Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 10: Keanekaragaman Hayati Indonesia: Fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis serta Flora Khas Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Keanekaragaman Hayati Indonesia: Fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis serta Flora Khas Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Keanekaragaman Hayati Indonesia: Fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis serta Flora Khas Indonesia

IPA - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Keanekaragaman Hayati Indonesia: Fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis serta Flora Khas Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKeanekaragaman Hayati Indonesia: Fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis serta Flora Khas Indonesia
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi persebaran keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan wilayah fauna Asiatis, peralihan, dan Australis dengan memetakan batas geografis dan contoh spesies khas masing-masing wilayah.
  2. Murid dapat mendeskripsikan ciri khas flora dan fauna khas Indonesia pada masing-masing wilayah persebaran dengan menyebutkan minimal tiga contoh spesies beserta karakteristik pembedanya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa hewan yang hidup di Papua seperti cendrawasih dan kanguru pohon sangat berbeda dengan hewan yang hidup di Sumatra seperti orangutan dan badak, padahal keduanya sama-sama berada di wilayah Indonesia?
  2. Jika kamu berjalan dari ujung barat Indonesia (Aceh) ke ujung timur (Papua), hewan apa saja yang kira-kira akan kamu temui, dan apakah ada perbedaan yang mencolok di setiap daerah yang kamu lewati?
  3. Menurutmu, faktor apa yang membuat persebaran makhluk hidup di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah yang berbeda, bukan menyebar merata di seluruh nusantara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid melakukan pengamatan singkat (1 menit): minta mereka mengidentifikasi nama satu hewan khas daerah asal mereka masing-masing, lalu catat di kertas kecil.
  • Guru menayangkan dua foto berdampingan: orangutan (Kalimantan) dan cendrawasih (Papua), lalu mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk memancing rasa ingin tahu.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat: 'Sebutkan nama garis imajiner yang memisahkan wilayah fauna barat dan tengah Indonesia!' — catat respons untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (TP 10.6.2.1 dan 10.6.2.2) secara ringkas dan jelas, serta alur kegiatan yang akan dilalui.
  • Guru membagi kelas menjadi tiga kelompok besar: Kelompok Asiatis, Kelompok Peralihan, dan Kelompok Australis. Setiap kelompok akan menjadi 'ahli' untuk wilayah yang ditugaskan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta persebaran fauna Indonesia (Garis Wallace dan Garis Weber) dan meminta murid mengamati batas-batas wilayah secara seksama selama 2 menit sebelum menjelaskan — ini adalah momen berkesadaran: perhatikan dulu, maknai kemudian.
  • Guru menjelaskan konsep kunci secara ringkas (7 menit): (1) Wilayah Barat/Asiatis — batas Garis Wallace, ciri fauna mamalia besar, contoh: gajah Sumatra, badak Jawa, orangutan, harimau; (2) Wilayah Tengah/Peralihan — antara Garis Wallace dan Weber, fauna endemik unik, contoh: komodo, anoa, maleo, babirusa; (3) Wilayah Timur/Australis — timur Garis Weber, mamalia kecil dan berkantung, contoh: kuskus, walabi, cendrawasih.
  • Guru menambahkan penjelasan flora khas Indonesia: flora barat (dipterocarpaceae, rafflesia), flora peralihan (eboni Sulawesi), dan flora timur (sagu, matoa, pohon eucalyptus lokal) — dikaitkan dengan kondisi iklim dan geografis masing-masing wilayah agar murid memahami sebab-akibatnya, bukan sekadar menghafal.
  • Setiap kelompok mendapatkan Lembar Informasi Kelompok berisi data spesies, foto, dan ciri khas wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka. Murid membaca dan mendiskusikan dalam kelompok selama 8 menit.
  • Satu perwakilan tiap kelompok memaparkan ringkasan temuan mereka kepada seluruh kelas (masing-masing 2 menit) — kelompok lain menyimak dan boleh mengajukan satu pertanyaan klarifikasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi: (1) peta Indonesia kosong yang harus dilengkapi garis Wallace dan Weber, (2) tabel kosong tiga kolom (Asiatis, Peralihan, Australis) yang harus diisi contoh fauna dan ciri khasnya, dan (3) kolom flora khas yang harus dipasangkan dengan wilayahnya.
  • Kegiatan utama: 'Kartu Identifikasi Spesies' — setiap kelompok mendapatkan 9 kartu bergambar spesies (campuran fauna dan flora dari berbagai wilayah). Tugas kelompok: mengurutkan dan menempatkan kartu ke dalam peta wilayah yang benar di papan/meja, lalu menuliskan alasan berdasarkan ciri fisik yang tampak pada gambar. (Durasi: 12 menit)
  • Antar kelompok saling mengunjungi hasil kerja kelompok lain (gallery walk singkat, 5 menit) dan menuliskan satu catatan 'setuju' atau 'kurang setuju + alasannya' di sticky note yang ditempel di karya kelompok lain — ini melatih penalaran kritis sekaligus komunikasi tertulis.
  • Guru memfasilitasi konfirmasi jawaban secara klasikal: menayangkan jawaban yang benar, membahas kartu-kartu yang paling banyak diperdebatkan, dan menegaskan konsep yang masih keliru.
  • Murid mengisi bagian refleksi mini di LKPD: 'Dari kegiatan tadi, konsep mana yang paling mengejutkan atau paling baru kamu ketahui? Mengapa?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan merenungkan: 'Setelah mempelajari keanekaragaman hayati Indonesia yang luar biasa ini, apa yang kamu rasakan sebagai bagian dari bangsa yang memiliki kekayaan alam sebesar ini?' — beri waktu 1-2 menit untuk berpikir dalam keheningan (mindful pause).
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan atau lembar refleksi: (1) Apa yang sudah saya pahami? (2) Apa yang masih membingungkan? (3) Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut tentang keanekaragaman hayati Indonesia?
  • Perwakilan 3-4 murid berbagi refleksi mereka secara lisan — guru merespons dengan apresiasi dan klarifikasi bila ada miskonsepsi yang muncul.
  • Guru mengaitkan materi hari ini dengan kehidupan nyata: 'Banyak spesies khas Indonesia saat ini terancam punah. Apa hubungannya dengan apa yang baru kita pelajari hari ini?' — sambungkan ke topik konservasi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  • Murid menyelesaikan soal asesmen akhir singkat (kuis 5 soal pilihan ganda + 1 soal uraian pendek) secara mandiri sebagai asesmen hasil pembelajaran.

Penutup:

  • Guru memandu murid membuat rangkuman bersama secara lisan: guru mengajukan pertanyaan, murid melengkapi jawaban ('Fauna di wilayah barat disebut... ciri khasnya... contohnya...').
  • Guru memberikan umpan balik umum atas kegiatan hari ini: apresiasi partisipasi kelompok, koreksi miskonsepsi umum yang terdeteksi.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang mengaitkan keanekaragaman hayati dengan rasa syukur: 'Kekayaan hayati Indonesia adalah anugerah yang luar biasa — tugas kita untuk memahami dan menjaganya.'
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (pelestarian keanekaragaman hayati) dan meminta murid mencari satu berita terkini tentang spesies Indonesia yang terancam punah sebagai bahan diskusi.
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: sediakan lembar informasi dengan teks yang lebih ringkas, disertai gambar berlabel dan tabel ciri yang sudah terisi sebagian. Untuk murid yang sudah mahir: berikan tantangan tambahan berupa pertanyaan analitis seperti 'Mengapa Sulawesi memiliki fauna peralihan yang unik secara evolusi?' dengan referensi bacaan singkat tentang teori biogeografi Wallace.
  • Proses: Saat kegiatan Kartu Identifikasi Spesies: murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan petunjuk berupa kata kunci ciri fisik di balik kartu. Murid yang cepat dapat diminta untuk menambah spesies baru dari pengetahuan mereka sendiri ke dalam kategori yang sesuai, dan menjelaskan alasannya kepada kelompok.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih: cukup mengisi tabel LKPD dengan bantuan lembar referensi. Murid yang mahir dapat diminta membuat infografis sederhana atau narasi singkat tentang satu spesies khas Indonesia pilihan mereka, mencakup wilayah, ciri khas, dan status konservasinya, sebagai produk tambahan sukarela.

ASESMEN

Awal:

  • Kuis lisan cepat: guru menanyakan 'Sebutkan nama garis yang memisahkan wilayah fauna barat dan tengah Indonesia!' dan 'Sebutkan satu contoh hewan yang menurutmu hanya ada di Indonesia!' — jawaban dicatat guru untuk memetakan pengetahuan awal dan miskonsepsi yang perlu diluruskan.
  • Observasi cepat terhadap respons murid saat melihat foto orangutan dan cendrawasih: apakah mereka sudah dapat menghubungkan dengan konsep persebaran fauna atau belum.

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan penempatan Kartu Identifikasi Spesies selama kegiatan kelompok — guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung.
  • Kualitas catatan sticky note pada gallery walk: apakah murid mampu memberikan alasan yang berbasis ciri biologis, bukan sekadar tebakan.
  • Isian refleksi mini di LKPD ('konsep yang paling mengejutkan') sebagai indikator kedalaman pemahaman yang sedang dibangun.
  • Pertanyaan lisan yang diajukan murid saat klarifikasi — digunakan guru untuk mendeteksi miskonsepsi yang masih ada.

Akhir:

  • Kuis tertulis 5 soal pilihan ganda: mencakup identifikasi wilayah berdasarkan ciri fauna, pencocokan spesies dengan wilayah, dan pemahaman batas geografis (Garis Wallace dan Weber).
  • 1 soal uraian pendek: 'Pilih satu wilayah (Asiatis, Peralihan, atau Australis), lalu deskripsikan minimal tiga ciri khas fauna dan satu flora khas wilayah tersebut beserta alasan mengapa makhluk hidup tersebut khas untuk wilayah itu!'
  • Penilaian LKPD kelompok: ketepatan pengisian peta, tabel spesies, dan kelengkapan kolom flora-fauna.

Formatif:

  • Kuis lisan di pendahuluan untuk mengecek pengetahuan awal tentang Garis Wallace dan Weber
  • Observasi diskusi kelompok dan keaktifan saat kegiatan Kartu Identifikasi Spesies
  • Catatan sticky note pada gallery walk sebagai bukti penalaran kritis antar kelompok
  • Refleksi mini di LKPD (kolom 'yang paling mengejutkan/baru')

Sumatif:

  • Kuis tertulis akhir pembelajaran: 5 soal pilihan ganda tentang identifikasi wilayah dan ciri fauna, dan 1 soal uraian pendek mendeskripsikan ciri khas fauna/flora dari salah satu wilayah
  • Penilaian LKPD lengkap yang dikumpulkan di akhir pertemuan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Wilayah Persebaran Fauna (TP 10.6.2.1)Murid tidak dapat membedakan wilayah fauna Asiatis, Peralihan, dan Australis, atau salah memetakan lebih dari separuh spesies ke wilayahnya.Murid dapat membedakan wilayah fauna dengan benar hanya untuk satu wilayah, dan mampu menyebutkan 1-2 contoh spesies yang tepat.Murid dapat mengidentifikasi ketiga wilayah fauna dengan benar, menyebutkan 2-3 contoh spesies tiap wilayah, dan menunjukkan batas Garis Wallace dan Weber pada peta.Murid dapat mengidentifikasi ketiga wilayah fauna dengan benar, menyebutkan lebih dari 3 contoh spesies tiap wilayah, menunjukkan batas geografis secara akurat, dan mampu menjelaskan mengapa suatu spesies termasuk kategori tertentu berdasarkan ciri biologisnya.
Deskripsi Ciri Khas Flora dan Fauna Khas Indonesia (TP 10.6.2.2)Murid tidak dapat mendeskripsikan ciri khas spesifik fauna maupun flora dari wilayah mana pun, atau deskripsi yang diberikan tidak akurat.Murid dapat mendeskripsikan ciri khas fauna atau flora dari satu wilayah dengan 1-2 ciri yang tepat, namun belum mampu membedakan dengan spesies dari wilayah lain.Murid dapat mendeskripsikan ciri khas fauna dan flora dari dua wilayah atau lebih dengan 2-3 ciri yang tepat per spesies, dan mampu membedakan karakteristik antar wilayah.Murid dapat mendeskripsikan ciri khas fauna dan flora dari ketiga wilayah dengan detail, membedakan karakteristik antar wilayah secara akurat, dan mampu mengaitkan ciri khas tersebut dengan kondisi geografis atau iklim wilayahnya.
Partisipasi Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada penyelesaian tugas bersama.Murid berpartisipasi bila diminta, memberikan kontribusi minimal dalam diskusi kelompok.Murid aktif berdiskusi, memberikan ide atau pendapat, dan membantu kelompok menyelesaikan tugas dengan tepat waktu.Murid sangat aktif, memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, memberikan argumen berbasis bukti, dan mendorong anggota kelompok lain untuk ikut berkontribusi.
Kualitas Refleksi DiriMurid tidak mengisi refleksi atau hanya menuliskan jawaban sangat singkat tanpa substansi ('tidak ada', 'sudah paham semua').Murid mengisi refleksi dengan kalimat sederhana, menyebutkan satu hal yang dipahami namun belum mengidentifikasi hal yang masih membingungkan.Murid mengisi refleksi dengan jelas, menyebutkan apa yang sudah dipahami dan apa yang masih kurang jelas, serta menunjukkan kesadaran akan proses belajarnya.Murid mengisi refleksi dengan mendalam, mengidentifikasi secara spesifik konsep yang dikuasai dan yang belum, mengajukan pertanyaan lanjutan yang relevan, serta menghubungkan materi dengan kehidupan nyata atau pengalaman pribadi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan diskusi aktif murid? Jika tidak, pertanyaan seperti apa yang mungkin lebih efektif untuk kelas ini?
  • Sejauh mana kegiatan Kartu Identifikasi Spesies berhasil membantu murid memahami perbedaan ciri fauna antar wilayah — apakah alokasi waktunya sudah tepat?
  • Murid mana yang terlihat kesulitan dan perlu pendampingan lebih pada pertemuan berikutnya? Miskonsepsi apa yang paling sering muncul hari ini?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan (lembar informasi berbeda, tantangan tambahan) berjalan efektif dan tidak membuat murid tertentu merasa termarjinalkan?
  • Apakah momen refleksi di akhir berhasil menciptakan kesadaran murid akan kekayaan hayati Indonesia dan relevansinya dengan kehidupan mereka?

Refleksi Murid:

  • Dari tiga wilayah fauna Indonesia yang kamu pelajari hari ini (Asiatis, Peralihan, Australis), mana yang paling menarik menurutmu dan mengapa?
  • Apakah ada fakta tentang flora atau fauna Indonesia yang benar-benar mengejutkan atau baru kamu ketahui hari ini? Ceritakan!
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang masih terasa membingungkan atau ingin kamu pahami lebih dalam?
  • Setelah mengetahui betapa kayanya keanekaragaman hayati Indonesia, apa satu hal konkret yang menurutmu bisa kamu lakukan untuk turut menjaganya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas X SMA/MA (Edisi Revisi) — Bab VI: Keanekaragaman Makhluk Hidup, Interaksi, dan Peranannya di Alam (halaman 175-190)
  2. Panduan Guru IPA Kelas X SMA/MA (Edisi Revisi) — Panduan Khusus Bab VI (halaman 158-165)
  3. Peta persebaran fauna Indonesia (Garis Wallace dan Weber) — dapat dicetak atau ditampilkan via proyektor
  4. Kartu bergambar spesies flora dan fauna Indonesia (disiapkan guru, minimal 9 kartu per kelompok) — bisa dibuat dari gambar yang diunduh dan dicetak
  5. LKPD (Lembar Kerja Murid) yang disiapkan guru berisi peta kosong, tabel spesies, dan kolom refleksi
  6. Sticky note/kertas tempel berwarna untuk kegiatan gallery walk
  7. Video pendek opsional (2-3 menit): dokumenter singkat tentang fauna khas Papua atau Sulawesi sebagai pengayaan visual di awal pembelajaran
  8. Akses internet/gawai (opsional) untuk murid yang mengerjakan tantangan pengayaan mencari informasi status konservasi spesies

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.