MODUL AJAR Informatika — Kelas 9 (Fase D) Topik: Bab 2 — Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan Pemrograman INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Informatika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 9 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan Pemrograman |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 9.2.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan komputasi dekomposisi masalah
- TP 9.2.2 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan kosakata terbatas dalam format pseudocode
- TP 9.2.3 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan simbol dalam format pseudocode
- TP 9.2.4 Menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan problem sehari-hari melalui perancangan algoritma
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana caramu menyelesaikan sebuah masalah besar agar tidak terasa membingungkan dan berat?
- Jika sebuah komputer diminta menghitung total belanja yang rumit, bagian-bagian kecil apa saja yang harus dihitung terlebih dahulu?
- Bagaimana cara memecah masalah komputasi yang memiliki beberapa tingkatan proses agar setiap sub-prosesnya dapat diselesaikan dengan jelas?
- Apa perbedaan utama antara mendekomposisi persoalan satu langkah dengan persoalan komputasi bertingkat?
- Bagaimana cara kita memberi tahu komputer langkah demi langkah untuk menerima data dari pengguna dan menampilkan hasilnya?
- Mengapa kita menggunakan kosakata terbatas seperti INPUT, BACA, CETAK, dan OUTPUT dalam menulis rancangan pseudocode?
- Bagaimana sebuah komputer menentukan apakah seseorang boleh membuat KTP jika aturan usianya harus minimal 17 tahun?
- Kosakata apa dalam bahasa pemrograman atau pseudocode yang digunakan untuk mengekspresikan pilihan jika suatu kondisi terpenuhi dan apa yang terjadi jika tidak terpenuhi?
- Bagaimana cara komputer melakukan perhitungan matematika seperti menghitung luas atau kembalian belanja secara otomatis?
- Simbol apa saja yang digunakan dalam pseudocode untuk mewakili penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan penugasan nilai?
- Bagaimana cara kita menuliskan aturan syarat seperti 'usia minimal 13 tahun DAN membawa kartu pelajar' ke dalam bentuk simbol yang ringkas dan pasti?
- Mengapa dalam instruksi algoritma komputer kita membutuhkan simbol perbandingan seperti >, <, == serta logika seperti AND, OR, dan NOT daripada sekadar kalimat panjang?
- Bagaimana cara kita menyusun langkah-langkah terstruktur saat menghadapi rutinitas harian yang memiliki kondisi atau aturan tertentu?
- Mengapa berpikir komputasional membantu merancang solusi algoritma yang rapi dan dapat dieksekusi secara berurutan untuk masalah sehari-hari?
- Bagaimana memecah persoalan komputasi yang rumit menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diselesaikan secara terstruktur?
- Mengapa penulisan instruksi dalam pseudocode memerlukan kosakata terbatas dan simbol operasional yang tepat?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Berpikir Komputasional Dekomposisi Masalah Komputasi Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan komputasi dekomposisi masalah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama untuk menumbuhkan suasana berkesadaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan dekomposisi untuk memecah masalah komputasi sederhana menjadi sub-masalah yang terstruktur (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 pertanyaan di papan tulis: 'Jika kita ingin membuat program komputer untuk menghitung nilai akhir rapor siswa dari nilai tugas, UTS, dan UAS, sebutkan 3 sub-masalah atau langkah kecil perhitungannya!' (acuan jawaban: 1. Menghitung rata-rata nilai tugas; 2. Menghitung bobot nilai UTS dan UAS; 3. Menjumlahkan total nilai berbobot) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memberikan penjelasan konsep dekomposisi dalam berpikir komputasional, yaitu proses menguraikan persoalan komputasi kompleks atau utuh menjadi beberapa sub-masalah yang lebih sederhana agar dapat diselesaikan secara sistematis (10 menit).
- Guru memodelkan contoh dekomposisi masalah komputasi sederhana: 'Menghitung Luas Permukaan Tabung' didekomposisi menjadi 3 sub-masalah komputasi: (1) Menghitung luas lingkaran alas (L1 = π * r * r), (2) Menghitung luas selimut tabung (L2 = 2 * π * r * t), dan (3) Menjumlahkan total luas (L = 2 * L1 + L2) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti tantangan berpasangan interaktif 'Pecah Masalah Komputasi' (Joyful Challenge): murid menerima lembar kerja yang memuat masalah komputasi sederhana: 'Program Penghitung Tagihan Pembelian Buku di Toko yang Mendapat Diskon dan Pajak' (10 menit).
- Murid secara mandiri menerapkan berpikir komputasional dekomposisi dengan menguraikan masalah tersebut menjadi 4 sub-masalah komputasi terpisah pada lembar kerja (acuan sub-masalah: 1. Menghitung total harga kotor = jumlah buku * harga per buku; 2. Menghitung besaran diskon = total harga kotor * persentase diskon; 3. Menghitung harga setelah diskon = total harga kotor - besaran diskon; 4. Menghitung total tagihan akhir = harga setelah diskon + pajak) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pemecahan sub-masalah komputasinya secara hening dan mencocokkannya dengan logika urutan penyelesaian komputasi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan hasil dekomposisi murid dan menyimpulkan pentingnya memecah masalah komputasi menjadi unit-unit logis sebelum menyusun algoritma (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai dekomposisi masalah komputasi bertingkat, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disiapkan kartu panduan urutan komputasi; bagi murid yang mahir diberikan kasus komputasi dengan penambahan variabel biaya pengiriman.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan pertanyaan pemicu per komponen rumus; murid yang mahir menyelesaikan dekomposisi secara mandiri penuh.
- Produk: Seluruh murid menyajikan hasil uraian dekomposisi menjadi minimal 4 sub-masalah komputasi yang tepat sesuai acuan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Sebutkan 3 sub-masalah perhitungan untuk membuat program nilai akhir rapor siswa dari nilai tugas, UTS, dan UAS!' (acuan jawaban: 1. Menghitung rata-rata nilai tugas; 2. Menghitung nilai terbobot UTS dan UAS; 3. Menjumlahkan seluruh komponen nilai berbobot).
Proses:- Observasi sistematis pengerjaan dekomposisi masalah komputasi tagihan buku: ketepatan mengidentifikasi dan memecah 4 sub-masalah komputasi (sub-masalah 1: total kotor; sub-masalah 2: diskon; sub-masalah 3: harga setelah diskon; sub-masalah 4: total akhir dengan pajak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi: 'Dekomposisikan masalah komputasi menghitung keliling lapangan berbentuk persegi panjang!' (acuan jawaban: menguraikan menjadi sub-masalah identifikasi panjang dan lebar, komputasi perkalian 2*(p+l) atau penjumlahan p+l+p+l).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja LKPD dekomposisi masalah komputasi sederhana (4 sub-masalah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Dekomposisi pada Masalah Komputasi Sederhana (Acuan 4 sub-masalah: 1. total harga kotor, 2. besaran diskon, 3. harga setelah diskon, 4. total akhir dengan pajak) | Menguraikan 1 dari 4 sub-masalah komputasi dengan tepat sesuai acuan. | Menguraikan 2 dari 4 sub-masalah komputasi dengan tepat sesuai acuan. | Menguraikan 3 dari 4 sub-masalah komputasi dengan tepat sesuai acuan. | Menguraikan seluruh 4 sub-masalah komputasi dengan tepat sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penjelasan pemecahan masalah (dekomposisi) mudah dipahami oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari masalah komputasi yang paling sering terlewat oleh murid saat didekomposisi?
Murid:- Apakah saya dapat membedakan antara masalah komputasi utuh dengan sub-masalah hasil uraiannya?
- Langkah apa yang paling menantang saat menguraikan masalah perhitungan matematika menjadi langkah komputasi kecil?
Pertemuan 2 — Menerapkan Berpikir Komputasional Dekomposisi Masalah Komputasi Bertingkat — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan komputasi dekomposisi masalah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan komputasi dekomposisi masalah bertingkat (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 soal pemetaan dekomposisi bertingkat di papan tulis: 'Tentukan 2 modul tingkat-1 dan 2 sub-modul tingkat-2 untuk persoalan komputasi Penggajian Karyawan' (acuan jawaban: Modul Tingkat-1: [A] Hitung Pendapatan Kotor, [B] Hitung Potongan; Sub-modul Tingkat-2 untuk [A]: Gaji Pokok, Tunjangan; Sub-modul Tingkat-2 untuk [B]: Pajak, Iuran BPJS) untuk memetakan kesiapan awal murid (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dengan kesadaran penuh mengenai prinsip dekomposisi bertingkat (multi-level decomposition) dalam persoalan komputasi, yaitu memecah masalah utama ke Level 1 (modul utama proses) dan menurunkannya lagi ke Level 2 (sub-masalah spesifik) melalui contoh studi kasus komputasi Sistem Penjualan Toko (10 menit).
- Murid mencermati bagan pohon struktur dekomposisi bertingkat yang disajikan guru dan mengidentifikasi hubungan hierarkis antara masalah komputasi utama, sub-masalah level 1, dan sub-masalah level 2 secara kritis (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan tantangan kelompok menggembirakan 'Piramida Dekomposisi': setiap pasangan murid menerima Lembar Kerja berisi masalah komputasi bertingkat 'Sistem Pengolahan Rapor Siswa Berbasis Komputer' dan diminta menyusun dekomposisi menjadi 3 modul Level 1 dan masing-masing 2 sub-modul Level 2 (total 6 sub-modul Level 2) (acuan: Level 1-A: Input Data Nilai [Level 2: Input Nilai Formatif, Input Nilai Sumatif]; Level 1-B: Proses Kalkulasi Nilai Akhir [Level 2: Hitung Rata-Rata Nilai, Tentukan Nilai Akhir Terbobot]; Level 1-C: Penentuan Status Kelulusan & Cetak [Level 2: Cek Batas Kriteria Ketercapaian, Cetak Lembar Rapor]) (20 menit).
- Murid secara berpasangan berkolaborasi menuntaskan bagan hierarki pohon dekomposisi bertingkat pada LKPD berdasarkan kasus di atas, sementara guru melakukan observasi formatif proses dan memberi bimbingan scaffolding (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling menukar lembar bagan dekomposisi dengan pasangan di sebelahnya untuk saling memeriksa kelengkapan struktur modul hierarkis (memastikan modul Level 1 dan sub-modul Level 2 terdefinisi logis sesuai acuan) (5 menit).
- Murid bersama guru memaknai proses belajar: menyimpulkan bahwa memecah masalah komputasi secara bertingkat mempermudah penanganan bagian rumit menjadi modul-modul komputasi yang mandiri dan teratur (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman mandiri: murid mengisi 1 bagan rumpang dekomposisi bertingkat untuk masalah 'Sistem Pemesanan Tiket Bioskop Online' (acuan rumpang: Level 1: [1] Pilih Film & Kursi, [2] Pembayaran; Sub-modul Level 2 untuk Pembayaran: [A] Hitung Total Biaya, [B] Verifikasi Transaksi Bank) (4 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh murid, mengingatkan materi berikutnya mengenai notasi pseudocode (INPUT dan OUTPUT), dan menutup sesi dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan template bagan hierarki bercabang dengan label panduan tingkat 1 dan 2 bagi murid yang membutuhkan perancah konseptual.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan panduan bertahap dengan memecah Level 1 terlebih dahulu sebelum menurunkan ke Level 2; bagi murid yang cepat selesai, diberikan studi kasus komputasi tambahan 'Sistem Parkir Bertingkat Otomatis' untuk didekomposisi hingga 3 tingkat hierarki.
- Produk: Format penyajian hasil dekomposisi bertingkat dapat berupa bagan pohon hierarkis (tree diagram) atau daftar terindentasi berjenjang (nested list).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal diagnostik tertulis singkat: 'Tentukan 2 modul tingkat-1 dan 2 sub-modul tingkat-2 untuk persoalan komputasi Penggajian Karyawan!' (Acuan jawaban benar: Modul Tingkat-1: [A] Hitung Pendapatan Kotor, [B] Hitung Potongan; Sub-modul Tingkat-2: di bawah [A] mencakup Gaji Pokok dan Tunjangan; di bawah [B] mencakup Pajak dan Iuran BPJS).
Proses:- Observasi formatif terhadap pengerjaan LKPD Tantangan Piramida Dekomposisi Sistem Pengolahan Rapor Siswa: menilai ketepatan pendefinisian 3 modul Level 1 dan 6 sub-modul Level 2 sesuai struktur relasi bertingkat masalah komputasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melengkapi bagan rumpang dekomposisi bertingkat Sistem Pemesanan Tiket Bioskop Online (Acuan jawaban rumpang: Kotak rumpang Level 1 berisi [1] Pilih Film & Kursi dan [2] Pembayaran; Kotak rumpang Level 2 di bawah Pembayaran berisi [A] Hitung Total Biaya dan [B] Verifikasi Transaksi Bank).
Formatif:- Penilaian proses observasi lembar kerja perancangan dekomposisi masalah komputasi bertingkat (LKPD Tantangan Piramida Dekomposisi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Dekomposisi Masalah Komputasi Bertingkat | Belum mampu memecah masalah komputasi ke dalam tingkat hierarki, atau hanya mendata langkah acak tanpa tingkatan modul. | Mampu memecah masalah komputasi menjadi modul Level 1 secara tepat (minimal 2 modul), namun belum mampu menurunkan sub-modul Level 2 secara logis dan runtut. | Mampu memecah masalah komputasi menjadi modul Level 1 dan sub-modul Level 2 dengan tepat sesuai acuan struktur (minimal 3 modul Level 1 dan minimal 4 dari 6 sub-modul Level 2 tepat). | Mampu memecah seluruh masalah komputasi menjadi struktur bertingkat secara tepat dan lengkap (seluruh 3 modul Level 1 dan seluruh 6 sub-modul Level 2 tepat sesuai acuan) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penjelasan dekomposisi bertingkat dapat dipahami murid dengan mudah melalui analogi pohon hierarki?
- Bagian mana dari aktivitas LKPD yang paling menantang bagi murid saat membagi modul Level 1 ke sub-modul Level 2?
Murid:- Apakah saya sudah dapat membedakan mana masalah komputasi tingkat utama (Level 1) dan rincian bagiannya (Level 2)?
- Mengapa penting memecah masalah komputasi yang rumit menjadi bagian bertingkat sebelum mulai membuat program?
Pertemuan 3 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi dengan Kosakata Terbatas INPUT dan OUTPUT dalam Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.2 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan kosakata terbatas dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menuliskan instruksi dengan kosakata terbatas INPUT, BACA, CETAK, dan OUTPUT dalam format pseudocode (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta mengidentifikasi pasangan kata kunci dan fungsinya dari 2 pertanyaan: (1) Perintah untuk membaca/menerima masukan data (acuan: INPUT / BACA); (2) Perintah untuk menampilkan luaran ke layar (acuan: OUTPUT / CETAK) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati contoh format struktur pseudocode dengan kosakata terbatas: bagian deklarasi INPUT (apa yang dimasukkan), PROSES (instruksi BACA nama_variabel dan operasi), serta OUTPUT (instruksi CETAK nama_variabel/pesan) yang ditampilkan guru di papan tulis (10 menit).
- Murid bersama guru menelaah sebuah algoritma sederhana menyapa pengguna: narasi 'Menerima masukan nama pengguna lalu menampilkan teks sapaan beserta nama tersebut' menjadi struktur pseudocode berpasangan (acuan: bagian INPUT: nama; bagian PROSES: BACA nama, CETAK "Halo ", nama; bagian OUTPUT: teks sapaan tercetak) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan permainan berpasangan 'Detektif Pseudocode': secara bergantian satu murid menyebutkan skenario masukan-luaran sederhana dan pasangannya menyusun kartu kata kunci [INPUT], [BACA], [PROSES], [CETAK], [OUTPUT] menjadi baris instruksi yang runtut (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Latihan Mandiri menuliskan instruksi pseudocode untuk 2 kasus narasi: Kasus 1 'Membaca nilai panjang dan lebar lalu mencetak luas persegi panjang' (acuan struktur instruksi: INPUT: panjang, lebar; PROSES: BACA panjang, BACA lebar, luas ← panjang * lebar, CETAK luas; OUTPUT: luas persegi panjang tercetak); Kasus 2 'Membaca data umur murid lalu mencetak pesan konfirmasi umur' (acuan struktur instruksi: INPUT: umur; PROSES: BACA umur, CETAK "Umur Anda adalah ", umur; OUTPUT: konfirmasi umur tercetak) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan penempatan kosakata terbatas INPUT, BACA, CETAK, dan OUTPUT pada lembar kerja mandiri masing-masing berdasarkan daftar cek panduan mandiri (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya konsistensi penggunaan kosakata terbatas (INPUT, BACA, CETAK, OUTPUT) dalam penulisan pseudocode agar instruksi bersifat universal dan terstruktur (3 menit).
- Guru memberikan penguatan atas ketercapaian latihan hari ini dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang penulisan kosakata kondisional dalam pseudocode tanpa penugasan rumah yang berlebih (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu bertuliskan template kata kunci pseudocode (INPUT, PROSES, OUTPUT, BACA, CETAK) bagi murid yang memerlukan perancah visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menuliskan pseudocode dengan panduan kalimat rumpang, sedangkan murid yang cepat menuliskan pseudocode untuk skenario dengan 3 masukan data berbeda (misal: panjang, lebar, tinggi balok) secara mandiri.
- Produk: Format penulisan instruksi pseudocode tetap terstandar pada penggunaan kata kunci INPUT, BACA, CETAK, OUTPUT baik ditulis pada buku tulis berpetak maupun lembar kerja latihan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik singkat: (1) Kata kunci apa yang digunakan saat algoritma menerima data dari pengguna? (acuan jawaban benar: INPUT atau BACA); (2) Kata kunci apa yang digunakan saat algoritma menyajikan data hasil ke layar? (acuan jawaban benar: OUTPUT atau CETAK).
Proses:- Pengamatan langsung saat aktivitas permainan berpasangan dan pemeriksaan hasil pengerjaan 2 kasus pseudocode pada lembar kerja mandiri: Kasus 1 (persegi panjang) dan Kasus 2 (konfirmasi umur) untuk menilai ketepatan kosakata INPUT, BACA, CETAK, OUTPUT dan keruntutan instruksinya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi berupa identifikasi perbaikan 1 baris pseudocode rumpang/salah: '... nama_barang' untuk menerima data (acuan: BACA nama_barang) dan '... nama_barang' untuk menampilkan data ke layar (acuan: CETAK nama_barang).
Formatif:- Penilaian kinerja menuliskan instruksi pseudocode pada lembar kerja mandiri Kasus 1 dan Kasus 2 menggunakan rubrik ketepatan kosakata terbatas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menuliskan Instruksi INPUT/BACA dalam Pseudocode | Belum tepat menuliskan instruksi masukan; tidak menggunakan kosakata INPUT atau BACA sesuai acuan pada kedua kasus. | Menuliskan instruksi masukan dengan kosakata INPUT atau BACA secara tepat hanya pada 1 kasus dari 2 kasus yang diberikan. | Menuliskan sekumpulan instruksi masukan menggunakan kosakata INPUT dan BACA secara tepat pada kedua kasus (Kasus 1 dan Kasus 2) dengan sedikit bantuan arahan. | Menuliskan seluruh instruksi masukan menggunakan kosakata INPUT dan BACA secara tepat, runtut, dan konsisten pada kedua kasus secara mandiri. | | Ketepatan Menuliskan Instruksi OUTPUT/CETAK dalam Pseudocode | Belum tepat menuliskan instruksi luaran; tidak menggunakan kosakata OUTPUT atau CETAK sesuai acuan pada kedua kasus. | Menuliskan instruksi luaran dengan kosakata OUTPUT atau CETAK secara tepat hanya pada 1 kasus dari 2 kasus yang diberikan. | Menuliskan sekumpulan instruksi luaran menggunakan kosakata CETAK dan OUTPUT secara tepat pada kedua kasus (Kasus 1 dan Kasus 2) dengan sedikit bantuan arahan. | Menuliskan seluruh instruksi luaran menggunakan kosakata CETAK dan OUTPUT secara tepat, runtut, dan lengkap menampilkan pesan/variabel target pada kedua kasus secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas penggunaan instruksi BACA pada proses dan CETAK untuk luaran?
- Bagian mana dari penulisan format pseudocode yang paling sering membuat murid keliru?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menuliskan instruksi untuk meminta masukan (INPUT/BACA) dan menampilkan hasil (CETAK/OUTPUT) dalam bentuk pseudocode?
- Apa kesulitan utama yang saya temui saat merangkai kalimat biasa menjadi baris instruksi pseudocode?
Pertemuan 4 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi dengan Kosakata Terbatas Kondisional dalam Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.2 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan kosakata terbatas dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan hari ini yaitu menuliskan instruksi dengan kosakata terbatas kondisional (IF, THEN, ELSE, ENDIF) dalam pseudocode (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pernyataan logika: (1) 'Jika umur >= 17 maka Cetak Dewasa' dan (2) 'Jika nilai >= 75 maka Cetak Lulus, selain itu Cetak Remedial', lalu murid mengidentifikasi kata kunci penanda keputusan (acuan kunci diagnostik: kata 'Jika' / 'IF', 'maka' / 'THEN', 'selain itu' / 'ELSE') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati struktur kosakata terbatas kondisional standar dalam pseudocode: format satu kondisi (IF [kondisi] THEN [aksi] ENDIF) dan dua kondisi (IF [kondisi] THEN [aksi1] ELSE [aksi2] ENDIF) melalui tayangan contoh kasus kelulusan nilai (10 menit).
- Murid menyimak dan menganalisis secara sadar dan saksama aturan penulisan format blok percabangan: pembuka selalu diawali IF ... THEN dan penutup blok selalu diakhiri ENDIF untuk menjaga keutuhan instruksi terstruktur (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Lengkapi Blok Logika' dengan menyusun kartu potongan kosakata kondisional untuk 2 skenario konkret: Skenario 1: Verifikasi Tiket Bioskop (Kondisi: usia >= 13 tahun, Aksi: CETAK 'Boleh Nonton', acuan kunci: IF usia >= 13 THEN CETAK 'Boleh Nonton' ENDIF); Skenario 2: Kelayakan SIM (Kondisi: umur >= 17, Aksi Benar: CETAK 'Memenuhi Syarat', Aksi Salah: CETAK 'Belum Memenuhi', acuan kunci: IF umur >= 17 THEN CETAK 'Memenuhi Syarat' ELSE CETAK 'Belum Memenuhi' ENDIF) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan kosakata terbatas kondisional dalam format pseudocode untuk 2 kasus baru: Kasus A (Pengecekan Suhu Tubuh: jika suhu > 37.5 maka CETAK 'Demam', selain itu CETAK 'Normal'; acuan kunci: IF suhu > 37.5 THEN CETAK 'Demam' ELSE CETAK 'Normal' ENDIF) dan Kasus B (Diskon Belanja: jika total_belanja >= 100000 maka CETAK 'Dapat Diskon'; acuan kunci: IF total_belanja >= 100000 THEN CETAK 'Dapat Diskon' ENDIF) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil penulisan instruksinya secara berpasangan dengan saling memeriksa kelengkapan pasangan kata IF-THEN-ELSE-ENDIF menggunakan panduan periksa ketepatan format kondisional (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan penulisan instruksi percabangan kondisional menggunakan kosakata terbatas IF, THEN, ELSE, dan ENDIF dalam pseudocode (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketelitian penulisan blok percabangan dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas penulisan instruksi dengan simbol operasi aritmetika (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan template sintaks rumpang (IF [kondisi] THEN ... ELSE ... ENDIF), sedangkan murid yang cepat diberikan instruksi dengan kondisi bersarang sederhana.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu langkah demi langkah dalam menentukan letak kata THEN dan ENDIF, sementara murid yang mahir langsung menuliskan solusi mandiri.
- Produk: Format penulisan tetap berupa pseudocode dengan kosakata kondisional terbatas, dengan tingkat kompleksitas skenario disesuaikan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan/tulis di awal pembelajaran: Sebutkan 3 kata yang menunjukkan percabangan logika atau syarat dalam sebuah instruksi! (Acuan jawaban: Jika/IF, Maka/THEN, Selain itu/ELSE/Lainnya).
Proses:- Observasi pengerjaan latihan mandiri: Memeriksa apakah murid menuliskan instruksi percabangan secara tepat sesuai format IF, THEN, ELSE, dan ENDIF pada Kasus A (Suhu Tubuh) dan Kasus B (Diskon Belanja).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan satu baris penutup yang wajib ada saat menggunakan blok IF dalam pseudocode (Acuan jawaban tepat: ENDIF).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan penulisan kosakata kondisional (IF, THEN, ELSE, ENDIF) pada kuis potongan logika dan lembar latihan mandiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penulisan Kosakata Terbatas Kondisional dalam Pseudocode | Belum mampu menuliskan struktur kondisional; kosakata IF, THEN, ELSE, atau ENDIF tidak lengkap atau keliru penempatannya pada kedua kasus latihan. | Mampu menuliskan kosakata terbatas kondisional secara tepat pada 1 dari 2 kasus latihan yang diberikan, namun masih ada kekeliruan sintaks (misal: lupa menuliskan ENDIF atau tertukar posisi THEN). | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan kosakata terbatas kondisional (IF, THEN, ELSE, ENDIF) secara tepat dan lengkap pada kedua kasus latihan (Kasus A dan Kasus B) dengan sedikit arahan guru. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan kosakata terbatas kondisional (IF, THEN, ELSE, ENDIF) secara tepat, runtut, dan lengkap pada kedua kasus latihan secara mandiri tanpa kekeliruan sintaksis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami perbedaan struktur instruksi dengan satu percabangan (IF-THEN-ENDIF) dan dua percabangan (IF-THEN-ELSE-ENDIF)?
- Bagian mana dari penulisan instruksi kondisional yang paling sering mengalami kekeliruan oleh murid?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menuliskan kata IF, THEN, ELSE, dan ENDIF pada tempat yang tepat dalam pseudocode?
- Apa fungsi kata ENDIF dalam penulisan instruksi percabangan yang saya buat?
Pertemuan 5 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi Menggunakan Simbol Operasi Aritmetika dalam Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.3 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menuliskan instruksi yang melibatkan simbol operasi aritmetika (+, -, *, /, mod) dan penugasan (<-) dalam format pseudocode (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 3 simbol aritmetika komputer pada papan tulis: '*', '/', dan '<-'. Guru meminta murid menuliskan arti simbol tersebut pada selembar kertas kecil (acuan: '*' berarti perkalian, '/' berarti pembagian, dan '<-' berarti penugasan nilai atau simpan ke variabel) untuk mengecek kesiapan awal murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemaparan guru mengenai simbol-simbol operasi aritmetika baku dalam pseudocode: penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pembagian (/), modulus atau sisa bagi (mod/%), serta simbol penugasan panah kiri (<-) (10 menit).
- Murid mengamati contoh perbandingan penulisan rumus matematika biasa dengan instruksi pseudocode pada papan tulis, misalnya rumus 'L = p x l' ditulis menjadi 'luas <- panjang * lebar' dan 'K = 2 x (p + l)' ditulis menjadi 'keliling <- 2 * (panjang + lebar)' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti permainan kartu tantangan kilat 'Tebak Rumus Komputasi' dengan mencocokkan 3 kartu ekspresi verbal ke instruksi pseudocode: (1) Kartu A: 'total harga adalah jumlah barang dikali harga satuan' -> 'total <- jumlah * harga'; (2) Kartu B: 'sisa uang adalah modal dikurangi belanja' -> 'sisa <- modal - belanja'; (3) Kartu C: 'rata-rata adalah total nilai dibagi 3' -> 'rata <- total / 3' (acuan: pasangan simbol harus tepat *, -, /) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode untuk 2 kasus komputasi: Kasus 1: Menghitung luas persegi panjang (acuan: INPUT panjang, INPUT lebar, luas <- panjang * lebar, OUTPUT luas); Kasus 2: Menghitung sisa permen yang dibagi rata kepada 4 anak menggunakan operasi mod (acuan: INPUT jumlah_permen, sisa <- jumlah_permen mod 4, OUTPUT sisa) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan penulisan instruksi dan penggunaan simbol aritmetika pada pekerjaannya sendiri berdasarkan kunci solusi yang dibuka oleh guru di layar kelas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap fungsi simbol aritmetika dan panah penugasan dalam instruksi algoritma, serta menegaskan pentingnya tanda kurung untuk menentukan prioritas perhitungan (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai operasi perbandingan dan logika, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar referensi tabel simbol aritmetika (+, -, *, /, mod, <-), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario perhitungan dengan kombinasi operasi (seperti diskon: total <- (harga * jumlah) - diskon).
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan langkah bertahap saat menuliskan ekspresi penugasan variabel, sementara murid mahir langsung menuliskan blok pseudocode secara mandiri.
- Produk: Semua murid menuliskan instruksi pseudocode operasi aritmetika sesuai target, dengan kompleksitas rumus matematika yang disesuaikan tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menuliskan fungsi 3 simbol dasar dalam komputasi: (1) '*' (acuan: perkalian), (2) '/' (acuan: pembagian), (3) '<-' (acuan: penugasan nilai/penyimpanan hasil ke variabel).
Proses:- Pencocokan ekspresi verbal ke instruksi pseudocode pada aktivitas berpasangan dengan 3 kartu target: (1) 'total <- jumlah * harga', (2) 'sisa <- modal - belanja', (3) 'rata <- total / 3' (acuan kunci pasangan: Kartu A menggunakan '*', Kartu B menggunakan '-', Kartu C menggunakan '/').
- Pengerjaan latihan mandiri menuliskan instruksi pseudocode menggunakan simbol operasi aritmetika dan simbol penugasan: Kasus 1 Menghitung Luas Persegi Panjang (acuan baris inti: luas <- panjang * lebar) dan Kasus 2 Menghitung Sisa Pembagian (acuan baris inti: sisa <- jumlah_permen mod 4 atau sisa <- jumlah_permen % 4).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat: Menuliskan 1 baris instruksi pseudocode untuk menghitung nilai keliling segitiga sama sisi jika sisi diketahui (acuan: keliling <- 3 * sisi atau keliling <- sisi + sisi + sisi).
Formatif:- Asesmen awal berupa tes diagnostik singkat identifikasi 3 simbol aritmetika komputer (*, /, <-)
- Observasi unjuk kerja saat permainan kartu tantangan tebak rumus komputasi
- Penilaian lembar kerja mandiri penulisan instruksi aritmetika dalam format pseudocode
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penulisan Simbol Operasi Aritmetika dan Penugasan dalam Pseudocode | Belum mampu menuliskan simbol operasi aritmetika (*, /, +, -, mod) dan simbol penugasan (<-) dengan benar (0 dari 2 kasus latihan tepat). | Mampu menuliskan instruksi pseudocode dengan simbol aritmetika secara tepat pada 1 dari 2 kasus latihan yang diberikan, namun masih keliru pada penulisan simbol penugasan atau operasi lainnya. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode dengan simbol operasi aritmetika (*, /, +, -, mod) dan penugasan (<-) secara tepat pada seluruh 2 kasus latihan (luas dan modulus) secara mandiri. | Mampu menuliskan sekumpulan instruksi pseudocode dengan simbol operasi aritmetika dan penugasan secara lengkap dan tepat pada kedua kasus latihan serta mampu menyelesaikan instruksi perhitungan gabungan (multiaritmetika menggunakan tanda kurung) dengan konsisten tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan penggunaan simbol perkalian matematika biasa (x) dengan simbol perkalian komputasi (*) serta memahami fungsi simbol penugasan (<-)?
- Bagian mana dari penulisan instruksi aritmetika (misalnya penggunaan modulo atau hierarki tanda kurung) yang masih membutuhkan penjelasan ulang?
Murid:- Simbol aritmetika mana yang menurut saya paling baru atau menantang saat dituliskan dalam pseudocode?
- Apakah saya sudah bisa mengubah perhitungan matematika sehari-hari menjadi format penugasan variabel di pseudocode?
Pertemuan 6 — Menuliskan Sekumpulan Instruksi Menggunakan Simbol Operasi Perbandingan dan Logika dalam Pseudocode — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.3 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan simbol dalam format pseudocode
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi suasana kelas yang tertib dan fokus (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menuliskan instruksi algoritma menggunakan sekumpulan simbol perbandingan (>, <, >=, <=, ==, !=) dan logika (AND, OR, NOT) dalam format pseudocode (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid menuliskan simbol perbandingan dan logika melalui 2 soal tes tulis singkat di papan tulis: (1) Tuliskan simbol matematika untuk 'tidak sama dengan' dan 'lebih dari sama dengan' (acuan: != atau ≠, dan >= atau ≥); (2) Jika syarat kelulusan adalah nilai >= 75 dan kehadiran >= 80, apakah murid dengan nilai 80 dan kehadiran 75 lulus jika dihubungkan kata DAN? (acuan: Tidak lulus, karena kedua syarat harus bernilai benar) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan penulisan sekumpulan instruksi pseudocode yang memuat simbol operasi perbandingan (>, <, >=, <=, ==, !=) dan operator logika (AND, OR, NOT) dengan contoh kasus penentuan tiket bioskop: IF (usia >= 13) AND (kartu_pelajar == TRUE) THEN cetak 'Tiket Remaja' (10 menit).
- Murid secara mandiri mencermati lembar panduan simbol yang memuat 6 simbol perbandingan (>, <, >=, <=, ==, !=) dan 3 kata kunci logika (AND, OR, NOT) serta aturan evaluasi kebenaran kondisinya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan berpasangan interaktif 'Tebak Logika Cepat', di mana satu murid memegang kartu kondisi simbolik dan pasangannya menentukan apakah kondisi menghasilkan nilai TRUE atau FALSE berdasarkan nilai variabel yang ditentukan guru, lalu bertukar peran secara riang dan kompetitif sehat (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Latihan Mandiri menuliskan instruksi pseudocode menggunakan simbol perbandingan dan logika untuk 2 kasus: Kasus A (Validasi Kelulusan Ekskul: cetak 'Lolos' jika nilai_tes >= 70 AND kehadiran >= 85, selain itu cetak 'Gagal') dan Kasus B (Diskon Belanja: cetak 'Dapat Diskon' jika total_belanja > 100000 OR kartu_member == TRUE, selain itu cetak 'Harga Normal') (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penulisan instruksi pseudocode miliknya secara teliti menggunakan daftar periksa simbol (memastikan ketepatan simbol perbandingan, tanda kurung kondisi, dan operator logika AND/OR yang digunakan) (8 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap kekeliruan umum penulisan simbol logika, seperti tertukarnya operator AND dan OR atau kesalahan sintaks perbandingan pada kondisi majemuk (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara penulisan instruksi pseudocode yang tepat menggunakan kombinasi simbol perbandingan dan operasi logika (3 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir berupa satu soal kilat tertulis dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan penerapan berpikir komputasional pada perancangan algoritma problem sehari-hari, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu referensi cepat tabel kebenaran simbol operator (AND, OR, NOT, ==, !=, >=, <=), sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan kondisi bertingkat dengan 3 variabel logika.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menuliskan simbol dibimbing langsung oleh guru pada perancangan kondisi tunggal terlebih dahulu sebelum menggabungkan dua kondisi dengan AND/OR, sedangkan murid yang cepat langsung menuliskan instruksi majemuk secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menuliskan pseudocode dengan target minimal 2 kasus standar (Kasus A dan B), sedangkan murid berkemampuan cepat menuliskan variasi tambahan dengan negasi (operator NOT).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat 2 butir soal di awal pembelajaran: (1) Tuliskan simbol untuk kondisi 'tidak sama dengan' dan 'lebih dari atau sama dengan'! (Acuan jawaban: != untuk tidak sama dengan, dan >= untuk lebih dari atau sama dengan); (2) Jika P bernilai Benar dan Q bernilai Salah, apakah (P AND Q) bernilai Benar atau Salah? (Acuan jawaban: Salah, karena operator AND hanya bernilai Benar jika kedua kondisi bernilai Benar).
Proses:- Formatif proses melalui Lembar Kerja Latihan Mandiri penulisan pseudocode. Kasus A: Murid menuliskan instruksi pseudocode validasi kelulusan. Acuan kunci jawaban: 'IF (nilai_tes >= 70) AND (kehadiran >= 85) THEN OUTPUT "Lolos" ELSE OUTPUT "Gagal" ENDIF'. Kasus B: Murid menuliskan instruksi pseudocode diskon belanja. Acuan kunci jawaban: 'IF (total_belanja > 100000) OR (kartu_member == TRUE) THEN OUTPUT "Dapat Diskon" ELSE OUTPUT "Harga Normal" ENDIF'. Penilaian berfokus pada ketepatan penulisan simbol perbandingan (>=, >, ==) dan simbol logika (AND, OR).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman kilat di akhir sesi: Tuliskan satu baris instruksi IF dalam pseudocode untuk memeriksa apakah umur kurang dari 12 ATAU tinggi kurang dari 100 dengan aksi cetak 'Tiket Anak'! (Acuan jawaban: IF (umur < 12) OR (tinggi < 100) THEN OUTPUT "Tiket Anak" ENDIF; dinilai tepat bila menggunakan simbol '<' dan operator logika 'OR').
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tes tulis singkat 2 butir simbol dan logika dasar di pendahuluan.
- Observasi unjuk kerja pada tantangan berpasangan 'Tebak Logika Cepat'.
- Penilaian Lembar Kerja Latihan Mandiri penulisan sekumpulan instruksi menggunakan simbol perbandingan dan logika dalam format pseudocode (Kasus A dan B).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penulisan Simbol Operasi Perbandingan dalam Pseudocode | Belum tepat menuliskan simbol perbandingan (<, >, <=, >=, ==, !=) pada kedua kasus instruksi pseudocode (semua penulisan simbol perbandingan masih salah atau menggunakan kalimat deskriptif naratif tanpa simbol). | Menuliskan simbol perbandingan secara tepat hanya pada 1 kasus dari 2 kasus instruksi pseudocode (misalnya tepat menuliskan >= pada Kasus A, tetapi masih keliru menuliskan > atau == pada Kasus B). | Menuliskan seluruh simbol perbandingan (>= pada nilai_tes dan kehadiran di Kasus A; > pada total_belanja dan == pada kartu_member di Kasus B) secara tepat sesuai acuan kunci jawaban, namun masih membutuhkan arahan mandiri saat merapikan format. | Menuliskan seluruh simbol perbandingan pada Kasus A (>=) dan Kasus B (>, ==) secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa kesalahan sintaks sedikit pun. | | Ketepatan Penulisan Simbol Operasi Logika dalam Pseudocode | Belum mampu menuliskan simbol operasi logika (AND dan OR) secara tepat dalam pseudocode (operator logika tidak muncul atau tertukar sepenuhnya antara AND dan OR pada kedua kasus). | Menuliskan simbol operasi logika secara tepat hanya pada 1 kasus (hanya tepat menuliskan operator AND pada Kasus A atau hanya OR pada Kasus B). | Menuliskan simbol operasi logika secara tepat pada kedua kasus (tepat menggunakan AND pada Kasus A dan tepat menggunakan OR pada Kasus B) sesuai konteks syarat masalah. | Menuliskan simbol operasi logika secara tepat pada kedua kasus (AND pada Kasus A dan OR pada Kasus B) serta mampu menyusun pengelompokan kondisi dengan tanda kurung majemuk secara sempurna dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah permodelan instruksi simbol perbandingan dan logika dapat dipahami murid dengan mudah?
- Bagian penulisan simbol manakah (perbandingan atau operator logika) yang paling sering menimbulkan kekeliruan bagi murid?
- Apakah aktivitas tantangan berpasangan efektif memicu antusiasme murid dalam memahami logika evaluasi kondisi?
Murid:- Apakah saya sudah dapat membedakan kapan harus menggunakan operator logika AND dan kapan harus menggunakan OR dalam instruksi pseudocode?
- Simbol perbandingan atau logika apa yang menurut saya paling menantang saat dituliskan ke dalam instruksi pseudocode?
Pertemuan 7 — Menerapkan Berpikir Komputasional untuk Problem Sehari-hari Melalui Perancangan Algoritma — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.4 Menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan problem sehari-hari melalui perancangan algoritma
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran terkait penerapan berpikir komputasional dalam perancangan algoritma untuk masalah sehari-hari (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid mengurutkan 4 langkah acak proses peminjaman buku di perpustakaan sekolah: [A. Menyerahkan kartu anggota, B. Mencari buku di rak, C. Petugas mencatat tanggal kembali, D. Membawa buku ke meja sirkulasi] dengan acuan urutan logis: B -> D -> A -> C (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan guru tentang cara merancang algoritma langkah demi langkah untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari dengan menerapkan 4 pilar berpikir komputasional (dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi informasi penting, dan perancangan algoritma yang runut) (10 menit).
- Murid memainkan simulasi tebak alur interaktif berpasangan 'Tantangan Robot Pintar Sehari-hari', di mana murid menyusun kartu aksi algoritma untuk skenario 'Menyiapkan Pakaian Seragam Berdasarkan Hari Sekolah' agar tidak ada langkah yang terlewat atau tertukar (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri memilih dan menganalisis salah satu dari 2 skenario persoalan sehari-hari: (1) Skenario Antrean Pembelian Tiket Bus Berdasarkan Kategori Penumpang (Anak/Dewasa), atau (2) Skenario Pengelompokan Sampah Rumah Tangga (Organik/Anorganik/B3) (10 menit).
- Murid merancang algoritma terstruktur penyelesaian persoalan yang dipilih ke dalam format langkah-langkah logis berurutan yang memuat input, penentuan kondisi keputusan, dan aksi/output yang dihasilkan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan penelusuran mandiri (dry run) untuk menguji apakah rancangan algoritma miliknya dapat menghasilkan keluaran yang benar pada setiap kemungkinan kondisi (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bagaimana berpikir komputasional membantu merancang algoritma terstruktur untuk berbagai permasalahan sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil perancangan algoritma dan menutup sesi pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu skema struktur algoritma (input-kondisi-output) bagi murid yang membutuhkan scaffolding, dan skenario terbuka bercabang banyak bagi murid yang siap dengan tantangan kompleks.
- Proses: Memberikan pendampingan terarah saat dekomposisi aturan persoalan bagi murid yang kesulitan menyusun percabangan, serta kemandirian penuh bagi murid mahir.
- Produk: Rancangan algoritma disajikan dalam bentuk daftar langkah algoritmik bernomor atau bagan alur terstruktur sesuai kenyamanan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal diagnostik mengurutkan 4 langkah acak peminjaman buku perpustakaan: A. Menyerahkan kartu anggota, B. Mencari buku di rak, C. Petugas mencatat tanggal kembali, D. Membawa buku ke meja sirkulasi (Acuan jawaban benar: B - D - A - C).
Proses:- Pemeriksaan lembar rancangan algoritma persoalan sehari-hari pada tahap Mengaplikasi dengan acuan kriteria: (1) kelengkapan identifikasi input data masalah, (2) keruntutan urutan langkah penyelesaian, dan (3) ketepatan logika penentuan kondisi/output sesuai skenario yang dipilih.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat perancangan algoritma: Murid menentukan langkah awal (input) dan langkah akhir (output) dari skenario 'Membuat Teh Manis Hangat' (Acuan jawaban: Input = air panas, teh, gula, cangkir; Output = secangkir teh manis hangat siap diminum).
Formatif:- Penilaian proses penyusunan dan pengujian rancangan algoritma persoalan sehari-hari menggunakan lembar pengamatan unjuk kerja perancangan algoritma.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perancangan Algoritma Persoalan Sehari-hari | Belum mampu merancang langkah algoritma secara logis; urutan langkah terbalik dan tidak memuat penanganan kondisi persoalan sehari-hari. | Mampu merancang langkah algoritma persoalan sehari-hari namun masih terdapat langkah yang terlewat dan kondisi keputusan belum tertangani secara lengkap. | Mampu merancang algoritma penyelesaian problem sehari-hari secara runtut dengan input, kondisi keputusan, dan output yang tepat. | Mampu merancang algoritma penyelesaian problem sehari-hari secara runtut, efisien, menangani seluruh kondisi kemungkinan alternatif secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pemilihan skenario persoalan sehari-hari sudah kontekstual dan memudahkan murid memahami konsep perancangan algoritma?
- Bagian perancangan mana yang paling sering membuat murid keliru dalam menyusun logika kondisi?
Murid:- Langkah berpikir komputasional apa yang paling membantuku saat merancang urutan langkah penyelesaian masalah tadi?
- Apakah rancangan algoritma yang kubuat sudah cukup runtut dan jelas untuk dijalankan orang lain tanpa membingungkan?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 9.2.1 Menerapkan berpikir komputasional dalam menyelesaikan persoalan komputasi dekomposisi masalah
- TP 9.2.2 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan kosakata terbatas dalam format pseudocode
- TP 9.2.3 Menuliskan sekumpulan instruksi menggunakan sekumpulan simbol dalam format pseudocode
- TP 9.2.4 Menerapkan berpikir komputasional untuk menyelesaikan problem sehari-hari melalui perancangan algoritma
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kesiapan ruang kelas, memimpin doa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif Bab 2 (3 menit).
- Guru membagikan naskah lembar kerja asesmen sumatif dan memberikan penjelasan umum mengenai tata tertib pengerjaan mandiri tanpa membuka catatan atau berdiskusi (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk teknis pada Lembar Kerja Asesmen Sumatif bagian Tugas 1 dan Tugas 2 secara mandiri dan berkesadaran penuh terhadap integritas akademik (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1: Tes Tertulis Pemecahan Masalah dan Perancangan Algoritma secara individual pada lembar jawaban yang disediakan (35 menit). Butir Tugas 1: (Soal 1.1) Diberikan masalah komputasi sistem kasir toko: 'Hitung total belanja dari beberapa barang, hitung potongan diskon 10% jika total belanja minimal Rp100.000, serta tentukan nominal uang kembalian berdasarkan uang tunai pembeli.' Lakukan dekomposisi masalah menjadi 3 sub-masalah/modul yang logis! (Acuan kunci jawaban: Sub-masalah 1: Input dan perhitungan total harga barang belanjaan; Sub-masalah 2: Pengecekan syarat dan perhitungan potongan diskon 10%; Sub-masalah 3: Perhitungan uang kembalian dari selisih uang tunai dan total bayar akhir). (Soal 1.2) Rancanglah urutan langkah algoritma logis untuk memecahkan problem sehari-hari 'Menentukan kelayakan penerima beasiswa prestasi di sekolah berdasarkan kriteria nilai rata-rata ujian minimal 85 dan pendapatan orang tua maksimal Rp3.000.000'! (Acuan kunci jawaban: Langkah 1: Masukkan data nama, nilai rata-rata ujian, dan pendapatan orang tua; Langkah 2: Periksa apakah nilai rata-rata ujian >= 85; Langkah 3: Periksa apakah pendapatan orang tua <= Rp3.000.000; Langkah 4: Jika kedua syarat bernilai benar, tetapkan status 'Layak Beasiswa'; Langkah 5: Jika salah satu atau kedua syarat tidak terpenuhi, tetapkan status 'Tidak Layak Beasiswa'; Langkah 6: Tampilkan status kelayakan).
- Murid mengerjakan Tugas 2: Tes Tertulis Penyusunan Pseudocode Terstruktur secara individual pada lembar kerja penyusunan pseudocode (30 menit). Butir Tugas 2: (Soal 2.1) Tuliskan sekumpulan instruksi menggunakan kosakata terbatas (INPUT, PROSES, OUTPUT, IF-THEN-ELSE) untuk menentukan apakah seseorang boleh membuat KTP (usia minimal 17 tahun)! (Acuan kunci jawaban: INPUT usia; IF usia >= 17 THEN OUTPUT 'Boleh membuat KTP' ELSE OUTPUT 'Belum boleh membuat KTP' ENDIF). (Soal 2.2) Tuliskan pseudocode yang merepresentasikan sekumpulan instruksi dengan simbol operasi aritmetika (+, -, *, /) dan simbol perbandingan/logika (>, <, >=, <=, ==, !=, AND, OR) untuk menghitung total biaya sewa lapangan futsal: 'Biaya sewa per jam Rp100.000. Jika durasi sewa > 2 jam DAN pelanggan adalah member (member == TRUE), berikan potongan biaya sewa sebesar Rp20.000. Cetak total bayar!' (Acuan kunci jawaban: INPUT durasi, member; biaya_awal <- durasi * 100000; IF (durasi > 2) AND (member == TRUE) THEN total_bayar <- biaya_awal - 20000 ELSE total_bayar <- biaya_awal ENDIF; OUTPUT total_bayar).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali seluruh kelengkapan jawaban pada lembar kerja secara cermat, memastikan tidak ada nomor yang terlewat sebelum dikumpulkan kepada guru (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja asesmen sumatif murid secara tertib dan memberikan apresiasi atas kedisiplinan serta kejujuran murid selama pengerjaan tes (1 menit).
- Guru merangkum perjalanan pembelajaran Bab 2 tentang berpikir komputasional, algoritma, dan pseudocode, serta menutup sesi pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan format naskah soal cetak dengan ukuran teks lebih besar bagi murid yang memerlukan akomodasi visual tanpa mengubah butir masalah yang diuji.
- Proses: Menyediakan meja dengan posisi tempat duduk khusus di baris depan untuk memastikan ketenangan dan kemudahan membaca soal bagi murid berkebutuhan khusus tanpa memberikan bantuan jawaban.
- Produk: Format penulisan jawaban standar pada lembar jawaban tertulis sesuai instrumen acuan ATP.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- tes tertulis perancangan algoritma dan penulisan pseudocode: lembar kerja asesmen sumatif berisi hasil dekomposisi masalah komputasi, teks pseudocode instruksi berstruktur dengan kosakata terbatas, penulisan pseudocode berbasis simbol, serta rancangan langkah algoritma solusi masalah sehari-hari yang disusun secara logis dan runtut
- tes tertulis pemecahan masalah dan perancangan algoritma: lembar jawaban murid yang memuat hasil dekomposisi masalah komputasi ke dalam sub-masalah/modul serta urutan langkah algoritma logis untuk memecahkan problem kehidupan sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik pemecahan masalah dan pedoman penskoran)
- tes tertulis penyusunan pseudocode terstruktur: lembar kerja penyusunan pseudocode yang memuat teks instruksi terstruktur menggunakan kosakata terbatas (seperti INPUT, PROSES, OUTPUT, IF-THEN) dan representasi simbol operasional/aritmetika baku yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian sintaks pseudocode)
Sumatif:- tes tertulis perancangan algoritma dan penulisan pseudocode: lembar kerja asesmen sumatif berisi hasil dekomposisi masalah komputasi, teks pseudocode instruksi berstruktur dengan kosakata terbatas, penulisan pseudocode berbasis simbol, serta rancangan langkah algoritma solusi masalah sehari-hari yang disusun secara logis dan runtut
- tes tertulis pemecahan masalah dan perancangan algoritma: lembar jawaban murid yang memuat hasil dekomposisi masalah komputasi ke dalam sub-masalah/modul serta urutan langkah algoritma logis untuk memecahkan problem kehidupan sehari-hari yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik pemecahan masalah dan pedoman penskoran)
- tes tertulis penyusunan pseudocode terstruktur: lembar kerja penyusunan pseudocode yang memuat teks instruksi terstruktur menggunakan kosakata terbatas (seperti INPUT, PROSES, OUTPUT, IF-THEN) dan representasi simbol operasional/aritmetika baku yang dikerjakan serentak oleh seluruh kelas (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian sintaks pseudocode)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Dekomposisi Masalah Komputasi (TP 9.2.1) | Belum mampu menguraikan masalah komputasi kasir atau hanya menyebutkan 1 sub-masalah secara tepat (acuan 3 sub-masalah: 1. Input & hitung total harga barang; 2. Pengecekan syarat & hitung diskon 10%; 3. Hitung uang kembalian). | Menguraikan masalah komputasi kasir dengan menyebutkan tepat 2 dari 3 sub-masalah sesuai acuan kunci jawaban. | Menguraikan masalah komputasi kasir dengan memecah ke dalam seluruh 3 sub-masalah secara tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Menguraikan masalah komputasi kasir ke dalam seluruh 3 sub-masalah secara tepat sesuai acuan, disertai penentuan alur input-proses-output antar-submasalah secara runtut dan mandiri. | | Perancangan Algoritma Problem Sehari-hari (TP 9.2.4) | Langkah algoritma kelayakan beasiswa belum runtut dan hanya memuat 1-2 langkah tepat (acuan 6 langkah: 1. Masukkan data; 2. Cek nilai >= 85; 3. Cek pendapatan <= Rp3.000.000; 4. Keputusan 'Layak Beasiswa'; 5. Keputusan 'Tidak Layak Beasiswa'; 6. Tampilkan status). | Merancang langkah algoritma kelayakan beasiswa dengan memuat 3-4 langkah logis yang tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Merancang langkah algoritma kelayakan beasiswa dengan memuat 5 hingga seluruh 6 langkah logis yang runtut dan tepat sesuai acuan kunci jawaban. | Merancang langkah algoritma kelayakan beasiswa secara tepat memuat seluruh 6 langkah logis secara runtut, lengkap dengan penanganan kondisi alternatif secara tepat dan mandiri. | | Penulisan Pseudocode dengan Kosakata Terbatas (TP 9.2.2) | Teks pseudocode pembuatan KTP tidak menggunakan format instruksi baku, atau hanya memuat 1 kosakata terbatas yang tepat (acuan kosakata: INPUT, IF-THEN, ELSE, ENDIF, OUTPUT). | Menuliskan pseudocode pembuatan KTP menggunakan 2-3 kosakata terbatas secara tepat, namun struktur percabangan belum lengkap (misalnya tanpa ELSE atau ENDIF). | Menuliskan pseudocode pembuatan KTP menggunakan seluruh 4-5 kosakata terbatas terstruktur (INPUT, IF-THEN, ELSE, OUTPUT, ENDIF) secara tepat sesuai logika penentuan usia minimal 17 tahun. | Menuliskan pseudocode pembuatan KTP dengan sintaks kosakata terbatas yang seluruhnya tepat, terstruktur sangat rapi dengan indentasi yang konsisten dan mandiri. | | Penulisan Pseudocode dengan Simbol Operasi (TP 9.2.3) | Penulisan pseudocode sewa futsal belum memuat simbol operasi atau hanya memuat 1 simbol operasi yang tepat (acuan simbol: aritmetika '*', '-'; perbandingan '>', '=='; logika 'AND'; penugasan '<-' atau '='). | Menuliskan pseudocode sewa futsal dengan menggunakan 2-3 simbol operasi aritmetika, perbandingan, atau logika secara tepat sesuai acuan. | Menuliskan pseudocode sewa futsal dengan menggunakan 4-5 simbol operasi yang mencakup simbol aritmetika (*, -), perbandingan (>, ==), dan logika (AND) secara tepat sesuai acuan kasus. | Menuliskan pseudocode sewa futsal dengan memadukan seluruh simbol operasi aritmetika, perbandingan, dan logika secara lengkap, tepat, dan tanpa kesalahan penulisan ekspresi kondisi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengerjaan 35 menit untuk Tugas 1 dan 30 menit untuk Tugas 2 mencukupi bagi murid menyelesaikan seluruh butir sumatif secara optimal?
- Bagaimana tingkat penguasaan murid pada ketercapaian 4 TP Bab 2 berdasarkan hasil analisis lembar kerja asesmen sumatif?
- Tindak lanjut perbaikan pembelajaran apa yang perlu disiapkan untuk bab berikutnya berdasarkan kendala konseptual yang ditemukan pada lembar jawaban murid?
Murid:- Bagian mana dari tes perancangan algoritma dan pseudocode hari ini yang paling menantang untuk saya selesaikan?
- Apakah saya sudah mampu menuliskan simbol logika dan perbandingan pada pseudocode secara mandiri dan teliti?
- Strategi belajar apa yang paling membantu saya memahami konsep dekomposisi masalah dan penulisan pseudocode selama Bab 2 ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas IX (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas IX (Kemendikdasmen, 2025)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Dekomposisi Masalah Komputasi
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikdasmen, 2025)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Piramida Dekomposisi Bertingkat
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Bab 2 Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan Pemrograman.
- Kartu kata kunci pseudocode (INPUT, PROSES, OUTPUT, BACA, CETAK) dan Lembar Kerja Murid.
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022/Edisi Revisi)
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas IX Bab 2 Berpikir Komputasional
- Kartu potongan kosakata kondisional pseudocode (IF, THEN, ELSE, ENDIF)
- Lembar Kerja Latihan Mandiri Struktur Kondisional
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek
- Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi), Bab 2: Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan Pemrograman
- Kartu tantangan simbol aritmetika dan lembar kerja latihan pseudocode
- Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek 2022/Edisi Revisi).
- Buku Siswa Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX Bab 2 Berpikir Komputasional dalam Algoritma dan Pemrograman.
- Lembar Kerja Murid: Penulisan Simbol Perbandingan dan Logika dalam Pseudocode.
- Kartu Tantangan Cepat Evaluasi Logika Komputasi.
- Buku Panduan Guru Informatika SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2025)
- Buku Siswa Informatika SMP/MTs Kelas IX (Kemendikbudristek, 2025)
- Lembar Kerja Aktivitas Perancangan Algoritma Sehari-hari
- Kartu simulasi skenario aktivitas harian
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. 2025. Buku Panduan Guru Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi). Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. 2025. Informatika untuk SMP/MTs Kelas IX (Edisi Revisi). Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 2: Tes Tertulis Dekomposisi, Perancangan Algoritma, dan Penulisan Pseudocode Terstruktur.
|