Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 9: Siklus Menstruasi dan Peran Hormon

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Siklus Menstruasi dan Peran Hormon". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 9: Siklus Menstruasi dan Peran Hormon

IPA - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Siklus Menstruasi dan Peran Hormon

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikSiklus Menstruasi dan Peran Hormon
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan tahapan siklus menstruasi (menstruasi, proliferasi, ovulasi, sekretori) dan menganalisis perubahan hormon (FSH, LH, estrogen, progesteron) yang memengaruhi setiap fase
  2. Murid dapat meluruskan miskonsepsi umum tentang menstruasi (misalnya konsep 'darah kotor') berdasarkan data dan fakta ilmiah yang diperoleh dari sumber terpercaya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa siklus menstruasi setiap perempuan bisa berbeda-beda durasinya? Apakah itu normal?
  2. Apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh perempuan selama siklus menstruasi berlangsung?
  3. Benarkah darah menstruasi adalah 'darah kotor' seperti yang sering kita dengar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang menstruasi? Pernah mendengar mitos apa tentang menstruasi?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Guru menjelaskan bahwa pembelajaran hari ini akan membahas proses ilmiah di balik siklus menstruasi dan meluruskan miskonsepsi yang beredar

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan diagram siklus menstruasi 28 hari dan grafik perubahan hormon (FSH, LH, estrogen, progesteron) serta ketebalan endometrium
  • Murid mengamati diagram dan grafik dengan seksama, mencatat perubahan yang terjadi pada setiap fase
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi 4 fase utama: fase menstruasi (hari 1-5), fase proliferasi (hari 6-14), fase ovulasi (hari 14), dan fase sekretori (hari 15-28)
  • Guru menjelaskan peran masing-masing hormon: FSH merangsang pematangan folikel, LH memicu ovulasi dan pembentukan korpus luteum, estrogen menebalkan endometrium, progesteron mempertahankan ketebalan endometrium
  • Murid membuat catatan ringkas tentang hubungan antara hormon, perubahan di ovarium, dan perubahan di uterus pada setiap fase

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk menganalisis kasus nyata: seorang perempuan dengan siklus 21 hari (seperti dalam Ayo Uji Kemampuan)
  • Setiap kelompok menganalisis: apakah siklus tersebut normal? Kapan ovulasi terjadi? Apakah peluang hamilnya sama dengan siklus 28 hari?
  • Murid menggunakan pemahaman tentang hormon dan fase untuk menjawab pertanyaan kasus
  • Guru memberikan aktivitas meluruskan miskonsepsi: setiap kelompok mendapat satu mitos tentang menstruasi (darah kotor, tidak boleh keramas, tidak boleh beribadah, dll)
  • Kelompok mencari fakta ilmiah dari sumber terpercaya (buku teks, artikel medis) untuk membantah mitos tersebut
  • Setiap kelompok membuat poster sederhana berisi: Mitos vs Fakta Ilmiah

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus dan poster Mitos vs Fakta di depan kelas
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
  • Guru memfasilitasi diskusi: 'Mengapa miskonsepsi tentang menstruasi masih banyak beredar? Apa dampaknya bagi kesehatan reproduksi perempuan?'
  • Murid merefleksi: 'Apa yang berubah dari pemahaman saya tentang menstruasi setelah pembelajaran hari ini? Bagaimana saya bisa membantu meluruskan miskonsepsi di lingkungan saya?'
  • Guru menegaskan pentingnya literasi kesehatan reproduksi berdasarkan fakta ilmiah, bukan mitos

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: tahapan siklus menstruasi, peran hormon, dan pentingnya meluruskan miskonsepsi
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa soal analisis singkat (tertulis) tentang siklus menstruasi
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi pribadi
  • Guru memberikan penguatan positif dan menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan diagram yang lebih sederhana dengan keterangan lebih lengkap. Murid yang sudah paham dapat mengakses artikel jurnal sederhana tentang gangguan hormonal pada siklus menstruasi
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama dapat mengerjakan analisis kasus secara individual terlebih dahulu sebelum berdiskusi kelompok. Murid yang cepat dapat diminta menganalisis kasus tambahan atau menjadi tutor sebaya
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi: poster visual, infografis digital, atau penjelasan lisan dengan alat peraga. Murid dengan kemampuan tinggi dapat membuat video pendek edukatif tentang meluruskan miskonsepsi

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang menstruasi? Pernah mendengar mitos apa?'
  • Guru mencatat tingkat pemahaman awal dan miskonsepsi yang muncul untuk disesuaikan dalam pembelajaran

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati dan mencatat diagram siklus menstruasi
  • Penilaian diskusi kelompok saat menganalisis kasus nyata
  • Pemantauan proses pencarian sumber terpercaya untuk meluruskan miskonsepsi
  • Penilaian pembuatan poster Mitos vs Fakta
  • Pertanyaan pengarah untuk memastikan pemahaman murid tentang hubungan hormon dan fase siklus

Akhir:

  • Soal analisis tertulis: Murid diminta menganalisis grafik siklus menstruasi dengan skenario berbeda (misalnya siklus 35 hari, atau jika terjadi fertilisasi)
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik
  • Lembar refleksi: Murid menuliskan 3 hal yang dipelajari, 2 miskonsepsi yang berhasil diluruskan, 1 pertanyaan yang masih ingin dijawab

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid saat mengamati diagram dan grafik
  • Penilaian diskusi kelompok saat menganalisis kasus
  • Penilaian poster Mitos vs Fakta yang dibuat kelompok
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran

Sumatif:

  • Soal analisis tertulis tentang siklus menstruasi dan peran hormon
  • Penilaian presentasi kelompok
  • Lembar refleksi pribadi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tahapan siklus menstruasiMurid belum dapat menyebutkan tahapan siklus menstruasi dengan benarMurid dapat menyebutkan 1-2 tahapan siklus menstruasi namun penjelasannya masih kurang tepatMurid dapat menjelaskan 3-4 tahapan siklus menstruasi dengan cukup tepat namun belum mengaitkan dengan perubahan hormonMurid dapat menjelaskan seluruh tahapan siklus menstruasi dengan tepat dan menganalisis hubungannya dengan perubahan hormon (FSH, LH, estrogen, progesteron)
Kemampuan meluruskan miskonsepsi berdasarkan fakta ilmiahMurid belum dapat membedakan mitos dan fakta, masih mempercayai miskonsepsiMurid mulai mempertanyakan miskonsepsi namun belum dapat memberikan penjelasan ilmiah yang tepatMurid dapat meluruskan miskonsepsi dengan fakta ilmiah dari sumber terpercaya, namun penjelasannya masih sederhanaMurid dapat meluruskan miskonsepsi dengan argumen ilmiah yang kuat dari berbagai sumber terpercaya dan menjelaskan dampak miskonsepsi tersebut
Penalaran kritis dalam menganalisis kasusMurid belum dapat menganalisis kasus, hanya menyalin informasi dari sumberMurid dapat mengidentifikasi informasi dari kasus namun analisisnya masih sangat sederhanaMurid dapat menganalisis kasus dengan mengaitkan konsep siklus menstruasi dan hormon, namun kesimpulannya kurang lengkapMurid dapat menganalisis kasus secara mendalam dengan mengaitkan konsep, memberikan kesimpulan yang tepat, dan mengidentifikasi kemungkinan penjelasan alternatif
Kolaborasi dan komunikasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam presentasiMurid terlibat dalam diskusi namun kontribusinya minimal, atau hanya mengikuti pendapat temanMurid terlibat aktif dalam diskusi, memberikan kontribusi ide, dan turut menyampaikan hasil kelompokMurid terlibat aktif, memberikan ide kreatif, memfasilitasi diskusi, dan menyampaikan hasil dengan jelas serta responsif terhadap pertanyaan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan efektif untuk meluruskan miskonsepsi murid tentang menstruasi?
  • Bagaimana respons murid terhadap materi sensitif ini? Apakah mereka merasa nyaman dan terfasilitasi dengan baik?
  • Aspek mana dari pembelajaran yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan belajar murid?

Refleksi Murid:

  • Apa 3 hal baru yang saya pelajari hari ini tentang siklus menstruasi?
  • Miskonsepsi apa yang berhasil saya luruskan? Bagaimana fakta ilmiahnya?
  • Bagaimana saya dapat membantu orang lain memahami menstruasi secara ilmiah dan menghilangkan stigma?
  • Apa yang masih membuat saya penasaran tentang sistem reproduksi manusia?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas 9 Kurikulum Merdeka (Bab 3: Sistem Reproduksi Manusia)
  2. Buku Guru IPA Kelas 9 Kurikulum Merdeka
  3. Diagram siklus menstruasi dan grafik perubahan hormon (digital atau poster)
  4. Video animasi siklus menstruasi (opsional, dari sumber edukatif terpercaya seperti kanal kesehatan)
  5. Artikel ilmiah sederhana tentang kesehatan reproduksi dari sumber terpercaya (Kemenkes, WHO, jurnal kesehatan)
  6. Kertas plano, spidol warna, dan alat tulis untuk membuat poster
  7. Laptop/proyektor untuk menampilkan diagram dan grafik

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.