Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 9: Pengenalan Zat Adiktif: Klasifikasi Berdasarkan Jenis (Narkotika, Psikotropika, dan Bukan Keduanya) dan Cara Kerja (Stimulan, Depresan, Halusinogen)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 9 dengan topik "Pengenalan Zat Adiktif: Klasifikasi Berdasarkan Jenis (Narkotika, Psikotropika, dan Bukan Keduanya) dan Cara Kerja (Stimulan, Depresan, Halusinogen)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 9: Pengenalan Zat Adiktif: Klasifikasi Berdasarkan Jenis (Narkotika, Psikotropika, dan Bukan Keduanya) dan Cara Kerja (Stimulan, Depresan, Halusinogen)

IPA - Kelas 9

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPA — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pengenalan Zat Adiktif: Klasifikasi Berdasarkan Jenis (Narkotika, Psikotropika, dan Bukan Keduanya) dan Cara Kerja (Stimulan, Depresan, Halusinogen)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPengenalan Zat Adiktif: Klasifikasi Berdasarkan Jenis (Narkotika, Psikotropika, dan Bukan Keduanya) dan Cara Kerja (Stimulan, Depresan, Halusinogen)
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengklasifikasikan zat adiktif berdasarkan jenisnya (narkotika, psikotropika, dan bukan narkotika/psikotropika) serta cara kerjanya (stimulan, depresan, halusinogen) melalui penelusuran informasi dari berbagai sumber termasuk booklet BNN.
  2. Murid dapat menyusun peta pikiran yang menghubungkan dan membandingkan berbagai jenis zat adiktif berdasarkan cara kerja serta efek yang ditimbulkannya terhadap sistem tubuh manusia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mendengar seseorang dikatakan 'kecanduan kopi'? Menurutmu, apa yang terjadi di dalam tubuh orang itu sehingga ia terus ingin minum kopi?
  2. Jika kamu menemukan nama zat 'amfetamin', 'morfin', dan 'alkohol' dalam sebuah berita, apakah ketiganya termasuk jenis yang sama? Bagaimana cara membedakannya?
  3. Mengapa efek yang dirasakan seseorang setelah mengonsumsi kopi berbeda dengan efek setelah mengonsumsi obat tidur? Apa yang menyebabkan perbedaan itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai wujud syukur atas kesehatan yang diberikan Tuhan (2 menit).
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kondisi murid secara singkat (1 menit).
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan kartu bergambar 4 zat (kopi, rokok, obat tidur, ganja) dan meminta murid menuliskan di sticky note: 'Menurutmu, apa persamaan dan perbedaan keempat zat ini?' Guru mengumpulkan sticky note untuk memetakan pemahaman awal tanpa dinilai (5 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk merespons secara lisan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengklasifikasikan zat adiktif berdasarkan jenis dan cara kerjanya, serta menyusun peta pikiran perbandingannya (2 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat: penelusuran informasi → diskusi kelompok → pembuatan peta pikiran → presentasi singkat → refleksi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 4–5 orang secara heterogen berdasarkan kemampuan awal yang terpetakan dari sticky note (2 menit).
  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) 9.2.5 yang berisi tabel kosong dua dimensi: kolom 'Jenis Zat Adiktif' (narkotika, psikotropika, bukan keduanya) dan baris 'Cara Kerja' (stimulan, depresan, halusinogen). Tugas kelompok adalah mengisi tabel dengan contoh zat dan efeknya masing-masing.
  • Murid menelusuri informasi secara mandiri dalam kelompok menggunakan sumber yang disediakan: Buku Siswa IPA Kelas 9 Bab 2, booklet BNN yang telah dicetak/ditampilkan guru, dan kartu informasi zat adiktif yang disiapkan guru (10 menit). [Berkesadaran: Murid diminta membaca dengan penuh perhatian dan menandai informasi yang paling relevan sebelum menuliskan ke tabel.]
  • Guru berkeliling memfasilitasi: memastikan setiap anggota kelompok aktif membaca, bukan hanya satu orang yang mengerjakan. Guru mengajukan pertanyaan scaffolding seperti 'Bagaimana cara kerja morfin memengaruhi sistem saraf?' untuk kelompok yang mengalami kesulitan.
  • Setelah tabel terisi, setiap kelompok mendiskusikan: 'Apakah ada satu zat yang bisa masuk ke lebih dari satu kategori cara kerja? Mengapa?' untuk merangsang berpikir kritis (3 menit). [Bermakna: Pertanyaan dikaitkan dengan fenomena nyata di berita atau lingkungan sekitar.]
  • Guru membahas tabel secara klasikal selama 5 menit dengan metode 'konfirmasi bertahap': guru menampilkan tabel di papan tulis/proyektor, murid dari berbagai kelompok diminta mengisi satu kolom secara bergantian, lalu guru memberikan konfirmasi dan koreksi berbasis data ilmiah dan hukum (UU No. 35 Tahun 2009 dan UU No. 5 Tahun 1997).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok menerima tugas membuat Peta Pikiran pada kertas plano atau HVS besar. Peta pikiran berpusat pada 'ZAT ADIKTIF' dan harus menghubungkan: jenis zat adiktif, cara kerja, contoh zat spesifik, dan efek terhadap sistem tubuh manusia (misalnya sistem saraf, sistem kardiovaskular) (15 menit). [Menggembirakan: Murid bebas memilih cara visualisasi — menggunakan warna, ikon, atau simbol yang mereka sukai, sehingga peta pikiran mencerminkan kreativitas masing-masing kelompok.]
  • Guru memberikan panduan diferensiasi: kelompok yang lebih cepat menyelesaikan tabel diminta menambahkan kolom 'Dampak Sosial/Hukum' pada peta pikiran mereka; kelompok yang membutuhkan lebih banyak waktu difasilitasi dengan kartu petunjuk yang memuat kata kunci efek tiap zat.
  • Setelah peta pikiran selesai, setiap kelompok menempelkan hasil kerjanya di dinding kelas (gallery walk style). Masing-masing kelompok mendapat 2 sticky note warna berbeda: hijau untuk 'hal yang sudah tepat dari peta kelompok lain' dan kuning untuk 'pertanyaan atau masukan'. Setiap kelompok berkeliling selama 5 menit memberi komentar pada peta pikiran kelompok lain. [Menggembirakan]
  • Setelah gallery walk, setiap kelompok kembali ke peta pikiran miliknya, membaca komentar yang diterima, dan mendiskusikan apakah ada yang perlu direvisi atau ditambahkan (3 menit). [Bermakna: Murid menghubungkan umpan balik teman sejawat dengan pemahaman mereka tentang dampak nyata zat adiktif.]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta dua kelompok (dipilih secara acak) untuk mempresentasikan peta pikiran mereka secara singkat, masing-masing maksimal 3 menit. Fokus presentasi: 'Apa perbedaan utama antara stimulan, depresan, dan halusinogen berdasarkan cara kerjanya?' (6 menit).
  • Setelah presentasi, guru memfasilitasi diskusi kelas singkat dengan pertanyaan: 'Berdasarkan peta pikiran yang kalian buat, zat adiktif mana yang menurutmu paling berbahaya bagi kesehatan? Jelaskan alasanmu menggunakan data yang kalian temukan.' Guru memastikan jawaban didasarkan pada bukti ilmiah, bukan opini semata. [Berkesadaran: Murid diajak berhenti sejenak dan mempertimbangkan informasi secara sadar sebelum menjawab.]
  • Murid secara individu mengerjakan 3 soal evaluasi singkat tertulis pada LKPD bagian akhir: (1) Menghubungkan jenis zat adiktif dengan contoh menggunakan garis, (2) Menjelaskan perbedaan cara kerja satu zat depresan dan satu zat stimulan, (3) Memprediksi efek apa yang akan terjadi pada sistem saraf seseorang jika mengonsumsi halusinogen secara terus-menerus. (5 menit). [Bermakna: Soal nomor 3 menghubungkan materi dengan pengetahuan sistem saraf yang telah dipelajari sebelumnya.]

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: zat adiktif diklasifikasikan berdasarkan jenis (narkotika, psikotropika, bukan keduanya) dan cara kerja (stimulan, depresan, halusinogen), masing-masing memiliki efek berbeda pada sistem tubuh (3 menit).
  • Guru membagikan 'Tiket Keluar' (exit ticket): secarik kertas berisi dua pertanyaan — (1) Satu hal yang paling aku pahami hari ini adalah..., (2) Satu pertanyaan yang masih ingin aku ketahui adalah... Murid mengisinya dan menyerahkan sebelum keluar kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan pesan nilai: 'Memahami cara kerja zat adiktif bukan berarti kita boleh mencobanya — justru sebaliknya. Pengetahuan ini adalah bekal kita untuk mengambil keputusan yang tepat demi menjaga kesehatan diri dan orang-orang yang kita sayangi.' (1 menit).
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya (upaya menghindari penyalahgunaan zat adiktif) dan meminta murid membaca buku siswa halaman terkait sebagai persiapan (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan awal tinggi diberikan referensi tambahan berupa tautan atau ringkasan artikel BNN tentang golongan narkotika I, II, III (UU No. 35 Tahun 2009) untuk memperdalam klasifikasi hukum. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu petunjuk bergambar yang memuat nama zat, jenisnya, dan efek singkatnya sebagai scaffolding saat mengisi tabel.
  • Proses: Saat penelusuran informasi, murid yang sudah paham lebih cepat diminta menjadi 'tutor sebaya' dalam kelompoknya — membantu teman yang kesulitan menemukan informasi yang tepat tanpa langsung memberikan jawaban. Guru memberikan pertanyaan pemandu berbeda: untuk murid yang lebih lambat, pertanyaan bersifat faktual ('Apa contoh zat stimulan?'); untuk murid yang lebih cepat, pertanyaan bersifat analitis ('Mengapa kafein dikategorikan sebagai stimulan bukan depresan?').
  • Produk: Peta pikiran boleh dibuat dalam format berbeda sesuai preferensi: tulisan tangan dengan visualisasi warna di kertas plano (untuk yang menyukai cara manual), atau diagram digital menggunakan aplikasi di tablet/HP jika tersedia (untuk yang lebih nyaman dengan teknologi). Murid dengan kemampuan tinggi dapat menambahkan dimensi 'dampak hukum' pada peta pikirannya sebagai pengayaan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kartu bergambar 4 zat (kopi, rokok, obat tidur, ganja) dan meminta murid menuliskan di sticky note: 'Menurutmu, apa persamaan dan perbedaan keempat zat ini?' Guru membaca sticky note untuk memetakan miskonsepsi dan tingkat pengetahuan awal murid tanpa memberi nilai — hasil digunakan untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan dan pengelompokan selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi diskusi kelompok saat penelusuran informasi dan pengisian tabel: guru menggunakan lembar ceklis sederhana untuk mencatat apakah murid mampu membedakan jenis dan cara kerja zat adiktif berdasarkan sumber.
  • Kualitas peta pikiran selama proses pembuatan: guru memantau apakah murid mampu menghubungkan jenis, cara kerja, contoh, dan efek pada sistem tubuh secara logis dan tepat.
  • Partisipasi dalam gallery walk: guru mengamati apakah komentar/pertanyaan yang ditulis murid pada sticky note berbasis data ilmiah atau sekadar opini.

Akhir:

  • Tiga soal tertulis individu: (1) Menghubungkan jenis zat adiktif dengan contoh yang tepat menggunakan garis (mengukur kemampuan klasifikasi — TP 9.2.5.1), (2) Menjelaskan perbedaan cara kerja satu zat depresan dan satu zat stimulan beserta efeknya (mengukur kemampuan membandingkan — TP 9.2.5.2), (3) Memprediksi efek pada sistem saraf akibat penggunaan halusinogen secara terus-menerus (mengukur kemampuan memprediksi dan menghubungkan dengan sistem tubuh — TP 9.2.5.1 dan 9.2.5.2).
  • Peta pikiran kelompok final (setelah direvisi pasca gallery walk): dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan klasifikasi, ketepatan koneksi antarkonsep, dan kejelasan perbandingan cara kerja serta efek terhadap sistem tubuh.

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: guru memantau keaktifan, kemampuan argumentasi, dan kemampuan menggunakan sumber informasi secara tepat selama sesi penelusuran informasi.
  • Komentar gallery walk: kualitas umpan balik yang diberikan murid pada peta pikiran kelompok lain (apakah berbasis data atau hanya opini).
  • Peta pikiran kelompok: kelengkapan hubungan antar konsep (jenis, cara kerja, contoh, efek pada sistem tubuh), kejelasan visualisasi, dan ketepatan koneksi yang dibuat.
  • Tiket keluar (exit ticket): digunakan guru untuk memetakan pemahaman individu dan pertanyaan lanjutan sebagai bahan perbaikan pembelajaran berikutnya.

Sumatif:

  • Tiga soal evaluasi tertulis individu pada LKPD bagian akhir (Tahap Merefleksi): menguji kemampuan mengklasifikasikan zat adiktif berdasarkan jenis dan cara kerja, menjelaskan perbedaan cara kerja dua zat, dan memprediksi efek zat adiktif pada sistem tubuh.
  • Peta pikiran kelompok yang telah direvisi pasca gallery walk sebagai produk akhir yang mencerminkan pemahaman komprehensif murid tentang klasifikasi dan perbandingan zat adiktif.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Klasifikasi Zat Adiktif Berdasarkan Jenis (TP 9.2.5.1)Murid tidak dapat membedakan narkotika, psikotropika, dan bukan keduanya; atau memberikan contoh yang salah untuk semua kategori.Murid dapat menyebutkan nama ketiga jenis zat adiktif tetapi hanya mampu memberikan contoh yang tepat untuk satu kategori.Murid dapat mengklasifikasikan zat adiktif ke dalam tiga jenis dengan contoh yang tepat untuk dua atau tiga kategori, meskipun belum disertai penjelasan dasar hukum.Murid dapat mengklasifikasikan zat adiktif ke dalam tiga jenis dengan contoh spesifik yang tepat untuk semua kategori, disertai penjelasan singkat dasar hukum (UU No. 35/2009 dan UU No. 5/1997) yang relevan.
Klasifikasi Zat Adiktif Berdasarkan Cara Kerja (TP 9.2.5.1)Murid tidak dapat membedakan stimulan, depresan, dan halusinogen; atau memberikan contoh yang tidak sesuai untuk semua cara kerja.Murid dapat menyebutkan tiga cara kerja zat adiktif tetapi hanya mampu mencocokkan satu cara kerja dengan contoh dan efek yang tepat.Murid dapat menjelaskan dua dari tiga cara kerja zat adiktif dengan contoh dan efek yang tepat terhadap sistem tubuh.Murid dapat menjelaskan ketiga cara kerja zat adiktif (stimulan, depresan, halusinogen) dengan contoh spesifik dan efek yang tepat terhadap sistem tubuh untuk masing-masing kategori.
Peta Pikiran: Kelengkapan dan Ketepatan Koneksi Antarkonsep (TP 9.2.5.2)Peta pikiran hanya memuat satu dimensi klasifikasi (misalnya hanya jenis atau hanya cara kerja) tanpa menghubungkan antarkonsep; banyak informasi yang tidak akurat.Peta pikiran memuat dua dimensi klasifikasi (jenis dan cara kerja) tetapi koneksi antarkonsep kurang tepat atau tidak lengkap; beberapa contoh zat tidak ditempatkan pada kategori yang sesuai.Peta pikiran memuat jenis, cara kerja, dan contoh zat yang tepat dengan koneksi yang logis; efek terhadap sistem tubuh disebutkan meskipun belum semua kategori terlengkapi.Peta pikiran memuat jenis, cara kerja, contoh spesifik, dan efek terhadap sistem tubuh secara lengkap dan akurat untuk semua kategori; koneksi antarkonsep jelas, logis, dan menunjukkan pemahaman perbandingan yang mendalam antar jenis dan cara kerja zat adiktif.
Kemampuan Mempertanyakan dan Memprediksi (Keterampilan Proses — TP 9.2.5.1)Murid tidak mengajukan pertanyaan selama diskusi dan tidak mampu membuat prediksi tentang efek zat adiktif pada soal evaluasi.Murid mengajukan pertanyaan faktual sederhana (misalnya 'Apa contoh narkotika?') dan membuat prediksi yang tidak didasarkan pada data atau konsep yang dipelajari.Murid mengajukan pertanyaan yang menunjukkan rasa ingin tahu ilmiah dan membuat prediksi efek zat adiktif pada soal evaluasi dengan alasan yang cukup, meskipun belum sepenuhnya dikaitkan dengan mekanisme kerja zat.Murid secara aktif mengajukan pertanyaan investigatif yang menghubungkan cara kerja zat adiktif dengan sistem tubuh, dan mampu membuat prediksi yang tepat dan terargumentasi berdasarkan konsep stimulan/depresan/halusinogen yang dipelajari.
Kolaborasi dan Kontribusi dalam KelompokMurid tidak berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok; pekerjaan didominasi oleh satu atau dua anggota saja.Murid sesekali berkontribusi dalam kelompok tetapi lebih banyak pasif; memberikan komentar gallery walk yang sangat umum tanpa dasar data.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi dan penelusuran informasi; memberikan komentar gallery walk yang konstruktif berdasarkan informasi dari sumber belajar.Murid berkontribusi secara konsisten dan substantif dalam semua fase kerja kelompok; memberikan komentar gallery walk yang spesifik, berbasis data ilmiah, dan membantu kelompok lain memperbaiki atau memperdalam peta pikirannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu murid? Bagian mana yang perlu diubah agar lebih relevan dengan pengalaman keseharian mereka?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang terasa terburu-buru atau terlalu longgar?
  • Seberapa efektif scaffolding (kartu petunjuk, pertanyaan pemandu berjenjang) dalam mendukung murid yang membutuhkan bantuan tanpa mengurangi tantangan bagi yang lebih cepat?
  • Berdasarkan exit ticket yang dikumpulkan, miskonsepsi apa yang masih dimiliki murid? Bagaimana saya akan menanganinya di pertemuan berikutnya?
  • Apakah gallery walk berjalan efektif sebagai sarana peer learning? Apa yang perlu saya perbaiki agar komentar murid lebih berkualitas?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang paling mengejutkan atau menarik yang kamu pelajari hari ini tentang zat adiktif?
  • Apa perbedaan antara stimulan, depresan, dan halusinogen yang paling mudah kamu ingat? Bagaimana cara kamu mengingatnya?
  • Apakah ada bagian dari peta pikiran yang kamu buat yang kamu rasa perlu diperbaiki setelah melihat komentar teman? Apa yang akan kamu ubah?
  • Bagaimana pengetahuan yang kamu dapat hari ini dapat membantumu membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan nyata?
  • Pertanyaan apa yang masih ingin kamu cari jawabannya tentang zat adiktif setelah pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas IX SMP/MTs Bab 2 Subbab B (Zat Adiktif) — Kemendikbud Ristek (Edisi Revisi)
  2. Buku Panduan Guru IPA Kelas IX SMP/MTs Bab 2 — Kemendikbud Ristek (Edisi Revisi)
  3. Booklet BNN (Badan Narkotika Nasional): 'Mengenal Narkoba dan Bahayanya' — tersedia di website resmi BNN (bnn.go.id) atau versi cetak yang disediakan guru
  4. Kartu Informasi Zat Adiktif (dibuat guru): kartu berukuran A5 berisi nama zat, jenis, cara kerja, dan efek singkat — disiapkan untuk scaffolding
  5. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (ringkasan pasal relevan)
  6. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika (ringkasan pasal relevan)
  7. Kertas plano atau HVS ukuran A3 untuk pembuatan peta pikiran kelompok
  8. Spidol warna-warni untuk visualisasi peta pikiran
  9. Sticky note dua warna (hijau dan kuning) untuk sesi gallery walk
  10. LKPD 9.2.5 (Lembar Kerja Murid) yang disiapkan guru: berisi tabel klasifikasi dua dimensi dan tiga soal evaluasi individu
  11. Proyektor/papan tulis untuk konfirmasi tabel klasifikasi secara klasikal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.