Modul AjarBab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 8 Bab 6: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPA kelas 8 untuk Bab 6 "Pemisahan Campuran di Sekitar Kita", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 8 Bab 6: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita

IPA - Kelas 8

Bab 6

MODUL AJAR

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bab 6 — Pemisahan Campuran di Sekitar Kita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBab 6 — Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
Alokasi Waktu22 JP (22 x 40 menit = 880 menit)
Jumlah Pertemuan11
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 8.6.1 Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen di sekitarnya
  2. TP 8.6.2 Menganalisis sifat materi penyusun campuran sebagai dasar pemilihan metode pemisahan campuran
  3. TP 8.6.3 Merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan untuk memisahkan campuran berdasarkan sifat materi
  4. TP 8.6.4 Melakukan langkah-langkah operasional penyelidikan pemisahan campuran menggunakan metode sederhana
  5. TP 8.6.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran secara sistematis dan utuh dengan argumen yang sesuai konteks

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu melarutkan sesendok gula ke dalam segelas air hangat dan mengaduknya, ke manakah butiran gula tersebut pergi sehingga tidak tampak lagi oleh mata?
  2. Mengapa air teh manis terlihat jernih dan seragam di setiap bagiannya, sedangkan air kopi tubruk menyisakan endapan di dasar gelas?
  3. Mengapa air teh manis terlihat jernih dan tembus cahaya, sedangkan air susu tampak keruh tetapi tidak mengendap saat didiamkan?
  4. Mengapa pada botol obat sirup penurun panas atau obat maag terdapat anjuran 'kocok dahulu sebelum diminum'?
  5. Mengapa air rebusan mi instan yang mendidih tetap meninggalkan garam saat airnya habis menguap?
  6. Jika pasir dan garam sama-sama dimasukkan ke dalam air, sifat fisika apa yang membedakan keduanya sehingga dapat dipisahkan?
  7. Mengapa air dan pasir dapat dipisahkan cukup dengan saringan kertas, sedangkan air dan garam tidak bisa dipisahkan dengan saringan yang sama?
  8. Sifat fisik apa dari zat penyusun yang harus kita ketahui sebelum menentukan cara memisahkan suatu campuran?
  9. Jika kita memiliki campuran air keruh bercampur pasir dan serbuk kapur, mengapa kita harus merumuskan pertanyaan penyelidikan sebelum memilih alat penyaring?
  10. Bagaimana sifat ukuran partikel dan kelarutan membantu kita menentukan alat dan bahan yang tepat dalam rencana penyelidikan?
  11. Bagaimana kita menyusun urutan kerja yang tepat agar proses pemisahan campuran berhasil tanpa merusak zat penyusunnya?
  12. Mengapa dalam prosedur kerja pemisahan campuran setiap langkah harus disusun secara runtut dan terperinci?
  13. Bagaimana cara kita memisahkan campuran pasir dan kerikil atau air keruh bercampur tanah menggunakan alat-alat berpori di sekitar kita?
  14. Apa perbedaan hasil pemisahan campuran jika kita menggunakan ayakan kawat dibandingkan dengan menggunakan kertas saring?
  15. Mengapa tinta spidol hitam yang diteteskan pada kertas saring dan dicelupkan ke air dapat terurai menjadi beberapa warna berbeda?
  16. Bagaimana sifat perbedaan kelarutan dalam pelarut dan daya serap kertas dimanfaatkan untuk memisahkan zat penyusun zat warna?
  17. Mengapa data hasil percobaan pemisahan campuran perlu disusun ke dalam laporan yang sistematis dan utuh?
  18. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa metode pemisahan campuran yang kita pilih benar-benar berhasil berdasarkan data hasil pengamatan?
  19. Bagaimana cara kita menyampaikan seluruh temuan penyelidikan pemisahan campuran secara runtut agar pendengar memahami alur kerja dan bukti yang diperoleh?
  20. Mengapa sebuah penyampaian hasil penyelidikan pemisahan campuran membutuhkan argumen yang sesuai konteks permasalahan sehari-hari?
  21. Bagaimana kita membuktikan bahwa suatu zat termasuk campuran homogen atau heterogen berdasarkan sifat partikelnya?
  22. Mengapa perbedaan sifat fisika seperti ukuran partikel atau titik didih menjadi kunci utama dalam merancang metode pemisahan zat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Karakteristik Partikel Campuran Homogen dan Heterogen di Sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.1 Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen di sekitarnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengajak murid berdoa sejenak untuk memulai kegiatan dengan kesadaran penuh (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis klasifikasi materi berdasarkan karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen di sekitar (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menunjukkan 2 wadah transparan berisi: Wadah A (air garam jernih) dan Wadah B (air bercampur pasir halus). Murid diminta menjawab: 'Wadah manakah yang partikel penyusunnya masih dapat dibedakan dengan mata, dan wadah manakah yang partikelnya tersebar merata tanpa batas terlihat?' (acuan jawaban benar: Wadah B partikel penyusun pasir dan air masih terlihat/ada batas bidang; Wadah A partikel garam terdispersi merata dan tidak tampak lagi batasnya) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru dan penjelasan interaktif mengenai konsep campuran, di mana campuran homogen memiliki karakteristik partikel terlarut sempurna/tersebar merata ke seluruh volume pelarut sehingga tidak terlihat batas antar-zat (fase tunggal), sedangkan campuran heterogen memiliki karakteristik partikel tidak tersebar merata, masih terbedakan secara visual, dan membentuk lebih dari satu fase atau endapan (10 menit).
  • Murid secara berpasangan melakukan pengamatan langsung terhadap 4 sampel campuran nyata di meja praktikum: Sampel 1 (larutan sirup merah dalam air), Sampel 2 (campuran minyak goreng dan air), Sampel 3 (air teh manis tanpa ampas), dan Sampel 4 (campuran air dan tepung terigu yang diaduk lalu didiamkan) untuk mencermati keterlihatan partikel penyusun dan kerataan persebarannya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam suasana yang menggembirakan, murid berpasangan mengikuti 'Tantangan Detektif Campuran': tiap pasangan menerima Lembar Kerja Klasifikasi yang memuat 4 kasus campuran konkret di sekitar untuk dianalisis karakteristik partikelnya (persebaran merata vs tidak merata, batas fase terlihat vs tidak terlihat) dan diklasifikasikan ke dalam campuran homogen atau heterogen: (1) Udara bersih di ruangan, (2) Es campur dengan cincau dan kelapa, (3) Campuran air garam dapur, (4) Campuran pasir dengan serbuk besi (acuan klasifikasi: (1) homogen - partikel gas tersebar merata tanpa batas; (2) heterogen - partikel komponen tidak merata dan kasat mata; (3) homogen - partikel garam terlarut sempurna dan merata; (4) heterogen - partikel pasir dan besi tidak menyatu merata dan batas partikel teramati jelas) (18 menit).
  • Murid berpasangan saling mencocokkan hasil analisis lembar kerja dengan pasangan meja sebelahnya (peer checking) dengan panduan acuan karakteristik partikel yang telah dipelajari untuk memvalidasi ketepatan klasifikasi (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengonfirmasi simpulan bersama guru mengenai prinsip analisis materi: campuran diklasifikasikan sebagai homogen jika partikelnya tersebar merata dalam satu fase tak kasat mata, dan heterogen jika partikel penyusunnya tidak merata serta memiliki batas antarfase (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai perbedaan mendasar karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik singkat atas ketepatan murid dalam menganalisis karakteristik partikel pada sampel campuran, lalu menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya analisis akan diperdalam pada klasifikasi ukuran partikel (larutan, koloid, suspensi), kemudian menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu bantuan berisi diagram mikroskopis persebaran partikel teratur/merata (homogen) versus partikel terpisah/mengelompok (heterogen); murid yang siap dengan tantangan lebih tinggi diberikan kartu sampel tambahan berupa paduan logam kuningan (campuran homogen seng dan tembaga) dan campuran debu di udara (campuran heterogen).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam memeriksa ada tidaknya batas visual antarfase pada sampel; murid yang mandiri menganalisis secara langsung bersama pasangan.
  • Produk: Analisis dituangkan dalam tabel Lembar Kerja Klasifikasi Campuran yang memuat kolom kondisi persebaran partikel dan kolom penetapan klasifikasi (homogen/heterogen).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik visual menggunakan Wadah A (air garam) dan Wadah B (air pasir) di awal pelajaran: Murid diminta menganalisis pada wadah mana partikel penyusunnya masih terbedakan secara kasat mata dan wadah mana yang sudah menyatu merata tanpa batas fase (acuan jawaban: Wadah B partikel pasir dan air terpisah/tampak batasnya; Wadah A partikel garam terdispersi merata sehingga tampak sebagai satu fase cairan jernih).

Proses:

  • Observasi formatif saat murid menganalisis 4 kasus campuran pada Lembar Kerja Klasifikasi: (1) Udara bersih di ruangan [analisis partikel: molekul gas tersebar merata, fase tunggal -> Homogen]; (2) Es campur cincau dan kelapa [analisis partikel: komponen zat tidak tersebar merata, batas teramati jelas -> Heterogen]; (3) Campuran air garam [analisis partikel: ion garam terdispersi merata di antara molekul air, tidak ada batas fase -> Homogen]; (4) Campuran pasir dan serbuk besi [analisis partikel: butiran tidak tersebar seragam, partikel masing-masing zat kasat mata terpisah -> Heterogen].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (2 soal cepat) di akhir sesi: Soal 1: 'Jelaskan karakteristik persebaran partikel pada larutan gula sehingga tergolong campuran homogen!' (acuan: partikel gula terlarut dan tersebar merata di seluruh ruang pelarut air sehingga tidak terlihat batas bidang fase). Soal 2: 'Sebutkan 1 contoh campuran heterogen di dapurmu dan analisis karakteristik partikelnya!' (acuan: contoh dapat berupa air kopi tubruk berampas / sup sayur / minyak dalam air; analisis menunjukkan partikel zat penyusun tidak menyatu merata dan batas antarzidat kasat mata).

Formatif:

  • Penilaian kinerja diskusi analisis klasifikasi campuran menggunakan Lembar Observasi Formatif pada tahap Mengaplikasi
  • Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Klasifikasi Campuran berisi 4 kasus konkret

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis karakteristik partikel campuran homogen dan heterogenMenganalisis dengan tepat karakteristik partikel pada 1 dari 4 kasus campuran yang disajikan (acuan kasus: 1. Udara bersih [Homogen], 2. Es campur [Heterogen], 3. Air garam [Homogen], 4. Pasir-besi [Heterogen]).Menganalisis dengan tepat karakteristik partikel pada 2 dari 4 kasus campuran yang disajikan (acuan kasus: 1. Udara bersih [Homogen], 2. Es campur [Heterogen], 3. Air garam [Homogen], 4. Pasir-besi [Heterogen]).Menganalisis dengan tepat karakteristik partikel pada 3 dari 4 kasus campuran yang disajikan berdasarkan keteraturan persebaran partikel dan keberadaan batas fase (acuan kasus: 1. Udara bersih [Homogen], 2. Es campur [Heterogen], 3. Air garam [Homogen], 4. Pasir-besi [Heterogen]).Menganalisis dengan tepat karakteristik partikel pada seluruh 4 kasus campuran yang disajikan secara tepat dan mandiri berdasarkan keteraturan persebaran partikel dan keberadaan batas fase (acuan kasus: 1. Udara bersih [Homogen], 2. Es campur [Heterogen], 3. Air garam [Homogen], 4. Pasir-besi [Heterogen]).
Mengklasifikasikan materi ke dalam campuran homogen dan heterogenMenetapkan klasifikasi dengan tepat pada 1 dari 4 sampel materi yang diamati (acuan sampel: Sampel 1 Sirup [Homogen], Sampel 2 Minyak-Air [Heterogen], Sampel 3 Air Teh [Homogen], Sampel 4 Tepung-Air [Heterogen]).Menetapkan klasifikasi dengan tepat pada 2 dari 4 sampel materi yang diamati (acuan sampel: Sampel 1 Sirup [Homogen], Sampel 2 Minyak-Air [Heterogen], Sampel 3 Air Teh [Homogen], Sampel 4 Tepung-Air [Heterogen]).Menetapkan klasifikasi dengan tepat pada 3 dari 4 sampel materi yang diamati sesuai bukti hasil analisis karakteristik visual (acuan sampel: Sampel 1 Sirup [Homogen], Sampel 2 Minyak-Air [Heterogen], Sampel 3 Air Teh [Homogen], Sampel 4 Tepung-Air [Heterogen]).Menetapkan klasifikasi dengan tepat pada seluruh 4 sampel materi yang diamati secara tepat tanpa kekeliruan sesuai bukti hasil analisis karakteristik partikelnya (acuan sampel: Sampel 1 Sirup [Homogen], Sampel 2 Minyak-Air [Heterogen], Sampel 3 Air Teh [Homogen], Sampel 4 Tepung-Air [Heterogen]).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan demonstrasi sampel nyata (sirup, minyak-air, air teh, air tepung) efektif memfasilitasi murid memahami perbedaan karakteristik persebaran partikel?
  • Bagian mana dari analisis klasifikasi campuran yang masih memicu keraguan murid saat membedakan batas fase?

Murid:

  • Apa tanda fisik paling jelas yang kamu temukan untuk membedakan campuran homogen dan campuran heterogen di sekitarmu?
  • Campuran apa di rumahmu yang menurutmu paling menarik untuk dianalisis karakteristik partikelnya setelah pembelajaran hari ini?

Pertemuan 2 — Menganalisis Klasifikasi Materi pada Campuran Berdasarkan Ukuran Partikel (Larutan, Koloid, dan Suspensi) — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.1 Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen di sekitarnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan meminta salah satu murid memimpin doa (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran pertemuan sebelumnya tentang campuran homogen dan heterogen dengan menampilkan tiga gelas berisi campuran: Gelas A (air gula), Gelas B (susu cair), dan Gelas C (air pasir) (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemetaan pada lembar catatan kecil: (1) Sebutkan campuran yang zat terlarutnya langsung mengendap jika didiamkan di antara air gula, susu, atau air pasir? (Acuan: air pasir); (2) Apakah campuran susu termasuk larutan yang bening sempurna atau campuran keruh? (Acuan: campuran keruh/tidak tembus cahaya merata) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menganalisis klasifikasi materi pada campuran berdasarkan ukuran partikel ke dalam kelompok larutan, koloid, dan suspensi beserta ciri-ciri fisisnya (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kerja kecil beranggotakan 4 orang dan membagikan Lembar Kerja Analisis Campuran yang memuat 3 sampel nyata: Tabung 1 berisi larutan garam, Tabung 2 berisi susu cair/santan, Tabung 3 berisi campuran air tepung kanji (5 menit).
  • Murid mengamati ketiga sampel secara mindful dengan menyenterkan lampu gawai/senter kecil ke masing-masing tabung untuk menganalisis keterusan berkas cahaya dan mengamati keberadaan endapan setelah didiamkan (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan konsep esensial bahwa berdasarkan ukuran partikel penyusunnya, campuran dikelompokkan menjadi: larutan (ukuran partikel terlarut < 1 nm, homogen, tidak mengendap, meneruskan cahaya), suspensi (ukuran partikel > 100 nm, heterogen, mengendap saat didiamkan, menghalangi cahaya), dan koloid (ukuran partikel antara 1-100 nm, tampak homogen secara makroskopis tetapi heterogen di tingkat mikroskopis, partikel terdispersi tidak mengendap relatif lama) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok memainkan 'Tantangan Detektif Partikel' secara kooperatif: setiap kelompok menganalisis 6 kartu kasus campuran di sekitar untuk diklasifikasikan ke dalam tabel klasifikasi (Larutan, Koloid, atau Suspensi) berdasarkan bukti ukuran partikel, stabilitas pengendapan, dan kejernihannya. Keenam kartu kasus tersebut adalah: (1) Sirup frambozen jernih; (2) Obat mag cair yang ada endapan putih di dasar botol; (3) Kabut di pagi hari; (4) Air kopi tubruk dengan ampas di dasar cangkir; (5) Udara bersih di ruangan ber-AC; (6) Busa sabun pencuci piring (10 menit).
  • Setiap kelompok mencocokkan hasil analisisnya dengan acuan kunci analisis di lembar kerja kelompok: Larutan = kartu (1) dan (5); Koloid = kartu (3) dan (6); Suspensi = kartu (2) dan (4) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menganalisis 1 fenomena nyata dalam lembar kerja: menganalisis mengapa santan kelapa yang didiamkan lama memisah menjadi lapisan krim dan air, serta mengidentifikasi apakah santan termasuk larutan, koloid, atau suspensi berdasarkan ukuran partikelnya (acuan: koloid tipe emulsi cair dalam cair, partikel lemak berukuran 1-100 nm terdispersi dalam air, kestabilannya dapat rusak jika didiamkan lama atau dipanaskan sehingga terpisah) (10 menit).
  • Murid bersama guru mengevaluasi proses penalaran yang telah dilakukan untuk membedakan koloid dan suspensi yang sering kali membingungkan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran: campuran diklasifikasikan menjadi larutan, koloid, dan suspensi berdasarkan ukuran partikel penyusunnya yang menentukan ada tidaknya endapan dan kejernihannya (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman berupa 3 butir soal cepat untuk mengonfirmasi capaian analisis klasifikasi materi (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan mengingatkan materi pertemuan berikutnya tentang sifat fisika materi penyusun campuran (ukuran partikel dan titik didih) sebelum menutup kelas dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kasus dengan ilustrasi visual mikroskopis ukuran partikel untuk murid yang membutuhkan bantuan konkret visual, serta kartu data numerik rentang nanometer partikel untuk murid yang siap tantangan lebih tinggi.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang masih kesulitan membedakan endapan suspensi dengan kestabilan koloid, sementara kelompok mandiri menganalisis kartu kasus lanjutan secara mandiri.
  • Produk: Format pengelompokan klasifikasi materi dapat disajikan dalam bentuk tabel perbandingan sifat partikel atau peta konsep klasifikasi materi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan/tulis di awal sesi: (1) Sebutkan campuran yang zat terlarutnya langsung mengendap jika didiamkan di antara air gula, susu, atau air pasir? (Acuan jawaban: air pasir); (2) Apakah campuran susu termasuk larutan yang bening sempurna atau campuran keruh? (Acuan jawaban: campuran keruh/tidak tembus cahaya merata).

Proses:

  • Penilaian lembar analisis 6 kartu kasus campuran: (1) Sirup frambozen jernih -> Larutan; (2) Obat mag cair berendapan -> Suspensi; (3) Kabut -> Koloid; (4) Kopi tubruk berampas -> Suspensi; (5) Udara bersih -> Larutan; (6) Busa sabun -> Koloid (Skor maksimal 6: 1 poin per identifikasi klasifikasi yang tepat berdasarkan karakteristik partikel).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 3 butir soal di penutup: (1) Klasifikasikan campuran air sirup tanpa endapan berdasarkan ukuran partikelnya! (Acuan: Larutan); (2) Klasifikasikan cat minyak yang menahan partikel zat warna terdispersi secara stabil! (Acuan: Koloid); (3) Klasifikasikan air lumpur sungai yang cepat mengendap di dasar gelas! (Acuan: Suspensi). Skor: Benar 3 = Sangat Baik, Benar 2 = Cukup, Benar 0-1 = Perlu Pendampingan.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal di awal pertemuan menggunakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan materi campuran.
  • Asesmen proses melalui lembar observasi pengamatan praktikum mini dan lembar kerja analisis 'Tantangan Detektif Partikel'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis klasifikasi campuran (larutan, koloid, suspensi) berdasarkan karakteristik ukuran partikelBelum mampu mengelompokkan campuran ke dalam larutan, koloid, atau suspensi; hanya mampu mengelompokkan 0-1 dari 6 kartu kasus secara tepat sesuai acuan kunci.Mulai mampu mengelompokkan campuran dengan mengidentifikasi 2-3 dari 6 kartu kasus secara tepat sesuai acuan kunci (Larutan: 1, 5; Koloid: 3, 6; Suspensi: 2, 4) dengan bimbingan guru.Mampu menganalisis dan mengelompokkan campuran dengan tepat pada 4-5 dari 6 kartu kasus sesuai acuan kunci berdasarkan keteraturan ukuran partikel dan sifat pengendapannya secara mandiri.Mampu menganalisis dan mengelompokkan seluruh 6 kartu kasus campuran secara tepat sesuai acuan kunci serta memberikan argumen karakteristik ukuran partikel pembeda antara koloid dan suspensi tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah demonstrasi efek pembauran cahaya/senter berhasil membantu murid memahami perbedaan ukuran partikel koloid dan larutan?
  • Apakah alokasi waktu pada aktivitas 'Tantangan Detektif Partikel' cukup efektif untuk melatih keterampilan penalaran kritis murid dalam menganalisis data?

Murid:

  • Apa perbedaan utama antara suspensi dan koloid yang paling mudah saya amati dalam kehidupan sehari-hari?
  • Bagian mana dari kegiatan analisis klasifikasi campuran hari ini yang paling menyenangkan atau masih membingungkan bagi saya?

Pertemuan 3 — Menganalisis Sifat Fisika Materi Penyusun Campuran (Ukuran Partikel dan Titik Didih) — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.2 Menganalisis sifat materi penyusun campuran sebagai dasar pemilihan metode pemisahan campuran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan hari ini yaitu menganalisis sifat fisika materi penyusun campuran (ukuran partikel dan titik didih) (3 menit).
  • Guru memandu asesmen awal berupa tes diagnostik cepat 2 butir untuk memetakan kesiapan memahami sifat fisika materi: Butir 1: 'Manakah yang memiliki ukuran partikel lebih besar dalam air: butiran pasir atau partikel gula yang terlarut?' (acuan jawaban: butiran pasir); Butir 2: 'Zat manakah yang mendidih lebih dulu pada tekanan normal: air (titik didih 100°C) atau garam dapur (titik didih 1465°C)?' (acuan jawaban: air) (4 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan pertanyaan pemantik dan menjelaskan manfaat memahami perbedaan sifat materi dalam menentukan cara memisahkannya (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi singkat guru berupa pencampuran pasir kasar dalam air dan larutan garam dapur, lalu menganalisis perbedaan keadaan partikel kedua zat tersebut (5 menit).
  • Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid melakukan permainan kartu pencocokan sifat fisika 'Detektif Materi'. Setiap kelompok mencocokkan 4 kartu campuran dengan kartu perbedaan sifat fisika dominannya: (1) Campuran air dan pasir -> kartu 'perbedaan ukuran partikel (pasir makroskopis/besar, air molekuler/kecil)'; (2) Campuran air dan garam terlarut -> kartu 'perbedaan titik didih (air 100°C, garam 1465°C)'; (3) Campuran air dan alkohol -> kartu 'perbedaan titik didih (alkohol 78°C, air 100°C)'; (4) Campuran kerikil dan tepung terigu -> kartu 'perbedaan ukuran partikel (kerikil besar, tepung halus/kecil)' (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bekerja sama dalam kelompok menganalisis lembar kasus analisis sifat materi penyusun campuran yang berisi 3 kasus konkret: Kasus A: 'Memisahkan serbuk kopi kasar dari air seduhan' (analisis sifat materi: perbedaan ukuran partikel; butiran ampas kopi berukuran lebih besar daripada molekul air); Kasus B: 'Memisahkan air murni dari air laut/garam' (analisis sifat materi: perbedaan titik didih; air memiliki titik didih 100°C yang jauh lebih rendah daripada garam NaCl 1465°C); Kasus C: 'Memisahkan butiran beras dari campuran tepung beras' (analisis sifat materi: perbedaan ukuran partikel; butiran beras jauh lebih besar dibandingkan butiran tepung) (23 menit).
  • Setiap kelompok menukarkan lembar kerja hasil analisis dengan kelompok sebelah untuk saling memeriksa kesesuaian identifikasi sifat materi (ukuran partikel atau titik didih) berdasarkan lembar panduan analisis yang diproyeksikan guru (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menyimpulkan prinsip analisis sifat materi: zat dapat dipisahkan jika terdapat perbedaan sifat fisika yang nyata antara zat penyusunnya, khususnya perbedaan ukuran partikel atau perbedaan titik didih (10 menit).
  • Murid mengevaluasi pemahaman belajarnya sendiri dengan menandai apakah mereka sudah mampu membedakan pemanfaatan sifat ukuran partikel versus titik didih dalam campuran (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan materi analisis sifat fisika materi penyusun campuran (ukuran partikel dan titik didih) (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen akhir cek pemahaman tertulis singkat berupa 2 butir soal analisis (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi kerja kelompok dan menginformasikan bahwa analisis sifat materi ini akan menjadi dasar memilih metode pemisahan campuran pada pertemuan berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan data titik didih dan perbandingan visual ukuran partikel nyata, sedangkan murid yang telah mahir diberikan data tabel fisik angka numerik titik didih beberapa zat murni.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara intensif pada Kasus A dan B, sedangkan kelompok yang mandiri menyelesaikan analisis ketiga kasus secara kolaboratif.
  • Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja tabel keterisian sifat fisika materi penyusun campuran.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan/tulis singkat 2 butir di awal pembelajaran: (1) 'Manakah yang memiliki ukuran partikel lebih besar dalam air: butiran pasir atau partikel gula yang terlarut?' (acuan: butiran pasir); (2) 'Zat manakah yang mendidih lebih dulu pada tekanan normal: air (titik didih 100°C) atau garam dapur (titik didih 1465°C)?' (acuan: air)

Proses:

  • Observasi formatif keterlibatan murid menganalisis lembar kasus analisis sifat materi penyusun campuran: ketepatan menganalisis perbedaan ukuran partikel pada Kasus A (ampas kopi > molekul air) dan Kasus C (beras > tepung), serta perbedaan titik didih pada Kasus B (air 100°C < garam 1465°C)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir soal tertulis pada penutup: Butir 1: 'Sebutkan sifat fisika materi yang membedakan antara air dan serbuk gergaji dalam suatu campuran!' (acuan: ukuran partikel serbuk gergaji berukuran makroskopis/jauh lebih besar dibandingkan molekul air); Butir 2: 'Sebutkan sifat fisika materi yang mendasari pemisahan campuran antara alkohol dan air!' (acuan: perbedaan titik didih; titik didih alkohol 78°C lebih rendah daripada air 100°C)

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja diskusi kelompok dalam mencocokkan kartu sifat fisika materi dan lembar analisis kasus 3 campuran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Sifat Fisika Materi Penyusun Campuran (Ukuran Partikel dan Titik Didih)Belum mampu mengidentifikasi perbedaan ukuran partikel maupun perbedaan titik didih pada ketiga kasus campuran yang disajikan.Mampu menganalisis sifat fisika materi penyusun campuran dengan tepat pada 1 dari 3 kasus yang disajikan (acuan kasus: Kasus A ukuran partikel, Kasus B titik didih, Kasus C ukuran partikel).Mampu menganalisis sifat fisika materi penyusun campuran dengan tepat pada 2 dari 3 kasus yang disajikan (acuan kasus: Kasus A ukuran partikel, Kasus B titik didih, Kasus C ukuran partikel).Mampu menganalisis sifat fisika materi penyusun campuran dengan tepat pada seluruh (3 dari 3) kasus yang disajikan (acuan kasus: Kasus A ukuran partikel, Kasus B titik didih, Kasus C ukuran partikel) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu pencocokan 'Detektif Materi' efektif membantu murid mengaitkan sifat fisika (ukuran partikel dan titik didih) dengan materi penyusun campuran?
  • Bagian analisis kasus manakah yang paling banyak memicu miskonsepsi pada murid terkait sifat materi?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan campuran mana yang dapat dipisahkan karena perbedaan ukuran partikel dan mana yang karena perbedaan titik didih?
  • Hal apa yang paling menarik saat kamu berdiskusi memecahkan kasus sifat zat penyusun campuran hari ini?

Pertemuan 4 — Menganalisis Sifat Materi Penyusun Campuran sebagai Dasar Pemilihan Metode Pemisahan Campuran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.2 Menganalisis sifat materi penyusun campuran sebagai dasar pemilihan metode pemisahan campuran

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai analisis sifat materi penyusun campuran sebagai dasar pemilihan metode pemisahan campuran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan pemantik lisan tentang perbedaan sifat zat penyusun pada campuran pasir-air vs air-garam untuk memetakan kesiapan awal murid (acuan: pasir tidak larut dan ukuran partikelnya lebih besar dari pori saringan sehingga bisa disaring, sedangkan garam terlarut sempurna sehingga lolos pori saringan dan membutuhkan penguapan/evaporasi) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid secara berkesadaran mencermati penjelasan pengantar dan tabel keterkaitan antara sifat fisik zat penyusun (ukuran partikel, kelarutan, titik didih, dan kemagnetan) dengan prinsip metode pemisahan campuran (filtrasi, evaporasi, distilasi, dan pemisahan magnetis) (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berpartisipasi dalam 'Tantangan Cepat Menjodohkan Sifat': setiap kelompok menerima 4 kartu kasus campuran dan menganalisis sifat kunci zat penyusunnya secara menggembirakan melalui kompetisi mini antarkelompok. Kartu 1: Air dan pasir (Sifat: pasir tidak larut, ukuran partikel padatan besar -> Metode: Filtrasi/Penyaringan). Kartu 2: Air dan garam (Sifat: garam larut, perbedaan titik didih tinggi di mana air 100°C menguap lebih dulu meninggalkan kristal garam -> Metode: Evaporasi/Kristalisasi). Kartu 3: Serbuk besi dan pasir (Sifat: serbuk besi bersifat feromagnetik dapat ditarik magnet sedangkan pasir nonmagnetik -> Metode: Pemisahan magnetis). Kartu 4: Campuran air dan alkohol (Sifat: kedua zat cair saling larut dengan perbedaan titik didih teratur, alkohol 78°C dan air 100°C -> Metode: Distilasi/Penyulingan) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara bermakna dan kolaboratif mengerjakan Lembar Kerja Analisis Metode Pemisahan Campuran yang menyajikan 4 kasus masalah nyata di sekitar. Setiap kelompok menganalisis sifat materi penyusun dan menentukan metode pemisahan yang tepat berdasarkan sifat fisik tersebut: Kasus 1: Petani garam tradisional ingin memisahkan garam dari air laut (Analisis sifat: air memiliki titik didih jauh lebih rendah daripada garam dan mudah menguap; Metode tepat: Evaporasi/penguapan dengan sinar matahari). Kasus 2: Penjernihan air sumur yang keruh akibat bercampur endapan lumpur kasar (Analisis sifat: partikel lumpur tidak larut dan berukuran jauh lebih besar daripada molekul air; Metode tepat: Filtrasi/penyaringan). Kasus 3: Pemisahan paku kecil yang jatuh berserakan di tumpukan serbuk gergaji kayu (Analisis sifat: paku besi bersifat feromagnetik/dapat ditarik magnet, sedangkan serbuk kayu nonmagnetik; Metode tepat: Pemisahan magnetis). Kasus 4: Pemurnian air tawar dari air laut di kapal laut penjelajah tanpa menghilangkan airnya (Analisis sifat: air dan garam berbeda titik didih, uap air ditampung dan dikondensasikan kembali; Metode tepat: Distilasi) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok membacakan hasil analisis kasus dan kelompok lain saling memverifikasi ketepatan pasangan sifat materi dengan metode pemisahan yang dipilih, dengan bimbingan dan umpan balik langsung dari guru (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa dasar utama pemilihan metode pemisahan campuran adalah perbedaan sifat fisika materi penyusunnya seperti kelarutan, ukuran partikel, titik didih, dan kemagnetan (5 menit).
  • Murid menyelesaikan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat (2 soal) dan mengisi satu kalimat refleksi pembelajaran sebelum kelas diakhiri (5 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bantuan petunjuk daftar sifat fisik materi (ukuran partikel, titik didih, kelarutan, kemagnetan). Murid yang berpencapaian cepat diberikan tantangan menganalisis campuran 3 komponen (air, pasir, dan garam) serta menentukan urutan dua metode pemisahan yang tepat berdasarkan perbedaan sifat masing-masing komponen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai alasan perbedaan cara memisahkan air-pasir dan air-garam. Acuan jawaban benar: (1) Pasir tidak larut dalam air dan ukuran partikelnya lebih besar sehingga bisa ditahan saringan (filtrasi); (2) Garam larut sempurna membentuk partikel homogen mikroskopis sehingga lolos dari pori saringan dan harus dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih/penguapan air (evaporasi).

Proses:

  • Observasi formatif keterlibatan murid dan ketepatan analisis lembar kerja kelompok pada 4 kasus campuran (Kasus 1: Titik didih -> Evaporasi; Kasus 2: Ukuran partikel/kelarutan -> Filtrasi; Kasus 3: Kemagnetan -> Pemisahan magnetis; Kasus 4: Perbedaan titik didih dua cairan -> Distilasi). Guru memberikan umpan balik langsung pada kelompok yang masih keliru menghubungkan sifat zat dengan metodenya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir soal). Soal 1: Campuran serbuk belerang (nonmagnetik, tidak larut air) dan serbuk besi (feromagnetik, tidak larut air) akan dipisahkan. Sifat materi apa yang menjadi dasar pemisahan dan metode apa yang paling tepat? (Acuan jawaban: Sifat kemagnetan serbuk besi yang dapat ditarik magnet sedangkan belerang tidak; metode pemisahan magnetis). Soal 2: Mengapa metode penyaringan (filtrasi) tidak dapat digunakan untuk memisahkan gula dari larutan air gula? (Acuan jawaban: Karena gula larut sempurna dalam air sehingga ukuran partikel zat terlarutnya sangat kecil/homogen dan dapat menembus pori-pori kertas saring).

Formatif:

  • Penilaian kinerja diskusi analisis kartu kasus pada Lembar Kerja menggunakan rubrik analisis sifat materi penyusun campuran
  • Tes cek pemahaman singkat tertulis di akhir sesi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis sifat materi penyusun campuran sebagai dasar pemilihan metode pemisahan campuranMenganalisis dengan tepat paling banyak 1 dari 4 kasus hubungan sifat materi penyusun (ukuran partikel, kelarutan, titik didih, kemagnetan) dengan metode pemisahan campuran yang sesuai.Menganalisis dengan tepat 2 dari 4 kasus hubungan sifat materi penyusun (ukuran partikel, kelarutan, titik didih, kemagnetan) dengan metode pemisahan campuran yang sesuai.Menganalisis dengan tepat 3 dari 4 kasus hubungan sifat materi penyusun (ukuran partikel, kelarutan, titik didih, kemagnetan) dengan metode pemisahan campuran yang sesuai secara mandiri.Menganalisis dengan tepat seluruh 4 kasus hubungan sifat materi penyusun (ukuran partikel, kelarutan, titik didih, kemagnetan) dengan metode pemisahan campuran yang sesuai secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok dapat mengidentifikasi perbedaan sifat materi (kelarutan, ukuran partikel, titik didih, kemagnetan) sebelum memilih metode pemisahan?
  • Bagian penjelasan mana yang masih membuat murid ragu antara penggunaan metode evaporasi dan distilasi?

Murid:

  • Sifat materi apa yang menurutmu paling mudah dipahami untuk menentukan metode pemisahan campuran?
  • Setelah belajar hari ini, bagaimana caramu menentukan metode pemisahan jika menemukan campuran zat baru di sekitarmu?

Pertemuan 5 — Merencanakan Alat, Bahan, dan Rumusan Penyelidikan Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat Materi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.3 Merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan untuk memisahkan campuran berdasarkan sifat materi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: merencanakan alat, bahan, dan rumusan masalah penyelidikan pemisahan campuran berdasarkan sifat materi penyusunnya (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat: murid diminta menjawab 2 butir pertanyaan di kertas memo: (1) Sebutkan sifat materi yang mendasari pemisahan air dan pasir! (acuan: ukuran partikel / perbedaan wujud zat terdispersi dan pelarut); (2) Jika diberi saringan teh, kertas saring, dan corong, alat apa yang cocok untuk memisahkan serbuk kapur dari air dan apa alasannya? (acuan: kertas saring dan corong, karena ukuran pori kertas saring cukup kecil untuk menahan partikel kapur) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dua sampel campuran nyata yang ditunjukkan guru di depan kelas: Campuran A (air kotor bercampur tanah dan kerikil) dan Campuran B (air teh manis bercampur serbuk arang halus) (5 menit).
  • Murid menyimak demonstrasi singkat guru mengenai cara merumuskan pertanyaan penyelidikan yang dapat diuji serta memetakan kebutuhan alat dan bahan berdasarkan sifat fisik zat penyusun (ukuran partikel dan daya larut) (7 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang dan menerima LKPD Perencanaan Penyelidikan Pemisahan Campuran yang memuat tantangan skenario: 'Merancang penyelidikan pemisahan campuran air sungai keruh yang mengandung pasir kasar, suspensi tanah liat, dan serpihan daun' (5 menit).
  • Dalam aktivitas permainan tantangan 'Kartu Pilihan Alat & Bahan', setiap kelompok memilih kartu alat dan bahan yang tersedia (pilihan alat/bahan: pasir halus, kerikil, ijuk/kapas, arang aktif, corong/botol plastik potong, gelas penampung, kertas saring, magnet silinder, pemanas spiritus) dan membuang kartu distraktor yang tidak relevan (distraktor: magnet silinder dan pemanas spiritus) (10 menit).
  • Kelompok menyusun draf rencana operasional penyelidikan pada LKPD, mencakup: (1) rumusan masalah penyelidikan yang spesifik (acuan kriteria: memuat variabel campuran dan tujuan pemisahan yang dapat diuji); (2) daftar alat dan bahan yang relevan disertai fungsi berdasarkan sifat fisik partikel (acuan: botol bekas/corong sebagai wadah, kapas/ijuk/kertas saring penyaring partikel kasar-sedang, kerikil/pasir sebagai penyaring bertingkat); (3) hipotesis rencana pemisahan (acuan: jika disaring dengan media berpori bertingkat dari kasar ke halus, maka partikel padat akan tertahan dan air menjadi jernih) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok saling menukarkan draf LKPD rencana penyelidikan dengan kelompok sebelah untuk melakukan penilaian antarteman (peer-review) menggunakan panduan cek kelengkapan rumusan masalah serta ketepatan alat dan bahan (10 menit).
  • Perwakilan kelompok mengungkapkan hasil telaah rencana penyelidikan kelompok lain dan mendiskusikan perbaikan yang perlu dilakukan terhadap rancangan alat dan rumusan masalahnya (8 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap rencana alat, bahan, dan rumusan masalah yang telah dibuat serta meluruskan miskonsepsi pemilihan alat pemisahan campuran (4 menit).
  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya merumuskan masalah dan memilih alat berdasarkan ukuran partikel materi sebelum melakukan percobaan nyata di pertemuan berikutnya (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir cek pemahaman mandiri dan menutup kelas dengan doa bersama (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan templat rumusan masalah rumpang (contoh: 'Bagaimana pengaruh penggunaan [alat penyaring] terhadap pemisahan [nama zat] dari [nama campuran]?') dan daftar alat bergambar; murid mahir diberikan studi kasus tambahan campuran air garam bercampur pasir halus.
  • Proses: Guru memberikan perancah (scaffolding) langsung pada kelompok yang kesulitan mengidentifikasi ukuran partikel untuk menentukan bahan saringan; kelompok mahir merancang rencana dengan variasi 3 lapis bahan penyaring berbeda ukuran pori secara mandiri.
  • Produk: Draf rencana penyelidikan dapat disajikan dalam bentuk tabel isian LKPD standar atau diagram alur bagan perencanaan alat-bahan sesuai kenyamanan kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menjawab 2 pertanyaan diagnostik tertulis pada kertas memo di awal pembelajaran: (1) Sebutkan sifat materi yang mendasari pemisahan air dan pasir! (acuan jawaban: perbedaan ukuran partikel / kelarutan pasir yang tidak larut dalam air); (2) Jika disediakan saringan teh, kertas saring, dan corong, alat apa yang paling tepat untuk memisahkan serbuk kapur dari air dan jelaskan alasannya! (acuan jawaban: corong dan kertas saring, karena pori kertas saring lebih kecil dari serbuk kapur sehingga kapur tertahan sebagai residu).

Proses:

  • Pemeriksaan draf rencana penyelidikan pada LKPD kelompok: (1) Ketepatan rumusan masalah penyelidikan (acuan kriteria: kalimat tanya yang menghubungkan metode pemisahan mekanik/filtrasi bertingkat dengan kejernihan filtrat); (2) Ketepatan memilih alat dan bahan dari kartu (acuan: memilih botol/corong, kapas/ijuk, kerikil, pasir, arang aktif, gelas kimia; serta menolak kartu distraktor: magnet silinder dan pemanas spiritus); (3) Kesesuaian rasionalisasi alat/bahan dengan sifat materi (acuan kriteria: mencantumkan sifat ukuran partikel yang ditahan oleh masing-masing lapisan bahan penyaring).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis pada akhir sesi berupa 2 butir soal: (1) Rumuskan satu kalimat pertanyaan penyelidikan yang dapat diuji untuk memisahkan campuran santan dari parutan kelapa! (acuan: 'Bagaimana efektivitas saringan berpori kain mori/kasa dalam memisahkan filtrat santan dari ampas parutan kelapa?'); (2) Dari bahan berikut: (a) Kertas saring, (b) Saringan kawat berpori 2 mm, (c) Corong kaca, tentukan kombinasi alat yang tepat untuk memisahkan campuran kerikil dan air garam tanpa menahan garamnya! (acuan: saringan kawat berpori 2 mm dan wadah/corong kaca, karena kerikil tertahan pada saringan kawat sementara larutan garam lolos menembus pori).

Formatif:

  • Penilaian Lembar Kerja Perencanaan Penyelidikan (rumusan masalah, kesesuaian alat dan bahan dengan sifat materi)
  • Observasi diskusi perencanaan kelompok dan lembar peer-review antarkelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merumuskan Pertanyaan Penyelidikan Pemisahan CampuranBelum mampu merumuskan pertanyaan penyelidikan yang dapat diuji secara ilmiah atau rumusan tidak berkaitan dengan pemisahan campuran.Mampu merumuskan pertanyaan penyelidikan tetapi belum spesifik terhadap variabel campuran dan sifat materi yang akan dipisahkan.Mampu merumuskan pertanyaan penyelidikan yang spesifik dan dapat diuji mengenai pemisahan campuran berdasarkan sifat ukuran partikel.Mampu merumuskan pertanyaan penyelidikan yang spesifik, terukur, operasional, dan secara eksplisit mengaitkan hubungan antara sifat materi dengan metode pemisahan yang direncanakan secara mandiri.
Merencanakan Alat dan Bahan Berdasarkan Sifat MateriMemilih alat dan bahan yang tidak sesuai dengan sifat materi campuran serta menyertakan semua kartu distraktor.Memilih sebagian alat dan bahan yang sesuai, namun masih menyertakan 1-2 kartu distraktor yang tidak relevan (misalnya magnet silinder atau pemanas spiritus).Memilih seluruh alat dan bahan penyaring yang relevan dengan tepat tanpa menyertakan distraktor serta menyebutkan fungsinya berdasarkan ukuran partikel.Memilih seluruh alat dan bahan yang relevan secara lengkap dan tepat tanpa distraktor serta menguraikan rasionalisasi fungsi setiap alat/bahan secara runtut berdasarkan spektrum gradasi ukuran partikel materi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk tahap merumuskan masalah dan memilih kartu alat/bahan mencukupi untuk semua kelompok?
  • Bagian mana dari lembar perencanaan penyelidikan yang paling banyak memerlukan scaffolding oleh guru?
  • Apakah variasi tantangan skenario campuran cukup memicu daya nalar kritis murid dalam merencanakan pemisahan materi?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang harus dipertimbangkan saat menentukan alat dan bahan untuk memisahkan suatu campuran?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan adanya kegiatan kartu alat dan bahan saat menyusun rancangan penyelidikan kelompokmu? Mengapa?

Pertemuan 6 — Merencanakan Langkah-Langkah Operasional Prosedur Kerja Penyelidikan Pemisahan Campuran Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.3 Merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan untuk memisahkan campuran berdasarkan sifat materi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merencanakan langkah-langkah operasional prosedur kerja penyelidikan pemisahan campuran sederhana secara runtut (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengurutkan 3 tahapan acak prosedur penyaringan sederhana air keruh: (A) Tuangkan campuran air keruh perlahan ke atas corong, (B) Pasang kertas saring pada corong kaca di atas labu Erlenmeyer, (C) Amati cairan bening (filtrat) yang tertampung di labu dan residu di kertas saring. Acuan urutan benar: B -> A -> C (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati bagan alir contoh prosedur kerja pemisahan campuran serta membedakan langkah operasional yang jelas (memuat kata kerja tindakan terukur dan alat/bahan spesifik) dengan instruksi umum yang belum operasional (10 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil mengidentifikasi 3 komponen utama dalam prosedur operasional penyelidikan pemisahan campuran: urutan tahap persiapan alat, tahap proses pemisahan campuran berdasarkan sifat fisik, dan tahap pengamatan/pencatatan hasil pemisahan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan menyusun puzzle kartu langkah kerja 'Urutan Tepat Prosedur Cepat': setiap kelompok beradu cepat menyusun 4 kartu acak prosedur pemisahan campuran pasir dan kerikil menjadi urutan runtut: (1) Siapkan saringan kawat di atas wadah penampung, (2) Masukkan campuran pasir dan kerikil ke atas permukaan saringan, (3) Goyangkan saringan secara perlahan hingga partikel kecil pasir lolos ke wadah, (4) Pisahkan kerikil yang tertahan di atas saringan ke wadah berbeda (acuan urutan: 1-2-3-4) (15 menit).
  • Setiap kelompok menyusun draf rencana langkah-langkah operasional prosedur kerja pemisahan campuran sederhana pada Lembar Rencana Kerja Penyelidikan untuk kasus campuran pasir-air dengan rincian operasional: (1) Menyiapkan corong, kertas saring, dan gelas beker penampung; (2) Melipat kertas saring dan menempatkannya pada corong; (3) Mengaduk campuran lalu menuangkannya perlahan melalui corong; (4) Memisahkan dan mencatat zat yang lolos (filtrat) dan yang tertinggal (residu) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid saling memeriksa draf langkah kerja antar-kelompok menggunakan daftar cek keterlaksanaan prosedur untuk memastikan tidak ada langkah operasional yang terlewat atau tertukar urutannya (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan bahwa langkah-langkah operasional prosedur pemisahan campuran harus disusun runtut, logis, dan memuat instruksi tindakan konkret agar penyelidikan berjalan akurat (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap rencana kerja yang telah disusun untuk dipersiapkan pada sesi penyelidikan di pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan format bagan alir berurutan dengan kotak rumpang bagi kelompok yang memerlukan bantuan.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan diberi bimbingan langsung pada perumusan kata kerja operasional, sedangkan kelompok yang sudah mahir merumuskan langkah prosedur dengan variasi perlakuan kontrol/kecepatan penuangan.
  • Produk: Draf prosedur kerja dapat berupa diagram alir berurutan bernomor atau teks langkah kerja sistematis poin-per-poin.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan mengurutkan prosedur kerja: Murid mengurutkan 3 kartu acak tahapan filtrasi: (A) Tuangkan campuran air keruh, (B) Pasang kertas saring pada corong, (C) Amati filtrat dan residu. Acuan jawaban benar: urutan B - A - C. Kriteria: Murid siap jika menjawab B-A-C secara tepat.

Proses:

  • Formatif lembar draf perencanaan langkah kerja: Memeriksa kelengkapan dan keruntutan 4 langkah operasional prosedur pemisahan campuran pasir-air. Acuan langkah: (1) Persiapan alat corong, kertas saring, dan gelas; (2) Pemasangan kertas saring pada corong; (3) Penuangan campuran secara hati-hati; (4) Pengamatan/pemisahan filtrat dan residu. Kriteria: Prosedur dinilai tepat apabila memuat minimal 3 dari 4 langkah operasional tersebut secara berurutan dan logis.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir (exit slip): Murid mengidentifikasi kesalahan logika pada prosedur kerja tertukar: 'Kertas saring dipasang setelah air campuran dituangkan ke corong kosong'. Acuan jawaban benar: Kertas saring harus dipasang terlebih dahulu pada corong sebelum campuran dituangkan agar partikel padatan tertahan dan tidak langsung lolos ke wadah penampung.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penyusunan draf rencana langkah-langkah operasional prosedur kerja penyelidikan pemisahan campuran menggunakan rubrik keteraturan dan kejelasan prosedur

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perencanaan Langkah-Langkah Operasional Prosedur KerjaBelum mampu menyusun langkah-langkah operasional prosedur pemisahan campuran secara runtut (hanya merumuskan kurang dari 2 langkah dan urutan tidak logis).Mampu menyusun 2 dari 4 langkah operasional prosedur pemisahan campuran secara logis namun urutannya masih ada yang tertukar dan belum operasional.Mampu merencanakan minimal 3 dari 4 langkah operasional prosedur pemisahan campuran secara runtut, logis, dan memuat tindakan konkret secara mandiri.Mampu merencanakan seluruh 4 langkah operasional prosedur pemisahan campuran secara runtut, terperinci, memuat tindakan operasional yang spesifik, serta mencantumkan langkah keselamatan kerja secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tiap tahap kegiatan inti cukup untuk melatih murid menyusun prosedur operasional secara runtut?
  • Apakah aktivitas permainan kartu susun prosedur berhasil meningkatkan pemahaman murid dalam menentukan urutan kerja yang logis?

Murid:

  • Bagian mana dari penyusunan langkah-langkah operasional prosedur kerja yang terasa paling menantang?
  • Bagaimana caramu memastikan bahwa urutan kerja yang kamu rancang tidak akan membingungkan saat dipraktikkan nanti?

Pertemuan 7 — Melakukan Penyelidikan Pemisahan Campuran Berdasarkan Perbedaan Ukuran Partikel Menggunakan Metode Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.4 Melakukan langkah-langkah operasional penyelidikan pemisahan campuran menggunakan metode sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7 yaitu melakukan penyelidikan pemisahan campuran berdasarkan perbedaan ukuran partikel menggunakan metode pengayakan dan penyaringan (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik berupa tes tertulis singkat 2 butir pada selembar kertas: (1) 'Sebutkan metode pemisahan yang tepat untuk memisahkan campuran kerikil dan pasir halus!' (kunci: pengayakan); (2) 'Sebutkan metode pemisahan yang tepat untuk memisahkan campuran air dan serbuk tanah liat/kopi yang tidak larut!' (kunci: penyaringan/filtrasi) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati panduan prosedur operasional penyelidikan di lembar kerja yang memuat 2 prosedur utama: Prosedur A (pengayakan campuran pasir dan kerikil menggunakan saringan/ayakan kawat) dan Prosedur B (penyaringan campuran air keruh berisi pasir halus menggunakan corong dan kertas saring) (6 menit).
  • Murid mengidentifikasi kelengkapan alat dan bahan yang tersedia di meja praktikum: ayakan kawat, wadah penampung, corong kaca/plastik, kertas saring lipat, gelas beker, campuran pasir-kerikil, serta suspensi air tanah/pasir (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dalam kelompok melakukan tantangan 'Penyelidik Tangkas' untuk menyiapkan dan melipat kertas saring berbentuk kerucut secara tepat dan memasangnya pada corong kaca yang dibasahi sedikit air dalam waktu kurang dari 3 menit (5 menit).
  • Murid melakukan langkah operasional Prosedur A: memasukkan 50 gram campuran pasir-kerikil ke atas ayakan kawat, menggoyang ayakan secara perlahan dan teratur di atas wadah penampung, lalu memisahkan residu kerikil yang tertahan pada ayakan dan filtrat pasir yang lolos ke wadah penampung (15 menit).
  • Murid melakukan langkah operasional Prosedur B: memasang corong berkertas saring di atas gelas beker penampung, mengaduk suspensi air keruh, menuangkan suspensi secara perlahan melalui batang pengaduk ke tengah kertas saring tanpa meluap melampaui tepi kertas, hingga seluruh cairan terfiltrasi menjadi filtrat jernih dan residu tertahan di kertas saring (15 menit).
  • Murid mencatat data hasil penyelidikan pada tabel pengamatan LKPD yang mencakup: kondisi fisik campuran sebelum dipisahkan, wujud/karakteristik zat yang tertahan pada penyaring/ayakan (residu), dan wujud/karakteristik zat yang lolos melewati penyaring/ayakan (filtrat) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pemisahan campuran dan mengevaluasi ketelitian pelaksanaan prosedur operasional penyelidikan (misalnya memastikan tidak ada kertas saring yang sobek atau kebocoran suspensi saat menuang) (5 menit).

Penutup:

  • Murid membersihkan dan merapikan kembali alat-alat praktikum (corong, gelas beker, ayakan) ke tempat semula secara mandiri dan tertib (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan langkah-langkah praktikum dan mengonfirmasi bahwa seluruh kelompok telah berhasil melakukan pemisahan campuran berdasarkan perbedaan ukuran partikel (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa dan mengingatkan topik pertemuan berikutnya mengenai pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kelarutan dan daya serap (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kertas saring dengan kerapatan pori standar dan saringan kain alternatif untuk kelompok yang memerlukan pembanding visual ukuran pori.
  • Proses: Memberikan panduan bergambar langkah-demi-langkah melipat kertas saring dan menuang larutan bagi kelompok yang memerlukan bimbingan operasional, serta memberi keleluasaan bagi kelompok yang mahir untuk menguji pemisahan bertingkat (pengayakan lalu penyaringan).
  • Produk: Format tabel pencatatan data praktikum disediakan terstruktur bagi yang membutuhkan scaffolding, sementara murid yang mahir mencatat data disertai rincian estimasi ukuran partikel residu dan filtrat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat sebelum pembelajaran inti: Murid menjawab 2 butir pertanyaan pada selembar kertas: (1) 'Metode apakah yang tepat untuk memisahkan campuran kerikil dan pasir halus?' (acuan kunci: pengayakan); (2) 'Metode apakah yang tepat untuk memisahkan campuran air keruh berisi butiran tanah halus?' (acuan kunci: penyaringan/filtrasi). Kriteria ketercapaian awal: murid siap jika menjawab minimal 1 dari 2 butir dengan tepat sesuai acuan kunci.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid melakukan Prosedur A (pengayakan) dan Prosedur B (penyaringan): Guru mengamati kepatuhan prosedur operasional (melipat kertas saring tanpa robek, posisi corong tepat, penuangan suspensi tidak meluap dari batas kertas saring, dan pemisahan residu dari filtrat secara tuntas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman/umpan balik operasional akhir sesi: Pemeriksaan kelengkapan tabel data praktikum pemisahan campuran (kriteria penerimaan: tabel terisi lengkap mencakup identifikasi residu kerikil pada ayakan & filtrat pasir pada wadah untuk Prosedur A, serta residu endapan tanah/pasir pada kertas saring & filtrat air jernih pada gelas beker untuk Prosedur B).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal (2 butir tertulis mengenai penentuan metode pengayakan dan penyaringan)
  • Lembar observasi unjuk kerja pelaksanaan langkah-langkah operasional penyelidikan pengayakan dan penyaringan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan Prosedur Pengayakan (Pemisahan Campuran Padat-Padat)Belum mampu menuang dan mengayak campuran pasir-kerikil secara teratur sehingga campuran tumpah atau belum terpisah.Melakukan pengayakan campuran pasir-kerikil namun masih ada partikel pasir halus yang tertinggal banyak bersama kerikil karena pengayakan kurang merata.Melakukan pengayakan campuran pasir-kerikil sesuai prosedur kerja hingga kerikil (residu) tertahan di ayakan dan pasir (filtrat) lolos ke wadah penampung secara mandiri.Melakukan pengayakan campuran pasir-kerikil sesuai prosedur kerja secara runtut, rapi, dan tuntas memisahkan seluruh residu kerikil dari filtrat pasir tanpa tumpah.
Pelaksanaan Prosedur Penyaringan (Pemisahan Campuran Padat-Cair)Belum mampu merangkai kertas saring pada corong dan menuang campuran air keruh tanpa meluap atau menyebabkan kertas saring robek.Mampu melipat dan memasang kertas saring pada corong, namun saat menuangkan suspensi air keruh masih melebihi bibir kertas saring sehingga sebagian residu lolos ke filtrat.Mampu merangkai kertas saring pada corong dan menuangkan suspensi air keruh secara perlahan tanpa meluap sehingga diperoleh filtrat air yang jernih dan residu tertahan di kertas saring.Mampu merangkai kertas saring dan alat filtrasi secara tepat, membasahi kertas dengan benar, serta menuangkan suspensi air keruh dengan teknik yang sempurna dan tuntas hingga seluruh filtrat jernih terpisah dari residu padatan.
Pencatatan Data Hasil Penyelidikan Pemisahan CampuranBelum mencatat data hasil pemisahan campuran pada tabel pengamatan.Mencatat data hasil pemisahan campuran namun hanya memuat 1 dari 2 prosedur penyelidikan yang dilakukan.Mencatat data hasil pemisahan campuran secara lengkap mencakup residu dan filtrat untuk kedua prosedur (pengayakan dan penyaringan) sesuai hasil penyelidikan.Mencatat data hasil pemisahan campuran secara lengkap, tepat, dan rinci mendeskripsikan kondisi fisik residu dan filtrat pada kedua prosedur penyelidikan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit untuk pelaksanaan dua prosedur praktikum pemisahan campuran (pengayakan dan penyaringan) mencukupi bagi seluruh kelompok?
  • Apakah murid mengalami kendala teknis saat melipat kertas saring atau menuangkan cairan ke dalam corong?
  • Bagaimana tingkat kemandirian murid dalam menerapkan langkah operasional penyelidikan pemisahan campuran?

Murid:

  • Langkah manakah dalam praktikum pengayakan atau penyaringan yang paling menantang untuk dilakukan?
  • Apa hal penting yang harus diperhatikan agar air hasil penyaringan benar-benar jernih dan kertas saring tidak robek?

Pertemuan 8 — Melakukan Penyelidikan Pemisahan Campuran Berdasarkan Perbedaan Kelarutan dan Daya Serap Menggunakan Metode Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.4 Melakukan langkah-langkah operasional penyelidikan pemisahan campuran menggunakan metode sederhana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu mempraktikkan penyelidikan pemisahan zat warna spidol menggunakan metode kromatografi kertas (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Disebut apakah metode pemisahan zat berdasarkan perbedaan kecepatan rambat/daya serap pelarut pada medium diam?' (acuan: kromatografi kertas); (2) 'Mengapa garis batas awal tinta dibuat memakai pensil, bukan pulpen?' (acuan: grafit pensil tidak larut dalam air sehingga tidak mengganggu perambatan zat warna). Guru mengidentifikasi kesiapan awal murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok mengamati demonstrasi singkat guru mengenai teknik pembuatan garis batas bawah pada kertas saring (1,5 cm dari tepi bawah) dan teknik penotolan titik tinta spidol hitam agar tidak melebar, serta cara mencelupkan ujung kertas ke air tanpa merendam titik tinta (10 menit).
  • Murid mencocokkan alat dan bahan penyelidikan di meja kerja masing-masing (gelas beker 100 mL berisi 10 mL air, kertas saring berukuran 2x10 cm, lidi penyangga, klip kertas, pensil, penggaris, dan spidol hitam) dengan petunjuk operasional penyelidikan pada LKPD (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan dalam kelompok melakukan tantangan 'Penyelidikan Detektif Warna': mengukur dan menggaris kertas saring dengan pensil 1,5 cm dari dasar, memberi 1 totolan kecil tinta spidol hitam di tengah garis pensil, lalu menggantungkan kertas saring pada lidi penyangga di atas gelas beker (15 menit).
  • Murid menjalankan prosedur perambatan dengan menurunkan kertas hingga ujung bawah terendam air sekitar 0,5 cm di bawah garis pensil (memastikan totolan tinta tidak terendam air secara langsung), lalu mengamati pemisahan warna saat air merambat naik secara kapiler (10 menit).
  • Murid menghentikan perambatan saat pelarut mendekati 1 cm dari batas atas kertas saring, mengangkat kertas, menandai batas akhir rambatan pelarut dengan pensil, membiarkannya mengering di atas tisu, serta mengamati komponen warna yang terpisah (acuan pemisahan spidol hitam: terurai menjadi minimal 2 zona warna, yaitu biru/ungu dan merah/kuning) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa keberhasilan pelaksanaan prosedur kerja pemisahan campuran: mengecek apakah pita warna terpisah jelas tanpa noda yang melebar rusak akibat totolan terendam air atau kertas miring menyentuh dinding gelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan keberhasilan tahapan penyelidikan pemisahan campuran dengan kromatografi kertas (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik pelaksanaan prosedur kerja, merapikan alat dan bahan praktikum, serta menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu menyusun laporan hasil penyelidikan pemisahan campuran (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas saring yang sudah diberi garis pensil batas bawah 1,5 cm sebagai panduan visual; murid mahir menyiapkan sendiri kertas saring dan membandingkan pemisahan 2 merk spidol hitam yang berbeda.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding terstruktur pada kelompok yang kesulitan menjaga kestabilan posisi kertas agar tidak terendam langsung ke air pelarut; kelompok yang terampil melakukan pengamatan mandiri.
  • Produk: Kelompok yang memerlukan dukungan fokus mencatat urutan pemisahan minimal 2 warna; kelompok mahir mencatat urutan seluruh zona warna terpisah beserta perkiraan jarak tempuh tiap warna dari garis awal pensil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik kesiapan prosedur: (1) Pertanyaan: 'Disebut apakah metode pemisahan zat berdasarkan perbedaan kecepatan rambat/daya serap pelarut pada medium diam?' (acuan: kromatografi kertas); (2) Pertanyaan: 'Mengapa garis batas awal tinta dibuat memakai pensil, bukan pulpen?' (acuan: grafit pensil tidak larut dalam air sehingga tidak ikut merambat dan tidak merusak hasil pemisahan zat warna).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan 3 langkah operasional kromatografi: (1) Ketepatan menyiapkan kertas saring dan menotolkan tinta (garis pensil 1,5 cm, totolan tidak melebar); (2) Ketepatan posisi pencelupan ke pelarut air (hanya ujung kertas terendam, totolan tinta berada di atas permukaan air); (3) Ketepatan penanganan penghentian kromatografi (mengangkat kertas saat air mendekati batas atas dan menandai batas rambat pelarut).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil pita kromatogram pada kertas saring murid dengan kriteria: pita zat warna terpisah membentuk minimal 2 lapisan warna berbeda (zona biru/ungu dan zona merah/kuning) secara terbaca tanpa noda luntur merata akibat terendam pelarut.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelaksanaan langkah-langkah operasional kromatografi kertas menggunakan lembar ceklis rubrik
  • Cek pemahaman prosedur penyelidikan pada LKPD kelompok

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelaksanaan Prosedur Penyiapan KromatografiMelakukan penyiapan media kertas saring dan penotolan tinta keliru (menggunakan pena tinta/garis basah atau totolan tinta terlalu besar dan basah kuyup), memerlukan bantuan penuh guru.Melakukan penyiapan garis batas dengan pensil namun jarak tidak terukur (kurang dari 1 cm atau miring) dan totolan tinta melebar, dengan arahan guru.Melakukan penyiapan garis batas dengan pensil tepat 1,5 cm dari dasar dan menotolkan 1 titik tinta spidol hitam kecil secara rapi dan mandiri.Melakukan penyiapan garis batas pensil tepat 1,5 cm secara presisi serta membuat totolan titik tinta spidol yang sangat pekat namun terkonsentrasi rapi (< 2 mm) secara mandiri dan cepat.
Pelaksanaan Prosedur Pemisahan Campuran (Elusi/Perambatan)Melakukan pencelupan keliru hingga totolan tinta terendam langsung dalam air sehingga zat warna langsung larut pudar di pelarut beker.Melakukan pencelupan dengan posisi totolan tinta tepat di batas permukaan air atau kertas miring menempel dinding beker sehingga rambatan tidak merata.Melakukan pencelupan kertas dengan posisi ujung bawah terendam air sekitar 0,5 cm dan totolan tinta tetap berada di atas permukaan air tanpa menyentuh dinding beker hingga warna terpisah.Melakukan pencelupan dengan posisi ujung bawah kertas terendam stabil di tengah gelas beker tanpa getaran, mengangkat tepat sebelum pelarut mencapai ujung atas, dan menandai garis batas pelarut dengan akurat.
Ketercapaian Hasil Pemisahan Komponen Zat WarnaZat warna tidak terpisah sama sekali (hanya noda hitam utuh atau luntur hilang karena kesalahan prosedur).Zat warna mulai terurai namun batas antarpita warna masih kabur dan hanya terlihat 1 rona warna samar.Zat warna terpisah secara nyata menjadi minimal 2 zona warna berbeda (zona warna biru/ungu dan merah/kuning) sesuai acuan.Zat warna terpisah secara sangat kontras dan jelas menjadi 3 zona warna (kuning, merah, dan biru/ungu) dengan batas pita yang terdefinisi rapi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit dan 10 menit untuk perambatan kapiler air pada kertas saring cukup efektif bagi seluruh kelompok?
  • Apakah ada kelompok yang masih merendam totolan tinta langsung ke dalam air sehingga memerlukan panduan ulang?

Murid:

  • Langkah manakah dalam penyelidikan kromatografi tadi yang paling menuntut kehati-hatian agar zat warna terpisah dengan baik?
  • Warna apa saja yang berhasil kamu amati muncul dari satu totolan spidol hitam setelah air merambat naik?

Pertemuan 9 — Menyusun Laporan Hasil Penyelidikan Pemisahan Campuran Berdasarkan Data Hasil Percobaan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran secara sistematis dan utuh dengan argumen yang sesuai konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di dalam kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun laporan tertulis hasil penyelidikan pemisahan campuran secara sistematis dan utuh berdasarkan data percobaan pertemuan sebelumnya (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat mengenai struktur laporan ilmiah melalui kuis kilat lisan menjodohkan bagian laporan dengan isinya (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan struktur laporan hasil penyelidikan pemisahan campuran yang memuat 5 bagian sistematis: (1) Judul Penyelidikan, (2) Tujuan Penyelidikan, (3) Data Hasil Pengamatan Percobaan, (4) Analisis Pembahasan Data, dan (5) Kesimpulan yang memuat argumen kontekstual (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti tantangan menggembirakan 'Susun Kartu Kerangka Laporan', yaitu mengurutkan 5 kartu acak komponen laporan hingga runtut: Kartu A (Data Pengamatan), Kartu B (Judul), Kartu C (Kesimpulan dan Argumen), Kartu D (Tujuan Penyelidikan), Kartu E (Analisis Pembahasan Data) menjadi urutan yang benar (B-D-A-E-C) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid membuka kembali catatan data hasil penyelidikan pemisahan campuran sederhana (percobaan filtrasi air keruh atau kromatografi kertas/evaporasi dari pertemuan sebelumnya) yang telah dikumpulkan (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyusun laporan tertulis hasil penyelidikan pemisahan campuran pada lembar laporan yang disediakan secara utuh dan sistematis, merumuskan data ke dalam tabel, menguraikan analisis hubungan sifat materi dengan metode pemisahan, serta menuliskan kesimpulan berargumen yang logis (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan pemeriksaan mandiri terhadap draf laporan yang disusun menggunakan lembar cek mandiri keselarasan antara data percobaan, pembahasan, dan argumen kesimpulan (5 menit).
  • Murid menuliskan refleksi singkat mengenai bagian laporan yang paling mudah dan paling menantang untuk dihubungkan dengan bukti data percobaan (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pentingnya menyusun laporan secara sistematis agar data hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan dan dipahami secara utuh (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap draf laporan tertulis yang telah diselesaikan murid dan mengumpulkan lembar laporan (1 menit).
  • Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 10) mengenai penyampaian dan pengomunikasian hasil penyelidikan secara lisan di hadapan kelas, lalu menutup kelas dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format draf laporan rumpang dengan kalimat pemantik pada bagian analisis data; murid yang mahir diberikan format terbuka dengan tuntutan menyajikan perbandingan efisiensi hasil pemisahan.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan intensif pada murid yang kesulitan menghubungkan data tabel ke dalam kalimat analisis pembahasan.
  • Produk: Laporan hasil penyelidikan disesuaikan tingkat kedalamannya: murid reguler menyusun analisis dasar dari data teramati, murid mahir menambahkan analisis faktor penyebab residu/filtrat yang terbentuk secara lebih terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan fungsi dari bagian data pengamatan dan kesimpulan dalam laporan ilmiah!' (Acuan kriteria jawaban benar: data pengamatan berisi catatan angka/kondisi fisik nyata yang diamati selama percobaan; kesimpulan berisi jawaban atas tujuan penyelidikan berdasarkan bukti data).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja penyusunan laporan: Memeriksa kelengkapan 5 komponen laporan (Judul, Tujuan, Data Pengamatan, Analisis Pembahasan, Kesimpulan) dan ketepatan argumen berdasarkan data pemisahan campuran (Acuan: data hasil percobaan filtrasi/pemisahan tercatat jelas pada tabel, pembahasan menjelaskan alasan pemisahan berhasil karena perbedaan sifat materi partikel, kesimpulan menjawab tujuan secara utuh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui lembar draf laporan yang dikumpulkan: Setiap murid menyerahkan laporan yang telah dilengkapi kesimpulan berargumen kontekstual (Kriteria penerimaan: kesimpulan menyatakan keberhasilan metode pemisahan dengan menyertakan bukti fisik hasil pengamatan, misalnya kejernihan filtrat atau pemisahan noda warna).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Kuis kilat lisan mencocokkan 3 bagian laporan dengan fungsinya
  • Asesmen proses: Pengamatan dan pemeriksaan lembar draf laporan hasil penyelidikan pemisahan campuran selama kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sistematika Laporan Hasil PenyelidikanMenyusun laporan hanya memuat 1-2 komponen dari 5 komponen yang ditentukan.Menyusun laporan dengan memuat 3 komponen dari 5 komponen yang ditentukan secara berurutan.Menyusun laporan dengan memuat 4 komponen dari 5 komponen yang ditentukan secara sistematis dan berurutan.Menyusun laporan secara lengkap dan utuh memuat seluruh 5 komponen (Judul, Tujuan, Data Pengamatan, Analisis Pembahasan, Kesimpulan) secara runtut dan sistematis.
Penyajian Argumen Berdasarkan DataBelum menyajikan data percobaan ke dalam laporan dan kesimpulan tidak berhubungan dengan data.Menyajikan data percobaan dalam tabel namun analisis pembahasan belum didukung bukti data pengamatan.Menyajikan data percobaan secara jelas dan menuliskan analisis pembahasan serta kesimpulan yang didukung sebagian bukti data pengamatan.Menyajikan data percobaan secara lengkap serta menguraikan analisis pembahasan dan kesimpulan dengan argumen kontekstual yang sepenuhnya selaras dengan bukti data hasil penyelidikan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit cukup bagi murid untuk menyusun laporan penyelidikan secara mandiri dari data percobaan mereka?
  • Bagian mana dari laporan penyelidikan yang paling banyak memerlukan bimbingan guru saat murid menguraikan argumen data?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menyusun data hasil percobaan menjadi kalimat analisis laporan secara runtut?
  • Bagian penulisan laporan manakah yang paling menarik dan membantumu memahami hasil pemisahan campuran yang kamu lakukan?

Pertemuan 10 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Pemisahan Campuran secara Sistematis dan Utuh dengan Argumen Kontekstual — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran secara sistematis dan utuh dengan argumen yang sesuai konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, menyapa murid, mengecek kesiapan fisik dan psikis murid, serta menyampaikan alur belajar pertemuan hari ini (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan meminta murid mengurutkan 4 bagian komunikasi hasil penyelidikan yang diacak di papan tulis: (1) Hasil data dan pengamatan, (2) Latar belakang masalah/konteks pemisahan, (3) Kesimpulan dan argumen kontekstual, (4) Prosedur/metode pemisahan campuran yang dipilih. Murid menuliskan urutan yang benar di selembar kertas memo (acuan urutan sistematis yang benar: 2 - 4 - 1 - 3) (5 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran secara utuh, sistematis, dan dilengkapi argumen yang relevan dengan konteks masalah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan kerangka komunikasi hasil penyelidikan pemisahan campuran yang memuat 4 komponen wajib: konteks masalah campuran di sekitar, metode pemisahan yang diterapkan, penyajian data hasil penyelidikan, dan argumen kesimpulan yang mengaitkan efektivitas metode dengan konteks masalah (7 menit).
  • Dalam format permainan cepat 'Detektif Kelengkapan', murid menganalisis secara berpasangan satu contoh draf komunikasi hasil pemisahan air keruh yang sengaja dibuat tidak utuh (kehilangan bagian data perbandingan filtrat sebelum-sesudah) untuk menemukan bagian yang hilang dan melengkapinya agar utuh (acuan bagian hilang: data deskripsi kejernihan filtrat sebelum dan sesudah penyaringan) (8 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid menyiapkan bahan komunikasi berdasarkan laporan hasil penyelidikan pemisahan campuran (filtrasi air keruh, kromatografi tinta, atau evaporasi garam) yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Secara bergantian, murid menyampaikan/mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran di hadapan kelas atau kelompok pendengar secara sistematis dari latar konteks, metode, data hasil pengamatan, hingga penarikan argumen relevansi pemisahan bagi masalah lingkungan sekitarnya (30 menit).
  • Murid menyimak penyampaian rekan dan mencatat kelengkapan 4 komponen sistematis serta ketepatan argumen kontekstual pada lembar simak terpandu (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meninjau kembali penyampaian komunikasinya dengan menandai apakah seluruh 4 komponen sistematika (latar konteks, metode, data hasil, argumen simpulan) telah tersampaikan secara utuh tanpa ada yang terlewat (5 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian argumen yang paling kuat membuktikan manfaat metode pemisahan campuran yang dipilih terhadap konteks nyata yang dihadapi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap kualitas sistematika penyampaian dan kekuatan argumen kontekstual murid berdasarkan catatan observasi (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya mengomunikasikan data penyelidikan sains secara runut, jujur, dan berbasis bukti (acuan simpulan: komunikasi ilmiah wajib memuat konteks, metode, data empiris, dan argumen simpulan yang logis) (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar panduan kerangka alur komunikasi (template urutan 4 komponen) bagi murid yang memerlukan perancah, serta lembar kosong tanpa template bagi murid yang siap menyusun struktur mandiri.
  • Proses: Memberikan scaffolding berupa kartu pandu pemantik kalimat argumen kontekstual bagi murid yang membutuhkan bantuan, sementara murid mahir langsung mengelaborasikan argumen dampak kontekstualnya secara mandiri.
  • Produk: Penyampaian komunikasi hasil penyelidikan dapat disajikan menggunakan media visual ringkas (papan bagan/salindia alur) atau penyampaian verbal terstruktur berbantu lembar laporan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengurutkan 4 bagian komunikasi hasil penyelidikan pemisahan campuran yang diacak: (1) Hasil data dan pengamatan, (2) Latar belakang masalah/konteks pemisahan, (3) Kesimpulan dan argumen kontekstual, (4) Prosedur/metode pemisahan campuran yang dipilih. Kriteria ketercapaian: urutan tepat adalah 2 - 4 - 1 - 3 (acuan: latar belakang konteks -> metode pemisahan -> data pengamatan -> simpulan/argumen).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja saat murid mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran dengan kriteria: (1) Sistematika urutan penyampaian runtut (konteks -> metode -> data -> argumen); (2) Keutuhan isi (mencakup keempat komponen penyelidikan); (3) Argumen kontekstual (menghubungkan data hasil pemisahan dengan solusi masalah campuran di lingkungan sekitar, misalnya kejernihan air hasil filtrasi untuk kebutuhan mencuci atau pemisahan zat pewarna makanan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan refleksi 1 kalimat argumen kontekstual utama yang mereka gunakan untuk membuktikan efektivitas metode pemisahan campuran yang mereka selidiki (kriteria penerimaan: kalimat secara eksplisit menyebutkan hubungan antara data hasil pemisahan campuran dengan manfaat penyelesaian masalah pada konteks sekitar).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik penyusunan urutan sistematika komunikasi ilmiah di awal pembelajaran.
  • Asesmen unjuk kerja komunikasi hasil penyelidikan pemisahan campuran menggunakan lembar observasi sistematika, keutuhan komponen, dan argumen kontekstual.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sistematika dan Keutuhan Komunikasi Hasil PenyelidikanMengomunikasikan hasil penyelidikan dengan urutan acak dan hanya mencakup 1-2 dari 4 komponen (konteks, metode, data hasil, argumen).Mengomunikasikan hasil penyelidikan dengan urutan yang sebagian runtut dan mencakup 3 dari 4 komponen (konteks, metode, data hasil, argumen).Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara runtut sesuai alur dan mencakup seluruh 4 komponen secara utuh (konteks, metode, data hasil, argumen).Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sangat runtut, utuh memuat seluruh 4 komponen, serta transisi antarbagian disajikan dengan sangat jelas dan mandiri tanpa panduan.
Argumen yang Sesuai KonteksMenyampaikan simpulan tanpa argumen yang menghubungkan data hasil pemisahan campuran dengan konteks masalah di sekitar.Menyampaikan argumen simpulan namun hubungan antara data hasil pemisahan campuran dengan konteks masalah di sekitar masih belum jelas/kurang tepat.Menyampaikan argumen secara tepat yang menghubungkan data hasil penyelidikan pemisahan campuran dengan konteks permasalahan nyata di lingkungan sekitar.Menyampaikan argumen secara mendalam, tepat, dan komprehensif dengan menghubungkan bukti data hasil pemisahan campuran terhadap efektivitas solusi masalah kontekstual secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 30 menit untuk penyampaian komunikasi hasil penyelidikan cukup memberikan kesempatan bagi seluruh murid/perwakilan?
  • Bagian mana dari struktur komunikasi (sistematika, keutuhan komponen, atau argumen kontekstual) yang paling memerlukan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu sudah menyampaikan seluruh temuan penyelidikan pemisahan campuranmu dari awal hingga akhir secara runtut?
  • Argumen apa yang paling meyakinkan pendengar bahwa metode pemisahan yang kamu selidiki bermanfaat untuk masalah di lingkungan sekitarmu?

Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 8.6.1 Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen di sekitarnya
  • TP 8.6.2 Menganalisis sifat materi penyusun campuran sebagai dasar pemilihan metode pemisahan campuran
  • TP 8.6.3 Merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan untuk memisahkan campuran berdasarkan sifat materi
  • TP 8.6.4 Melakukan langkah-langkah operasional penyelidikan pemisahan campuran menggunakan metode sederhana
  • TP 8.6.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran secara sistematis dan utuh dengan argumen yang sesuai konteks

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid menyiapkan meja kerja yang bersih untuk asesmen sumatif bab (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi sumatif bab serta membacakan tata tertib pengerjaan: Tugas 1 berupa tes tertulis mandiri selama 25 menit, dan Tugas 2 berupa perancangan, unjuk kerja praktik pemisahan campuran, serta presentasi kelompok selama 50 menit (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Tertulis Sumatif (Tugas 1) yang berisi 2 butir soal uraian analisis materi dan sifat campuran, lalu murid membaca dan memahami instruksi pengerjaan secara hening dan berkesadaran tanpa membuka buku catatan (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Uraian) secara individual dan mandiri selama 23 menit untuk menyelesaikan 2 butir soal: Soal 1 menganalisis klasifikasi partikel campuran sirup (homogen: partikel terlarut sempurna, ukuran < 1 nm, tidak mengendap, tembus cahaya) vs air kopi tubruk (heterogen/suspensi: ukuran partikel > 100 nm, tampak endapan, tidak tembus cahaya); Soal 2 menganalisis sifat fisika dasar pemilihan metode pemisahan pada campuran air laut/garam (evaporasi berdasarkan perbedaan titik didih/mudah menguapnya air) dan campuran air-pasir keruh (filtrasi berdasarkan perbedaan ukuran partikel zat padat tak larut terhadap pori penyaring) (23 menit).
  • Murid mengumpulkan lembar jawaban Tugas 1, kemudian segera berkumpul bersama 4 anggota kelompoknya (kelas terbagi menjadi 7 kelompok) dan menerima Lembar Panduan Tugas 2 serta kit bahan: sampel campuran pasir-kerikil-air garam (50 mL), kertas saring/kain kasa, corong plastik, gelas beker/wadah penampung, dan sendok pengaduk (2 menit).
  • Murid dalam kelompok merencanakan langkah kerja operasional pemisahan secara tertulis pada lembar kerja (menentukan urutan: pengayakan/dekantasi kerikil kasar -> penyaringan/filtrasi pasir halus -> opsi pemanasan/evaporasi air garam), lalu mengambil alat-bahan yang sesuai (8 menit).
  • Murid melaksanakan langkah unjuk kerja praktik pemisahan campuran secara berkelompok dan aman, memisahkan kerikil, menyaring pasir dari cairan filtrat, dan mengamati hasil pemisahan secara teliti sementara guru melakukan observasi keterlaksanaan prosedur (12 menit).
  • Setiap kelompok secara bergiliran (7 kelompok x 4 menit) mempresentasikan hasil penyelidikan dan simpulan di depan kelas, menyampaikan data hasil pemisahan, efektivitas metode yang dipilih berdasarkan sifat fisika materi penyusun, serta menjawab konfirmasi guru (21 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama seluruh murid melakukan refleksi singkat terhadap proses asesmen sumatif yang telah diselesaikan serta merapikan kembali alat dan bahan praktikum ke tempat semula (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi penutup atas ketercapaian seluruh rangkaian pembelajaran Bab 6 Pemisahan Campuran di Sekitar Kita dan menyampaikan informasi tahapan pembelajaran berikutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format lembar soal tes tertulis dengan huruf yang diperbesar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi butir analisis.
  • Proses: Pemberian penataan meja kerja praktikum yang lebih dekat dengan sumber air dan alat bantu pegang corong bagi murid yang memerlukan kemudahan mobilitas fisik.
  • Produk: Format penyampaian presentasi lisan dapat didukung diagram alur kerja visual pada papan tulis kelompok tanpa mengubah rubrik penilaian argumen penyelidikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui konfirmasi pemahaman tata tertib asesmen tertulis individual dan kelengkapan pembagian kelompok unjuk kerja (kriteria: murid tertib di bangku dan siap mengerjakan tanpa membawa catatan materi).

Proses:

  • Pemantauan kemandirian saat pengerjaan tes tertulis individual dan observasi keterlibatan anggota kelompok dalam perancangan prosedur dan manipulasi alat-bahan praktikum menggunakan lembar ceklis observasi keterlaksanaan asesmen.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis uraian analisis dan unjuk kerja penyelidikan pemisahan campuran terpadu: lembar analisis tertulis klasifikasi serta sifat materi campuran dan performa praktik pemisahan campuran sederhana berserta presentasi hasil secara kelompok
  • tes tertulis uraian: lembar jawaban uraian murid yang memuat analisis partikel campuran homogen-heterogen serta dasar pemilihan metode pemisahan berdasarkan sifat fisika materi yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analitik uraian)
  • kinerja praktik dan presentasi kelompok: dokumen rancangan langkah kerja, unjuk kerja pelaksanaan teknik pemisahan campuran sederhana yang aman, dan penyampaian lisan simpulan hasil penyelidikan berbasis data dalam kelompok kecil (dibagi menjadi 7 kelompok beranggotakan 4 murid, dinilai serentak selama kerja kelompok dan sesi presentasi singkat 4 menit per kelompok) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi unjuk kerja perencanaan, prosedur praktik, dan presentasi lisan)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis uraian analisis dan unjuk kerja penyelidikan pemisahan campuran terpadu: lembar analisis tertulis klasifikasi serta sifat materi campuran dan performa praktik pemisahan campuran sederhana berserta presentasi hasil secara kelompok
  • tes tertulis uraian: lembar jawaban uraian murid yang memuat analisis partikel campuran homogen-heterogen serta dasar pemilihan metode pemisahan berdasarkan sifat fisika materi yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (30 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik analitik uraian)
  • kinerja praktik dan presentasi kelompok: dokumen rancangan langkah kerja, unjuk kerja pelaksanaan teknik pemisahan campuran sederhana yang aman, dan penyampaian lisan simpulan hasil penyelidikan berbasis data dalam kelompok kecil (dibagi menjadi 7 kelompok beranggotakan 4 murid, dinilai serentak selama kerja kelompok dan sesi presentasi singkat 4 menit per kelompok) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi unjuk kerja perencanaan, prosedur praktik, dan presentasi lisan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Karakteristik Partikel Campuran (TP 8.6.1 - Tes Tertulis Soal 1)Belum mampu membedakan campuran homogen dan heterogen berdasarkan karakteristik partikel penyusunnya (jawaban salah atau kosong).Menyebutkan status homogen/heterogen dari kedua contoh (sirup dan kopi), tetapi analisis ukuran atau keberadaan endapan partikel belum tepat.Menganalisis karakteristik partikel campuran homogen (sirup: partikel larut merata, tanpa endapan) dan heterogen (kopi: partikel berukuran besar, mengendap) secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menganalisis karakteristik partikel campuran homogen dan heterogen secara lengkap, mendalam, dan mengaitkan kondisi tembus cahaya/stabilitas campuran secara mandiri.
Menganalisis Sifat Materi Dasar Pemilihan Metode (TP 8.6.2 - Tes Tertulis Soal 2)Belum mampu menentukan sifat fisika materi penyusun campuran sebagai dasar pemilihan metode pemisahan (jawaban salah atau tidak logis).Menyebutkan nama metode pemisahan (evaporasi dan filtrasi), tetapi belum menganalisis sifat materi (titik didih dan ukuran partikel) yang mendasarinya.Menganalisis dengan tepat sifat materi penyusun campuran sebagai dasar metode: perbedaan titik didih untuk evaporasi air-garam dan perbedaan ukuran partikel untuk filtrasi air-pasir.Menganalisis sifat materi dasar pemisahan secara tepat pada kedua kasus dan mampu menguraikan interaksi partikel pelarut-terlarut secara komprehensif.
Merencanakan Prosedur Penyelidikan (TP 8.6.3 - Unjuk Kerja Kelompok)Rancangan langkah kerja belum terstruktur dan tidak mencerminkan tahapan pemisahan campuran yang logis.Menuliskan langkah kerja pemisahan, namun urutan tahapan pemisahan sifat materi (ukuran partikel) masih terbalik atau alat belum sesuai.Merencanakan langkah operasional pemisahan secara runtut dan sistematis: pemisahan partikel besar (kerikil) lebih dahulu, dilanjutkan penyaringan partikel pasir halus menggunakan corong dan kertas saring.Merencanakan langkah operasional pemisahan secara rinci, menyertakan estimasi alat, takaran bahan, dan alur prosedur penanganan limbah filtrasi dengan sangat rapi.
Melakukan Penyelidikan Pemisahan Sederhana (TP 8.6.4 - Unjuk Kerja Kelompok)Melakukan praktik tanpa prosedur yang jelas, menumpahkan bahan campuran, atau alat pemisahan tidak terpasang dengan benar.Melakukan pemisahan campuran, namun teknik penuangan campuran ke kertas saring/corong kurang tepat sehingga cairan keruh merembes keluar.Melakukan langkah operasional pemisahan campuran secara terampil, melipat dan memasang kertas saring pada corong secara tepat, menuang campuran perlahan, dan memperoleh filtrat jernih serta residu terpisah dengan aman.Melakukan langkah penyelidikan pemisahan dengan presisi tinggi, alat terpasang kokoh, area kerja tetap higienis dan bersih, serta hasil residu dan filtrat terpisah sempurna.
Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan (TP 8.6.5 - Presentasi Kelompok)Presentasi lisan tidak terstruktur, simpulan hasil pemisahan tidak didasarkan pada data percobaan.Menyampaikan hasil kerja praktikum secara lisan, namun argumen keterkaitan antara hasil pemisahan dan sifat materi belum sistematis.Mengomunikasikan hasil penyelidikan pemisahan campuran secara sistematis selama 4 menit, memaparkan data residu dan filtrat, serta menyajikan argumen ilmiah logis sesuai konteks percobaan.Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh, runtut, menjawab pertanyaan tanggapan guru dengan argumen berbasis bukti data percobaan secara meyakinkan dan kontekstual.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk asesmen tertulis dan 50 menit untuk unjuk kerja serta presentasi 7 kelompok berjalan efektif dan tepat waktu?
  • Bagaimana validitas data observasi unjuk kerja dan lembar jawaban murid dalam memetakan ketuntasan TP bab pemisahan campuran ini?

Murid:

  • Bagian mana dari tes tertulis dan praktik pemisahan campuran tadi yang paling menunjukkan penguasaan sains saya terhadap materi campuran?
  • Strategi apa yang paling membantu kelompok saya menyelesaikan penyelidikan dan presentasi secara runtut dan tepat waktu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru IPA Kelas VIII Kemendikbudristek 2024 Bab VI: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  2. Buku Siswa IPA Kelas VIII Kemendikbudristek 2024 Bab VI: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  3. Gelas beker/transparan, air, garam, pasir, sirup, minyak goreng, teh, tepung terigu, dan sendok pengaduk
  4. Lembar Kerja Klasifikasi Detektif Campuran
  5. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab 6
  6. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab 6 Subbab B hlm. 174-179
  7. Perangkat demonstrasi: 3 gelas bening (larutan garam, susu/santan cair, air kanji/tepung), senter kecil/lampu gawai
  8. Set kartu kasus 'Tantangan Detektif Partikel' dan Lembar Kerja Analisis Campuran
  9. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2021/Edisi Revisi)
  10. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VIII Bab VI: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  11. Set kartu 'Detektif Materi' (kartu nama campuran dan kartu sifat fisika materi)
  12. Contoh fisik: campuran air pasir dan larutan garam dalam gelas kimia
  13. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab 6 Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  14. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab 6 Subbab Sifat Zat Penyusun Campuran dan Metode Pemisahan
  15. Kartu kasus campuran dan Lembar Kerja Analisis Pemisahan Campuran
  16. Buku Panduan Guru IPA Kelas VIII Kemendikbudristek 2024 Bab 6: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  17. Buku Siswa IPA Kelas VIII Kemendikbudristek 2024 Bab 6 Subbab Perancangan Penyelidikan Pemisahan Campuran
  18. Set kartu alat dan bahan pemisahan campuran (kartu alat penyaring dan kartu distraktor)
  19. Contoh sampel fisik campuran (air keruh bercampur kerikil, suspensi tanah liat, dan serbuk arang)
  20. Buku Panduan Guru IPA SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab 6
  21. Buku Siswa IPA SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024), Bab 6 Subbab Pemisahan Campuran
  22. Set kartu langkah kerja 'Urutan Tepat Prosedur Cepat'
  23. Lembar Kerja Rencana Prosedur Penyelidikan Pemisahan Campuran
  24. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi 2024), Bab 6
  25. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi 2024), Bab 6
  26. Set alat dan bahan praktikum: ayakan kawat, corong kaca/plastik, kertas saring, gelas beker, batang pengaduk, campuran kerikil-pasir, suspensi air-tanah/pasir, Lembar Kerja Murid (LKPD)
  27. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024) Bab 6
  28. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024) Bab 6 Subbab Pemisahan Campuran
  29. Gelas beker 100 mL, air bersih, kertas saring (2 x 10 cm), lidi/tusuk gigi, penjepit kertas/klip, pensil 2B, penggaris, spidol hitam berbasis air (water-based), dan tisu
  30. Buku Panduan Guru IPA SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024) Bab 6: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  31. Buku Siswa IPA SMP Kelas VIII (Kemendikbudristek 2024) Bab 6: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  32. Data catatan hasil percobaan pemisahan campuran pertemuan sebelumnya
  33. Lembar Kerja Laporan Penyelidikan Ilmiah Pemisahan Campuran
  34. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek.
  35. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi). Jakarta: Kemendikbudristek.
  36. Laporan hasil percobaan penyelidikan pemisahan campuran (dari Pertemuan 9) masing-masing murid/kelompok.
  37. Lembar panduan kerangka komunikasi hasil penyelidikan dan kartu pengamatan rekan.
  38. Buku Panduan Guru IPA SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi 2024), Bab VI: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita
  39. Buku Siswa IPA SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi 2024), Bab VI: Pemisahan Campuran di Sekitar Kita, Subbab Projek Akhir Bab
  40. Kit praktikum pemisahan campuran: corong plastik, gelas beker/wadah penampung transparan, kertas saring/kain kasa, sendok pengaduk, dan sampel campuran heterogen (kerikil, pasir, larutan air garam)
  41. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Uraian Bab 6 dan Lembar Penilaian Observasi Unjuk Kerja Praktik-Presentasi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.