Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar IPA Kelas 10: Komponen dan Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPA kelas 10 dengan topik "Komponen dan Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPA Kelas 10: Komponen dan Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup

IPA - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPA — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Komponen dan Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPA
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKomponen dan Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi komponen-komponen mikrometer sekrup beserta fungsinya, termasuk skala utama dan skala thimble.
  2. Murid dapat membaca dan mencatat hasil pengukuran diameter benda menggunakan mikrometer sekrup secara akurat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara mengukur diameter kawat yang sangat tipis dengan akurat?
  2. Mengapa jangka sorong tidak cukup untuk mengukur benda berukuran sangat kecil?
  3. Apa yang membuat mikrometer sekrup mampu mengukur hingga 0,01 mm?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan kesiapan belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid menggunakan jangka sorong dan keterbatasannya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya dalam industri manufaktur).
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan mikrometer sekrup secara langsung atau melalui media visual.
  • Murid mengamati komponen-komponen mikrometer sekrup: landasan (anvil), poros (spindle), bingkai (frame), kunci (lock), selubung dalam (sleeve), skala utama, skala nonius, selubung luar (thimble), dan roda bergerigi (ratchet).
  • Murid secara berkelompok (3-4 orang) berdiskusi mengidentifikasi fungsi masing-masing komponen dengan panduan lembar kerja.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengonfirmasi fungsi setiap komponen.
  • Murid mencatat nilai skala terkecil (NST) skala utama (0,5 mm) dan skala nonius (0,01 mm) serta nilai ketidakpastian (±0,005 mm).
  • Guru menjelaskan prinsip pembacaan: skala utama dibaca pada garis vertikal ujung selubung luar, skala nonius yang sejajar dengan skala utama, kemudian dijumlahkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mendemonstrasikan cara mengukur diameter benda (misalnya diameter kawat atau koin) langkah demi langkah.
  • Murid dalam kelompok mempraktikkan pengukuran menggunakan mikrometer sekrup pada minimal 3 benda berbeda yang disediakan guru.
  • Murid membaca hasil pengukuran dengan cara: (1) membaca skala utama, (2) membaca skala nonius yang sejajar, (3) mengalikan skala nonius dengan 0,01 mm, (4) menjumlahkan keduanya.
  • Murid mencatat hasil pengukuran dalam format: Hasil = (SU + SN) ± ketidakpastian.
  • Guru berkeliling memantau kerja kelompok, memberikan bimbingan dan umpan balik langsung.
  • Setiap kelompok mempresentasikan satu hasil pengukuran mereka dan menjelaskan langkah-langkahnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu merefleksikan pengalaman belajar: kesulitan yang dihadapi, hal baru yang dipahami, dan manfaat mikrometer sekrup.
  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif: Apa perbedaan mikrometer sekrup dengan jangka sorong? Kapan kita perlu menggunakan mikrometer sekrup?
  • Murid menuliskan satu pertanyaan atau hal yang masih ingin dipelajari lebih lanjut terkait pengukuran presisi.
  • Guru memberikan penguatan konsep dan mengaitkan dengan penerapan di kehidupan nyata (industri, laboratorium, quality control).

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan soal evaluasi tertulis singkat (membaca hasil pengukuran dari gambar mikrometer sekrup).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini.
  • Guru memberikan penugasan: murid diminta mencari video atau artikel tentang aplikasi mikrometer sekrup di industri.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat diberikan tantangan untuk mengukur benda dengan bentuk tidak beraturan atau mempelajari mikrometer sekrup digital.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan lembar panduan bergambar langkah demi langkah, sementara murid yang mandiri dapat langsung praktik dengan supervisi minimal.
  • Produk: Murid yang cepat diminta membuat laporan tertulis lengkap dengan analisis ketidakpastian, sedangkan murid yang membutuhkan waktu lebih cukup membuat tabel hasil pengukuran dengan perhitungan dasar.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: Pernahkah kalian menggunakan jangka sorong? Apa keterbatasannya?
  • Quick quiz: Berapa NST jangka sorong? Mengapa kita perlu alat ukur yang lebih presisi?

Proses:

  • Observasi kerja kelompok: kemampuan mengidentifikasi komponen dan fungsinya (checklist).
  • Pemantauan praktik pengukuran: ketepatan langkah, pembacaan skala, dan pencatatan hasil.
  • Pertanyaan formatif: Mengapa kita perlu mengalikan skala nonius dengan 0,01? Apa fungsi ratchet?
  • Peer assessment: kelompok lain memberikan umpan balik pada presentasi hasil pengukuran.

Akhir:

  • Tes tertulis individu: membaca 3 hasil pengukuran mikrometer sekrup dari gambar dan menuliskan hasilnya dalam format lengkap dengan ketidakpastian.
  • Tes praktik: murid mengukur satu benda secara mandiri dan hasilnya dinilai guru.
  • Refleksi tertulis: murid menuliskan pemahaman mereka tentang kapan menggunakan mikrometer sekrup dan mengapa akurasi penting.

Formatif:

  • Observasi selama kegiatan diskusi kelompok mengidentifikasi komponen mikrometer sekrup.
  • Pemantauan langsung saat murid melakukan praktik pengukuran (teknik, ketelitian, pencatatan).
  • Pertanyaan lisan spontan untuk mengecek pemahaman selama pembelajaran.

Sumatif:

  • Tes tertulis: murid diminta membaca hasil pengukuran dari 3 gambar mikrometer sekrup dengan posisi skala berbeda.
  • Penilaian kinerja: murid melakukan satu pengukuran secara mandiri di akhir pembelajaran dan dinilai akurasinya.
  • Laporan hasil praktik kelompok yang mencakup data pengukuran dan perhitungan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi komponen mikrometer sekrupMurid dapat mengidentifikasi kurang dari 4 komponen dan tidak dapat menjelaskan fungsinya.Murid dapat mengidentifikasi 4-5 komponen tetapi penjelasan fungsinya masih kurang tepat.Murid dapat mengidentifikasi 6-7 komponen dengan penjelasan fungsi yang tepat.Murid dapat mengidentifikasi semua 8 komponen dengan penjelasan fungsi yang lengkap dan tepat.
Membaca hasil pengukuran mikrometer sekrupMurid belum dapat membaca skala utama dan skala nonius dengan benar (kesalahan lebih dari 0,05 mm).Murid dapat membaca salah satu skala (utama atau nonius) dengan benar tetapi kesulitan menjumlahkannya.Murid dapat membaca kedua skala dan menjumlahkannya dengan benar, tetapi belum menuliskan ketidakpastian.Murid dapat membaca hasil pengukuran dengan akurat dan menuliskannya dalam format lengkap dengan ketidakpastian (SU + SN) ± 0,005 mm.
Melakukan pengukuran dengan mikrometer sekrupMurid belum dapat menggunakan mikrometer sekrup dengan benar (posisi benda tidak tepat, tidak menggunakan ratchet).Murid dapat memegang mikrometer tetapi masih kesulitan menempatkan benda dan memutar thimble dengan tepat.Murid dapat melakukan pengukuran dengan langkah yang benar, hasilnya akurat dalam rentang ±0,02 mm dari nilai sebenarnya.Murid melakukan pengukuran dengan teknik sempurna (menggunakan ratchet, posisi benda tepat) dan hasil sangat akurat (±0,01 mm).
Kolaborasi dalam kelompokMurid cenderung bekerja sendiri atau tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok.Murid berpartisipasi tetapi kontribusinya terbatas, menunggu arahan teman.Murid aktif berdiskusi, berbagi tugas, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain.Murid memimpin diskusi, memfasilitasi pembagian tugas yang adil, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menggunakan mikrometer sekrup dengan benar di akhir pembelajaran?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menantang bagi murid?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk kegiatan praktik?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa depan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang mikrometer sekrup?
  • Bagian mana yang paling sulit bagimu? Mengapa?
  • Bagaimana pengalaman bekerja sama dengan kelompokmu?
  • Di mana kamu bisa menerapkan keterampilan menggunakan mikrometer sekrup di kehidupan nyata?
  • Apa yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang pengukuran presisi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPA Kelas X Kurikulum Merdeka (Bab 1: Sistem Pengukuran dalam Kerja Ilmiah)
  2. Buku Guru IPA Kelas X Kurikulum Merdeka
  3. Mikrometer sekrup (minimal 5 buah untuk praktik kelompok)
  4. Benda-benda untuk diukur: kawat, koin, mur, baut, pelat tipis
  5. Lembar kerja identifikasi komponen mikrometer sekrup
  6. Lembar kerja pencatatan hasil pengukuran
  7. Video tutorial penggunaan mikrometer sekrup (opsional)
  8. Gambar mikrometer sekrup dengan berbagai posisi skala untuk latihan membaca
  9. Presentasi digital tentang komponen dan cara penggunaan mikrometer sekrup

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.