengondisikan ruang kelas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai fungsi peninggalan masa lalu berupa lesung penumbuk padi dan kentongan desa (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menganalisis perkembangan cara hidup masyarakat masa lalu dan masa kini melalui peninggalan sejarah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati 3 gambar peninggalan sejarah di papan tulis: Gambar 1 (lesung dan alu kayu untuk menumbuk padi), Gambar 2 (kentongan kayu di pos ronda masa lalu), dan Gambar 3 (setrika arang berbahan besi) (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan perbandingan fungsi peninggalan sejarah tersebut dengan alat masa kini: lesung digantikan mesin penggiling padi elektrik, kentongan digantikan ponsel/grup pesan warga, dan setrika arang digantikan setrika listrik otomatis (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid mengikuti tantangan tebak peran alat peninggalan sejarah 'Detektif Benda Dulu dan Kini' menggunakan kartu perbandingan (10 menit).
- Murid menganalisis perkembangan sosial budaya secara tertulis pada Lembar Kerja Detektif dengan melengkapi tabel analisis perubahan fungsi untuk 3 peninggalan sejarah: (1) Lesung batu/kayu -> Dahulu: menumbuk padi bersama tetangga, Kini: mesin giling beras otomatis cepat; (2) Kentongan kayu -> Dahulu: memukul tanda bahaya/kumpul warga di pos ronda, Kini: sirene atau aplikasi ponsel pintar; (3) Lampu minyak templok/teplok -> Dahulu: penerangan minyak tanah di rumah warga, Kini: lampu bohlam listrik terang (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali ketepatan hasil analisis perbedaan fungsi sosial budaya dahulu dan kini yang telah ditulis pada lembar kerja bersama guru (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana peninggalan sejarah membuktikan adanya perubahan cara hidup dan teknologi masyarakat dari masa ke masa (6 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut pengamatan mandiri di rumah dan menutup pembelajaran dengan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar cetak peninggalan sejarah dengan petunjuk visual sederhana bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca.
- Proses: Memberikan kartu bantuan berisi kata kunci fungsi bagi murid lambat, serta memberi tantangan menganalisis 1 objek tambahan (dokar/delman vs angkutan umum modern) bagi murid yang selesai lebih cepat.
- Produk: Murid dapat menuliskan kalimat analisis ringkas berpoin atau uraian perbandingan berpasangan pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tanya jawab cepat pemahaman fungsi peninggalan sejarah: Murid diminta menyebutkan fungsi lesung kayu dan kentongan pada masa lalu (Acuan jawaban benar: lesung untuk menumbuk padi/biji-bijian; kentongan untuk memberi tanda bahaya atau memanggil warga berkumpul).
Proses:- Formatif lembar kerja: Analisis perubahan sosial budaya melalui 3 peninggalan sejarah (Acuan jawaban benar: (1) Lesung: cara kerja lama menumbuk padi dengan tenaga manusia/gotong royong, cara modern menggunakan mesin giling listrik; (2) Kentongan: cara komunikasi lama dipukul di pos ronda untuk tanda bahaya/rapat, cara modern menggunakan pengeras suara/pesan ponsel; (3) Lampu templok: penerangan lama memakai bahan bakar minyak tanah api redup, cara modern memakai bola lampu listrik terang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 nilai positif dari peninggalan masa lalu yang tetap penting bagi kehidupan masyarakat saat ini (Acuan jawaban yang diterima: nilai kebersamaan/gotong royong saat menumbuk padi atau kepedulian menjaga keamanan bersama pada fungsi kentongan).
Formatif:- Penilaian kinerja analisis tertulis pada Lembar Kerja Detektif Peninggalan Sejarah yang mencakup perbandingan cara hidup dahulu dan kini berdasarkan peninggalan sejarah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis perkembangan sosial budaya melalui peninggalan sejarah | Belum mampu membandingkan cara hidup dahulu dan kini pada ketiga peninggalan sejarah sesuai acuan. | Mampu menganalisis perubahan cara hidup dahulu dan kini secara tepat pada 1 dari 3 peninggalan sejarah sesuai acuan. | Mampu menganalisis perubahan cara hidup dahulu dan kini secara tepat pada 2 dari 3 peninggalan sejarah sesuai acuan. | Mampu menganalisis perubahan cara hidup dahulu dan kini secara tepat pada seluruh (3 dari 3) peninggalan sejarah secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat menangkap makna perubahan cara hidup masyarakat melalui peninggalan fisik yang ditampilkan?
- Bagian analisis mana yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Peninggalan sejarah apa yang paling membuatmu kagum dengan cara hidup orang zaman dahulu?
- Perubahan apa dari masa lalu ke masa kini yang paling memudahkan kegiatan kita sekarang?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Sejarah Keluarga dan Masyarakat Secara Tertulis pada Lembar Catatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang sejarah keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal secara lisan dan tertulis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan sejarah keluarga dan masyarakat secara tertulis pada lembar catatan terstruktur (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan murid mengelompokkan catatan penyelidikan ke dalam 3 kategori informasi: (1) asal-usul/generasi keluarga, (2) peristiwa masa lalu di lingkungan, dan (3) perubahan kebiasaan/tradisi dari dahulu ke kini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati format Lembar Catatan Penyelidikan Sejarah yang dibagikan guru, yang memuat 4 bagian terstruktur: (A) Asal-usul/Silsilah Keluarga, (B) Peristiwa Penting Keluarga, (C) Sejarah/Peristiwa Masa Lalu Lingkungan Tempat Tinggal, dan (D) Perkembangan Kebiasaan/Tradisi Dahulu dan Kini (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai cara menyalin dan merangkum data catatan lapangan yang telah dikumpulkan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya ke dalam kalimat ringkas dan jelas pada masing-masing bagian lembar catatan (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan cepat 'Detektif Catatan': murid berpasangan saling memeriksa kelengkapan draf catatan masa lalu yang dibawa masing-masing dan mencocokkan apakah data keluarga dan data lingkungan tempat tinggal sudah siap dituliskan (5 menit).
- Secara mandiri, murid menuliskan hasil penyelidikan sejarah keluarga pada Lembar Catatan Penyelidikan bagian A (asal daerah/silsilah 3 generasi) dan bagian B (satu peristiwa penting dalam keluarga beserta penjelasannya) (15 menit).
- Secara mandiri, murid melanjutkan menuliskan hasil penyelidikan sejarah lingkungan tempat tinggal pada bagian C (satu peristiwa bersejarah atau cerita asal-usul lingkungan sekitar) dan bagian D (perbandingan 1 tradisi/kebiasaan sosial budaya masyarakat dahulu dan kini) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan lembar catatannya dengan panduan daftar periksa mandiri: memastikan keempat komponen penyelidikan (silsilah keluarga, peristiwa keluarga, peristiwa lingkungan, dan perubahan tradisi masyarakat) telah tertulis lengkap (5 menit).
- Beberapa murid secara sukarela membacakan satu kalimat ringkasan catatan tertulis yang paling berkesan bagi mereka di hadapan teman-temannya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketertiban dan kelengkapan penulisan lembar catatan hasil penyelidikan seluruh murid (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menuangkan penyelidikan ke dalam catatan tertulis yang rapi agar kisah sejarah keluarga dan lingkungan tidak hilang terlupakan (1 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk menyimpan lembar catatan tertulis ini dengan baik karena akan menjadi rujukan bahan penyampaian lisan pada Pertemuan 9, kemudian menutup pembelajaran dengan doa (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan lembar catatan dengan kalimat pemantik rumpang (scaffolding), sedangkan murid yang lebih mahir disediakan lembar catatan bergaris terbuka tanpa panduan kalimat rumpang.
- Proses: Murid yang kesulitan menulis dibimbing guru secara terfokus dalam menyusun 1 kalimat per bagian, sedangkan murid yang lancar menulis bekerja secara mandiri penuh.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menuliskan minimal 1 kalimat fakta per bagian (total 4 informasi), sedangkan murid yang mahir menuliskan 2-3 kalimat penjelasan rinci per bagian.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memberikan 3 pernyataan data penyelidikan lisan berikut untuk dijawab murid apakah termasuk (a) Sejarah Keluarga atau (b) Sejarah Lingkungan: (1) 'Kakek dan Nenek buyut berasal dari Ponorogo' (acuan: Sejarah Keluarga); (2) 'Jalan desa ini dahulu diaspal secara gotong royong tahun 2005' (acuan: Sejarah Lingkungan); (3) 'Keluarga kami selalu berkumpul saat hari raya di rumah paman' (acuan: Sejarah Keluarga). Kriteria ketercapaian: murid tepat mengelompokkan minimal 2 dari 3 pernyataan.
Proses:- Pemeriksaan pengisian Lembar Catatan Penyelidikan Sejarah Tertulis secara individu yang mencakup 4 aspek: (1) data asal-usul keluarga, (2) peristiwa sejarah keluarga, (3) peristiwa masa lalu lingkungan sekitar, (4) perubahan sosial budaya dahulu dan kini. Kriteria penerimaan operasional: setiap bagian diisi dengan minimal 1 pernyataan faktual yang bersumber dari data penyelidikan sebelumnya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui daftar periksa mandiri pada lembar kerja: murid mencentang 4 kotak pemenuhan komponen penyelidikan tertulis yang telah diselesaikannya (asal-usul keluarga, peristiwa keluarga, peristiwa lingkungan, dan perubahan tradisi) dengan acuan keempat bagian lembar catatan terisi tulisan secara utuh.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengelompokkan 3 contoh data penyelidikan ke dalam kategori keluarga atau masyarakat tempat tinggal.
- Asesmen proses: observasi pengisian Lembar Catatan Penyelidikan Sejarah Tertulis pada keempat bagian yang ditargetkan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Komunikasi Tertulis Sejarah Keluarga dan Masyarakat | Menuliskan hasil penyelidikan hanya pada 1 bagian lembar catatan dari 4 bagian yang ditentukan. | Menuliskan hasil penyelidikan pada 2 bagian lembar catatan dari 4 bagian yang ditentukan. | Menuliskan hasil penyelidikan secara lengkap pada 3 sampai 4 bagian lembar catatan secara tepat. | Menuliskan hasil penyelidikan secara lengkap pada seluruh 4 bagian lembar catatan dengan uraian kalimat yang jelas dan mandiri. | | Kesesuaian Isi Catatan Tertulis dengan Objek Penyelidikan | Isi catatan tertulis belum memuat informasi penyelidikan sejarah keluarga maupun lingkungan tempat tinggal. | Isi catatan tertulis hanya memuat informasi sejarah keluarga, tetapi belum memuat sejarah lingkungan tempat tinggal (atau sebaliknya). | Isi catatan tertulis memuat informasi penyelidikan sejarah keluarga dan sejarah lingkungan tempat tinggal secara berimbang. | Isi catatan tertulis memuat informasi sejarah keluarga dan masyarakat secara runtut, tepat, dan membandingkan kondisi dahulu serta kini secara rinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah format lembar catatan tertulis yang disediakan memudahkan seluruh murid menuliskan hasil penyelidikan keluarga dan lingkungannya?
- Bagian mana dari catatan sejarah (keluarga atau lingkungan) yang paling banyak memerlukan bimbingan penulisan bagi murid?
Murid:- Bagian cerita mana yang paling mudah kamu tuliskan pada lembar catatan hari ini?
- Apakah kamu merasa terbantu dengan adanya kolom catatan dalam merapikan cerita masa lalu keluargamu?
Pertemuan 9 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Sejarah Keluarga dan Lingkungan Tempat Tinggal Secara Lisan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang sejarah keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal secara lisan dan tertulis
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara lisan berdasarkan catatan yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan meminta murid menyebutkan 2 hal pokok yang wajib disampaikan saat bercerita tentang sejarah keluarga dan tempat tinggal (acuan kriteria penerimaan: murid menyebutkan unsur asal-usul/peristiwa penting keluarga dan satu peristiwa/cerita masa lalu tempat tinggal) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan penyampaian lisan yang disiapkan guru pada papan tulis: (1) Menyebutkan nama dan asal-usul keluarga, (2) Menyebutkan 1 peristiwa bersejarah keluarga, dan (3) Menyebutkan 1 cerita sejarah lingkungan tempat tinggal (5 menit).
- Murid membaca kembali lembar catatan hasil penyelidikan yang sudah disusun pada Pertemuan 8 dan memilih informasi utama sesuai ketiga panduan tersebut secara mandiri dan sadar tujuan (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Melalui permainan tantangan berpasangan 'Estafet Cerita Sejarah', murid berpasangan secara bergantian saling menceritakan hasil penyelidikannya secara lisan selama masing-masing 2 menit menggunakan panduan 3 informasi utama (10 menit).
- Setiap murid mengomunikasikan hasil penyelidikannya secara lisan di hadapan kelompok kecil (3-4 anak) mencakup sejarah keluarga dan sejarah lingkungan tempat tinggalnya secara mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi pelaksanaan komunikasi lisan yang telah dilakukannya dengan mencentang daftar periksa pemenuhan komponen cerita (sejarah keluarga dan sejarah lingkungan) (8 menit).
- Murid mengungkapkan hal yang dirasakan saat mengomunikasikan sejarah keluarga dan lingkungannya secara lisan kepada teman (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya keterampilan mengomunikasikan data penyelidikan sejarah secara lisan agar informasi masa lalu dapat dipahami orang lain (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menginformasikan persiapan untuk asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu alur bergambar untuk memandu urutan penyampaian lisan; murid yang mahir mengomunikasikan secara lisan tanpa kartu bantuan visual.
- Proses: Penyampaian lisan dilakukan dalam kelompok kecil agar murid yang belum percaya diri merasa nyaman berbicara.
- Produk: Variasi kedalaman penyampaian lisan: minimal mencakup 2 unsur pokok (keluarga dan tempat tinggal) hingga pengembangan cerita rinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 hal pokok yang harus kamu ceritakan agar temanmu mengetahui sejarah asal-usulmu dan tempat tinggalmu!' (Kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan informasi asal-usul/keluarga dan peristiwa/keadaan lingkungan masa lalu).
Proses:- Lembar observasi komunikasi lisan saat giliran bercerita di kelompok kecil. Target teramati: (1) Menyampaikan asal-usul anggota keluarga, (2) Menyampaikan peristiwa penting keluarga, (3) Menyampaikan cerita sejarah/peristiwa di lingkungan tempat tinggal.
Akhir Pertemuan:- Cek ketercapaian lisan: murid menyebutkan secara mandiri rangkuman 1 kalimat tentang sejarah keluarga dan 1 kalimat tentang lingkungan tempat tinggal yang baru saja dikomunikasikan (Kriteria penerimaan: memuat identitas asal-usul keluarga dan fakta sejarah lingkungan setempat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja komunikasi lisan hasil penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan materi penyelidikan yang dikomunikasikan secara lisan | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan hanya memuat 1 unsur (hanya asal keluarga atau hanya lingkungan) dengan panduan penuh guru. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan memuat 2 unsur (sejarah keluarga dan sejarah tempat tinggal) secara sederhana namun masih membutuhkan dorongan guru. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan mencakup seluruh unsur (asal-usul keluarga, peristiwa keluarga, dan sejarah tempat tinggal) secara mandiri. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan mencakup seluruh unsur (asal-usul keluarga, peristiwa keluarga, dan sejarah tempat tinggal) secara lengkap, runtut, dan mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengomunikasikan hasil penyelidikannya secara lisan?
- Apakah penggunaan metode kelompok kecil efektif membantu murid mengomunikasikan informasi secara mandiri?
Murid:- Bagian mana dari cerita sejarah keluarga dan tempat tinggalmu yang paling mudah kamu sampaikan secara lisan?
- Apa kendala yang kamu hadapi saat menyampaikan cerita hasil penyelidikanmu secara lisan kepada teman?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.2.1 Mengamati peristiwa dalam sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
- TP 3.2.2 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal melalui silsilah keluarga dan cerita masa lalu
- TP 3.2.3 Menganalisis sejarah masyarakat di lingkungan tempat tinggal berdasarkan perkembangan sosial budaya dari waktu ke waktu
- TP 3.2.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang sejarah keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal secara lisan dan tertulis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ke-10 ini merupakan sesi asesmen sumatif bab untuk menunjukkan pemahaman utuh tentang sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal (2 menit).
- Guru membimbing murid melakukan hening sejenak untuk memusatkan perhatian dan membangun kesiapan diri dalam mengerjakan tugas asesmen secara jujur dan percaya diri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Portofolio dan menjelaskan instruksi pengerjaan 3 bagian tugas tertulis: Bagian A (mencatat peristiwa sejarah keluarga), Bagian B (menganalisis bagan silsilah dan keterkaitannya dengan masa lalu tempat tinggal), serta Bagian C (menganalisis tabel perbandingan sosial budaya dahulu dan kini), sekaligus mengingatkan mekanisme unjuk kerja presentasi kelompok yang akan dilaksanakan setelahnya (4 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan penugasan tertulis pada lembar kerja portofolio selama 31 menit yang memuat 3 bagian tugas: Bagian A berisi 2 catatan peristiwa sejarah keluarga (acuan: memuat nama peristiwa, waktu terjadi/tahun/usia, dan tokoh keluarga yang terlibat); Bagian B berisi bagan silsilah 3 generasi (kakek-nenek, orang tua, anak) dan 1 kalimat analisis keterkaitannya dengan masa lalu tempat tinggal (acuan: bagan runut 3 generasi dan menyebut alasan kepindahan/asal daerah leluhur tinggal di lingkungan saat ini); Bagian C berisi analisis perbandingan 3 aspek sosial budaya dahulu dan kini meliputi alat komunikasi, alat transportasi, dan kebiasaan gotong royong (kunci acuan Bagian C: 1. Komunikasi: Dahulu menggunakan surat kertas/kentongan, Kini menggunakan telepon pintar/pesan instan/gawai digital; 2. Transportasi: Dahulu berjalan kaki/sepeda ontel/delman, Kini sepeda motor/mobil/angkot; 3. Kebiasaan gotong royong: Dahulu kerja bakti fisik membersihkan parit/membangun rumah bersama secara langsung, Kini kerja bakti terjadwal warga/iuran bersama/koordinasi grup perumahan) (31 menit).
- Secara bergantian, 7 kelompok murid (masing-masing 4 murid) menampilkan unjuk kerja presentasi kelompok di depan kelas selama 28 menit (setiap kelompok mendapat alokasi 4 menit: 3 menit menyajikan rangkuman hasil penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal serta 1 menit tanggapan singkat/pergantian kelompok), sementara guru mengobservasi ketercapaian komunikasi lisan dan kerja sama tim menggunakan rubrik (28 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru melakukan refleksi singkat terhadap proses penyelesaian rangkaian tugas tertulis dan presentasi unjuk kerja yang baru saja diselesaikan secara menyeluruh (1 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja portofolio tertulis, memberikan apresiasi atas kejujuran, usaha mandiri, dan kerja sama setiap murid selama asesmen, serta secara resmi menutup pembelajaran Bab 2 'Dahulu, Kini, dan Nanti' (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami hambatan membaca teks panjang, guru membacakan kembali petunjuk teknis butir soal lembar kerja secara netral tanpa memberikan kunci jawaban atau mengurangi kompetensi yang diukur.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio terpadu lembar kerja tertulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar kerja analisis linimasa dan perubahan sosial budaya tempat tinggal serta penyajian lisan hasil penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan secara berkelompok
- penugasan tertulis serentak: lembar kerja tertulis berisi catatan peristiwa sejarah keluarga, bagan silsilah singkat yang dikaitkan dengan sejarah tempat tinggal, serta tabel perbandingan perkembangan sosial budaya dahulu dan kini yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyajian lisan hasil rangkuman penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara bergantian dalam 7 kelompok (4 murid per kelompok, alokasi 5 menit per kelompok termasuk tanya jawab singkat; 7 kelompok x 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria kelengkapan isi, kejelasan lafal/intonasi, dan kerja sama tim))
Sumatif:- Portofolio terpadu lembar kerja tertulis dan unjuk kerja presentasi kelompok: Lembar kerja analisis linimasa dan perubahan sosial budaya tempat tinggal serta penyajian lisan hasil penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan secara berkelompok
- penugasan tertulis serentak: lembar kerja tertulis berisi catatan peristiwa sejarah keluarga, bagan silsilah singkat yang dikaitkan dengan sejarah tempat tinggal, serta tabel perbandingan perkembangan sosial budaya dahulu dan kini yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyajian lisan hasil rangkuman penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara bergantian dalam 7 kelompok (4 murid per kelompok, alokasi 5 menit per kelompok termasuk tanya jawab singkat; 7 kelompok x 5 menit = 35 menit) (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan (kriteria kelengkapan isi, kejelasan lafal/intonasi, dan kerja sama tim))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengamatan dan Pencatatan Peristiwa Sejarah Keluarga (TP 3.2.1 - Tertulis Bagian A) | Mencatat kurang dari 2 peristiwa atau catatan tidak memuat unsur peristiwa, waktu, dan tokoh yang terlibat. | Mencatat 1 peristiwa sejarah keluarga dengan memuat lengkap unsur nama peristiwa, waktu, dan tokoh yang terlibat. | Mencatat 2 peristiwa sejarah keluarga secara lengkap memuat nama peristiwa, waktu kejadian, dan tokoh keluarga yang terlibat. | Mencatat 2 peristiwa sejarah keluarga secara lengkap, rinci, dan runtut kronologisnya memuat nama peristiwa, waktu kejadian, serta peran tokoh keluarga yang terlibat. | | Analisis Sejarah Melalui Silsilah dan Cerita Masa Lalu (TP 3.2.2 - Tertulis Bagian B) | Bagan silsilah tidak memuat 3 generasi dan tidak menuliskan kalimat keterkaitan sejarah asal-usul keluarga dengan tempat tinggal. | Bagan silsilah memuat 3 generasi namun belum menuliskan kalimat keterkaitan silsilah keluarga dengan cerita masa lalu tempat tinggal. | Bagan silsilah memuat 3 generasi secara runtut dan menuliskan 1 kalimat analisis keterkaitan sejarah asal-usul keluarga dengan tempat tinggal sesuai acuan. | Bagan silsilah memuat 3 generasi secara tepat dan runtut serta menuliskan analisis keterkaitan sejarah keluarga dengan masa lalu tempat tinggal secara jelas dan mendalam. | | Analisis Perkembangan Sosial Budaya Dahulu dan Kini (TP 3.2.3 - Tertulis Bagian C) | Menganalisis perbandingan dengan tepat pada 1 aspek atau belum ada aspek yang sesuai dengan kunci acuan perbandingan. | Menganalisis perbandingan kondisi dahulu dan kini secara tepat pada 2 dari 3 aspek sesuai kunci acuan (komunikasi, transportasi, atau gotong royong). | Menganalisis perbandingan kondisi dahulu dan kini secara tepat pada seluruh 3 aspek sesuai kunci acuan (komunikasi: surat/kentongan ke gawai digital; transportasi: jalan kaki/delman ke motor/mobil; gotong royong: kerja bakti fisik ke kerja bakti terjadwal/iuran warga). | Menganalisis perbandingan kondisi dahulu dan kini secara tepat pada seluruh 3 aspek sesuai kunci acuan disertai penjelasan perubahannya secara logis. | | Komunikasi Lisan Hasil Penyelidikan Sejarah (TP 3.2.4 - Unjuk Kerja Presentasi) | Menyajikan presentasi secara terbata-bata, isi penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan tidak tersampaikan, dan belum terlihat pembagian peran kelompok. | Menyajikan sebagian isi penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan secara lisan, lafal terdengar oleh guru, namun pembagian tugas dalam kelompok belum merata. | Menyajikan rangkuman hasil penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan tempat tinggal secara lisan dengan lafal yang jelas, isi lengkap, serta setiap anggota kelompok berbagi peran secara aktif. | Menyajikan rangkuman hasil penyelidikan sejarah keluarga dan lingkungan secara lisan dengan lafal sangat jelas, runut, percaya diri, serta seluruh anggota kelompok bekerja sama secara solid dan kompak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk tes tertulis mandiri dan 35 menit untuk unjuk kerja presentasi kelompok berjalan tepat waktu dan efektif?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap analisis keterkaitan silsilah keluarga dan perubahan sosial budaya tempat tinggal berdasarkan hasil lembar kerja portofolio?
- Apakah instrumen rubrik dapat mengukur ketercapaian TP 1 sampai TP 4 secara objektif dan adil bagi seluruh murid?
Murid:- Bagian mana dari lembar kerja tadi yang paling mudah dan paling menantang untuk kukerjakan secara mandiri?
- Bagaimana perasaanku saat mempresentasikan cerita sejarah keluarga dan tempat tinggal di depan teman-teman sekelas?
- Pelajaran berharga apa yang aku peroleh setelah mempelajari kisah masa lalu, sekarang, dan masa depan lingkungan tempat tinggalku?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI Kemendikdasmen 2025 (Bab 2 Dahulu, Kini, dan Nanti)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Kemendikdasmen 2025 (Bab 2 Halaman 26-33)
- Foto/dokumen keluarga murid atau kartu ilustrasi peristiwa keluarga
- Lembar Catatan Pengamatan Peristiwa Keluarga
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025)
- Set kartu arsip gambar peristiwa lingkungan tempat tinggal dan teks catatan peristiwa
- Lembar Pengamatan Peristiwa Lingkungan Tempat Tinggal
- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025
- Lembar Kerja Bagan Silsilah Keluarga 3 Generasi
- Set Kartu Profil 'Detektif Silsilah' (Keluarga Pak Budi)
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III Edisi Revisi 2025 Bab 2
- Buku Siswa IPAS Kelas III Edisi Revisi 2025 Bab 2
- Set kartu berpasangan Detektif Garis Waktu (riwayat keluarga dan peristiwa lingkungan)
- Lembar kerja analisis keterkaitan silsilah keluarga dan sejarah tempat tinggal
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikdasmen 2025) Bab 2
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikdasmen 2025) Bab 2 halaman 26-34
- Lembar Kerja 'Tantangan Detektif Sejarah: Menganalisis Cerita Mbah Sastro'
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti
- Kartu gambar perbandingan alat transportasi, komunikasi, dan peralatan rumah tangga masa lalu vs masa kini
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Sosial Budaya
- Buku Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas III (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas III (Kemendikdasmen, 2025)
- Gambar peninggalan sejarah: lesung penumbuk padi, kentongan kayu, lampu minyak templok, dan alat pengganti modernnya
- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2025, Kemendikdasmen RI.
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2025, Kemendikdasmen RI, Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti.
- Catatan hasil wawancara dan pengamatan murid dari Pertemuan 1 sampai 7.
- Lembar Catatan Penyelidikan Sejarah Tertulis (LKPD berformat 4 bagian).
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (2025)
- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (2025)
- Lembar catatan hasil penyelidikan tertulis murid dari Pertemuan 8
- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi 2025), Bab 2: Dahulu, Kini, dan Nanti
- Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Portofolio (soal Bagian A, B, dan C)
- Rubrik Penilaian Portofolio Tertulis dan Unjuk Kerja Presentasi Lisan
- Stopwatch/pengatur waktu presentasi
|