MODUL AJAR IPA — Kelas 8 (Fase D) Topik: Struktur dan Fungsi Organ Sistem Ekskresi (Ginjal, Kulit, Paru-paru, Hati) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPA |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Struktur dan Fungsi Organ Sistem Ekskresi (Ginjal, Kulit, Paru-paru, Hati) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem ekskresi manusia (ginjal, kulit, paru-paru, hati) beserta zat sisa yang diekskresikan oleh masing-masing organ melalui pengamatan gambar/diagram.
- Murid dapat mendeskripsikan struktur nefron pada ginjal dan fungsinya sebagai unit penyaring darah secara sistematis.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bayangkan jika sampah di rumah kalian tidak pernah dibuang selama seminggu — apa yang terjadi? Nah, apa yang kira-kira terjadi jika 'sampah' sisa metabolisme di dalam tubuh kita tidak pernah dibuang?
- Setelah berolahraga, kalian berkeringat dan napas menjadi lebih cepat. Menurut kalian, apakah dua hal itu hanya kebetulan, atau ada hubungannya dengan cara tubuh membuang zat sisa?
- Jika ginjal kalian hanya berfungsi satu dan harus menyaring semua darah dalam tubuh sendirian, kira-kira apa yang akan berubah dari cara kerja ginjal tersebut?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyambut murid, mengecek kehadiran, dan meminta murid duduk dalam kelompok 4–5 orang yang sudah ditentukan sebelumnya.
- Guru menampilkan gambar ruangan yang sangat berantakan dan penuh sampah (atau menggunakan analogi verbal), lalu mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk memancing diskusi singkat 2–3 menit.
- Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan sticky note berwarna. Murid menuliskan satu organ tubuh yang mereka tahu berperan 'membuang zat sisa', lalu menempelkannya di papan/dinding. Guru memindai jawaban untuk memetakan pengetahuan awal kelas.
- Guru mengaitkan jawaban murid dengan topik hari ini: 'Hari ini kita akan menyelidiki 4 organ yang bekerja keras setiap detik untuk menjaga tubuh kalian tetap bersih dari dalam.'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 8.2.5.1 dan 8.2.5.2 secara singkat dan menyebutkan alur kegiatan hari ini agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan dan capai.
- Guru menayangkan video pendek (1–2 menit) atau animasi sederhana tentang proses pembentukan urine sebagai stimulus awal sebelum masuk ke kegiatan inti.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) berisi diagram tubuh manusia dengan 4 organ ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru, hati) yang belum diberi keterangan zat sisa.
- Murid secara individu mengamati diagram tersebut selama 3 menit, lalu mencoba menuliskan zat sisa yang mungkin dikeluarkan oleh tiap organ berdasarkan pengetahuan awal mereka (berpikir mandiri dahulu sebelum berdiskusi).
- Guru menayangkan diagram/gambar berlabel yang lebih lengkap: organ ekskresi beserta nama zat sisa yang mereka ekskresikan (urine/urea oleh ginjal, CO₂ dan H₂O oleh paru-paru, keringat/air dan urea oleh kulit, urea dan pemecahan sel darah merah oleh hati). Murid melengkapi dan mengoreksi catatan mereka sendiri.
- Guru menjelaskan secara ringkas konsep homeostasis sebagai alasan tubuh perlu sistem ekskresi — mengaitkan dengan pertanyaan pemantik kedua tentang berkeringat saat olahraga.
- Guru beralih ke topik nefron: menampilkan diagram nefron berlabel (glomerulus, kapsula Bowman, tubulus proksimal, lengkung Henle, tubulus distal, tubulus pengumpul) dan menjelaskan alur penyaringan darah secara sistematis dalam 5 menit.
- Murid membuat 'Peta Alur Nefron' sederhana di buku catatan mereka — menggambar ulang jalur perjalanan filtrat dari glomerulus hingga terbentuknya urine, dengan panah dan label singkat.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):- Murid bekerja dalam kelompok (4–5 orang). Setiap kelompok menerima Kartu Organ: amplop berisi potongan kartu bertuliskan nama organ, zat sisa, dan fungsi spesifik yang harus dicocokkan (matching activity).
- Kelompok menyusun kartu tersebut menjadi tabel 'Organ → Zat Sisa → Fungsi' di atas kertas HVS besar, lalu menempelkan hasil susunan mereka di meja untuk dikoreksi bersama.
- Gallery walk singkat (5 menit): tiap kelompok menunjuk satu 'penjaga stan' yang menjelaskan hasil karya kelompoknya kepada kelompok lain yang berkunjung. Kelompok pengunjung memberikan tanda centang (setuju) atau tanda tanya (perlu didiskusikan) pada kartu yang mereka review.
- Murid kembali ke kelompok masing-masing. Guru memandu diskusi kelas singkat untuk meluruskan kesalahpahaman yang muncul dari gallery walk, terutama terkait peran hati yang sering dianggap bukan organ ekskresi.
- Tantangan nefron: Guru memberikan skenario singkat — 'Seseorang minum air sangat banyak, apa yang terjadi pada proses di nefron dan urine yang dihasilkan?' Kelompok berdiskusi 3 menit dan menuliskan jawaban singkat.
- Perwakilan 2–3 kelompok mempresentasikan jawaban skenario nefron. Guru memberikan umpan balik langsung dan mengaitkan dengan konsep homeostasis yang sudah dibahas.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid kembali bekerja secara individu. Guru membagikan kartu refleksi berisi dua kolom: 'Yang sudah aku pahami' dan 'Yang masih aku pertanyakan'. Murid mengisi kartu dalam 3 menit.
- Guru meminta beberapa murid berbagi secara sukarela apa yang masih mereka pertanyakan. Guru mencatat pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan dan menjawab secara singkat, atau menandai yang akan dibahas di pertemuan berikutnya.
- Murid mengevaluasi 'Peta Alur Nefron' yang mereka buat di tahap Memahami: apakah masih ada yang perlu direvisi atau dilengkapi setelah kegiatan kelompok? Mereka merevisi dengan warna pena yang berbeda sebagai penanda pertumbuhan pemahaman.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga (tentang ginjal tunggal) untuk mendorong murid menghubungkan pemahaman struktur nefron dengan kapasitas kerja ginjal secara kritis.
- Murid menuliskan satu kalimat kesimpulan pribadi: 'Sistem ekskresi penting bagi tubuhku karena...', yang akan dibacakan secara bergantian oleh 3–4 murid secara acak.
Penutup:- Guru memberikan kuis akhir singkat (5 soal pilihan ganda atau isian di lembar kecil/Quizizz/Mentimeter) mencakup: 4 organ ekskresi dan zat sisanya, serta 2 pertanyaan tentang struktur dan fungsi nefron.
- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi hari ini menggunakan teknik 'Curah Kata': guru menunjuk beberapa murid secara acak untuk menyebutkan satu kata kunci dari pelajaran hari ini.
- Guru memberikan penguatan nilai: mengaitkan keajaiban sistem ekskresi dengan rasa syukur atas ciptaan Tuhan — tubuh manusia bekerja otomatis menjaga keseimbangan tanpa kita sadari.
- Guru menyampaikan pratinjau topik berikutnya (gangguan/penyakit pada sistem ekskresi) dan memberikan tugas opsional pengayaan: mencari satu penyakit ginjal dan menjelaskan bagian nefron mana yang terganggu.
- Guru menutup pelajaran dan mengingatkan murid untuk menjaga hidrasi sebagai bentuk merawat sistem ekskresi mereka.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan LKM versi scaffolded — diagram organ sudah dilengkapi nama organ, mereka hanya perlu mengisi nama zat sisa dan fungsi singkat. Murid yang sudah memiliki pemahaman awal kuat diberikan teks tambahan tentang mekanisme reabsorpsi di tubulus nefron untuk dibaca dan dirangkum.
- Proses: Saat matching activity, murid yang kesulitan diperbolehkan menggunakan buku teks sebagai referensi. Murid yang cepat selesai ditugaskan menjadi 'konsultan' kelompok lain sambil menjelaskan alasan pemilihan kartu mereka — melatih komunikasi ilmiah.
- Produk: Sebagai alternatif produk Peta Alur Nefron, murid yang lebih visual dapat membuat sketsa diagram berlabel bebas. Murid yang lebih verbal dapat menuliskan narasi deskriptif urutan proses filtrasi di nefron dalam bentuk paragraf singkat.
ASESMENAwal:- Teknik sticky note: setiap murid menuliskan satu organ tubuh yang mereka yakini berperan membuang zat sisa, ditempelkan di papan kelas. Guru memetakan pemahaman awal kelas dalam 2 menit sebelum memulai kegiatan inti — tidak dinilai, hanya digunakan untuk menyesuaikan penekanan penjelasan.
- Guru mengajukan pertanyaan lisan pembuka: 'Apa bedanya berkeringat dengan buang air kecil?' untuk mengukur sejauh mana murid sudah memiliki skema konsep ekskresi.
Proses:- Observasi partisipasi diskusi kelompok selama matching activity menggunakan checklist sederhana (aktif bertanya, memberikan pendapat, menerima koreksi).
- Guru berkeliling saat gallery walk dan mengajukan pertanyaan probing kepada 2–3 kelompok: 'Mengapa hati termasuk organ ekskresi padahal fungsi utamanya bukan membuang urine?'
- Kartu refleksi individu yang diisi murid di tahap Merefleksi dikumpulkan — guru membaca setelah kelas untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang perlu ditangani di awal pertemuan berikutnya.
Akhir:- Kuis akhir 5 soal: 3 soal tentang organ ekskresi dan zat sisa (TP 8.2.5.1), dan 2 soal tentang struktur dan fungsi nefron (TP 8.2.5.2). Soal dalam bentuk pilihan ganda atau isian singkat, dikerjakan individu dalam 7 menit.
- Peta Alur Nefron (hasil revisi) dikumpulkan dan dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kelengkapan komponen nefron yang dilabeli dan kebenaran urutan alur filtrasi.
Formatif:- Sticky note asesmen awal: murid menuliskan organ ekskresi yang mereka ketahui sebelum pembelajaran dimulai.
- Observasi guru selama diskusi kelompok matching activity dan gallery walk menggunakan checklist partisipasi.
- Kartu refleksi individu (kolom 'sudah paham' dan 'masih bertanya') yang dikumpulkan sebagai umpan balik proses.
Sumatif:- Kuis akhir 5 soal (pilihan ganda/isian) tentang organ ekskresi, zat sisa yang dihasilkan, dan struktur serta fungsi nefron.
- Peta Alur Nefron yang telah direvisi murid dinilai menggunakan rubrik berdasarkan kelengkapan label dan kebenaran urutan alur.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Organ Ekskresi dan Zat Sisa (TP 8.2.5.1) | Murid hanya dapat menyebutkan 1 organ atau kurang, dan tidak dapat menghubungkan organ dengan zat sisa yang tepat. | Murid dapat menyebutkan 2 organ ekskresi dan menghubungkan setidaknya 1 organ dengan zat sisa yang benar. | Murid dapat menyebutkan 3–4 organ ekskresi dan menghubungkan sebagian besar organ (3 dari 4) dengan zat sisa yang benar. | Murid dapat menyebutkan semua 4 organ ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru, hati) dan menghubungkan setiap organ dengan zat sisa yang tepat secara lengkap dan akurat. | | Deskripsi Struktur dan Fungsi Nefron (TP 8.2.5.2) | Murid belum dapat menyebutkan komponen nefron maupun menjelaskan fungsinya dalam penyaringan darah. | Murid dapat menyebutkan 1–2 komponen nefron (mis. glomerulus) tetapi penjelasan fungsinya tidak lengkap atau kurang tepat. | Murid dapat menyebutkan 3–4 komponen nefron dan menjelaskan urutan alur penyaringan darah secara umum dengan benar, meski belum menyeluruh. | Murid dapat menyebutkan minimal 5 komponen nefron (glomerulus, kapsula Bowman, tubulus proksimal, lengkung Henle, tubulus distal) dan mendeskripsikan alur penyaringan darah dari filtrasi hingga pembentukan urine secara sistematis dan akurat. | | Kualitas Peta Alur Nefron | Peta alur tidak memiliki label yang benar dan urutan alur tidak dapat dipahami atau tidak sesuai. | Peta alur memiliki 1–2 label komponen yang benar, tetapi urutan alur sebagian besar tidak tepat. | Peta alur memiliki 3–4 label komponen yang benar dan urutan alur sebagian besar sudah tepat, dengan sedikit kekeliruan. | Peta alur dilengkapi label minimal 5 komponen nefron yang benar, urutan alur tepat dan sistematis, serta menunjukkan hasil revisi yang mencerminkan pertumbuhan pemahaman murid. | | Partisipasi dan Kolaborasi dalam Diskusi Kelompok | Murid tidak aktif terlibat dalam diskusi kelompok, tidak memberikan kontribusi ide, dan tidak merespons pendapat teman. | Murid sesekali terlibat dalam diskusi, memberikan 1 kontribusi ide, tetapi sebagian besar hanya mengikuti tanpa berpikir kritis. | Murid aktif berdiskusi, memberikan beberapa ide yang relevan, dan mampu menerima serta merespons koreksi dari teman dengan baik. | Murid sangat aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, memberikan kontribusi ide yang signifikan, mengajukan pertanyaan kritis, dan membantu teman yang kesulitan memahami. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid dan mengaktifkan pengetahuan awal mereka secara efektif?
- Seberapa besar porsi murid yang tampak memahami struktur nefron setelah kegiatan inti? Bagian mana yang perlu saya jelaskan ulang dengan pendekatan berbeda di pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang saya terapkan (LKM scaffolded dan peran konsultan) cukup menjangkau kebutuhan murid di kedua ujung spektrum kemampuan?
- Bagaimana kualitas diskusi kelompok saat matching activity dan gallery walk — apakah murid benar-benar berpikir kritis atau sekadar menyalin jawaban kelompok lain?
- Apa yang akan saya ubah atau pertahankan dari desain pembelajaran hari ini untuk meningkatkan kedalaman pemahaman murid di pertemuan berikutnya?
Refleksi Murid:- Dari 4 organ ekskresi yang kita pelajari hari ini (ginjal, kulit, paru-paru, hati), organ mana yang paling mengejutkan kamu karena ternyata juga berperan dalam ekskresi? Mengapa?
- Gambarkan kembali dalam benakmu alur perjalanan zat sisa dari darah hingga menjadi urine di dalam nefron. Bagian mana yang masih terasa membingungkan bagimu?
- Setelah belajar hari ini, apa satu hal konkret yang akan kamu lakukan untuk menjaga kesehatan sistem ekskresmu? (Misalnya: minum air yang cukup, mengurangi makanan tertentu, dll.)
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPA SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2024), Bab 2 Subbab Sistem Ekskresi, hlm. 66–68.
- Buku Panduan Guru IPA SMP/MTs Kelas VIII Edisi Revisi (Sri Handayani Lestari, dkk., ISBN 978-623-388-140-1), Panduan Khusus Bab II.
- Diagram/poster sistem ekskresi manusia berlabel (dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor).
- Diagram nefron berlabel (glomerulus, kapsula Bowman, tubulus proksimal, lengkung Henle, tubulus distal, tubulus pengumpul) dalam format cetak atau digital.
- Kartu matching organ ekskresi (dicetak dan dipotong per kelompok): berisi kartu nama organ, zat sisa, dan fungsi.
- Video animasi pendek proses pembentukan urine (tersedia di YouTube, misalnya kanal Kemendikbud atau kanal edukasi IPA terverifikasi, durasi 1–2 menit).
- Lembar Kerja Murid (LKM) dua versi: versi standar dan versi scaffolded untuk diferensiasi.
- Sticky note warna-warni untuk asesmen awal.
- Kartu refleksi individu (dicetak, ukuran setengah A5).
- Proyektor/layar untuk menampilkan gambar dan video.
- Alat tulis, kertas HVS besar (A3 atau flip chart) untuk hasil kerja kelompok.
- Platform digital opsional: Quizizz atau Mentimeter untuk kuis akhir interaktif (jika tersedia fasilitas).
|