Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 10: Replikasi Virus: Daur Lisogenik dan Perbandingannya dengan Daur Litik (Aktivitas 2.2 lanjutan)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Replikasi Virus: Daur Lisogenik dan Perbandingannya dengan Daur Litik (Aktivitas 2.2 lanjutan)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Replikasi Virus: Daur Lisogenik dan Perbandingannya dengan Daur Litik (Aktivitas 2.2 lanjutan)

IPA - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Replikasi Virus: Daur Lisogenik dan Perbandingannya dengan Daur Litik (Aktivitas 2.2 lanjutan)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikReplikasi Virus: Daur Lisogenik dan Perbandingannya dengan Daur Litik (Aktivitas 2.2 lanjutan)
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan tahapan daur lisogenik dan menganalisis perbedaan mendasar antara daur litik dan daur lisogenik, termasuk kondisi peralihan dari lisogenik ke litik.
  2. Murid dapat mengevaluasi kemungkinan penjelasan alternatif terkait mekanisme replikasi virus dan mengidentifikasi sumber ketidakpastian dalam pemahaman konsep replikasi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah virus selalu menghancurkan sel inang yang ditempatinya?
  2. Bagaimana virus HIV bisa bersembunyi di dalam tubuh selama bertahun-tahun?
  3. Apa yang menyebabkan virus yang tadinya 'tenang' tiba-tiba menjadi aktif kembali?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Mengucapkan salam dan meminta seorang murid memimpin doa.
  • Melakukan presensi singkat dan mengecek kesiapan belajar.
  • Melakukan asesmen awal: tanya jawab lisan tentang tahapan daur litik yang telah dipelajari sebelumnya, serta menanyakan apa yang dimaksud dengan daur lisogenik secara singkat.
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati video/simulasi singkat daur lisogenik (misalnya pada virus bakteriofag lambda) dan membaca bagian buku teks terkait.
  • Berpasangan, murid saling menjelaskan tahapan daur lisogenik: adsorpsi, penetrasi, integrasi DNA virus ke DNA sel inang, pembelahan sel inang, dan kondisi peralihan ke daur litik.
  • Guru memandu diskusi kelas untuk menyamakan pemahaman dan meminta murid mengisi diagram Venn perbandingan daur litik dan lisogenik yang sudah disediakan (berdasarkan buku siswa).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Dalam kelompok kecil (3-4 orang), murid membuat skema atau infografik sederhana yang menunjukkan dua jalur replikasi virus beserta faktor pemicu peralihan dari lisogenik ke litik (misal: paparan sinar UV, zat kimia, stres sel inang).
  • Setiap kelompok mendiskusikan studi kasus: 'Mengapa seseorang yang pernah terkena cacar air bisa mengalami herpes zoster di usia lanjut?' dan menghubungkannya dengan daur lisogenik virus varisela-zoster.
  • Kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan skema/gambar secara singkat (2-3 menit per kelompok).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Secara individu, murid menulis refleksi singkat: 'Apakah pemahaman saya tentang replikasi virus mengalami perubahan? Apakah ada penjelasan alternatif yang mungkin tentang bagaimana virus mereplikasi diri? Apa yang masih membingungkan atau belum pasti?'
  • Murid berbagi refleksi dengan teman sebangku, lalu beberapa sukarelawan membagikannya kepada seluruh kelas.
  • Guru memberikan tanggapan dan mengklarifikasi sumber ketidakpastian dalam konsep replikasi virus (misal: mekanisme pemotongan DNA sel inang, pengaruh sistem imun, dsb.)

Penutup:

  • Melakukan asesmen akhir: kuis singkat 3 soal sederhana (bisa lisan atau kertas) menanyakan perbedaan kunci daur litik dan lisogenik serta contoh virusnya.
  • Murid dan guru bersama-sama menyimpulkan perbedaan mendasar kedua daur dan syarat terjadinya peralihan lisogenik ke litik.
  • Memberikan tindak lanjut: membaca tentang peran positif dan negatif virus untuk pertemuan selanjutnya.
  • Doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid cepat mendapat artikel tambahan tentang virus onkogenik dan hubungannya dengan daur lisogenik; murid lambat diberi panduan langkah-demi-langkah mengisi diagram Venn.
  • Proses: Kelompok disusun heterogen; murid lambat mendapat bimbingan lebih dari guru atau tutor sebaya selama diskusi.
  • Produk: Murid dapat memilih membuat skema dalam bentuk poster kertas, digital, atau komik pendek sesuai minat.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Sebutkan 3 tahapan pertama daur litik!' dan 'Apakah virus selalu langsung menggandakan diri setelah masuk sel?' untuk mendiagnosis pemahaman awal.

Proses:

  • Ceklis pengamatan kerja sama, keaktifan, dan kualitas diskusi selama kegiatan pasangan dan kelompok.
  • Rubrik penilaian skema/infografik perbandingan daur litik dan lisogenik.

Akhir:

  • Kuis singkat: (1) Tuliskan satu perbedaan pokok antara daur litik dan daur lisogenik. (2) Beri contoh peristiwa peralihan dari lisogenik ke litik. (3) Mengapa HIV sulit diberantas? Hubungkan dengan daur replikasinya.

Formatif:

  • Observasi diskusi pasangan dan kelompok menggunakan ceklis partisipasi.
  • Penilaian diagram Venn (kelengkapan dan ketepatan perbandingan).

Sumatif:

  • Kuis akhir lisan/tulis: soal membedakan daur litik dan lisogenik serta menjelaskan kondisi peralihan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis perbedaan daur litik dan lisogenikBelum mampu mengidentifikasi tahapan atau hanya menyebutkan tanpa perbandingan.Mampu menyebutkan satu perbedaan sederhana tetapi belum mengaitkan dengan konsekuensi replikasi.Mampu menjelaskan perbedaan mendasar (lisis vs integrasi, pewarisan materi virus) dengan benar.Mampu menjelaskan perbedaan, syarat peralihan, dan memberikan contoh kasus nyata dengan tepat.
Mengevaluasi dan merefleksi pemahaman replikasi virusRefleksi bersifat umum dan tidak menunjukkan identifikasi ketidakpastian.Refleksi menyentuh satu keraguan tanpa eksplorasi lebih jauh.Refleksi mengidentifikasi konsep yang belum jelas dan mengajukan alternatif penjelasan sederhana.Refleksi menunjukkan kesadaran atas batas pengetahuan, merumuskan pertanyaan baru, dan mengevaluasi alternatif secara kritis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan pemahaman melalui video dan diskusi pasangan cukup membantu murid membedakan daur lisogenik dari litik?
  • Apakah kasus herpes zoster memancing rasa ingin tahu dan menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata?
  • Bagaimana kualitas refleksi murid? Apakah sudah menunjukkan kemampuan mengevaluasi dan mengidentifikasi ketidakpastian?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang cara virus memperbanyak diri?
  • Apakah saya bisa menjelaskan mengapa virus tertentu bisa 'tertidur' di dalam tubuh kita?
  • Bagian mana dari proses replikasi virus yang masih membingungkan? Tuliskan pertanyaan yang ingin saya tanyakan lebih lanjut.

SUMBER BELAJAR

  1. Niken Resminingpuri Krisdianti, dkk. 2023. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi). Jakarta: Kemdikbudristek. (Buku Siswa Bab II, hlm. 49–50).
  2. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X, Bab II.
  3. Video animasi daur lisogenik (misal: sumber YouTube tepercaya, seperti 'Bacteriophage Lambda Lytic vs Lysogenic Cycle').
  4. Kertas plano, spidol warna, atau aplikasi Canva untuk pembuatan skema.
  5. Slide presentasi guru tentang perbandingan daur litik dan lisogenik.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.