Modul AjarPertemuan 4Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 10: Dasar dan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup (Filogenetik dan Lima Kingdom)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Dasar dan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup (Filogenetik dan Lima Kingdom)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Dasar dan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup (Filogenetik dan Lima Kingdom)

IPA - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Dasar dan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup (Filogenetik dan Lima Kingdom)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Alam (IPA)
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikDasar dan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup (Filogenetik dan Lima Kingdom)
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan tujuan dan dasar klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri, termasuk pendekatan filogenetik.
  2. Murid dapat mengelompokkan makhluk hidup ke dalam sistem lima kingdom (Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia) berdasarkan ciri-ciri yang diamati.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian ke perpustakaan atau minimarket dan melihat barang-barang tersusun rapi sesuai jenisnya? Mengapa harus disusun seperti itu?
  2. Jika kalian menemukan makhluk hidup baru yang belum pernah dilihat sebelumnya, bagaimana cara kalian menentukan kelompok makhluk hidup tersebut?
  3. Mengapa jamur yang bentuknya mirip tumbuhan tidak dikelompokkan ke dalam kelompok tumbuhan (Plantae)?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid untuk membangun kesiapan belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik) dengan menampilkan gambar beberapa hewan dan tumbuhan, lalu meminta murid mengelompokkannya secara spontan beserta alasannya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan mengaitkannya dengan pertanyaan pemantik agar murid memahami relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati berbagai gambar dan spesimen makhluk hidup dari 5 kingdom (Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia) yang disajikan guru.
  • Murid membaca literatur dari Buku Siswa mengenai dasar klasifikasi, perbedaan klasifikasi alami, buatan, dan filogenetik (berdasarkan DNA/genetika).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang tujuan klasifikasi dan bagaimana penemuan genetika mengubah cara ilmuwan mengklasifikasikan makhluk hidup.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
  • Setiap kelompok diberikan 'Kartu Makhluk Hidup' yang berisi gambar organisme beserta deskripsi ciri-cirinya (misal: prokariotik/eukariotik, uniseluler/multiseluler, autotrof/heterotrof).
  • Murid bekerja sama menganalisis ciri-ciri pada kartu dan mengelompokkan organisme tersebut ke dalam sistem Lima Kingdom.
  • Murid menyusun hasil pengelompokan ke dalam tabel atau diagram klasifikasi pada Lembar Kerja Murid (LKPD).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil klasifikasi mereka, sementara kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin terjadi selama presentasi, terutama terkait organisme yang sering membingungkan seperti jamur atau protista.
  • Murid menuliskan satu pemahaman baru yang paling berkesan hari ini dan satu hal yang masih membingungkan terkait sistem klasifikasi.

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang dasar klasifikasi, pendekatan filogenetik, dan sistem lima kingdom.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (misalnya tentang peranan virus/bakteri) dan menutup dengan doa.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu makhluk hidup dengan ciri-ciri yang sangat jelas dan sederhana (misal: kucing, pohon mangga, bakteri E. coli). Murid yang mahir diberikan kartu organisme yang lebih kompleks dan ambigu (misal: Euglena, jamur lendir) untuk menantang kemampuan analisis mereka.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif pada kelompok yang kesulitan mengidentifikasi ciri kingdom, sementara kelompok yang cepat tanggap diminta untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang klasifikasi filogenetik dari organisme di kartu mereka.
  • Produk: Laporan hasil pengelompokan dapat disajikan dalam bentuk tabel, mind map, atau infografis sederhana sesuai dengan minat dan kenyamanan kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar kucing, harimau, ayam, dan pohon mangga. Murid diminta mengelompokkan mana yang berkerabat dekat dan menjelaskan alasannya secara lisan untuk mengecek pemahaman awal tentang dasar klasifikasi.

Proses:

  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, menggunakan rubrik observasi untuk menilai kemampuan murid dalam mengidentifikasi ciri-ciri organisme dan mengelompokkannya ke dalam 5 kingdom secara kolaboratif.

Akhir:

  • Kuis singkat berisi 3-5 pertanyaan tentang tujuan klasifikasi, dasar klasifikasi filogenetik, dan penentuan kingdom suatu organisme berdasarkan deskripsi ciri-cirinya.

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok
  • Penilaian LKPD pengelompokan makhluk hidup

Sumatif:

  • Kuis tertulis (pilihan ganda dan isian singkat) di akhir pertemuan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Tujuan dan Dasar Klasifikasi (termasuk Filogenetik)Belum mampu menjelaskan tujuan dan dasar klasifikasi makhluk hidup.Mampu menyebutkan tujuan klasifikasi namun belum mampu menjelaskan dasar klasifikasi secara tepat.Mampu menjelaskan tujuan dan dasar klasifikasi berdasarkan ciri fisik, namun penjelasan mengenai pendekatan filogenetik masih kurang tepat.Mampu menjelaskan tujuan, dasar klasifikasi fisik, dan pendekatan filogenetik (berdasarkan genetika/DNA) dengan sangat tepat dan komprehensif.
Pengelompokan Sistem Lima KingdomBelum mampu mengelompokkan makhluk hidup ke dalam lima kingdom berdasarkan ciri-cirinya.Mampu mengelompokkan 1-2 kingdom dengan benar berdasarkan ciri-cirinya.Mampu mengelompokkan 3-4 kingdom dengan benar berdasarkan ciri-cirinya.Mampu mengelompokkan seluruh makhluk hidup ke dalam lima kingdom dengan benar dan memberikan alasan ciri-cirinya secara akurat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan 'Kartu Makhluk Hidup' efektif dalam membantu murid memahami ciri-ciri 5 kingdom?
  • Bagaimana saya bisa membuat konsep klasifikasi filogenetik (DNA/genetika) lebih mudah dipahami dan divisualisasikan di masa depan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah tepat sasaran bagi murid yang membutuhkan bimbingan dan yang mahir?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan pengelompokan makhluk hidup hari ini yang paling menyenangkan bagi kalian?
  • Apakah kalian sudah memahami perbedaan utama antara Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia?
  • Apa kesulitan terbesar yang kalian alami saat menentukan kingdom dari suatu makhluk hidup?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi)
  2. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi)
  3. Set 'Kartu Makhluk Hidup' yang berisi gambar dan deskripsi ciri organisme
  4. Proyektor dan slide presentasi
  5. LKPD (Lembar Kerja Murid) Pengelompokan Lima Kingdom

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.