Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase ESemester 2

Modul Ajar IPA Kelas 10: Pengantar Kimia Hijau: Pengertian, Tujuan, dan Relevansinya terhadap Pembangunan Berkelanjutan 2030

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Pengantar Kimia Hijau: Pengertian, Tujuan, dan Relevansinya terhadap Pembangunan Berkelanjutan 2030". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Pengantar Kimia Hijau: Pengertian, Tujuan, dan Relevansinya terhadap Pembangunan Berkelanjutan 2030

IPA - Kelas 10

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pengantar Kimia Hijau: Pengertian, Tujuan, dan Relevansinya terhadap Pembangunan Berkelanjutan 2030

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPengantar Kimia Hijau: Pengertian, Tujuan, dan Relevansinya terhadap Pembangunan Berkelanjutan 2030
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendeskripsikan pengertian kimia hijau dan tujuannya dalam merancang proses kimia yang ramah lingkungan berdasarkan hasil pengamatan gambar/fenomena pencemaran lingkungan.
  2. Murid dapat menjelaskan keterkaitan antara kimia hijau dan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 PBB sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat global terhadap pelestarian lingkungan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat tumpukan sampah plastik atau sungai yang kotor di sekitar kita? Menurut kalian, apa dampak jangka panjangnya bagi bumi?
  2. Apakah semua proses kimia itu berbahaya dan beracun, atau adakah proses kimia yang justru bisa menyelamatkan lingkungan kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi prasyarat tentang reaksi kimia dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan memberikan pertanyaan pemantik dan meminta murid menuliskan satu kata tentang 'Proses Kimia' di papan tulis/sticky note.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar/fenomena pencemaran lingkungan (seperti tumpukan sampah plastik di kantin, sungai kotor, atau ampas tebu yang menumpuk).
  • Murid mengamati gambar tersebut dan mencatat hal-hal yang menjadi permasalahan lingkungan.
  • Guru memandu diskusi interaktif untuk membangun konsep pengertian kimia hijau dan tujuannya sebagai solusi atas permasalahan lingkungan tersebut.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
  • Setiap kelompok diberikan satu studi kasus lingkungan nyata di sekitar sekolah/rumah.
  • Murid berdiskusi untuk menganalisis bagaimana prinsip kimia hijau dapat diterapkan pada kasus tersebut dan mengaitkannya dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 PBB (SDGs).
  • Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta konsep atau poster sederhana.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas.
  • Murid dari kelompok lain memberikan tanggapan dan apresiasi.
  • Guru memandu murid untuk merefleksikan peran mereka sebagai masyarakat global.
  • Secara individu, murid menuliskan satu komitmen atau tindakan nyata yang bisa mereka lakukan di rumah untuk mendukung kimia hijau.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pengertian kimia hijau, tujuannya, dan relevansinya dengan Pembangunan Berkelanjutan 2030.
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa dua pertanyaan esai singkat.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (12 Prinsip Kimia Hijau).
  • Pelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang lebih sederhana dengan gambar visual yang jelas; murid yang sudah siap diberikan artikel berita nyata tentang isu lingkungan global yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang cepat paham dapat ditugaskan memimpin diskusi kelompok atau mengeksplorasi lebih banyak agenda SDGs; murid yang lambat mendapat pendampingan intensif dari guru saat menganalisis gambar.
  • Produk: Laporan hasil diskusi kelompok dibebaskan sesuai minat, dapat berupa peta konsep, poster sederhana, infografis, atau presentasi lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Sebutkan satu kata yang terlintas saat mendengar kata proses kimia!' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang pemanasan global atau pencemaran lingkungan?'

Proses:

  • Memantau diskusi kelompok menggunakan rubrik observasi untuk melihat kemampuan bernalar kritis, kolaborasi, dan pemahaman murid saat mengaitkan fenomena dengan konsep kimia hijau.

Akhir:

  • Murid menjawab dua pertanyaan esai singkat: 1. Jelaskan pengertian kimia hijau dan tujuannya! 2. Bagaimana hubungan penerapan kimia hijau dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 PBB?

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan kolaborasi murid selama diskusi kelompok.
  • Catatan anekdotal saat murid menganalisis fenomena pencemaran lingkungan.

Sumatif:

  • Penilaian produk hasil diskusi (peta konsep/poster).
  • Kuis tertulis singkat di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendeskripsikan pengertian dan tujuan kimia hijauBelum mampu mendeskripsikan pengertian kimia hijau.Mampu menyebutkan pengertian kimia hijau namun belum mengaitkan dengan tujuannya dalam merancang proses yang ramah lingkungan.Mampu mendeskripsikan pengertian dan tujuan kimia hijau dengan bahasa sendiri secara tepat berdasarkan fenomena.Mampu mendeskripsikan pengertian dan tujuan kimia hijau secara komprehensif, logis, dan memberikan contoh nyata di luar teks yang diberikan.
Menjelaskan keterkaitan kimia hijau dengan Pembangunan Berkelanjutan 2030Belum mampu menjelaskan keterkaitan kimia hijau dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.Mampu menyebutkan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 tetapi belum bisa mengaitkannya dengan konsep kimia hijau.Mampu menjelaskan keterkaitan kimia hijau dengan pelestarian lingkungan dalam kerangka agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.Mampu menganalisis secara mendalam keterkaitan kimia hijau dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan merumuskan ide solusi sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat global.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode diskusi berbasis kasus lingkungan efektif memunculkan pemahaman murid tentang konsep kimia hijau?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan mengaitkan kimia hijau dengan agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030? Jika ada, apa tindak lanjutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk memfasilitasi tahap memahami, mengaplikasi, dan merefleksi?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari materi kimia hijau ini yang paling menarik atau mengejutkan bagiku?
  • Apakah aku sudah memahami hubungan antara proses kimia dengan pelestarian lingkungan?
  • Apa satu langkah kecil yang akan aku lakukan mulai hari ini di rumah untuk mendukung kimia hijau?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas X Kemendikbudristek (Edisi Revisi), Bab V
  2. Buku Panduan Guru IPA Kelas X Kemendikbudristek
  3. Gambar/foto fenomena pencemaran lingkungan (sampah plastik, sungai kotor, limbah organik)
  4. Artikel atau video singkat tentang Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 PBB (SDGs)
  5. Sticky notes dan kertas karton/HVS untuk diskusi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.