MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Penyelidikan: Indera Pengecap (Lidah) dan Indera Peraba (Kulit) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Penyelidikan: Indera Pengecap (Lidah) dan Indera Peraba (Kulit) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk permukaan lidah dan kulit dengan fungsinya dalam mengecap rasa dan meraba tekstur serta suhu benda.
- Murid dapat melakukan observasi menggunakan alat bantu sederhana untuk menyelidiki cara kerja indera pengecap dan peraba serta mencatat hasilnya.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu merasakan makanan yang rasanya tidak enak karena hidungmu tersumbat? Mengapa menurutmu itu bisa terjadi?
- Bagaimana caramu mengetahui apakah air mandi terlalu panas tanpa melihatnya lebih dulu?
- Jika lidahmu dan kulitmu tidak bisa merasakan apa-apa, apa yang kira-kira akan terjadi dalam keseharianmu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai bentuk syukur atas tubuh yang sehat dan sempurna (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: membagikan kartu kecil bergambar lidah dan kulit, murid menulis/menggambar satu kata yang terlintas ketika melihat gambar tersebut, lalu beberapa murid berbagi jawabannya (3 menit).
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan meminta murid mengacungkan tangan untuk menjawab secara lisan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan menjadi ilmuwan cilik yang menyelidiki bagaimana lidah dan kulit kita bekerja!' (2 menit).
- Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: mengamati, menyelidiki, dan mencatat (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan gambar/poster permukaan lidah (bintil-bintil pengecap) dan permukaan kulit (ujung saraf peraba) yang diperbesar. Murid diminta mengamati gambar tersebut dengan seksama selama 1 menit dalam keheningan penuh (Berkesadaran).
- Guru mengajukan pertanyaan terpandu: 'Apa yang kalian lihat di permukaan lidah? Mengapa permukaannya tidak rata?' dan 'Apa yang ada di bawah permukaan kulit kita?' Murid menjawab secara bergantian.
- Guru menjelaskan secara singkat dan kontekstual: bintil-bintil kecil di lidah (papila) berfungsi menangkap rasa manis, asin, asam, pahit, dan umami; ujung-ujung saraf di kulit berfungsi mendeteksi sentuhan, suhu, dan tekstur. Guru mengaitkan dengan pengalaman nyata murid seperti merasakan es krim atau memegang benda dingin (Bermakna).
- Murid diminta melihat lidah teman sebangku menggunakan cermin kecil atau senter, lalu mengamati permukaan tangan sendiri. Guru memandu: 'Apakah kalian bisa melihat bintil-bintil kecil di lidah? Bagaimana tekstur kulit telapak tangan kalian?'
- Murid mencatat hasil pengamatan awal di lembar kerja kolom 'Apa yang kulihat'.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Penyelidikan yang berisi dua bagian: Penyelidikan Lidah dan Penyelidikan Kulit (Menggembirakan).
- PENYELIDIKAN LIDAH — Guru menyiapkan bahan: potongan kecil bahan makanan (gula pasir, garam, jeruk nipis/asam, dan kopi bubuk tanpa kafein/obat kunyit) dalam wadah berlabel. Prosedur: (a) Murid mencelupkan kapas bersih ke dalam larutan masing-masing bahan; (b) Secara bergantian, satu anggota kelompok menutup mata dan menjulurkan lidah; (c) Anggota lain menyentuhkan kapas ke bagian lidah yang berbeda (ujung, samping, tengah, pangkal); (d) Murid yang merasakan menyebutkan rasa yang terdeteksi; (e) Semua anggota kelompok mencatat hasilnya di tabel lembar kerja.
- PENYELIDIKAN KULIT — Bahan: mangkuk berisi air hangat-hangat kuku (sekitar 40°C, sudah disiapkan guru dan dipastikan aman), mangkuk berisi air suhu ruang, kapas halus, penggaris, dan benda-benda bertekstur berbeda (kain halus, amplas halus, permukaan buku). Prosedur: (a) Murid mencelupkan ujung jari ke air hangat dan air suhu ruang, lalu mencatat perbedaan yang dirasakan; (b) Murid menutup mata, guru atau teman menyentuh punggung tangan menggunakan kapas/kain/amplas secara bergantian; (c) Murid menebak benda apa yang menyentuh dan mencatat hasilnya di tabel lembar kerja.
- Selama penyelidikan berlangsung, guru berkeliling memantau, memberi panduan prosedur, dan mengajukan pertanyaan probing: 'Bagian lidah mana yang paling bisa merasakan rasa manis?', 'Apakah kulitmu bisa membedakan halus dan kasar dengan mudah?' (Bermakna).
- Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan kesimpulan sementara di lembar kerja: 'Apa yang kami temukan tentang cara kerja lidah?' dan 'Apa yang kami temukan tentang cara kerja kulit?'
- Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan hasil penyelidikannya di depan kelas secara singkat (masing-masing 1–2 menit). Kelompok lain menyimak dan boleh menanggapi.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu diskusi kelas: 'Apakah hasil penyelidikan kalian sesuai dengan yang kalian pikirkan di awal? Apa yang mengejutkan?' Murid berbagi secara lisan (Berkesadaran).
- Guru mengajukan pertanyaan penguatan konsep: 'Mengapa bentuk permukaan lidah yang berbintil-bintil itu penting bagi fungsinya?' dan 'Mengapa kulit kita yang menutupi seluruh tubuh sangat penting untuk keselamatan kita?' (Bermakna).
- Guru mengaitkan temuan penyelidikan dengan rasa syukur: 'Lidah dan kulit adalah anugerah luar biasa dari Tuhan. Bagaimana cara kita menjaga keduanya?'
- Murid mengisi bagian refleksi di lembar kerja: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini adalah...' dan 'Aku bersyukur memiliki lidah dan kulit karena...'
- Guru meluruskan miskonsepsi yang muncul selama penyelidikan, misalnya anggapan bahwa rasa hanya dideteksi di satu bagian lidah saja, atau kulit hanya merasakan panas dan dingin saja.
Penutup:- Guru mengajak murid membuat rangkuman bersama secara lisan: 'Apa yang kita pelajari hari ini tentang lidah?' dan 'Apa yang kita pelajari tentang kulit?' (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat: murid mengerjakan 3 soal pilihan ganda dan 1 soal isian pendek di lembar soal yang telah disiapkan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik positif terhadap proses penyelidikan yang telah dilakukan kelompok (2 menit).
- Guru mengingatkan murid untuk menjaga kebersihan lidah dan kulit sebagai bentuk syukur dan perawatan tubuh (1 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat agar murid dapat mempersiapkan diri (1 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang belum memahami konsep, guru menyediakan kartu visual bergambar besar yang menunjukkan bagian-bagian lidah dan kulit beserta fungsinya dengan keterangan sederhana. Bagi murid yang sudah cepat memahami, guru menyediakan kartu pertanyaan tambahan seperti 'Mengapa orang yang sakit COVID-19 tidak bisa merasakan rasa? Apa hubungannya dengan indera pengecap?'
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menyelesaikan penyelidikan dengan panduan langkah-langkah bergambar (visual steps) dan didampingi guru atau teman sebaya. Murid yang lebih cepat dapat mencoba variasi tambahan seperti menguji apakah tekstur benda lebih mudah dirasakan di ujung jari atau telapak tangan, dan mencatat hasilnya.
- Produk: Murid yang belum berkembang cukup menggambar dan memberi label bagian lidah/kulit serta satu fungsinya. Murid yang berkembang sesuai harapan mengisi lembar kerja penyelidikan lengkap dengan tabel data dan kesimpulan. Murid yang sangat berkembang membuat diagram sederhana yang menghubungkan bentuk permukaan lidah/kulit dengan fungsinya disertai penjelasan tertulis minimal 2 kalimat.
ASESMENAwal:- Diagnostik kartu respon: murid menulis/menggambar satu kata yang terlintas ketika melihat gambar lidah dan kulit untuk mengukur pengetahuan awal mereka tentang kedua indera tersebut.
- Tanya jawab lisan melalui pertanyaan pemantik untuk mengidentifikasi miskonsepsi awal, seperti anggapan bahwa lidah hanya untuk berbicara atau kulit hanya sebagai pelindung tubuh saja.
Proses:- Observasi guru menggunakan lembar ceklis selama kegiatan penyelidikan: apakah murid mengikuti prosedur dengan benar, mencatat hasil dengan teliti, dan berdiskusi secara aktif dalam kelompok.
- Pemantauan pengisian lembar kerja secara berkala: guru mengecek apakah tabel data diisi dengan data yang masuk akal dan apakah kesimpulan sementara relevan dengan temuan.
- Pertanyaan probing lisan kepada kelompok selama penyelidikan untuk mengecek pemahaman konsep secara real-time.
Akhir:- Tes tertulis singkat: 3 soal pilihan ganda (misalnya: bagian lidah yang merasakan rasa manis, fungsi ujung saraf di kulit, hubungan bintil lidah dengan fungsi pengecap) dan 1 soal isian (murid menjelaskan dengan kalimat sendiri mengapa permukaan lidah yang berbintil-bintil penting untuk fungsinya).
- Penilaian produk lembar kerja penyelidikan: dinilai berdasarkan rubrik empat level untuk aspek ketepatan pencatatan data dan kualitas kesimpulan.
Formatif:- Observasi keaktifan dan ketepatan prosedur saat melakukan penyelidikan menggunakan lembar observasi guru.
- Pengecekan lembar kerja penyelidikan: kelengkapan tabel data dan ketepatan pencatatan hasil observasi.
- Tanya jawab lisan selama kegiatan Memahami dan Merefleksi untuk memantau pemahaman konsep.
Sumatif:- Asesmen tertulis: 3 soal pilihan ganda dan 1 soal isian pendek tentang hubungan bentuk lidah/kulit dengan fungsinya.
- Penilaian lembar kerja penyelidikan kelompok berdasarkan rubrik yang mencakup aspek ketepatan data, kelengkapan catatan, dan kualitas kesimpulan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep (TP 3.1.6.1): Menjelaskan hubungan bentuk lidah/kulit dengan fungsinya | Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara bentuk permukaan lidah atau kulit dengan fungsinya, atau penjelasannya tidak relevan. | Murid dapat menyebutkan fungsi lidah atau kulit secara terpisah, tetapi belum dapat menghubungkan bentuk fisiknya (bintil-bintil/ujung saraf) dengan fungsi tersebut. | Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk permukaan lidah (bintil-bintil) dengan fungsi mengecap rasa, atau bentuk kulit (ujung saraf) dengan fungsi meraba, namun baru untuk salah satu indera. | Murid dapat menjelaskan dengan jelas dan tepat hubungan antara bentuk permukaan lidah (bintil-bintil pengecap) dengan kemampuan mengecap berbagai rasa, DAN bentuk kulit (ujung saraf peraba) dengan kemampuan merasakan tekstur dan suhu, menggunakan kalimat sendiri. | | Keterampilan Proses (TP 3.1.6.2): Melakukan observasi dan mencatat hasil penyelidikan | Murid tidak mengikuti prosedur penyelidikan dan tidak mengisi lembar kerja, atau data yang dicatat tidak dapat dipahami. | Murid mengikuti sebagian prosedur penyelidikan dengan bantuan penuh dari guru, dan mengisi sebagian lembar kerja namun data tidak lengkap atau kurang akurat. | Murid mengikuti prosedur penyelidikan dengan bantuan minimal, mencatat data di tabel dengan cukup lengkap dan akurat, serta menuliskan kesimpulan sederhana yang relevan dengan hasil penyelidikan. | Murid mengikuti seluruh prosedur penyelidikan secara mandiri dan tertib, mencatat semua data di tabel dengan lengkap dan akurat, menuliskan kesimpulan yang jelas dan terhubung dengan konsep bentuk-fungsi indera pengecap dan peraba. | | Kolaborasi dan Partisipasi dalam Kelompok | Murid tidak berpartisipasi dalam diskusi atau kegiatan kelompok dan tidak berkontribusi pada penyelidikan. | Murid berpartisipasi hanya jika diminta oleh guru atau teman, kontribusi dalam kelompok sangat terbatas. | Murid aktif berpartisipasi dalam sebagian besar kegiatan kelompok, mau berbagi tugas, dan mendengarkan pendapat teman. | Murid sangat aktif berkontribusi dalam kelompok: mengambil peran aktif dalam penyelidikan, mendorong diskusi, menghargai pendapat semua anggota, dan membantu teman yang mengalami kesulitan. | | Komunikasi: Menyampaikan Hasil Penyelidikan | Murid tidak dapat menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan maupun tulisan. | Murid dapat menyampaikan hasil penyelidikan dengan kalimat yang sangat singkat dan kurang jelas, membutuhkan banyak bantuan guru. | Murid dapat menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan atau tulisan dengan cukup jelas, menggunakan kata-kata yang tepat tentang rasa dan tekstur. | Murid dapat menyampaikan hasil penyelidikan secara lisan dan tulisan dengan jelas, runtut, dan menggunakan istilah yang tepat (misalnya: bintil pengecap, ujung saraf, tekstur, suhu) serta mampu menjawab pertanyaan teman atau guru. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan penyelidikan? Siapa yang tampak kesulitan dan apa yang perlu saya lakukan di pertemuan berikutnya?
- Apakah prosedur penyelidikan sudah cukup jelas dan dapat diikuti oleh murid secara mandiri sesuai usianya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian?
- Miskonsepsi apa yang muncul selama pembelajaran ini dan bagaimana cara menanganinya lebih efektif di lain waktu?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup menjawab kebutuhan belajar semua murid?
Refleksi Murid:- Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang lidah dan kulitmu?
- Bagian mana dari penyelidikan tadi yang paling menyenangkan bagimu? Mengapa?
- Apakah ada yang masih membingungkan atau ingin kamu tahu lebih lanjut tentang cara kerja lidah dan kulit?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui betapa hebatnya lidah dan kulitmu bekerja setiap hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI Fase B (Edisi Revisi) — Bab 1 Keajaiban Tubuhku, halaman 11 dan 17
- Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI Fase B — Panduan Khusus Bab I, Subbab B: Tubuhku Unik, Tubuhku Berharga
- Poster/gambar permukaan lidah yang diperbesar (bintil-bintil papila) dan penampang kulit (ujung saraf peraba) — dapat dicetak dari buku atau sumber digital
- Lembar Kerja Penyelidikan (dibuat guru): tabel pencatatan data untuk penyelidikan lidah dan kulit
- Bahan penyelidikan indera pengecap: larutan gula (rasa manis), larutan garam (rasa asin), air jeruk nipis (rasa asam), larutan kopi/kunyit encer (rasa pahit), kapas bersih/cotton bud, wadah plastik kecil berlabel
- Bahan penyelidikan indera peraba: mangkuk berisi air hangat-hangat kuku (±40°C, dipastikan aman), mangkuk berisi air suhu ruang, kain halus, amplas halus, permukaan buku bertekstur, cermin kecil atau senter kecil
- Kartu visual bergambar untuk diferensiasi (kartu langkah bergambar dan kartu pertanyaan pengayaan)
- Lembar soal asesmen akhir (3 pilihan ganda + 1 isian pendek)
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka versi Deep Learning 2025
|