Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ESemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 10: Penemuan Partikel Subatomik: Elektron (Teori Atom Thomson) dan Proton (Teori Atom Rutherford)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Penemuan Partikel Subatomik: Elektron (Teori Atom Thomson) dan Proton (Teori Atom Rutherford)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Penemuan Partikel Subatomik: Elektron (Teori Atom Thomson) dan Proton (Teori Atom Rutherford)

IPA - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Penemuan Partikel Subatomik: Elektron (Teori Atom Thomson) dan Proton (Teori Atom Rutherford)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPenemuan Partikel Subatomik: Elektron (Teori Atom Thomson) dan Proton (Teori Atom Rutherford)
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bukti eksperimental penemuan elektron melalui percobaan sinar katode (Teori Atom Thomson) dan penemuan proton melalui percobaan sinar alfa (Teori Atom Rutherford) beserta model atom yang dihasilkan.
  2. Murid dapat mengidentifikasi sifat muatan listrik dan massa elektron serta proton berdasarkan data hasil percobaan (Aktivitas 3.3 dan 3.4) dan menarik kesimpulan berbasis bukti.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian berpikir, jika semua benda tersusun dari atom, lalu atom itu sendiri tersusun dari apa?
  2. Bagaimana para ilmuwan di masa lalu bisa mengetahui isi di dalam atom padahal atom sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali konsep atom Dalton (bola pejal) yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan mengenai sifat muatan listrik.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan skenario kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru memfasilitasi murid untuk mengamati visualisasi atau video percobaan sinar katode (J.J. Thomson) dan penembakan lempeng emas dengan sinar alfa (Ernest Rutherford).
  • Murid mencatat hal-hal penting dari pengamatan, seperti pergerakan sinar katode yang menolak muatan negatif, dan sebagian kecil sinar alfa yang dipantulkan oleh lempeng emas.
  • Guru memberikan penjelasan singkat tentang sejarah penemuan istilah 'elektron' dan bagaimana Rutherford menemukan inti atom (proton).

Mengaplikasi (Bermakna, Kolaborasi):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk mengerjakan Aktivitas 3.3 dan 3.4 dari Buku Siswa.
  • Murid mengidentifikasi sifat muatan listrik dan massa elektron serta proton berdasarkan data hasil percobaan yang disajikan dalam tabel/LKPD.
  • Murid berdiskusi untuk membandingkan model atom roti kismis (Thomson) dengan model atom berinti (Rutherford) dan menggambar ulang model tersebut berdasarkan pemahaman mereka.
  • Murid menyusun kesimpulan berbasis bukti dari data eksperimental yang telah dianalisis.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis data dan kesimpulan mereka.
  • Murid dari kelompok lain memberikan tanggapan dan umpan balik (peer assessment).
  • Murid diajak mengevaluasi proses belajarnya: merefleksikan bagaimana penemuan elektron dan proton mengubah pemahaman manusia tentang struktur materi dari yang awalnya dianggap partikel terkecil yang tak terbagi.
  • Guru memberikan penguatan dan meluruskan miskonsepsi jika ada.

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi tentang penemuan elektron, proton, dan model atom Thomson serta Rutherford.
  • Guru memberikan asesmen sumatif singkat (kuis) untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru meminta murid mengisi lembar refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
  • Guru menyampaikan rencana materi untuk pertemuan berikutnya (Penemuan Neutron dan Teori Atom Bohr).
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan dengan gambar ilustrasi yang lebih sederhana dan jelas; murid yang mahir diberikan tautan video eksperimen asli (https://buku.kemdikbud.go.id/s/CRT) untuk dianalisis lebih dalam.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif (scaffolding) bagi kelompok yang kesulitan menghubungkan data percobaan dengan sifat partikel; kelompok yang sudah mandiri dibiarkan berdiskusi secara mandiri dengan sesekali dipantau.
  • Produk: Murid dibebaskan menyajikan hasil analisis kelompok dalam bentuk tabel perbandingan, peta konsep, atau infografis sederhana sesuai minat mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang terjadi jika dua benda bermuatan listrik yang sama didekatkan? Bagaimana jika muatannya berbeda?' dan 'Menurut teori Dalton, apakah atom bisa dibagi lagi?'

Proses:

  • Lembar observasi guru untuk memantau keterlibatan murid dalam menganalisis data pada Aktivitas 3.3 dan 3.4 serta kemampuan mereka berkolaborasi.

Akhir:

  • Soal esai singkat: 1. Jelaskan bukti dari percobaan Thomson yang menunjukkan bahwa elektron bermuatan negatif! 2. Mengapa Rutherford menyimpulkan bahwa atom sebagian besar adalah ruang kosong dan memiliki inti yang padat?

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat presentasi
  • Umpan balik lisan dari guru selama proses pengerjaan LKPD

Sumatif:

  • Kuis tertulis di akhir pembelajaran (pilihan ganda dan esai singkat)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Analisis Bukti Eksperimental dan Sifat Partikel SubatomikBelum mampu menjelaskan percobaan Thomson dan Rutherford serta belum dapat mengidentifikasi sifat muatan dan massa elektron maupun proton.Mampu menyebutkan nama percobaan dan model atomnya, namun masih kesulitan menghubungkan bukti eksperimental dengan penemuan sifat elektron dan proton.Mampu menjelaskan percobaan Thomson dan Rutherford serta mengidentifikasi sifat muatan dan massa elektron dan proton dengan benar berdasarkan data.Mampu menjelaskan bukti eksperimental secara detail, mengidentifikasi sifat partikel dengan sangat akurat, serta membandingkan kelemahan dan kelebihan model atom Thomson dan Rutherford secara logis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penggunaan visualisasi/video percobaan Thomson dan Rutherford efektif membantu murid memahami konsep abstrak?
  • Apakah alokasi waktu untuk diskusi kelompok (Aktivitas 3.3 dan 3.4) sudah cukup?
  • Bagaimana saya bisa memperbaiki proses pendampingan bagi murid yang kesulitan menarik kesimpulan dari data?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari percobaan Thomson atau Rutherford yang paling menarik atau mengejutkan bagimu?
  • Apakah kamu mengalami kesulitan saat menyimpulkan sifat elektron dan proton dari data percobaan? Jika ya, di bagian mana?
  • Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman sekelompok hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  2. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), Kemdikbudristek
  3. Tautan video visualisasi percobaan Thomson (https://buku.kemdikbud.go.id/s/CRT)
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) untuk Aktivitas 3.3 dan 3.4
  5. Proyektor dan laptop untuk menayangkan video/gambar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.