Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 9: Penyakit Menular Seksual dan Upaya Menjaga Kesehatan Reproduksi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Penyakit Menular Seksual dan Upaya Menjaga Kesehatan Reproduksi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 9: Penyakit Menular Seksual dan Upaya Menjaga Kesehatan Reproduksi

IPA - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Penyakit Menular Seksual dan Upaya Menjaga Kesehatan Reproduksi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPenyakit Menular Seksual dan Upaya Menjaga Kesehatan Reproduksi
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis berbagai penyakit menular seksual (sifilis, gonore, HIV/AIDS) meliputi penyebab, gejala, dan cara penularannya berdasarkan data ilmiah.
  2. Murid dapat merancang dan mengomunikasikan upaya-upaya konkret untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi dan mencegah penularan penyakit menular seksual dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar istilah 'penyakit menular seksual'? Menurutmu, apa saja yang bisa menyebabkan seseorang tertular penyakit tersebut?
  2. Mengapa remaja seusiamu penting untuk memahami cara menjaga kesehatan organ reproduksi, padahal belum menikah?
  3. Jika kamu adalah seorang dokter atau penyuluh kesehatan, pesan apa yang paling ingin kamu sampaikan kepada teman-teman sebayamu tentang kesehatan reproduksi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai wujud syukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan (± 2 menit).
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi murid secara singkat.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid menuliskan di secarik kertas — tanpa nama — satu hal yang sudah mereka ketahui dan satu hal yang ingin mereka ketahui tentang penyakit menular seksual. Kertas dikumpulkan dan guru membacakan beberapa respons secara anonim untuk memetakan pengetahuan awal kelas (± 5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik kepada kelas dan memberikan ruang bagi 2–3 murid untuk merespons secara lisan (± 3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 9.3.7.1 dan 9.3.7.2 serta alur kegiatan hari ini: menganalisis data, merancang pesan edukasi, dan merefleksi (± 2 menit).
  • Guru menegaskan bahwa topik ini dibahas secara ilmiah dan penuh tanggung jawab, sesuai nilai moral dan agama yang dipegang (± 1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam 3 kelompok (masing-masing ± 8–10 murid). Setiap kelompok mendapat kartu data ilmiah satu jenis PMS: Kelompok 1 = Sifilis, Kelompok 2 = Gonore, Kelompok 3 = HIV/AIDS. Kartu berisi: nama penyakit, patogen penyebab, gejala utama, cara penularan, dan data epidemiologi singkat (± 2 menit).
  • Murid membaca dan mendiskusikan kartu data dalam kelompok selama ± 8 menit. Setiap anggota kelompok mencatat poin penting ke dalam tabel analisis di LKPD: kolom Penyebab, Gejala, Cara Penularan, dan Cara Pencegahan.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kelompoknya secara singkat (± 3 menit per kelompok) kepada seluruh kelas. Kelompok lain mencatat informasi dari kelompok penyaji untuk melengkapi tabel analisis mereka sendiri.
  • Guru memberikan penguatan konsep setelah semua kelompok presentasi: mengklarifikasi miskonsepsi umum (misalnya: HIV tidak menular lewat jabat tangan atau bersin), dan menegaskan data ilmiah yang akurat (± 5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan tugas: setiap kelompok merancang satu media edukasi ringkas (poster, infografis tangan, atau skenario pesan singkat/pamflet) yang ditujukan untuk remaja seusia mereka. Media harus memuat: (1) minimal satu jenis PMS beserta informasi ilmiahnya, (2) minimal tiga upaya konkret menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah penularan, serta (3) pesan yang positif dan tidak menghakimi (± 3 menit).
  • Murid bekerja dalam kelompok merancang media edukasi selama ± 12 menit. Guru berkeliling memantau, memberikan umpan balik formatif langsung (pertanyaan pemandu: 'Apakah pesanmu cukup jelas untuk teman yang belum tahu sama sekali?' dan 'Apakah upaya yang kalian cantumkan realistis dilakukan remaja?').
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil rancangannya di depan kelas selama ± 3 menit. Kelompok lain memberikan satu apresiasi dan satu saran konstruktif menggunakan kartu pos-it warna (apresiasi = kuning, saran = biru) yang ditempel pada hasil kerja kelompok penyaji.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: menghubungkan upaya pencegahan PMS dengan nilai menjaga diri sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan tanggung jawab terhadap kesehatan diri serta orang-orang yang dicintai (± 3 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi terstruktur dengan teknik 'Stop–Think–Share' (± 5 menit): murid diminta berhenti sejenak, lalu menjawab dua pertanyaan refleksi secara tertulis di lembar refleksi individual: (1) 'Informasi baru apa yang paling mengubah cara berpikirmu hari ini?' dan (2) 'Satu langkah konkret apa yang akan kamu lakukan mulai sekarang untuk menjaga kesehatan reproduksimu?'
  • Guru mengajak 3–4 murid berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela kepada kelas.
  • Guru mengaitkan proses refleksi dengan prinsip hidup sehat sebagai tanggung jawab pribadi dan bagian dari ketakwaan kepada Tuhan.

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran hari ini bersama-sama secara lisan: jenis, penyebab, gejala, cara penularan PMS, dan upaya pencegahannya (± 3 menit).
  • Asesmen akhir (sumatif): Murid mengerjakan secara individual kuis singkat 5 soal pilihan ganda dan 1 soal uraian pendek di lembar asesmen yang telah disiapkan guru (± 5 menit). Soal mencakup analisis data PMS (9.3.7.1) dan upaya pencegahan (9.3.7.2).
  • Guru mengumpulkan lembar asesmen akhir dan media edukasi kelompok untuk dinilai menggunakan rubrik.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menekankan bahwa memahami topik ini adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama.
  • Guru menyampaikan koneksi ke pertemuan berikutnya (bila ada) dan mengingatkan murid untuk terus menjaga gaya hidup sehat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama (± 2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan mendapat kartu data yang telah disederhanakan (poin-poin dengan bahasa lebih ringkas dan ilustrasi ikon). Murid yang sudah cepat memahami mendapat lembar pengayaan berisi data statistik PMS di Indonesia dari sumber WHO/Kemenkes untuk dianalisis lebih lanjut.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat mengerjakan LKPD dengan format terpandu (tabel sudah berisi beberapa petunjuk isian). Murid yang cepat dapat langsung menyusun analisis komparatif antara ketiga jenis PMS tanpa panduan tabel. Guru menyediakan waktu konsultasi kelompok kecil bagi murid yang mengalami kesulitan selama tahap Memahami.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat membuat poster dengan struktur yang sudah disediakan (kerangka layout). Murid yang sudah mahir dapat mengembangkan media edukasi dalam format yang lebih kompleks, seperti simulasi skenario dialog atau mini-poster digital (jika tersedia perangkat), dengan menambahkan sumber data ilmiah yang dikutip.

ASESMEN

Awal:

  • Teknik: Kartu anonim 'Yang Sudah Saya Tahu – Yang Ingin Saya Tahu' (± 5 menit di pendahuluan).
  • Instrumen: Secarik kertas — murid menuliskan 1 hal yang sudah diketahui dan 1 hal yang ingin diketahui tentang PMS. Guru membaca beberapa respons secara anonim untuk memetakan pengetahuan awal dan miskonsepsi yang perlu diluruskan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi terstruktur saat diskusi kelompok tahap Memahami: guru menggunakan daftar cek keaktifan dan ketepatan analisis per kelompok.
  • Pertanyaan pemandu lisan dari guru saat berkeliling pada tahap Mengaplikasi: digunakan sebagai umpan balik formatif langsung untuk meluruskan pemahaman yang kurang tepat.
  • Penilaian sejawat melalui kartu pos-it antar kelompok saat presentasi media edukasi: apresiasi (kuning) dan saran (biru) sebagai bukti keterlibatan murid dalam asesmen sebagai pembelajaran.
  • Lembar refleksi individual di akhir tahap Merefleksi: menilai kedalaman kesadaran murid terhadap relevansi materi bagi kehidupannya.

Akhir:

  • Kuis individual: 5 soal pilihan ganda (masing-masing berbobot 2 poin) dan 1 soal uraian pendek (berbobot 10 poin) — total 20 poin. Soal pilihan ganda menguji identifikasi penyebab, gejala, dan cara penularan PMS (TP 9.3.7.1). Soal uraian meminta murid menuliskan 3 upaya konkret mencegah PMS disertai alasan ilmiahnya (TP 9.3.7.2).
  • Penilaian produk media edukasi kelompok: dinilai menggunakan rubrik 4 level pada 4 aspek (ketepatan data ilmiah, kelengkapan informasi, kualitas upaya pencegahan, efektivitas komunikasi).

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok selama tahap Memahami: guru mencatat keaktifan, ketepatan analisis, dan kemampuan murid mengidentifikasi penyebab, gejala, dan cara penularan PMS.
  • Umpan balik langsung (berkeliling) selama tahap Mengaplikasi saat murid merancang media edukasi: guru mengajukan pertanyaan pemandu untuk mengecek pemahaman dan mendorong penalaran lebih dalam.
  • Penilaian sejawat melalui kartu pos-it (apresiasi dan saran) yang diberikan antar kelompok saat presentasi media edukasi.
  • Lembar refleksi individual di tahap Merefleksi: guru membaca respons untuk menilai kedalaman pemahaman dan kesadaran diri murid.

Sumatif:

  • Kuis individual 5 soal pilihan ganda + 1 soal uraian pendek di akhir pembelajaran: mengukur kemampuan menganalisis PMS (9.3.7.1) dan merancang upaya pencegahan (9.3.7.2).
  • Penilaian produk media edukasi kelompok menggunakan rubrik 4 level berdasarkan: ketepatan data ilmiah, kelengkapan informasi PMS, kualitas upaya pencegahan yang dirancang, dan efektivitas komunikasi pesan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Analisis Data PMS (TP 9.3.7.1)Murid belum dapat mengidentifikasi penyebab, gejala, atau cara penularan salah satu pun jenis PMS secara benar.Murid dapat mengidentifikasi sebagian penyebab, gejala, atau cara penularan satu jenis PMS, namun masih terdapat miskonsepsi yang signifikan.Murid dapat menganalisis penyebab, gejala, dan cara penularan minimal dua jenis PMS dengan benar berdasarkan data ilmiah, dengan sedikit kesalahan minor.Murid dapat menganalisis penyebab, gejala, dan cara penularan ketiga jenis PMS (sifilis, gonore, HIV/AIDS) secara akurat berdasarkan data ilmiah, dan mampu membandingkan karakteristik ketiganya.
Kualitas Upaya Pencegahan yang Dirancang (TP 9.3.7.2)Murid belum dapat merancang upaya pencegahan yang konkret; upaya yang disebutkan tidak relevan atau tidak berdasar secara ilmiah.Murid dapat merancang satu upaya pencegahan yang relevan, namun masih bersifat umum dan belum didukung alasan ilmiah yang jelas.Murid dapat merancang 2–3 upaya pencegahan yang konkret, relevan, dan didukung pemahaman ilmiah yang memadai.Murid dapat merancang lebih dari 3 upaya pencegahan yang konkret, spesifik, didukung data ilmiah, dan disesuaikan dengan konteks kehidupan remaja sehari-hari.
Efektivitas Komunikasi Media Edukasi (TP 9.3.7.2)Media edukasi tidak menyampaikan informasi PMS dengan jelas; pesan sulit dipahami atau tidak sesuai sasaran (remaja sebaya).Media edukasi menyampaikan sebagian informasi PMS dengan cukup jelas, namun pesan belum terstruktur dan kurang sesuai dengan sasaran audiens remaja.Media edukasi menyampaikan informasi PMS dan upaya pencegahan dengan jelas dan terstruktur, serta pesan sudah disesuaikan dengan konteks remaja.Media edukasi menyampaikan informasi PMS dan upaya pencegahan dengan sangat jelas, terstruktur, menarik secara visual/naratif, menggunakan bahasa yang tepat untuk audiens remaja, dan mengandung pesan yang positif serta tidak menghakimi.
Kolaborasi dan Partisipasi dalam KelompokMurid tidak aktif berkontribusi dalam diskusi atau pengerjaan tugas kelompok.Murid sesekali berkontribusi dalam diskusi atau pengerjaan tugas kelompok, namun partisipasi masih minimal.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi dan pengerjaan tugas kelompok, serta memberikan masukan yang relevan kepada rekan kelompok.Murid sangat aktif berkontribusi, mampu mengarahkan diskusi kelompok ke arah yang produktif, menghargai pendapat semua anggota, dan mendorong rekan yang kurang aktif untuk turut berpartisipasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mencapai tujuan pembelajaran 9.3.7.1 (menganalisis PMS) dan 9.3.7.2 (merancang dan mengomunikasikan upaya pencegahan)? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lanjutan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda-beda? Apa yang perlu diubah?
  • Apakah diskusi berlangsung dalam suasana yang nyaman, aman, dan bebas dari stigma? Bagaimana cara saya menciptakan ruang yang lebih aman jika ada murid yang tampak tidak nyaman dengan topik ini?
  • Apakah media edukasi yang dirancang murid mencerminkan pemahaman ilmiah yang akurat? Miskonsepsi apa yang masih perlu diluruskan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Informasi baru apa tentang penyakit menular seksual yang paling membuatmu terkejut atau paling mengubah cara berpikirmu hari ini?
  • Satu langkah konkret apa yang akan kamu lakukan mulai sekarang untuk menjaga kesehatan reproduksimu sendiri?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantumu memahami materi ini? Mengapa?
  • Apakah ada bagian dari materi ini yang masih membingungkanmu dan ingin kamu pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas IX Edisi Revisi 2025 (Cece Sutia dkk., Kemendikdasmen) — Bab 3 Sistem Reproduksi Manusia, subbab Penyakit Menular Seksual
  2. Panduan Guru IPA Kelas IX Edisi Revisi 2025 (Kemendikdasmen) — petunjuk pembelajaran Bab 3
  3. Kartu data ilmiah PMS (disiapkan guru): berisi fakta ilmiah tentang sifilis, gonore, dan HIV/AIDS dari sumber WHO dan Kemenkes RI
  4. LKPD (Lembar Kerja Murid) — tabel analisis PMS: Penyebab, Gejala, Cara Penularan, Cara Pencegahan
  5. Lembar asesmen akhir individual (kuis 5 soal pilihan ganda + 1 uraian) — disiapkan guru
  6. Lembar refleksi individual — disiapkan guru
  7. Alat dan bahan membuat media edukasi: kertas A3/karton, spidol warna, pensil warna, penggaris
  8. Kartu pos-it dua warna (kuning dan biru) untuk penilaian sejawat antar kelompok
  9. Data epidemiologi PMS remaja Indonesia (lembar pengayaan opsional) — bersumber dari laporan WHO dan Kemenkes RI terbaru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.