MODUL AJAR IPA — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 2 — Zat dan Perubahan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPA |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Zat dan Perubahan |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 40 menit = 720 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.2.1 Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan wujud padat, cair, dan gas
- TP 7.2.2 Menganalisis sifat materi berdasarkan keadaan dan susunan partikelnya
- TP 7.2.3 Menganalisis perubahan materi secara fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari
- TP 7.2.4 Melakukan pengamatan terhadap fenomena perubahan materi di sekitarnya dan mencatat hasil pengamatannya
- TP 7.2.5 Merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan untuk menjawab pertanyaan tentang sifat dan perubahan materi
- TP 7.2.6 Mengolah data hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi dalam bentuk tabel dan grafik
- TP 7.2.7 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara sistematis
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa batu mempertahankan bentuknya saat dipindahkan, sedangkan air selalu mengikuti bentuk wadahnya?
- Apakah udara di dalam balon yang tidak terlihat tetap tergolong sebagai materi?
- Mengapa kayu yang keras sulit diubah bentuknya dan tidak bisa dimampatkan, sedangkan air mudah berubah bentuk mengikuti wadahnya?
- Bagaimana hubungan antara susunan serta jarak antarpartikel yang sangat kecil dengan kemampuan gas untuk mengisi seluruh ruangan?
- Ketika selembar kertas disobek-sobek kecil, apakah zat kertas tersebut berubah menjadi zat yang benar-benar baru?
- Apa perbedaan mendasar antara es batu yang mencair dengan kertas yang dibakar menjadi abu?
- Apa saja tanda-tanda yang dapat kita amati secara langsung ketika suatu benda di sekitar kita mengalami perubahan wujud atau bentuk?
- Bagaimana cara kita mencatat hasil pengamatan terhadap perubahan materi agar data yang diperoleh lengkap dan objektif?
- Bagaimana cara kita membuktikan secara ilmiah faktor apa yang membuat es mencair lebih lambat?
- Apa saja langkah kerja dan variabel yang harus disiapkan agar hasil penyelidikan perubahan wujud es dapat dipercaya dan adil?
- Bagaimana cara kita menyusun catatan pengamatan penyelidikan suhu air yang dipanaskan agar mudah dibaca dan dianalisis polanya?
- Mengapa penulisan judul kolom, satuan pengukuran, dan konsistensi desimal penting saat menyajikan data sains ke dalam tabel?
- Mengapa data penyelidikan perubahan wujud zat lebih mudah dibaca jika diubah dari tabel menjadi grafik garis?
- Bagaimana cara kita menentukan variabel mana yang harus diletakkan pada sumbu mendatar (sumbu-x) dan sumbu tegak (sumbu-y) saat membuat grafik pemanasan zat?
- Bagaimana urutan penyampaian hasil penyelidikan IPA agar orang lain dapat memahami proses dan kesimpulan penyelidikan kita secara jelas?
- Mengapa dalam menyampaikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi kita harus menyajikan data dan kesimpulan secara runtut?
- Bagaimana susunan partikel dan jenis perubahan zat dapat dibuktikan secara ilmiah melalui data pengamatan, tabel, dan grafik?
- Mengapa hasil penyelidikan sains tentang sifat materi perlu dikomunikasikan secara sistematis dan berbasis data?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Klasifikasi Materi Berdasarkan Wujud Padat, Cair, dan Gas — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan wujud padat, cair, dan gas
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 benda konkret/kartu kata (penghapus kayu, air dalam gelas, udara di dalam balon tiup) dan meminta murid menuliskan wujud serta alasan sifat bentuk/volumenya di selembar kertas kecil (acuan: penghapus = padat, bentuk dan volume tetap; air = cair, bentuk berubah mengikuti wadah dan volume tetap; udara balon = gas, bentuk dan volume berubah menempati ruang) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru memindahkan kelereng ke dalam gelas ukur dan menuangkan 100 mL air dari gelas ukur ke dalam mangkuk ceper untuk mengamati perubahan/ketetapan bentuk serta volumenya (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berdiskusi menganalisis pengertian materi (memiliki massa dan menempati ruang) serta membedakan ciri makroskopis wujud padat, cair, dan gas berdasarkan pengamatan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan kelompok 'Klasifikasi Cepat Materi': setiap kelompok mengklasifikasikan 6 kartu materi berikut ke dalam kolom Padat, Cair, atau Gas berdasarkan indikator sifat bentuk dan volume: (1) Minyak goreng -> Cair; (2) Balok kayu -> Padat; (3) Asap lilin -> Gas; (4) Kecap manis -> Cair; (5) Kawat tembaga -> Padat; (6) Uap air mendidih -> Gas (acuan klasifikasi: Padat = 2, 5; Cair = 1, 4; Gas = 3, 6) (15 menit).
- Murid secara berkelompok menyelesaikan Lembar Analisis Klasifikasi Materi untuk menguji 4 benda kontekstual: sirop, batu kerikil, oksigen dalam tabung, dan detergen cair, dengan menganalisis sifat bentuk (tetap/berubah) dan volume (tetap/berubah) serta menyimpulkan klasifikasi wujudnya (acuan analisis: sirop = bentuk berubah mengikuti wadah, volume tetap -> wujud cair; batu kerikil = bentuk tetap, volume tetap -> wujud padat; oksigen tabung = bentuk berubah mengisi wadah, volume berubah memenuhi ruang -> wujud gas; detergen cair = bentuk berubah mengikuti wadah, volume tetap -> wujud cair) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok memverifikasi hasil analisis lembar kerja dengan saling memeriksa antarkelompok dipandu konfirmasi konsep oleh guru (acuan kunci 4 benda telah tepat) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan prinsip klasifikasi materi berdasarkan sifat bentuk dan volume pada wujud padat, cair, dan gas (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir (cek pemahaman mandiri) berisi 3 butir cepat, merefleksikan proses belajar, dan menyimak informasi kegiatan pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi rangkuman ciri bentuk dan volume padat/cair/gas; murid yang sudah mahir menganalisis materi kasus khusus seperti pasir dan spons.
- Proses: Kelompok pemula mendapat pendampingan terbimbing langsung oleh guru pada saat mengisi tabel sifat volume dan bentuk, sedangkan kelompok mandiri menganalisis kartu materi secara independen.
- Produk: Format pengelompokan klasifikasi materi dapat disajikan dalam bentuk tabel isian terstruktur atau peta konsep visual pengelompokan zat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat di awal sesi: Mengidentifikasi wujud dan alasan dasar dari 3 contoh materi: (1) Penghapus kayu, (2) Air dalam gelas, (3) Udara di dalam balon tiup (acuan jawaban: penghapus = wujud padat karena bentuk dan volume tetap; air = wujud cair karena bentuk berubah mengikuti gelas namun volume tetap; udara = wujud gas karena bentuk dan volume berubah mengikuti ruang balon).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Analisis Klasifikasi Materi terhadap 4 benda: (1) Sirop (bentuk berubah, volume tetap -> cair), (2) Batu kerikil (bentuk tetap, volume tetap -> padat), (3) Oksigen dalam tabung (bentuk berubah, volume berubah -> gas), (4) Detergen cair (bentuk berubah, volume tetap -> cair).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 3 butir di penutup: Klasifikasikan wujud materi berikut berdasarkan analisis bentuk dan volumenya: (1) Madu saat dipindah dari sendok ke cangkir (acuan: wujud cair, karena bentuk berubah mengikuti cangkir dan volume tetap); (2) Karbon dioksida ditiupkan ke dalam botol kosong (acuan: wujud gas, karena bentuk dan volume berubah memenuhi botol); (3) Uang koin logam diletakkan di atas meja (acuan: wujud padat, karena bentuk dan volume tetap).
Formatif:- Penilaian kinerja diskusi kelompok dalam mengklasifikasikan 6 kartu materi berdasarkan sifat bentuk dan volume
- Lembar Analisis Klasifikasi Materi (pengecekan ketepatan analisis 4 benda kontekstual)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan wujud padat, cair, dan gas | Belum mampu menganalisis sifat bentuk dan volume materi, sehingga salah mengklasifikasikan materi ke dalam wujud padat, cair, dan gas (benar kurang dari 2 dari 4 benda acuan). | Mampu menganalisis sifat bentuk dan volume serta mengklasifikasikan 2 dari 4 benda acuan materi ke dalam wujud padat, cair, atau gas dengan tepat secara terbimbing. | Mampu menganalisis sifat bentuk dan volume serta mengklasifikasikan minimal 3 dari 4 benda acuan materi (sirop, batu kerikil, oksigen tabung, detergen cair) ke dalam wujud padat, cair, atau gas dengan tepat secara mandiri. | Mampu menganalisis sifat bentuk dan volume serta mengklasifikasikan seluruh (4 dari 4) benda acuan materi (sirop, batu kerikil, oksigen tabung, detergen cair) ke dalam wujud padat, cair, atau gas secara tepat, konsisten, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah demonstrasi dan permainan kartu klasifikasi efektif membantu murid membedakan sifat bentuk dan volume materi padat, cair, dan gas?
- Apakah terdapat miskonsepsi umum murid mengenai sifat volume pada zat gas selama proses pengerjaan lembar analisis?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan menganalisis wujud padat, cair, dan gas yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa udara di sekitarmu adalah materi berwujud gas meskipun tidak kasatmata?
Pertemuan 2 — Menganalisis Sifat Materi Berdasarkan Keadaan dan Susunan Partikelnya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.2 Menganalisis sifat materi berdasarkan keadaan dan susunan partikelnya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan hari ini yaitu menganalisis sifat materi berdasarkan keadaan dan susunan partikelnya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan tertulis di buku catatan: (1) Sebutkan 3 sifat makroskopis zat padat, cair, dan gas terkait bentuk dan volumenya; (2) Mengapa zat gas bisa ditekan/dikompresi sedangkan zat padat tidak bisa? (Acuan jawaban: (1) Padat: bentuk tetap, volume tetap; Cair: bentuk berubah sesuai wadah, volume tetap; Gas: bentuk berubah sesuai wadah, volume berubah memenuhi ruangan. (2) Gas bisa ditekan karena jarak antarpartikelnya sangat renggang dan gaya tarik sangat lemah sehingga partikel bisa didekatkan, sedangkan padat jarak partikelnya sangat rapat dan teratur sehingga tidak ada ruang untuk dimampatkan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mencermati bagan model mikroskopis partikel zat padat, zat cair, dan zat gas pada layar proyektor/buku siswa yang menampilkan parameter susunan partikel (sangat teratur, kurang teratur, sangat tidak teratur), jarak antarpartikel (sangat rapat, agak renggang, sangat berjauhan), gerak partikel (hanya bergetar di tempat, bergerak bebas terbatas/menggelincir, bergerak sangat cepat dan bebas ke segala arah), serta gaya tarik antarpartikel (sangat kuat, cukup kuat/lemah, sangat lemah) (10 menit).
- Murid melakukan simulasi peran kinestetik bergerak (Aktivitas 2.3) secara riang gembira di ruang kelas: kelompok 1 memeragakan partikel padat (berdiri berbaris rapat, saling menempel, hanya bergetar di tempat); kelompok 2 memeragakan partikel cair (bergandengan tangan satu sama lain, menjaga jarak renggang, bergerak meluncur saling berpindah perlahan); kelompok 3 memeragakan partikel gas (berdiri berjauhan 1-2 meter, bergerak lincah dan bebas ke segala arah tanpa saling mengikat) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid bekerja berpasangan menganalisis keterkaitan antara sifat makroskopis zat dan karakteristik mikroskopis partikelnya dengan mengisi lembar analisis berisi 3 kasus konkret: Kasus 1: Mengapa batu memiliki bentuk dan volume tetap serta tidak dapat dimampatkan? Kasus 2: Mengapa minyak goreng memiliki volume tetap namun bentuknya berubah mengikuti wadah dan dapat mengalir? Kasus 3: Mengapa gas pengharum ruangan dapat mengisi seluruh ruangan dan mudah ditekan di dalam botol aerosol? (Acuan jawaban analisis: Kasus 1: Partikel batu tersusun sangat teratur dan sangat rapat dengan gaya tarik sangat kuat sehingga partikel tidak bisa berpindah tempat melainkan hanya bergetar, menyebabkan bentuk dan volumenya selalu tetap serta tidak memiliki ruang sisa antarpartikel untuk dimampatkan. Kasus 2: Partikel minyak goreng tersusun kurang teratur dan berjarak agak renggang dengan gaya tarik cukup lemah sehingga partikel dapat meluncur saling melewati/mengalir mengikuti batas wadah, tetapi gaya tariknya masih menahan partikel agar tidak lepas sehingga volumenya tetap. Kasus 3: Partikel gas pengharum tersusun sangat tidak teratur dan sangat renggang/berjauhan dengan gaya tarik sangat lemah sehingga partikel bebas bergerak cepat ke segala arah memenuhi ruangan wadahnya, dan ruang kosong yang sangat besar antarpartikel memungkinkan partikel dimampatkan saat ditekan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa ketepatan analisis lembar kerjanya terhadap acuan ilmiah yang ditegaskan bersama guru, lalu memperbaiki rumusan analisis yang belum mengaitkan antara sifat makroskopis dengan susunan, jarak, atau gerak partikel (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan konsep esensial bahwa sifat materi (bentuk, volume, kompresibilitas, kemampuan mengalir) ditentukan secara langsung oleh susunan, jarak, gaya tarik, dan pergerakan partikel penyusunnya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil analisis murid dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai perubahan materi secara fisika dan kimia, kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual model kerapatan partikel beranotasi bagi murid yang membutuhkan penguatan konkret, dan menyediakan data kompresibilitas materi yang lebih beragam bagi murid yang siap belajar cepat.
- Proses: Memberikan scaffolding berupa panduan pertanyaan beruntun (jarak -> gerak -> sifat) untuk pasangan yang kesulitan mengaitkan konsep partikel dengan sifat makroskopis zat.
- Produk: Murid yang mahir diarahkan melengkapi analisis Kasus 1-3 dengan menyertakan tinjauan kekuatan gaya tarik elektrostatik antarpartikel secara mendalam pada lembar analisisnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tulis singkat diagnostik pemahaman awal murid (2 butir): (1) Tuliskan sifat wujud padat, cair, dan gas ditinjau dari bentuk dan volumenya; (2) Jelaskan alasan mengapa gas mudah dimampatkan sedangkan padat tidak dapat dimampatkan. (Acuan jawaban: (1) Padat: bentuk dan volume tetap; Cair: bentuk berubah mengikuti wadah, volume tetap; Gas: bentuk dan volume berubah mengisi seluruh ruangan. (2) Gas dapat dimampatkan karena ruang antarpartikel sangat renggang sehingga jarak antarpartikel masih bisa dirapatkan, sedangkan padat partikelnya sudah tersusun sangat rapat tanpa ruang kosong yang signifikan).
Proses:- Pemeriksaan lembar analisis berpasangan untuk 3 kasus materi (padat/batu, cair/minyak, gas/pengharum ruangan) berdasarkan 4 parameter partikel: susunan, jarak, gerak, dan gaya tarik antarpartikel (Acuan jawaban: Analisis tepat bila mengaitkan bentuk dan volume tetap batu dengan susunan sangat rapat/teratur dan gerak bergetar; bentuk berubah dan sifat alir minyak dengan susunan agak renggang dan partikel yang meluncur bebas terbatas; serta bentuk/volume berubah dan kompresibilitas gas dengan susunan sangat renggang dan gerak partikel bebas cepat ke segala arah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis individu (exit ticket) berupa 1 soal penalaran: 'Sebuah wadah tertutup berisi gas disuntikkan ke wadah yang volumenya 2 kali lebih besar. Jelaskan apa yang terjadi pada bentuk dan volume gas tersebut, serta kaitkan dengan keadaan dan gerak partikelnya!' (Acuan jawaban: Bentuk dan volume gas akan berubah mengikuti ukuran wadah baru yang lebih besar tersebut. Hal ini terjadi karena gaya tarik antarpartikel gas sangat lemah dan jaraknya sangat berjauhan sehingga partikel gas bergerak bebas ke segala arah sampai memenuhi seluruh ruangan wadah yang baru).
Formatif:- Penilaian tes tulis singkat diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja analisis sifat materi berdasarkan susunan partikel pada lembar analisis berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Sifat Materi Padat Berdasarkan Keadaan dan Susunan Partikel | Belum mampu menghubungkan sifat bentuk dan volume zat padat dengan susunan, jarak, atau gerak partikelnya. | Menghubungkan sifat zat padat hanya dengan satu parameter partikel (misalnya hanya menyebut partikelnya rapat) namun belum menjelaskan kaitannya dengan sifat bentuk/volume. | Menganalisis sifat zat padat (bentuk tetap, volume tetap, tidak dapat dimampatkan) dengan menghubungkannya secara tepat pada susunan partikel yang teratur, jarak sangat rapat, dan gerak partikel yang hanya bergetar. | Menganalisis sifat zat padat secara mendalam dan komprehensif mengaitkan bentuk, volume, dan inkompresibilitas dengan susunan teratur, jarak sangat rapat, gerak getar partikel, serta kekuatan gaya tarik antarpartikel secara mandiri dan runtut. | | Analisis Sifat Materi Cair Berdasarkan Keadaan dan Susunan Partikel | Belum mampu menghubungkan sifat zat cair (mengalir dan bentuk berubah) dengan keadaan dan susunan partikelnya. | Menyebutkan partikel zat cair agak renggang tetapi belum mampu menjelaskan mengapa zat cair dapat mengalir dan bentuknya berubah sesuai wadah. | Menganalisis sifat zat cair (bentuk berubah sesuai wadah, dapat mengalir, volume tetap) dengan menghubungkannya secara tepat pada jarak partikel agak renggang, susunan kurang teratur, dan partikel yang dapat meluncur/bergerak terbatas. | Menganalisis sifat zat cair secara mendalam dan komprehensif mengaitkan sifat alir, bentuk wadah, dan ketetapan volume dengan susunan partikel, jarak antarpartikel, kelincahan gerak menggelincir, serta gaya tarik antarpartikel secara mandiri dan runtut. | | Analisis Sifat Materi Gas Berdasarkan Keadaan dan Susunan Partikel | Belum mampu menghubungkan sifat gas (mengisi seluruh ruangan dan mudah ditekan) dengan susunan atau pergerakan partikelnya. | Menyebutkan partikel gas bergerak bebas namun belum mampu mengaitkannya dengan sifat gas yang mudah dimampatkan atau mengisi wadah. | Menganalisis sifat gas (mengisi seluruh ruangan, bentuk dan volume berubah, mudah dimampatkan) dengan menghubungkannya secara tepat pada susunan sangat tidak teratur, jarak partikel sangat renggang, dan gerak partikel yang bebas ke segala arah. | Menganalisis sifat gas secara mendalam dan komprehensif mengaitkan kemudahan kompresi dan perubahan volume/bentuk dengan susunan sangat tidak teratur, ruang kosong antarpartikel yang sangat luas, gerak partikel sangat cepat dan bebas, serta gaya tarik yang sangat lemah secara mandiri dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi peran gerak partikel efektif membantu murid memahami konsep mikroskopis susunan partikel yang abstrak?
- Bagian mana dari lembar kerja analisis berpasangan yang masih membuat murid kesulitan menghubungkan sifat makroskopis dengan parameter partikel?
Murid:- Apa hal baru yang saya pahami tentang alasan mengapa air bisa dituangkan sedangkan es batu tidak bisa mengalir?
- Bagian penjelasan mana yang masih membuat saya bingung ketika membedakan pergerakan partikel zat cair dan zat gas?
Pertemuan 3 — Menganalisis Perubahan Materi secara Fisika dan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.3 Menganalisis perubahan materi secara fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa singkat (3 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik cepat berupa pertanyaan pemantik lisan kepada murid tentang perbedaan es mencair dan kayu terbakar untuk mengecek kesiapan konsep perubahan materi (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis perubahan fisika dan kimia pada materi dalam kehidupan sehari-hari beserta ciri-cirinya (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi langsung di depan kelas berupa 2 perlakuan materi: (1) melipat dan menggunting kertas menjadi serpihan kecil, dan (2) membakar sepotong kecil kertas dengan korek api di atas cawan porselen tahan api (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan terarah guru mengenai konsep esensial: perubahan fisika tidak menghasilkan zat baru dan sifat zat asal tetap (dapat kembali ke wujud asal/hanya bentuk atau wujud yang berubah), sedangkan perubahan kimia menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda dan biasanya tidak dapat kembali (irreversible) yang disertai tanda pembentukan gas, perubahan warna, endapan, atau perubahan suhu (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam format permainan kelompok berpasangan 'Tantangan Detektif Perubahan Materi', murid menerima Lembar Kerja berisi 6 fenomena sehari-hari untuk dianalisis jenis perubahannya (fisika atau kimia) beserta alasan ilmiahnya: (1) Beras ditumbuk menjadi tepung halus, (2) Besi pagar berkarat di musim hujan, (3) Air mendidih menjadi uap air, (4) Singkong difermentasi menjadi tapai, (5) Lilin meleleh saat terkena panas api sumbu, (6) Petasan meledak saat dinyalakan (10 menit).
- Murid berdiskusi aktif menganalisis keenam fenomena tersebut berdasarkan kriteria: terbentuknya zat baru dan kemampuan zat kembali ke keadaan semula (acuan jawaban: 1 = Fisika, bentuk berubah tetapi komposisi zat tetap tepung beras; 2 = Kimia, terbentuk zat baru berupa karat besi Fe2O3 akibat reaksi dengan oksigen dan air; 3 = Fisika, hanya perubahan wujud dari cair ke gas tanpa membentuk molekul baru; 4 = Kimia, terbentuk zat baru beraroma alkohol dan berasa manis akibat aktivitas ragi; 5 = Fisika, lilin padat berubah wujud menjadi lilin cair; 6 = Kimia, terjadi reaksi pelepasan gas, panas, cahaya, dan terbentuk zat baru) (15 menit).
- Guru memfasilitasi konfirmasi kelas dengan menunjuk perwakilan pasangan secara acak untuk membacakan hasil analisis, sementara pasangan lain saling mencocokkan argumen berdasarkan kriteria perubahan fisika dan kimia (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan proses berpikir mereka secara terarah dengan merumuskan satu kalimat pembeda kunci antara perubahan fisika dan perubahan kimia dalam buku catatan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai perbedaan perubahan fisika dan kimia pada materi (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat (cek pemahaman mandiri) berupa 2 soal analisis singkat di buku tulis (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif murid dan berdoa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bantuan visual yang memuat 4 tanda reaksi kimia (gas, endapan, warna, suhu).
- Proses: Murid yang telah mahir diberikan kasus kontekstual tambahan yang lebih kompleks (misal: proses pembuatan garam dari air laut dan pembusukan buah apel) untuk dianalisis alasannya secara mandiri.
- Produk: Analisis dapat disajikan dalam bentuk tabel klasifikasi berpasangan atau bagan analisis sebab-akibat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Jika sepotong es mencair dan sebatang kayu terbakar hingga menjadi abu, manakah yang masih merupakan materi yang sama dengan zat mulanya? Jelaskan alasannya!' (Acuan jawaban benar: Es mencair adalah materi yang sama karena tetap air H2O hanya wujudnya cair; sedangkan abu kayu adalah materi baru yang sifat dan wujudnya sudah berbeda dari kayu).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan analisis pada 6 fenomena dalam LK 'Tantangan Detektif Perubahan Materi' (acuan kunci jawaban: [1] Beras menjadi tepung = Perubahan Fisika; [2] Besi berkarat = Perubahan Kimia; [3] Air mendidih = Perubahan Fisika; [4] Singkong jadi tapai = Perubahan Kimia; [5] Lilin meleleh = Perubahan Fisika; [6] Petasan meledak = Perubahan Kimia).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri 2 butir soal tertulis: (1) Mengapa proses pelarutan gula ke dalam segelas air tergolong perubahan fisika? (2) Mengapa susu yang basi dan menggumpal tergolong perubahan kimia? (Acuan jawaban: [1] Karena partikel gula tidak berubah menjadi zat baru, larutan tetap manis dan gula dapat diperoleh kembali melalui penguapan air; [2] Karena terjadi pembentukan zat baru berupa asam laktat dengan sifat rasa asam, bau asam, dan endapan gumpalan yang tidak dapat diubah kembali menjadi susu segar).
Formatif:- Observasi diskusi penalaran murid selama analisis LK 'Tantangan Detektif Perubahan Materi'
- Cek pemahaman mandiri tertulis di akhir sesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis perubahan materi secara fisika dan kimia | Murid mampu menentukan kategori perubahan (fisika/kimia) pada paling banyak 2 dari 6 fenomena materi yang disajikan dan belum mampu memberikan alasan berdasarkan sifat zat. | Murid mampu menganalisis dan menentukan kategori perubahan fisika dan kimia secara tepat pada 3-4 dari 6 fenomena materi yang disajikan beserta alasannya dengan bantuan bimbingan guru. | Murid mampu menganalisis dan menentukan kategori perubahan fisika dan kimia secara tepat pada 5-6 fenomena materi yang disajikan secara mandiri berdasarkan kriteria terbentuk/tidaknya zat baru. | Murid mampu menganalisis seluruh (6 dari 6) fenomena perubahan materi secara tepat dan mandiri, serta mampu menjelaskan perbedaan mendasar perubahan fisika dan kimia berdasarkan ciri-ciri terbentuknya zat baru (perubahan warna, gas, endapan, atau suhu). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah demonstrasi pembakaran dan pengguntingan kertas efektif mengonstruksi pemahaman awal murid tentang terbentuknya zat baru?
- Bagian mana dari analisis fenomena perubahan fisika dan kimia yang paling banyak mengalami miskonsepsi pada murid?
Murid:- Tanda apa yang paling mudah bagi saya untuk mengetahui bahwa suatu perubahan materi tergolong perubahan kimia?
- Peristiwa perubahan materi apa saja yang sering saya temui di dapur rumah saya yang tergolong perubahan fisika dan perubahan kimia?
Pertemuan 4 — Melakukan Pengamatan Fenomena Perubahan Materi di Lingkungan Sekitar dan Mencatat Hasilnya — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.4 Melakukan pengamatan terhadap fenomena perubahan materi di sekitarnya dan mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan pengamatan terhadap fenomena perubahan materi di lingkungan sekitar sekolah dan mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar fenomena: (1) Es batu mencair di dalam gelas, dan (2) Kertas dibakar menghasilkan abu. Murid diminta menuliskan pada secarik kertas satu ciri perubahan yang teramati dari masing-masing gambar tersebut (acuan: gambar 1 teramati perubahan wujud dari padat menjadi cair/adanya air lelehan; gambar 2 teramati perubahan warna menjadi hitam/terbentuk abu/keluar asap) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai panduan teknis lembar pengamatan lapangan yang memuat 4 kolom pencatatan: Nama Objek, Kondisi Awal Objek, Perlakuan/Kondisi Lingkungan yang Mempengaruhi, dan Ciri Perubahan Teramati (perubahan wujud, warna, bau, suhu, atau pembentukan gas/endapan) (6 menit).
- Guru memberikan demonstrasi pemodelan pengamatan cepat menggunakan lilin yang dinyalakan di depan kelas; murid bersama guru mengidentifikasi kondisi awal lilin padat dan mencatat perubahan yang teramati saat lilin terbakar dan meleleh pada tabel contoh (9 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang dan menerima lembar kerja pengamatan fenomena perubahan materi (5 menit).
- Melalui kegiatan tantangan observasi menggembirakan bertajuk 'Detektif Perubahan Materi Lingkungan', setiap kelompok berkeliling di area lingkungan sekolah yang telah ditentukan (kantin, taman, dan tempat daur ulang) untuk menemukan dan melakukan pengamatan langsung terhadap minimal 3 fenomena perubahan materi konkret (26 menit).
- Setiap kelompok mencatat seluruh hasil pengamatan ke dalam tabel lembar kerja secara objektif mencakup kondisi awal, perlakuan/proses lingkungan, dan ciri perubahan yang teramati sesuai fakta lapangan (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok memeriksa kembali kelengkapan catatan hasil pengamatannya dan membandingkan catatan antaranggota kelompok untuk memastikan tidak ada ciri perubahan yang terlewatkan (5 menit).
- Murid menyimpulkan faktor-faktor ketelitian yang diperlukan saat melakukan pengamatan dan mencatat fenomena perubahan materi di lapangan (3 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan cek pemahaman akhir terhadap ketepatan pencatatan fenomena perubahan materi (4 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan murid selama pengamatan di luar kelas dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya yaitu merencanakan langkah penyelidikan ilmiah (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata kunci ciri-ciri perubahan (wujud, warna, suhu, gas, endapan) bagi kelompok yang membutuhkan dukungan pemantik pengamatan.
- Proses: Kelompok yang memerlukan bimbingan didampingi guru di stasiun taman dengan objek terarah, sedangkan kelompok mandiri mengamati secara leluasa di area kantin dan tempat daur ulang.
- Produk: Kelompok dapat melengkapi catatan tabel deskriptif dengan sketsa visual sederhana kondisi sebelum dan sesudah perubahan materi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik tertulis singkat di awal pembelajaran: Murid menuliskan satu ciri teramati pada 2 gambar fenomena perubahan materi: (1) Es batu mencair di dalam gelas, dan (2) Kertas dibakar. Acuan jawaban benar: (1) Perubahan wujud dari padat menjadi cair / muncul air lelehan; (2) Perubahan warna menjadi hitam / muncul abu / keluar asap.
Proses:- Observasi formatif saat murid melakukan pengamatan di lingkungan sekolah: guru memeriksa keaktifan murid mengamati objek secara cermat dan ketepatan mengisi 4 kolom pada tabel pengamatan (Nama Objek, Kondisi Awal, Perlakuan/Faktor Lingkungan, Ciri Perubahan Teramati).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan secara tertulis 2 ciri objektif dari salah satu fenomena yang baru saja diamati di lapangan (Kriteria penerimaan: menyebutkan ciri yang terverifikasi pada tabel hasil pengamatan kelompok, misalnya es teh mencair teramati perubahan wujud dan penurunan suhu wadah, atau pembakaran daun teramati warna menghitam dan timbul bau asap).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengamatan langsung di lapangan menggunakan lembar observasi.
- Pemeriksaan kelengkapan dan keakuratan data pada tabel catatan hasil pengamatan kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan Pengamatan Fenomena Perubahan Materi | Melakukan pengamatan fenomena perubahan materi di lingkungan sekitar kurang dari 2 fenomena dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Melakukan pengamatan terhadap 2 fenomena perubahan materi di lingkungan sekitar dengan arahan guru. | Melakukan pengamatan terhadap 3 fenomena perubahan materi di lingkungan sekitar secara mandiri dan fokus. | Melakukan pengamatan terhadap lebih dari 3 fenomena perubahan materi di lingkungan sekitar secara cermat, mendalam, dan mandiri. | | Mencatat Hasil Pengamatan Perubahan Materi | Mencatat hasil pengamatan tetapi komponen tabel tidak lengkap (hanya terisi 1-2 kolom). | Mencatat hasil pengamatan dengan mengisi sebagian komponen tabel (3 kolom terisi dengan data perubahan materi). | Mencatat hasil pengamatan secara lengkap pada seluruh kolom tabel (Nama Objek, Kondisi Awal, Perlakuan, dan Ciri Perubahan Teramati) secara akurat sesuai fakta. | Mencatat hasil pengamatan secara lengkap pada seluruh kolom tabel dengan deskripsi ciri perubahan yang sangat terperinci dan objektif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan murid saat kegiatan observasi di luar kelas berjalan tertib dan aman?
- Apakah instrumen tabel pengamatan mempermudah murid mencatat fenomena perubahan materi secara mandiri?
Murid:- Perubahan materi apa yang paling menarik yang kamu amati secara langsung di lingkungan sekolah tadi?
- Kesulitan apa yang kamu hadapi saat mencatat ciri-ciri perubahan materi pada tabel pengamatan?
Pertemuan 5 — Merencanakan Langkah-Langkah Operasional Penyelidikan Pertanyaan Ilmiah Sifat dan Perubahan Materi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.5 Merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan untuk menjawab pertanyaan tentang sifat dan perubahan materi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan ilmiah terkait sifat dan perubahan materi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat mengenai 3 komponen variabel dalam penyelidikan: variabel bebas, terikat, dan kontrol berdasarkan studi kasus es meleleh (acuan: variabel bebas = faktor yang diubah/jenis pembungkus es; variabel terikat = faktor yang diukur/waktu es meleleh habis atau massa es yang mencair; variabel kontrol = faktor yang dibuat sama/ukuran awal es dan suhu ruangan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati stimulus masalah ilmiah: 'Bagaimana merancang penyelidikan untuk menguji pengaruh jenis wadah/insulator terhadap laju pelelehan es batu?' kemudian mengidentifikasi pertanyaan ilmiah dan variabel penyelidikan (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Variabel Penyelidikan': guru membacakan 3 skenario rancangan pengujian (Skenario 1: menguji pengaruh garam terhadap titik leleh es; Skenario 2: menguji pengaruh luas permukaan es terhadap waktu mencair; Skenario 3: menguji pengaruh ketebalan pembungkus kain terhadap massa es yang mencair), lalu murid dalam kelompok beradu cepat mengacungkan kartu label yang tepat: mana variabel bebas, terikat, dan kontrol (acuan: Skenario 1: bebas = jumlah garam, terikat = waktu/suhu leleh, kontrol = massa awal es; Skenario 2: bebas = ukuran/bentuk es, terikat = waktu meleleh tuntas, kontrol = suhu lingkungan; Skenario 3: bebas = jumlah lapisan kain, terikat = massa air lelehan es, kontrol = waktu pengamatan dan jenis es) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk dalam kelompok kerja untuk menyusun draf Dokumen Rencana Penyelidikan Ilmiah pada Lembar Kerja Perencanaan dengan fokus pertanyaan: 'Bagaimana pengaruh jenis bahan pembungkus (kain katun, aluminium foil, plastik gelembung/bubble wrap, tanpa bungkus) terhadap waktu melelehnya es batu?' (15 menit).
- Murid merinci rancangan operasional penyelidikan yang memuat: (1) rumusan pertanyaan ilmiah yang dapat diselidiki, (2) identifikasi variabel (bebas: jenis bahan pembungkus; terikat: waktu es mencair habis; kontrol: ukuran massa es awal 20 gram dan suhu ruang uji), (3) daftar alat/bahan spesifik (stopwatch, wadah plastik identik, neraca/timbangan, es batu berukuran seragam, bahan pembungkus), dan (4) urutan langkah kerja operasional yang sistematis, logis, serta memperhatikan keselamatan kerja (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar draf rancangan antar-kelompok untuk melakukan evaluasi kelayakan langkah kerja: mengecek apakah langkah-langkah dapat diuji ulang (replikatif), variabel terkontrol ketat, dan alat ukur yang dipilih relevan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap rancangan penyelidikan yang telah disusun kelompok dan melakukan cek pemahaman akhir terkait kelengkapan komponen rencana penyelidikan (5 menit).
- Murid menuliskan refleksi singkat pembelajaran pada jurnal belajar dan merapikan lembar kerja perencanaan untuk digunakan pada sesi pengamatan dan pengolahan data berikutnya, kemudian guru menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar rancangan berstruktur dengan panduan kalimat rumpang untuk merumuskan variabel dan langkah kerja; murid yang mahir diberikan tantangan merancang penyelidikan dengan 2 variabel kontrol tambahan (seperti ketebalan bahan dan intensitas cahaya lingkungan).
- Proses: Guru memberikan scaffolding terarah pada kelompok yang kesulitan menentukan variabel kontrol yang harus dibuat konstan; kelompok yang mandiri dibiarkan mengeksplorasi variasi langkah operasional secara mandiri.
- Produk: Format perencanaan dapat dituangkan dalam bagan alur langkah kerja bertahap atau daftar prosedur berpenomoran rinci sesuai kesepakatan kelompok asalkan memuat seluruh komponen operasional.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemahaman komponen rancangan percobaan ilmiah: 'Jika kita ingin menyelidiki faktor yang mempercepat es mencair, apa yang disebut variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol?' (acuan: variabel bebas = faktor yang sengaja diubah/dimanipulasi peneliti seperti jenis wadah atau suhu; variabel terikat = faktor yang diukur/diobservasi sebagai respons seperti waktu es mencair; variabel kontrol = kondisi yang dijaga tetap sama selama percobaan seperti ukuran awal es batu dan volume wadah).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Kerja Perencanaan Penyelidikan dengan kriteria ketepatan: (1) rumusan pertanyaan ilmiah spesifik dan dapat diuji, (2) identifikasi variabel lengkap (variabel bebas: jenis pembungkus; variabel terikat: waktu mencair/massa es; minimal 2 variabel kontrol: ukuran awal es dan tempat peletakan), (3) pemilihan alat ukur yang valid (stopwatch/neraca), (4) langkah operasional runtut dan dapat direplikasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menjawab 1 pertanyaan evaluasi perencanaan: 'Sebutkan 3 hal yang wajib dijaga tetap sama (variabel kontrol) dalam penyelidikan pengaruh jenis wadah terhadap laju pencairan es batu agar penyelidikan adil!' (acuan jawaban: ukuran/massa es awal, suhu ruangan/lokasi peletakan, dan ketebalan wadah/posisi wadah).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja perencanaan penyelidikan melalui Lembar Kerja Perencanaan Langkah Penyelidikan (menilai: rumusan pertanyaan, identifikasi variabel bebas/terikat/kontrol, daftar alat ukur dan bahan, serta keruntutan langkah kerja operasional).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perumusan Variabel Penyelidikan (Bebas, Terikat, Kontrol) | Belum mampu mengidentifikasi variabel bebas, terikat, dan kontrol dengan tepat dalam konteks perubahan sifat zat. | Mampu menentukan variabel bebas dan terikat secara tepat, namun belum dapat menentukan variabel kontrol yang harus dijaga konstan. | Mampu menentukan variabel bebas, terikat, dan minimal 2 variabel kontrol secara tepat dan relevan dengan pertanyaan penyelidikan. | Mampu menentukan variabel bebas, terikat, dan lebih dari 2 variabel kontrol secara tepat, spesifik, serta memberikan alasan operasional pengendaliannya secara mandiri. | | Penyusunan Langkah Kerja Operasional Penyelidikan | Langkah kerja yang disusun belum runtut, belum mencantumkan alat ukur yang sesuai, dan belum operasional untuk menjawab pertanyaan penyelidikan. | Langkah kerja cukup runtut dan menyebutkan alat/bahan, namun tahapan pengukuran variabel terikat belum tertera secara operasional. | Langkah kerja disusun secara runtut, operasional, memuat pengukuran variabel terikat dengan alat bantu yang tepat, serta memungkinkan untuk direplikasi. | Langkah kerja disusun sangat runtut, rinci dan terukur, memuat langkah antisipasi galat pengukuran (pengulangan/replikasi), serta memperhatikan aspek keselamatan kerja operasional secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi murid untuk merumuskan langkah-langkah operasional penyelidikan secara mandiri dan terarah?
- Bagian mana dari perencanaan penyelidikan (variabel, alat/bahan, langkah kerja) yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Bagian mana dari penyusunan rencana penyelidikan ilmiah ini yang paling menantang bagimu?
- Mengapa penting untuk menentukan variabel kontrol sebelum kita melakukan penyelidikan sifat dan perubahan materi?
Pertemuan 6 — Mengolah Data Hasil Penyelidikan Sifat dan Perubahan Materi ke dalam Tabel — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.6 Mengolah data hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi dalam bentuk tabel dan grafik
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengolah data hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi ke dalam bentuk tabel yang sistematis (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan/catatan kilat tentang 3 komponen tabel: murid diminta menyebutkan komponen tabel berdasarkan contoh teks catatan mentah (acuan jawaban: 1. Judul tabel, 2. Kepala kolom/variabel dan satuan, 3. Baris data) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak permodelan guru mengenai cara mengonversi catatan mentah penyelidikan pemanasan air menjadi tabel sistematis: meletakkan variabel bebas (waktu/menit) di kolom kiri dan variabel terikat (suhu/°C) di kolom kanan, melengkapi judul tabel, serta menyamakan format angka desimal (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Detektif Format Tabel': memeriksa potongan contoh tabel yang sengaja dibuat keliru formatnya (belum ada satuan dan urutan waktu acak) lalu memperbaikinya secara cepat di papan tulis mini (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara mandiri menerima lembar data mentah penyelidikan pemanasan zat X yang berisi 5 titik pengamatan: 'menit ke-0 suhu 25,0 °C; menit ke-2 suhu 35,5 °C; menit ke-4 suhu 45,0 °C; menit ke-6 suhu 55,0 °C; menit ke-8 suhu 65,5 °C' (5 menit).
- Murid mengolah data mentah tersebut ke dalam format tabel data penyelidikan lengkap yang memuat: (1) Judul tabel yang jelas memuat hubungan variabel; (2) Kolom kiri untuk Waktu (menit); (3) Kolom kanan untuk Suhu (°C); (4) Seluruh 5 baris data tercatat urut dengan konsistensi satu angka di belakang koma (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan verifikasi mandiri (self-check) terhadap tabel yang telah disusun menggunakan rubrik ceklis 4 komponen (judul tabel, nama kolom dan satuan, urutan data, konsistensi angka) untuk menilai ketepatan penyajian tabelnya sendiri (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik klasikal atas pengolahan tabel dan menegaskan pentingnya kerapian dan konsistensi data sebelum diolah menjadi grafik pada pertemuan berikutnya (5 menit).
- Guru dan murid menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan lembar kerja dengan kerangka garis tabel yang sudah terbagi 2 kolom; bagi murid yang mahir, data mentah diberikan dengan urutan waktu yang sengaja diacak sehingga perlu diurutkan mandiri.
- Proses: Guru memberikan pendampingan intensif bagi murid yang masih keliru menempatkan posisi kolom variabel terikat dan variabel bebas.
- Produk: Semua murid menghasilkan tabel data 5 baris data penyelidikan pemanasan zat X dengan kelengkapan komponen standar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman komponen tabel: Guru menampilkan catatan acak 'Percobaan es melebur: 1 menit 0 derajat, 2 menit 2 derajat, 3 menit 5 derajat'. Murid menyebutkan 3 hal yang harus ditambahkan agar menjadi tabel ilmiah yang baku. Acuan jawaban benar: (1) Judul tabel yang jelas, (2) Label kepala kolom beserta satuannya [misal: Waktu (menit) dan Suhu (°C)], (3) Penulisan data berbaris teratur.
Proses:- Observasi formatif saat murid menyusun tabel data penyelidikan pemanasan zat X: memeriksa ketepatan penempatan variabel bebas pada kolom kiri, variabel terikat pada kolom kanan, pencantuman satuan, dan konsistensi penulisan angka desimal (acuan: Waktu berturut-turut 0, 2, 4, 6, 8 menit; Suhu berturut-turut 25,0; 35,5; 45,0; 55,0; 65,5 °C).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi: Murid menyandingkan tabel buatannya dengan kriteria kunci: Judul memuat subjek zat dan variabel ('Tabel Hasil Penyelidikan Pemanasan Zat X Terhadap Waktu'); Kolom 1 berisi Waktu (menit) bernilai 0, 2, 4, 6, 8; Kolom 2 berisi Suhu (°C) bernilai 25,0; 35,5; 45,0; 55,0; 65,5. Kriteria ketercapaian: tabel memenuhi seluruh 4 baris kriteria.
Formatif:- Penilaian kinerja pengolahan data penyelidikan ke dalam tabel menggunakan lembar kerja dan rubrik analitis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Komponen Tabel Data Penyelidikan | Menyusun tabel tanpa judul dan tanpa label kolom/satuan pengukuran. | Menyusun tabel dengan label kolom namun belum mencantumkan satuan pengukuran atau judul tabel. | Menyusun tabel lengkap memuat judul tabel, label kolom variabel bebas dan terikat beserta satuan pengukurannya. | Menyusun tabel secara mandiri dengan judul yang sangat spesifik, label variabel lengkap beserta satuan baku, dan tata letak kolom yang tepat tanpa bantuan. | | Ketepatan dan Konsistensi Pengolahan Data | Data mentah dimasukkan tidak urut dan format penulisan angka desimal berbeda-beda (kurang dari 3 data tepat). | Memasukkan 3 dari 5 data dengan urut dan format angka tepat sesuai acuan data pemanasan zat X. | Memasukkan seluruh 5 data penyelidikan pemanasan zat X (menit 0, 2, 4, 6, 8 dan suhu 25,0; 35,5; 45,0; 55,0; 65,5 °C) secara urut dan konsisten. | Memasukkan seluruh 5 data penyelidikan pemanasan zat X secara urut, konsisten satu angka desimal, serta rapi tanpa ada coretan pembetulan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi murid untuk memahami dan melatih penyusunan tabel data penyelidikan?
- Bagian mana dari langkah pengolahan tabel (judul, peletakan variabel, atau konsistensi desimal) yang paling banyak memerlukan scaffolding?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah dan paling menantang saat mengubah catatan mentah pengamatan menjadi tabel data?
- Mengapa kita harus konsisten menuliskan satuan dan tanda desimal pada kolom tabel penyelidikan?
Pertemuan 7 — Mengolah Data Hasil Penyelidikan Sifat dan Perubahan Materi ke dalam Grafik — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.6 Mengolah data hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi dalam bentuk tabel dan grafik
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memimpin doa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengolah data hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi ke dalam bentuk grafik garis yang tepat dan terstruktur (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal singkat: murid menjawab pertanyaan lisan mengenai posisi variabel pada grafik berdasarkan tabel data pemanasan air (waktu vs suhu). Murid menentukan sumbu untuk variabel waktu dan suhu (acuan: waktu diletakkan pada sumbu-x/mendatar dan suhu diletakkan pada sumbu-y/tegak) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati contoh tabel data penyelidikan perubahan wujud saat pemanasan lilin: Menit ke-0 (30 °C), Menit ke-2 (45 °C), Menit ke-4 (60 °C), Menit ke-6 (60 °C), Menit ke-8 (75 °C), lalu mengidentifikasi komponen penting grafik: judul grafik, label sumbu-x (Waktu dalam menit), label sumbu-y (Suhu dalam °C), skala angka yang konsisten (kelipatan 2 untuk x, kelipatan 15 untuk y), dan titik plot data (10 menit).
- Prinsip Menggembirakan: Guru mengadakan tantangan kilat berpasangan 'Tebak Koordinat Data'. Guru menyebutkan satu pasangan data dari tabel (misalnya menit ke-4 suhu 60 °C), pasangan murid berlomba mengangkat kartu titik koordinat (x, y) yang sesuai pada papan grid mini (acuan: koordinat titik benar adalah (4, 60)) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berpasangan menerima Lembar Kerja Data yang memuat tabel penyelidikan pemanasan es batu hingga mendidih: Waktu (menit): 0, 2, 4, 6, 8, 10 dengan Suhu (°C): -4, 0, 0, 30, 70, 100 (10 menit).
- Murid mengolah data dari tabel tersebut ke dalam kertas grafik berpetak dengan menggambar sumbu koordinat, menuliskan judul 'Grafik Perubahan Suhu Pemanasan Es terhadap Waktu', memberi label sumbu-x 'Waktu (menit)' dan sumbu-y 'Suhu (°C)', menentukan rentang skala yang teratur, menandai 6 titik koordinat (-4 di menit 0, 0 di menit 2, 0 di menit 4, 30 di menit 6, 70 di menit 8, 100 di menit 10), serta menghubungkan titik-titik tersebut menjadi grafik garis kontinu (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan menukar hasil pembuatan grafiknya dengan kelompok terdekat untuk memeriksa ketepatan 5 elemen grafik: judul grafik, kelengkapan label sumbu beserta satuan, konsistensi interval skala, ketepatan posisi ke-6 titik koordinat, dan kerapian garis hubung (acuan: ke-5 elemen grafik terisi tepat sesuai data LK) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan penting dalam mengolah data tabel ke grafik garis (variabel bebas di sumbu mendatar, variabel terikat di sumbu tegak, skala harus konsisten berjarak sama, serta judul wajib dicantumkan) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keterampilan pengolahan grafik murid hari ini, mengingatkan murid untuk menyimpan grafik hasil olahan ke dalam map portofolio penyelidikan, dan menutup sesi dengan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas berpetak yang sudah dilengkapi garis sumbu x dan y awal beserta penomoran skala dasar; murid yang mahir diberikan kertas berpetak kosong tanpa bantuan skala awal.
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif bagi murid yang kesulitan menentukan interval skala pada sumbu vertikal; bagi murid yang cepat selesai, diberikan data tambahan berupa laju pendinginan air (8 pasang data) untuk langsung diolah menjadi grafik garis kedua.
- Produk: Grafik garis disajikan secara manual pada kertas milimeter blok berpetak dengan ketepatan skala titik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika disajikan tabel pengukuran pemanasan zat cair yang mencatat waktu pemanasan dan perubahan suhu zat, variabel manakah yang diposisikan pada sumbu-x (mendatar) dan sumbu-y (tegak)?' (Acuan jawaban benar: sumbu-x memuat waktu pemanasan, sumbu-y memuat suhu zat).
Proses:- Observasi formatif saat murid mengolah 6 titik data tabel pemanasan es ke dalam grafik garis (memeriksa ketepatan penentuan skala rentang 2 menit pada sumbu-x, skala 10-20 °C pada sumbu-y, dan penempatan 6 titik koordinat: (0, -4), (2, 0), (4, 0), (6, 30), (8, 70), (10, 100)).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 soal): (1) Tuliskan 3 kelengkapan wajib yang harus ada pada tampilan luar grafik data sains! (Acuan: judul grafik, label sumbu-x dengan satuan, dan label sumbu-y dengan satuan); (2) Jika waktu diukur dalam menit dengan interval 2, 4, 6, 8, berapa jarak nilai antar-garis skala pada sumbu-x? (Acuan: rentang skala konstan sebesar 2 satuan).
Formatif:- Kuis diagnostik lisan penentuan posisi sumbu grafik (sumbu-x dan sumbu-y)
- Penilaian unjuk kerja pengolahan data tabel penyelidikan ke bentuk grafik garis pada lembar kerja berpetak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penentuan Sumbu dan Skala Grafik | Terbalik menempatkan variabel pada sumbu x dan y, serta interval skala tidak beraturan. | Tepat menempatkan variabel pada sumbu x dan y, namun interval angka skala masih tidak konsisten atau loncat tidak teratur. | Tepat menempatkan variabel pada sumbu x dan y serta menggunakan interval skala yang konsisten dan berjarak teratur dengan sedikit koreksi guru. | Tepat, rapi, dan mandiri sepenuhnya dalam menetapkan variabel sumbu x dan y serta membagi interval skala yang proporsional dan konsisten. | | Ketepatan Plot Titik Koordinat dan Garis Data | Kurang dari 3 titik koordinat data pemanasan es diplot dengan tepat pada bidang grafik. | Memplot 3-4 titik koordinat data pemanasan es dengan tepat sesuai tabel data, namun garis hubung antar-titik belum tepat. | Memplot 5 dari 6 titik koordinat data pemanasan es dengan tepat dan menghubungkannya menjadi garis grafik yang runtut. | Memplot seluruh 6 titik koordinat data pemanasan es (titik: (0,-4), (2,0), (4,0), (6,30), (8,70), (10,100)) secara presisi dan membentuk garis grafik kontinu yang rapi. | | Kelengkapan Elemen Grafik | Grafik hanya memuat garis data tanpa judul dan tanpa label satuan pada sumbu koordinat. | Hanya memuat 1-2 dari 3 komponen kelengkapan grafik (judul grafik, label sumbu-x beserta satuan, label sumbu-y beserta satuan). | Memuat lengkap ketiga komponen (judul grafik, label sumbu-x beserta satuan, label sumbu-y beserta satuan) dengan penulisan jelas. | Memuat seluruh komponen kelengkapan grafik secara lengkap, jelas, presisi, dan proporsional terhadap bidang gambar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap mengaplikasi mencukupi bagi murid untuk menggambar skala dan memplot 6 titik data secara akurat?
- Bagian mana dari langkah pembuatan grafik yang paling banyak menimbulkan kesalahan teknis pada murid (pembagian skala atau ketepatan plot titik)?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menentukan skala angka yang berjarak sama rata pada sumbu tegak maupun sumbu mendatar?
- Apa kesulitan terbesar yang saya hadapi saat menghubungkan titik-titik data hasil penyelidikan ke dalam garis grafik?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Sifat dan Perubahan Materi secara Sistematis — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.7 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan menyampaikan tujuan pertemuan ke-8 yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara sistematis (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis cepat menyusun 4 kartu tahapan komunikasi laporan ilmiah: Kartu 1: Kesimpulan Penyelidikan, Kartu 2: Tujuan dan Pertanyaan Penyelidikan, Kartu 3: Langkah Kerja dan Bahan, Kartu 4: Data Hasil Percobaan (Tabel/Grafik). Murid mengurutkan nomor kartu secara tepat (acuan urutan benar: 2 - 3 - 4 - 1) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati format sistematis komunikasi hasil penyelidikan yang memuat 4 komponen terstruktur: (1) Tujuan Penyelidikan, (2) Prosedur/Langkah Percobaan, (3) Penyajian Data (tabel dan grafik dari pertemuan sebelumnya), dan (4) Kesimpulan Hubungan Bukti dengan Pertanyaan Penyelidikan (10 menit).
- Murid memainkan permainan 'Kartu Susun Alur Penyelidikan' berpasangan untuk mengidentifikasi penempatan kalimat-kalimat pernyataan ke dalam 4 bagian laporan ilmiah dengan tepat: Pernyataan A 'Mengukur perubahan suhu air saat dipanaskan setiap menit' (masuk bagian Langkah), Pernyataan B 'Waktu leleh es berbanding terbalik dengan suhu lingkungan' (masuk bagian Kesimpulan), Pernyataan C 'Untuk mengetahui laju mencairnya es pada wadah terisolasi' (masuk bagian Tujuan), dan Pernyataan D 'Data suhu: menit ke-1 = 25°C, menit ke-2 = 40°C' (masuk bagian Data) (acuan: A-Langkah, B-Kesimpulan, C-Tujuan, D-Data) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan data tabel dan grafik penyelidikan sifat dan perubahan materi yang telah dibuat pada Pertemuan 6 dan 7, lalu menyusun naskah/format komunikasi laporan hasil penyelidikan secara sistematis mengikuti urutan 4 komponen lengkap: Tujuan, Langkah, Data (tabel & grafik), serta Kesimpulan (25 menit).
- Murid secara berpasangan saling mengomunikasikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi masing-masing secara sistematis sesuai urutan komponen naskah, memeriksa kelengkapan alur temannya menggunakan lembar ceklis sistematis (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan proses mengomunikasikan hasil penyelidikan dengan mengevaluasi apakah seluruh komponen laporan penyelidikannya telah tersampaikan secara urut dan runtut (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya sistematika terstruktur saat mengomunikasikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menyampaikan informasi kegiatan pertemuan berikutnya (Pertemuan 9: Asesmen Sumatif Bab Zat dan Perubahan) tanpa merangkum atau menutup bab secara keseluruhan (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan format panduan komunikasi rumpang dengan label 4 komponen; murid yang mahir menyusun naskah komunikasi hasil penyelidikan mandiri secara lengkap.
- Proses: Scaffolding bertahap diberikan kepada murid yang kesulitan menyusun kesimpulan berdasarkan data penyelidikan materi.
- Produk: Format penyampaian komunikasi penyelidikan dapat berupa lembar laporan sistematis tertulis atau bagan alur laporan penyelidikan terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengurutkan 4 tahapan komunikasi laporan ilmiah berikut: (1) Kesimpulan Penyelidikan, (2) Tujuan dan Pertanyaan Penyelidikan, (3) Langkah Kerja dan Bahan, (4) Data Hasil Percobaan (Tabel/Grafik). Kriteria ketercapaian: urutan tepat adalah 2 - 3 - 4 - 1.
Proses:- Lembar observasi ceklis keteraturan naskah komunikasi penyelidikan materi (memuat 4 komponen urut: Tujuan, Langkah, Data tabel/grafik, Kesimpulan) dan ketepatan penyampaian hasil secara berpasangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan secara tertulis 4 komponen pokok laporan komunikasi hasil penyelidikan materi secara berurutan. Kunci/acuan jawaban: (1) Tujuan/Pertanyaan Penyelidikan, (2) Langkah/Prosedur Kerja, (3) Data Hasil Penyelidikan (Tabel/Grafik), (4) Kesimpulan.
Formatif:- Asesmen diagnostik urutan pelaporan ilmiah pada kegiatan pendahuluan
- Penilaian proses penyusunan naskah komunikasi hasil penyelidikan dan simulasi penyampaian sistematis berpasangan menggunakan rubrik
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sistematika Komunikasi Hasil Penyelidikan | Mengomunikasikan hasil penyelidikan dengan susunan acak tanpa mengikuti alur komponen (hanya memuat 1 komponen atau tidak berurutan). | Mengomunikasikan hasil penyelidikan dengan memuat 2 dari 4 komponen secara runtut (misal hanya memuat Tujuan dan Data). | Mengomunikasikan hasil penyelidikan materi secara sistematis dan runtut memuat 4 komponen lengkap: (1) Tujuan, (2) Langkah kerja, (3) Data tabel/grafik, dan (4) Kesimpulan. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan materi secara sistematis dan runtut memuat 4 komponen lengkap (Tujuan, Langkah, Data, Kesimpulan) secara mandiri serta disertai penjelasan keterkaitan langsung antara data pengamatan dan kesimpulan yang ditarik. | | Kelengkapan Penyampaian Data dan Kesimpulan Materi | Belum menyertakan data tabel/grafik maupun kesimpulan perubahan materi dalam komunikasi laporan. | Menyertakan data tabel/grafik namun belum menyertakan kesimpulan hasil penyelidikan perubahan materi. | Menyertakan data tabel dan grafik penyelidikan materi secara tepat serta menyimpulkan hasil perubahan materi sesuai data yang disajikan. | Menyertakan data tabel dan grafik penyelidikan materi secara lengkap serta merumuskan kesimpulan hubungan variabel penyelidikan perubahan materi secara terperinci tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan pembelajaran berhasil memfasilitasi murid mengomunikasikan hasil penyelidikan materi secara sistematis?
- Bagian mana dari langkah bimbingan komunikasi laporan penyelidikan yang memerlukan penguatan tambahan pada masa mendatang?
Murid:- Apakah saya sudah mampu menyusun dan menyampaikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara berurutan dari tujuan hingga kesimpulan?
- Bagian laporan penyelidikan mana yang paling mudah dan paling menantang untuk saya komunikasikan secara jelas?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Menganalisis klasifikasi materi berdasarkan wujud padat, cair, dan gas
- TP 7.2.2 Menganalisis sifat materi berdasarkan keadaan dan susunan partikelnya
- TP 7.2.3 Menganalisis perubahan materi secara fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari
- TP 7.2.4 Melakukan pengamatan terhadap fenomena perubahan materi di sekitarnya dan mencatat hasil pengamatannya
- TP 7.2.5 Merencanakan langkah-langkah operasional penyelidikan untuk menjawab pertanyaan tentang sifat dan perubahan materi
- TP 7.2.6 Mengolah data hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi dalam bentuk tabel dan grafik
- TP 7.2.7 Mengomunikasikan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif bab, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan asesmen untuk mengukur pemahaman konsep wujud dan perubahan zat serta keterampilan proses penyelidikan sains (3 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif yang terdiri dari 3 bagian: tes tertulis individual (35 menit), finalisasi dan perakitan portofolio penyelidikan kelompok (20 menit), serta presentasi hasil penyelidikan kelompok (17 menit) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pembacaan petunjuk teknis pengerjaan lembar tes tertulis individual yang berisi 3 butir soal analisis: (1) klasifikasi materi padat, cair, dan gas; (2) perbandingan sifat materi berdasarkan susunan partikel; serta (3) analisis contoh fenomena perubahan fisika dan kimia (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri dan hening mengerjakan tes tertulis serentak (30 menit). Butir soal dan kunci jawaban: Soal 1 (TP 7.2.1): 'Klasifikasikan 3 zat berikut ke dalam wujud padat, cair, atau gas: balok kayu, minyak goreng, dan udara dalam balon!' (Kunci: balok kayu = padat, minyak goreng = cair, udara dalam balon = gas). Soal 2 (TP 7.2.2): 'Bandingkan susunan partikel dan jarak antarpartikel pada zat padat dan zat gas!' (Kunci: zat padat memiliki susunan partikel sangat teratur dan jarak antarpartikel sangat rapat; zat gas memiliki susunan partikel sangat tidak teratur dan jarak antarpartikel sangat renggang/berjauhan). Soal 3 (TP 7.2.3): 'Tentukan jenis perubahan (fisika atau kimia) pada 2 peristiwa berikut: (a) es batu mencair menjadi air, (b) kertas dibakar menjadi abu!' (Kunci: (a) perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru dan hanya perubahan wujud, (b) perubahan kimia karena menghasilkan zat baru yaitu abu dan gas hasil pembakaran).
- Murid mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis, kemudian bergabung dalam kelompoknya (7 kelompok) untuk menyatukan dan memfinalisasi dokumen portofolio penyelidikan yang memuat: lembar rancangan operasional (rumusan masalah, alat/bahan, langkah kerja), tabel pencatatan pengamatan fenomena perubahan materi, serta penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik pemanasan/perubahan wujud (20 menit).
- Setiap kelompok secara bergiliran (7 kelompok x 2,4 menit = ~17 menit) mempresentasikan laporan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara sistematis di depan kelas mencakup tujuan penyelidikan, prosedur operasional, data tabel dan grafik, serta simpulan (17 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan refleksi mandiri secara tertulis tentang proses pengerjaan tes, kerja sama portofolio kelompok, dan keterampilan mengomunikasikan bukti ilmiah selama pembelajaran Bab Zat dan Perubahan (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar refleksi dan dokumen portofolio kelompok, memberikan apresiasi atas ketertiban dan kejujuran murid selama asesmen sumatif, serta menutup rangkaian pembelajaran Bab 2 (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar soal tes dengan format tulisan yang diperbesar (large print) bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan.
- Proses: Memberikan penyesuaian tempat duduk di baris depan bagi murid dengan kebutuhan khusus agar fokus membaca instruksi tanpa mengubah waktu atau kompetensi.
- Produk: Format penyajian grafik dalam portofolio dapat disajikan dengan gambar manual berskala atau menggunakan cetak lembar kerja bergaris milimeter blok standar.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis analisis konsep dan unjuk kerja proyek mini penyelidikan kelompok: lembar jawaban analisis konsep wujud dan perubahan zat secara tertulis serentak, serta dokumen portofolio rancangan, lembar data tabel-grafik, dan penyampaian presentasi kelompok hasil penyelidikan
- tes tertulis serentak: lembar jawaban tes tertulis berisi analisis klasifikasi wujud zat (padat, cair, gas), perbandingan sifat berdasarkan model partikel, serta analisis fenomena perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tes tertulis)
- penugasan portofolio penyelidikan kelompok: lembar kerja kelompok berisi dokumen rancangan operasional prosedur penyelidikan perubahan materi, lembar pencatatan pengamatan fenomena, serta penyajian data hasil penyelidikan dalam bentuk tabel dan grafik (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio laporan penyelidikan)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyampaian lisan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara sistematis oleh perwakilan 7 kelompok secara bergantian masing-masing 2,5 menit di depan kelas (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis analisis konsep dan unjuk kerja proyek mini penyelidikan kelompok: lembar jawaban analisis konsep wujud dan perubahan zat secara tertulis serentak, serta dokumen portofolio rancangan, lembar data tabel-grafik, dan penyampaian presentasi kelompok hasil penyelidikan
- tes tertulis serentak: lembar jawaban tes tertulis berisi analisis klasifikasi wujud zat (padat, cair, gas), perbandingan sifat berdasarkan model partikel, serta analisis fenomena perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran tes tertulis)
- penugasan portofolio penyelidikan kelompok: lembar kerja kelompok berisi dokumen rancangan operasional prosedur penyelidikan perubahan materi, lembar pencatatan pengamatan fenomena, serta penyajian data hasil penyelidikan dalam bentuk tabel dan grafik (25 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio laporan penyelidikan)
- unjuk kerja presentasi kelompok: penyampaian lisan hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi secara sistematis oleh perwakilan 7 kelompok secara bergantian masing-masing 2,5 menit di depan kelas (20 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Klasifikasi, Sifat Partikel, dan Perubahan Materi (Tes Tertulis - TP 7.2.1, 7.2.2, 7.2.3) | Menjawab tepat maksimal 1 dari 3 butir soal analisis (Acuan: Soal 1 balok kayu=padat, minyak=cair, udara=gas; Soal 2 padat=teratur rapat, gas=tidak teratur renggang; Soal 3 es mencair=fisika, kertas terbakar=kimia). | Menjawab tepat 2 dari 3 butir soal analisis sesuai acuan kunci jawaban. | Menjawab tepat seluruh 3 butir soal analisis sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri. | Menjawab tepat seluruh 3 butir soal analisis sesuai acuan kunci jawaban disertai penjelasan alasan ilmiah yang lengkap pada tiap butir. | | Portofolio Penyelidikan: Rencana, Pengamatan, Tabel, dan Grafik (TP 7.2.4, 7.2.5, 7.2.6) | Portofolio hanya memuat 1 dari 3 komponen: rancangan operasional, pencatatan pengamatan, atau penyajian data tabel-grafik. | Portofolio memuat 2 dari 3 komponen dengan format yang sesuai. | Portofolio memuat lengkap 3 komponen: rancangan operasional, pencatatan pengamatan, serta pengolahan data tabel dan grafik secara tepat. | Portofolio memuat lengkap 3 komponen dengan data tabel dan grafik berskala sangat rapi, akurat, dan terbaca jelas. | | Komunikasi Sistematis Hasil Penyelidikan (Unjuk Kerja Presentasi - TP 7.2.7) | Menyampaikan hasil penyelidikan tanpa urutan sistematis dan tidak mengaitkan data tabel/grafik. | Menyampaikan hasil penyelidikan dengan urutan cukup sistematis namun belum merujuk data tabel/grafik secara jelas. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara sistematis (tujuan, langkah, hasil data tabel/grafik, simpulan) secara lugas. | Menyampaikan hasil penyelidikan secara sistematis, runut, lugas, serta mampu menguraikan pola data tabel dan grafik dengan sangat jelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk tes tertulis individual (35 menit) dan presentasi kelompok (17 menit) berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana capaian pemahaman konsep wujud dan perubahan zat murid dibandingkan dengan keterampilan proses penyelidikannya?
- Apakah instrumen rubrik sumatif dapat membedakan tingkat ketercapaian kompetensi murid secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari tes tertulis atau portofolio penyelidikan yang paling menantang bagi saya?
- Bagaimana kontribusi saya dalam kelompok saat menyusun portofolio dan mempresentasikan hasil penyelidikan?
- Apa pemahaman terpenting yang saya peroleh tentang materi zat dan perubahannya dalam kehidupan nyata?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021/2023 (Bab II Zat dan Perubahannya)
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021/2023
- Benda konkret: kelereng, balok kayu, air, gelas ukur, mangkuk, balon karet, 6 kartu materi klasifikasi
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023), Bab II Zat dan Perubahannya
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek, 2023), Bab II Subbab A: Wujud Zat dan Model Partikel (Aktivitas 2.3)
- Diagram visual model partikel zat padat, cair, dan gas
- Lembar Kerja Analisis Hubungan Sifat Materi dan Susunan Partikel
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023), Bab II: Zat dan Perubahannya
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2023), Subbab C: Perubahan Fisika dan Kimia
- Kertas bekas, gunting, korek api, dan cawan tahan api untuk demonstrasi konseptual
- Lembar Kerja Siswa: 'Tantangan Detektif Perubahan Materi'
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023.
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023.
- Lembar Kerja Pengamatan Perubahan Materi Lingkungan Sekolah.
- Lingkungan sekolah (taman, kantin, tempat pengolahan sampah/daur ulang).
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023, Bab II Zat dan Perubahannya
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023, Bab II Aktivitas 2.2 & Penyelidikan Melelehnya Es
- Lembar Kerja Murid: Perencanaan Penyelidikan Laju Perubahan Wujud Zat
- Kartu Skenario Percobaan dan Kartu Label Variabel (Bebas, Terikat, Kontrol)
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII Bab 2, Kemendikbudristek 2021
- Lembar Kerja Murid: Data Mentah Penyelidikan Pemanasan Zat X
- Penggaris dan pensil
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021/2023
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII Bab 2 'Zat dan Perubahannya', Kemendikbudristek
- Kertas grafik/kertas milimeter blok, penggaris, dan pensil warna
- Lembar Kerja Siswa: Pengolahan Data Penyelidikan Perubahan Wujud Zat ke dalam Grafik
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII Revisi 2023, Kemendikbudristek
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII Revisi 2023, Kemendikbudristek
- Data tabel dan grafik hasil penyelidikan sifat dan perubahan materi (produk Pertemuan 6 dan 7)
- Lembar panduan sistematika komunikasi hasil penyelidikan IPA
- Buku Panduan Guru IPA SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023
- Buku Siswa IPA SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2023, Bab II: Zat dan Perubahannya
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2
- Dokumen Portofolio Laporan Penyelidikan Siswa (Lembar Kerja Pertemuan 4-7)
|