Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 8: Bahaya Merokok dan Dampaknya terhadap Sistem Pernapasan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 8 dengan topik "Bahaya Merokok dan Dampaknya terhadap Sistem Pernapasan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 8: Bahaya Merokok dan Dampaknya terhadap Sistem Pernapasan

IPA - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPA — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Bahaya Merokok dan Dampaknya terhadap Sistem Pernapasan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikBahaya Merokok dan Dampaknya terhadap Sistem Pernapasan
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis kandungan zat berbahaya dalam rokok (nikotin, tar, karbon monoksida) dan dampaknya terhadap organ pernapasan berdasarkan studi kasus atau artikel ilmiah sederhana.
  2. Murid dapat mengevaluasi dampak merokok bagi perokok aktif dan perokok pasif serta merumuskan argumen ilmiah untuk mendukung gaya hidup bebas rokok.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mencium asap rokok di tempat umum? Apa yang kalian rasakan pada hidung dan tenggorokan saat itu?
  2. Mengapa seseorang yang tidak merokok tetapi sering berada di dekat perokok juga bisa terkena penyakit paru-paru?
  3. Jika rokok mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia berbahaya, mengapa masih banyak orang yang memilih merokok?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menampilkan gambar infografis kandungan rokok (Gambar 2.6 Buku Siswa) dan meminta murid mengamati selama 1 menit dalam hening (mindful observation).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian mencium asap rokok di tempat umum? Apa yang kalian rasakan?' untuk menggali pengalaman awal murid.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid menuliskan di sticky note 3 hal yang sudah mereka ketahui tentang rokok dan 1 pertanyaan yang ingin dijawab hari ini (teknik KWL sederhana).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan artikel ilmiah sederhana atau potongan studi kasus tentang kandungan rokok (nikotin, tar, karbon monoksida) dan dampaknya terhadap organ pernapasan.
  • Murid membaca artikel secara individu kemudian menggarisbawahi informasi kunci tentang: (a) nama zat berbahaya, (b) mekanisme kerusakan pada organ, (c) penyakit yang ditimbulkan.
  • Murid berdiskusi berpasangan (think-pair) untuk saling mengonfirmasi pemahaman dan melengkapi catatan masing-masing.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: murid menyebutkan zat berbahaya dan dampaknya, guru mencatat di papan dalam bentuk peta konsep sederhana.
  • Guru memberikan penjelasan penguatan tentang mekanisme tar merusak silia, CO mengikat hemoglobin menggantikan O₂, dan nikotin menyebabkan adiksi serta meningkatkan tekanan darah.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok (4-5 orang). Setiap kelompok menerima studi kasus berbeda: Kasus A (perokok aktif 10 tahun dengan diagnosis emfisema), Kasus B (anak yang menjadi perokok pasif dan mengalami asma kronis), Kasus C (remaja yang baru mulai merokok karena pengaruh teman sebaya).
  • Setiap kelompok menganalisis kasus dengan panduan pertanyaan: (1) Zat apa yang paling berperan dalam kasus ini? (2) Bagaimana mekanisme kerusakannya? (3) Apa dampaknya bagi perokok aktif dan pasif di sekitarnya?
  • Kelompok merumuskan argumen ilmiah minimal 3 alasan mengapa gaya hidup bebas rokok penting, didukung bukti dari artikel dan studi kasus.
  • Setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat (2-3 menit) berupa poster mini atau poin-poin di kertas plano.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan argumen di depan kelas; kelompok lain memberikan pertanyaan atau tanggapan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi kelas dengan pertanyaan: 'Apa hal paling penting yang kalian pelajari hari ini tentang bahaya rokok? Bagaimana ini mengubah pandangan kalian?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di jurnal belajar: (a) satu hal baru yang dipelajari, (b) satu hal yang akan dilakukan untuk menjaga kesehatan pernapasan, (c) satu strategi belajar yang berhasil hari ini dan yang perlu diperbaiki.
  • Murid melakukan penilaian sejawat: memberikan bintang (kekuatan) dan saran (area perbaikan) terhadap presentasi kelompok lain menggunakan format sederhana.
  • Guru memberikan umpan balik lisan terhadap proses diskusi dan kualitas argumen yang dibangun murid.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin utama: tiga zat berbahaya utama rokok dan dampaknya, serta pentingnya gaya hidup bebas rokok bagi diri sendiri dan orang di sekitar.
  • Guru memberikan penugasan tindak lanjut: murid membuat slogan atau pesan singkat antirokok berbasis argumen ilmiah yang telah disusun untuk dipajang di mading kelas pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan pesan motivasi kesehatan dan doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat artikel dengan kalimat lebih sederhana dan dilengkapi gambar ilustrasi organ yang rusak. Murid yang cepat memahami mendapat artikel tambahan berisi data statistik penyakit akibat rokok di Indonesia.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding mendapat lembar kerja terstruktur dengan pertanyaan pemandu bertahap. Murid yang lebih cepat berperan sebagai fasilitator diskusi kelompok dan membantu menyusun argumen kelompok.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menyajikan hasil dalam bentuk peta konsep sederhana. Murid yang lebih mampu menyajikan dalam bentuk paragraf argumentatif atau infografis digital.

ASESMEN

Awal:

  • Teknik KWL: murid menuliskan 3 hal yang sudah diketahui tentang rokok dan 1 pertanyaan yang ingin dijawab pada sticky note. Guru menggunakan hasil ini untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan materi.

Proses:

  • Observasi guru terhadap keaktifan dan kualitas kontribusi murid dalam diskusi berpasangan dan kelompok.
  • Pemeriksaan lembar kerja kelompok: ketepatan identifikasi zat berbahaya, mekanisme kerusakan organ, dan kualitas argumen ilmiah.
  • Penilaian sejawat antar kelompok saat presentasi menggunakan format bintang dan saran.

Akhir:

  • Penilaian produk kelompok (poster mini/poin argumentasi) menggunakan rubrik 4 level.
  • Penilaian refleksi tertulis individu di jurnal belajar: kedalaman pemahaman dan rencana tindak lanjut menjaga kesehatan pernapasan.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid saat diskusi berpasangan dan kelompok menggunakan lembar observasi.
  • Penilaian sejawat terhadap presentasi kelompok (bintang dan saran).
  • Pemantauan catatan hasil analisis studi kasus pada lembar kerja kelompok.

Sumatif:

  • Penilaian argumen ilmiah tertulis kelompok tentang gaya hidup bebas rokok menggunakan rubrik.
  • Penilaian refleksi individu di jurnal belajar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerangkan kandungan zat berbahaya dalam rokokMurid belum dapat menyebutkan zat berbahaya dalam rokok atau menyebutkan tanpa penjelasan.Murid dapat menyebutkan 1-2 zat berbahaya dalam rokok (nikotin, tar, atau CO) tetapi belum menjelaskan dampaknya terhadap organ pernapasan.Murid dapat menyebutkan 3 zat berbahaya (nikotin, tar, CO) beserta dampak masing-masing terhadap organ pernapasan.Murid dapat menerangkan secara terperinci 3 zat berbahaya beserta mekanisme kerusakan organ pernapasan dan menghubungkannya dengan penyakit spesifik (emfisema, kanker paru, asma).
Menerangkan bahaya merokok bagi perokok aktif dan pasifMurid belum dapat membedakan dampak bagi perokok aktif dan perokok pasif.Murid dapat menyebutkan bahaya merokok secara umum tetapi belum membedakan dampak bagi perokok aktif dan pasif secara jelas.Murid dapat menjelaskan dampak merokok bagi perokok aktif dan perokok pasif dengan menyertakan contoh penyakit yang relevan.Murid dapat menjelaskan secara terperinci dampak merokok bagi perokok aktif dan pasif, menyertakan data atau bukti ilmiah, serta menjelaskan mengapa perokok pasif juga berisiko tinggi.
Merumuskan argumen ilmiah mendukung gaya hidup bebas rokokMurid belum dapat menyusun argumen atau hanya menyatakan pendapat tanpa dasar ilmiah.Murid menyusun 1 argumen sederhana untuk mendukung gaya hidup bebas rokok tetapi belum didukung bukti ilmiah yang memadai.Murid menyusun 2-3 argumen logis untuk mendukung gaya hidup bebas rokok yang didukung bukti dari artikel atau studi kasus.Murid menyusun 3 atau lebih argumen ilmiah yang kuat, sistematis, dan didukung bukti dari berbagai sumber, serta mampu mengantisipasi argumen tandingan.
Keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid pasif, tidak berkontribusi dalam diskusi, dan tidak mendengarkan teman.Murid sesekali berkontribusi dalam diskusi tetapi belum konsisten mendengarkan atau menanggapi pendapat teman.Murid aktif berkontribusi, mendengarkan pendapat teman, dan menyampaikan ide dengan jelas dalam diskusi kelompok.Murid secara konsisten memimpin atau memfasilitasi diskusi, menghargai semua pendapat, menyampaikan ide secara jelas dan terstruktur, serta membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengidentifikasi minimal 3 zat berbahaya dalam rokok dan menjelaskan dampaknya?
  • Apakah diskusi kelompok berjalan efektif dan semua murid terlibat aktif, termasuk murid yang biasanya pasif?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan cukup membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang paling penting yang saya pelajari hari ini tentang bahaya rokok?
  • Bagaimana informasi ini mengubah pandangan saya tentang merokok dan kesehatan pernapasan?
  • Apa yang akan saya lakukan mulai sekarang untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan saya dan orang-orang di sekitar saya?
  • Strategi belajar apa yang berhasil untuk saya hari ini, dan apa yang perlu saya perbaiki di pertemuan berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi) — Bab II: Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup (Bagian II): Sistem Pernapasan dan Ekskresi.
  2. Buku Guru IPA SMP/MTs Kelas VIII (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab II.
  3. Artikel ilmiah sederhana atau infografis tentang kandungan zat berbahaya dalam rokok dan statistik penyakit akibat rokok di Indonesia (disiapkan guru).
  4. Studi kasus dampak merokok pada perokok aktif dan pasif (disiapkan guru).
  5. Gambar/infografis organ pernapasan yang rusak akibat merokok.
  6. Kertas plano, spidol warna, sticky note untuk kegiatan kelompok.
  7. Video pendek (opsional): simulasi dampak asap rokok terhadap paru-paru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.