Modul AjarPertemuan 8Bab 7Fase ESemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 10: Presentasi dan Pelaporan Hasil Proyek Energi Terbarukan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Presentasi dan Pelaporan Hasil Proyek Energi Terbarukan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Presentasi dan Pelaporan Hasil Proyek Energi Terbarukan

IPA - Kelas 10

Bab 7 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Presentasi dan Pelaporan Hasil Proyek Energi Terbarukan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPresentasi dan Pelaporan Hasil Proyek Energi Terbarukan
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengomunikasikan hasil pembuatan prototipe energi terbarukan secara sistematis dan utuh dalam bentuk laporan tertulis dan presentasi lisan, menggunakan argumen berbasis data dan bahasa ilmiah yang sesuai.
  2. Murid dapat menghubungkan pemanfaatan energi terbarukan yang dikembangkan dalam proyek dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta kontribusinya terhadap pengurangan dampak perubahan iklim.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika prototipe energi terbarukan yang kalian buat bisa diproduksi massal, kira-kira masalah nyata apa di komunitas kalian yang bisa terpecahkan?
  2. Bagaimana cara meyakinkan orang lain — misalnya kepala desa atau investor — bahwa solusi energi terbarukan yang kalian rancang benar-benar layak dan berdampak?
  3. Dari 17 tujuan SDGs, mana saja yang menurut kalian paling erat terhubung dengan proyek energi terbarukan yang kalian kerjakan, dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid, memastikan kesiapan ruang presentasi (meja panel, proyektor, area display prototipe), dan memimpin doa singkat (2 menit).
  • Guru menampilkan satu foto atau video pendek (1–2 menit) tentang komunitas yang berhasil mandiri energi menggunakan sumber terbarukan lokal, lalu mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membuka diskusi awal.
  • Asesmen awal diagnostik: guru meminta setiap kelompok menuliskan di sticky note satu kalimat 'Pesan utama proyek kami adalah…' dan menempelkannya di papan — guru membaca cepat untuk mendeteksi kesiapan komunikasi ilmiah murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (TP 10.7.8.1 dan 10.7.8.2), alur kegiatan, dan kriteria penilaian presentasi secara ringkas menggunakan slide (3 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib sesi presentasi: durasi per kelompok 7 menit presentasi + 3 menit tanya jawab, peran audiens aktif (mengisi lembar peer-review), dan etika bertanya ilmiah (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi sesi 'Kalibrasi Standar Komunikasi Ilmiah' selama 8 menit: menampilkan dua contoh cuplikan laporan ilmiah singkat (satu dengan argumen berbasis data yang kuat, satu yang lemah) dan meminta murid secara berpasangan mengidentifikasi perbedaannya menggunakan panduan 3 pertanyaan: (1) Apakah klaim didukung data? (2) Apakah bahasa ilmiah digunakan dengan tepat? (3) Apakah hubungan dengan SDGs dijelaskan secara eksplisit?
  • Pasangan berbagi temuan secara lisan selama 2 menit (think-pair-share cepat), guru merangkum standar kualitas komunikasi ilmiah yang akan menjadi acuan penilaian hari ini di papan tulis.
  • Guru mengingatkan murid bahwa setiap laporan dan presentasi harus memuat: (a) deskripsi prototipe dan prinsip kerjanya, (b) data hasil uji prototipe, (c) analisis konversi energi, dan (d) keterkaitan eksplisit dengan minimal satu tujuan SDGs dan isu perubahan iklim.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Sesi Presentasi Kelompok (±45 menit total): setiap kelompok maju secara bergiliran mempresentasikan hasil proyek energi terbarukan mereka. Setiap presentasi mencakup: (1) pengenalan masalah energi yang diangkat, (2) demonstrasi atau penjelasan visual prototipe, (3) pemaparan data hasil pengujian dalam bentuk tabel atau grafik, (4) analisis keterkaitan proyek dengan SDGs (khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim) dan dampaknya terhadap pengurangan emisi karbon.
  • Selama presentasi berlangsung, murid audiens mengisi 'Lembar Peer-Review' yang memuat kolom: nama kelompok, kekuatan presentasi, satu pertanyaan ilmiah, dan satu saran konstruktif — mendorong keterlibatan aktif seluruh kelas.
  • Setelah setiap presentasi, dibuka sesi tanya jawab 3 menit: minimal satu pertanyaan dari audiens dan satu dari guru yang berfokus pada kedalaman argumen ilmiah dan relevansi SDGs.
  • Guru melakukan observasi terstruktur selama sesi presentasi menggunakan lembar observasi formatif (menilai kejelasan argumen, penggunaan data, bahasa ilmiah, dan koneksi SDGs) sebagai asesmen proses.
  • Kelompok yang belum mendapat giliran mempersiapkan diri dan dapat melakukan penyempurnaan terakhir pada catatan presentasi mereka (diferensiasi: kelompok yang sudah selesai diminta membuat 'ringkasan komparatif' antar proyek).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah semua kelompok selesai presentasi, guru memfasilitasi 'Galeri Refleksi' selama 8 menit: setiap kelompok menempelkan satu lembar ringkasan proyek (poster mini atau infografis) di dinding kelas, dan murid bebas berjalan mengelilingi galeri sambil menempelkan sticky note berisi apresiasi atau pertanyaan lanjutan pada poster kelompok lain.
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat (5 menit) dengan pertanyaan: 'Dari semua proyek yang dipresentasikan hari ini, pola atau tema besar apa yang kalian lihat dalam hubungan antara energi terbarukan dan keberlanjutan planet kita?' — mendorong sintesis lintas kelompok.
  • Setiap murid secara individu mengisi 'Jurnal Refleksi Diri' (3 menit) dengan menjawab tiga pertanyaan: (1) Apa yang paling berhasil dari presentasi kelompok saya hari ini? (2) Apa yang akan saya perbaiki jika ada kesempatan lagi? (3) Bagaimana proyek ini mengubah cara pandang saya tentang peran sains dalam mengatasi perubahan iklim?

Penutup:

  • Guru mengumpulkan Lembar Peer-Review dari seluruh murid dan Jurnal Refleksi Diri sebagai bahan asesmen akhir dan bahan umpan balik tertulis untuk setiap kelompok (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi verbal yang spesifik terhadap 2–3 momen presentasi yang menonjol (argumen berbasis data yang kuat, koneksi SDGs yang kreatif, dll.) untuk memperkuat standar kualitas ilmiah (2 menit).
  • Guru menyampaikan umpan balik umum kelas: kekuatan kolektif yang terlihat hari ini dan satu area yang perlu ditingkatkan bersama dalam komunikasi ilmiah (2 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa laporan tertulis final dikumpulkan dalam format digital paling lambat 3 hari ke depan, dengan mengingatkan komponen wajib laporan: abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan (termasuk data), kesimpulan, dan keterkaitan dengan SDGs (2 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid merenungkan bersama: 'Sebagai generasi muda Indonesia, peran apa yang bisa kalian ambil dalam transisi energi terbarukan di negeri ini?' — diakhiri dengan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan 'Kerangka Presentasi Terstruktur' berupa template slide dengan panduan isi tiap bagian (masalah, solusi, data, SDGs). Murid yang sudah mahir didorong untuk menyertakan analisis kuantitatif dampak lingkungan (estimasi pengurangan emisi CO₂) dan membandingkan solusi mereka dengan teknologi serupa yang sudah ada di dunia.
  • Proses: Selama sesi tanya jawab, guru menyesuaikan tingkat pertanyaan: pertanyaan pemahaman dasar untuk kelompok yang membutuhkan dukungan ('Apa jenis energi terbarukan yang kalian gunakan?'), dan pertanyaan analisis mendalam untuk kelompok yang sudah mahir ('Bagaimana efisiensi prototipe kalian dibandingkan dengan panel surya komersial?'). Kelompok yang lebih cepat selesai presentasi dapat berperan sebagai 'konsultan' untuk memberikan saran kepada kelompok lain.
  • Produk: Laporan tertulis dapat disajikan dalam format yang beragam sesuai kekuatan murid: laporan ilmiah formal (teks), infografis digital dengan narasi, atau video dokumentasi proses proyek — selama memuat semua komponen wajib (data, analisis, koneksi SDGs) dan menggunakan bahasa ilmiah yang tepat.

ASESMEN

Awal:

  • Setiap kelompok menuliskan satu kalimat di sticky note: 'Pesan utama proyek kami adalah…' dan menempelkannya di papan — guru membaca cepat untuk mendeteksi apakah murid sudah mampu mengidentifikasi inti komunikasi ilmiah proyek mereka dan kesiapan menghubungkannya dengan isu yang lebih besar.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada 2–3 kelompok secara acak: 'Sebutkan satu data konkret dari hasil pengujian prototipe kalian' — untuk mengecek apakah murid sudah memiliki data yang siap dikomunikasikan.

Proses:

  • Observasi terstruktur guru menggunakan lembar checklist selama presentasi berlangsung: (✓) klaim didukung data, (✓) bahasa ilmiah digunakan dengan tepat, (✓) koneksi SDGs disebutkan secara eksplisit, (✓) mampu menjawab pertanyaan audiens dengan argumen berbasis bukti.
  • Lembar Peer-Review yang diisi murid audiens selama setiap presentasi: mencakup kolom kekuatan, pertanyaan ilmiah, dan saran — dikumpulkan guru sebagai data asesmen proses dan bahan umpan balik.
  • Pantauan kualitas pertanyaan yang diajukan murid selama sesi tanya jawab: apakah pertanyaan bersifat faktual, analitis, atau evaluatif — sebagai indikator penalaran kritis audiens.

Akhir:

  • Penilaian presentasi lisan dengan rubrik 4 level mencakup 4 aspek: (1) sistematika dan kelengkapan penyampaian, (2) kualitas argumen berbasis data, (3) ketepatan penggunaan bahasa ilmiah, (4) kedalaman koneksi dengan SDGs dan perubahan iklim.
  • Penilaian laporan tertulis final (dikumpulkan 3 hari setelah pertemuan) dengan rubrik yang sama — menilai kelengkapan komponen (abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, keterkaitan SDGs) dan kualitas argumen ilmiah.
  • Jurnal Refleksi Diri individu: dinilai berdasarkan kedalaman refleksi tentang proses belajar, kekuatan dan kelemahan komunikasi ilmiah, serta pemahaman tentang relevansi proyek terhadap isu perubahan iklim dan SDGs.

Formatif:

  • Sticky note diagnostik awal: 'Pesan utama proyek kami adalah…' — guru membaca untuk mendeteksi kesiapan komunikasi ilmiah sebelum presentasi dimulai.
  • Lembar observasi guru selama presentasi: menilai kejelasan argumen, penggunaan data, ketepatan bahasa ilmiah, dan koneksi SDGs secara real-time.
  • Lembar Peer-Review antar kelompok: murid saling menilai kekuatan presentasi, mengajukan pertanyaan ilmiah, dan memberikan saran konstruktif.
  • Sesi tanya jawab pasca-presentasi: guru menilai kemampuan murid merespons pertanyaan dengan argumen berbasis bukti.

Sumatif:

  • Penilaian presentasi lisan menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) mencakup aspek: sistematika penyampaian, kualitas argumen berbasis data, penggunaan bahasa ilmiah, dan koneksi dengan SDGs.
  • Penilaian laporan tertulis final (dikumpulkan 3 hari setelah pertemuan) menggunakan rubrik yang sama, menilai kelengkapan komponen laporan ilmiah dan kedalaman analisis keterkaitan dengan SDGs dan perubahan iklim.
  • Jurnal Refleksi Diri murid sebagai bukti metakognisi dan pemahaman bermakna tentang peran sains dalam keberlanjutan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sistematika dan Kelengkapan Penyampaian (Presentasi Lisan)Penyampaian tidak terstruktur, komponen utama (masalah, solusi, data, SDGs) tidak lengkap atau tidak dapat diidentifikasi oleh audiens.Penyampaian memiliki struktur dasar namun beberapa komponen utama kurang lengkap atau urutannya membingungkan audiens.Penyampaian terstruktur dan semua komponen utama hadir dengan jelas, meskipun transisi antar bagian kadang kurang mulus.Penyampaian sangat terstruktur, sistematis, dan utuh; semua komponen hadir dengan transisi yang lancar dan narasi yang koheren dari awal hingga akhir.
Kualitas Argumen Berbasis DataKlaim disampaikan tanpa dukungan data, atau data yang disajikan tidak relevan dengan klaim yang dibuat.Beberapa klaim didukung data, namun data disajikan tanpa analisis atau interpretasi yang memadai.Sebagian besar klaim didukung data yang relevan dan disertai analisis, meskipun interpretasi data belum sepenuhnya mendalam.Semua klaim utama didukung data yang relevan, disajikan dalam bentuk tabel atau grafik yang tepat, dan diinterpretasikan secara mendalam dengan menarik kesimpulan yang logis berdasarkan bukti.
Ketepatan Penggunaan Bahasa IlmiahBahasa yang digunakan dominan bahasa sehari-hari tanpa istilah ilmiah yang tepat, atau istilah ilmiah digunakan secara keliru.Beberapa istilah ilmiah digunakan namun tidak konsisten atau kadang digunakan dalam konteks yang kurang tepat.Istilah ilmiah digunakan dengan tepat dan konsisten dalam sebagian besar penyampaian, dengan sedikit ketidaktepatan.Bahasa ilmiah digunakan dengan tepat, konsisten, dan percaya diri di seluruh presentasi; istilah teknis dijelaskan dengan benar dan digunakan dalam konteks yang sesuai.
Koneksi dengan SDGs dan Perubahan IklimTidak ada koneksi yang dibuat antara proyek dengan SDGs atau isu perubahan iklim, atau koneksi yang disebutkan tidak relevan.Koneksi dengan SDGs disebutkan secara umum (misalnya hanya menyebut nama SDGs) tanpa penjelasan mekanisme atau dampak yang konkret.Koneksi dengan minimal satu tujuan SDGs dijelaskan dengan cukup konkret, disertai penjelasan bagaimana proyek berkontribusi pada pengurangan dampak perubahan iklim.Koneksi dengan beberapa tujuan SDGs dijelaskan secara mendalam dan spesifik, disertai analisis mekanisme kontribusi proyek terhadap pengurangan dampak perubahan iklim dengan argumen yang meyakinkan dan didukung data atau fakta ilmiah.
Kelengkapan Laporan TertulisLaporan tidak memuat sebagian besar komponen wajib (abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, keterkaitan SDGs) atau komponen yang ada sangat minim.Laporan memuat sebagian komponen wajib namun beberapa bagian penting tidak lengkap atau sangat singkat tanpa substansi yang memadai.Laporan memuat semua komponen wajib dengan isi yang memadai, meskipun beberapa bagian (terutama pembahasan dan keterkaitan SDGs) belum mendalam.Laporan memuat semua komponen wajib secara lengkap dan mendalam; pembahasan mengintegrasikan data dengan konsep IPA secara koheren, dan bagian keterkaitan SDGs menunjukkan pemahaman yang kritis dan komprehensif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan yang setara untuk menyampaikan presentasi dan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab? Apa yang perlu saya sesuaikan dalam pengelolaan waktu dan giliran?
  • Sejauh mana murid mampu menggunakan argumen berbasis data dalam presentasi mereka? Apakah saya sudah memberikan scaffolding yang cukup untuk keterampilan ini selama pertemuan-pertemuan sebelumnya?
  • Apakah koneksi antara proyek energi terbarukan dengan SDGs dan perubahan iklim muncul secara mendalam dalam presentasi murid, atau masih bersifat permukaan? Apa strategi yang perlu saya perkuat ke depannya?
  • Bagaimana efektivitas Lembar Peer-Review dalam mendorong keterlibatan aktif audiens? Apakah formatnya perlu disederhanakan atau diperkaya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (kerangka presentasi terstruktur untuk yang membutuhkan dukungan, analisis kuantitatif untuk yang sudah mahir) efektif menjangkau semua murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berhasil dari presentasi kelompok saya hari ini, dan apa buktinya (misalnya: respons audiens, kualitas pertanyaan yang masuk)?
  • Bagian mana dari presentasi yang menurut saya masih perlu diperkuat? Apa langkah konkret yang akan saya ambil untuk memperbaikinya dalam laporan tertulis final?
  • Setelah mendengar presentasi semua kelompok, ide atau perspektif baru apa tentang energi terbarukan dan keberlanjutan yang sebelumnya belum saya pikirkan?
  • Bagaimana proyek ini mengubah atau memperkuat cara pandang saya tentang peran ilmu pengetahuan dalam mengatasi masalah nyata seperti perubahan iklim?
  • Jika saya bisa melanjutkan proyek ini ke tahap berikutnya, apa yang ingin saya kembangkan lebih jauh dan mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas X (Edisi Revisi) — Bab 7: Energi Terbarukan, Kemdikbudristek
  2. Buku Panduan Guru IPA Kelas X (Edisi Revisi) — Bab 7: Energi Terbarukan, Kemdikbudristek
  3. Lembar Peer-Review (dibuat guru, dicetak sesuai jumlah murid)
  4. Lembar Observasi Presentasi untuk Guru (rubrik 4 level, dicetak)
  5. Jurnal Refleksi Diri (lembar kerja individu, dicetak sesuai jumlah murid)
  6. Template Laporan Ilmiah (panduan komponen wajib laporan tertulis final)
  7. Proyektor dan layar untuk menampilkan presentasi kelompok
  8. Prototipe energi terbarukan yang telah dibuat setiap kelompok pada pertemuan sebelumnya
  9. Sticky note dan spidol untuk kegiatan asesmen awal dan galeri refleksi
  10. Referensi SDGs: https://sdgs.un.org/goals (SDG 7 dan SDG 13)
  11. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Versi Deep Learning, Kemdikbudristek 2025
  12. Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) 2025, Kemdikbudristek

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.