Modul AjarBab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar IPAS Kelas 3 Bab 1: Keajaiban Tubuhku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPAS kelas 3 untuk Bab 1 "Keajaiban Tubuhku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 3 Bab 1: Keajaiban Tubuhku

IPAS - Kelas 3

Bab 1

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 1 — Keajaiban Tubuhku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 1 — Keajaiban Tubuhku
Alokasi Waktu21 JP (21 x 35 menit = 735 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.1.1 Menjelaskan bentuk pancaindra pada tubuh manusia
  2. TP 3.1.2 Menjelaskan fungsi pancaindra dalam kehidupan sehari-hari
  3. TP 3.1.3 Mengamati fenomena pancaindra secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  4. TP 3.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pancaindra secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagian luar apa sajakah yang bisa kita amati pada mata dan telinga kita?
  2. Mengapa bola mata kita berbentuk bulat dan daun telinga kita memiliki lekuk-lekuk?
  3. Mengapa hidung kita memiliki dua lubang yang posisinya menghadap ke bawah?
  4. Apa yang kamu rasakan saat menyentuh permukaan lidahmu sendiri menggunakan jari yang bersih?
  5. Bagaimana bentuk dan sifat fisik kulit yang menutupi seluruh tubuh kita?
  6. Apa yang terjadi jika kita berjalan di tempat gelap tanpa bisa melihat?
  7. Bagaimana telinga membantu kita saat menyeberang jalan dan mendengar klakson kendaraan?
  8. Mengapa kita bisa membedakan bau wangi bunga dan bau sampah sebelum melihat bendanya?
  9. Bagaimana lidah dan kulit membantu kita mengetahui apakah makanan yang kita makan itu lezat atau berbahaya karena terlalu panas?
  10. Bagaimana telinga kita tahu dari mana asal sebuah bunyi saat mata kita terpejam?
  11. Apakah telinga kita bisa membedakan benda yang dibunyikan hanya dari suaranya?
  12. Bagaimana caramu mengetahui permukaan suatu benda itu kasar atau halus tanpa melihatnya?
  13. Apakah kamu bisa mengenali suatu benda hanya dari aroma yang dicium hidungmu?
  14. Bagaimana cara kita menuangkan hasil pengamatan rasa, bau, dan tekstur ke dalam tulisan agar orang lain dapat membacanya dengan jelas?
  15. Mengapa data hasil penyelidikan pancaindra perlu kita tulis secara rapi pada lembar pengamatan?
  16. Bagaimana caramu menyampaikan apa yang dirasakan oleh pancaindramu kepada teman sekelas agar mereka memahaminya?
  17. Informasi apa saja dari catatan penyelidikan yang penting untuk diceritakan secara lisan di depan kelas?
  18. Bagaimana bentuk dan fungsi kelima pancaindra saling melengkapi saat kita mengenali benda di sekitar kita?
  19. Apa yang terjadi pada pancaindra kita ketika menerima rangsangan seperti suara, aroma, atau tekstur benda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Bentuk Fisik Mata dan Telinga pada Tubuh Manusia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Menjelaskan bentuk pancaindra pada tubuh manusia

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar organ (mata dan telinga) dan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan bentuk fisik luar yang kalian lihat pada mata dan telinga!' (acuan jawaban: mata berbentuk bola bulat dengan kelopak dan bulu mata; telinga memiliki daun berlekuk seperti corong/mangkuk dan lubang telinga) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan bentuk fisik luar mata dan telinga beserta ciri-ciri bagian fisiknya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar model anatomi luar mata dan telinga pada buku siswa serta mengamati mata dan telinga teman sebangkunya menggunakan cermin kecil dengan penuh perhatian (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan konsep tentang bentuk fisik mata (berbentuk bola bulat, dilindungi kelopak mata di atas dan bawah serta helai bulu mata) dan bentuk fisik telinga (daun telinga berlekuk menyerupai corong/mangkuk terbuka, memiliki saluran atau lubang di bagian tengah, serta rambut halus di bagian dalam) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan permainan tantangan tebak rincian fisik 'Detektif Bentuk': satu murid memegang cermin kecil dan mitra mengidentifikasi 4 ciri bentuk fisik yang terlihat pada kartu petunjuk (kartu 1: bola mata bulat; kartu 2: tirai kelopak dan bulu mata; kartu 3: corong daun telinga berlekuk; kartu 4: lubang telinga berambut halus) secara bergantian dan gembira (15 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Pengamatan Bentuk Fisik dengan melengkapi 4 pernyataan ciri bentuk fisik mata dan telinga: (1) Bentuk bola mata pada manusia adalah ... (acuan: bulat seperti bola); (2) Bagian luar yang menutupi dan membatasi bola mata adalah ... (acuan: kelopak mata dan bulu mata); (3) Bentuk daun telinga manusia menyerupai ... (acuan: corong/mangkuk berlekuk-lekuk); (4) Bagian tengah telinga yang tampak dari luar adalah ... (acuan: lubang telinga) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan lembar kerja dengan acuan yang dijelaskan guru serta menyimpulkan kembali ciri fisik mata dan telinga yang telah dipelajari (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum ciri-ciri bentuk fisik mata dan telinga manusia yang telah dipelajari (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan asesmen akhir singkat secara lisan kepada murid untuk mengecek ketuntasan pemahaman bentuk mata dan telinga sebelum menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar perbesaran bagian fisik luar mata dan daun telinga berlabel bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langsung saat mencocokkan ciri fisik, sedangkan murid cepat diminta menguraikan 4 rincian bentuk fisik secara mandiri tanpa bantuan gambar berlabel.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan bentuk fisik secara tertulis atau menyampaikan secara lisan dengan menunjuk langsung model gambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Bagaimanakah bentuk bola mata dan daun telinga manusia yang terlihat dari luar?' (acuan: bola mata berbentuk bulat dengan kelopak dan bulu mata; telinga memiliki daun berlekuk seperti corong/mangkuk dan lubang telinga).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat mengamati bentuk fisik mata dan telinga berpasangan.
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Pengamatan Bentuk Fisik pada 4 butir: (1) bentuk bola mata (bulat seperti bola), (2) pelindung bola mata (kelopak dan bulu mata), (3) bentuk daun telinga (corong/mangkuk berlekuk-lekuk), (4) bagian tengah telinga (lubang telinga).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan 2 butir di akhir pembelajaran: (1) Sebutkan 2 ciri bentuk fisik mata! (acuan: bola mata bulat; memiliki kelopak dan bulu mata); (2) Sebutkan 2 ciri bentuk fisik telinga! (acuan: daun telinga berlekuk seperti corong/mangkuk; memiliki lubang telinga).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengamatan berpasangan ciri fisik mata dan telinga
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan 4 ciri bentuk fisik mata dan telinga

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Bentuk Fisik MataBelum mampu menjelaskan bentuk fisik mata (0 dari 2 ciri: bola mata bulat; kelopak dan bulu mata)Mampu menjelaskan 1 dari 2 ciri bentuk fisik mata (acuan: bola mata bulat atau kelopak dan bulu mata)Mampu menjelaskan 2 ciri bentuk fisik mata (acuan: bola mata bulat serta kelopak dan bulu mata) dengan sedikit bantuan panduanMampu menjelaskan 2 ciri bentuk fisik mata (acuan: bola mata bulat serta kelopak dan bulu mata) secara tepat dan mandiri
Penjelasan Bentuk Fisik TelingaBelum mampu menjelaskan bentuk fisik telinga (0 dari 2 ciri: daun telinga berlekuk seperti corong/mangkuk; lubang telinga)Mampu menjelaskan 1 dari 2 ciri bentuk fisik telinga (acuan: daun telinga berlekuk seperti corong/mangkuk atau lubang telinga)Mampu menjelaskan 2 ciri bentuk fisik telinga (acuan: daun telinga berlekuk seperti corong/mangkuk serta lubang telinga) dengan bantuan panduanMampu menjelaskan 2 ciri bentuk fisik telinga (acuan: daun telinga berlekuk seperti corong/mangkuk serta lubang telinga) secara tepat dan mandiri

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengamati dan menjelaskan bentuk fisik mata dan telinga secara tepat?
  • Apakah aktivitas observasi berpasangan dengan cermin berjalan tertib dan menggembirakan bagi seluruh murid?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu temukan tentang bentuk mata dan telingamu saat melihatnya di cermin?
  • Bagian bentuk fisik mata atau telinga mana yang paling mudah kamu ingat dan jelaskan?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Bentuk Fisik Hidung, Lidah, dan Kulit pada Tubuh Manusia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Menjelaskan bentuk pancaindra pada tubuh manusia

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa sebagai wujud rasa syukur atas kelengkapan anggota tubuh, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan ciri bentuk fisik tiga pancaindra: hidung, lidah, dan kulit pada tubuh manusia (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 3 pertanyaan lisan terkait bentuk fisik indra: (1) 'Di mana letak hidung dan berapa jumlah lubangnya?' (acuan: menonjol di tengah wajah, ada 2 lubang menghadap ke bawah); (2) 'Bagaimana permukaan lidah saat dilihat di cermin?' (acuan: kasar/berbintil-bintil kecil, berwarna merah muda); (3) 'Bagaimana sifat fisik kulit yang membungkus tubuh kita?' (acuan: berupa lapisan tipis yang lentur/elastis dan memiliki pori-pori serta rambut halus) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati gambar anatomi luar tentang bentuk fisik hidung (menonjol di tengah wajah, memiliki 2 lubang yang menghadap ke bawah, memiliki rambut halus di dalamnya), bentuk lidah (organ lentur di dalam rongga mulut, berwarna merah muda, berpermukaan kasar dengan bintil-bintil kecil/papila), dan bentuk fisik kulit (lapisan luas yang menutupi seluruh bagian luar tubuh, berpori-pori halus, serta ditumbuhi rambut-rambut halus) (15 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengamati diri sendiri di cermin kecil atau meraba punggung tangan untuk mengenali secara langsung ciri bentuk fisik hidung, tekstur bintil lidah, dan pori-pori pada permukaan kulit (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan aktivitas tantangan menggembirakan 'Tebak Kartu Ciri Fisik': murid bermain berpasangan mencocokkan 3 kartu nama indra (Hidung, Lidah, Kulit) dengan 6 kartu ciri fisik yang disiapkan guru: (a) 'Menonjol di tengah wajah dan memiliki dua lubang ke bawah' -> Hidung; (b) 'Terdapat rambut halus di dalam lubangnya' -> Hidung; (c) 'Organ di dalam mulut dengan permukaan bintil-bintil kecil' -> Lidah; (d) 'Berwarna merah muda dan teksturnya lentur' -> Lidah; (e) 'Lapisan terluar yang menutupi seluruh tubuh' -> Kulit; (f) 'Memiliki pori-pori dan rambut halus di permukaannya' -> Kulit (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Pemahaman Bentuk Fisik dengan melengkapi tabel deskripsi bentuk fisik 3 pancaindra (hidung, lidah, kulit) dengan menuliskan minimal 2 ciri fisik yang benar untuk setiap indra (total 6 ciri fisik) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mendiskusikan ketepatan deskripsi bentuk fisik hidung, lidah, dan kulit yang telah ditulis pada lembar kerja berdasarkan acuan materi (15 menit).
  • Murid melakukan refleksi diri terpandu tentang apa saja keunikan bentuk fisik hidung, lidah, dan kulit yang baru mereka pelajari dan pahami secara mendalam hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil pengerjaan lembar kerja dan menegaskan kembali intisari bentuk fisik hidung, lidah, dan kulit pada tubuh manusia (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid bersyukur atas keunikan fisik tubuh dan menyampaikan sekilas bahwa pada pertemuan berikutnya kelas akan mempelajari fungsi penglihatan dan pendengaran, lalu diakhiri doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bantu bergambar yang memperbesar tampilan bintil lidah, rongga hidung, dan penampang pori kulit.
  • Proses: Murid yang sudah mahir menjelaskan ciri bentuk fisik secara mandiri dan rinci, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dengan pertanyaan penuntun terfokus pada bagian tubuh yang diamati.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan bentuk fisik secara tertulis deskriptif lengkap atau melengkapi bagan poin ciri bentuk fisik pada lembar kerja yang disederhanakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) 'Di mana letak hidung dan berapa jumlah lubangnya?' (acuan jawaban: di tengah wajah, ada 2 lubang menghadap ke bawah); (2) 'Bagaimana bentuk dan permukaan lidah saat dilihat di cermin?' (acuan jawaban: organ lentur di dalam mulut, berwarna merah muda, berpermukaan kasar dengan bintil-bintil kecil); (3) 'Bagaimana ciri bentuk fisik kulit pada tubuh kita?' (acuan jawaban: lapisan yang menutupi seluruh tubuh, memiliki pori-pori dan rambut halus).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Pemahaman Bentuk Fisik dengan 6 target ciri bentuk fisik: (1) Hidung: menonjol di tengah wajah dengan dua lubang menghadap ke bawah; (2) Hidung: memiliki rambut-rambut halus di dalam rongga lubangnya; (3) Lidah: organ lentur berwarna merah muda di dalam rongga mulut; (4) Lidah: memiliki permukaan kasar berupa bintil-bintil kecil (papila); (5) Kulit: lapisan luar yang menyelimuti seluruh permukaan tubuh manusia; (6) Kulit: memiliki pori-pori halus dan ditumbuhi rambut-rambut halus (acuan: setiap indra tepat mendeskripsikan minimal 2 ciri fisik sesuai target di atas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup secara lisan/tertulis singkat berupa 3 butir pertanyaan cepat: (1) 'Sebutkan 2 ciri bentuk hidung!' (acuan: menonjol di tengah wajah, 2 lubang ke bawah, atau memiliki rambut halus); (2) 'Sebutkan 2 ciri fisik lidah!' (acuan: berada di dalam mulut, merah muda, lentur, atau memiliki bintil-bintil kecil); (3) 'Sebutkan 2 ciri fisik kulit!' (acuan: menutupi seluruh tubuh, memiliki pori-pori, atau memiliki rambut halus).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal pertemuan mengenai ciri bentuk fisik hidung, lidah, dan kulit.
  • Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan kartu ciri bentuk fisik pancaindra.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Pemahaman Bentuk Fisik Hidung, Lidah, dan Kulit.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bentuk fisik hidung, lidah, dan kulit pada tubuh manusiaMenjelaskan kurang dari 3 ciri bentuk fisik dari 6 target ciri hidung, lidah, dan kulit dengan tepat.Menjelaskan 3 sampai 4 ciri bentuk fisik dari 6 target ciri hidung, lidah, dan kulit dengan tepat dengan bantuan guru.Menjelaskan 5 sampai 6 ciri bentuk fisik dari 6 target ciri hidung, lidah, dan kulit dengan tepat secara mandiri.Menjelaskan seluruh 6 ciri bentuk fisik dari target ciri hidung, lidah, dan kulit secara lengkap, tepat, terstruktur, serta mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dan mengidentifikasi kekhasan bentuk fisik antara hidung, lidah, dan kulit secara tepat?
  • Apakah aktivitas permainan kartu ciri fisik dan pengamatan cermin efektif membantu murid memahami konsep secara mendalam?

Murid:

  • Apa ciri fisik bentuk hidung, lidah, dan kulit yang paling mudah kamu kenali?
  • Bagian bentuk fisik indra mana yang menurutmu paling unik setelah diamati hari ini?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Fungsi Penglihatan dan Pendengaran dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Menjelaskan fungsi pancaindra dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua pertanyaan pemantik: 'Apa peran mata saat membaca buku?' dan 'Apa peran telinga saat bel tanda masuk berbunyi?' (acuan: mata untuk melihat tulisan/gambar; telinga untuk mendengar bunyi bel) untuk memetakan pemahaman dasar fungsi kedua indra (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan fungsi penglihatan (mata) dan pendengaran (telinga) dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui gambar situasi harian (membaca buku, menonton pentas seni, mendengar pengumuman, dan menyeberang jalan) mengenai fungsi mata untuk melihat (mengenali warna, bentuk, jarak, bahaya visual) dan fungsi telinga untuk mendengar (menangkap suara, membedakan bunyi keras-lembut, mendengar peringatan bahaya) (15 menit).
  • Murid menjawab secara lisan 4 pertanyaan panduan guru mengenai fungsi mata dan telinga dalam situasi harian: (1) Mengapa kita memakai mata saat belajar? (acuan: untuk melihat huruf dan angka di buku/papan); (2) Bagaimana mata melindungi kita saat berjalan di jalan berbatu? (acuan: melihat batu agar tidak tersandung); (3) Apa fungsi telinga saat ada sirene ambulans? (acuan: mendengar tanda bahaya dan menepi); (4) Bagaimana telinga membantu kita saat bercakap-cakap dengan teman? (acuan: mendengar perkataan atau suara teman) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tebak fungsi 'Mata atau Telinga': guru membacakan 4 kartu peristiwa nyata lalu murid mengangkat papan/label nama indra yang tepat secara serempak: Kartu 1: 'Mengetahui warna lampu lalu lintas menyala merah' (acuan: Mata); Kartu 2: 'Mengetahui bel sekolah berbunyi kencang' (acuan: Telinga); Kartu 3: 'Membaca rambu peringatan lantai licin' (acuan: Mata); Kartu 4: 'Mendengar bunyi klakson motor dari arah belakang' (acuan: Telinga) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Fungsi Penglihatan dan Pendengaran' yang berisi 4 skenario kehidupan sehari-hari untuk dijelaskan fungsi indranya: Skenario 1: 'Siti menyeberang jalan di zebra cross' -> jelaskan fungsi mata dan telinga Siti; Skenario 2: 'Budi menonton video dongeng di layar laptop' -> jelaskan fungsi mata dan telinga Budi; Skenario 3: 'Ibu memasak air di dapur dan peluit teko berbunyi' -> jelaskan fungsi telinga Ibu; Skenario 4: 'Edo melihat rambu jalan satu arah' -> jelaskan fungsi mata Edo (acuan: Skenario 1: mata melihat kendaraan yang melintas dan telinga mendengar suara deru mesin/klakson; Skenario 2: mata melihat gambar gerak dongeng dan telinga mendengar suara tokoh dongeng; Skenario 3: telinga mendengar bunyi peluit penanda air mendidih; Skenario 4: mata melihat bentuk dan tanda panah pada rambu jalan) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil penjelasan tertulis pada lembar kerja melalui panduan kunci acuan yang dibacakan guru secara bertahap (10 menit).
  • Murid merumuskan intisari berkesadaran tentang bagaimana fungsi penglihatan dan pendengaran saling melengkapi untuk keselamatan dan kegiatan sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali fungsi penglihatan dan pendengaran dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan 4 skenario yang telah dipelajari (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja yang telah diselesaikan murid dan menyampaikan apresiasi terhadap ketepatan penjelasan fungsi kedua indra (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual bergambar aktivitas; murid yang lebih cepat diberikan skenario kontekstual tambahan yang menggabungkan kedua indra sekaligus.
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah mendapatkan panduan berupa kalimat rumpang terstruktur saat menjelaskan fungsi; murid mahir menuliskan penjelasan fungsi secara mandiri dan terperinci.
  • Produk: Seluruh murid menyajikan penjelasan fungsi pada lembar kerja yang sama dengan tingkat rincian penjelasan yang disesuaikan kesiapan masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan awal: (1) 'Apa peran mata saat membaca buku?' (acuan: mata untuk melihat teks/gambar tulisan); (2) 'Apa peran telinga saat bel sekolah berbunyi?' (acuan: telinga untuk mendengar suara bel masuk kelas).

Proses:

  • Formatif kinerja saat permainan kartu: ketepatan murid mengidentifikasi indra pada 4 kartu peristiwa (Kartu 1: lampu lalu lintas -> Mata; Kartu 2: bel sekolah -> Telinga; Kartu 3: rambu licin -> Mata; Kartu 4: klakson motor -> Telinga).
  • Formatif tertulis pada Lembar Kerja: ketepatan murid menjelaskan fungsi penglihatan dan pendengaran pada 4 skenario harian (Skenario 1 menyeberang jalan; Skenario 2 menonton video dongeng; Skenario 3 teko mendidih; Skenario 4 rambu lalu lintas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup berupa kuis lisan 2 butir: (1) 'Sebutkan 1 contoh fungsi mata untuk melindungi diri dari bahaya!' (acuan: melihat lubang di jalan/melihat kendaraan melintas); (2) 'Sebutkan 1 contoh fungsi telinga untuk melindungi diri dari bahaya!' (acuan: mendengar klakson kendaraan/mendengar teriakan peringatan).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal mengenai fungsi mata dan telinga dalam situasi harian
  • Observasi respon murid dalam permainan tebak kartu fungsi 'Mata atau Telinga'
  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan fungsi penglihatan dan pendengaran pada Lembar Kerja 4 skenario harian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan fungsi penglihatan (mata) dalam kehidupan sehari-hariBelum mampu menjelaskan fungsi penglihatan pada skenario harian yang diberikan.Mampu menjelaskan fungsi penglihatan secara tepat pada 1-2 skenario harian (acuan skenario 1, 2, atau 4).Mampu menjelaskan fungsi penglihatan secara tepat pada 3 skenario harian yang memuat fungsi mata (skenario 1, 2, dan 4).Mampu menjelaskan fungsi penglihatan secara tepat dan terperinci pada seluruh skenario (1, 2, dan 4) serta mampu menjelaskan perannya dalam melindungi keselamatan diri secara mandiri.
Penjelasan fungsi pendengaran (telinga) dalam kehidupan sehari-hariBelum mampu menjelaskan fungsi pendengaran pada skenario harian yang diberikan.Mampu menjelaskan fungsi pendengaran secara tepat pada 1 skenario harian (acuan skenario 1, 2, atau 3).Mampu menjelaskan fungsi pendengaran secara tepat pada 2-3 skenario harian yang memuat fungsi telinga (skenario 1, 2, dan 3).Mampu menjelaskan fungsi pendengaran secara tepat dan terperinci pada seluruh skenario (1, 2, dan 3) serta mampu menjelaskan fungsinya dalam menangkap sinyal bahaya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan dan menjelaskan fungsi mata serta telinga dalam berbagai konteks kehidupan nyata?
  • Bagian kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami bahwa pancaindra bekerja menjaga keselamatan tubuh?

Murid:

  • Apa fungsi mata dan telinga yang paling sering kamu gunakan hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui kehebatan mata dan telingamu dalam membantumu beraktivitas?

Pertemuan 4 — Menjelaskan Fungsi Pembau, Pengecap, dan Peraba dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.2 Menjelaskan fungsi pancaindra dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan mengenai fungsi pembau, pengecap, dan peraba dengan bertanya: (1) Organ apa yang membau harum/busuk? (Acuan: Hidung); (2) Organ apa yang mengecap manis/asin/pahit? (Acuan: Lidah); (3) Organ apa yang merasakan panas/dingin/kasar? (Acuan: Kulit) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan fungsi hidung sebagai pembau, lidah sebagai pengecap, dan kulit sebagai peraba dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan guru melalui media visual/papan tulis tentang fungsi utama 3 pancaindra dalam kehidupan sehari-hari: hidung untuk mendeteksi bau wangi/busuk/gosong, lidah untuk mengecap rasa manis/asin/asam/pahit, dan kulit untuk meraba tekstur kasar/halus serta suhu panas/dingin (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan kuis tebak cepat 'Detektif Indra': guru menyebutkan satu situasi nyata, murid menyebutkan fungsi dan organ indra yang bekerja. Situasi: (1) Mencium aroma roti yang baru matang (Acuan: fungsi pembau/hidung); (2) Mengetahui rasa permen yang manis (Acuan: fungsi pengecap/lidah); (3) Mengetahui bahwa es batu terasa dingin saat disentuh (Acuan: fungsi peraba/kulit) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Analisis Kasus Pancaindra' yang memuat 4 studi kasus kehidupan sehari-hari. Kasus 1: Ibu di dapur tahu masakan hangus tanpa melihat panci (Acuan penjelasan: hidung berfungsi sebagai pembau yang mendeteksi aroma gosong); Kasus 2: Doni tahu buah mangga belum matang karena terasa sangat masam saat dikunyah (Acuan penjelasan: lidah berfungsi sebagai pengecap yang mendeteksi rasa asam); Kasus 3: Siti menarik tangannya saat memegang cangkir teh yang mendidih (Acuan penjelasan: kulit berfungsi sebagai peraba yang mendeteksi suhu panas untuk melindungi tubuh); Kasus 4: Budi tahu selimut tidurnya lembut saat diusap (Acuan penjelasan: kulit berfungsi sebagai peraba yang mendeteksi tekstur halus) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis 4 studi kasus dan menyadari bagaimana fungsi pembau, pengecap, dan peraba saling melengkapi dalam menjaga keselamatan dan kenikmatan hidup manusia sehari-hari (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran tentang fungsi hidung, lidah, dan kulit dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek pemahaman singkat: 'Sebutkan 3 fungsi pancaindra yang kita pelajari hari ini beserta perannya saat kamu sedang makan sup panas!' (Acuan: hidung membau aroma sedap sup, lidah mengecap rasa asin/gurih sup, kulit bibir/lidah merasakan suhu sup yang panas) lalu menutup pelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar simbol indra (hidung, lidah, kulit) dan kata kunci rangsang (bau, rasa, suhu/tekstur) sebagai alat bantu pemahaman.
  • Proses: Murid yang sudah mahir diminta menjelaskan alasan mengapa fungsi peraba pada kulit dapat melindungi tubuh dari bahaya terbakar atau terluka, sedangkan murid yang masih berkembang didampingi memahami kata kunci fungsi dasar indra.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja kasus yang sama; murid dengan kecepatan belajar tinggi menjelaskan hubungan sebab-akibat secara lebih rinci pada lembar kerjanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan pemetaan fungsi indra: (1) Organ apa yang membau harum/busuk? (Acuan: Hidung); (2) Organ apa yang mengecap manis/asin/pahit? (Acuan: Lidah); (3) Organ apa yang merasakan panas/dingin/kasar? (Acuan: Kulit). Skor: Mahir jika 3 benar, Berkembang jika 1-2 benar, Perlu Bimbingan jika 0 benar.

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja 'Analisis Kasus Pancaindra' dengan acuan: Kasus 1 (hidung sebagai pembau aroma gosong), Kasus 2 (lidah sebagai pengecap rasa masam), Kasus 3 (kulit sebagai peraba rasa/suhu panas), Kasus 4 (kulit sebagai peraba tekstur lembut/halus).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan/tertulis singkat: Menjelaskan peran 3 indra saat makan sup panas. Acuan jawaban benar: Hidung membau aroma sup, lidah mengecap rasa gurih/asin, kulit merasakan suhu panas sup.

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan
  • Observasi ketepatan jawaban kuis tebak cepat 'Detektif Indra'
  • Penilaian lembar kerja 'Analisis Kasus Pancaindra' (4 studi kasus)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan fungsi pembau, pengecap, dan peraba dalam kehidupan sehari-hariMampu menjelaskan fungsi 1 dari 4 kasus pancaindra dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menjelaskan fungsi 2 dari 4 kasus pancaindra dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menjelaskan fungsi 3 dari 4 kasus pancaindra dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menjelaskan seluruh fungsi dari 4 kasus pancaindra (pembau, pengecap, dan peraba) dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat dan mandiri sesuai acuan kunci jawaban.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks studi kasus sehari-hari yang disajikan efektif membantu murid memahami fungsi pembau, pengecap, dan peraba?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling disukai murid dan apakah alokasi waktu 70 menit berjalan sesuai rencana?

Murid:

  • Pancaindra mana yang paling sering membantumu mengenali makanan kesukaanmu?
  • Hal baru apa yang kamu sadari tentang pentingnya kulit dan hidung bagi keselamatan tubuhmu?

Pertemuan 5 — Mengamati Fenomena Rangsang Suara dan Mencatat Hasil Pengamatannya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Mengamati fenomena pancaindra secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengondisikan murid untuk hening sejenak mendengarkan suara di sekeliling ruang kelas selama 1 menit (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memejamkan mata dan mendengarkan 2 bunyi uji: (1) tepukan tangan guru di depan kelas dan (2) ketukan meja di belakang kelas. Murid secara serentak mengacungkan tangan menunjuk arah bunyi dan menyebut sumbernya (acuan: bunyi 1 = tepukan tangan dari arah depan; bunyi 2 = ketukan meja dari arah belakang) untuk memeriksa kepekaan pengamatan pendengaran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati fenomena rangsang suara melalui telinga dan mencatat hasil pengamatannya pada lembar pengamatan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati lembar pengamatan yang memuat 4 butir uji fenomena rangsang suara: Uji 1 (membedakan bunyi nyaring vs pelan dari lonceng kecil yang digoyang kuat vs pelan), Uji 2 (menentukan arah sumber bunyi kerincingan kunci dari arah kiri vs kanan saat mata tertutup), Uji 3 (menebak 2 sumber bunyi benda tersembunyi dalam kotak: beras dikocok dalam botol dan kerikil dikocok dalam kaleng), serta Uji 4 (mendengarkan suara bisikan kata saat kedua telinga terbuka vs saat kedua telinga ditutup telapak tangan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan detektif bunyi 'Tebak Rangsang Suara' secara bergantian: murid A memejamkan mata sebagai pengamat pendengar, sementara murid B membunyikan stimulus sesuai 4 butir uji (10 menit).
  • Murid mengamati secara langsung rangsang suara yang diberikan dan mencatat hasil pengamatannya pada lembar pengamatan yang memuat 4 butir uji (acuan catatan hasil: Uji 1 = suara lonceng goyang kuat terdengar keras/nyaring, goyang pelan terdengar pelan/lembut; Uji 2 = bunyi kunci terdengar jelas dari arah kiri saat di kiri dan kanan saat di kanan; Uji 3 = bunyi gesekan halus berasal dari botol isi beras dan bunyi denting keras berasal dari kaleng isi kerikil; Uji 4 = bisikan terdengar jelas saat telinga terbuka, namun terdengar sangat samar/tidak terdengar saat telinga ditutup) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatan pada tabel kerja masing-masing dan mencocokkan apakah pengamatan suara yang dicatat sudah sesuai dengan fakta bunyi yang diuji (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dengan membunyikan dua benda secara tersembunyi (petikan jari dan gesekan kertas) dan meminta murid menuliskan hasil pendengarannya pada lembar ringkas (acuan: bunyi 1 = petikan jari; bunyi 2 = gesekan kertas) (10 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan proses pengamatan rangsang suara dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi intensitas dan jarak sumber bunyi (jarak dekat 1 meter untuk murid yang memerlukan dukungan pendengaran, dan jarak 3-4 meter untuk tantangan lebih tinggi).
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi pengisian tabel pengamatan butir demi butir; bagi murid yang mandiri, mereka melakukan keempat uji bersama pasangan tanpa bantuan instruksi berulang.
  • Produk: Catatan pengamatan dapat berupa pilihan tanda centang deskripsi bunyi pada format terpandu bagi murid bertahap, atau catatan narasi deskripsi bunyi mandiri pada kolom kosong bagi murid yang sudah mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pengamatan pendengaran cepat: Guru memperdengarkan 2 bunyi rangsang tersembunyi: (1) tepuk tangan di depan kelas dan (2) ketuk meja di belakang kelas. Kriteria kesiapan: Murid mampu menunjukkan arah sumber bunyi dan menyebutkan jenis bunyinya secara tepat (acuan: bunyi 1 = arah depan/tepukan tangan; bunyi 2 = arah belakang/ketukan meja).

Proses:

  • Penilaian formatif pada lembar pengamatan fenomena rangsang suara yang memuat 4 butir pengamatan: (1) Uji intensitas bunyi nyaring vs pelan lonceng, (2) Uji arah sumber bunyi kunci kiri vs kanan dengan mata tertutup, (3) Uji identifikasi benda kotak bunyi beras vs kerikil, (4) Uji kejelasan suara saat telinga terbuka vs tertutup tangan (acuan: Uji 1 mencatat keras vs pelan; Uji 2 mencatat arah kiri vs kanan secara tepat; Uji 3 mencatat beras/kaleng kerikil secara tepat; Uji 4 mencatat jelas vs teredam/samar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir pengamatan suara: Murid mencatat identifikasi 2 bunyi rangsang uji akhir di lembar cek: (1) petikan jari dan (2) gesekan kertas (acuan jawaban: bunyi 1 = petikan jari/suara jentikan; bunyi 2 = gesekan kertas/suara lembaran kertas bergesek).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena rangsang suara dan pemeriksaan keterisian lembar pengamatan pencatatan suara.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati fenomena rangsang suaraMampu mengamati dan mendeteksi rangsang suara dengan tepat pada 1 dari 4 butir uji fenomena rangsang suara.Mampu mengamati dan mendeteksi rangsang suara dengan tepat pada 2 dari 4 butir uji fenomena rangsang suara.Mampu mengamati dan mendeteksi rangsang suara dengan tepat pada 3 dari 4 butir uji fenomena rangsang suara.Mampu mengamati dan mendeteksi rangsang suara dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) butir uji fenomena rangsang suara secara mandiri.
Mencatat hasil pengamatan rangsang suaraMencatat hasil pengamatan secara lengkap dan sesuai acuan pada 1 dari 4 butir pengamatan di lembar kerja.Mencatat hasil pengamatan secara lengkap dan sesuai acuan pada 2 dari 4 butir pengamatan di lembar kerja.Mencatat hasil pengamatan secara lengkap dan sesuai acuan pada 3 dari 4 butir pengamatan di lembar kerja.Mencatat hasil pengamatan secara lengkap dan sesuai acuan pada seluruh (4 dari 4) butir pengamatan di lembar kerja secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan detektif bunyi mampu memfasilitasi seluruh murid dalam mengamati dan membedakan rangsang suara secara fokus?
  • Bagian pengamatan mana dari 4 butir uji suara yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat mendengar dan membedakan dari mana arah suara datang saat matamu terpejam?
  • Apa hal paling menarik yang kamu temukan saat mendengarkan berbagai bunyi di kelas hari ini?

Pertemuan 6 — Mengamati Fenomena Rangsang Tekstur serta Aroma dan Mencatat Hasil Pengamatannya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.3 Mengamati fenomena pancaindra secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta meraba permukaan meja belajarnya dan mencium aroma selembar daun jeruk yang dipegang guru, lalu menjawab pertanyaan lisan: 'Apa yang dirasakan kulit telapak tanganmu dan apa yang dicium oleh hidungmu?' (acuan jawaban benar diagnostik: meraba permukaan meja = teraba licin/halus/rata; mencium daun jeruk = tercium aroma wangi/segar khas jeruk) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati fenomena rangsang tekstur serta aroma dan mencatat hasil pengamatannya pada lembar kerja (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan 4 sampel uji yang disiapkan di meja: Wadah A (kain flanel), Wadah B (amplas kayu), Wadah C (irisan bawang putih), dan Wadah D (minyak kayu putih), lalu menjelaskan prosedur pengamatan tekstur (meraba dengan ujung jari kulit) dan aroma (mengibaskan udara ke hidung dengan lembut) secara berkesadaran (7 menit).
  • Guru membagikan Lembar Pengamatan Rangsang Tekstur dan Aroma yang memuat 4 baris sampel dan 2 kolom sifat rangsang (tekstur: halus/kasar; aroma: wangi/menyengat) beserta cara mencatat hasil dengan memberi tanda centang atau menuliskan deskripsi singkat (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Secara bergembira melalui tantangan 'Detektif Raba dan Cium', murid berpasangan bergantian menutup mata menggunakan penutup mata kain dan mengamati langsung rangsang fisik dari 4 sampel yang disajikan: menyentuh permukaan kain flanel dan amplas, serta mengendus aroma bawang putih dan minyak kayu putih secara bergiliran (15 menit).
  • Secara mandiri, masing-masing murid mencatat hasil pengamatannya pada Lembar Pengamatan untuk keempat sampel: Sampel 1 Wadah A (acuan: tekstur halus/lembut), Sampel 2 Wadah B (acuan: tekstur kasar/berpasir), Sampel 3 Wadah C (acuan: aroma menyengat/tajam khas bawang), dan Sampel 4 Wadah D (acuan: aroma semerbak/segar/hangat khas kayu putih) (15 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengecek kembali kelengkapan catatan hasil pengamatannya pada 4 sampel dan membandingkan ketepatan deskripsi hasil pengamatan tekstur serta aroma dengan panduan konfirmasi guru (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan murid dalam mengamati rangsang tekstur dan aroma secara cermat serta ketepatan dalam mencatat hasil pengamatan (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menutup kegiatan kelas dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan kartu panduan kata sifat (halus, kasar, menyengat, wangi); bagi murid yang lebih cepat, disediakan bahan pengamatan tambahan berupa spons cuci piring (sisi kuning halus vs sisi hijau kasar) dan bubuk kopi untuk diamati.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan melakukan pengamatan dengan pendampingan langsung oleh guru saat menyentuh dan mengendus sampel, sedangkan murid yang mandiri mengamati secara penuh bersama rekan pasangannya.
  • Produk: Pencatatan hasil pengamatan bagi murid pemula dapat berupa pemberian tanda centang pada opsi kata tekstur/aroma yang tepat di lembar kerja, sedangkan murid mahir menuliskan kata deskriptif lengkap pada tabel pengamatan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan mengidentifikasi kesiapan mengamati rangsang rabaan meja (acuan: licin/halus/rata) dan aroma daun jeruk (acuan: wangi/segar khas jeruk).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan perabaan tekstur pada Sampel A (kain flanel) dan Sampel B (amplas), serta penghiduan aroma pada Sampel C (bawang putih) dan Sampel D (minyak kayu putih).
  • Pemeriksaan keterisian dan kesesuaian catatan pada Lembar Pengamatan Rangsang Tekstur dan Aroma untuk 4 sampel uji (acuan tepat: Sampel A = halus/lembut; Sampel B = kasar/berpasir; Sampel C = menyengat/tajam; Sampel D = segar/hangat/wangi).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman formatif di akhir inti: pengecekan kelengkapan tabel hasil pengamatan 4 sampel uji terhadap acuan kunci pengamatan (4 sampel tercatat tepat: Kain Flanel = halus, Amplas = kasar, Bawang Putih = aroma menyengat, Minyak Kayu Putih = aroma wangi/segar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena rangsang tekstur dan aroma menggunakan lembar observasi pengamatan.
  • Pemeriksaan Lembar Pengamatan Rangsang Tekstur dan Aroma terhadap 4 sampel uji.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengamati fenomena rangsang tekstur dan aromaBelum mampu melakukan pengamatan terhadap rangsang tekstur maupun aroma pada 4 sampel uji meskipun telah dibimbing.Mampu melakukan pengamatan rangsang tekstur dan aroma pada 1-2 sampel uji dari 4 sampel yang disediakan dengan bantuan guru.Mampu melakukan pengamatan rangsang tekstur dan aroma pada 3-4 sampel uji (Sampel A kain flanel, Sampel B amplas, Sampel C bawang putih, Sampel D minyak kayu putih) secara mandiri.Mampu melakukan pengamatan rangsang tekstur dan aroma pada seluruh 4 sampel uji secara cermat, konsisten, dan mandiri tanpa keraguan.
Mencatat hasil pengamatan rangsang tekstur dan aromaBelum dapat mencatat hasil pengamatan rangsang tekstur dan aroma ke dalam lembar pengamatan.Mencatat hasil pengamatan dengan tepat pada 1-2 sampel uji dari 4 sampel (acuan: Wadah A = halus; Wadah B = kasar; Wadah C = menyengat; Wadah D = wangi/segar).Mencatat hasil pengamatan dengan tepat pada 3 sampel uji sesuai acuan jawaban secara mandiri.Mencatat seluruh 4 hasil pengamatan sampel uji (Wadah A = halus, Wadah B = kasar, Wadah C = menyengat, Wadah D = wangi/segar) dengan tepat dan lengkap pada lembar pengamatan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk mencoba meraba dan mencium seluruh sampel uji?
  • Bagaimana keterlibatan dan respon murid saat melakukan pengamatan indra peraba dan pembau dengan mata tertutup?
  • Apakah instruksi pencatatan pada lembar pengamatan dapat dipahami dan diikuti dengan baik oleh murid?

Murid:

  • Benda mana yang paling mudah kamu kenali teksturnya hanya dengan sentuhan jari?
  • Benda mana yang aromanya paling kuat dan mudah kamu kenali?
  • Apakah kamu merasa kesulitan saat mencatat hasil pengamatanmu di tabel?

Pertemuan 7 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Pancaindra secara Tertulis pada Lembar Pengamatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pancaindra secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
  • Guru melakukan presensi kehadiran dan memeriksa kesiapan alat tulis murid (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan 1 contoh catatan rumpang di papan tulis ('Benda: Jeruk nipis | Indra peraba/kulit: ... | Indra pengecap/lidah: ...') dan meminta murid menyebutkan kata deskripsi yang tepat (acuan: indra peraba/kulit mendeteksi tekstur licin/halus/berpori; indra pengecap/lidah mendeteksi rasa asam) untuk mengecek kesiapan menuangkan hasil indra ke bentuk tulisan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan pancaindra secara tertulis pada lembar pengamatan yang terstruktur (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai format tabel Lembar Pengamatan Tertulis yang memuat 4 kolom utama: (1) Nama Benda, (2) Indra yang Bekerja, (3) Bentuk Rangsang/Deskripsi Hasil Pengamatan, dan (4) Keterangan/Simpulan Tertulis (5 menit).
  • Murid secara sadar mencermati perbandingan antara contoh catatan tertulis yang belum lengkap ('Kopi: pahit') dengan catatan tertulis yang lengkap dan informatif ('Nama Benda: Bubuk Kopi | Indra: Pembau/Hidung dan Pengecap/Lidah | Hasil: Aroma wangi tajam dan rasa pahit | Keterangan: Indra pembau mengenali aroma sebelum indra pengecap merasakan rasa pahit') (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan mini 'Detektif Laporan Tertulis': guru membagikan lembar kerja pengamatan dan menyediakan 3 sampel benda tertutup di meja masing-masing: Benda A (Kapas basah beraroma kayu putih), Benda B (Kulit kayu kasar tanpa bau), Benda C (Gula pasir berbutir halus manis) (10 menit).
  • Murid secara mandiri melakukan pemeriksaan ulang sederhana terhadap ketiga benda tersebut menggunakan indra pembau, peraba, dan pengecap/penglihatan (sesuai petunjuk aman guru) (10 menit).
  • Murid menuliskan seluruh hasil penyelidikannya secara tertulis pada lembar pengamatan untuk ketiga benda tersebut secara mandiri (acuan penulisan lengkap: Benda A -> Indra pembau mendeteksi aroma semerbak/hangat kayu putih dan indra peraba mendeteksi tekstur lembut/basah; Benda B -> Indra peraba mendeteksi tekstur kasar/keras dan indra penglihatan mendeteksi warna cokelat berserat; Benda C -> Indra peraba mendeteksi butiran pasir halus dan indra pengecap mendeteksi rasa manis) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan tulisan pada tabel pengamatan masing-masing menggunakan daftar cek mandiri: apakah nama benda, indra yang dipakai, dan deskripsi hasil indra tertulis jelas tanpa kolom kosong (5 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi di bagian bawah lembar pengamatan mengenai kemudahan atau kesulitan dalam mendeskripsikan sensasi indra ke dalam kata-kata tertulis (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menuliskan hasil pengamatan pancaindra secara runut dan jelas agar informasi data penyelidikan tidak terlupa dan dapat dipahami pembaca (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menyelesaikan penulisan lembar pengamatan dan menginfokan bahwa catatan tertulis ini akan digunakan sebagai bahan komunikasi lisan pada pertemuan berikutnya (1 menit).
  • Guru memandu doa penutup dan mengakhiri pembelajaran dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kosakata bantu sifat benda (misal: kasar, halus, licin, manis, pahit, asam, harum, menyengat) pada sisi lembar kerja; murid yang mahir diberikan lembar tanpa kosakata bantu.
  • Proses: Murid yang kesulitan menulis dibimbing menyusun frasa deskriptif secara bertahap kolom demi kolom, sedangkan murid yang cepat menyusun laporan menuliskan deskripsi perbandingan tekstur/aroma antar-benda secara mandiri.
  • Produk: Format dasar laporan tertulis berupa tabel 4 kolom; murid yang berkembang lebih cepat dapat menambahkan kolom perbandingan detail ciri fisik pada lembar pengamatannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan melengkapi catatan rumpang di papan tulis: 'Benda: Jeruk nipis | Indra peraba/kulit: ... | Indra pengecap/lidah: ...' (Kriteria pemetaan: murid dianggap siap jika tepat mengisi minimal 2 kata deskriptif sesuai indra; acuan jawaban: indra peraba = tekstur halus/licin/kenyal; indra pengecap = rasa asam/kecut).

Proses:

  • Observasi sistematis terhadap ketepatan dan kelengkapan penulisan data penyelidikan pada tabel Lembar Pengamatan (3 sampel benda target: Kapas basah beraroma kayu putih, Kulit kayu kasar, Gula pasir).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis pada 1 butir pengamatan penutup di lembar kerja: Murid menuliskan deskripsi tertulis hasil penyelidikan indra terhadap Benda Uji Tambahan 'Es batu berair' (Acuan jawaban benar: Indra peraba mendeteksi sensasi dingin dan tekstur licin/basah; indra penglihatan mendeteksi wujud bening/transparan).

Formatif:

  • Penilaian produk tertulis pada Lembar Pengamatan Penyelidikan Pancaindra menggunakan rubrik ketercapaian komunikasi tertulis.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan data tertulis hasil penyelidikan pancaindraMenuliskan data hasil penyelidikan pada lembar pengamatan hanya untuk 1 benda atau sebagian besar kolom tabel kosong.Menuliskan data hasil penyelidikan pada lembar pengamatan untuk 2 benda dengan mencantumkan sebagian nama indra dan hasil pengamatan.Menuliskan data hasil penyelidikan secara lengkap untuk seluruh 3 benda target mencakup nama benda, indra yang bekerja, dan hasil pengamatan.Menuliskan data hasil penyelidikan secara lengkap, rinci, dan mandiri untuk seluruh 3 benda target mencakup nama benda, indra yang bekerja, deskripsi tekstur/aroma/rasa yang spesifik, serta keterangan simpulan tertulis tanpa bantuan.
Ketepatan deskripsi tertulis fenomena pancaindraDeskripsi tertulis tidak sesuai dengan rangsang indra yang diamati (misal menuliskan rasa pada benda yang hanya diraba).Deskripsi tertulis memuat minimal 1 pasangan indra dan rangsang yang tepat dari 3 benda yang diselidiki sesuai acuan.Deskripsi tertulis tepat menghubungkan indra dengan hasil rangsangan (tekstur, aroma, rasa) pada seluruh 3 benda yang diselidiki sesuai acuan.Deskripsi tertulis tepat menghubungkan indra dengan hasil rangsangan pada seluruh 3 benda sesuai acuan serta menggunakan kosakata deskriptif yang sangat jelas dan objektif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi penulisan lembar pengamatan tertulis dapat dipahami dengan jelas oleh seluruh murid kelas 3?
  • Bagian mana dari pengisian tabel penyelidikan tertulis yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menuliskan apa yang kamu rasakan, cium, dan raba ke dalam lembar pengamatan dengan jelas?
  • Bagian tabel pengamatan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu tuliskan?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Respon Pancaindra secara Lisan di Depan Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pancaindra secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak murid memeriksa kesiapan lembar catatan penyelidikan pancaindra yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik singkat lisan dengan menanyakan 2 komponen utama penyampaian hasil penyelidikan respon pancaindra: (1) stimulus/rangsang yang diberikan dan (2) respon/bagian indra yang bereaksi (acuan jawaban: murid menyebutkan rangsang seperti bunyi/suara atau rabaan/tekstur dan bagaimana telinga atau kulit meresponsnya) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan respon pancaindra secara lisan di depan kelas berdasarkan lembar pengamatan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati panduan lisan 3 langkah penyampaian hasil penyelidikan respon pancaindra di papan tulis: (1) Sebutkan indra dan rangsangan yang diuji (misal: indra pendengaran dengan rangsang ketukan botol), (2) Ceritakan respon yang terjadi (misal: kepala menoleh ke arah sumber bunyi), (3) Simpulkan bagaimana indra tersebut bekerja mengenali rangsang (acuan alur: stimulus -> respon indra -> kesimpulan respon) (7 menit).
  • Guru memberikan contoh lisan singkat selama 1 menit tentang cara menyampaikan data respon indra pembau dan pengecap secara runtut berdasarkan catatan penyelidikan sederhana (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Latihan Berbicara Detektif Indra': secara bergantian selama 2 menit tiap anak, murid melatih penyampaian lisan 2 data penyelidikan respon pancaindra (rangsang suara telinga dan rangsang tekstur/aroma kulit/hidung) kepada teman sebangku menggunakan lembar pengamatan masing-masing (10 menit).
  • Murid secara bergiliran maju ke depan kelas untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan respon pancaindra secara lisan dengan memaparkan data rangsang dan respon tubuh yang tertera pada lembar kerja masing-masing (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid mengidentifikasi bagian penyampaian lisan yang sudah lengkap disampaikan dan bagian yang terlewat (misalnya menyebutkan jenis rangsang tetapi lupa menyebutkan respon tubuhnya) dipandu oleh lembar checklist lisan guru (8 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan poin penting dalam mengomunikasikan penyelidikan respon pancaindra secara lisan, yaitu menyebutkan jenis rangsangan, indra yang bekerja, dan bentuk respon yang dirasakan tubuh (6 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid mengomunikasikan data pengamatan secara lisan di depan kelas dan mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan lembar panduan kalimat rumpang untuk berbicara ('Ketika diberi rangsang ..., indra ... saya merespons dengan ...'), sedangkan murid yang mahir mengomunikasikan langsung menggunakan data tabel catatan penyelidikan mandiri.
  • Proses: Murid yang kurang percaya diri dapat didampingi teman sebangku saat berdiri di depan kelas untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan, sedangkan murid yang mandiri menyampaikan secara langsung.
  • Produk: Semua murid menyampaikan hasil secara lisan di depan kelas; murid yang membutuhkan bimbingan mengomunikasikan minimal 1 respon indra lengkap, sedangkan murid mahir mengomunikasikan 2 atau lebih respon indra lengkap beserta detail rangsangnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat kesiapan berbicara: Murid diminta menyebutkan secara lisan 2 hal pokok yang harus disampaikan saat menceritakan uji coba indra (acuan jawaban: jenis rangsangan/benda yang diuji dan respon/reaksi tubuh yang dirasakan).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja penyampaian lisan: Guru mencatat ketepatan murid dalam mengomunikasikan 3 komponen penyelidikan respon pancaindra: (1) identitas indra dan jenis rangsang, (2) bentuk respon tubuh yang muncul, dan (3) kesimpulan fungsi penerimaan rangsang berdasarkan lembar pengamatan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek ketercapaian lisan di akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan reflektif lisan/singkat dari guru: 'Sebutkan 1 respon tubuh yang paling jelas kamu amati dan ceritakan hari ini!' (kriteria penerimaan: murid menyebutkan respon konkret yang sesuai dengan indra yang diuji, misalnya: 'mata berkedip saat ada gerakan mendadak' atau 'telinga menoleh saat mendengar bunyi tepukan').

Formatif:

  • Unjuk kerja komunikasi lisan penyampaian hasil penyelidikan respon pancaindra menggunakan lembar observasi ketercapaian komponen lisan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Komponen Penyelidikan yang Dikomunikasikan secara LisanMengomunikasikan hasil secara lisan tanpa menyebutkan jenis rangsangan maupun respon pancaindra yang diamati.Mengomunikasikan hasil secara lisan dengan hanya menyebutkan 1 komponen (hanya jenis rangsangan atau hanya respon indra).Mengomunikasikan hasil secara lisan dengan menyebutkan 2 komponen lengkap (jenis rangsangan dan respon indra yang diamati) sesuai catatan pengamatan.Mengomunikasikan hasil secara lisan dengan menyebutkan seluruh komponen secara runtut (jenis rangsangan, respon indra, dan kesimpulan kerja indra) secara mandiri sesuai catatan pengamatan.
Kesesuaian Komunikasi Lisan dengan Data Lembar PenyelidikanPenyampaian lisan tidak sesuai dengan data yang tertulis pada lembar catatan penyelidikan.Penyampaian lisan sebagian kecil sesuai dengan data lembar penyelidikan dengan banyak bantuan guru.Penyampaian lisan sebagian besar tepat sesuai dengan data lembar penyelidikan respon pancaindra secara mandiri.Penyampaian lisan sepenuhnya tepat dan akurat sesuai dengan seluruh data lembar penyelidikan respon pancaindra secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan kesempatan untuk mengomunikasikan hasil penyelidikannya secara lisan?
  • Bagaimana tingkat keberanian dan kemandirian murid dalam memaparkan data respon pancaindra di hadapan teman-temannya?

Murid:

  • Bagian mana dari catatan penyelidikan respon pancaindra yang paling mudah saya ceritakan di depan kelas?
  • Apa yang perlu saya perbaiki agar cerita hasil pengamatan saya terdengar lebih jelas dan lengkap oleh teman-teman?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.1.1 Menjelaskan bentuk pancaindra pada tubuh manusia
  • TP 3.1.2 Menjelaskan fungsi pancaindra dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 3.1.3 Mengamati fenomena pancaindra secara sederhana dan mencatat hasil pengamatannya
  • TP 3.1.4 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pancaindra secara lisan dan tertulis dalam berbagai media

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif dengan salam, mengajak murid berdoa sejenak, dan memeriksa kesiapan alat tulis murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-9 yaitu asesmen sumatif bab untuk menunjukkan pemahaman bentuk dan fungsi pancaindra serta keterampilan mengamati dan mengomunikasikan respon rangsang tanpa saling menyontek (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis individual dan membacakan petunjuk pengerjaan 4 butir soal mengenai bentuk fisik dan fungsi pancaindra (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1: tes tertulis individual serentak sebanyak 28 murid yang memuat 4 butir soal berikut: (1) Bentuk fisik bola mata terlindung oleh kelopak dan bulu mata serta memiliki pupil di tengahnya [acuan: menyebutkan bagian pelindung dan bagian pupil/lensa]; (2) Bentuk fisik daun telinga yang melengkung dan berlekuk [acuan: menyebutkan daun telinga berlekuk untuk menangkap gelombang suara]; (3) Fungsi mata dan telinga saat menyeberang jalan [acuan: mata melihat kendaraan lewat dan telinga mendengar suara klakson/mesin kendaraan]; (4) Fungsi hidung, lidah, dan kulit saat menikmati makanan hangat [acuan: hidung membau wangi aroma, lidah mengecap rasa gurih/manis/asin, kulit bibir/rongga mulut meraba suhu hangat] (24 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar tes tertulis individual tepat waktu, membagi kelas ke dalam 6 kelompok kerja (4-5 murid per kelompok), serta membagikan Lembar Observasi Penyelidikan Rangsang dan alat peraga uji rangsang sederhana (1 wadah bel/lonceng untuk suara, 1 wadah potongan kain wol/kertas amplas untuk tekstur, 1 wadah irisan jeruk nipis untuk aroma) (2 menit).
  • Setiap kelompok secara mandiri melakukan Tugas 2A: menguji 3 fenomena rangsang (mendengar denting bel, meraba permukaan kasar/halus, mencium aroma jeruk nipis) dan mencatat hasil respon pancaindra pada tabel lembar observasi [acuan isi catatan: rangsang suara ditangkap telinga, tekstur kasar/halus diraba kulit jari, aroma segar/asam dibau hidung] (10 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran melaksanakan Tugas 2B: memaparkan secara lisan hasil catatan pengamatan respon pancaindra kelompoknya di depan kelas (durasi 4 menit per kelompok x 6 kelompok = 24 menit) dengan acuan pemaparan mencakup jenis rangsang yang diuji, indra yang merespon, dan hasil pengamatan yang dicatat pada lembar observasi (24 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi mandiri singkat mengenai kemudahan dan kendala saat mengamati serta memaparkan hasil pengamatan respon pancaindra (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas ketertiban dan kejujuran murid selama pelaksanaan tes tertulis serentak serta unjuk kerja penyelidikan dan pemaparan lisan kelompok (1 menit).
  • Guru menutup rangkaian pembelajaran Bab 1 'Keajaiban Tubuhku' dengan mengucap syukur dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid dengan hambatan visual/motorik membaca diberikan pembacaan petunjuk soal secara verbal tanpa mengubah konten soal atau kunci jawaban.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen sumatif sebelum tes tertulis dimulai (acuan: murid mengonfirmasi paham cara menuliskan jawaban pada lembar yang disediakan).

Proses:

  • Observasi guru menggunakan lembar ceklis keterlibatan saat kelompok mencatat respon indra terhadap rangsang dan ketertiban pergantian giliran presentasi.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja penyelidikan serta presentasi kelompok: lembar asesmen tertulis individual mengenai bentuk dan fungsi pancaindra, serta lembar hasil pengamatan dan pemaparan lisan kelompok mengenai respon pancaindra terhadap rangsang
  • tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis individual berisi identifikasi bentuk fisik pancaindra manusia beserta penjelasannya dan uraian fungsi pancaindra dalam situasi kehidupan sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • unjuk kerja penyelidikan dan presentasi kelompok: catatan lembar observasi hasil penyelidikan uji rangsang sederhana (suara/tekstur/aroma) dan pemaparan lisan singkat oleh 6 kelompok secara bergantian (durasi 6 menit per kelompok x 6 kelompok = 36 menit) (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja pengamatan dan komunikasi lisan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja penyelidikan serta presentasi kelompok: lembar asesmen tertulis individual mengenai bentuk dan fungsi pancaindra, serta lembar hasil pengamatan dan pemaparan lisan kelompok mengenai respon pancaindra terhadap rangsang
  • tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis individual berisi identifikasi bentuk fisik pancaindra manusia beserta penjelasannya dan uraian fungsi pancaindra dalam situasi kehidupan sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh 28 murid (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • unjuk kerja penyelidikan dan presentasi kelompok: catatan lembar observasi hasil penyelidikan uji rangsang sederhana (suara/tekstur/aroma) dan pemaparan lisan singkat oleh 6 kelompok secara bergantian (durasi 6 menit per kelompok x 6 kelompok = 36 menit) (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja pengamatan dan komunikasi lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Bentuk Pancaindra (Mata dan Telinga) - TP 3.1.1Belum mampu menjelaskan bentuk fisik mata maupun telinga dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan 1 dari 2 bentuk fisik pancaindra secara tepat (hanya mata atau telinga saja) sesuai acuan: mata berpelindung kelopak/bulu dan berpupil; telinga berdaun lengkung/berlekuk.Mampu menjelaskan kedua bentuk fisik pancaindra (mata dan daun telinga) secara tepat sesuai acuan: mata berpelindung kelopak/bulu dan berpupil; telinga berdaun lengkung/berlekuk.Mampu menjelaskan kedua bentuk fisik pancaindra (mata dan telinga) secara lengkap, tepat, dan rinci sesuai acuan tanpa bantuan guru.
Menjelaskan Fungsi Pancaindra dalam Kehidupan Sehari-hari - TP 3.1.2Belum mampu menjelaskan fungsi pancaindra dalam situasi kehidupan sehari-hari sesuai acuan.Mampu menjelaskan fungsi pancaindra pada 1 situasi secara tepat sesuai acuan: situasi menyeberang jalan (mata melihat, telinga mendengar) ATAU situasi makan hangat (hidung membau, lidah mengecap, kulit meraba suhu).Mampu menjelaskan fungsi pancaindra pada kedua situasi secara tepat sesuai acuan: menyeberang jalan (mata melihat, telinga mendengar) DAN menikmati makanan hangat (hidung membau, lidah mengecap, kulit meraba suhu).Mampu menjelaskan fungsi seluruh pancaindra pada kedua situasi secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan.
Mengamati dan Mencatat Fenomena Rangsang Pancaindra - TP 3.1.3Catatan pengamatan belum memuat hasil respon pancaindra terhadap rangsang yang diuji.Mencatat hasil pengamatan respon pancaindra secara tepat pada 1-2 jenis rangsang dari 3 rangsang yang diuji (suara bel, tekstur wol/amplas, aroma jeruk nipis).Mencatat hasil pengamatan respon pancaindra secara lengkap dan tepat pada ketiga jenis rangsang yang diuji (suara bel oleh telinga, tekstur kasar/halus oleh kulit, aroma jeruk oleh hidung).Mencatat hasil pengamatan respon pancaindra pada ketiga rangsang secara sangat lengkap, teratur, dan tepat sesuai bukti pengujian tanpa bantuan.
Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan secara Lisan dan Tertulis - TP 3.1.4Belum mengomunikasikan hasil penyelidikan baik pada lembar pengamatan maupun pemaparan lisan di depan kelas.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis pada lembar observasi, namun pemaparan lisan belum mencakup seluruh jenis rangsang yang diuji.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis lengkap pada lembar pengamatan dan memaparkan seluruh hasil respon pancaindra secara lisan di depan kelas sesuai acuan pengujian.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara tertulis sangat rapi pada lembar pengamatan serta memaparkan seluruh hasil lisan secara runtut, tepat, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit tes tertulis dan 40 menit unjuk kerja unjuk presentasi kelompok berjalan sesuai rencana?
  • Apakah instrumen soal tertulis dan rubrik penyelidikan efektif mengukur seluruh TP 3.1.1 sampai 3.1.4 secara adil dan objektif?

Murid:

  • Bagian mana dari tes tertulis atau unjuk kerja pengamatan pancaindra yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
  • Apa hal paling berharga yang aku pelajari tentang keajaiban dan kegunaan pancaindraku selama bab ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 1: Keajaiban Tubuhku
  2. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab 1: Keajaiban Tubuhku
  3. Cermin kecil dan kartu petunjuk 'Detektif Bentuk' mata dan telinga
  4. Buku Panduan Guru IPAS Kelas 3 Kemendikdasmen (Edisi Revisi 2025)
  5. Buku Siswa IPAS Kelas 3 Bab 1 'Keajaiban Tubuhku'
  6. Cermin saku/cermin kecil untuk pengamatan diri
  7. Set kartu ciri fisik dan gambar ilustrasi pancaindra (hidung, lidah, kulit)
  8. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025) Bab 1: Keajaiban Tubuhku
  9. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi 2025)
  10. Kartu peristiwa nyata dan Lembar Kerja Skenario Fungsi Penglihatan & Pendengaran
  11. Gambar situasi harian (menyeberang jalan, menonton dongeng, rambu jalan, kegiatan memasak)
  12. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025
  13. Buku Siswa IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025 Bab 1: Keajaiban Tubuhku
  14. Lembar Kerja Murid: Analisis Kasus Pancaindra
  15. Gambar ilustrasi ragam aktivitas pancaindra (mencium bau, mengecap rasa, meraba suhu/tekstur)
  16. Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2025, Bab 1 'Keajaiban Tubuhku'
  17. Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas III (Edisi Revisi), 2025
  18. Alat penghasil bunyi: lonceng kecil, gantungan kunci logam, botol plastik berisi beras, kaleng berisi kerikil
  19. Lembar Pengamatan Fenomena Rangsang Suara
  20. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  21. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023.
  22. Benda konkret pengamatan tekstur: potongan kain flanel, potongan amplas kayu, spons cuci piring.
  23. Benda konkret pengamatan aroma: irisan bawang putih, minyak kayu putih, daun jeruk, bubuk kopi.
  24. Perlengkapan aktivitas: kain penutup mata dan Lembar Pengamatan Rangsang Tekstur dan Aroma.
  25. Buku Panduan Guru IPAS SD Kelas III Edisi Revisi 2025 (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)
  26. Buku Siswa IPAS Kelas III Edisi Revisi 2025 Bab 1 'Keajaiban Tubuhku'
  27. Lembar Kerja Pengamatan Penyelidikan Pancaindra (tabel 4 kolom)
  28. Set 3 sampel benda uji: kapas basah aroma kayu putih, kulit kayu kering kasar, dan butiran gula pasir
  29. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Edisi Revisi), Bab 1: Keajaiban Tubuhku.
  30. Lembar hasil catatan pengamatan/penyelidikan respon pancaindra milik masing-masing murid dari Pertemuan 7.
  31. Buku Panduan Guru IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, Edisi Revisi)
  32. Buku Siswa IPAS Kelas III SD/MI (Kemendikbudristek, Edisi Revisi)
  33. Lembar Asesmen Tertulis Individual Bab 1 (4 butir soal)
  34. Lembar Observasi Penyelidikan Rangsang Kelompok
  35. Perangkat uji rangsang sederhana: bel/lonceng kecil, potongan kain wol dan kertas amplas, irisan jeruk nipis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.