Modul AjarPertemuan 5Bab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 9: Krisis Energi: Keterbatasan Energi Fosil dan Pengembangan Energi Terbarukan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Krisis Energi: Keterbatasan Energi Fosil dan Pengembangan Energi Terbarukan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 9: Krisis Energi: Keterbatasan Energi Fosil dan Pengembangan Energi Terbarukan

IPA - Kelas 9

Bab 6 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Krisis Energi: Keterbatasan Energi Fosil dan Pengembangan Energi Terbarukan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikKrisis Energi: Keterbatasan Energi Fosil dan Pengembangan Energi Terbarukan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis penyebab krisis energi akibat keterbatasan energi fosil serta mengidentifikasi berbagai jenis energi terbarukan dan alternatif sebagai solusi ramah lingkungan
  2. Murid dapat mengevaluasi kebiasaan penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari dan merancang upaya penghematan energi yang konkret dan dapat diterapkan di lingkungan sekitarnya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Indonesia butuh beralih ke energi terbarukan? Bagian mana yang paling dekat dengan kehidupan kita—rumah, sekolah, atau desa/kota?
  2. Apa yang akan terjadi jika produksi energi fosil stagnan sementara konsumsi energi terus meningkat setiap tahun?
  3. Bagaimana kamu bisa berkontribusi dalam penghematan energi di rumah dan sekolah mulai hari ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit)
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang pemadaman listrik bergilir atau antrian panjang di SPBU sebagai fenomena nyata krisis energi (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Apakah kalian pernah mengalami pemadaman listrik? Apa yang kalian rasakan?' dan mencatat respons singkat (3 menit)
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran hari ini: Krisis Energi dan Energi Terbarukan, serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari murid (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik: 'Mengapa Indonesia butuh beralih ke energi terbarukan?' (3 menit)
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran: menganalisis artikel energi, mengevaluasi penggunaan energi pribadi, dan merancang aksi penghematan (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep krisis energi: definisi, penyebab (keterbatasan energi fosil yang tidak dapat diperbarui), dan dampaknya terhadap kehidupan (aktivitas terganggu, ekonomi terpengaruh) dengan menampilkan grafik produksi vs konsumsi minyak (7 menit)
  • Guru memperkenalkan berbagai jenis energi terbarukan: surya, angin, air, biomassa, panas bumi, dan energi dari sampah. Guru menampilkan gambar atau video singkat untuk masing-masing jenis energi (8 menit)
  • Murid secara individu mencari 1 artikel dari sumber tepercaya (media arus utama, portal pemerintah, NGO bereputasi) tentang energi terbarukan di Indonesia atau daerah mereka. Guru memandu kriteria: relevan (energi surya/angin/air/biomassa/panas bumi), mutakhir (2-3 tahun terakhir), dan mencantumkan sumber lengkap (judul, media, penulis, tanggal, tautan) (10 menit)
  • Murid membuat kliping digital atau cetak dari artikel yang dipilih dan menulis ringkasan 3-5 kalimat yang memuat: (i) topik utama, (ii) data/fakta kunci (angka, lokasi, kapasitas/dampak), (iii) manfaat/tantangan, (iv) pesan utama/implikasi (10 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengisi jurnal penggunaan energi pribadi selama 1 hari kemarin (atau hari ini jika memungkinkan) dengan mencatat: (i) waktu penggunaan listrik (lampu, AC, kipas, gadget, TV), (ii) waktu penggunaan internet dan alat digital, (iii) transportasi yang digunakan. Guru menyediakan tabel sederhana atau murid membuat sendiri (8 menit)
  • Murid membedakan aktivitas mana yang benar-benar kebutuhan (belajar, komunikasi penting) dan mana yang hanya keinginan (hiburan berlebihan, media sosial tanpa tujuan). Murid menghitung total waktu dan energi untuk masing-masing kategori (7 menit)
  • Murid menganalisis artikel yang telah mereka pilih dan jurnal energi pribadi untuk mengidentifikasi: (i) potensi energi terbarukan di daerah mereka, (ii) kebiasaan boros energi yang bisa diperbaiki, (iii) peluang penghematan konkret (5 menit)
  • Murid merancang 3 upaya penghematan energi yang konkret dan dapat diterapkan di rumah atau sekolah. Contoh: mengurangi waktu streaming 1 jam/hari, mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan sepeda untuk jarak dekat, menggunakan lampu hemat energi. Rancangan ditulis dalam bentuk tabel: Kebiasaan Lama → Kebiasaan Baru → Estimasi Penghematan (10 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid merefleksikan proses belajar hari ini dengan menjawab pertanyaan: (i) Apa hal baru yang saya pelajari tentang krisis energi dan energi terbarukan? (ii) Bagaimana kebiasaan energi saya selama ini? (iii) Apa yang akan saya lakukan mulai besok untuk menghemat energi? (iv) Apa tantangan yang mungkin saya hadapi dalam menerapkan rancangan penghematan? (5 menit)
  • Beberapa murid (3-4 orang) mempresentasikan hasil analisis artikel, jurnal energi, dan rancangan penghematan mereka secara singkat (masing-masing 1-2 menit). Murid lain memberikan tanggapan atau pertanyaan (8 menit)
  • Guru memberikan umpan balik atas presentasi murid, memperkuat pemahaman tentang pentingnya transisi energi, dan mendorong murid untuk benar-benar menerapkan rancangan penghematan mereka (3 menit)

Penutup:

  • Guru memfasilitasi kesimpulan pembelajaran bersama murid: (i) krisis energi disebabkan keterbatasan energi fosil dan konsumsi yang terus meningkat, (ii) energi terbarukan adalah solusi ramah lingkungan untuk masa depan, (iii) setiap orang dapat berkontribusi melalui penghematan energi (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan 1 komitmen konkret penghematan energi yang akan mereka lakukan mulai besok dan menyerahkannya sebagai tiket keluar (2 menit)
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan mengingatkan untuk terus mengimplementasikan rancangan penghematan energi (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid cepat dapat mencari artikel berbahasa Inggris atau membandingkan 2 artikel dari negara berbeda. Murid lambat dapat memilih artikel berbahasa Indonesia dengan infografis yang jelas atau guru menyediakan pilihan artikel yang sudah dikurasi.
  • Proses: Murid cepat dapat bekerja mandiri dan menambahkan analisis keberlanjutan energi atau perhitungan estimasi penghematan dalam satuan kWh atau rupiah. Murid lambat dapat bekerja berpasangan atau mendapat scaffolding dari guru berupa template jurnal energi dan checklist rancangan penghematan.
  • Produk: Murid cepat dapat membuat rancangan penghematan dalam bentuk infografis digital atau video pendek kampanye hemat energi. Murid lambat dapat membuat rancangan dalam bentuk tabel sederhana atau poin-poin dengan gambar pendukung.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Apakah kalian pernah mengalami pemadaman listrik? Apa yang kalian rasakan? Apa yang kalian ketahui tentang energi fosil dan energi terbarukan?
  • Observasi respons murid terhadap gambar/video pemicu tentang krisis energi

Proses:

  • Observasi keaktifan murid dalam mencari artikel dan membuat ringkasan
  • Pemeriksaan jurnal penggunaan energi: kelengkapan data dan pembedaan kebutuhan vs keinginan
  • Tanya jawab selama murid merancang upaya penghematan untuk memastikan pemahaman dan kelayakan rancangan
  • Observasi kemampuan analisis saat murid mengidentifikasi potensi lokal dan kebiasaan boros energi

Akhir:

  • Penilaian produk: kliping artikel dengan ringkasan 3-5 kalimat dan sitasi lengkap (rubrik aspek Analisis Informasi)
  • Penilaian rancangan penghematan energi: 3 upaya konkret dengan format Kebiasaan Lama → Kebiasaan Baru → Estimasi Penghematan (rubrik aspek Kreativitas Solusi)
  • Penilaian presentasi singkat: kejelasan penyampaian, kelengkapan konten, kemampuan merespons pertanyaan (rubrik aspek Komunikasi)
  • Penilaian refleksi tertulis dan tiket keluar berupa komitmen konkret penghematan energi (rubrik aspek Refleksi dan Kesadaran)

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi dan presentasi
  • Pemeriksaan jurnal penggunaan energi dan analisis kebiasaan
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Penilaian kliping artikel dan ringkasan (kelengkapan, relevansi, sitasi)
  • Penilaian rancangan upaya penghematan energi (konkret, realistis, terukur)
  • Penilaian refleksi tertulis dan komitmen penghematan energi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Informasi (Kliping dan Ringkasan Artikel)Artikel tidak relevan atau tidak tepercaya; ringkasan kurang dari 3 kalimat dan tidak memuat elemen kunci (topik, data, manfaat/tantangan); sitasi tidak lengkap atau tidak adaArtikel cukup relevan tetapi kurang mutakhir; ringkasan 3 kalimat tetapi hanya memuat 1-2 elemen kunci; sitasi kurang lengkap (tanpa tanggal atau media)Artikel relevan dan tepercaya; ringkasan 3-4 kalimat memuat 3 elemen kunci (topik, data, manfaat/tantangan); sitasi lengkap (judul, media, penulis, tanggal)Artikel sangat relevan, tepercaya, dan mutakhir; ringkasan 4-5 kalimat memuat semua elemen kunci dengan analisis singkat yang tajam; sitasi lengkap dan rapi; ada rekomendasi potensi energi daerah
Evaluasi Diri (Jurnal Penggunaan Energi)Jurnal tidak lengkap atau hanya mencatat 1-2 aktivitas; tidak ada pembedaan antara kebutuhan dan keinginan; tidak ada perhitungan waktuJurnal mencatat 3-4 aktivitas tetapi kurang detail; pembedaan kebutuhan vs keinginan masih rancu; perhitungan waktu tidak lengkapJurnal lengkap mencatat minimal 5 aktivitas (listrik, internet, transportasi) dengan detail; pembedaan kebutuhan vs keinginan jelas; perhitungan waktu dan total per kategori akuratJurnal sangat lengkap dan sistematis mencatat semua aktivitas energi dalam 1 hari; pembedaan kebutuhan vs keinginan sangat jelas dengan penjelasan; perhitungan waktu, total, dan estimasi konsumsi energi (kWh atau rupiah) akurat dan rinci
Kreativitas Solusi (Rancangan Penghematan Energi)Rancangan kurang dari 3 upaya atau upaya yang disebutkan tidak konkret dan tidak realistis; tidak ada format Kebiasaan Lama → Kebiasaan Baru; tidak ada estimasi penghematanRancangan memuat 3 upaya tetapi kurang konkret atau kurang realistis untuk diterapkan; format Kebiasaan Lama → Kebiasaan Baru ada tetapi kurang jelas; estimasi penghematan tidak terukurRancangan memuat 3 upaya konkret, realistis, dan dapat diterapkan di rumah atau sekolah; format Kebiasaan Lama → Kebiasaan Baru jelas; estimasi penghematan terukur (waktu atau biaya)Rancangan memuat lebih dari 3 upaya yang sangat konkret, inovatif, realistis, dan spesifik sesuai konteks daerah/rumah; format rapi dengan tabel atau infografis; estimasi penghematan terukur dengan perhitungan kWh atau rupiah; ada rencana implementasi dan evaluasi
Komunikasi (Presentasi dan Diskusi)Tidak mempresentasikan hasil atau presentasi sangat singkat tanpa konten yang jelas; tidak dapat menjawab pertanyaan; tidak memberikan tanggapan kepada temanPresentasi singkat tetapi kurang terstruktur; hanya menyampaikan 1-2 komponen (artikel atau rancangan); menjawab pertanyaan tetapi kurang relevan; jarang memberikan tanggapan kepada temanPresentasi jelas dan terstruktur menyampaikan 3 komponen (artikel, jurnal energi, rancangan penghematan); dapat menjawab pertanyaan dengan baik; memberikan tanggapan atau pertanyaan kepada temanPresentasi sangat jelas, percaya diri, dan menarik menyampaikan semua komponen dengan analisis mendalam; dapat menjawab pertanyaan dengan argumentasi kuat; aktif memberikan tanggapan kritis dan membangun kepada teman; menggunakan media pendukung (slide atau infografis)
Refleksi dan KesadaranTidak mengisi refleksi atau refleksi sangat singkat tanpa substansi; tidak menulis komitmen konkret; tidak menunjukkan kesadaran tentang dampak penggunaan energiRefleksi singkat hanya menjawab 1-2 pertanyaan; komitmen kurang konkret atau tidak realistis; kesadaran tentang dampak penggunaan energi masih terbatasRefleksi lengkap menjawab 3-4 pertanyaan dengan jujur; komitmen konkret dan realistis untuk diterapkan; menunjukkan kesadaran tentang dampak penggunaan energi dan tanggung jawab pribadiRefleksi sangat mendalam menjawab semua pertanyaan dengan kejujuran dan analisis kritis terhadap kebiasaan sendiri; komitmen sangat konkret, terukur, dan spesifik dengan rencana tindak lanjut; menunjukkan kesadaran tinggi tentang dampak penggunaan energi, tanggung jawab pribadi, dan keterkaitan dengan isu lingkungan global

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai? Bagian mana yang paling efektif dan mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid terlibat aktif? Murid mana yang memerlukan dukungan tambahan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sesuai dengan kebutuhan murid? Apa yang bisa saya tingkatkan?
  • Apakah asesmen yang saya gunakan mampu mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara akurat?
  • Bagaimana saya bisa memfasilitasi murid agar benar-benar menerapkan rancangan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari tentang krisis energi dan energi terbarukan hari ini?
  • Bagaimana kebiasaan penggunaan energi saya selama ini? Apakah ada yang perlu saya perbaiki?
  • Dari rancangan penghematan energi yang saya buat, mana yang paling mudah dan paling sulit untuk saya terapkan? Mengapa?
  • Apa yang akan saya lakukan mulai besok untuk menghemat energi di rumah atau sekolah?
  • Apa tantangan yang mungkin saya hadapi dalam menerapkan rancangan penghematan energi? Bagaimana saya akan mengatasinya?
  • Bagaimana saya dapat mengajak keluarga atau teman untuk ikut menghemat energi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas IX Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, 2022) Bab 6: Isu-Isu Lingkungan, hlm. 199-206
  2. Buku Guru IPA Kelas IX Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, 2022) Bab 6: Isu-Isu Lingkungan, hlm. 188-224
  3. Artikel online dari media tepercaya tentang energi terbarukan di Indonesia (Kompas, Tempo, Portal Kementerian ESDM, WWF Indonesia, Greenpeace Indonesia)
  4. Video/infografis tentang jenis-jenis energi terbarukan (YouTube, situs EBTKE Kementerian ESDM)
  5. Grafik produksi dan konsumsi energi fosil Indonesia (dari Buku Siswa atau situs Kementerian ESDM)
  6. Template jurnal penggunaan energi (dapat dibuat guru atau murid membuat sendiri)
  7. Laptop/tablet/smartphone untuk mencari artikel dan membuat kliping digital
  8. Alat tulis, kertas, gunting, lem untuk kliping cetak (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.