Modul AjarPertemuan 1Bab 7Fase ESemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 10: Masalah Ketersediaan Energi dan Ketergantungan pada Energi Fosil

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Masalah Ketersediaan Energi dan Ketergantungan pada Energi Fosil". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Masalah Ketersediaan Energi dan Ketergantungan pada Energi Fosil

IPA - Kelas 10

Bab 7 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Masalah Ketersediaan Energi dan Ketergantungan pada Energi Fosil

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMasalah Ketersediaan Energi dan Ketergantungan pada Energi Fosil
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi fakta dan permasalahan ketersediaan energi listrik di Indonesia akibat ketergantungan pada bahan bakar fosil melalui diskusi dan eksplorasi sumber informasi terpercaya.
  2. Murid dapat mendeskripsikan dampak lingkungan dari eksplorasi dan penggunaan bahan bakar fosil, termasuk kontribusinya terhadap pemanasan global dan ketidakseimbangan ekosistem.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mengalami mati listrik berjam-jam? Apa yang kamu rasakan dan apa dampaknya pada aktivitasmu?
  2. Mengapa masih ada desa-desa di Indonesia yang belum mendapat aliran listrik, padahal kita memiliki banyak sumber energi?
  3. Apa yang terjadi pada lingkungan kita jika kita terus-menerus mengandalkan batu bara dan minyak bumi sebagai sumber energi utama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan memastikan kesiapan belajar (2 menit).
  • Guru menampilkan foto/video singkat (1–2 menit) tentang dua situasi kontras: kota besar dengan gemerlap lampu malam vs. desa terpencil tanpa listrik di Indonesia.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum merespons secara lisan (5 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru meminta murid menuliskan di selembar kertas kecil (sticky note atau kartu) jawaban atas pertanyaan 'Menurutmu, dari mana sebagian besar listrik di Indonesia berasal?' — dikumpulkan guru untuk memetakan pemahaman awal (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran [10.7.1.1] dan [10.7.1.2] secara ringkas, serta menjelaskan alur kegiatan hari ini (3 menit).
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 5–6 orang secara heterogen (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok membaca teks pendek (infografis atau artikel 1 halaman) yang telah disiapkan guru tentang kondisi ketersediaan energi listrik di Indonesia: porsi pembangkit berbasis fosil, rasio elektrifikasi, dan daerah yang masih kekurangan listrik.
  • Murid secara individu mencatat minimal 3 fakta penting yang mereka temukan dari teks, lalu mendiskusikannya dalam kelompok untuk menyepakati 5 fakta paling signifikan (berkesadaran: murid diajak membaca secara penuh perhatian dan mencatat secara sadar).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: setiap kelompok menyebutkan satu fakta unik yang belum disebutkan kelompok lain, guru menuliskannya di papan tulis membentuk 'peta fakta' bersama.
  • Guru melengkapi peta fakta dengan penjelasan konsep kunci: laju penggunaan bahan bakar fosil jauh lebih cepat dari proses pembentukannya di alam, potensi krisis energi, dan ketergantungan Indonesia pada energi fosil (bermakna: mengaitkan fakta dengan konteks kehidupan nyata murid).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Dampak Energi Fosil': kelompok mengisi tabel dua kolom — (1) Tahap eksplorasi/produksi bahan bakar fosil dan (2) Dampak lingkungan yang ditimbulkan, mencakup kerusakan lahan tambang, pencemaran air dan udara, serta emisi gas rumah kaca.
  • Kelompok melanjutkan LKPD dengan menjawab pertanyaan analisis: 'Bagaimana sisa pembakaran bahan bakar fosil berkontribusi pada pemanasan global dan ketidakseimbangan ekosistem?' — murid didorong menggunakan fakta dari tahap Memahami sebagai bukti pendukung.
  • Untuk memperkaya data, murid diizinkan mengakses satu sumber terpercaya (website ESDM, KLHK, atau IPCC ringkasan) via perangkat yang tersedia di kelas, atau menggunakan bahan bacaan tambahan yang disiapkan guru (menggembirakan: eksplorasi aktif dan rasa ingin tahu difasilitasi).
  • Guru berkeliling, memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang mengalami kesulitan, dan mencatat observasi untuk asesmen proses.
  • Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil LKPD secara singkat (2–3 menit per kelompok), kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan (bermakna: membangun pemahaman melalui dialog antar teman sebaya).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi terstruktur dengan pertanyaan: 'Dari semua dampak yang kalian temukan, mana yang menurutmu paling mengkhawatirkan untuk generasi yang akan datang? Mengapa?'
  • Murid menuliskan refleksi individu singkat (3–4 kalimat) di bagian akhir LKPD: apa yang mereka pelajari hari ini, apa yang mengejutkan mereka, dan apa yang ingin mereka ketahui lebih lanjut (berkesadaran: mendorong murid menyadari perubahan perspektif dalam dirinya).
  • Guru mengajak 2–3 murid secara sukarela untuk membacakan refleksinya, lalu guru memberikan apresiasi dan merangkum koneksi antara refleksi murid dengan tujuan pembelajaran.
  • Guru memancing rasa ingin tahu untuk pertemuan berikutnya: 'Jika energi fosil menimbulkan masalah sebesar ini, kira-kira solusi apa yang bisa kita gunakan?' — jawaban tidak perlu dikumpulkan, cukup sebagai jembatan ke topik berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menegaskan dua poin utama — (1) ketergantungan Indonesia pada fosil menimbulkan risiko krisis energi, dan (2) dampak lingkungan dari eksplorasi dan pembakaran fosil berkontribusi pada pemanasan global dan kerusakan ekosistem (5 menit).
  • Asesmen akhir: murid mengisi 'Exit Ticket' berisi dua pertanyaan singkat — (a) Sebutkan dua dampak lingkungan penggunaan bahan bakar fosil, dan (b) Jelaskan secara singkat mengapa ketergantungan pada fosil dapat menyebabkan krisis energi di masa depan. Dikumpulkan sebelum murid meninggalkan kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya (energi terbarukan sebagai solusi) dan memotivasi murid untuk mencari satu contoh energi terbarukan di sekitar mereka sebelum pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan scaffolding lebih: guru menyediakan teks bacaan versi ringkas dengan kosa kata yang lebih sederhana dan poin-poin kunci yang sudah disorot. Untuk murid yang sudah memiliki pemahaman awal lebih kuat: disediakan artikel lanjutan tentang data emisi karbon Indonesia dibandingkan negara ASEAN lain.
  • Proses: Murid dengan kecepatan belajar lebih tinggi dapat langsung menganalisis hubungan sebab-akibat multi-level (eksplorasi → produksi → konsumsi → dampak iklim) tanpa harus mengisi tabel secara lengkap terlebih dahulu. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kerangka tabel yang telah disediakan dengan petunjuk langkah demi langkah dan bekerja berpasangan terlebih dahulu sebelum berdiskusi kelompok.
  • Produk: Murid dapat memilih cara menyajikan hasil LKPD: dalam bentuk tabel tertulis, diagram alur dampak, atau ilustrasi visual sederhana (sketsa/infografis tangan) — semua pilihan dinilai dengan rubrik yang sama.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note / kartu diagnostik: murid menuliskan jawaban atas pertanyaan 'Menurutmu, dari mana sebagian besar listrik di Indonesia berasal?' — guru membaca cepat untuk memetakan pengetahuan awal sebelum masuk ke kegiatan inti.
  • Respons lisan terhadap pertanyaan pemantik: guru mencatat siapa yang sudah memiliki konsep awal yang tepat dan siapa yang masih memerlukan orientasi lebih kuat.

Proses:

  • Observasi partisipasi diskusi kelompok menggunakan checklist: aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, memberikan pendapat berbasis fakta.
  • Pemeriksaan cepat (walkthrough) LKPD saat murid mengerjakan: guru memeriksa apakah tabel dampak terisi dengan benar dan jawaban analisis menunjukkan pemahaman kausal.
  • Penilaian presentasi singkat kelompok: kejelasan penyampaian fakta dan kemampuan menjawab pertanyaan dari kelompok lain.

Akhir:

  • Exit Ticket individu — Pertanyaan 1 (mengacu TP 10.7.1.1): 'Sebutkan dua fakta yang menunjukkan bahwa ketersediaan energi listrik di Indonesia masih menjadi masalah akibat ketergantungan pada bahan bakar fosil.'
  • Exit Ticket individu — Pertanyaan 2 (mengacu TP 10.7.1.2): 'Jelaskan dua dampak lingkungan dari eksplorasi dan penggunaan bahan bakar fosil dan bagaimana hal tersebut berkontribusi pada pemanasan global atau ketidakseimbangan ekosistem.'

Formatif:

  • Observasi guru saat diskusi kelompok menggunakan lembar observasi sederhana: apakah murid aktif berdiskusi, menggunakan fakta sebagai argumen, dan menghubungkan informasi dengan konteks nyata.
  • Penilaian LKPD selama proses: guru menilai kelengkapan dan kedalaman tabel dampak serta jawaban pertanyaan analisis.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid merespons pertanyaan teman sebaya dan mempertahankan pendapat dengan bukti.

Sumatif:

  • Exit Ticket di akhir pertemuan: dua pertanyaan tertulis yang menilai pencapaian TP 10.7.1.1 dan 10.7.1.2 secara individual.
  • Penilaian LKPD yang dikumpulkan sebagai dokumentasi proses belajar pertemuan ini.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi fakta dan permasalahan ketersediaan energi listrik (TP 10.7.1.1)Murid belum mampu menyebutkan fakta yang relevan tentang ketersediaan energi listrik di Indonesia, atau fakta yang disebutkan tidak berkaitan dengan ketergantungan pada bahan bakar fosil.Murid menyebutkan 1 fakta relevan tentang ketersediaan energi listrik di Indonesia, namun belum mampu mengaitkannya dengan ketergantungan pada bahan bakar fosil.Murid mengidentifikasi 2 fakta relevan tentang permasalahan ketersediaan energi listrik dan mampu menjelaskan kaitannya dengan ketergantungan pada bahan bakar fosil, meski penjelasan masih belum lengkap.Murid mengidentifikasi minimal 3 fakta akurat dan relevan tentang permasalahan ketersediaan energi listrik di Indonesia, menjelaskan secara runtut kaitannya dengan ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan mampu mendukung penjelasannya dengan data atau contoh konkret.
Deskripsi dampak lingkungan penggunaan bahan bakar fosil (TP 10.7.1.2)Murid belum mampu mendeskripsikan dampak lingkungan dari eksplorasi atau penggunaan bahan bakar fosil, atau deskripsi yang diberikan tidak akurat.Murid menyebutkan 1 dampak lingkungan dari penggunaan bahan bakar fosil, namun belum mampu menjelaskan mekanisme kontribusinya terhadap pemanasan global atau ketidakseimbangan ekosistem.Murid mendeskripsikan 2 dampak lingkungan dari eksplorasi dan penggunaan bahan bakar fosil dan mampu menjelaskan salah satu dampaknya terhadap pemanasan global atau ketidakseimbangan ekosistem.Murid mendeskripsikan minimal 2 dampak lingkungan dari eksplorasi dan penggunaan bahan bakar fosil secara akurat, menjelaskan mekanisme kontribusinya terhadap pemanasan global DAN ketidakseimbangan ekosistem, dengan menggunakan konsep ilmiah yang tepat (misalnya: gas rumah kaca, emisi karbon, rantai makanan).
Kualitas diskusi dan kolaborasi kelompokMurid tidak berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok atau mendominasi tanpa memberi ruang anggota lain.Murid berpartisipasi dalam diskusi namun kontribusinya terbatas pada pengulangan pendapat orang lain tanpa menambahkan argumen baru.Murid berpartisipasi aktif, mengajukan pendapat berdasarkan fakta, dan merespons pendapat anggota lain dengan santun.Murid berpartisipasi aktif secara konsisten, mengajukan argumen berbasis fakta dan bukti, mendorong anggota lain untuk berkontribusi, dan membantu kelompok mencapai kesimpulan yang koheren.
Komunikasi dan presentasi hasilMurid tidak mampu menyampaikan hasil diskusi/LKPD secara lisan atau tulisan dengan cara yang dapat dipahami pendengar.Murid menyampaikan hasil dengan bahasa yang kurang terstruktur; pokok pikiran sulit diikuti pendengar.Murid menyampaikan hasil dengan bahasa yang cukup jelas dan terstruktur; pokok pikiran dapat dipahami pendengar meski ada beberapa bagian yang kurang rinci.Murid menyampaikan hasil secara runtut, jelas, dan percaya diri; menggunakan istilah ilmiah yang tepat; mampu menjawab pertanyaan pendengar dengan penjelasan yang didukung fakta.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid di awal pembelajaran?
  • Apakah semua murid, termasuk yang cenderung pasif, mendapat kesempatan yang cukup untuk mengekspresikan pemahaman mereka selama diskusi?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya terapkan hari ini dalam memenuhi kebutuhan murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
  • Apakah hasil Exit Ticket menunjukkan bahwa sebagian besar murid mencapai kedua tujuan pembelajaran? Jika belum, aspek mana yang perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Apa yang perlu saya sesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Apa fakta paling mengejutkan yang kamu temukan hari ini tentang kondisi energi di Indonesia?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling membantumu memahami mengapa ketergantungan pada bahan bakar fosil menjadi masalah serius?
  • Apakah ada pertanyaan baru yang muncul dalam pikiranmu setelah belajar hari ini? Tuliskan pertanyaan itu.
  • Apa satu hal yang bisa kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai respons terhadap apa yang kamu pelajari hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA untuk SMA/MA Kelas X Edisi Revisi (Kemdikbud) — Bab VII Energi Terbarukan, Sub-bab masalah ketersediaan energi dan dampak eksplorasi energi fosil.
  2. Buku Guru IPA untuk SMA/MA Kelas X Edisi Revisi (Kemdikbud) — Panduan Khusus Bab VII.
  3. Infografis/data statistik dari website resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI: www.esdm.go.id — data bauran energi dan rasio elektrifikasi Indonesia.
  4. Ringkasan laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) versi bahasa Indonesia atau ringkasan yang disederhanakan untuk murid SMA.
  5. Video dokumenter pendek (5–7 menit) tentang kondisi kelistrikan di daerah terpencil Indonesia — dapat diakses dari kanal YouTube Kemdikbud atau ESDM RI.
  6. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Dampak Energi Fosil' yang disiapkan guru (berisi tabel dampak dan pertanyaan analisis).
  7. Sticky note / kartu kecil untuk asesmen awal diagnostik.
  8. Papan tulis / whiteboard untuk memetakan fakta bersama selama diskusi kelas.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.