Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase DSemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 9: Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 9: Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan

IPA - Kelas 9

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Struktur dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikStruktur dan Fungsi Organ Reproduksi Perempuan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi organ-organ utama sistem reproduksi perempuan (ovarium, oviduk, uterus, vagina, serviks) beserta fungsinya masing-masing melalui pengamatan diagram.
  2. Murid dapat menjelaskan proses pembentukan sel telur (oogenesis) di ovarium dan peran hormon estrogen serta progesteron dalam sistem reproduksi perempuan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana seorang bayi bisa tumbuh dan berkembang di dalam tubuh ibunya? Organ apa saja yang terlibat dalam proses luar biasa itu?
  2. Jika ovarium adalah 'pabrik' sel telur, kira-kira jalan apa yang harus ditempuh sel telur itu agar bisa bertemu sel sperma dan akhirnya menjadi janin?
  3. Mengapa tubuh perempuan memerlukan hormon khusus seperti estrogen dan progesteron — apa yang akan terjadi jika hormon-hormon itu tidak bekerja dengan baik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa sejenak, mengingatkan bahwa tubuh manusia adalah anugerah Tuhan yang perlu dipahami dan dijaga. (±3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan silhouette organ reproduksi perempuan tanpa label dan meminta murid menuliskan di sticky note organ mana saja yang mereka ketahui beserta fungsinya. Murid menempelkan sticky note di papan 'Sudah Tahu – Belum Tahu'. (±5 menit)
  • Guru merangkum respons murid secara singkat untuk memetakan titik awal pemahaman kelas, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi organ reproduksi perempuan dan menjelaskan oogenesis serta peran hormon estrogen dan progesteron. (±3 menit)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk membangun rasa ingin tahu, memberi waktu 1–2 menit murid berpikir sebelum melanjutkan ke kegiatan inti. (±4 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) berisi diagram sistem reproduksi perempuan (ovarium, oviduk/tuba falopi, uterus, serviks, vagina) tanpa keterangan label. (±2 menit)
  • Secara individu dan dengan penuh kesadaran (mindful), murid mengamati diagram selama 3 menit tanpa berbicara, mencatat apa yang mereka perhatikan tentang bentuk, posisi, dan keterkaitan antarorgan di kolom 'Pengamatan Saya' pada LKM. (±3 menit)
  • Murid dibagi dalam kelompok 4–5 orang. Dalam kelompok, murid mendiskusikan dan melengkapi label diagram serta menuliskan fungsi setiap organ berdasarkan buku siswa halaman 76 dan pengetahuan awal mereka. (±7 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: setiap kelompok menyebut satu organ dan fungsinya secara bergiliran (round-robin), guru meluruskan dan memperkuat konsep, khususnya: ovarium (oogenesis + hormon), oviduk (tempat fertilisasi + jalur sel telur), uterus/endometrium (implantasi + pertumbuhan janin), serviks (jalur menuju vagina), vagina (jalan lahir). (±8 menit)
  • Guru menayangkan animasi singkat atau diagram alur oogenesis (dari oogonium → oosit primer → oosit sekunder → ovum matang) dan menjelaskan peran estrogen (perkembangan ciri seksual sekunder, penebalan endometrium) serta progesteron (mempertahankan endometrium untuk implantasi). Murid mencatat poin-poin kunci di LKM kolom 'Catatan Penting'. (±7 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mendapat 'Kartu Perjalanan Sel Telur' — 8 kartu berisi penggalan peristiwa (contoh: 'Sel telur matang dilepaskan dari ovarium', 'Sel telur bergerak melalui oviduk dibantu silia', 'Fertilisasi terjadi di oviduk', 'Zigot berkembang dan berimplantasi di endometrium uterus', dst.). Tugas kelompok: menyusun kartu dalam urutan yang benar dan menuliskan organ serta hormon yang berperan di setiap tahap. (±10 menit)
  • Setiap kelompok menempelkan hasil susunan kartu di kertas plano dan memberi tanda warna berbeda untuk organ (biru) dan hormon (merah) yang terlibat di tiap tahap.
  • Dua perwakilan kelompok bertukar kunjungan (gallery walk) ke kelompok lain selama 3 menit untuk memberi umpan balik tertulis singkat ('Setuju karena…' atau 'Perlu ditinjau ulang karena…') menggunakan sticky note. (±5 menit)
  • Kelompok kembali ke tempat, membaca umpan balik, dan melakukan koreksi jika diperlukan sebelum presentasi. (±3 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik ketiga: 'Mengapa tubuh perempuan memerlukan estrogen dan progesteron?' Murid menuliskan jawaban pribadi di LKM kolom 'Refleksi Belajarku' dalam 2–3 kalimat. (±4 menit)
  • Murid mengisi kolom 'Sudah Paham – Masih Bingung' di LKM: menuliskan satu hal yang sudah mereka pahami dengan jelas dan satu hal yang masih membingungkan. Guru membaca beberapa respons untuk memetakan tindak lanjut. (±3 menit)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat tentang makna menjaga kesehatan organ reproduksi sebagai bentuk syukur atas tubuh yang diberikan Tuhan, mengaitkan dengan DPL Kesehatan dan Keimanan. (±3 menit)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin kunci: 5 organ utama dan fungsinya, alur oogenesis, serta peran estrogen dan progesteron. (±3 menit)
  • Murid mengerjakan asesmen akhir: 3 soal pilihan ganda singkat dan 1 soal uraian pendek tentang fungsi organ dan peran hormon (dikerjakan mandiri, dikumpulkan sebelum keluar kelas). (±5 menit)
  • Guru menyampaikan pratinjau pertemuan berikutnya (siklus menstruasi) dan mengingatkan murid untuk membaca subbab B buku siswa sebagai persiapan.
  • Guru menutup dengan pengingat bahwa memahami tubuh sendiri adalah bagian dari menjaga kesehatan, lalu menutup dengan doa. (±2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan di bawah rata-rata diberikan LKM versi scaffolded: diagram sudah dilengkapi nama organ, dan murid hanya perlu mencocokkan fungsi dari daftar pilihan yang tersedia. Murid dengan kemampuan di atas rata-rata diberikan pertanyaan pengayaan tambahan: 'Apa yang terjadi pada endometrium jika fertilisasi tidak terjadi, dan bagaimana peran hormon dalam proses tersebut?'
  • Proses: Selama diskusi kelompok, guru mendampingi kelompok yang membutuhkan bantuan lebih dengan pertanyaan pemandu bertahap ('Menurutmu, organ mana yang paling pertama berperan dalam proses oogenesis?'). Kelompok yang cepat selesai diminta membuat pertanyaan tambahan tentang gangguan pada organ reproduksi perempuan.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif dapat menuangkan pemahaman dalam bentuk diagram alur bergambar tangan ('journey map sel telur') sebagai alternatif pengisian LKM teks, selama semua informasi kunci tetap tercakup.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan diagram organ reproduksi perempuan tanpa label. Murid menuliskan di sticky note: nama organ yang mereka kenali dan fungsinya (boleh lebih dari satu). Sticky note ditempelkan di kolom 'Sudah Tahu' atau 'Belum Tahu' di papan kelas.
  • Guru membaca secara cepat respons murid untuk mengidentifikasi: organ mana yang sudah dikenal, organ mana yang sama sekali asing, dan apakah ada miskonsepsi awal yang perlu segera diluruskan.

Proses:

  • Observasi guru saat pengamatan diagram individu: apakah murid mencatat dengan cermat dan relevan di kolom 'Pengamatan Saya'.
  • Cek hasil pelabelan diagram kelompok sebelum diskusi kelas dimulai — guru berkeliling dan memberi umpan balik lisan langsung.
  • Penilaian kualitas susunan Kartu Perjalanan Sel Telur: urutan logis, organ yang disebutkan tepat, hormon yang ditandai relevan.
  • Sticky note umpan balik gallery walk dinilai sebagai bukti murid mampu mengevaluasi pemahaman kelompok lain secara kritis.
  • LKM kolom 'Refleksi Belajarku' dan 'Sudah Paham – Masih Bingung' dibaca guru untuk memetakan pemahaman akhir kegiatan inti.

Akhir:

  • 3 soal pilihan ganda (masing-masing 1 poin): mengidentifikasi nama dan fungsi organ dari diagram berlabel sebagian.
  • 1 soal uraian (bobot 7 poin): menjelaskan oogenesis dan peran estrogen serta progesteron. Penilaian menggunakan rubrik: kelengkapan konsep oogenesis, keakuratan fungsi hormon, dan kejelasan bahasa.
  • Total skor 10 poin. Murid yang memperoleh skor ≤ 6 mendapat tindak lanjut berupa penguatan konsep di awal pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik: sticky note 'Sudah Tahu – Belum Tahu' tentang organ dan fungsinya, digunakan guru untuk memetakan titik awal pemahaman kelas.
  • Observasi diskusi kelompok: guru mencatat partisipasi, keakuratan konten, dan kemampuan murid menjelaskan fungsi organ kepada teman sebaya.
  • Umpan balik gallery walk: sticky note penilaian sejawat pada kartu perjalanan sel telur, mencerminkan pemahaman antar kelompok.
  • LKM kolom 'Sudah Paham – Masih Bingung' sebagai asesmen diri (self-assessment) di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • 3 soal pilihan ganda tentang identifikasi organ dan fungsinya (mengacu TP 9.3.2.1).
  • 1 soal uraian: 'Jelaskan secara singkat proses oogenesis dan sebutkan dua hormon yang berperan dalam sistem reproduksi perempuan beserta fungsinya masing-masing.' (mengacu TP 9.3.2.2)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Organ dan Fungsi (TP 9.3.2.1)Murid tidak dapat menyebutkan atau salah menyebutkan nama dan fungsi organ reproduksi perempuan.Murid dapat menyebutkan 1–2 organ dengan fungsi yang benar, namun masih keliru pada organ lainnya.Murid dapat mengidentifikasi 3–4 organ utama (ovarium, oviduk, uterus, serviks, vagina) beserta fungsinya dengan tepat.Murid dapat mengidentifikasi semua 5 organ utama beserta fungsinya secara tepat dan lengkap, serta mampu menjelaskan keterkaitan antara satu organ dengan organ lainnya.
Penjelasan Oogenesis dan Peran Hormon (TP 9.3.2.2)Murid tidak dapat menjelaskan oogenesis dan tidak menyebutkan peran estrogen maupun progesteron.Murid menyebutkan bahwa oogenesis terjadi di ovarium dan menyebut salah satu hormon, namun penjelasan tidak lengkap atau tidak akurat.Murid menjelaskan oogenesis sebagai proses pembentukan sel telur di ovarium dan menyebutkan fungsi estrogen dan progesteron dengan benar, meskipun belum mendetail.Murid menjelaskan alur oogenesis (dari sel induk hingga ovum matang), menyebutkan fungsi estrogen (perkembangan ciri seksual sekunder, penebalan endometrium) dan progesteron (mempertahankan endometrium untuk implantasi) secara tepat dan runtut.
Partisipasi dan Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi atau menyusun kartu perjalanan sel telur; tidak memberikan kontribusi yang berarti.Murid sesekali berpartisipasi namun sebagian besar mengandalkan teman; kontribusi terbatas.Murid aktif berdiskusi, memberikan ide, dan membantu kelompok menyelesaikan tugas dengan baik.Murid aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, memberi umpan balik konstruktif kepada teman, dan memastikan semua anggota memahami materi.
Kualitas Refleksi DiriMurid tidak mengisi kolom refleksi atau hanya menulis ulang materi tanpa menunjukkan kesadaran diri tentang proses belajarnya.Murid mengisi refleksi singkat namun belum menunjukkan keterkaitan antara materi dan kehidupan nyata atau pengalaman pribadinya.Murid menuliskan refleksi yang menunjukkan pemahaman terhadap materi dan menyebutkan apa yang masih ingin dipelajari lebih lanjut.Murid menuliskan refleksi mendalam yang mengaitkan pemahaman tentang organ reproduksi dengan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dalam kehidupan sehari-hari, serta merumuskan pertanyaan lanjutan secara mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid aktif terlibat dalam pengamatan diagram dan diskusi kelompok? Jika tidak, apa hambatan yang muncul dan bagaimana saya bisa mendukung mereka di pertemuan berikutnya?
  • Apakah penggunaan Kartu Perjalanan Sel Telur efektif membantu murid memahami alur oogenesis dan keterlibatan organ serta hormon? Apa yang perlu diperbaiki dari desain aktivitas ini?
  • Apakah alokasi waktu pada setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu penyesuaian durasi?
  • Berdasarkan asesmen awal dan akhir, seberapa besar perubahan pemahaman murid terjadi dalam satu pertemuan ini? Murid mana yang perlu penguatan tambahan?

Refleksi Murid:

  • Organ apa yang paling menarik bagimu hari ini, dan mengapa fungsinya menurutmu begitu penting bagi tubuh perempuan?
  • Adakah hal tentang oogenesis atau peran hormon estrogen dan progesteron yang masih membingungkanmu? Apa langkah yang akan kamu ambil untuk memahaminya lebih baik?
  • Bagaimana pemahamanmu hari ini tentang organ reproduksi perempuan bisa membantumu menjaga kesehatan tubuhmu sendiri atau kepedulianmu terhadap kesehatan orang-orang di sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas IX Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab 3 Sistem Reproduksi Manusia, halaman 73–76
  2. Panduan Guru IPA Kelas IX Edisi Revisi (Kemdikbud) — Panduan Khusus Bab 3, termasuk kunci jawaban Ayo Uji Kemampuan
  3. Diagram/gambar sistem reproduksi perempuan berlabel (Gambar 3.2 dari buku siswa atau versi cetak untuk LKM)
  4. Animasi atau video singkat proses oogenesis (dapat diakses dari kanal YouTube edukasi terpercaya, misalnya Kemendikbud Ristek atau Khan Academy versi Bahasa Indonesia)
  5. Lembar Kerja Murid (LKM) buatan guru: berisi diagram tanpa label, kolom pengamatan, kolom catatan penting, kolom refleksi 'Sudah Paham – Masih Bingung'
  6. Kartu Perjalanan Sel Telur (8 kartu per kelompok, dicetak dan digunting)
  7. Kertas plano, spidol warna biru dan merah, sticky note untuk asesmen awal dan gallery walk

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.