Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 10: Pelestarian Lingkungan sebagai Wujud Nyata Kimia Hijau: Pupuk Organik dan Pengelolaan Sampah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Pelestarian Lingkungan sebagai Wujud Nyata Kimia Hijau: Pupuk Organik dan Pengelolaan Sampah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Pelestarian Lingkungan sebagai Wujud Nyata Kimia Hijau: Pupuk Organik dan Pengelolaan Sampah

IPA - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pelestarian Lingkungan sebagai Wujud Nyata Kimia Hijau: Pupuk Organik dan Pengelolaan Sampah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPelestarian Lingkungan sebagai Wujud Nyata Kimia Hijau: Pupuk Organik dan Pengelolaan Sampah
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan proses kimia pada pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC) serta mengaitkannya dengan prinsip kimia hijau yang mendukung pelestarian lingkungan.
  2. Murid dapat merancang langkah pengelolaan sampah organik dan plastik berbasis prinsip kimia hijau di lingkungan sekitar sebagai kontribusi terhadap agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membuang sisa makanan atau kulit buah ke tempat sampah? Apa yang terjadi jika sampah organik itu tidak dikelola dengan baik — dan bisakah sampah itu justru menjadi sesuatu yang berharga?
  2. Jika membakar sampah plastik menghasilkan gas beracun dan memperparah perubahan iklim, kira-kira solusi apa yang bisa kita lakukan sebagai pelajar di lingkungan sekolah dan rumah?
  3. Bagaimana prinsip kimia hijau bisa menjadi 'jembatan' antara aktivitas sehari-hari kita dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang dicanangkan PBB?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Guru menayangkan dua gambar kontras: (1) tumpukan sampah organik dan plastik yang dibakar di lingkungan sekolah, dan (2) kebun subur dengan tanaman hijau yang dipupuk secara organik. Murid diminta mengamati selama 1 menit tanpa komentar terlebih dahulu (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan kepada murid: 'Gambar mana yang mencerminkan kimia hijau? Mengapa?' dan menampung 2–3 respons singkat dari murid (3 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan sticky note (atau meminta murid menulis di buku), murid menuliskan satu hal yang sudah mereka ketahui tentang pupuk organik atau pengelolaan sampah, dan satu pertanyaan yang ingin mereka jawab hari ini. Guru membaca sekilas untuk memetakan pemahaman awal (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 10.5.7.1 dan 10.5.7.2 secara eksplisit, menjelaskan alur kegiatan hari ini (Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi), dan menyepakati kesepakatan kelas selama diskusi kelompok (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (4–5 orang) secara heterogen berdasarkan hasil pemetaan asesmen awal (1 menit).
  • Setiap kelompok menerima Lembar Informasi berisi: (a) ringkasan proses kimia dekomposisi bahan organik pada pembuatan kompos (peran mikroorganisme, reaksi aerobik/anaerobik, perubahan pH, suhu, dan C/N rasio); (b) proses fermentasi pada pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan EM4 atau MOL (Mikro Organisme Lokal); dan (c) tabel 12 prinsip kimia hijau yang relevan (prinsip 1, 4, 7, 10, dan 12). Murid membaca secara mandiri selama 5 menit (5 menit). [Berkesadaran]
  • Guru memfasilitasi diskusi kelompok dengan panduan pertanyaan terstruktur di LKPD Bagian A: (1) Reaksi kimia apa yang terjadi saat bahan organik terurai menjadi kompos? (2) Prinsip kimia hijau mana yang terpenuhi dalam proses pembuatan POC? (3) Mengapa kompos dan POC disebut lebih ramah lingkungan dibanding pupuk kimia sintetis? Murid berdiskusi dan mencatat jawaban di LKPD (10 menit). [Bermakna]
  • Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (masing-masing 2 menit). Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. Guru memberikan klarifikasi dan penguatan konsep, terutama mengaitkan reaksi dekomposisi organik dengan prinsip kimia hijau (atom economy, pencegahan limbah, penggunaan bahan terbarukan) (7 menit). [Bermakna]

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru menampilkan 3 skenario masalah nyata di lingkungan sekitar (ditampilkan di layar dan tercetak di LKPD Bagian B): Skenario 1 — Sampah organik (kulit buah, sisa sayur) menumpuk di kantin sekolah; Skenario 2 — Sampah plastik kemasan minuman berserakan di area sekolah; Skenario 3 — Ampas tebu dan kulit jagung dari pedagang di depan sekolah belum dimanfaatkan. Murid diminta memilih satu skenario per kelompok (atau guru menugaskan agar semua skenario terwakili) (2 menit). [Menggembirakan]
  • Setiap kelompok merancang 'Rencana Aksi Kimia Hijau' untuk skenario yang dipilih menggunakan LKPD Bagian B dengan panduan kolom: (1) Identifikasi masalah dan dampak lingkungannya; (2) Proses kimia yang terlibat (tuliskan reaksi kimia sederhana jika memungkinkan, misal reaksi pembakaran plastik vs. proses ecobrick); (3) Prinsip kimia hijau yang diterapkan dalam solusi; (4) Langkah-langkah konkret rencana aksi (minimal 4 langkah operasional); (5) Kaitkan dengan nomor agenda SDGs/PBB yang relevan. Waktu pengerjaan 15 menit (15 menit). [Bermakna] [Menggembirakan]
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan aksinya dalam format 'Pameran Keliling' (Gallery Walk): hasil rancangan ditempel di dinding/papan, dan setiap kelompok berkeliling membaca rancangan kelompok lain serta menempelkan sticky note berisi satu komentar positif dan satu saran perbaikan. Guru memfasilitasi dan mencatat observasi untuk asesmen proses (10 menit). [Menggembirakan] [Bermakna]
  • Guru memimpin diskusi singkat kelas: 'Dari semua rancangan yang kalian lihat, mana yang paling inovatif dan paling layak diterapkan di sekolah kita? Apa tantangan terbesarnya?' Murid merespons secara lisan (3 menit). [Berkesadaran]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Guru meminta setiap murid mengisi LKPD Bagian C (Refleksi Diri) secara mandiri selama 5 menit dengan pertanyaan: (1) Apa konsep kimia hijau yang paling berkesan bagimu hari ini dan mengapa? (2) Bagaimana rancangan aksi kelompokmu berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan 2030? (3) Satu hal yang ingin kamu lakukan secara nyata di rumah atau sekolah setelah pembelajaran ini. (5 menit). [Berkesadaran] [Bermakna]
  • Guru memfasilitasi refleksi berpasangan (Think-Pair-Share): murid berbagi jawaban refleksi dengan teman sebangku selama 2 menit, kemudian 2–3 murid berbagi ke kelas (3 menit). [Bermakna]
  • Guru mengajak murid menghubungkan pembelajaran hari ini dengan konteks yang lebih luas: 'Bayangkan jika seluruh murid kelas 10 di Indonesia menerapkan satu rancangan aksi kimia hijau — dampak apa yang bisa kita ciptakan bersama untuk bumi?' Guru menyampaikan pesan penutup yang menginspirasi tentang peran generasi muda dalam agenda keberlanjutan (2 menit). [Bermakna] [Menggembirakan]

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: proses kimia pada kompos dan POC, prinsip kimia hijau yang diterapkan, dan langkah pengelolaan sampah organik serta plastik berbasis kimia hijau (3 menit).
  • Asesmen akhir: Murid mengerjakan soal exit ticket secara mandiri (tertulis di selembar kertas atau Google Form) berisi 2 soal: (1) Jelaskan satu proses kimia pada pembuatan kompos dan kaitkan dengan minimal satu prinsip kimia hijau! (2) Tuliskan 3 langkah konkret pengelolaan sampah plastik berbasis kimia hijau yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah! (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat berdasarkan hasil observasi selama Gallery Walk dan diskusi: mengapresiasi kelompok dengan rancangan paling inovatif dan paling operasional (2 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati satu jenis sampah di rumah selama 3 hari ke depan dan mencatat potensi pengelolaannya berbasis kimia hijau (sebagai bahan diskusi pertemuan berikutnya) (2 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan apresiasi atas partisipasi aktif murid (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih (lambat) diberikan Lembar Informasi dengan highlight pada poin-poin kunci dan glosarium istilah kimia (dekomposisi, fermentasi, aerobik, C/N rasio). Murid yang sudah mahir (cepat) diberikan tantangan tambahan berupa teks bacaan tentang teknologi biogas dari sampah organik dan diminta mengaitkannya dengan prinsip kimia hijau yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan panduan langkah-langkah terstruktur (scaffolding) di LKPD dengan pertanyaan pemandu yang lebih rinci. Murid yang cepat dapat langsung merancang rencana aksi tanpa panduan pertanyaan dan diminta menambahkan estimasi dampak lingkungan secara kuantitatif sederhana (misal: berapa kg sampah yang bisa diolah per minggu).
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menghasilkan rancangan aksi dalam bentuk tabel sederhana dengan 4 kolom (masalah, proses kimia, prinsip hijau, langkah aksi). Murid yang cepat dapat mengembangkan rancangan aksi menjadi proposal mini 'Gerakan Hijau Sekolah' yang dilengkapi dengan jadwal kegiatan, pembagian peran, dan target capaian yang terukur.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik di awal pembelajaran: murid menuliskan satu hal yang sudah diketahui tentang pupuk organik atau pengelolaan sampah, dan satu pertanyaan yang ingin dijawab. Guru membaca sekilas untuk memetakan pemahaman awal dan menyesuaikan penekanan materi.
  • Pertanyaan lisan pemantik saat melihat gambar kontras: 'Gambar mana yang mencerminkan kimia hijau? Mengapa?' — guru menilai secara informal apakah murid sudah memiliki konsep dasar kimia hijau.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok tahap Memahami menggunakan lembar checklist: apakah murid mampu mengidentifikasi proses kimia dekomposisi, menyebutkan prinsip kimia hijau yang relevan, dan berargumentasi dengan bukti dari teks.
  • Penilaian LKPD Bagian A: guru memeriksa jawaban kelompok secara berkeliling dan memberikan umpan balik langsung (lisan) selama diskusi berlangsung.
  • Penilaian sejawat saat Gallery Walk: murid menilai rancangan aksi kelompok lain menggunakan sticky note dengan kriteria yang telah disepakati bersama (kelengkapan, kesesuaian prinsip hijau, keterkaitan SDGs).
  • Penilaian LKPD Bagian B (rancangan aksi): guru mengamati proses perancangan dan memberikan pertanyaan probing untuk mendalami pemahaman murid ('Mengapa kalian memilih langkah ini? Prinsip kimia hijau mana yang paling dominan dalam rancangan kalian?').

Akhir:

  • Exit Ticket (2 soal tertulis, dikerjakan mandiri 5 menit): Soal 1 — 'Jelaskan satu proses kimia pada pembuatan kompos dan kaitkan dengan minimal satu prinsip kimia hijau!' (mengukur TP 10.5.7.1); Soal 2 — 'Tuliskan 3 langkah konkret pengelolaan sampah plastik berbasis kimia hijau yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah!' (mengukur TP 10.5.7.2). Dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • LKPD Bagian C (Refleksi Diri): murid menilai diri sendiri terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran menggunakan skala 1–4 dan menuliskan bukti/alasan penilaian diri tersebut.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok selama tahap Memahami: guru mengamati keaktifan, ketepatan konsep, dan kemampuan mengaitkan proses kimia dengan prinsip kimia hijau menggunakan lembar observasi sederhana (checklist).
  • Penilaian LKPD Bagian A (diskusi kelompok): ketepatan identifikasi reaksi kimia pada kompos/POC dan kesesuaian prinsip kimia hijau yang dipilih.
  • Gallery Walk — Penilaian sejawat: murid memberikan komentar tertulis (sticky note) pada rancangan aksi kelompok lain berdasarkan kriteria: (1) kelengkapan langkah aksi, (2) kesesuaian dengan prinsip kimia hijau, (3) keterkaitan dengan SDGs.
  • Penilaian LKPD Bagian B (rancangan aksi): kelengkapan komponen rancangan, kedalaman analisis proses kimia, dan kreativitas solusi yang diusulkan.

Sumatif:

  • Exit Ticket tertulis (2 soal): (1) mendeskripsikan proses kimia pada kompos dan mengaitkan dengan prinsip kimia hijau; (2) merancang 3 langkah konkret pengelolaan sampah plastik berbasis kimia hijau — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • LKPD Bagian C (Refleksi Diri): dinilai sebagai asesmen diri (self-assessment) untuk mengukur kedalaman pemahaman dan kesadaran murid terhadap kontribusi nyata kimia hijau dalam kehidupan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan proses kimia pada pembuatan kompos dan POC (TP 10.5.7.1)Murid tidak dapat menjelaskan proses kimia pada pembuatan kompos atau POC, atau penjelasan tidak relevan dengan materi.Murid dapat menyebutkan proses kimia pada kompos atau POC secara umum (misal: 'terjadi penguraian') namun belum dapat mengaitkannya dengan prinsip kimia hijau secara spesifik.Murid dapat mendeskripsikan proses kimia pada kompos dan/atau POC (dekomposisi aerobik/anaerobik, fermentasi) dan mengaitkannya dengan minimal satu prinsip kimia hijau yang tepat disertai penjelasan yang logis.Murid dapat mendeskripsikan proses kimia pada kompos dan POC secara lengkap (termasuk peran mikroorganisme, perubahan parameter kimia, dan reaksi yang terlibat), mengaitkannya dengan minimal dua prinsip kimia hijau yang relevan, serta menjelaskan dampaknya terhadap pelestarian lingkungan dengan argumentasi yang kuat dan didukung bukti.
Merancang langkah pengelolaan sampah organik dan plastik berbasis kimia hijau (TP 10.5.7.2)Murid tidak dapat merancang langkah pengelolaan sampah, atau rancangan tidak berkaitan dengan prinsip kimia hijau dan agenda SDGs.Murid dapat merancang 1–2 langkah pengelolaan sampah organik atau plastik, namun kaitannya dengan prinsip kimia hijau masih lemah dan belum menghubungkan dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.Murid dapat merancang minimal 3 langkah operasional pengelolaan sampah organik dan/atau plastik yang jelas berbasis prinsip kimia hijau, serta mengaitkannya dengan minimal satu nomor agenda SDGs/PBB yang relevan.Murid dapat merancang minimal 4 langkah operasional yang rinci, inovatif, dan realistis untuk pengelolaan sampah organik dan plastik berbasis prinsip kimia hijau, mengaitkan dengan minimal dua agenda SDGs, serta mempertimbangkan potensi tantangan dan solusinya dalam konteks lingkungan sekitar.
Kualitas Kolaborasi dan Komunikasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid berpartisipasi dalam diskusi kelompok namun kontribusinya terbatas; komunikasi kurang jelas dan sulit dipahami oleh anggota kelompok lain.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat dengan jelas, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi pada hasil kerja kelompok secara signifikan.Murid memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok secara konstruktif, menyampaikan gagasan dengan argumen yang logis dan berbasis bukti, merespons pendapat teman dengan kritis namun menghargai, dan mendorong anggota lain untuk berkontribusi aktif.
Kedalaman Refleksi Diri (LKPD Bagian C)Murid tidak mengisi refleksi atau mengisi dengan jawaban yang tidak relevan dengan pembelajaran.Murid mengisi refleksi secara singkat dan umum tanpa menghubungkan dengan konsep kimia hijau atau kontribusi nyata terhadap lingkungan.Murid menuliskan refleksi yang menunjukkan pemahaman terhadap konsep kimia hijau yang dipelajari, mengidentifikasi satu tindakan nyata yang akan dilakukan, dan mengaitkan dengan kontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan.Murid menuliskan refleksi yang mendalam, menunjukkan kesadaran diri (self-awareness) tentang peran pribadinya dalam pelestarian lingkungan, mengidentifikasi lebih dari satu tindakan konkret yang spesifik dan terukur, serta mengekspresikan motivasi intrinsik untuk terus berkontribusi pada agenda keberlanjutan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid dan menghubungkan pengalaman sehari-hari mereka dengan konsep kimia hijau?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran 10.5.7.1 dan 10.5.7.2?
  • Seberapa efektif strategi Gallery Walk dalam mendorong murid untuk saling belajar dan memberikan umpan balik konstruktif satu sama lain?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (konten, proses, produk) sudah menjangkau kebutuhan murid yang beragam — baik yang membutuhkan dukungan lebih maupun yang sudah mahir?
  • Berdasarkan hasil exit ticket, berapa persen murid yang sudah mencapai level 'Berkembang' atau 'Sangat Berkembang'? Apa yang perlu saya perbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang proses kimia pada pupuk organik atau pengelolaan sampah yang benar-benar membuatmu berpikir berbeda?
  • Bagaimana rancangan aksi kimia hijau yang kamu buat bersama kelompok bisa benar-benar kamu terapkan di rumah atau sekolah? Apa langkah pertama yang akan kamu ambil?
  • Apakah kamu merasa sudah berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok hari ini? Apa yang ingin kamu tingkatkan dalam kerja kelompok berikutnya?
  • Setelah belajar tentang kimia hijau dan Pembangunan Berkelanjutan 2030, apa yang kamu rasakan tentang tanggung jawabmu sebagai bagian dari masyarakat global?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek — Bab V: Kimia Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan 2030
  2. Buku Panduan Guru IPA untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek — Panduan Khusus Bab V
  3. Lembar Informasi (buatan guru): Proses Kimia Dekomposisi pada Kompos dan Fermentasi pada POC, dilengkapi tabel 12 Prinsip Kimia Hijau
  4. LKPD Pertemuan 10.5.7 (buatan guru): Bagian A (Diskusi Pemahaman), Bagian B (Rancangan Aksi Kimia Hijau), Bagian C (Refleksi Diri)
  5. Gambar/foto kontekstual: tumpukan sampah organik dan plastik di kantin sekolah, kebun dengan pupuk organik, ampas tebu/jagung, ecobrick (dapat diunduh dari sumber Kemendikbudristek atau dokumentasi sekolah)
  6. Video pendek (opsional, 3–5 menit): cara membuat pupuk kompos sederhana dan/atau POC dari limbah dapur (tersedia di YouTube kanal resmi Kemendikbudristek atau kanal pertanian organik terpercaya)
  7. Sticky note (kertas tempel warna-warni) untuk asesmen awal dan Gallery Walk
  8. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk mencatat poin-poin diskusi kelas
  9. Proyektor/layar untuk menampilkan gambar pemantik dan skenario masalah
  10. Referensi SDGs/Agenda PBB 2030: https://sdgs.un.org/goals (dapat diakses murid sebagai referensi tambahan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.