MODUL AJAR IPA — Kelas 10 (Fase E) Topik: Proyek: Observasi, Analisis Akar Masalah, dan Kampanye Solusi Perubahan Iklim INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPA |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Proyek: Observasi, Analisis Akar Masalah, dan Kampanye Solusi Perubahan Iklim |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat merencanakan dan melakukan observasi terhadap bukti perubahan iklim di lingkungan sekitar (perubahan garis pantai, pergeseran musim, atau perubahan siklus makhluk hidup), menggunakan alat bantu yang sesuai untuk memperoleh data yang akurat.
- Murid dapat mengomunikasikan hasil analisis penyebab, dampak, dan solusi perubahan iklim secara sistematis melalui kampanye di media sosial dengan argumen berbasis bukti ilmiah.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian menyadari perubahan cuaca yang ekstrem atau pergeseran musim hujan dan kemarau di daerah kita akhir-akhir ini?
- Jika kalian menemukan bukti nyata perubahan iklim di sekitar kalian, bagaimana cara paling efektif untuk mengajak orang lain ikut serta mencari solusinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
- Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar.
- Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya tentang gejala perubahan iklim dengan kondisi riil di lingkungan sekitar.
- Guru memberikan asesmen awal (diagnostik kognitif singkat) secara lisan mengenai pengamatan murid terhadap lingkungan.
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran (TP) dan menjelaskan skenario proyek yang akan dilakukan hari ini (Observasi, Analisis Fishbone, Kampanye Medsos).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang.
- Guru membagikan LKPD Proyek Tahap 1 dan 2, kemudian memandu murid untuk memahami instruksi observasi bukti perubahan iklim (seperti pergeseran musim, perubahan siklus hidup tumbuhan/hewan di sekolah, atau data curah hujan dari situs BMKG).
- Murid berdiskusi dalam kelompok untuk merencanakan alat bantu dan metode observasi yang akan digunakan (misalnya: termometer, kamera gawai, atau akses internet untuk data BMKG).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid melakukan observasi singkat di lingkungan sekolah atau menelusuri data iklim lokal (situs BMKG) menggunakan gawai mereka untuk mengumpulkan data akurat.
- Murid mengolah data hasil observasi dan menganalisis akar masalah penyebab perubahan iklim menggunakan metode graphic organizer (diagram Fishbone/tulang ikan).
- Berdasarkan akar masalah yang ditemukan, murid merumuskan solusi dan menyusun draf konten kampanye (poster digital, infografis, atau video singkat) yang akan diunggah ke media sosial.
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis Fishbone dan draf kampanye media sosial mereka di depan kelas.
- Kelompok lain dan guru memberikan umpan balik (peer-assessment) terhadap argumen ilmiah dan daya tarik kampanye yang dibuat.
- Murid mengevaluasi efektivitas solusi yang mereka tawarkan dan merefleksikan peran mereka sebagai individu dalam menjaga kelestarian bumi.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil pembelajaran mengenai bukti, akar masalah, dan solusi perubahan iklim.
- Guru mengingatkan murid untuk mengunggah hasil kampanye yang telah direvisi ke media sosial masing-masing sebagai bentuk aksi nyata.
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi murid selama proyek berlangsung.
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid dapat memilih objek observasi sesuai kondisi (misal: perubahan garis pantai bagi yang dekat pantai, pergeseran musim/suhu, atau perubahan siklus hidup tumbuhan di sekitar sekolah).
- Proses: Guru memberikan bimbingan lebih intensif (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan menyusun diagram Fishbone, sementara kelompok yang sudah mahir dapat langsung merumuskan solusi kompleks.
- Produk: Murid dibebaskan memilih format kampanye media sosial sesuai minat dan bakat (misal: infografis di Instagram, video pendek di TikTok, atau utas/thread di X/Twitter).
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan: 'Coba perhatikan lingkungan sekitar kalian dalam 1 bulan terakhir, adakah perubahan cuaca atau siklus tumbuhan yang menurut kalian tidak biasa? Apa yang menyebabkannya?'
Proses:- Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pemantik lanjutan jika kelompok stuck pada diagram Fishbone, dan menggunakan lembar observasi keterampilan proses (merencanakan dan menganalisis).
Akhir:- Rubrik penilaian produk kampanye media sosial yang mencakup keakuratan data observasi, ketajaman analisis penyebab/dampak, kelayakan solusi, dan efektivitas komunikasi visual/verbal.
Formatif:- Observasi aktivitas kelompok selama merencanakan dan melakukan penyelidikan.
- Penilaian draf diagram Fishbone (analisis akar masalah).
Sumatif:- Penilaian produk akhir berupa konten kampanye media sosial (kesesuaian argumen ilmiah, kreativitas, dan kejelasan pesan).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perencanaan dan Pelaksanaan Observasi (Keterampilan Proses) | Belum mampu merencanakan observasi dan tidak menggunakan alat bantu/sumber data yang relevan. | Mampu merencanakan observasi sederhana namun data yang diperoleh kurang akurat atau kurang relevan dengan perubahan iklim. | Mampu merencanakan dan melakukan observasi menggunakan alat bantu/sumber data yang sesuai untuk memperoleh data yang akurat. | Mampu merencanakan, melakukan observasi secara mandiri dengan alat bantu yang sangat tepat, serta memvalidasi keakuratan data dari berbagai sumber. | | Analisis Akar Masalah (Diagram Fishbone) | Belum mampu mengidentifikasi penyebab dan dampak perubahan iklim. | Mampu mengidentifikasi penyebab dan dampak, namun belum terstruktur dalam diagram Fishbone. | Mampu menganalisis akar masalah (penyebab, dampak, solusi) secara terstruktur menggunakan diagram Fishbone dengan argumen yang logis. | Mampu menganalisis akar masalah secara mendalam dan komprehensif menggunakan diagram Fishbone, mengaitkan berbagai faktor (alam dan manusia) dengan bukti ilmiah yang kuat. | | Kampanye Media Sosial (Mengomunikasikan Hasil) | Kampanye tidak memuat solusi yang relevan dan argumen tidak berbasis bukti ilmiah. | Kampanye memuat solusi, namun penyampaian kurang sistematis dan argumen ilmiah masih lemah. | Mampu mengomunikasikan penyebab, dampak, dan solusi secara sistematis melalui media sosial dengan argumen berbasis bukti ilmiah yang baik. | Mampu mengomunikasikan kampanye secara sangat sistematis, kreatif, dan persuasif di media sosial, didukung argumen ilmiah yang sangat kuat dan referensi yang valid. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu 2x45 menit cukup untuk murid menyelesaikan observasi dan draf kampanye?
- Apakah penggunaan diagram Fishbone efektif membantu murid menemukan akar masalah perubahan iklim?
- Bagaimana tingkat antusiasme murid saat merancang kampanye media sosial?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang saya temukan saat melakukan observasi lingkungan sekitar hari ini?
- Apakah saya sudah berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok saat menyusun diagram Fishbone?
- Bagaimana perasaan saya saat merancang kampanye media sosial untuk menyelamatkan bumi, dan apakah saya yakin pesan tersebut dapat memengaruhi orang lain?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi)
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Proyek Perubahan Iklim
- Situs web resmi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)
- Gawai/Smartphone dan aplikasi media sosial (Instagram, TikTok, Canva, dll)
- Alat tulis dan kertas karton/sticky notes untuk diagram Fishbone
|