Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase ESemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 10: Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

IPA - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikHukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bunyi hukum Proust dan membuktikannya melalui perhitungan perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa yang selalu tetap.
  2. Murid dapat menyelesaikan soal perhitungan sederhana berkaitan dengan hukum Proust untuk menentukan massa unsur atau senyawa dalam suatu reaksi kimia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian membuat air (H₂O) sebanyak 10 gram atau 100 gram, apakah perbandingan massa hidrogen dan oksigen di dalamnya akan selalu sama atau berbeda? Mengapa?
  2. Bayangkan seorang koki membuat adonan kue: jika resepnya menyatakan perbandingan tepung dan gula adalah 2:1, apakah perbandingan itu berubah saat ia membuat porsi kecil atau porsi besar? Apa kaitannya dengan senyawa kimia?
  3. Menurut kalian, apakah setiap sampel garam dapur (NaCl) di seluruh dunia memiliki komposisi natrium dan klorin yang sama? Bagaimana cara membuktikannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid untuk sejenak duduk tenang, mengambil napas, dan memusatkan perhatian pada pelajaran hari ini (orientasi berkesadaran, ±2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan kesiapan belajar.
  • Asesmen Awal — Diagnostik: Guru menampilkan dua data sederhana di papan/proyektor (misalnya: Sampel 1 mengandung 2 g H dan 16 g O; Sampel 2 mengandung 4 g H dan 32 g O membentuk H₂O) dan bertanya lisan, 'Apakah kedua sampel ini memiliki perbandingan massa unsur yang sama?' Murid menjawab dengan cara mengacungkan tangan atau menuliskan jawaban singkat di selembar kertas (±5 menit). Guru mencatat respons untuk menyesuaikan penekanan materi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menjelaskan hukum Proust dan menggunakannya untuk menyelesaikan soal perhitungan massa unsur dalam senyawa.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik ('Jika kalian membuat air sebanyak 10 gram atau 100 gram, apakah perbandingan massa H dan O selalu sama?') untuk memancing rasa ingin tahu dan diskusi singkat kelas (±3 menit).
  • Guru menghubungkan materi hari ini dengan pertemuan sebelumnya tentang Hukum Lavoisier: 'Minggu lalu kita tahu massa zat kekal. Hari ini kita akan temukan pola lain yang lebih spesifik — perbandingan massa unsur dalam senyawa ternyata selalu tetap.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan infografis singkat tentang Joseph Louis Proust dan konteks sejarah penemuan hukumnya (±3 menit). Guru menyampaikan bahwa Proust melakukan ratusan percobaan untuk membuktikan pola ini — mengaitkan ilmu dengan ketekunan ilmuwan nyata agar pembelajaran terasa bermakna.
  • Guru menjelaskan bunyi hukum Proust: 'Perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa selalu tetap, tidak tergantung pada cara pembuatan atau jumlah senyawa yang dibuat.' Penjelasan disertai contoh konkret: air (H₂O) selalu memiliki perbandingan massa H : O = 1 : 8, berapapun jumlah airnya.
  • Guru mendemonstrasikan bukti perhitungan pertama secara langsung di papan tulis: diberikan data tiga sampel H₂O dengan massa berbeda, lalu guru menghitung perbandingan H: O pada masing-masing sampel dan menunjukkan hasilnya selalu 1: 8. Murid diminta menyimak dengan aktif dan mencatat langkah-langkah perhitungan.
  • Guru memberikan waktu ±3 menit untuk murid menulis ulang langkah perhitungan dengan kata-katanya sendiri di buku catatan masing-masing (refleksi pemahaman awal — berkesadaran).
  • Guru membuka sesi tanya jawab singkat: 'Ada yang belum jelas dari langkah tadi? Bagian mana yang terasa paling membingungkan?' Guru merespons pertanyaan dan meluruskan miskonsepsi yang muncul.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang) secara acak dan menyampaikan bahwa mereka akan bekerja sama menyelesaikan soal berseri tentang hukum Proust.
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi 3 soal berjenjang: (1) Soal identifikasi — diberikan data massa unsur beberapa sampel senyawa, murid menentukan apakah data tersebut sesuai hukum Proust atau tidak dan menjelaskan alasannya; (2) Soal mencari massa — diberikan perbandingan massa unsur dalam senyawa dan massa salah satu unsur, murid menghitung massa unsur lain atau massa total senyawa; (3) Soal kontekstual — kasus sederhana kehidupan nyata, misalnya: 'Sebuah pabrik memiliki 45 kg belerang (S) dan ingin membuat SO₂. Jika perbandingan massa S: O dalam SO₂ adalah 1: 1, berapa kg oksigen yang dibutuhkan dan berapa kg SO₂ yang dihasilkan?'
  • Asesmen Proses — Formatif: Selama kerja kelompok (±20 menit), guru berkeliling kelas, mengamati proses diskusi, dan mengajukan pertanyaan menggali kepada tiap kelompok ('Bagaimana kalian memperoleh angka ini?', 'Apa yang terjadi jika perbandingannya tidak tepat?'). Guru mencatat kelompok yang mengalami kesulitan di langkah tertentu untuk diberikan bimbingan.
  • Setelah kelompok selesai, dua atau tiga kelompok mempresentasikan jawaban mereka secara singkat (±10 menit). Kelompok lain diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan atau koreksi. Guru memfasilitasi diskusi kelas dan meluruskan jawaban yang keliru.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua kelompok dan menyampaikan kunci jawaban beserta penjelasan langkah demi langkah untuk soal yang banyak mengalami kesalahan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik di awal: 'Sekarang setelah kalian menghitung sendiri, apa jawaban kalian untuk pertanyaan tadi tentang perbandingan massa H dan O dalam air?' Murid menjawab secara lisan untuk menunjukkan perubahan pemahaman mereka.
  • Guru menampilkan sebuah pernyataan di layar: 'Hukum Proust berarti alam bekerja dengan keteraturan yang luar biasa — setiap senyawa memiliki 'resepnya' sendiri yang tidak pernah berubah.' Murid diminta merespons pernyataan ini secara tertulis dalam 2–3 kalimat: apakah mereka setuju, dan bagaimana mereka menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari? (±5 menit — berkesadaran).
  • Murid mengisi kartu refleksi singkat (dapat di kertas kecil atau form digital): (1) Satu hal yang baru saya pahami hari ini; (2) Satu langkah perhitungan yang masih ingin saya latih lebih lanjut; (3) Satu pertanyaan yang masih muncul di benak saya.
  • Guru mengumpulkan kartu refleksi untuk dijadikan bahan evaluasi rencana pembelajaran berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: bunyi hukum Proust, cara membuktikannya melalui perhitungan perbandingan massa, dan cara menggunakannya untuk menentukan massa unsur atau senyawa.
  • Asesmen Akhir — Sumatif: Guru memberikan 2 soal kuis individu tertulis (±7 menit) yang diselesaikan secara mandiri dan dikumpulkan sebelum keluar kelas. Soal dirancang untuk mengukur kedua TP: (1) menjelaskan bunyi hukum Proust dan memverifikasi data, (2) menghitung massa unsur/senyawa menggunakan perbandingan tetap.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang masih kesulitan dianjurkan untuk membaca ulang subbab Hukum Proust di buku siswa dan mencoba soal latihan halaman terkait; murid yang sudah menguasai dapat mencoba soal pengayaan yang diberikan guru tentang hubungan hukum Proust dengan konsep mol (pengantar awal).
  • Guru menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya: Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton).
  • Guru menutup kelas dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: LKPD dilengkapi dengan scaffolding berupa rumus perbandingan yang sudah tersedia dan langkah perhitungan yang terpandu (tinggal mengisi). Untuk murid yang sudah cepat memahami: diberikan soal pengayaan berupa kasus data senyawa tidak dikenal di mana murid harus menentukan sendiri formula perbandingan dan mengidentifikasi apakah data tersebut konsisten dengan hukum Proust.
  • Proses: Selama kerja kelompok, guru dapat mendampingi lebih intensif kelompok yang teridentifikasi kesulitan saat asesmen awal. Murid yang lebih cepat selesai dapat berperan sebagai 'konsultan kelompok' untuk membantu rekan yang masih mengerjakan, sehingga terjadi pembelajaran teman sebaya.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman melalui pilihan: menuliskan penyelesaian soal secara tertulis lengkap dengan langkah-langkah (standar), atau membuat diagram/tabel perbandingan yang memvisualisasikan ketetapan perbandingan massa pada berbagai sampel senyawa (untuk murid yang lebih visual dan ekspresif).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua set data massa unsur pembentuk H₂O (misalnya Sampel A: 1 g H + 8 g O, Sampel B: 3 g H + 24 g O) dan bertanya secara lisan: 'Apakah kedua sampel ini memiliki perbandingan massa yang sama? Bagaimana cara kalian mengetahuinya?' Respon murid digunakan untuk memetakan pemahaman awal tentang konsep perbandingan massa dan kesiapan belajar (dilakukan di Pendahuluan, ±5 menit).

Proses:

  • Observasi guru saat kerja kelompok: guru mencatat apakah murid mampu menghitung perbandingan massa dengan benar dan dapat menjelaskan langkahnya kepada rekan kelompok.
  • Pertanyaan menggali saat guru berkeliling: 'Mengapa kamu membagi angka ini?', 'Apa artinya jika hasil perbandingannya tidak sama?', digunakan untuk menilai kedalaman pemahaman proses (bukan sekadar hasil akhir).
  • Hasil pengerjaan LKPD soal berjenjang: guru memeriksa jawaban kelompok setelah presentasi untuk mengidentifikasi pola kesalahan umum yang perlu ditindaklanjuti.

Akhir:

  • Kuis individu tertulis 2 soal (dikerjakan mandiri, ±7 menit, dikumpulkan sebelum keluar kelas): Soal 1 — diberikan data tiga sampel senyawa CaO dengan massa Ca dan O berbeda-beda; murid diminta menentukan apakah data tersebut membuktikan hukum Proust dan menjelaskan alasannya. Soal 2 — diberikan informasi bahwa perbandingan massa H: O dalam H₂O adalah 1: 8; jika tersedia 5 g hidrogen, berapa gram oksigen yang dibutuhkan dan berapa gram air yang terbentuk?

Formatif:

  • Asesmen lisan saat tanya jawab di tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan langsung untuk mengecek apakah murid memahami konsep perbandingan tetap sebelum lanjut ke latihan.
  • Observasi proses kerja kelompok pada LKPD: guru berkeliling dan mencatat kualitas diskusi, ketepatan langkah perhitungan, dan kemampuan menjelaskan alasan.
  • Presentasi hasil kelompok: guru menilai kejelasan penjelasan dan ketepatan jawaban yang dipresentasikan.

Sumatif:

  • Kuis individu tertulis 2 soal di akhir pertemuan: soal 1 menguji pemahaman bunyi hukum Proust dan verifikasi data (TP 10.4.4.1), soal 2 menguji kemampuan perhitungan massa unsur/senyawa menggunakan perbandingan tetap (TP 10.4.4.2).
  • Penilaian kartu refleksi tertulis: menilai kedalaman pemahaman dan kemampuan menghubungkan konsep dengan konteks nyata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan bunyi hukum Proust (TP 10.4.4.1)Murid tidak dapat menyebutkan bunyi hukum Proust atau penjelasannya tidak berkaitan dengan perbandingan massa unsur dalam senyawa.Murid dapat menyebutkan bunyi hukum Proust secara parsial (misalnya hanya menyebut 'perbandingan tetap' tanpa menjelaskan apa yang dibandingkan atau kondisi ketetapannya).Murid dapat menjelaskan bunyi hukum Proust dengan benar dan lengkap, serta mampu mengidentifikasi apakah suatu data membuktikan atau menyangkal hukum tersebut.Murid dapat menjelaskan bunyi hukum Proust dengan benar, membuktikannya melalui perhitungan perbandingan massa pada beberapa sampel, dan mengaitkannya dengan keteraturan komposisi senyawa di alam secara logis.
Perhitungan massa unsur/senyawa menggunakan hukum Proust (TP 10.4.4.2)Murid tidak dapat melakukan perhitungan atau jawaban tidak menggunakan konsep perbandingan massa sama sekali.Murid dapat menyusun perbandingan massa yang benar tetapi melakukan kesalahan prosedural dalam perhitungan sehingga hasil akhir tidak tepat.Murid dapat menyelesaikan soal perhitungan dengan prosedur yang benar dan memperoleh hasil yang tepat untuk soal dengan satu variabel yang dicari.Murid dapat menyelesaikan soal perhitungan bertingkat (mencari massa unsur dan massa senyawa sekaligus) dengan prosedur sistematis, hasil tepat, dan mampu menjelaskan setiap langkah dengan jelas.
Kemampuan analisis dan komunikasi hasil (Keterampilan Proses)Murid tidak dapat menjelaskan hasil perhitungan atau kesimpulan yang ditarik tidak berkaitan dengan data yang ada.Murid dapat menyampaikan hasil perhitungan tetapi kesimpulan yang ditarik kurang tepat atau tidak didukung data secara eksplisit.Murid dapat mengolah data, menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan hasil perhitungan, dan menyampaikannya secara lisan atau tertulis dengan cukup jelas.Murid dapat mengolah data, menarik kesimpulan yang tepat dan terstruktur, menyampaikannya dengan bahasa yang jelas dan sistematis, serta mampu merespons pertanyaan atau sanggahan dari rekan dengan argumentasi yang didukung bukti perhitungan.
Kolaborasi dalam kerja kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok atau tidak memberikan kontribusi dalam penyelesaian LKPD.Murid terlibat dalam kelompok tetapi kontribusinya terbatas, misalnya hanya menyalin jawaban rekan tanpa ikut berdiskusi.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan berkontribusi dalam penyelesaian soal bersama kelompok.Murid aktif berdiskusi, berinisiatif membantu rekan yang kesulitan, dan mampu menjelaskan langkah penyelesaian kepada anggota kelompok lain dengan sabar dan jelas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid sudah memahami perbedaan antara hukum Proust dan hukum Lavoisier yang dipelajari sebelumnya? Bagaimana saya tahu?
  • Langkah perhitungan mana yang paling banyak menimbulkan kebingungan pada murid, dan bagaimana saya bisa menyajikannya lebih efektif di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan (scaffolding LKPD dan pengayaan) sudah cukup menjawab kebutuhan belajar murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Seberapa efektif pertanyaan pemantik yang saya gunakan dalam membangun rasa ingin tahu dan diskusi awal murid?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang saya pahami hari ini tentang hukum Proust adalah ...
  • Langkah perhitungan yang masih ingin saya latih lebih lanjut adalah ... karena ...
  • Bagaimana hukum Proust berhubungan dengan benda atau zat yang ada di sekitarmu? Berikan satu contoh.
  • Satu pertanyaan yang masih muncul di benak saya setelah belajar hari ini adalah ...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek — Subbab Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
  2. Panduan Guru IPA untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek — Bab 4 Hukum Dasar Kimia
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) Hukum Proust — disusun oleh guru (berisi soal berjenjang: identifikasi, perhitungan, dan kontekstual)
  4. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk demonstrasi langkah perhitungan
  5. Proyektor/layar untuk menampilkan infografis sejarah Proust dan pertanyaan pemantik
  6. Kartu refleksi (kertas kecil atau form digital seperti Google Form) untuk murid
  7. Tabel periodik unsur sebagai referensi massa atom

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.