Modul AjarBab 4Fase DSemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 7 Bab 4: Gerak dan Gaya dalam Teknologi

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPA kelas 7 untuk Bab 4 "Gerak dan Gaya dalam Teknologi", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 7 Bab 4: Gerak dan Gaya dalam Teknologi

IPA - Kelas 7

Bab 4

MODUL AJAR

IPA — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 4 — Gerak dan Gaya dalam Teknologi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Alam (IPA)
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 4 — Gerak dan Gaya dalam Teknologi
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.4.1 Menganalisis ragam gerak lurus pada benda berdasarkan konsep perpindahan, kelajuan, dan percepatan
  2. TP 7.4.2 Menganalisis ragam gaya dan pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda
  3. TP 7.4.3 Menganalisis ragam gerak dan gaya berdasarkan penerapan Hukum Newton dalam teknologi
  4. TP 7.4.4 Merencanakan dan melakukan penyelidikan tentang gerak dan gaya menggunakan alat bantu pengukuran
  5. TP 7.4.5 Mengolah data penyelidikan gerak dan gaya dalam bentuk tabel, grafik, dan model
  6. TP 7.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan gerak dan gaya secara sistematis dan utuh dengan argumen yang logis

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika seseorang berjalan maju 4 langkah lalu mundur 4 langkah kembali ke titik semula, apakah orang tersebut menempuh jarak dan apakah ia mengalami perpindahan?
  2. Mengapa sebuah mobil yang melaju di jalan tol lurus bisa dikatakan bergerak terhadap pohon di tepi jalan, tetapi dikatakan diam terhadap penumpangnya?
  3. Jika dua mobil menempuh lintasan lurus sepanjang 100 meter namun membutuhkan waktu berbeda, besaran apakah yang membedakan gerakan kedua mobil tersebut?
  4. Apa yang terjadi pada nilai kelajuan sebuah sepeda ketika mulai dikayuh dari keadaan diam hingga berhenti di lampu merah?
  5. Mengapa magnet dapat menarik paku kecil tanpa harus menyentuhnya secara langsung, sedangkan meja baru bergeser jika kita dorong dengan tangan?
  6. Jika dua orang mendorong lemari dari arah yang saling berlawanan dengan kekuatan yang sama persis, apakah lemari tersebut akan berpindah tempat?
  7. Apa yang terjadi pada keadaan gerak sebuah kotak kardus jika didorong oleh dua orang dari arah berlawanan dengan kekuatan yang persis sama besar?
  8. Bagaimana resultan gaya dapat membuat benda yang awalnya bergerak lurus beraturan tiba-tiba bertambah cepat, melambat, atau berbalik arah?
  9. Mengapa saat mobil mengerem mendadak tubuh kita terdorong ke depan, dan teknologi apa di mobil yang memanfaatkan prinsip tersebut untuk keselamatan?
  10. Bagaimana semburan gas panas ke arah bawah pada mesin roket dapat membuat roket meluncur melesat ke atas menuju luar angkasa?
  11. Bagaimana cara kita mengukur waktu dan jarak tempuh benda yang meluncur pada bidang miring secara akurat?
  12. Alat bantu apa saja yang kita butuhkan agar data gerak dan gaya yang kita kumpulkan dapat dipercaya?
  13. Bagaimana cara kita menyusun angka-angka hasil pengukuran gerak mobil-mobilan agar polanya terlihat jelas?
  14. Mengapa grafik jarak terhadap waktu dapat membantu kita membedakan benda yang bergerak lebih cepat dibanding yang lain?
  15. Bagaimana cara kita menyusun laporan penyelidikan gerak dan gaya agar orang lain dapat memahami proses pengujian secara lengkap?
  16. Mengapa kesimpulan tentang gerak dan gaya harus selalu didukung oleh bukti data penyelidikan dan argumen sains yang logis?
  17. Bagaimana prinsip sains tentang gerak lurus, gaya, dan Hukum Newton diterapkan dalam teknologi transportasi dan roket modern?
  18. Mengapa keakuratan alat ukur dan penyajian data dalam grafik sangat krusial dalam membuktikan hukum-hukum fisika?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menganalisis Konsep Gerak Lurus, Jarak Tempuh, dan Perpindahan pada Benda — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.1 Menganalisis ragam gerak lurus pada benda berdasarkan konsep perpindahan, kelajuan, dan percepatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Apa acuan untuk menyatakan suatu benda bergerak?' (acuan jawaban: posisi benda berubah terhadap titik acuan tertentu); (2) 'Jika kamu berjalan dari meja A ke meja B sejauh 3 meter lalu kembali lagi ke meja A, berapa total panjang lintasan yang kamu lewati dan berapa jarak posisi akhirmu dari posisi awal?' (acuan jawaban: panjang lintasan = 6 meter; jarak posisi akhir dari awal = 0 meter) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis konsep gerak lurus, titik acuan, serta membedakan jarak tempuh dan perpindahan pada benda (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid melakukan aktivitas interaktif 'Tantangan Langkah Berpindah': 2 perwakilan murid diminta melangkah di lantai berubin; murid A melangkah lurus maju sejauh 5 ubin, sedangkan murid B melangkah maju 5 ubin kemudian berbalik arah mundur sejauh 2 ubin (8 menit).
  • Murid bersama kelompoknya mengamati lintasan dan mendiskusikan konsep gerak relatif serta titik acuan berdasarkan peragaan tersebut: murid A menempuh panjang lintasan 5 ubin dan posisi akhirnya 5 ubin dari titik awal; murid B menempuh panjang lintasan 7 ubin tetapi posisi akhirnya hanya 3 ubin dari titik awal (12 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan mengerjakan Lembar Kerja Analisis Gerak yang memuat 3 skenario gerak lurus: Skenario 1 (mobil mainan bergerak lurus dari titik 0 m ke titik 8 m ke arah timur), Skenario 2 (anak berjalan 6 m ke utara lalu berbalik arah berjalan 2 m ke selatan), Skenario 3 (sebuah benda bergerak dari posisi X = 2 m ke X = 10 m lalu kembali ke X = 2 m). Murid menganalisis dan menentukan besaran jarak tempuh dan perpindahan untuk masing-masing skenario (15 menit).
  • Murid menganalisis secara kritis perbedaan mendasar antara jarak tempuh (panjang seluruh lintasan tanpa melihat arah) dan perpindahan (perubahan posisi dari titik awal ke titik akhir dengan memperhatikan arah) berdasarkan hasil perhitungan ketiga skenario tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan hasil analisisnya dengan mencocokkan pada kunci acuan guru: Skenario 1 (jarak = 8 m, perpindahan = +8 m atau 8 m ke timur); Skenario 2 (jarak = 6 + 2 = 8 m, perpindahan = 6 - 2 = +4 m atau 4 m ke utara); Skenario 3 (jarak = 8 + 8 = 16 m, perpindahan = 0 m) dan mencatat letak kekeliruan perhitungan bila ada (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti konsep gerak lurus: suatu benda dikatakan bergerak jika posisinya berubah terhadap titik acuan; jarak tempuh adalah total panjang lintasan yang dilalui, sedangkan perpindahan adalah perubahan posisi dari titik awal ke titik akhir (6 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai kelajuan dan percepatan pada gerak lurus tanpa memberikan tugas rumah berlebih, kemudian menutup pembelajaran dengan doa (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan garis bilangan visual bernomor untuk melacak posisi langkah; murid yang cepat diberikan skenario gerak satu dimensi dengan titik koordinat negatif (mis. bergerak dari titik -3 m ke +5 m lalu ke +1 m).
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan jarak dan perpindahan, guru memberikan peragaan ulang dengan bantuan pita pengukur di lantai kelas; bagi murid yang mahir, mereka diminta langsung menganalisis formula matematis perpindahan (Δx = x_akhir - x_awal) secara mandiri.
  • Produk: Semua murid mengisi Lembar Kerja Analisis Gerak dengan tingkat kerincian langkah perhitungan yang disesuaikan kesiapan masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) Menentukan kondisi benda bergerak terhadap titik acuan (acuan jawaban: ada perubahan kedudukan/posisi benda relatif terhadap titik acuan); (2) Menghitung panjang lintasan dan jarak posisi akhir jika berjalan bolak-balik meja sejauh 3 meter (acuan jawaban: panjang lintasan = 6 meter; posisi akhir terhadap awal/perpindahan = 0 meter).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Analisis Gerak pada 3 skenario: Skenario 1 (Acuan: Jarak = 8 m, Perpindahan = 8 m ke timur); Skenario 2 (Acuan: Jarak = 8 m, Perpindahan = 4 m ke utara); Skenario 3 (Acuan: Jarak = 16 m, Perpindahan = 0 m). Penskoran: ketepatan perhitungan jarak (3 butir) dan ketepatan nilai serta arah perpindahan (3 butir).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir soal tertulis singkat: (1) Seseorang berlari mengelilingi lapangan berbentuk persegi dengan sisi 10 m sebanyak 1 putaran penuh lalu berhenti di titik awal. Berapa jarak dan perpindahannya? (acuan jawaban: Jarak = 40 meter; Perpindahan = 0 meter); (2) Jelaskan perbedaan gerak lurus ditinjau dari jarak tempuh dan perpindahan! (acuan jawaban: Jarak tempuh memperhitungkan seluruh lintasan yang ditempuh skalar tanpa arah, sedangkan perpindahan hanya mengukur perubahan posisi dari titik awal ke akhir beserta arahnya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas interaktif melangkah dan diskusi konsep titik acuan gerak.
  • Penilaian lembar kerja analisis 3 skenario gerak lurus (perhitungan jarak tempuh dan perpindahan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Jarak Tempuh dan Perpindahan pada Gerak LurusBelum mampu menentukan besaran jarak tempuh maupun perpindahan pada ketiga skenario gerak lurus dengan tepat (0-1 nilai benar dari 6 target acuan).Mampu menghitung nilai jarak tempuh secara tepat pada ketiga skenario, namun masih keliru dalam menentukan nilai atau arah perpindahan (2-3 nilai benar dari 6 target acuan).Mampu menghitung nilai jarak tempuh dan nilai perpindahan dengan tepat pada ketiga skenario, dengan sedikit kekeliruan pada penentuan arah perpindahan (4-5 nilai benar dari 6 target acuan).Mampu menganalisis dan menghitung seluruh nilai jarak tempuh serta perpindahan beserta arahnya secara tepat dan mandiri pada ketiga skenario (seluruh 6 nilai benar: Skenario 1 jarak 8 m & perpindahan 8 m timur; Skenario 2 jarak 8 m & perpindahan 4 m utara; Skenario 3 jarak 16 m & perpindahan 0 m).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas interaktif 'Tantangan Langkah Berpindah' efektif membantu murid memahami perbedaan mendasar jarak dan perpindahan?
  • Bagian mana dari analisis gerak lurus yang masih menimbulkan miskonsepsi pada murid (misalnya mengabaikan titik acuan atau arah)?

Murid:

  • Apakah kamu dapat membedakan dengan jelas antara panjang lintasan yang kamu tempuh (jarak) dan perubahan posisimu dari titik awal (perpindahan)?
  • Apa hal paling menarik atau menantang saat menganalisis gerak benda pada garis lurus hari ini?

Pertemuan 2 — Menganalisis Kelajuan dan Percepatan pada Ragam Gerak Lurus — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.1 Menganalisis ragam gerak lurus pada benda berdasarkan konsep perpindahan, kelajuan, dan percepatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana kelas yang tertib dan nyaman (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis kelajuan dan percepatan pada ragam gerak lurus (GLB dan GLBB) (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan: 'Jika mobil bergerak sejauh 60 meter dalam waktu 6 detik dengan kelajuan tetap, berapakah kelajuannya?' (acuan: kelajuan = jarak / waktu = 60 m / 6 s = 10 m/s) dan 'Apakah kelajuan mobil tersebut mengalami perubahan setiap detiknya?' (acuan: tidak mengalami perubahan / kelajuan tetap karena gerak lurus beraturan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak pemaparan guru tentang konsep kelajuan (v = s/t) serta percepatan sebagai perubahan kelajuan tiap satuan waktu (a = (vt - v0)/t) pada ragam gerak lurus (Gerak Lurus Beraturan/GLB dan Gerak Lurus Berubah Beraturan/GLBB) (10 menit).
  • Murid berpasangan memainkan 'Tantangan Kartu Gerak' yang menggembirakan: murid mengelompokkan 4 kartu skenario gerak ke dalam kategori GLB (kelajuan tetap, percepatan nol), GLBB dipercepat (kelajuan bertambah, percepatan positif), atau GLBB diperlambat (kelajuan berkurang, percepatan negatif). Kartu yang disediakan: (1) 'Kereta melaju konstan di rel lurus 20 m/s selama 5 detik' -> GLB; (2) 'Sepeda motor melaju dari lampu merah dengan kelajuan bertambah dari 0 m/s menjadi 15 m/s dalam 3 detik' -> GLBB dipercepat; (3) 'Mobil direm di lintasan lurus dari 20 m/s hingga berhenti dalam 4 detik' -> GLBB diperlambat; (4) 'Kelereng menggelinding bebas pada lantai datar licin tanpa gesekan dengan kelajuan tetap 2 m/s' -> GLB. Pasangan saling mencocokkan hasil pengelompokan (acuan: pengelompokan sesuai kunci tersebut) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid bekerja dalam kelompok beranggotakan 4 orang untuk menganalisis data numerik pada Lembar Analisis Gerak yang memuat 3 kasus gerak lurus: Kasus 1 (Mobil A bergerak lurus menempuh 120 m dalam 6 s dengan kelajuan tetap; hitung kelajuan dan percepatannya), Kasus 2 (Sepeda B bergerak lurus mengalami perubahan kelajuan dari 2 m/s menjadi 8 m/s dalam waktu 3 s; hitung percepatannya), dan Kasus 3 (Bus C bergerak lurus mengalami pengereman dari kelajuan 25 m/s hingga berhenti dalam waktu 5 s; hitung percepatannya) (10 menit).
  • Setiap kelompok menyelesaikan perhitungan dan menentukan ragam gerak tiap kasus: Kasus 1 (acuan: v = 120/6 = 20 m/s, a = 0 m/s², ragam = GLB), Kasus 2 (acuan: a = (8 - 2)/3 = 2 m/s², ragam = GLBB dipercepat), dan Kasus 3 (acuan: a = (0 - 25)/5 = -5 m/s², ragam = GLBB diperlambat) secara teliti dan kritis (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok membacakan hasil analisis hitungan dan ragam geraknya, lalu kelompok lain memeriksa kesesuaian nilai kelajuan dan percepatannya dengan bimbingan guru (10 menit).
  • Murid secara sadar menyimpulkan prinsip pembeda utama antara GLB dan GLBB berdasarkan keberadaan nilai percepatan pada gerak lurus benda (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil analisis kelajuan dan percepatan murid, serta menegaskan kembali rumus v = s/t dan a = Δv/t (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir berupa 1 butir kuis tertulis singkat: 'Sebuah benda bergerak lurus dengan kelajuan awal 4 m/s dan setelah 2 detik kelajuannya menjadi 10 m/s. Hitung percepatan benda dan sebutkan ragam geraknya!' (acuan: a = (10 - 4)/2 = 3 m/s²; ragam gerak = GLBB dipercepat) (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (gaya sentuh dan tak sentuh) dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan panduan rumus bertahap (scaffolding langkah per langkah), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan data gerak bertingkat dengan variasi selang waktu.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru atau tutor sebaya saat melakukan perhitungan perubahan kelajuan, sedangkan murid mahir menganalisis data secara mandiri.
  • Produk: Murid menyelesaikan lembar analisis gerak; murid berkemampuan cepat menganalisis 3 kasus lengkap beserta penjelasan arah percepatannya, sedangkan murid yang sedang berkembang fokus pada ketepatan perhitungan nilai kelajuan dan percepatan dasar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan: (1) Menghitung kelajuan benda dengan jarak 60 meter dan waktu 6 detik (acuan: v = 60/6 = 10 m/s); (2) Menentukan apakah kelajuan konstan memiliki perubahan kelajuan (acuan: tidak ada perubahan kelajuan / perubahan bernilai nol).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu skenario gerak lurus pada tahap Memahami (acuan: Kartu 1 = GLB, Kartu 2 = GLBB dipercepat, Kartu 3 = GLBB diperlambat, Kartu 4 = GLB).
  • Pemeriksaan ketepatan perhitungan dan analisis 3 kasus pada Lembar Analisis Gerak (acuan: Kasus 1: v = 20 m/s, a = 0 m/s², GLB; Kasus 2: a = 2 m/s², GLBB dipercepat; Kasus 3: a = -5 m/s², GLBB diperlambat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Sebuah benda bergerak lurus dengan kelajuan awal 4 m/s, setelah 2 detik kelajuannya menjadi 10 m/s. Hitung percepatan dan tentukan jenis ragam geraknya! (acuan kunci: a = (10 - 4) / 2 = 3 m/s²; ragam gerak = GLBB dipercepat).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar analisis gerak (menghitung kelajuan, percepatan, dan menentukan ragam gerak GLB/GLBB)
  • Observasi partisipasi dan diskusi kelompok selama menyelesaikan analisis kasus gerak

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Kelajuan pada Gerak LurusBelum tepat menghitung nilai kelajuan benda berdasarkan data jarak dan waktu.Mampu menghitung nilai kelajuan benda pada 1 kasus secara tepat sesuai acuan rumus v = s/t dengan bimbingan.Mampu menghitung nilai kelajuan benda pada seluruh kasus secara tepat sesuai acuan rumus v = s/t secara mandiri.Mampu menghitung nilai kelajuan pada seluruh kasus secara tepat serta mengidentifikasi kondisi kelajuan tetap (GLB) secara konsisten dan mandiri.
Menganalisis Percepatan pada Ragam Gerak LurusBelum tepat menghitung nilai percepatan dan belum dapat mengidentifikasi ragam gerak GLB/GLBB.Mampu menghitung nilai percepatan pada 1 kasus secara tepat, namun belum konsisten menentukan ragam gerak (GLBB dipercepat/diperlambat).Mampu menghitung nilai percepatan pada seluruh kasus (Kasus 1: 0 m/s², Kasus 2: 2 m/s², Kasus 3: -5 m/s²) dan menentukan ragam geraknya secara tepat.Mampu menghitung nilai percepatan pada seluruh kasus secara tepat, menentukan ragam gerak GLB, GLBB dipercepat, dan GLBB diperlambat secara tepat serta konsisten tanpa kesalahan perhitungan tanda negatif/positif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk latihan analisis perhitungan kelajuan dan percepatan cukup efektif?
  • Bagian mana dari konsep kelajuan dan percepatan yang masih menjadi miskonsepsi bagi murid?

Murid:

  • Apa perbedaan utama antara gerak dengan kelajuan tetap (GLB) dan gerak yang memiliki percepatan (GLBB)?
  • Langkah mana dalam menghitung percepatan yang paling mudah dan paling menantang bagimu?

Pertemuan 3 — Menganalisis Ragam Gaya Sentuh dan Tak Sentuh serta Pengaruh Resultan Gaya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.2 Menganalisis ragam gaya dan pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran secara tertib (3 menit).
  • Guru memfasilitasi asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Mengapa bola basket yang menggelinding akhirnya berhenti? (Acuan: karena adanya gaya gesek antara permukaan bola dan lantai); (2) Mengapa buah mangga yang lepas dari tangkainya jatuh ke bawah tanpa ditarik tali? (Acuan: karena ditarik oleh gaya gravitasi bumi) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar kegiatan analisis ragam gaya dan resultan gaya, serta mengaitkannya dengan peristiwa mendorong benda di kelas (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati demonstrasi singkat guru berupa: (a) menarik balok kayu di atas meja menggunakan dinamometer/tali; (b) mendekatkan magnet batang ke klip kertas hingga klip tertarik di udara; lalu secara berkesadaran mengidentifikasi perbedaan interaksi sentuhan fisik langsung pada kedua peristiwa tersebut (8 menit).
  • Murid secara berkelompok menganalisis Lembar Kerja 1 yang menyajikan 4 skenario interaksi gaya: (1) Menendang bola kaki; (2) Daun jatuh ke tanah; (3) Menarik busur panah; (4) Penggaris plastik bermuatan menarik serpihan kertas kecil. Murid mengelompokkan keempatnya ke dalam gaya sentuh atau tak sentuh beserta gaya spesifiknya (acuan: Skenario 1 = Gaya sentuh/gaya otot; Skenario 2 = Gaya tak sentuh/gaya gravitasi; Skenario 3 = Gaya sentuh/gaya pegas; Skenario 4 = Gaya tak sentuh/gaya listrik statis) (12 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan simulasi tantangan interaktif 'Tarik Tambang Meja' menggunakan balok kayu yang ditarik serentak dengan 2 neraca pegas dari arah berlawanan atau searah untuk mengukur dan membuktikan secara langsung nilai resultan gaya serta mengamati pergerakan balok secara menggembirakan (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Analisis Resultan Gaya yang menyajikan 3 kasus fisis: Kasus A (Dua gaya searah ke kanan F1 = 15 N dan F2 = 10 N; acuan: R = 15 + 10 = 25 N ke kanan, balok bergerak dipercepat ke kanan); Kasus B (Dua gaya berlawanan arah F1 = 20 N ke kanan dan F2 = 20 N ke kiri; acuan: R = 20 - 20 = 0 N, balok tetap diam/seimbang); Kasus C (Dua gaya berlawanan arah F1 = 35 N ke kanan dan F2 = 15 N ke kiri; acuan: R = 35 - 15 = 20 N ke kanan, balok bergerak ke arah kanan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangan bertukar lembar kerja untuk memeriksa ketepatan perhitungan resultan gaya dan arah gerak benda, lalu mengidentifikasi konsep yang sudah dipahami dan kekeliruan perhitungan arah vektor yang sempat terjadi secara berkesadaran (7 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa gaya terbagi menjadi gaya sentuh dan tak sentuh, serta gerak benda ditentukan oleh besar dan arah resultan gayanya (bila R = 0 benda diam, bila R ≠ 0 benda bergerak searah resultan) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid dan menginformasikan bahwa materi ini akan dilanjutkan ke analisis Hukum Newton pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram panah vektor visual dengan skala kotak-kotak untuk mempermudah menjumlahkan dan mengurangkan gaya; murid yang mahir diberikan kasus tambahan dengan 3 gaya sekaligus (misal: F1 = 12 N ke kanan, F2 = 8 N ke kanan, F3 = 25 N ke kiri; acuan: R = 5 N ke kiri).
  • Proses: Bagi murid yang masih kesulitan mengoperasikan tanda arah (+) dan (-), guru memberikan scaffolding bertahap melalui analogi garis bilangan arah kanan positif dan kiri negatif saat bekerja dalam kelompok.
  • Produk: Seluruh murid menyajikan hasil analisis klasifikasi gaya dan perhitungan nilai resultan gaya pada lembar kerja fisis yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan apersepsi di awal pertemuan: (1) Mengapa bola yang menggelinding di lantai lama-kelamaan berhenti sendiri? (Kunci jawaban acuan: Karena adanya gaya gesek antara bola dan lantai yang arahnya melawan gerak bola); (2) Mengapa buah mangga yang terlepas dari tangkai pohon jatuh meluncur lurus ke tanah tanpa ada yang menyentuhnya? (Kunci jawaban acuan: Karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi yang menarik benda ke pusat bumi).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja 1 (Klasifikasi Gaya): Ketepatan mengelompokkan 4 skenario gaya sentuh dan tak sentuh: (1) Tendangan bola = Gaya sentuh/otot; (2) Daun jatuh = Gaya tak sentuh/gravitasi; (3) Tarikan busur = Gaya sentuh/pegas; (4) Penggaris bermuatan menarik kertas = Gaya tak sentuh/listrik statis.
  • Pemeriksaan Lembar Latihan Resultan Gaya: Ketepatan menghitung nilai resultan (R) dan menentukan arah keadaan gerak pada 3 kasus fisis: Kasus A (F1 = 15 N kanan, F2 = 10 N kanan -> R = 25 N ke kanan, gerak ke kanan); Kasus B (F1 = 20 N kanan, F2 = 20 N kiri -> R = 0 N, benda diam); Kasus C (F1 = 35 N kanan, F2 = 15 N kiri -> R = 20 N ke kanan, gerak ke kanan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir soal singkat di akhir sesi: Soal 1: Sebutkan masing-masing satu contoh gaya sentuh dan gaya tak sentuh yang bekerja saat bersepeda! (Acuan: Gaya sentuh = gaya gesek roda dengan jalan atau gaya otot kaki pada pedal; Gaya tak sentuh = gaya gravitasi bumi yang menahan sepeda tetap di permukaan tanah); Soal 2: Dua orang anak menarik gerobak mainan bersamaan ke arah timur dengan gaya masing-masing 12 N dan 18 N, berapa resultan gayanya dan ke mana arah gerobak bergerak? (Acuan: R = 12 N + 18 N = 30 N ke arah timur, gerobak bergerak dipercepat ke timur).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep dasar tarikan, dorongan, dan gaya gravitasi/gesek.
  • Observasi unjuk kerja dan diskusi saat mengelompokkan ragam gaya pada LK 1.
  • Pemeriksaan ketepatan perhitungan matematis resultan gaya dan penentuan arah keadaan gerak benda pada Lembar Latihan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengklasifikasikan Ragam Gaya Sentuh dan Tak SentuhTepat mengklasifikasikan 1 dari 4 skenario interaksi gaya dengan benar (skenario target: tendangan bola, daun jatuh, tarikan busur, penggaris bermuatan).Tepat mengklasifikasikan 2 dari 4 skenario interaksi gaya dengan benar sesuai kunci acuan.Tepat mengklasifikasikan 3 dari 4 skenario interaksi gaya dengan benar sesuai kunci acuan.Tepat mengklasifikasikan seluruh 4 skenario interaksi gaya (gaya sentuh: otot dan pegas; gaya tak sentuh: gravitasi dan listrik statis) secara benar dan mandiri.
Menganalisis Pengaruh Resultan Gaya terhadap Keadaan Gerak BendaTepat menghitung resultan dan menentukan arah keadaan gerak pada 1 dari 3 kasus fisis yang diberikan (Kasus A: F1=15 N dan F2=10 N searah; Kasus B: F1=20 N dan F2=20 N berlawanan; Kasus C: F1=35 N dan F2=15 N berlawanan).Tepat menghitung resultan dan menentukan arah keadaan gerak pada 2 dari 3 kasus fisis yang diberikan sesuai kunci acuan.Tepat menghitung nilai resultan dan arah gerak pada seluruh 3 kasus fisis (Kasus A: 25 N ke kanan/bergerak; Kasus B: 0 N/diam; Kasus C: 20 N ke kanan/bergerak) dengan bimbingan minor.Tepat menghitung nilai resultan dan menentukan arah gerak pada seluruh 3 kasus fisis secara mandiri tanpa kesalahan perhitungan tanda matematis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi tantangan dinamometer/tarik tambang mini efektif membantu murid memahami konsep resultan gaya yang saling meniadakan (R = 0)?
  • Bagian mana dari klasifikasi gaya tak sentuh yang paling sering memicu miskonsepsi pada murid dan bagaimana cara memperbaikinya?

Murid:

  • Apa perbedaan utama antara gaya yang memerlukan sentuhan langsung dan gaya yang dapat bekerja dari kejauhan?
  • Bagaimana caramu menentukan apakah sebuah benda akan tetap diam atau bergerak jika ditarik oleh beberapa gaya sekaligus?

Pertemuan 4 — Menganalisis Pengaruh Resultan Gaya terhadap Keadaan Gerak Benda — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.2 Menganalisis ragam gaya dan pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama dengan sikap khidmat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid menjawab secara lisan 2 pertanyaan cepat mengenai penentuan resultan gaya: (1) Dua gaya searah F1 = 15 N ke kanan dan F2 = 10 N ke kanan (acuan jawaban: R = 25 N ke kanan); (2) Dua gaya berlawanan F1 = 20 N ke kanan dan F2 = 12 N ke kiri (acuan jawaban: R = 8 N ke kanan) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis pengaruh resultan gaya seimbang (R = 0) dan tak seimbang (R ≠ 0) terhadap keadaan gerak benda (diam, bergerak lurus beraturan, dipercepat, atau diperlambat) dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru menggeser kotak kayu di atas meja dengan variasi gaya dorong dan tarik, lalu mendengarkan pemaparan interaktif mengenai konsep resultan gaya seimbang (R = 0 N) yang mempertahankan benda tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan, serta resultan gaya tak seimbang (R ≠ 0 N) yang menyebabkan perubahan keadaan gerak benda (diam menjadi bergerak, bertambah cepat, atau melambat) (10 menit).
  • Dalam kelompok beranggotakan 4 orang, murid membaca Lembar Eksplorasi Konsep yang memuat diagram panah gaya dan menganalisis hubungan matematis arah resultan gaya dengan perubahan arah dan kelajuan benda (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Tantangan Dinamika Kotak': murid diberikan 4 kartu skenario gerak fisik dan berlomba menghitung nilai serta arah resultan gaya, lalu menentukan perubahan keadaan gerak benda untuk setiap skenario: Skenario A: Meja ditarik F1 = 30 N ke kanan dan F2 = 30 N ke kiri (acuan: R = 0 N; keadaan gerak: meja tetap diam); Skenario B: Gerobak yang sedang melaju ke kanan ditarik rem F_gesek = 15 N ke kiri dan didorong maju F = 5 N ke kanan (acuan: R = 10 N ke kiri; keadaan gerak: gerobak melambat hingga berhenti); Skenario C: Kotak ditarik dua orang searah F1 = 20 N ke kanan dan F2 = 25 N ke kanan pada lantai licin tanpa gesekan (acuan: R = 45 N ke kanan; keadaan gerak: kotak diam menjadi bergerak makin cepat ke kanan); Skenario D: Mobil mainan ditarik F1 = 40 N ke kanan dan tertahan F2 = 50 N ke kiri (acuan: R = 10 N ke kiri; keadaan gerak: bergerak dipercepat ke arah kiri) (20 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar analisis terstruktur berisi 4 studi kasus gerak benda akibat resultan gaya untuk membuktikan ketepatan perhitungan resultan dan penentuan status gerak benda (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama kelompoknya memeriksa hasil perhitungan lembar analisis dengan mencocokkan acuan kunci jawaban bersama guru, lalu menuliskan satu kesimpulan reflektif mengenai perbedaan mendasar pengaruh resultan gaya seimbang (R = 0) versus resultan tak seimbang (R ≠ 0) terhadap keadaan gerak benda (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan konsep bahwa resultan gaya menentukan apakah kecepatan suatu benda bernilai konstan atau mengalami percepatan/perlambatan (5 menit).
  • Guru memandu murid melakukan refleksi kelas singkat, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya mengenai penerapan Hukum Newton dalam teknologi, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan diagram panah gaya visual yang sudah dilengkapi skala angka; murid mahir diberikan kartu skenario tanpa diagram panah yang memuat kombinasi 3 hingga 4 gaya segaris sekaligus.
  • Proses: Kelompok pendampingan intensif mendapatkan bimbingan perancah langkah demi langkah dalam menentukan tanda positif-negatif arah gaya; kelompok mandiri langsung menyelesaikan studi kasus komputasi resultan gaya secara independen.
  • Produk: Semua murid menghasilkan analisis perubahan keadaan gerak pada lembar kerja yang sama; murid mahir menambahkan analisis prediksi grafik kelajuan terhadap waktu untuk tiap keadaan gerak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran dengan 2 butir soal: (1) 'Berapa resultan dari F1 = 15 N ke kanan dan F2 = 10 N ke kanan?' (acuan jawaban: 25 N ke arah kanan); (2) 'Berapa resultan dari F1 = 20 N ke kanan dan F2 = 12 N ke kiri?' (acuan jawaban: 8 N ke arah kanan).

Proses:

  • Penilaian kinerja kelompok pada permainan 'Tantangan Dinamika Kotak' dalam menganalisis nilai resultan gaya dan pengaruhnya terhadap keadaan gerak pada 4 skenario (Skenario A: R = 0 N, benda diam; Skenario B: R = 10 N ke kiri, benda melambat; Skenario C: R = 45 N ke kanan, benda bergerak dipercepat ke kanan; Skenario D: R = 10 N ke kiri, benda bergerak dipercepat ke kiri).
  • Pemeriksaan lembar analisis mandiri murid mengenai pengaruh resultan gaya seimbang dan tak seimbang terhadap keadaan gerak benda.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi berupa 2 butir soal analisis: Butir 1: 'Sebuah balok ditarik gaya F1 = 35 N ke kanan dan F2 = 35 N ke kiri di atas lantai licin. Tentukan nilai resultan gaya dan keadaan gerak balok tersebut!' (acuan jawaban: R = 0 N; balok tetap diam / seimbang). Butir 2: 'Sebuah troli bermassa didorong ke kanan dengan gaya F1 = 50 N sementara gaya gesek lantai melawan sebesar Fgesek = 20 N ke kiri. Tentukan besar dan arah resultan gaya serta jelaskan perubahan gerak troli tersebut!' (acuan jawaban: R = 30 N ke arah kanan; troli bergerak dipercepat ke arah kanan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pertemuan untuk mengidentifikasi kesiapan menghitung resultan gaya searah dan berlawanan arah.
  • Observasi formatif saat pengerjaan 'Tantangan Dinamika Kotak' dan penilaian lembar analisis terstruktur menggunakan rubrik ketepatan analisis pengaruh resultan gaya.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis Pengaruh Resultan Gaya terhadap Keadaan Gerak BendaMurid mampu menganalisis pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda secara tepat pada maksimal 1 dari 4 skenario gerak (Skenario A: R = 0 N, diam; Skenario B: R = 10 N ke kiri, melambat; Skenario C: R = 45 N ke kanan, dipercepat ke kanan; Skenario D: R = 10 N ke kiri, dipercepat ke kiri).Murid mampu menganalisis pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda secara tepat pada 2 dari 4 skenario gerak (Skenario A: R = 0 N, diam; Skenario B: R = 10 N ke kiri, melambat; Skenario C: R = 45 N ke kanan, dipercepat ke kanan; Skenario D: R = 10 N ke kiri, dipercepat ke kiri).Murid mampu menganalisis pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda secara tepat pada 3 dari 4 skenario gerak (Skenario A: R = 0 N, diam; Skenario B: R = 10 N ke kiri, melambat; Skenario C: R = 45 N ke kanan, dipercepat ke kanan; Skenario D: R = 10 N ke kiri, dipercepat ke kiri).Murid mampu menganalisis pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda secara tepat pada seluruh 4 skenario gerak secara mandiri dan konsisten (Skenario A: R = 0 N, diam; Skenario B: R = 10 N ke kiri, melambat; Skenario C: R = 45 N ke kanan, dipercepat ke kanan; Skenario D: R = 10 N ke kiri, dipercepat ke kiri).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada permainan interaktif Tantangan Dinamika Kotak cukup memfasilitasi pemahaman seluruh murid mengenai resultan gaya seimbang dan tak seimbang?
  • Bagian mana dari konsep perubahan gerak (diam, GLB, dipercepat, diperlambat) akibat resultan gaya yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Apa hal terpenting yang saya pahami hari ini tentang pengaruh resultan gaya bernilai nol dibanding resultan gaya tidak sama dengan nol terhadap gerak benda?
  • Langkah perhitungan apa yang menurut saya paling menantang ketika menentukan arah resultan gaya dari beberapa gaya yang berlawanan?

Pertemuan 5 — Menganalisis Ragam Gerak dan Gaya Berdasarkan Penerapan Hukum Newton dalam Teknologi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.3 Menganalisis ragam gerak dan gaya berdasarkan penerapan Hukum Newton dalam teknologi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama secara singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu menganalisis hubungan ragam gerak dan gaya berdasarkan penerapan Hukum I, II, dan III Newton pada teknologi sehari-hari (sabuk pengaman, rem ABS, dan mesin roket) (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 pernyataan konsep Hukum Newton: (1) Benda diam cenderung diam jika resultan gayanya nol, (2) Percepatan sebanding dengan gaya dan berbanding terbalik dengan massa, (3) Setiap ada gaya aksi selalu timbul gaya reaksi yang sama besar berlawanan arah (acuan benar: 1 = Hukum I Newton, 2 = Hukum II Newton, 3 = Hukum III Newton) (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati tayangan diagram/gambar infografik tiga teknologi transportasi: (1) Sabuk pengaman otomatis (seatbelt locked mechanism) saat tabrakan, (2) Sistem pengereman mobil/kendaraan berat, dan (3) Mekanisme peluncuran roket luar angkasa (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan penguatan dari guru mengenai kaitan antara prinsip kelembaman (Hukum I Newton), hubungan gaya-massa-percepatan (Hukum II Newton), serta pasangan gaya aksi-reaksi (Hukum III Newton) dengan ragam gerak pada ketiga teknologi tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan dan diajak melakukan permainan tantangan berpasangan 'Tebak & Analisis Cepat Teknologi Newton' menggunakan balon tiup bertenaga dorong untuk mensimulasikan gaya dorong aksi-reaksi roket, lalu mencatat arah gaya dan arah gerak balon secara gembira (10 menit).
  • Setiap pasangan murid mengerjakan Lembar Analisis Berpasangan berisi 3 kasus teknologi: Kasus 1: Mengapa sabuk pengaman mengunci saat mobil deselerasi mendadak? (Acuan: Kelembaman/Hukum I Newton mempertahankan gerak maju tubuh saat mobil berhenti sehingga sabuk menahan gaya inersia); Kasus 2: Mengapa truk bermuatan pasir membutuhkan gaya rem lebih besar daripada mobil sedan untuk berhenti pada jarak yang sama? (Acuan: Hukum II Newton, massa truk lebih besar sehingga butuh gaya pengereman F = m.a lebih besar); Kasus 3: Bagaimana roket dapat terangkat ke atas melawan gravitasi bumi? (Acuan: Hukum III Newton, mesin menyemburkan gas ke bawah sebagai gaya aksi, gas memberikan gaya dorong ke atas pada roket sebagai gaya reaksi) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangan menukar lembar kerja dengan pasangan lain untuk memeriksa kesesuaian analisis gerak dan gaya berdasarkan Hukum I, II, dan III Newton dengan bimbingan konfirmasi guru (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana prinsip gerak dan gaya dalam Hukum I, II, dan III Newton dimanfaatkan para insinyur dalam merancang teknologi keselamatan dan transportasi (6 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menyampaikan pengantar singkat topik pertemuan berikutnya yaitu merencanakan penyelidikan eksperimen gerak dan gaya (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rumus dan kata kunci pasangan aksi-reaksi, sedangkan murid yang mahir diberikan infografik sistem peluncur roket bertingkat (multi-stage rocket).
  • Proses: Murid berkesulitan belajar dibimbing intensif oleh guru dalam mengidentifikasi arah gaya pada tiap gambar kasus, sedangkan murid mahir menganalisis secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan uraian analisis atau melengkapi diagram alur hubungan gaya-massa-percepatan pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan hukum Newton yang mendasari peristiwa berikut: (1) Buku tetap diam di atas meja tanpa disentuh; (2) Mendorong gerobak penuh terasa lebih berat dibanding gerobak kosong; (3) Mendayung perahu ke belakang membuat perahu maju ke depan.' (Acuan jawaban benar: 1 = Hukum I Newton, 2 = Hukum II Newton, 3 = Hukum III Newton).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan analisis pada Lembar Analisis 3 Kasus Teknologi: Butir 1 (Sabuk pengaman: Hukum I Newton & kelembaman), Butir 2 (Pengereman truk vs sedan: Hukum II Newton & hubungan massa-percepatan), Butir 3 (Mesin roket: Hukum III Newton & pasangan gaya aksi semburan gas ke bawah vs reaksi dorongan badan roket ke atas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir penutup: (1) Sebutkan 1 contoh teknologi yang menerapkan Hukum I Newton selain sabuk pengaman beserta alasannya (Acuan: Helm pelindung kepala / kantong udara airbag untuk melindungi dari efek kelembaman tubuh saat benturan), (2) Tentukan arah gaya aksi dan reaksi pada teknologi roket air (Acuan: Gaya aksi berupa semburan air dan udara bertekanan ke arah bawah, gaya reaksi berupa dorongan roket meluncur ke arah atas).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja saat permainan simulasi balon dan pengerjaan lembar analisis berpasangan
  • Penilaian lembar kerja analisis 3 kasus penerapan Hukum Newton dalam teknologi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis penerapan Hukum I Newton dalam teknologi (Kelembaman/Inersia)Belum mampu mengidentifikasi kaitan antara kelembaman gerak benda dengan fungsi teknologi keselamatan (sabuk pengaman/airbag).Mampu menyebutkan teknologi yang menggunakan Hukum I Newton, namun belum tepat menguraikan hubungan antara gaya resultan nol, kelembaman, dan keadaan gerak benda.Mampu menganalisis dengan tepat penerapan Hukum I Newton pada sabuk pengaman mobil (bahwa tubuh mempertahankan gerak maju saat mobil deselerasi mendadak sehingga ditahan oleh sabuk pengaman) dengan bantuan panduan guru.Mampu menganalisis secara mandiri dan tepat penerapan Hukum I Newton pada sabuk pengaman beserta teknologi keselamatan lain dengan menguraikan hubungan kelembaman dan keadaan gerak benda secara utuh dan logis.
Menganalisis penerapan Hukum II Newton dalam teknologi (Gaya, Massa, Percepatan)Belum mampu menghubungkan besaran massa dan gaya terhadap percepatan/deselerasi pada sistem pengereman teknologi transportasi.Mampu mengenali bahwa massa memengaruhi pengereman, namun belum tepat mengaitkannya dengan rumus/prinsip Hukum II Newton (F = m.a).Mampu menganalisis dengan tepat bahwa kendaraan bermassa lebih besar memerlukan gaya rem yang lebih besar untuk menghasilkan perlambatan yang sama sesuai Hukum II Newton.Mampu menganalisis secara mandiri dan komprehensif hubungan matematis dan konseptual antara gaya, massa, dan percepatan pada variasi teknologi pengereman kendaraan berbeban berat secara tepat.
Menganalisis penerapan Hukum III Newton dalam teknologi (Aksi-Reaksi)Belum mampu mengidentifikasi pasangan gaya aksi dan reaksi pada teknologi gerak (seperti roket).Mampu menyebutkan bahwa roket menerapkan Hukum III Newton, tetapi salah mengidentifikasi pasangan arah gaya aksi dan gaya reaksi.Mampu menganalisis dengan tepat bahwa semburan gas ke arah bawah merupakan gaya aksi dan dorongan ke atas pada badan roket merupakan gaya reaksi yang besarnya sama dan berlawanan arah.Mampu menganalisis secara mandiri, tepat, dan mendalam mekanisme gaya aksi-reaksi serta pengaruhnya terhadap ragam gerak meluncur roket atau wahana antariksa.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi balon bertenaga dorong efektif membantu murid memahami penerapan Hukum III Newton pada roket?
  • Bagian mana dari analisis penerapan Hukum Newton dalam teknologi yang masih dirasa sulit dipahami oleh sebagian murid?
  • Apakah manajemen waktu pada tahap pengaplikasian lembar kasus berjalan sesuai alokasi?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah melakukan simulasi peluncuran dorongan balon bersama pasanganmu?
  • Teknologi mana (sabuk pengaman, rem kendaraan, atau roket) yang paling menarik dan kamu pahami prinsip kerjanya berdasarkan Hukum Newton hari ini?

Pertemuan 6 — Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan Gerak dan Gaya Menggunakan Alat Bantu Pengukuran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.4 Merencanakan dan melakukan penyelidikan tentang gerak dan gaya menggunakan alat bantu pengukuran

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran serta kesiapan murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merencanakan dan melakukan penyelidikan gerak dan gaya menggunakan alat bantu pengukuran (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat menggunakan lembar kuis 3 butir terkait fungsi alat ukur gerak: (1) Mengukur panjang lintasan/jarak -> mistar/meteran; (2) Mengukur durasi waktu tempuh -> stopwatch; (3) Mengukur besar gaya tarik -> neraca pegas/dynamometer (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok mengamati demonstrasi singkat peluncuran mobil mainan di lintasan miring dan mengidentifikasi variabel yang perlu diukur: jarak lintasan dan waktu tempuh (7 menit).
  • Murid menerima Lembar Rancangan Penyelidikan dan mencocokkan alat ukur yang tepat dengan besaran yang diselidiki (mistar untuk jarak, stopwatch untuk waktu, neraca pegas untuk mengukur gaya tarik balok beban) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan 'Tantangan Kalibrasi Cepat': setiap kelompok berlatih mengoperasikan stopwatch secara serentak saat benda dilepaskan hingga melewati garis batas 50 cm guna meminimalkan kesalahan paralaks dan waktu reaksi (10 menit).
  • Kelompok menyusun rancangan langkah kerja penyelidikan gerak lurus pada bidang miring dengan menentukan 3 variasi jarak (40 cm, 60 cm, 80 cm) dan menyiapkan format pencatatan waktu (12 menit).
  • Kelompok melaksanakan penyelidikan sesuai rancangan: melepaskan mobil mainan dari titik awal yang ditentukan, mengukur jarak dengan mistar, dan mencatat waktu tempuh menggunakan stopwatch sebanyak 3 kali pengulangan untuk setiap variasi jarak (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan data pengukuran dan mengidentifikasi kendala teknis selama penggunaan alat bantu pengukuran (misal: keterlambatan menekan tombol stopwatch) (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya prosedur kerja dan pemilihan alat ukur yang tepat dalam penyelidikan ilmiah (4 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 2 butir terkait langkah operasional penyelidikan dan merapikan alat praktikum sebelum kelas diakhiri (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar rancangan dengan panduan visual posisi mistar dan tombol stopwatch untuk kelompok yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan didampingi guru dalam menentukan titik acuan stopwatch; kelompok yang mahir melakukan penyelidikan mandiri dengan penambahan variasi beban tarikan neraca pegas.
  • Produk: Format tabel pencatatan data dapat berupa format terstruktur standar atau lembar isian mandiri yang dirancang kelompok.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis singkat menjodohkan alat ukur dan besaran pada gerak/gaya (3 butir): (1) Besaran jarak/panjang lintasan dipasangkan dengan mistar/meteran; (2) Besaran selang waktu tempuh dipasangkan dengan stopwatch; (3) Besaran gaya tarikan/dorongan dipasangkan dengan neraca pegas. (Acuan: pasangan 1-mistar, 2-stopwatch, 3-neraca pegas).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja penyelidikan: (1) Ketepatan rancangan penyelidikan (memuat variabel jarak, waktu, dan alat yang sesuai); (2) Keterampilan menggunakan mistar (posisi nol sejajar titik awal); (3) Keterampilan menggunakan stopwatch (tepat start saat benda lepas dan stop saat menyentuh garis akhir); (4) Melakukan pengulangan 3 kali per variasi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman operasional 2 butir: (1) Mengapa pengukuran waktu tempuh perlu diulang sebanyak 3 kali? (Acuan: untuk meminimalkan kesalahan pengukuran/waktu reaksi dan mendapatkan data yang lebih akurat/rata-rata); (2) Jika mistar diletakkan miring tidak sejajar lintasan, bagaimana pengaruhnya terhadap data jarak? (Acuan: data jarak menjadi tidak akurat/lebih panjang dari jarak lintasan sebenarnya).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk kerja merencanakan dan melakukan penyelidikan menggunakan lembar observasi proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merencanakan Penyelidikan Gerak dan GayaBelum mampu menyusun urutan langkah penyelidikan dan alat bantu ukur belum sesuai.Mampu menyusun langkah penyelidikan tetapi alat ukur belum dipilih secara tepat untuk semua variabel.Mampu merencanakan langkah penyelidikan secara runtut dengan memilih alat ukur (mistar dan stopwatch) yang sesuai untuk mengukur jarak dan waktu gerak.Mampu merencanakan langkah penyelidikan secara runtut, tepat, serta mencantumkan prosedur pengulangan pengukuran untuk meminimalkan galat.
Melakukan Penyelidikan Menggunakan Alat UkurBelum mampu mengoperasikan mistar atau stopwatch dalam pengambilan data gerak.Mampu menggunakan mistar dan stopwatch tetapi masih sering salah dalam menentukan titik acuan nol atau waktu start/stop.Mampu menggunakan mistar dan stopwatch dengan benar untuk mengukur jarak dan waktu tempuh mobil mainan sesuai prosedur.Mampu menggunakan mistar dan stopwatch secara presisi, konsisten melakukan pengulangan 3 kali pada tiap variasi jarak secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu penyelidikan cukup bagi setiap kelompok untuk menyelesaikan 3 kali pengulangan pengukuran?
  • Bagian mana dari pengoperasian alat ukur (mistar atau stopwatch) yang paling banyak mengalami kendala teknis oleh murid?

Murid:

  • Apa kesulitan utama yang kelompokmu hadapi saat menyelaraskan pelepasan mobil dengan penekanan tombol stopwatch?
  • Bagaimana caramu memastikan posisi mistar sudah tepat dalam mengukur jarak lintasan?

Pertemuan 7 — Mengolah Data Penyelidikan Gerak dan Gaya dalam Bentuk Tabel, Grafik, dan Model — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.5 Mengolah data penyelidikan gerak dan gaya dalam bentuk tabel, grafik, dan model

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan lembar kerja pengolahan data (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengolah data mentah penyelidikan gerak dan gaya ke dalam bentuk tabel terstruktur, grafik koordinat Cartesius, dan model matematis (2 menit).
  • Murid mengerjakan asesmen awal diagnostik singkat di lembar kerja untuk mengecek kesiapan membaca komponen tabel dan penempatan sumbu grafik: (1) Sumbu manakah yang biasanya memuat variabel bebas (waktu)? [Acuan: Sumbu mendatar/horizontal/sumbu-x]; (2) Jika jarak 4 meter ditempuh dalam 2 detik, berapakah kelajuan rata-ratanya? [Acuan: 2 m/s] (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati panduan penyajian data: menyusun tabel data dengan variabel bebas di kolom kiri dan variabel terikat di kanan lengkap dengan satuan besaran, memplot titik pada sumbu-x dan sumbu-y, serta membuat model matematis rasio kelajuan rata-rata (v = s/t) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Cepat Plot': guru menampilkan 3 pasangan koordinat waktu (s) dan jarak (m) [(1 s, 2 m), (2 s, 4 m), (3 s, 6 m)], lalu tiap pasangan berlomba menempatkan titik koordinat pada kertas berpetak besar di meja masing-masing dengan tepat dan gembira (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima data mentah penyelidikan gerak mobil mainan bertenaga dorong: Waktu t = 1 s (jarak s = 0,5 m), t = 2 s (s = 1,0 m), t = 3 s (s = 1,5 m), t = 4 s (s = 2,0 m), lalu memindahkan dan menata data tersebut ke dalam tabel terstandar dengan kolom Waktu (s) dan Jarak (m) beserta satuan yang tepat (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengonversi data tabel ke dalam bentuk grafik garis pada bidang Cartesius berpetak: sumbu-x untuk Waktu (s) dengan skala 1 kotak = 1 s, sumbu-y untuk Jarak (m) dengan skala 1 kotak = 0,5 m, menghubungkan titik-titik koordinat menjadi garis lurus linier, dan melengkapi judul grafik (15 menit).
  • Murid mengolah data ke dalam bentuk model matematis: menghitung nilai kelajuan rata-rata menggunakan model rumus v = s/t untuk setiap interval waktu [t=1 diperoleh 0,5 m/s; t=2 diperoleh 0,5 m/s; t=3 diperoleh 0,5 m/s; t=4 diperoleh 0,5 m/s] dan menyimpulkan model gerak sebagai gerak lurus beraturan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketelitian hasil pengolahan data masing-masing (tabel, grafik, dan perhitungan model) menggunakan daftar cek mandiri untuk memastikan tidak ada titik plot yang keliru skala (5 menit).
  • Murid menyimpulkan keteraturan pola hubungan antara variabel waktu dan jarak berdasarkan grafik lurus yang telah terbentuk (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan asesmen akhir formatif singkat berisi 1 butir pengolahan: Menentukan posisi titik (t = 5 s, s = 2,5 m) pada grafik yang telah dibuat dan menuliskan nilai kelajuannya [Acuan: titik berada tepat pada kelanjutan garis linier di koordinat (5; 2,5); kelajuan = 0,5 m/s] (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketepatan pembuatan skala grafik dan kerapian tabel, lalu menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang mengomunikasikan hasil penyelidikan (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kertas grafik dengan penomoran skala sumbu x dan y yang telah tercetak sebagian; murid yang mahir diberikan data mentah tambahan dengan interval waktu pecahan (0,5 s, 1,5 s, 2,5 s) untuk diolah ke tabel dan grafik yang sama.
  • Proses: Bimbingan langkah demi langkah secara terpandu dalam menentukan perbandingan skala sumbu koordinat bagi murid yang mengalami kesulitan numerik.
  • Produk: Format pengolahan model matematis dapat disajikan dalam bentuk rumus tabel hitung langsung atau persamaan aljabar linier s = 0,5 · t.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis singkat diagnostik di lembar kerja: (1) Menentukan sumbu untuk variabel bebas waktu pada grafik koordinat Cartesius (Acuan jawaban benar: sumbu-x / horizontal / mendatar); (2) Menghitung kelajuan benda bila jarak 4 meter ditempuh dalam waktu 2 detik (Acuan jawaban benar: 2 m/s).

Proses:

  • Observasi formatif terhadap unjuk kerja pengolahan data gerak: (1) Ketepatan penyusunan tabel data penyelidikan gerak (judul kolom, variabel bebas di kiri, variabel terikat di kanan, satuan besaran 's' dan 'm'); (2) Ketepatan pembuatan grafik (skala sumbu proporsional, ketepatan 4 titik koordinat: (1, 0.5), (2, 1.0), (3, 1.5), (4, 2.0), penarikan garis); (3) Ketepatan model matematis (perhitungan kelajuan v = s/t bernilai konstan 0,5 m/s pada seluruh 4 data).

Akhir Pertemuan:

  • Tugas cek formatif akhir: Menentukan letak titik data lanjutan t = 5 s dan menghitung jarak/kelajuan berdasarkan model matematis garis grafik yang sudah dibuat (Acuan jawaban benar: titik diplot pada koordinat sumbu-x = 5 s dan sumbu-y = 2,5 m; nilai kelajuan v = 2,5 m / 5 s = 0,5 m/s).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik kesiapan membaca komponen grafik dan rasio dasar kelajuan pada pendahuluan
  • Penilaian unjuk kerja pengolahan data mentah ke dalam tabel, grafik Cartesius, dan model matematis kelajuan selama kegiatan inti
  • Cek pemahaman penentuan titik koordinat prediksi dan kelajuan pada akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengolahan Data ke dalam Bentuk TabelMemindahkan data mentah ke tabel tetapi kolom tidak membedakan variabel bebas dan terikat serta belum mencantumkan satuan besaran.Menyusun tabel dengan memisahkan kolom variabel bebas dan terikat, namun satuan besaran belum ditulis lengkap pada salah satu kolom.Menyusun tabel secara tepat dengan variabel bebas di kolom kiri, variabel terikat di kolom kanan, dan satuan besaran (sekon dan meter) ditulis lengkap dan benar.Menyusun tabel secara mandiri, tepat, dan lengkap (variabel bebas, variabel terikat, satuan besaran) serta menyajikan data terurut secara konsisten dan sistematis.
Pengolahan Data ke dalam Bentuk GrafikMembuat bidang koordinat tetapi penempatan variabel pada sumbu tertukar atau titik koordinat tidak sesuai dengan data tabel.Menempatkan variabel pada sumbu yang tepat (sumbu-x waktu, sumbu-y jarak) tetapi skala penomoran belum proporsional atau ada 1-2 titik plot yang meleset.Membuat grafik Cartesius dengan sumbu x dan y yang tepat, skala penomoran proporsional, memplot seluruh 4 titik data dengan tepat, dan menarik garis tren linier.Membuat grafik Cartesius secara mandiri dengan skala sangat teratur dan presisi, memplot seluruh titik dengan tepat, menarik garis linier, serta melengkapi judul dan label besaran beserta satuannya secara sempurna.
Pengolahan Data ke dalam Bentuk Model MatematisBelum mampu menerapkan rumus rasio kelajuan (v = s/t) untuk mengolah data tabel menjadi nilai kelajuan.Menghitung rasio kelajuan (v = s/t) namun terdapat kekeliruan perhitungan pada sebagian titik data.Menghitung nilai kelajuan dengan model matematis v = s/t secara tepat untuk seluruh 4 interval data (seluruhnya bernilai 0,5 m/s).Menghitung seluruh nilai kelajuan secara mandiri dan akurat (0,5 m/s) serta merumuskan model hubungan matematis gerak lurus beraturan (s = 0,5 · t) secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit untuk memplot grafik koordinat Cartesius mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari pengolahan data (tabel, grafik, atau model matematis) yang paling banyak memerlukan bimbingan tambahan?

Murid:

  • Langkah manakah yang paling menantang bagimu saat mengubah angka di tabel menjadi grafik garis?
  • Bagaimana grafik garis membantumu melihat kelajuan gerak benda dengan lebih mudah?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Gerak dan Gaya secara Sistematis dan Utuh dengan Argumen Logis — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan gerak dan gaya secara sistematis dan utuh dengan argumen yang logis

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan gerak dan gaya secara sistematis dan utuh dengan argumen yang logis (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik cepat dengan menampilkan 3 pernyataan teracak dari bagian laporan sains (Pernyataan A: 'Berdasarkan data grafik, makin miring lintasan makin cepat laju troli'; Pernyataan B: 'Troli dilepaskan pada lintasan miring 30 derajat dengan stopwatch'; Pernyataan C: 'Berapakah pengaruh kemiringan terhadap waktu tempuh troli?'), lalu murid menentukan urutan sistematis yang benar (acuan urutan tepat: C-B-A yaitu Masalah/Tujuan -> Prosedur/Data -> Kesimpulan/Argumen) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati format sistematika komunikasi hasil penyelidikan ilmiah yang utuh (terdiri atas 4 bagian wajib: (1) Tujuan Penyelidikan, (2) Bukti Data/Grafik, (3) Analisis Hubungan Gerak dan Gaya, dan (4) Kesimpulan Berargumen Logis) (10 menit).
  • Murid mengikuti tantangan ceria 'Detektif Argumen Sains': guru membagikan lembar berisi 2 potongan komunikasi penyelidikan gerak dan gaya (Teks 1: 'Mobil meluncur cepat karena warnanya merah dan jalannya bagus'; Teks 2: 'Mobil menempuh jarak 1 meter dalam waktu 2 detik (v = 0,5 m/s) karena resultan gaya dorong angin lebih besar daripada gaya gesek lantai'), lalu murid secara berpasangan menebak mana yang memuat argumen logis berbasis data ilmiah beserta alasannya (acuan tepat: Teks 2 logis karena menghubungkan data waktu dan jarak tempuh dengan konsep resultan gaya dorong vs gaya gesek, sedangkan Teks 1 tidak logis karena mengaitkan kelajuan dengan warna) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyusun draf komunikasi tertulis hasil penyelidikan gerak dan gaya berdasarkan data yang diperoleh pada pertemuan sebelumnya (data pengujian gerak mobil-mobilan terhadap variasi luas layar/dorongan angin atau kemiringan bidang), memastikan mencakup 4 bagian utuh secara berurutan: tujuan, data pengamatan, analisis data, dan kesimpulan berargumen logis (20 menit).
  • Murid mengomunikasikan draf hasil penyelidikan tersebut kepada rekan sebelahnya secara bergiliran untuk saling memeriksa keterpenuhan 4 komponen sistematika dan kelogisan argumen yang menghubungkan data hasil ukur dengan konsep gerak/gaya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi mandiri dengan mengisi daftar centang ketercapaian komunikasi sains pada lembar kerjanya untuk memastikan laporannya telah runtut dan setiap simpulan didasari bukti data penyelidikan, bukan opini tanpa data (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara mengomunikasikan hasil penyelidikan gerak dan gaya yang sistematis (runtut dari tujuan hingga kesimpulan) dan berargumen logis (didukung bukti data terukur) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas draf laporan yang telah disusun dan mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menghadapi asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan kerangka komunikasi terstruktur (scaffolding kalimat rumpang: 'Tujuan kami adalah... Berdasarkan data tabel... Hal ini membuktikan bahwa gaya...') bagi murid yang membutuhkan bimbingan, serta menyediakan format lembar telaah mandiri terbuka bagi murid yang telah mahir.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing dalam menyusun kalimat argumen yang menghubungkan bukti data dengan konsep gaya bagi murid yang kesulitan, sementara murid yang lebih cepat diarahkan mempertajam kedalaman argumen dengan membandingkan dua kondisi pengujian gerak yang berbeda.
  • Produk: Murid dapat memilih mengomunikasikan hasil penyelidikan dalam bentuk laporan tertulis berstruktur, infografis ringkasan hasil penyelidikan, atau naskah paparan sistematis dengan tetap memenuhi seluruh 4 komponen wajib.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat mengurutkan 3 bagian laporan penyelidikan acak: (A) 'Berdasarkan data grafik, makin miring lintasan makin cepat laju troli'; (B) 'Troli dilepaskan pada lintasan miring 30 derajat dengan stopwatch'; (C) 'Berapakah pengaruh kemiringan terhadap waktu tempuh troli?'. Acuan jawaban tepat: C -> B -> A (Tujuan/Pertanyaan Masalah -> Prosedur/Data Percobaan -> Kesimpulan Berbasis Bukti).

Proses:

  • Pemeriksaan draf komunikasi hasil penyelidikan gerak dan gaya: Guru mengamati kelengkapan 4 bagian wajib (Tujuan, Data Pengamatan, Analisis Hubungan Gerak-Gaya, dan Kesimpulan) serta mengecek apakah klaim simpulan didukung minimal 1 bukti data terukur (misal: nilai kelajuan rata-rata atau waktu tempuh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid melengkapi 1 kriteria simpulan logis pada lembar kerja: 'Ketika layar diperbesar dari 5x5 cm menjadi 15x15 cm, waktu tempuh mobil berkurang dari ... detik menjadi ... detik, yang membuktikan bahwa gaya dorong angin yang bekerja semakin ...'. Kriteria penerimaan operasional: murid mengisi titik-titik dengan pasangan data waktu tempuh yang benar dari catatan penyelidikannya (waktu kedua lebih kecil dari waktu pertama) dan mengisi kata sifat gaya dorong dengan 'besar' / 'kuat'.

Formatif:

  • Penilaian kinerja draf komunikasi hasil penyelidikan gerak dan gaya menggunakan rubrik 4 level (menilai kesistematisan, keutuhan komponen laporan, dan kelogisan argumen sains berbasis data)
  • Cek diagnostik urutan sistematika penyelidikan sains pada kegiatan pendahuluan
  • Observasi umpan balik silang antarmurid saat saling memeriksa draf komunikasi hasil penyelidikan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesistematisan dan Keutuhan Komunikasi Hasil PenyelidikanHanya memuat 1 dari 4 komponen sistematika (Tujuan, Data, Analisis, Kesimpulan) dan tidak tersusun berurutan.Memuat 2 dari 4 komponen sistematika secara berurutan atau memuat 3 komponen namun urutannya terbalik.Memuat 3 sampai 4 komponen sistematika secara runtut dan utuh dari tujuan hingga kesimpulan.Memuat seluruh 4 komponen sistematika secara runtut, lengkap, dan utuh tanpa ada bagian yang terlewat secara mandiri.
Kelogisan Argumen Ilmiah dalam KomunikasiMenyampaikan simpulan gerak dan gaya tanpa disertai bukti data penyelidikan sama sekali (hanya opini subjektif).Menyampaikan simpulan gerak dan gaya dengan menyebutkan data, tetapi penalarannya belum logis atau keliru menghubungkan data dengan konsep gaya.Menyampaikan simpulan gerak dan gaya dengan argumen logis yang didukung oleh minimal 1 bukti data penyelidikan yang relevan.Menyampaikan simpulan gerak dan gaya dengan argumen logis yang sangat mendalam, mengaitkan seluruh variasi data penyelidikan dengan konsep hubungan gerak dan resultan gaya secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran berhasil membimbing murid menyusun laporan penyelidikan gerak dan gaya secara sistematis dan utuh?
  • Bagian mana dari perumusan argumen logis berbasis data sains yang masih paling sulit dipahami oleh murid?

Murid:

  • Apakah laporan hasil penyelidikan gerak dan gaya yang saya susun sudah urut dari tujuan sampai kesimpulan?
  • Apakah kesimpulan yang saya buat sudah memiliki alasan yang masuk akal dan terbukti dari data angka percobaan saya?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.1 Menganalisis ragam gerak lurus pada benda berdasarkan konsep perpindahan, kelajuan, dan percepatan
  • TP 7.4.2 Menganalisis ragam gaya dan pengaruh resultan gaya terhadap keadaan gerak benda
  • TP 7.4.3 Menganalisis ragam gerak dan gaya berdasarkan penerapan Hukum Newton dalam teknologi
  • TP 7.4.4 Merencanakan dan melakukan penyelidikan tentang gerak dan gaya menggunakan alat bantu pengukuran
  • TP 7.4.5 Mengolah data penyelidikan gerak dan gaya dalam bentuk tabel, grafik, dan model
  • TP 7.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan gerak dan gaya secara sistematis dan utuh dengan argumen yang logis

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan 3 rangkaian tugas (tes tertulis mandiri, unjuk kerja pengolahan data kelompok, dan presentasi lisan), serta membagikan naskah tes tertulis kepada seluruh murid (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk pengerjaan dan membaca 3 butir soal pemecahan masalah pada lembar tes tertulis mandiri: Butir 1 (menghitung perpindahan, kelajuan rata-rata, dan percepatan mobil gerak lurus), Butir 2 (menghitung resultan dua gaya segaris dan menganalisis keadaan gerak benda), Butir 3 (menganalisis penerapan Hukum I, II, dan III Newton pada prinsip kerja peluncuran teknologi roket) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara individual dan mandiri mengerjakan naskah tes tertulis pemecahan masalah selama 32 menit dengan rincian butir: Soal 1: Mobil bergerak ke timur sejauh 60 m dalam 4 s, lalu berbalik ke barat sejauh 20 m dalam 1 s. Tentukan perpindahan, kelajuan rata-rata, dan percepatan jika dari detik ke-0 hingga ke-4 mobil bertambah kecepatan dari 0 m/s menjadi 30 m/s (acuan kunci: perpindahan = 60 m - 20 m = 40 m ke timur; kelajuan rata-rata = total jarak / total waktu = 80 m / 5 s = 16 m/s; percepatan = (30 - 0)/4 = 7,5 m/s²). Soal 2: Benda bermassa 5 kg ditarik gaya F1 = 25 N ke kanan dan F2 = 10 N ke kiri pada lantai licin. Tentukan resultan gaya dan keadaan gerak benda (acuan kunci: R = F1 - F2 = 25 N - 10 N = 15 N ke kanan; benda bergerak dipercepat ke kanan dengan a = R/m = 15/5 = 3 m/s²). Soal 3: Analisis penerapan Hukum Newton pada roket: (a) hukum kelembaman saat roket meluncur konstan di ruang hampa, (b) percepatan roket bertambah besar saat bahan bakar menipis dengan gaya dorong tetap, (c) semburan gas ke bawah menghasilkan dorongan roket ke atas (acuan kunci: (a) Hukum I Newton: resultan gaya nol di ruang hampa membuat roket bergerak GLB konstan; (b) Hukum II Newton: a = F/m, massa berkurang membuat percepatan makin besar; (c) Hukum III Newton: gaya aksi gas ke bawah menghasilkan reaksi dorong roket ke atas dengan besar sama arah berlawanan) (30 menit).
  • Murid berkumpul dalam kelompok kerja (7 kelompok beranggotakan 4-5 murid) melakukan unjuk kerja pengukuran gerak mobil mainan pada lintasan 1 meter menggunakan mistar dan stopwatch, mencatat waktu tempuh 3 variasi jarak (0,4 m; 0,7 m; 1,0 m), lalu menyajikan tabel data pengamatan dan menggambar grafik hubungan perpindahan (sumbu Y) terhadap waktu (sumbu X) pada lembar portofolio kelompok (acuan portofolio: tabel memuat jarak dan waktu terukur akurat, grafik garis lurus linier menunjukkan hubungan kecepatan konstan) (22 menit).
  • Masing-masing kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil penyelidikan dan grafik gerak serta menyampaikan argumen logis mengenai faktor gaya gesek dan kelajuan rata-rata di hadapan kelas dan guru (7 kelompok x 2,5 menit) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru melakukan refleksi terhadap proses pelaksanaan asesmen, mengidentifikasi ketepatan metode pengukuran yang telah dijalankan, dan mengumpulkan seluruh lembar jawaban tertulis serta portofolio laporan kelompok (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan integritas seluruh murid selama asesmen berlangsung, memberikan ulasan umum pencapaian bab Gerak dan Gaya dalam Teknologi, serta menutup sesi dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar tes dengan format huruf lebih besar atau kontras tinggi bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual tanpa mengubah bobot butir soal.
  • Proses: Menyediakan penataan ruang yang memisahkan area tes tertulis mandiri dan meja praktikum alat ukur untuk memudahkan mobilitas transisi murid.
  • Produk: Format penyajian grafik pada portofolio dapat digambar manual pada kertas milimeter blok atau lembar kerja berpetak yang telah disiapkan guru sesuai standar yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis pelaksanaan asesmen dan pemahaman murid terhadap tata tertib pengujian sumatif bab melalui tanya jawab ringkas.

Proses:

  • Observasi kepatuhan integritas saat tes tertulis mandiri dan pemantauan keterlibatan pembagian tugas kerja praktikum kelompok.

Sumatif Bab:

  • penilaian kombinasi tes tertulis analisis gerak-gaya serta unjuk kerja penyelidikan dan presentasi kelompok: lembar jawaban tes tertulis analisis gerak, gaya, dan Hukum Newton beserta laporan lembar kerja penyelidikan praktikum gerak dan gaya dilengkapi tabel, grafik, serta rekaman presentasi lisan hasil kelompok
  • tes tertulis: lembar jawaban tes tertulis berisi pemecahan masalah gerak lurus (perpindahan, kelajuan, percepatan), penentuan diagram resultan gaya, dan analisis penerapan Hukum I, II, III Newton pada teknologi transportasi/roket yang dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik)
  • unjuk kerja dan portofolio: kinerja pelaksanaan prosedur penyelidikan gerak benda menggunakan mistar dan stopwatch serta lembar portofolio berisi tabel data pengamatan dan sajian grafik hubungan perpindahan terhadap waktu (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja praktikum dan lembar penilaian portofolio penyajian data)
  • presentasi: penyampaian hasil penyelidikan gerak dan gaya secara lisan dan tanya jawab oleh perwakilan kelompok secara bergiliran (7 kelompok x 2,5 menit = 17,5 menit) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi presentasi lisan dan argumentasi ilmiah)

Sumatif:

  • penilaian kombinasi tes tertulis analisis gerak-gaya serta unjuk kerja penyelidikan dan presentasi kelompok: lembar jawaban tes tertulis analisis gerak, gaya, dan Hukum Newton beserta laporan lembar kerja penyelidikan praktikum gerak dan gaya dilengkapi tabel, grafik, serta rekaman presentasi lisan hasil kelompok
  • tes tertulis: lembar jawaban tes tertulis berisi pemecahan masalah gerak lurus (perpindahan, kelajuan, percepatan), penentuan diagram resultan gaya, dan analisis penerapan Hukum I, II, III Newton pada teknologi transportasi/roket yang dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik)
  • unjuk kerja dan portofolio: kinerja pelaksanaan prosedur penyelidikan gerak benda menggunakan mistar dan stopwatch serta lembar portofolio berisi tabel data pengamatan dan sajian grafik hubungan perpindahan terhadap waktu (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja praktikum dan lembar penilaian portofolio penyajian data)
  • presentasi: penyampaian hasil penyelidikan gerak dan gaya secara lisan dan tanya jawab oleh perwakilan kelompok secara bergiliran (7 kelompok x 2,5 menit = 17,5 menit) (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi presentasi lisan dan argumentasi ilmiah)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemecahan Masalah Gerak Lurus (TP 7.4.1)Hanya tepat menghitung 1 komponen perhitungan dari 3 acuan (perpindahan = 40 m, kelajuan = 16 m/s, atau percepatan = 7,5 m/s²).Tepat menghitung 2 komponen perhitungan dari 3 acuan (perpindahan = 40 m, kelajuan = 16 m/s, atau percepatan = 7,5 m/s²).Tepat menghitung seluruh 3 komponen perhitungan sesuai acuan: perpindahan = 40 m ke timur, kelajuan rata-rata = 16 m/s, dan percepatan = 7,5 m/s².Tepat menghitung seluruh 3 komponen perhitungan sesuai acuan (perpindahan = 40 m, kelajuan = 16 m/s, percepatan = 7,5 m/s²) disertai penulisan rumus fisika dan satuan baku secara lengkap dan mandiri.
Analisis Resultan Gaya dan Hukum Newton (TP 7.4.2 & TP 7.4.3)Hanya tepat menganalisis 1 dari 4 acuan konsep: (1) resultan gaya R = 15 N ke kanan, (2) Hukum I Newton pada kelembaman di ruang hampa, (3) Hukum II Newton pada percepatan roket bertambah (a = F/m), (4) Hukum III Newton pada aksi-reaksi gas semburan dan dorongan roket.Tepat menganalisis 2 dari 4 acuan konsep: (1) resultan gaya R = 15 N ke kanan, (2) Hukum I Newton pada kelembaman di ruang hampa, (3) Hukum II Newton pada percepatan roket bertambah (a = F/m), (4) Hukum III Newton pada aksi-reaksi gas semburan dan dorongan roket.Tepat menganalisis 3 dari 4 acuan konsep: (1) resultan gaya R = 15 N ke kanan, (2) Hukum I Newton pada kelembaman di ruang hampa, (3) Hukum II Newton pada percepatan roket bertambah (a = F/m), (4) Hukum III Newton pada aksi-reaksi gas semburan dan dorongan roket.Tepat menganalisis seluruh 4 acuan konsep secara lengkap: resultan gaya R = 15 N ke kanan, Hukum I Newton kelembaman gerak konstan roket, Hukum II Newton percepatan sebanding gaya dan berbanding terbalik massa, serta Hukum III Newton aksi semburan gas menghasilkan reaksi dorongan roket.
Penyelidikan dan Penyajian Data Gerak (TP 7.4.4 & TP 7.4.5)Melakukan pengukuran alat bantu (mistar dan stopwatch) namun data pada tabel tidak lengkap atau grafik perpindahan terhadap waktu tidak terbentuk.Melakukan pengukuran dengan mistar dan stopwatch, menyajikan data pada tabel untuk 3 variasi jarak, namun grafik hubungan perpindahan terhadap waktu belum tepat proporsi sumbunya.Tepat melakukan pengukuran menggunakan mistar dan stopwatch, menyajikan tabel data 3 variasi jarak secara lengkap, dan menggambar grafik garis lurus linier hubungan perpindahan terhadap waktu secara tepat.Tepat melakukan pengukuran menggunakan mistar dan stopwatch secara mandiri, menyajikan tabel data 3 variasi jarak dengan presisi tinggi, dan menggambar grafik garis lurus linier dengan skala proporsional serta penamaan sumbu koordinat yang sempurna.
Komunikasi dan Argumentasi Ilmiah (TP 7.4.6)Menyampaikan hasil penyelidikan lisan secara terbata-bata tanpa menyertakan bukti data tabel maupun grafik.Menyampaikan hasil penyelidikan lisan dengan merujuk data tabel, namun belum mampu memberikan argumen logis terkait pengaruh gaya gesek terhadap kelajuan gerak.Menyampaikan hasil penyelidikan secara sistematis dan utuh merujuk sajian grafik serta memberikan argumen logis mengenai pengaruh resultan gaya gesek terhadap kelajuan benda.Menyampaikan hasil penyelidikan secara sistematis, runtut, dan utuh merujuk sajian grafik disertai argumen ilmiah yang sangat logis dan lugas saat merespons pertanyaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk tes tertulis, unjuk kerja praktikum, dan presentasi berjalan seimbang dan tertib sesuai jadwal?
  • Bagian konsep manakah (gerak lurus, resultan gaya, atau Hukum Newton) yang masih banyak mengalami kekeliruan perhitungan oleh murid?

Murid:

  • Tugas asesmen manakah yang paling menantang: menyelesaikan perhitungan gerak-gaya, mengolah data ke grafik, atau menyampaikan argumen lisan?
  • Bagaimana pemahaman saya tentang Hukum Newton dapat membantu saya memahami cara kerja teknologi transportasi di sekitar saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023, Bab 4 Gerak dan Gaya dalam Teknologi)
  2. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023, Subbab Gerak Benda)
  3. Pita meteran/pengukur lantai dan lembar kerja analisis gerak
  4. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek, 2023
  5. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek, 2023 (Bab 4 Gerak dan Gaya dalam Teknologi)
  6. Set Kartu Skenario Gerak Lurus dan Lembar Analisis Gerak
  7. Buku Panduan Guru IPA SMP Kelas VII Kemendikbudristek 2023 Bab IV.
  8. Buku Siswa IPA SMP Kelas VII Kemendikbudristek 2023 Bab IV.
  9. Neraca pegas (dinamometer), balok kayu dengan pengait, magnet batang, klip kertas, dan penggaris plastik.
  10. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2023), Bab IV: Gerak dan Gaya dalam Teknologi, Hal. 152-153.
  11. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2023), Bab IV: Gerak dan Gaya dalam Teknologi, Hal. 124-126.
  12. Set kartu skenario gerak 'Tantangan Dinamika Kotak', kotak kardus/kayu peraga, dan neraca pegas/tali.
  13. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII Revisi 2023 (Kemendikbudristek), Bab IV Gerak dan Gaya dalam Teknologi
  14. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII Revisi 2023 (Kemendikbudristek), Bab IV Gerak dan Gaya dalam Teknologi
  15. Lembar Kerja Siswa / Lembar Kasus Analisis Penerapan Hukum Newton
  16. Alat peraga simulasi aksi-reaksi: balon karet dan sedotan plastik
  17. Buku Panduan Guru IPA SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Bab IV Gerak dan Gaya dalam Teknologi
  18. Buku Siswa IPA SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Bab IV Gerak dan Gaya dalam Teknologi
  19. Alat praktikum: mobil mainan/troli, papan lintasan miring, mistar 1 meter, stopwatch digital, dan neraca pegas
  20. Lembar Kerja Murid (LKPD) Rancangan dan Pengukuran Penyelidikan Gerak
  21. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Bab IV Gerak dan Gaya dalam Teknologi
  22. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Subbab A Pengolahan Data Gerak
  23. Lembar Kerja Murid (LKPD) Pengolahan Data Gerak dan Gaya
  24. Kertas grafik berpetak / millimeter block dan penggaris
  25. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
  26. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII (Edisi Revisi), Bab IV: Gerak dan Gaya dalam Teknologi, 2023
  27. Tabel dan grafik data hasil penyelidikan gerak mobil-mobilan dari Pertemuan 6 dan 7
  28. Lembar kerja panduan komunikasi ilmiah gerak dan gaya
  29. Buku Panduan Guru IPA SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Bab IV
  30. Buku Siswa IPA SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023) Bab IV
  31. Naskah Soal Tes Tertulis Pemecahan Masalah Gerak dan Gaya
  32. Set praktikum gerak: mobil mainan, mistar 1 meter, stopwatch, papan lintasan
  33. Kertas grafik milimeter blok dan lembar portofolio kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.