MODUL AJAR IPAS — Kelas 3 (Fase B) Topik: Penyelidikan: Indera Pendengar (Telinga) dan Indera Pembau (Hidung) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Penyelidikan: Indera Pendengar (Telinga) dan Indera Pembau (Hidung) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk telinga dan hidung dengan fungsinya dalam mendengar suara dan mencium bau melalui penyelidikan sederhana.
- Murid dapat membandingkan hasil pengamatan tentang kemampuan mendengar dan mencium dengan prediksi awal serta memberikan penjelasan sederhana.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa telingamu berbentuk seperti corong, bukan lurus seperti pipa?
- Bagaimana hidungmu bisa tahu bau masakan dari dapur padahal kamu sedang berada di kamar?
- Menurutmu, apakah kita bisa mendengar atau mencium sama baiknya jika bentuk telinga dan hidung berbeda dari sekarang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak mereka duduk melingkar atau dalam posisi nyaman selama 3 menit pertama untuk mengondisikan kesiapan belajar.
- Guru meminta murid menutup mata selama 30 detik dan fokus mendengarkan suara-suara di sekitar kelas, lalu mencatat dalam hati apa yang mereka dengar (aktivitas mindful listening).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan: 'Mengapa telingamu berbentuk seperti corong?' dan meminta 2–3 murid menjawab secara spontan.
- Asesmen Awal (diagnostik): Guru membagikan kartu kecil berisi gambar telinga dan hidung. Murid menuliskan 1 kata atau kalimat pendek tentang fungsi masing-masing indra tersebut. Guru mengumpulkan kartu untuk memetakan pengetahuan awal murid.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan menyelidiki mengapa bentuk telinga dan hidung kita unik, dan kita akan membandingkan tebakan kita dengan hasil pengamatan nyata.'
- Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat: membuat prediksi, melakukan penyelidikan, lalu berbagi temuan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan gambar/ilustrasi penampang telinga dan hidung di papan tulis atau layar proyektor, lalu mengajak murid mengamati bentuk-bentuknya bersama.
- Guru membacakan fakta singkat dari buku siswa: (a) Telinga luar berbentuk corong untuk menangkap dan mengarahkan suara ke dalam; rambut halus dan serumen melindungi telinga dari debu dan serangga. (b) Hidung memiliki dua lubang menghadap ke bawah untuk mencegah air dan debu masuk langsung, serta rambut hidung dan lendir yang menyaring kotoran.
- Murid diminta menyentuh daun telinga mereka sendiri dan merasakan bentuknya, kemudian guru bertanya: 'Apa yang terjadi jika kamu melipat daun telingamu ke depan? Apakah suara terasa berbeda?' — murid boleh mencoba langsung.
- Guru memberikan penjelasan singkat tentang hubungan bentuk-fungsi: bentuk corong telinga membantu mengumpulkan gelombang suara, arah lubang hidung ke bawah membantu menyaring partikel sebelum udara masuk.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan lembar kerja penyelidikan yang berisi kolom: Prediksi Awal, Langkah Penyelidikan, Hasil Pengamatan, dan Penjelasanku.
- Penyelidikan 1 — Telinga (±10 menit): Setiap kelompok melakukan dua percobaan sederhana: (a) Satu murid berdiri di ujung kelas, murid lain mendengarkan bisikan biasa, lalu mendengarkan bisikan sambil memasangkan tangan melengkung di belakang telinga seperti corong. Murid mencatat apakah suara terasa lebih jelas. (b) Murid mencoba menentukan arah sumber suara (guru mengetuk meja di sisi berbeda) dengan mata tertutup, lalu mencatat hasilnya di lembar kerja.
- Penyelidikan 2 — Hidung (±8 menit): (a) Murid mencium aroma bahan yang disiapkan guru (potongan jeruk atau kayu manis dalam wadah tertutup yang dibuka sebagian) dari jarak 30 cm, lalu mencatat bau apa yang tercium dan seberapa kuat. (b) Murid mencoba mencium dengan satu lubang hidung ditutup (jari menutup satu lubang) dan membandingkan dengan mencium menggunakan dua lubang; hasilnya dicatat di lembar kerja.
- Setiap kelompok menuliskan perbandingan antara prediksi awal (dari kartu diagnostik di pendahuluan) dengan hasil pengamatan nyata mereka di kolom yang tersedia.
- Guru berkeliling memantau dan memberikan pertanyaan pancingan kepada tiap kelompok: 'Apakah hasilnya sesuai tebakanmu? Apa yang membuatnya berbeda?'
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan satu temuan paling menarik dari penyelidikan mereka di depan kelas (masing-masing kelompok ±1–2 menit).
- Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat dengan pertanyaan: 'Siapa yang hasil pengamatannya berbeda dari prediksi awal? Mengapa menurutmu itu terjadi?'
- Murid secara individu menuliskan kesimpulan pada lembar kerja di kolom 'Penjelasanku' dengan kalimat: 'Bentuk telinga membantuku ... karena ...' dan 'Bentuk hidung membantuku ... karena ...'
- Guru mengajak murid merenungkan pertanyaan reflektif: 'Setelah penyelidikan ini, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang tubuhmu yang membuatmu kagum?' — murid menuliskan jawabannya di buku tugas masing-masing.
Penutup:- Guru mengajak murid melakukan ice-breaking singkat: tepuk tangan berpola untuk merayakan penyelidikan yang sudah selesai.
- Asesmen Akhir: Guru membagikan 'tiket keluar' (exit ticket) berupa selembar kertas kecil. Murid menjawab dua pertanyaan: (1) Tulis satu alasan mengapa bentuk telinga kita berguna untuk mendengar. (2) Tulis satu perbedaan antara prediksimu dan hasil pengamatanmu hari ini.
- Guru merangkum pembelajaran dengan mengulang poin utama: bentuk telinga yang seperti corong membantu menangkap suara, dan dua lubang hidung menghadap ke bawah membantu menyaring udara serta mencium bau.
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan mengingatkan bahwa tubuh kita adalah karunia yang luar biasa untuk dijaga.
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya secara singkat untuk membangun rasa ingin tahu.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah memahami materi dasar diberikan bacaan tambahan berupa fakta sains lanjutan (misalnya: bagaimana sel rambut di telinga bagian dalam mengubah getaran menjadi sinyal ke otak, atau cara kerja reseptor bau di rongga hidung). Murid yang masih kesulitan diberikan lembar kerja bergambar dengan panduan langkah penyelidikan yang lebih terstruktur dan kalimat isian yang lebih pendek.
- Proses: Guru mendampingi kelompok yang membutuhkan bantuan lebih dengan pertanyaan scaffolding yang lebih terarah. Kelompok yang lebih cepat selesai diminta membuat pertanyaan tambahan tentang indra yang ingin mereka selidiki lebih lanjut. Murid yang kesulitan dalam penulisan dapat menyampaikan jawaban secara lisan kepada guru atau teman sebaya.
- Produk: Murid yang berkembang lebih cepat dapat menyajikan temuan dalam bentuk gambar beranotasi (menggambar telinga/hidung dan menuliskan keterangan fungsi tiap bagian). Murid lain cukup mengisi lembar kerja penyelidikan yang sudah tersedia dengan kalimat sederhana.
ASESMENAwal:- Guru membagikan kartu kecil bergambar telinga dan hidung. Murid menuliskan 1 kata atau kalimat pendek tentang fungsi masing-masing indra (dilakukan di awal pendahuluan sebelum penjelasan materi).
- Guru mengajukan pertanyaan lisan pemantik dan meminta 2–3 murid menjawab spontan untuk memetakan pemahaman awal kelas secara cepat.
Proses:- Observasi guru selama penyelidikan kelompok menggunakan daftar cek sederhana: apakah murid mencatat prediksi, melakukan langkah penyelidikan dengan benar, dan mengisi kolom hasil pengamatan.
- Pertanyaan pancingan guru kepada tiap kelompok selama penyelidikan berlangsung untuk memantau proses berpikir murid: 'Apa yang kamu amati? Apakah sesuai tebakanmu?'
- Penilaian presentasi singkat kelompok di tahap Merefleksi: guru mencatat apakah murid mampu menyampaikan satu temuan dengan kalimat yang dapat dipahami.
Akhir:- Exit ticket dua pertanyaan: (1) Tulis satu alasan mengapa bentuk telinga kita berguna untuk mendengar. (2) Tulis satu perbedaan antara prediksimu dan hasil pengamatanmu hari ini.
- Lembar kerja penyelidikan yang dikumpulkan dinilai berdasarkan kelengkapan dan kebenaran isi kolom prediksi, hasil pengamatan, dan kolom 'Penjelasanku'.
Formatif:- Kartu diagnostik awal: murid menuliskan pengetahuan awal tentang fungsi telinga dan hidung sebelum pembelajaran dimulai.
- Observasi guru selama penyelidikan kelompok: guru mengamati keaktifan, ketepatan prosedur, dan kemampuan murid mencatat hasil pengamatan menggunakan lembar observasi sederhana.
- Diskusi kelas saat tahap Merefleksi: guru menilai kemampuan murid membandingkan prediksi dengan hasil pengamatan melalui respons lisan.
Sumatif:- Exit ticket di akhir pembelajaran: murid menjawab dua pertanyaan tertulis tentang hubungan bentuk-fungsi telinga dan perbandingan antara prediksi dan hasil pengamatan.
- Lembar kerja penyelidikan yang dikumpulkan: dinilai berdasarkan kelengkapan kolom prediksi, hasil pengamatan, dan penjelasan sederhana yang ditulis murid.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan hubungan bentuk dan fungsi telinga serta hidung (TP 3.1.5.1) | Murid belum dapat menjelaskan fungsi telinga atau hidung, atau jawabannya tidak relevan dengan bentuk indra tersebut. | Murid dapat menyebutkan fungsi telinga atau hidung secara umum (misalnya: 'untuk mendengar' atau 'untuk mencium') tanpa mengaitkan dengan bentuknya. | Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk telinga atau hidung dengan fungsinya menggunakan kalimat sederhana yang tepat (misalnya: 'Telinga berbentuk corong supaya suara bisa masuk'). | Murid dapat menjelaskan hubungan antara bentuk telinga dan hidung dengan fungsinya secara lengkap dan tepat, disertai contoh dari hasil penyelidikan yang dilakukan (misalnya: 'Telinga berbentuk corong membantu mengumpulkan suara, terbukti saat aku melipat telinga suara terasa berbeda'). | | Membandingkan prediksi awal dengan hasil pengamatan (TP 3.1.5.2) | Murid tidak menuliskan prediksi awal atau tidak mencatat hasil pengamatan, sehingga tidak ada perbandingan yang dapat dilakukan. | Murid menuliskan prediksi awal dan hasil pengamatan, tetapi belum mampu membandingkan keduanya atau penjelasannya tidak relevan. | Murid dapat membandingkan prediksi awal dengan hasil pengamatan dan menyebutkan apakah hasilnya sama atau berbeda dengan penjelasan singkat. | Murid membandingkan prediksi awal dengan hasil pengamatan secara rinci, memberikan penjelasan yang logis tentang mengapa hasilnya sama atau berbeda, dan menggunakan data dari lembar kerja penyelidikan sebagai bukti. | | Partisipasi dalam penyelidikan dan kolaborasi kelompok | Murid tidak aktif dalam penyelidikan kelompok dan tidak berkontribusi dalam pencatatan atau diskusi. | Murid terlibat dalam sebagian kegiatan penyelidikan tetapi kontribusinya masih sangat terbatas atau perlu banyak dorongan dari guru. | Murid aktif berpartisipasi dalam penyelidikan, mencatat hasil pengamatan, dan berkontribusi dalam diskusi kelompok. | Murid sangat aktif dalam penyelidikan, membantu teman kelompok, mencatat hasil dengan sistematis, dan berkontribusi secara signifikan dalam presentasi atau diskusi kelas. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam penyelidikan? Jika tidak, kelompok mana yang membutuhkan dukungan lebih di pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian?
- Apakah pertanyaan pancingan yang saya gunakan cukup efektif membantu murid menghubungkan bentuk dan fungsi indra?
- Seberapa jauh murid mampu membandingkan prediksi awal dengan hasil pengamatan? Apa yang perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Apa satu hal paling menarik yang kamu temukan hari ini tentang telinga atau hidungmu?
- Apakah hasil penyelidikanmu sesuai dengan tebakanmu di awal? Apa yang membuatmu terkejut?
- Bagaimana perasaanmu saat melakukan penyelidikan bersama kelompok? Apa yang ingin kamu coba lagi?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi) — Bab 1 Keajaiban Tubuhku, halaman tentang pancaindra dan infografik cara mengenali sekitar.
- Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab 1.
- Gambar/ilustrasi penampang telinga dan hidung (dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor).
- Lembar kerja penyelidikan yang disiapkan guru (berisi kolom: Prediksi Awal, Langkah Penyelidikan, Hasil Pengamatan, Penjelasanku).
- Bahan aroma untuk penyelidikan hidung: potongan jeruk, kayu manis, atau bahan beraroma lain yang aman dalam wadah kecil.
- Kartu kecil untuk asesmen awal (diagnostik) dan exit ticket.
- Papan tulis atau proyektor untuk menampilkan gambar dan pertanyaan pemantik.
|