MODUL AJAR IPA — Kelas 10 (Fase E) Topik: Komponen dan Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPA |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Komponen dan Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengidentifikasi komponen-komponen mikrometer sekrup beserta fungsinya, termasuk skala utama dan skala thimble.
- Murid dapat membaca dan mencatat hasil pengukuran diameter benda menggunakan mikrometer sekrup secara akurat.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana cara mengukur diameter kawat yang sangat tipis dengan akurat?
- Mengapa jangka sorong tidak cukup untuk mengukur benda berukuran sangat kecil?
- Apa yang membuat mikrometer sekrup mampu mengukur hingga 0,01 mm?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
- Guru mengecek kehadiran murid dan kesiapan belajar.
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid menggunakan jangka sorong dan keterbatasannya.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya dalam industri manufaktur).
- Guru menampilkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan mikrometer sekrup secara langsung atau melalui media visual.
- Murid mengamati komponen-komponen mikrometer sekrup: landasan (anvil), poros (spindle), bingkai (frame), kunci (lock), selubung dalam (sleeve), skala utama, skala nonius, selubung luar (thimble), dan roda bergerigi (ratchet).
- Murid secara berkelompok (3-4 orang) berdiskusi mengidentifikasi fungsi masing-masing komponen dengan panduan lembar kerja.
- Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengonfirmasi fungsi setiap komponen.
- Murid mencatat nilai skala terkecil (NST) skala utama (0,5 mm) dan skala nonius (0,01 mm) serta nilai ketidakpastian (±0,005 mm).
- Guru menjelaskan prinsip pembacaan: skala utama dibaca pada garis vertikal ujung selubung luar, skala nonius yang sejajar dengan skala utama, kemudian dijumlahkan.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru mendemonstrasikan cara mengukur diameter benda (misalnya diameter kawat atau koin) langkah demi langkah.
- Murid dalam kelompok mempraktikkan pengukuran menggunakan mikrometer sekrup pada minimal 3 benda berbeda yang disediakan guru.
- Murid membaca hasil pengukuran dengan cara: (1) membaca skala utama, (2) membaca skala nonius yang sejajar, (3) mengalikan skala nonius dengan 0,01 mm, (4) menjumlahkan keduanya.
- Murid mencatat hasil pengukuran dalam format: Hasil = (SU + SN) ± ketidakpastian.
- Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan bimbingan dan umpan balik langsung.
- Setiap kelompok mempresentasikan satu hasil pengukuran mereka dan menjelaskan langkah-langkahnya.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara individu merefleksikan pengalaman belajar: kesulitan yang dihadapi, hal baru yang dipahami, dan manfaat mikrometer sekrup.
- Guru memfasilitasi diskusi reflektif: Apa perbedaan mikrometer sekrup dengan jangka sorong? Kapan kita perlu menggunakan mikrometer sekrup?
- Murid menuliskan satu pertanyaan atau hal yang masih ingin dipelajari lebih lanjut terkait pengukuran presisi.
- Guru memberikan penguatan konsep dan mengaitkan dengan penerapan di kehidupan nyata (industri, laboratorium, quality control).
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan soal evaluasi tertulis singkat (membaca hasil pengukuran dari gambar mikrometer sekrup).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini.
- Guru memberikan penugasan: murid diminta mencari video atau artikel tentang aplikasi mikrometer sekrup di industri.
- Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
- Guru menutup pembelajaran dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat memahami dapat diberikan tantangan untuk mengukur benda dengan bentuk tidak beraturan atau mempelajari mikrometer sekrup digital.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan lembar panduan bergambar langkah demi langkah, sementara murid yang mandiri dapat langsung praktik dengan supervisi minimal.
- Produk: Murid yang cepat diminta membuat laporan tertulis lengkap dengan analisis ketidakpastian, sedangkan murid yang membutuhkan waktu lebih cukup membuat tabel hasil pengukuran dengan perhitungan dasar.
ASESMENAwal:- Pertanyaan lisan: Pernahkah kalian menggunakan jangka sorong? Apa keterbatasannya?
- Quick quiz: Berapa NST jangka sorong? Mengapa kita perlu alat ukur yang lebih presisi?
Proses:- Observasi kerja kelompok: kemampuan mengidentifikasi komponen dan fungsinya (checklist).
- Pemantauan praktik pengukuran: ketepatan langkah, pembacaan skala, dan pencatatan hasil.
- Pertanyaan formatif: Mengapa kita perlu mengalikan skala nonius dengan 0,01? Apa fungsi ratchet?
- Peer assessment: kelompok lain memberikan umpan balik pada presentasi hasil pengukuran.
Akhir:- Tes tertulis individu: membaca 3 hasil pengukuran mikrometer sekrup dari gambar dan menuliskan hasilnya dalam format lengkap dengan ketidakpastian.
- Tes praktik: murid mengukur satu benda secara mandiri dan hasilnya dinilai guru.
- Refleksi tertulis: murid menuliskan pemahaman mereka tentang kapan menggunakan mikrometer sekrup dan mengapa akurasi penting.
Formatif:- Observasi selama kegiatan diskusi kelompok mengidentifikasi komponen mikrometer sekrup.
- Pemantauan langsung saat murid melakukan praktik pengukuran (teknik, ketelitian, pencatatan).
- Pertanyaan lisan spontan untuk mengecek pemahaman selama pembelajaran.
Sumatif:- Tes tertulis: murid diminta membaca hasil pengukuran dari 3 gambar mikrometer sekrup dengan posisi skala berbeda.
- Penilaian kinerja: murid melakukan satu pengukuran secara mandiri di akhir pembelajaran dan dinilai akurasinya.
- Laporan hasil praktik kelompok yang mencakup data pengukuran dan perhitungan.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi komponen mikrometer sekrup | Murid dapat mengidentifikasi kurang dari 4 komponen dan tidak dapat menjelaskan fungsinya. | Murid dapat mengidentifikasi 4-5 komponen tetapi penjelasan fungsinya masih kurang tepat. | Murid dapat mengidentifikasi 6-7 komponen dengan penjelasan fungsi yang tepat. | Murid dapat mengidentifikasi semua 8 komponen dengan penjelasan fungsi yang lengkap dan tepat. | | Membaca hasil pengukuran mikrometer sekrup | Murid belum dapat membaca skala utama dan skala nonius dengan benar (kesalahan lebih dari 0,05 mm). | Murid dapat membaca salah satu skala (utama atau nonius) dengan benar tetapi kesulitan menjumlahkannya. | Murid dapat membaca kedua skala dan menjumlahkannya dengan benar, tetapi belum menuliskan ketidakpastian. | Murid dapat membaca hasil pengukuran dengan akurat dan menuliskannya dalam format lengkap dengan ketidakpastian (SU + SN) ± 0,005 mm. | | Melakukan pengukuran dengan mikrometer sekrup | Murid belum dapat menggunakan mikrometer sekrup dengan benar (posisi benda tidak tepat, tidak menggunakan ratchet). | Murid dapat memegang mikrometer tetapi masih kesulitan menempatkan benda dan memutar thimble dengan tepat. | Murid dapat melakukan pengukuran dengan langkah yang benar, hasilnya akurat dalam rentang ±0,02 mm dari nilai sebenarnya. | Murid melakukan pengukuran dengan teknik sempurna (menggunakan ratchet, posisi benda tepat) dan hasil sangat akurat (±0,01 mm). | | Kolaborasi dalam kelompok | Murid cenderung bekerja sendiri atau tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok. | Murid berpartisipasi tetapi kontribusinya terbatas, menunggu arahan teman. | Murid aktif berdiskusi, berbagi tugas, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain. | Murid memimpin diskusi, memfasilitasi pembagian tugas yang adil, dan membantu teman yang kesulitan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat menggunakan mikrometer sekrup dengan benar di akhir pembelajaran?
- Bagian mana dari pembelajaran yang paling menantang bagi murid?
- Apakah alokasi waktu cukup untuk kegiatan praktik?
- Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid dengan kecepatan belajar berbeda?
- Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang mikrometer sekrup?
- Bagian mana yang paling sulit bagimu? Mengapa?
- Bagaimana pengalaman bekerja sama dengan kelompokmu?
- Di mana kamu bisa menerapkan keterampilan menggunakan mikrometer sekrup di kehidupan nyata?
- Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang pengukuran presisi?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPA Kelas X Kurikulum Merdeka (Bab 1: Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah)
- Buku Guru IPA Kelas X Kurikulum Merdeka
- Mikrometer sekrup (minimal 5 buah untuk praktik kelompok)
- Benda-benda untuk diukur: kawat, koin, mur, baut, pelat tipis
- Lembar kerja identifikasi komponen mikrometer sekrup
- Lembar kerja pencatatan hasil pengukuran
- Video tutorial penggunaan mikrometer sekrup (opsional)
- Gambar mikrometer sekrup dengan berbagai posisi skala untuk latihan membaca
- Presentasi digital tentang komponen dan cara penggunaan mikrometer sekrup
|