Modul AjarPertemuan 10Bab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 10: Bentuk-Bentuk Interaksi Antarorganisme: Simbiosis, Predasi, Kompetisi, Netral, dan Antibiosis

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Bentuk-Bentuk Interaksi Antarorganisme: Simbiosis, Predasi, Kompetisi, Netral, dan Antibiosis". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Bentuk-Bentuk Interaksi Antarorganisme: Simbiosis, Predasi, Kompetisi, Netral, dan Antibiosis

IPA - Kelas 10

Bab 6 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bentuk-Bentuk Interaksi Antarorganisme: Simbiosis, Predasi, Kompetisi, Netral, dan Antibiosis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBentuk-Bentuk Interaksi Antarorganisme: Simbiosis, Predasi, Kompetisi, Netral, dan Antibiosis
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membedakan dan memberi contoh berbagai bentuk interaksi antarorganisme dalam ekosistem meliputi simbiosis (mutualisme, komensalisme, parasitisme), predasi, kompetisi, netral, dan antibiosis.
  2. Murid dapat mengidentifikasi pertanyaan ilmiah terkait interaksi antarorganisme yang diamati dan membuat prediksi dampaknya terhadap populasi organisme lain.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat burung jalak hinggap di punggung kerbau atau benalu yang menempel pada pohon mangga? Menurut kalian, apa yang sedang mereka lakukan dan apakah ada yang merasa dirugikan?
  2. Apa yang akan terjadi pada populasi rumput dan rusa di padang rumput jika jumlah singa tiba-tiba menurun drastis?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar burung jalak dan kerbau, serta tikus dan ular.
  • Guru memberikan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik dan meminta murid menuliskan jawaban singkat di sticky notes untuk ditempel di papan tulis.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran (TP) dan skenario kegiatan yang akan dilakukan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati tayangan video atau gambar berbagai bentuk interaksi di alam (predasi ular-tikus, kompetisi pohon-rumput, netral pohon-ular, simbiosis, dan antibiosis jamur-bakteri).
  • Murid berdiskusi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mengklasifikasikan jenis interaksi berdasarkan keuntungan, kerugian, atau dampak netral bagi masing-masing organisme.
  • Murid mencatat contoh-contoh spesifik dari setiap jenis interaksi yang ditemukan dalam tayangan atau buku teks.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Kerja berisi studi kasus bergambar tentang suatu ekosistem (misalnya ekosistem sawah atau hutan yang mengalami perubahan lingkungan).
  • Murid secara berkelompok mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan ilmiah terkait interaksi organisme dalam kasus tersebut (contoh: 'Bagaimana dampak penggunaan pestisida berlebih terhadap populasi katak dan serangga?').
  • Murid membuat prediksi logis mengenai dampak perubahan satu populasi terhadap populasi organisme lain yang berinteraksi dengannya, berdasarkan konsep yang telah dipahami.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil rumusan pertanyaan ilmiah dan prediksi dampak populasi di depan kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan yang membangun.
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan konsep terkait miskonsepsi yang mungkin muncul selama diskusi.
  • Murid menuliskan jurnal singkat berisi satu hal baru yang dipahami dan satu hal yang masih membingungkan terkait materi hari ini.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi tentang bentuk-bentuk interaksi antarorganisme.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir (sumatif singkat) berupa kuis tertulis untuk mengukur ketercapaian TP.
  • Guru memberikan penugasan ringan berupa observasi interaksi organisme di lingkungan sekitar rumah untuk dibahas pada pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan dengan gambar interaksi yang jelas dan sederhana; murid yang mahir diberikan artikel kasus nyata ekosistem yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang lebih cepat memahami konsep diarahkan untuk menjadi tutor sebaya di dalam kelompoknya saat merumuskan prediksi dampak.
  • Produk: Murid dibebaskan menyajikan hasil analisis dan prediksi kelompok dalam bentuk tabel, peta konsep, atau infografis sederhana sesuai dengan minat mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan menggunakan pertanyaan pemantik yang dijawab murid melalui sticky notes untuk memetakan pemahaman awal tentang interaksi makhluk hidup.

Proses:

  • Pemantauan dan observasi guru saat murid berdiskusi mengklasifikasikan interaksi dan merumuskan pertanyaan ilmiah, menggunakan rubrik observasi.

Akhir:

  • Kuis tertulis berisi 3-5 soal yang meminta murid membedakan jenis interaksi dari sebuah ilustrasi dan memprediksi dampak jika salah satu populasi dalam ilustrasi tersebut punah.

Formatif:

  • Observasi keaktifan murid selama diskusi kelompok.
  • Penilaian Lembar Kerja (kemampuan merumuskan pertanyaan ilmiah dan membuat prediksi).

Sumatif:

  • Kuis tertulis di akhir pembelajaran berupa soal pilihan ganda kompleks dan esai singkat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan dan Memberi Contoh Interaksi AntarorganismeBelum mampu menyebutkan jenis-jenis interaksi antarorganisme dan tidak dapat memberikan contoh.Mampu menyebutkan beberapa jenis interaksi namun masih keliru dalam membedakan dan memberikan contohnya.Mampu membedakan sebagian besar jenis interaksi (simbiosis, predasi, kompetisi, netral, antibiosis) dan memberikan contoh yang tepat.Mampu membedakan seluruh jenis interaksi dengan sangat tepat, memberikan contoh yang beragam, serta mampu menjelaskan alasannya dengan detail.
Mengidentifikasi Pertanyaan Ilmiah dan Memprediksi DampakBelum mampu merumuskan pertanyaan ilmiah dan tidak dapat membuat prediksi dampak terhadap populasi lain.Mampu merumuskan pertanyaan sederhana namun belum sepenuhnya ilmiah, dan prediksi dampak yang dibuat kurang logis.Mampu merumuskan pertanyaan ilmiah yang relevan dengan interaksi yang diamati dan membuat prediksi dampak yang logis terhadap populasi lain.Mampu merumuskan pertanyaan ilmiah yang kritis dan mendalam, serta membuat prediksi dampak yang sangat logis, komprehensif, dan didukung oleh alasan saintifik yang kuat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk kegiatan diskusi dan presentasi sudah cukup efektif?
  • Apakah studi kasus yang diberikan mampu memancing murid untuk merumuskan pertanyaan ilmiah dengan baik?
  • Bagaimana respons murid terhadap diferensiasi produk yang diberikan?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari materi interaksi antarorganisme ini yang paling menarik bagi saya?
  • Apakah saya sudah bisa membedakan antara predasi, kompetisi, dan berbagai jenis simbiosis?
  • Kesulitan apa yang saya hadapi saat mencoba memprediksi dampak perubahan populasi dalam ekosistem?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbudristek.
  2. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X, Kemdikbudristek.
  3. Video dokumenter singkat tentang interaksi makhluk hidup di alam (YouTube/sumber relevan).
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi studi kasus ekosistem.
  5. Sticky notes dan alat tulis.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.